Just Remember

das

Author : ABCD

Judul : Just Remember

Cast : Cho Kyuhyun, Song Hae Rin (OC)

Genre : AU

Rating : PG-13

Length : Ficlet

Story+OC is mine J happy reading~

***

15 November 2010

Menarik. Bagaimana bisa aku kembali tertarik tentang apa yang dia lakukan. Ketidakpedulian ku berakhir ketika aku kembali memperhatikan tingkah lakunya. Segala hal yang ia lakukan terhadap orang lain. Terutama orang itu. Seseorang yang amat ia perhatikan dan amat ia perjuangkan.

Seperti rela melakukan segala hal untuknya. Ia bahkan menuruti apa yang dikatakannya. Seseorang itu, telah mengubah dunianya.

Akan tetapi, seseorang itu menyakiti hatinya. Seseorang itu terkadang mengecewakannya. Tapi ia tidak pernah menyerah padanya.

Seseorang itu begitu dekat dengannya, tapi ia kesulitan untuk menggapainya.

Hari itu, aku menemukan seseorang itu membaca sebuah naskah. Aku sempat membacanya sedikit dan aku tahu Kyuhyun yang membuatnya.

Aku pikir, Kyuhyun berusaha terlalu keras.

Ia berkata dalam naskahnya, “belum tentu lelaki itu selalu mengingatnya dan malah dekat dengan gadis lain. Aku tidak mengerti, aku berharap ia melihatku yang selalu mengingatnya setiap jam, setiap menit,bahkan setiap detik.”

Dan… aku pernah menemukannya mengatakan, “aku tidak tahu, aku telah menunggu satu tahun.”

Juga kalimat seperti, “menunggumu mungkin bukan masalah”

Banyak yang ia ungkapkan tentang seseorang itu. Aku mencoba menjadi pendengar yang baik untuknya. Walaupun sebenarnya, hatiku terasa seperti tertusuk.

Banyak hal yang menjadi alasanku untuk pergi menjauh melupakan segala hal tentang Kyuhyun. Aku tahu dan aku menyadarinya. Bahwa selama ini, perasaan itu hanya bertepuk sebelah tangan.

Benarkah selama ini aku tidak peduli? Atau aku hanya berpura-pura tidak peduli? Menutup mata dan telingaku untuk tidak melihat dan mendengar apapun tentang dia.

Selama ini aku berusaha. Seharusnya aku bisa menghargai usahaku sendiri. Itu tidak mudah, aku berharap aku dapat mempertahankan usahaku.

Mungkin memang seharusnya kami hanya menjadi teman. Hanya seorang teman. Seperti sekarang. Aku tidak boleh menghancurkan pertemanan kami hanya karena perasaanku padanya.

Aku harus segera terbangun dan segera menyadari bahwa kita memeng seperti garis asimtot. Sedekat apapun kita, kita tidak akan pernah bisa disatukan.

Terkadang sulit, tapi aku selalu berusaha menahan agar aku tidak tersenyum saat berbicara dengannya. Aku belajar sedikit demi sedikit untuk bisa menyesuaikan diri. Agar aku tahu batasanku. Agar aku tidak pernah mengharapkan apapun dari pertemanan kami.

Karena dia, telah memilih orang lain untuk ia perjuangkan.“Seseorang itu” yang entah bagaimana perasaannya terhadap Kyuhyun.

***

Aku menutup kembali buku usang itu. Sebuah buku dengan coretan tanganku di dalamnya. Sebuah buku yang selalu aku isi dengan berbagai ceritaku. Entah mengapa buku itu masih ada disana. Aku pikir buku itu sudah ikut terbuang dengan berbagai sampah lainnya saat aku membereskan kamarku dulu.

Aku kembali menatapnya. Pada lembar terakhir buku itu, untuk pertama kalinya aku menulis tentang dia. Setelah itu, aku tidak pernah menulis apapun tentang apa yang terjadi padaku apalagi menulis tentang dia, Kyuhyun.

Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku menulisnya. Lembaran terakhir itu, menjadi penutup buku harian pertama dan terakhirku. Membukanya mengingatkanku pada Kyuhyun, Cho Kyuhyun.

Pikiranku menerawang jauh kembali ke masa lalu. Mengingat bagaimana aku berusaha melupakan perasaan ku pada Kyuhyun.

Selama ini, dia tidak tahu begitu sulitnya aku berusaha agar tidak keluar dari batas yang aku tentukan. Selalu menutup mata dan seolah tidak peduli dengan apa yang ia lakukan.

Itu sulit sekali ketika kau ingin melupakan perasaan terhadap seseorang, tetapi kau berusaha agar bisa berteman baik dengannya dan dengan seseorang yang menjadi pilihannya. Berusaha agar tidak membenci.

Dan aku… berhasil melakukannya.

***

Kemarin aku melihatnya di sebuah cafe dekat kantorku saat makan siang. Dia terlihat sedang bersama teman- temannya. Aku mengenal beberapa dari mereka. Kyuhyun tampak berbeda ketika ia memakai setelan kerjanya.

Awalnya dia tidak menyadari keberadaanku, tapi kemudian kami akhirnya bertegur sapa. Ketika itu, aku baru saja akan pulang setelah membayar. Akan tetapi saat aku berbalik, ia sudah ada di belakangku. Aku terkejut, tentu saja. Mungkin dia juga. Tapi kemudian ia menyapaku dengan gaya candaan yang aneh.

“lama tidak bertemu, Song Hae Rin.” sapanya. Wajahnya ia buat seperti benar-benar baru bertemu denganku. Oh, sungguh menyebalkan.

“yah, lama sekali tuan Cho! Ini terhitung sudah dua hari sejak terakhir kali kita bertemu.” Aku hanya menjawabnya datar. Ia mengubah ekspresi wajahnya.

“Ya! Anggap saja kita baru bertemu setelah sekian lama. Dan kau akan berpura-pura gugup seperti kebanyakan adegan pada drama.” Ia mulai protes dengan apa yang aku lakukan.

“kau ini bicara apa? Hah, sayang sekali karena ini adalah sebuah kenyataan. Kau terlalu banyak menonton drama. Sudahlah, aku pergi dulu.” aku meninggalkannya begitu saja.

“Hae Rin-ah, kau tidak ingin makan siang bersama kami?”

Aku hanya tersenyum dan berkata, “tidak terima kasih” lalu benar-benar pergi setelah itu.

Mungkin kalau dulu, aku akan mati-matian supaya tidak gugup menghadapinya. Tapi, entah mengapa kemarin aku tidak merasakan jantungku berdetak kencang saat berbicara padanya. Rasanya normal saja. Dan aku tidak lagi berusaha menahan senyum saat berbicara padanya. Perasaan itu, aku tidak tahu kemana perginya. Seperti sudah terkubur jauh sekali seiring berjalannya waktu.

Seseorang yang dulu itu, aku tidak tahu bagaimana hubungannya dengan Kyuhyun sekarang. Ini sudah enam tahun berlalu. Aku tidak pernah bertemu dengannya sejak masuk kuliah. Kyuhyun dan aku, kita bertemu satu tahun yang lalu ketika aku melamar menjadi karyawan dikantor ayahnya. Dan… Aku tidak pernah menanyakan hubungannya selama ini.

Aku tidak pernah tahu akan bagaimana akhir dari cerita ini. Akan pada siapa hatiku akhirnya akan menetapkan pilihanku. Akan pada siapa pula akhirnya Kyuhyun menetapkan pilihannya. Tetapi aku berharap, semoga kita mendapatkan yang terbaik untuk masing-masing. Kyuhyun dan aku, aku tidak tahu kenapa kita kembali dipertemukan setelah lima tahun berlalu. Setelah aku berusaha untuk melupakan perasaanku padanya. Tetapi seperti inilah takdir, kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

-END-

2 Comments (+add yours?)

  1. ayumeilina
    Aug 22, 2016 @ 14:17:49

    singkat padat dan jelas.
    FF yang menarik. Gaya penulisannya juga oke.

    Reply

  2. natasha irene
    Aug 29, 2016 @ 21:35:33

    Kerenn bangett
    Gaya penulisan kena feelnya ♥
    Ttp berkarya🙂

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: