15 ‘X’ Agent: Murder Case of Business Rivalry [5/7]

15 'X' AGENT; MURDER CASE OF BUSINESS RIVALRY

Nama: gyuyomi88

Judul Cerita: 15 ‘X’ Agent: Murder Case of Business Rivalry (Chapter 5)

Tag: Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Zhoumi, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Henry.

Genre: Brothership, Sci-fi, Action

Rating: PG-13

Length: Chaptered

Catatan Author: DISARANKAN UNTUK MENGINGAT SETIAP TANGGAL, WAKTU DAN TEMPAT KEJADIAN YANG TERCATAT DI AWAL SCENE, Typos, EYD mungkin kurang tepat, sedikit OOC. THIS IS NOT YAOI! JUST BROTHERSHIP. If You Like It, Go Read It😉

.

.

.

Spontan Kyuhyun langsung menoleh ke arah Henry kemudian melotot. Henry kaget juga ketika melihat raut muka Kyuhyun, namun perasaan takutnya langsung hilang ketika hyungnya memasang senyum terlebar yang pernah ada.

 

“Kenapa aku tidak memikirkan itu.” Saking semangatnya, Kyuhyun dengan cepat mengetikkan nama yang tadi sempat Henry usulkan. Pertama – tama ia mengetikkan nama ‘Jang You Ra’.

 

Dengan sorot penuh harap dari keduanya, laptop dengan baiknya menunjukkan sebuah tulisan dengan satu kalimat yang sangat berarti bagi Kyuhyun maupun Henry.

 

Next Chapter

.

.

.

Tiga orang namja tampan ini sedang bingung memikirkan cara untuk melewati tempat sempit laknat paling menyebalkan itu. Mereka bertiga masih sibuk memikirkan cara keluar dari tempat itu dengan tubuh selamat tentunya. Berbagai kalimat permohonan Ryeowook keluarkan dari mulutnya, berharap Sang Kuasa memberikan jalan bagi mereka untuk keluar dari tempat itu.

 

“Wookie, naiklah ke punggungku.” Ucap Kangin yakin sambil berjungkuk di hadapan Ryeowook.

 

Ryeowook melirik Leeteuk sebentar meminta jawaban. Tapi Leeteuk hanya membuka mulutnya tanpa suara seakan bilang ‘Ikuti instingmu’. Dengan ragu – ragu Ryeowook pun akhirnya mengikuti instingnya dengan berjalan mendekati hyungnya kemudian menaikkan kakinya tepat di atas kedua bahu hyung bertubuh kekarnya itu.

 

Beberapa saat kemudian, Ryeowook, Kangin, dan Leeteuk yang berada di posisi paling belakang sudah bisa untuk memanjat dinding itu walaupun belum sampai 1/10 dinding yang mereka panjat. Mereka terus berusaha, untungnya mereka memakai sarung tangan sehingga tangan mereka tidak sampai lecet. Ketika Ryeowook memanjat dengan langkah yang ke sekian kali, ia melihat aliran listrik yang siap menyambar tangannya jika ia memegangnya. Ia bergidik kemudian melanjutkan aksi memanjatnya. Namun sial, kakinya salah berpijak membuatnya oleng ke belakang.

 

“Y-Yak! Hati – hati, Wook!” Kesal Kangin ketika tubuhnya ditimpah Ryeowook, untungnya tubuh Kangin lebih besar dari Ryeowook sehingga ia masih kuat menahan beban Ryeowook sebelum mereka semua jatuh ke bawah bersama.

 

“Maaf hyung, maafkan aku.” Gumam Ryeowook sambil membenarkan posisinya dan menatap Kangin juga Leeteuk bergantian.

 

“Sudahlah, bukan salahmu juga. Ayo cepat, kita harus segera sampai ke sana.” Ucap Kangin mengalihkan perhatian.

 

Ryeowook mengangguk kemudian bangkit dan melanjutkan memanjat dinding cerobong diikuti Kangin dan Leeteuk di belakangnya. Melihat itu semua Leeteuk hanya bisa tersenyum bangga mendapati dongsaengdul – nya yang sudah mulai dapat mengerti satu sama lain.

~~~

 

‘Not Connected. Please remember the password.’

 

“Erkhh, bagus. Baru kali ini aku gagal.” Geram Kyuhyun. Rahangnya mengeras, giginya bergemeletuk bersamaan dengan wajahnya yang memerah.

 

Satu kalimat sederhana keluar, yang sudah pasti menyatakan kalau ia gagal menjebol password Wi-fi hotel sialan itu. “Arghhhhh!!!” Ia meninju – ninju keyboard laptopnya untuk menghilangkan kekesalannya. Ia juga mengambil beberapa selebaran brosur yang terselip di jok mobil.

 

‘SRET’ ‘SREK’ ‘SRET’ ‘SREK’ ‘SREK’

 

Ia merobeknya asal – asalan hingga menjadi kertas – kertas kecil tak berbentuk kemudian membuangnya asal di dalam mobil. Ia memicingkan matanya menatap Henry.

 

Yang ditatap sibuk memainkan jarinya sambil menunduk dan menggigiti bibir bawahnya, menandakan bahwa ia sedang ketakutan sekarang. Henry tidak berani menatap wajah hyungnya yang satu itu jika sedang marah, menyeramkan sekali baginya. Bahkan tadi saja Leeteuk sampai bingung harus mengucapkan kalimat apa untuk menenangkan Kyuhyun.

 

Tapi, bukan Henry namanya kalau tidak bisa mengembalikan suasana menjadi lebih damai. “Hyung, kau belum mencoba yang satu lagi. Right?” Ucapnya setelah memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya menatap Kyuhyun yang masih melihat ke arahnya kesal.

 

Lama – kelamaan tatapan kesal Kyuhyun berubah menjadi tatapan berpikir. Dengan perlahan Kyuhyun menggerakkan kepalanya ke monitor laptop setelah sebelumnya menghadap Henry. Ia menatap layar monitor laptop sejenak. Sejurus kemudian, jari – jarinya dengan lincah mengetikkan sebuah kalimat yang belum ia coba tadi. Pikirannya benar – benar buntu sekarang ini, lihat saja jika tidak ada Henry mana mungkin ia akan mencoba pilihan terakhir. Di pikirannya hanya ada ‘Ikut bersama hyungdeul’ saat ini, tapi berkat Henry ia berhasil mengubah pikirannya menjadi fokus dengan tugasnya.

 

Ia mengetikkan sebuah nama. ‘A – H – N – G – E – U – M – R – A’

 

Setelah berhasil mengetik nama itu, matanya ia paksakan untuk terpejam, bibirnya meringis. Ia juga tidak lupa untuk menutup kedua telinganya. Melihat itu, Henry juga ikut – ikutan. Bahkan ketika Kyuhyun menelungkupkan kepalanya di kedua lutunya, ia juga ikutan.

 

Beberapa saat bertahan dengan posisi seperti itu, Kyuhyun mulai membuka matanya perlahan. Pertama – tama ia membuka setengah mata sebelah kanannya. Kemudian ia menurunkan kedua telapak tangannya dari telingannya. Sampai akhirnya seluruh anggota tubuhnya kembali pada posisi semula.

 

‘Connecting’

 

“WUHU!!!” Teriaknya ketika membaca satu kata yang paling ia inginkan saat ini. Spontan Henry langsung membuka matanya dan melirik ke arah laptop. Kedua matanya tidak lagi sipit saat ini.

 

“YEAH!! GOTCHA!” Teriak Henry tidak kalah girang dari Kyuhyun.

 

Keduanya berpelukan sambil lompat – lompat di dalam mobil. Bahkan jika terlihat dari luar, mobil yang ditumpangi keduanya seperti mengalami gempa berskala sedang. Bagaimana tidak? Mobil yang ditumpangi mereka berdua benar – benar berguncang ke kanan dan ke kiri akibat ulah keduanya yang terlanjur senang itu.

~~~

 

Di dalam kamar hotel yang luas nan megah ini. Terlihat dua orang insan yang sedang bersandar di sofa sambil menonton tv dengan santainya. Seorang gadis tengah dirangkul oleh seorang pria yang usianya kira – kira lebih jauh di atasnya. Si pria tersenyum lebar menatap gadis di sampingnya tanpa henti. Berbeda dengan si gadis yang memajukan bibirnya sambil memalingkan kepalanya ke arah berlawanan.

 

“You Ra, ayah tahu kau masih tidak terima dengan semua ini-“ Ucap si pria yang ternyata adalah ayah dari gadis di sampingnya. “-tapi ayah benar – benar menyayangimu.“ Lanjutnya sambil menoleh ke arah anaknya.

 

“…” You Ra tidak menjawab. Ia memang masih belum bisa percaya kalau ternyata orang di sampingnya adalah ayahnya yang sebenarnya.

 

“Akulah ayahmu yang sebenarnya, bukan Young Guk-” Ucap Kwan Jung Il terputus. “-maafkan ayah karena baru sekarang ini menemuimu. Bahkan dengan cara yang tidak kau inginkan.” Sambungnya dengan nada penyesalan.

 

You Ra masih bungkam dan tidak ingin melihat wajah ayahnya—atau mungkin orang yang berpura – pura menjadi ayahnya?—. Sunyi. Tak ada yang berani memulai pembicaraan lagi setelah itu. bahkan You Ra masih betah dengan posisinya yang sedang memalingkan wajah enggan melihat pria di sampingnya yang tengah merangkul pundaknya.

 

‘BBRRUKKK’

 

Tiba – tiba suara benda jatuh terdengar keras. Jung Il menoleh ke arah belakang dan mendapati cerobong kabel di atap kamarnya telah jebol menyisakan lubang beserta debu – debu berserakan keluar dari dalamnya. Dan saat itu juga turunlah 3 orang bermasker dengan pistol yang dipegang masing – masing mengarah padanya. You Ra ikut menoleh, jantungnya berdegub takut. Membayangkan terjadi sesuatu pada dirinya atau pun pada orang yang mengaku sebagai ayahnya itu.

 

‘BBRRAKKK’

 

Terdengar suara keras lagi yang berasal dari arah dekat tv yang masih menyala. Kali ini cerobong kabel bagian bawah yang berhasil dijebol. Jung Il dan You Ra kembali menoleh. Sesaat kemudian munculah 3 orang lainnya dengan pakaian sama tengah memegang pistol dan mengarahkannya pada Jung Il. Satu di antara mereka memegang dua buah revolver di tangannya.

 

“Apa mau kalian?!” Bentak Jung Il sambil melindungi You Ra di belakang tubuhnya.

 

‘CEKLEK’ ‘BBRRAKKK’

 

Kini pintu terbuka lebar setelah dibanting barusan. Masuklah 3 orang lainnya dengan pakaian berbeda namun sama – sama memegang pistol. Kwan Jung Il telah dikepung oleh 9 orang tak dikenalnya. Keringat bercucuran dari keningnya, ia bangkit dan beralih melindungi anaknya di belakang tubuhnya. Matanya mencari – cari jalan keluar. Sehingga ia memutuskan untuk keluar melewati kamarnya.

 

“You Ra, kita pergi dari sini.” Ucapnya sambil menyeret You Ra untuk pergi dari tempat itu dengan terburu – buru. You Ra menurut ketika diseret dan mengikuti kemana pun langkah ayahnya.

 

Kesembilan orang bermasker itu, tidak beranjak dari tempatnya. Mereka hanya melirik satu sama lain kemudian beralih melirik You Ra yang masih diseret oleh Jung Il ke dalam sebuah kamar. Pada akhirnya mereka mengikuti langkah Jung Il.

 

‘PPRRANNGGG’

 

Terdengar bunyi kaca pecah dari dalam kamar yang dituju Jung Il. Seketika itu juga, Jung Il beserta You Ra di belakangnya, melangkah mundur keluar dari kamar itu. Ia mengurungkan niatnya untuk masuk dan kabur lewat kamar. Langkahnya takut – takut, ia melirik ke arah 9 orang bermasker yang tengah menodongnya dengan pistol. Ketika kakinya sudah berhenti bergerak, keluarlah 4 orang bermasker lainnya dari dalam kamar.

 

Tamatlah sudah. Jung Il terkepung oleh 13 orang yang sedang menodongnya dengan pistol. Ia menelan ludahnya paksa, kemudian beralih pada jam tangannya. Terlihat seperti tidak bergerak, dengan pelan Jung Il menekan tombol pada jam tangannya.

 

‘TEEET’ ‘TEEET’ ‘TEEET’ ‘TEEET’

 

Bel berbunyi kencang sekali. Bersamaan dengan masuknya puluhan bodyguard yang sepertinya sudah disiapkan oleh Kwan Jung Il. Kesempatan itu Kwan Jung Il ambil untuk kabur keluar membawa You Ra bersamanya.

 

Ke – 13 orang itu dengan kompak mencetak smirk di balik masker yang mereka kenakan setelah melihat ‘mainan’ yang baru datang.

 

Saatnya menunjukkan keahlian mereka.

 

“Dengan senang hati-“ ‘BBHUAGHH’ “-aku akan meladenimu.” Ucap Eunhyuk sembari melangkah maju disertai pukulan yang mendarat pada perut salah satu bodyguard itu, membuat bodyguard itu meringis dan tersungkur jatuh mengenai kaki meja.

 

“Let’s party.” Sambung Siwon diikuti smirk yang lain.

 

‘DZIGG’ ‘DZIGG’ ‘DZIGG’

 

Donghae memukul 3 bodyguard sekaligus dengan kepalan tangannya tanpa ampun. Ia membunyikan tulang lehernya yang pegal ke kanan dan ke kiri. Kemudian tersenyum ketika bodyguard lain menghampirinya.

 

‘WUSHH’ ‘BBUGH’ ‘BBUGH’ ‘PRANNGG’ ‘WUSHH’ ‘DZIGG’

 

Dengan cekatan Sungmin menunjukkan kebolehannya dalam memainkan double stick. Dua double stick sekaligus ia gunakan untuk melawan puluhan orang berbadan kekar di depannya. 5 orang sudah ia jatuhkan.

 

‘BBHUAGHH’

 

Sungmin terkena pukulan salah satu bodyguard. Ia menatap bodyguard yang berhasil memukulnya dengan intens. “Pecundang.” Ejek Sungmin ketika bodyguard di depannya tidak menyerangnya sedikit pun, padahal ia sudah memberi kesempatan dengan diam tanpa pergerakan berarti. Sungmin maju selangkah mendekati bodyguard itu.

 

‘WUSHH’ ‘DZIGG’ ‘DZIGG’

 

Ia kembali melayangkan double stick – nya ke arah bodyguard itu. ‘BBRUKKK’ dan berhasil. Bodyguard itu berhasil ambruk di depan mata Sungmin.

 

Kibum, Heechul, dan Siwon sedang dikepung oleh 6 orang bodyguard yang telah memasang tinjunya. Mereka menempelkan punggung mereka jadi satu, kemudian saling melirik dan tersenyum dalam hati.

 

“Dua orang – dua orang bagian kita.” Ucap Kibum menyerupai bisikan.

 

“Tentu saja. HYA!” ‘BUGGH’ ‘BUGGH’ ‘BUGGH’ ‘DZIGG’ Jawab Heechul memulai aksi beladirinya yang ia pelajari lewat Hankyung. Ia menyerang dua orang sekaligus, sesekali ia terkena pukulan di bagian pipinya. Tapi ia terus memukul tanpa henti, membuat tangannya sedikit sakit.

 

‘WUSHH’ ‘CYAT’ ‘BBHUAGHH’ ‘DZIGG’ ‘DZIGG’ ‘BBRUKKK’

 

Kibum dan Siwon mengeluarkan jurus taekwondo andalan mereka. Kaki mereka melayang – layang di udara dengan ringannya. Mengenai sasaran mereka masing – masing tepat di bagian kepala. Membuat para bodyguard itu langsung jatuh tidak sadarkan diri akibat tendangan yang mengenai pas pada bagian tengkuk mereka.

 

‘TOS’ Siwon dan Kibum ber-tos-ria sebagai akhirannya.

 

Berbeda dengan Siwon dan Kibum. Yesung terus menerus diserang oleh 3 orang bodyguard di depannya. Ia akhirnya kesal sendiri. Dengan mata yang ia pejamkan sesaat, mulutnya menggumamkan kata yang tidak banyak orang kenali. Ketika matanya terbuka kembali, satu tinju melayang ke arahnya. Sekilas mata Yesung bersinar dengan warna coklat kemerahan. Sebelum tinju itu mengenai Yesung, ia sudah menunduk untuk menghindar.

 

“Aku tidak akan membiarkanmu melukai wajahku! Rasakan ini!” Geram Yesung sambil meninju dada bodyguard yang tadi sempat melayangkan tinju ke arahnya. ‘BBHUAGHH’ ‘BBHUAGHH’ satu sudah. Tinggal 2 lagi, pikirnya. Satu bodyguard lainnya melayangkan kakinya tepat ke muka Yesung, namun Yesung dengan cepat menangkap kaki itu dan mendorongnya ke depan hingga membuat bodyguard itu jatuh.

 

‘BUGH’ ‘BUGH’ ‘BUGH’

 

Yesung menendang perut bodyguard yang sudah tersungkur di bawahnya berturut – turut. 2 orang sudah. Tinggal satu lagi “HYA!” teriak bodyguard terakhir di belakang Yesung sambil melayangkan kepalan tangannya ke arah kepala Yesung. Refleks Yesung membalikkan tubuhnya ke belakang dan menangkis tangan bodyguard itu. Dengan gerak cepat, ia memelintir tangan bodyguard itu hingga berbunyi.

 

‘KRAEK’ ‘KRAEK’ “ARGHH!” Jerit bodyguard itu ketika tangannya berhasil dipelintir oleh Yesung. Sejurus kemudian, Yesung sudah memelintir tangan bodyguard itu hingga posisi badannya berada di belakang bodyguard sambil memegangi tangan si bodyguard itu. Yesung menambah kekuatan pelintirannya sambil tersenyum mengerikan. “ARGHH!!” Jerit si bodyguard itu lagi.

 

“Menyenangkan bukan bermain denganku?-” Ucap Yesung meremehkan sambil mengangkat kepalan tangannya ke depan wajah si bodyguard setelah ia membalikkan tubuh bodyguard itu. “-terima salam perpisahan dariku.”

 

‘DZIG’

 

Satu pukulan terakhir Yesung layangkan tepat di wajah bodyguard di depannya hingga darah keluar dari hidung bodyguard itu. ‘BBRUKKK’ Yesung menjatuhkan tubuh bodyguard itu kasar kemudian menendanginya. “Hmh.. hmh..” Tawanya pelan kemudian.

 

Di pojok ruang santai, berkumpulah para bodyguard dengan angkuhnya menatap kedua bocah bertubuh kecil di tengah – tengah mereka sambil memasang kuda – kuda dengan tangan yang sudah terkepal sempurna. Mereka mencibir kedua bocah itu tampa henti hingga membuat yang bertubuh lebih kecil geram sampai puncaknya. Bahkan kini tangannya mengeras memegang dua buah revolver yang memang sudah ia pegang sedari tadi.

 

“Aku bahkan tidak tega untuk menghajarnya. Hahaha.” Ejek salah satu bodyguard. “Hahaha.” Yang lain ikut tertawa sambil tak lepas dengan kuda – kuda mereka.

 

Ryeowook dan Eunhyuk tidak membalas ejekan itu. Mereka masih merekam dengan jelas kata – kata Leeteuk saat memberikan mereka instruksi di mobil tadi. Mereka tidak mau semua ini gagal hanya karena kecerobohan yang mereka perbuat akibat ejekan – ejekan yang memang sengaja sudah diatur oleh para bodyguard ‘sialan’ itu.

 

Walaupun sebenarnya Eunhyuk juga sudah tidak tahan tapi dia tetap sabar dan memperhatikan setiap inci pergerakkan ‘lawan – lawan’ di depannya dengan teliti. Dia tidak ingin langsung memukul begitu saja, karena beladiri yang selama ini mereka pelajari adalah Aikido. Memang bukan beladiri untuk menunjukkan kekuatan, melainkan Aikido adalah ilmu beladiri asal Jepang yang sifatnya untuk pertahanan diri.

 

“Hyung, bolehkah aku menembak mereka semua.” Bisik Ryeowook di tengah – tengah ejekan yang terus terlontar dari mulut para bodyguard itu. Ryeowook bahkan sudah menarik pelatuknya, tinggal melepasnya. Maka Finish.

 

“Tunggu. Aku tidak ingin bocah manis sepertimu dianggap pembunuh.” Cegah Eunhyuk asal.

 

“Kau bahkan membuatku lebih memantapkan diri untuk melepas pelatuk ini.” Balas Ryeowook masih dengan suara datar yang tak dapat dijangkau para bodyguard yang masih mengerubunginya.

 

“Hei, kurasa mereka sedang membicarakan kita-“ Ucap sang bodyguard dengan rambut ber-gel yang disisir rapi ke atas sambil terkekeh. “-Wah! Bahkan bocah ini membawa senjata. Aku tidak percaya. Sepertinya mainan anak umur 3 tahun. Hahaha.” Sambungnya pura – pura kaget dengan tawa yang tidak ada henti – hentinya.

 

Ryeowook yang sudah kehabisan kesabaran tanpa pikir panjang ia langsung berjungkuk di tempatnya dan memanjangkan kaki kanannya ke samping dengan tangan beserta kaki kirinya yang masih tertekuk ia pijakkan ke lantai sebagai tumpuan.

 

‘WWWUUUUSSSHHH’

 

‘BRU-BRU-BRU-BRU-BRU-BRUKKK’

 

Ia memutar badannya cepat dan menjegal keenam pasang kaki yang tengah mengitarinya sejak beberapa menit yang lalu. Niatnya untuk menjatuhkan para bodyguard bermulut tidak berguna itu berhasil. Bahkan beberapa di antaranya mengaduh kesakitan akibat tubrukan tiba – tiba Ryeowook yang kompak mengenai tulang kering mereka.

 

“Wook, sudah kubilang tunggu.” Protes Eunhyuk sambil menatap Ryeowook.

 

“Mau bagaimana lagi. Aku tadi tidak sengaja melakukannya.” Ucap Ryeowook sembari memasukkan kedua revolvernya yang tidak jadi ia pakai ke dalam saku celana.

 

Asyik bercakap – cakap mereka berdua jadi tidak siap dengan posisi masing – masing, sampai bangunlah dua orang dari keenam bodyguard yang masih mengaduh kesakitan itu tepat berada di belakang Ryeowook juga Eunhyuk. Kedua bodyguard itu sudah siap dengan tinju masing – masing, sambil mengendap mereka berjalan mendekati Ryeowook dan juga Eunhyuk.

 

Ryeowook dan Eunhyuk masih asyik berdebat, mereka tertawa pelan kemudian menganggukkan kepala satu kali. Kedua bodyguard itu sudah berjarak dekat dengan Ryeowook dan Eunhyuk hendak mengambil langkah seribu untuk menghajar keduanya habis – habisan.

 

“HYA!” ‘BBUGHH BBUGHH’

 

Serempak kedua bocah itu berbalik dan menendang telak bagian tubuh paling sensitive bodyguard yang menyerang mereka. ‘BRU-BBRRUKK’ Keduanya langsung melotot tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan barusan. Mereka menatap bodyguard yang telah jatuh pingsan itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Bahkan ketika mereka saling menoleh untuk bertatapan, tatapan keduanya masih seolah bingung disertai dengan kedipan mata mereka beberapa kali.

 

“Apa yang aku lakukan lagi?” Tanya Ryeowook pada dirinya sendiri.

 

“Padahal tadinya aku ingin mengajarimu tendangan jituku yang baru.” Gumam Eunhyuk dengan tatapan buyar.

 

Kedua lelaki ini memang tidak salah disebut bocah. Bahkan tidak ada perasaan senang meliputi mereka setelah menang dalam ronde ini, karena mereka memang belum melakukan apa – apa sejauh ini. Tapi dengan mudahnya, pria – pria berbadan tegap tadi jatuh pingsan hanya karena satu kali tendangan. Eunhyuk dan Ryeowook masih diam satu sama lain sambil mencermati keadaan bodyguard – bodyguard yang telah pingsan itu. Keduanya terus berpikir dengan alis yang salit bertaut dan kedua tangan di depan dada, sebenarnya apa yang mereka perbuat bahkan mereka ‘belum melakukan apa – apa’ tadi? Pikir keduanya.

 

‘BBUAGHH’ ‘BBUAGHH’ ‘TAK’ ‘DZIG’ ‘BBUGHH’ ‘BRUKKK’

 

“Aish, berapa banyak lagi?” Racau Leeteuk ketika ia sudah berhasil menjatuhkan bodyguard yang ke sekian kali.

 

Ia bertiga melawan bodyguard – bodyguard itu bersama Hankyung dan Zhoumi. Ketika belasan bodyguard sudah mereka jatuhkan, masuklah lagi anggota bodyguard yang lain. Naasnya, posisi mereka bertiga memang berada di depan pintu. Sehingga mereka bertiga harus menjatuhkan para bodyguard yang baru datang itu lebih dulu supaya dongsaengdeul – nya tidak terlalu repot untuk melawan beberapa bodyguard yang tidak sempat Leeteuk, Hankyung, juga Zhoumi jatuhkan.

 

2 bodyguard masuk dan mendekati Zhoumi. Mereka menatap Zhoumi dengan pandangan mendongak saking tingginya tubuh namja itu. Zhoumi tidak bergerak sedikit pun dari kuda – kudanya dan ikut menatap 2 bodyguard di depannya. Ketika 2 bodyguard itu hendak meninju Zhoumi, pandangan Zhoumi sedikit kabur akibat pukulan bertubi – tubi yang tadi sempat mengenai pelipis Zhoumi. Namun Zhoumi masih bisa bertahan. Ia menggelengkan kepalanya cepat dan mulai menyesuaikan pandangannya.

 

‘SSING’ ‘BUAGH BBUAGHH’ ‘GDEBUKK’

 

“Tuhan, aku harus bertahan.” Gumam Zhoumi sembari memijit keningnya yang sedikit membuat pandangan matanya berputar itu dengan pelan. Beruntung ia masih bisa menjatuhkan 2 bodyguard tadi yang ternyata adalah anggota bodyguard terakhir yang masuk. Walaupun ia masih bisa melihat di dalam ruangan ini masih ada beberapa anggota bodyguard yang setia adu pukul dengan hyung maupun dongsaeng – nya, tapi ia sedikit bersyukur karena sudah tidak ada lagi bodyguard yang masuk.

 

Di sisi Zhoumi, ada Hankyung yang tengah memejamkan matanya sambil membuang napas teratur. Entah kenapa bodyguard di depannya justru tidak bergerak untuk melumpuhkan Hankyung. Mereka malah memperhatikan Hankyung sebagai tontonan gratis.

 

Sebenarnya Hankyung sedang melakukan meditasi untuk mengumpulkan kekuatan dalamnya. Mungkin tameng kekuatan dalamnyalah yang membuat para bodyguard itu diam dan tidak melumpuhkan Hankyung. Hankyung masih memejamkan matanya, namun sepertinya ia sudah tidak memasang tamengnya lagi sehingga 4 pukulan mengarah padanya bersamaan.

 

‘T-T-T-TAKK’ ‘GDEBUKK’

 

Hankyung spontan membuka matanya ketika merasakan atmosfir angin yang menekan ke arahnya. Ia tidak melawan pukulan – pukulan itu. Teknik sendi yang akhirnya ia pilih untuk menjatuhkan lawannya. Dengan dua jari—Jari telunjuk dan jari tengah— ia menyentuh bagian – bagian sendi tertentu bodyguard – bodyguard itu. Membuat para bodyguard itu lumpuh tidak bergerak dengan erangan kesakitan yang sangat digemari Hankyung.

 

“Whuuhhhh… untung tadi belum terlambat.” Gumam Hankyung sembari tersenyum. Ia membuang napasnya dan memutar – mutar bahunya yang tegang tidak lupa membunyikan tulang lehernya yang pegal.

 

Melihat Donghae yang sedang kesulitan untuk menyerang bodyguard itu, Leeteuk menghampirinya dan ikut membantu Donghae. Pikirnya, jumlah bodyguard tidak akan bertambah lagi karena sudah tidak ada lagi yang memang memasuki wilayah kamar ini. Ia mengedipkan sebelah matanya ketika sudah berjarak hanya satu setengah meter dari tempat Donghae.

 

‘PHAK’ ‘BUGH’

 

Bersamaan dengan Donghae memukul bodyguard itu dengan tongkatnya, Leeteuk juga memukul bodyguard yang sama dengan Donghae menggunakan kepalan tangannya.

 

‘PHAK’ ‘BUGH’

 

Ternyata mereka memang bekerja sama untuk melakukan hal ini. Setiap Donghae memukul bodyguard yang berusaha menyerangnya, ia mengarahkan tongkat panjangnya ke arah bodyguard itu kemudian mendorong bodyguard itu dengan tongkatnya ke tempat Leeteuk berada sehingga dengan cepat Leeteuk memukul bodyguard itu hingga benar – benar jatuh.

 

‘PHAK’ ‘BBUAGHH’ ‘BRUKK’

 

Tiga bodyguard jatuh dan tak ada lagi bodyguard yang menyerang Donghae sehingga mereka berdua saling berpandangan kemudian men-tos-kan bahu mereka.

 

“Gomawo hyung.” Bisik Donghae.

 

Leeteuk hanya mengangguk sebagai balasan. Ia mengawasi dongsaengdeul – nya satu persatu di penjuru ruangan ini. Beberapa dari mereka memang sudah menyelesaikan tugas mereka untuk menjatuhkan bodyguard yang menghalangi mereka namun Leeteuk masih waspada terhadap satu dongsaengnya yang sepertinya sudah sangat lelah.

 

Dan benar saja, ada satu bodyguard yang bangkit dan hendak memukul dongsaeng – nya yang satu itu. Spontan Leeteuk berlari dengan jantung yang bekerja dua kali lipat meninggalkan Donghae yang baru sadar dengan apa yang dilihatnya. “Zhou-“ Ucap Leeteuk terputus.

 

‘BHUAGHH’ ‘BRUKK CYITTT’

 

“-Mi-“ Leeteuk memegangi perutnya yang terkena pukulan bodyguard itu hingga membuatnya jatuh berdecit. “-Tsh.. Tsh..” Ia meringis menahan sakit di bagian perutnya yang terlanjur terkena pukulan sebelum dia memukul bodyguard tadi.

 

Zhoumi yang melihatnya hanya bisa membulatkan matanya tidak percaya kemudian menatap marah bodyguard yang sedang tersenyum meremehkan ke arahnya. Ia mengatupkan bibirnya rapat, rahangnya bergetar. Ia melangkah maju mendekati bodyguard itu.

 

“JANGAN MELUKAI HYUNGKU!! HYA!!”

 

‘DZIG’ ‘BBRRUUAAKKK’ ‘GDEBUKK’

 

Zhoumi sudah terlanjur kesal dengan semua itu. Ia tidak bisa menahan lagi emosi yang sudah ia tahan. Ia memang diperbolehkan memukul asalkan lawan di depannya juga memukulnya lebih dulu, namun apa bedanya jika ia melampiaskan pukulan untuk melunasi pukulan telak yang telah mengenai hyung kesayangannya. Ia benar – benar marah hingga bodyguard tadi dipukulnya sampai kepala bodyguard itu membentur tembok cukup keras membuatnya pingsan dengan darah yang mengalir melewati pelipisnya.

 

“Hyung, Hyung, kau baik – baik saja?” Tanya Zhoumi ketika sudah bisa mengatur emosinya kembali dan menghampiri Leeteuk yang masih memegangi perutnya walau kali ini ia sudah bisa duduk.

 

Leeteuk membuka maskernya kemudian tersenyum ke arah Zhoumi sambil mengangguk. Zhoumi merasa lega kemudian membuka maskernya juga dan membalas senyum Leeteuk. Tapi setelah beberapa saat bertahan dengan posisi seperti itu, sepertinya Leeteuk tidak bisa membohongi dongsaeng – nya sendiri. Ia menunduk dan mencoba bangun, namun sulit.

 

“Biar kubantu, hyung.” Ucap Zhoumi sambil menaruh tangan kanan Leeteuk di bahunya dan mengangkatnya perlahan. Leeteuk tidak menolak untuk diperlakukan seperti itu, membuat dongsaeng – nya yang lain curiga dengan apa yang baru saja terjadi.

 

“Hyung, ada apa?!” Teriak Sungmin dari jauh sambil menghampiri Leeteuk yang tengah dipapah oleh Zhoumi.

 

Semua yang ada di situ akhirnya berlari menghampiri Zhoumi dan juga Leeteuk dengan pertanyaan sama seperti yang Sungmin katakan sebelumnya. Namun baik Zhoumi maupun Leeteuk tidak ada yang mau menjawabnya.

 

“Tadi, Leeteuk hyung terkena pukulan salah satu bodyguard. Mangkanya sekarang hyung terlihat kesakitan. Kalian semua tenanglah dan keluar saja dari hotel itu, tapi jangan lewat pintu, karena banyak security di sana-“ Terdengar suara Kyuhyun dari dalam Bluetooth Handsfree mereka, tapi Kyuhyun yang ‘jenius’ tidak menghubungkan Bluetooth Handsfree – nya pada Leeteuk dan Zhoumi.

 

“-Kalau bisa kalian semua lewat dinding belakang menggunakan tali.“ Ucap Kyuhyun lagi.

 

“Kalau tidak bisa?” Balas Donghae setengah berbisik.

 

“Kalau tidak bisa-” Ucapan Kyuhyun terhenti seperti sedang berpikir. Semua menunggu jawaban anak itu dengan seksama. “-Hmm.. kalau tidak bisa, ya dibisakan.” Balas Kyuhyun membuat semua hyungdeul—Kecuali Leeteuk dan Zhoumi— memasang raut masam.

 

Setelah tau situasi dari Kyuhyun dan tanpa melanjutkan perdebatan dengannya karena pasti mereka yang akan kalah debat, Kibum akhirnya menyuruh mereka semua untuk diam dan kembali ke mobil lewat jendela kamar Kwan Jung Il.

 

Semua pun menurut dan mengikuti arahan Kibum untuk memanjat dengan hati – hati dan sampai ke mobil dengan selamat.

~~~

 

/ ‘Tut’ / … / “Kau menginginkanku bukan?” / “Ya, aku sudah tidak sabar dengan pernikahan kita nanti.” / “Jadi kau akan membunuhnya?” / “Tidak. Aku akan menunggunya mati dengan sendirinya. Kau bersabarlah.” / “Aku tidak akan sabar Geum Ra – ya.” / “Kalau begitu aku lakukan secepatnya.” / ‘Tut’ /

 

Kyuhyun memutar – mutar bagian akhir percakapan Kwan Jung Il dan Ahn Geum Ra yang sudah ia rekam sejak tadi. Ternyata ia menyempatkan diri untuk melacak nomor telepon Ahn Geum Ra yang lama dan memutar setiap percakapannya dengan semua orang yang pernah dihubungi oleh Ahn Geum Ra. Ia memanfaatkan waktu sembari menunggu kedatangan hyungdeul – nya.

 

Tidak seperti percakapan – percakapan yang sebelumnya, percakapan ini tergolong lama dan panjang. Ia mencoba memastikan apa yang ada di otaknya tidak benar. Ketika ia ingin memutar kembali percakapan itu, ia dikagetkan oleh Henry yang terus menepuk bahunya panik.

 

“Hyung, Hyung, See.” Gumam Henry sambil terus menepuk bahu Kyuhyun dan menunjuk – nunjuk sesuatu keluar jendela mobil.

 

Kyuhyun malas menanggapi itu. Ia juga belum melihat apa yang ditunjuk Henry keluar jendela itu karena jendela mobil tertutup badan Henry yang memang berada di depannya dan hari juga sudah malam sehingga tidak terlalu jelas apa yang dilihat Kyuhyun. Tapi yang Kyuhyun lebih malas lagi adalah sekarang Henry tambah panik dan memukul bahunya semakin cepat serta keras.

 

“Yak! Minggir kalau begitu!” Teriak Kyuhyun sembari menggeser Henry.

 

Kyuhyun memicingkan mata guna melihat ke kejauhan. Ia memperjelas objek yang tengah dia lihat saat ini. Mata Kyuhyun hampir keluar dari tempatnya setelah melihat dengan jelas apa yang tadi Henry tunjukkan padanya. Ia bergegas keluar dari pintu mobil dengan tergesa – gesa, meninggalkan Henry yang terus memanggilnya dan mencoba menasihatinya.

 

‘CTAK’ ‘DDUGH’

 

Dia menutup pintu mobil kasar dan berlari mendekati gadis yang selama ini ia cari. Gadis itu juga sedang diseret berlari oleh pria di sampingnya. Kelihatannya mereka memang sedang buru – buru melarikan diri dari kejaran hyungdeul – nya. Pikir Kyuhyun.

 

‘TAP TAP TAP’

 

Ketika sudah berada dekat dengan gadis itu, ia menarik pergelangan gadis itu dari pria di sampingnya.

 

“Kwan Jung Il, menyerahlah.” Ucap Kyuhyun ketika ia sudah berhasil menggenggam tangan You Ra yang dingin itu dan mengeluarkan sebuah pistol dari dalam sakunya kemudian mengarahkannya pada Kwan Jung Il.

 

“Menyerah untuk apa? Kau ingin membawa dia? Dia adalah anakku dan aku adalah ayahnya. Atas dasar apa kau menyuruhku untuk menyerah?” Balas Jung Il tanpa sedikit pun takut dengan ancaman pistol yang Kyuhyun arahkan padanya. You Ra hanya bisa memandang takut pemandangan di depannya, ia hampir saja menangis namun Kyuhyun dengan cepat menarik badan You Ra ke belakang punggungnya.

 

“Kubilang menyerahlah, kaulah yang telah meracuni otak ibu dari anakmu ini. Kau yang memprovokatorkan dirinya untuk membunuh Jang Young Guk. Benar?” Ucap Kyuhyun lagi disertai smirk.

 

Jung Il tidak mendengarkan perkataan Kyuhyun. Namun You Ra menyadari sesuatu yang telah diucapkan oleh namja di depannya ini yang tengah melindunginya, ia juga melihat pergerakan ayahnya yang boleh dibilang hampir terlihat tak bergerak.

 

“Ikutlah denganku ke penjara.” Ujar Kyuhyun sambil terus menatap bola mata Jung Il.

 

“Tidak akan. Aku akan melakukan apapun demi anakku, dan tidak akan menyerah apapun yang terjadi. Kalau aku mati-“ Ucap Jung Il yang tiba – tiba juga sudah memegang pistol di tangannya. “-maka anakku harus bersamaku juga.”

 

You Ra semakin ketakutan ketika mendengar ucapan ayahnya yang menurutnya sudah gila itu. Kyuhyun, You Ra, maupun Jung Il tidak menyadari keberadaan seseorang yang dari jauh sedang memperhatikan mereka sambil menangis tersedu. Bahkan orang itu juga sudah bersiap dengan senjata api di tangannya untuk berjaga – jaga.

 

“Sekarang tembak aku, maka aku akan membawa You Ra juga bersamaku.” Terdengar suara Jung Il bergetar. Ia mengeluarkan air mata dari sudut – sudut matanya dan dengan tega mengarahkan pistolnya pada You Ra yang sudah menangis tanpa suara sejak tadi.

 

“Tidak, aku tidak menginginkan nyawamu. Sekarang ikut bersamaku ke pen-“

 

‘DDORRRR’ “Akh..”

 

Seseorang menembak Jung Il tepat mengenai kepalanya. Kyuhyun hanya bisa tercengang ketika melihat siapa yang menembaknya. Tangisan You Ra semakin menjadi saat melihat kejadian itu, ia sampai memaksa matanya untuk terpejam dan juga menggigit bibir bawahnya sambil meremas – remas jari tangannya. Ia takut sekali.

 

Namun Jung Il belum tewas sampai di situ, ia masih mencoba untuk meraih pistol dan membawa anaknya bersamanya. Melihat itu Kyuhyun hanya bisa membuka mulutnya lebar – lebar. Ternyata memang orang di depannya tidak bercanda dengan apa yang dikatakannya. Kyuhyun menatap Kwan Jung Il, lalu orang yang sudah menembak Kwan Jung Il, dan You Ra bergantian, ia juga membayangkan satu persatu hyung – nya di dalam benaknya. Ia memutar otaknya dan mencoba berpikir jernih kemudian membuang napas untuk menstabilkan jantungnya dan memantapkan dirinya. ‘Tuhan, aku mohon semoga hyungdeul maupun Henry tidak membenciku dan semoga kasus ini cepat selesai-’

 

‘CTEK’

 

Jung Il menarik pelatuknya ke arah You Ra yang sudah menangis. Jung Il tersenyum penuh arti. Sampai ia melepas pelatuknya dan.. ‘DDORR’

 

‘-tanpa adanya aku.’

 

‘GDEBUKK’

 

You Ra memejamkan matanya kemudian pasrah dengan apa yang terjadi. Ia merasakan kehangatan setelah itu, ia juga merasakan hembusan napas berat milik seseorang. Ketika ia membuka matanya, seseorang memeluk tubuhnya erat sembari tersenyum.

 

“Aku, akh.. tshhh.. aku.. titip hyungdeul, ukhhh tshh.. padamu..” Ucapnya sambil meringis mengeluarkan air mata sebelum ambruk bersamaan dengan tewasnya Jung Il di tempat.

 

“KYUHYUN!” Teriak keempat belas pria yang baru sampai di tempat kejadian sambil berlari.

.

.

.

.

.

TBC

 

Horeee!! Siapa yang menembak Jung Il tuh? Dan apa yang akan terjadi selanjutnya dengan suami para sparkyu #termasukaku hehe. Ikuti terus ya readers ^_^ yuk monggo dicomment~ ^-^)b

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: