Long Dream in Heaven

df

Nama: gyuyomi88

Judul Cerita: Long Dream in heaven

Tag: Cho Kyuhyun , Rimhwa as You

Genre: Fantasy, Tragedy, Romance

Rating: PG-13

Length: One-Shot

.

.

.

 

Di sebuah tempat, jauh dari kehidupan manusia bumi, tergeletak begitu saja seorang wanita berpakaian gaun pengantin berwarna putih bersih dengan sedikit corak mawar merah muda dan sedikit goresan di lututnya pertanda dia baru saja tergelincir masuk ke dunia yang jauh dari kehidupan.

 

Rimhwa POV

 

Di tengah ruangan yang sunyi senyap ini tidak ada satupun orang kecuali aku, semuanya putih di mataku. Aku tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di sekitarku. Aku mencoba untuk bangun dan terduduk lemas di sini.

 

“Eungh, apa ada orang disini?” Teriakanku seperti menggema di tempat ini. Apakah aku sedang berada di lembah tepi gunung? Tapi kenapa aku tidak melihat apapun, melainkan hanya warna putih?

 

Aku mengerjapkan mataku perlahan, kulihat ke kejauhan. Di depan sana ada cahaya bersinar sangat terang. Yap! Aku berhasil menemukan jalan untuk keluar dari sini.

 

Kulepas sepatu high heelsku dan kupegang ujung gaunku agar memudahkanku untuk berlari. Di saat aku sudah berdiri, aku mencoba berlari. “Arghh!!” terasa berat kakiku untuk berlari, kutundukkan kepalaku untuk melihat kakiku. Aku tersentak. Kakiku terluka, banyak goresan – goresan di kakiku ini, tapi tekadku sudah bulat. Kupaksakan diriku untuk berlari.

 

“Tshhh, tshhh,” Aku meringis menahan sakit sambil berjalan terseok – seok. Ya, sakit memang.. tapi aku ingin keluar dari tempat ini.

 

Walaupun kuberjalan cukup lama, akhirnya sampai juga aku di tempat yang sempat kulihat mengeluarkan cahaya terang tadi.

 

“Woaahh~ indah sekali!”

 

Hanya itu kalimat yang keluar dari mulutku. Sangat indah. Cahaya mentari terbiaskan di air sungai dengan warna – warna pelangi. Gemercik bunyi air terjun di sampingnya. Nyanyian burung yang bertengger manis di batang pohon besar. Dan angin yang menyapu wajah serta menghempaskan rambutku. Kudekati sungai dan mengambil sedikit airnya lalu kuoleskan pada lukaku, seketika itu juga rasa sakit pada kakiku hilang begitu saja.

 

“Ajaib.” Gumamku.

 

Aku memejamkan mataku dan menghirup aroma sedap bunga – bunga di sini, seandainya bumi yang kucintai seperti ini. Tunggu dulu. Apa? Bumi? Bumi yang kucintai? Seperti ini? Lalu tempat apa ini, jika bukan bumi yang kucintai?

 

Kubelalakkan mataku, kusudahi aktifitasku mencium aroma – aroma itu dan memutuskan untuk mencari tahu tempat apa ini sebenarnya.

 

Aku berjalan sambil menyentuh bagian atas bunga bunga di sini. Rasanya seperti di taman bunga, banyak kupu – kupu yang mengelilingiku. Cantik sekali. Tapi kemana semua orang?

 

Aku duduk di atas batang pohon yang sudah tumpul, aku pun menyipitkan mataku. Aku melihat seekor kuda putih dengan satu tanduk di ujungnya “Unicorn.” Gumamku lagi.

 

Kucoba untuk mendekat ke arah Unicorn itu, aku sangat ingin menaikinya, tapi aku harus pelan – pelan. Kalau terdengar sedikit saja suaraku pasti Unicorn itu akan berlari, mungkin bukan berlari lagi tapi terbang. Tahu sendiri akibatnya jika kuda sudah berlari, akan sulit bagi kita untuk mengejarnya lagi.

 

Jarakku dengan Unicorn itu hanya tinggal 7 meter. Kusembunyikan diriku di balik pohon besar. Unicorn itu menoleh kebelakang. Aku buru – buru mengumpat di balik pohon, kupejamkan mataku. Cukup lama aku memejamkan mataku dan kembali menoleh ke arah tadi dimana Unicorn itu berada.

‘Aish, kemana dia.’ Batinku.

 

Kusandarkan tubuhku di batang pohon ini, aku lelah karena sudah berlari dari tadi.

 

“Huhhh, capek sekali.” Gumamku. Sambil terduduk, aku berinisiatif untuk melihat kebelakang siapa tahu Unicorn itu sudah kembali. Saat aku menoleh betapa kagetnya aku, bukan unicorn yang kulihat melainkan mataku ini melihat namja dengan tuxedo putih sedang mendongak ke atas membelakangiku. Aku membekap mulutku sendiri dan berniat untuk berlari menjauh dari sini. Kubangkitkan tubuhku dan bersiap siap berlari.

 

‘DEG’

 

Kurasakan cengkraman di tanganku. Hangat. Itu yang kurasakan.

 

“Aaaa!!! Jangan pegang aku!! Jangan makan aku! Dagingku tidak enak! Makan saja yang lain! Aku masih ingin hidup! Aku belum siap mati! Aku masih ingin menikah! Aku ingin punya anak! Aaa!! Tolong aku!! Siapapun!! Lepaskan aku!! Lepaskan!!” teriakku. Tapi sepertinya percuma saja, di sini tidak ada siapa pun kecuali aku dan orang yang mencengkramku ini.

 

“…”

 

“Kubilang lepaskan aku!! Atau kau kulaporkan polisi!! Jinjja!! Aku serius!!” Aku menggusar tanganku kuat, tapi cengkramannya semakin kuat. Aku tidak berani membalik tubuhku, aku takut melihat wujudnya.

 

Kurasakan cengkramannya melonggar. Aku ingin meninggalkannya tapi aku penasaran dengan wujudnya.

 

“Berbalik.”

 

“Aku tidak mau!! Jangan jadikan aku santapanmu!! Aku masih ingin hidup!!”

 

“Kau sudah mati gadis muda.”

 

Aku tersentak mendengar kalimatnya. Dia bilang aku sudah mati? Yang benar saja, leluconnya benar – benar tidak lucu.

 

“Siapa yang kau anggap gadis muda?” Tanyaku masih membelakanginya.

 

“Berbalik.”

 

“Tapi jangan makan aku. Janji!”

 

“Makananku bukan daging manusia.”

 

“Baiklah, awas kalau berbohong!”

 

Akhirnya mau tidak mau aku berbalik. Betapa terkejutnya aku saat melihat namja di depanku ini, namja yang sama dengan namja yang tadi aku lihat. Namja yang tadi sedang mendongak ke atas. Namja yang mengenakan tuxedo putih dan kalung tanduk unicorn di lehernya. Namja berbadan tegap, berambut coklat agak ikal, hidungnya mancung, dan sorot matanya yang terlihat fokus. Kini sudah berada di depanku dengan senyuman yang terukir di bibir indahnya.

 

“Kenapa memandangku begitu?”

 

“A-aku.. aku. Tidak apa – apa.”

 

“Tidak enak bicara disini bagaimana kalau kita ke tepi sungai gadis muda?”

 

“Arra.”

 

Dia menyeretku pergi dari tempat ini, dan mengajakku ke tepi sungai untuk duduk dan membicarakan sesuatu. Tapi mau bicara apa dia? Bahkan kita baru bertemu beberapa detik yang lalu?

 

Rimhwa POV END

 

~~~

 

Rimhwa telah duduk di tepi sungai sambil menekuk lututnya dan melingkarkan tangannya ke lutut. Ditemani dengan namja yang baru bertemu dengannya, namja itu hanya duduk sambil meluruskan kakinya dan kedua tangannya dibiarkan disamping menyentuh rumput untuk menopang badannya.

 

Mereka berdua hanya diam. Rimhwa menyibukkan diri dengan memejamkan matanya sambil menghirup aroma bunga – bungaan. Dan namja di sebelahnya diam – diam memandangi wajah Rimhwa sambil tersenyum.

 

“Kau bilang mau membicarakan sesuatu padaku?” Tanya Rimhwa masih memejamkan matanya.

 

“Tidak ada.” Jawab namja di sampingnya.

 

“Kau kira ini lucu?” Kini Rimhwa menoleh ke arah namja di sampingnya.

 

“Kau tidak lucu, melainkan cantik.”

 

“Terserah.”

 

“…”

 

“A, ne. Apa maksudmu bahwa aku sudah mati eoh?”

 

“Kau memang sudah mati sama sepertiku.” Jawab namja itu sambil tersenyum ringan.

 

“M.. mwo?”

 

“Beruntung aku disini memiliki teman baru sepertimu, tadinya aku sendirian.”

 

“Jelaskan padaku apa maksudmu?” Kini Rimhwa tampak seperti orang bodoh.

 

“Kau sudah mati pun masih belum mengetahuinya?”

 

“J-jadi aku sudah mati?”

 

Namja itu hanya mengangguk sambil tersenyum pada Rimhwa.

 

“Lalu dimana kita sekarang?”

 

“Di dunia yang jauh dari kehidupan manusia – manusia kotor.”

 

“Kenapa hanya ada kita berdua saja?”

 

“Karena tempat ini hanya untuk orang – orang terpilih.” Jawab namja itu sambil terus tersenyum.

 

“Kau gila. Kenapa sudah mati malah kau bahagia seperti ini?” Tanya Rimhwa dengan nada agak keras.

 

“Aku senang karena aku ditempatkan di tempat ini, bukan di bawah sini.” Ucap namja itu sambil menunjuk ke bawah tanah.

 

“Ada apa di bawah?”

 

“Di bawah adalah tempat manusia – manusia kotor. Aku tadinya juga dimasukkan ke dalam sana, setelah itu aku ditaruh disini.”

 

“Untuk apa kau ditaruh di sana? Apa kau juga termasuk manusia – manusia kotor itu?” Tanya Rimhwa polos karena ia masih belum mengerti dengan apa yang dikatakan namja di sampingnya ini.

 

“Tentu saja tidak. Aku ditaruh di sana untuk membersihkan diriku dari kesalahan – kesalahan yang pernah aku perbuat selama di bumi.”

 

“Dibersihkan? Bagaimana cara dibersihkannya eoh?”

 

Kini wajah Rimhwa semakin terlihat seperti orang bodoh.

 

“Mengerikan. Apa kau benar-benar ingin mengetahuinya?” Tanya namja itu. Rimhwa hanya mengangguk seperti anak kecil dan mendekatkan dirinya ke namja itu. Rimhwa terlihat antusias mendengarkannya.

 

“Aku diikat di sebuah tiang yang tinggi. Kemudian sebuah makhluk berwujud menyeramkan menyiramku dengan air panas. Menyiksaku, memukulku, merobek baju yang kukenakan, kembali menyiksaku. Darah mengalir begitu saja, tapi makhluk itu tertawa melihatku. Setelah tampangku acak – acakan. Barulah aku sampai disini. Di tempat yang indah ini.” Jelas namja itu panjang lebar.

 

“Benarkah seperti itu?”

 

“Tentu saja. Apa kau tidak mengalami hal yang sama sepertiku?”

 

Rimhwa menggelengkan kepalanya.

 

“Ah, aku lupa. Apa kau datang kesini hanya dengan sedikit goresan?”

 

“Ne.” Jawab Rimhwa sambil mengangguk pelan.

 

“Berarti kau belum mati.” Ucap namja itu sambil menyunggingkan senyumnya lagi.

 

“Siapa namamu?” Tanya Rimhwa penasaran.

 

“Cho Kyuhyun imnida.” Jawab namja yang bernama Kyuhyun itu sambil mengulurkan tangannya.

 

“Rimhwa imnida.” Ucap Rimhwa sambil menjabat tangannya dengan Kyuhyun.

 

“Senangnya, ternyata kau masih diberi kesempatan untuk hidup oleh Tuhan.” Ujar namja itu sambil menengadahkan kepalanya ke atas seraya memejamkan matanya.

 

“Maksudmu?”

 

“Aku sekarang mengerti kenapa kau berada di sini.”

 

“Beritahu padaku jeballyo~” Ucap Rimhwa sambil menarik – narik tangan Kyuhyun berusaha untuk membujuk namja itu menceritakan semuanya.

 

“Kenapa kau menggunakan gaun pengantin?”

 

“Mollaseo~ kau juga menggunakan tuxedo?”

 

“Kau dijodohkan orang tuamu?”

 

“Bagaimana kau mengetahuinya?”

 

Bukan jawaban. Melainkan kedua orang ini saling melempar pertanyaan bergantian.

 

“Tentu saja.” Satu jawaban pertama keluar dari mulut Kyuhyun.

 

“Lalu apalagi yang kau tahu tentang diriku, Kyu.. Kyuhyun-ssi?”

 

“Kau berniat bunuh diri, karena tidak mau dijodohkan dengan orang yang sama sekali belum bertemu denganmu? Benar ‘kan’?

 

Rimhwa terlihat berpikir untuk kembali mengingat – ingat kejadian yang ia alami sebelumnya.

 

“Ya. Kau benar.”

 

Kyuhyun tersenyum mendengar kalimat Rimhwa.

 

“Kau mau melihat keadaanmu di bumi?”

 

“Mau!! Mau!! Aku sangat mau!!”

 

“Chakkaman.” Kyuhyun terlihat mengambil air sungai dan melemparkan air itu ke udara.

 

‘SRING’

 

Ajaibnya air itu tiba-tiba berubah menjadi sebuah cermin yang melayang. Dan secepat kilat, cermin itu terbang ke arah tangan Kyuhyun. Kyuhyun pun menggenggam cermin itu.

 

“Hebat sekali, kau seperti pesulap.” Gumam Rimhwa sambil bertepuk tangan melihat apa yang dilakukan Kyuhyun. Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman.

 

Cermin yang berada di tangan Kyuhyun saat ini tiba – tiba memunculkan sebuah gambar, ‘bukan’, bukan gambar tepatnya seperti video yang tengah terjadi saat ini. Terlihat seorang wanita paruh baya yang menangisi tubuh seorang gadis di sebuah ranjang. Wanita paruh baya itu menyatukan kedua tangannya dan menautkan antara jari tangan kanan dan tangan kirinya kemudian wanita paruh baya itu terlihat mendoakan anaknya sambil memejamkan kedua matanya.

 

Rimhwa yang melihat itu menitikkan air matanya. Dia sadar wanita paruh baya itu adalah eommanya, eomma yang selama ini dibencinya. Benci dengan alasan yang tidak pantas. Benci karena eommanya ingin melihat anak satu – satunya menikah sebelum beliau meninggal. Rimhwa menangis, dia menyesal, rasanya ia ingin dihidupkan kembali dan melanjutkan acara pernikahan yang diingatnya dialah yang membatalkan acara itu. Bukan dibatalkan, melainkan batal karena dia berencana bunuh diri.

 

“Apa kau menyesal Rimhwa-ssi?” Terdengar suara Kyuhyun.

 

“Ne…” Jawab Rimhwa dengan suaranya yang sudah serak sambil mengangguk pelan.

 

“Kau mau membahagiakan orang tuamu kan?”

 

“Ne” Jawab Rimhwa dengan tangisan yang semakin menjadi.

 

Rimhwa menundukkan kepalanya. Menyesal. Itulah yang dirasakannya sekarang.

 

“Hapus air matamu, wujudkan apa yang ingin kau lakukan untuk kedua orang tuamu. Jangan seperti aku. Aku menyesal sudah membuat orang tuaku terpuruk. Dan penyesalanku ini sudah tidak bisa aku balas lagi. Karena aku sudah benar – benar mati. Jadi gunakan kesempatan terakhirmu ini untuk membahagiakan orang tuamu ya?” Ucap Kyuhyun sambil mengangkat dagu Rimhwa dan tersenyum ke arahnya.

 

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?”

 

“Kembalilah.. dan bahagiakan orang tuamu.” Jawab Kyuhyun sambil manyunggingkan senyum hangatnya.

 

~~~

 

“Eo-eomma.” Terdengar suara yeoja yang terbaring lemah di ranjangnya.

 

“Rimhwa? Kau sudah sadar nak?” Ucap wanita paruh baya itu sambil mengelus pelan rambut anaknya.

 

Rimhwa hanya bisa mengangguk pelan dan memberikan senyuman pada eommanya.

 

“Berapa lama aku tertidur?”

 

“Kau koma selama 2 minggu chagi…”

 

“Maafkan aku eomma.”

 

“Anni, eomma yang salah chagiya.” Jawab eomma Rimhwa lirih.

 

“Terima kasih karena sudah mendoakanku selama aku koma, eomma.” Ucap Rimhwa sambil menitikkan bulir – bulir air bening itu lagi dari pelupuk matanya.

 

“Terima kasih juga karena telah membuka matamu Rimhwa~” Kini eomma Rimhwa menangisi anaknya, isakanya terdengar pilu.

 

“Eomma, aku akan menikah. Aku mau menikah eomma.” Terdengar suara Rimhwa lagi.

 

Eomma Rimhwa kini menatap anaknya sendu.

 

“Rimhwa, sudah terlambat nak. Eomma tidak akan menjodohkanmu dengannya lagi. Kau berhak mencari pasanganmu sendiri…” Jawab eomma Rimhwa sambil terisak.

 

“Tapi kenapa eomma?”

 

“Karena pria itu sudah pergi, sayang.” Jawab eomma Rimhwa sambil mengecup kening anak semata wayangnya itu.

 

“Dia pergi? Wae? Dia tidak suka padaku?”

 

“Dia kecelakaan sepulang acara pernikahannya yang gagal denganmu…” Jawab eomma Rimhwa lagi ragu, takut menyinggung anaknya.

 

“Ini semua salahku eomma, maafkan aku.” Rimhwa sangat menyesal akan semua perbuatannya, ia menatap eomma – nya dengan rasa bersalah yang amat besar.

 

“Ini bukan salahmu sayang, ini semua kehendak Tuhan…” Ucap eomma Rimhwa.

 

“Tapi… Siapa nama namja itu?”

 

Eomma Rimhwa membuang napas perlahan.

 

“Cho… Cho Kyuhyun.”

 

-END-

 

Gimana readers? Kurang panjangkah? Atau kurang dimengerti? yah harap maklum, ini baru FF ketiga saya selama berkarya di dunia fanfiction. Jadi mohon reviewnya ya^^ Commentmu sangat berharga loh chingudeul. Saya akan terus coba sampai jadi penulis handal, hehe. Gomawo ^-^)b

1 Comment (+add yours?)

  1. Riska
    Aug 21, 2016 @ 18:26:53

    Sedih waktu tau kyuhyun yg emang mau di jodohinnyaa

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: