Eavesdropping

alternative-flowers-girl-grunge-Favim.com-2446034

Author                    : Mrs. C

Title                          : Eavesdropping

Cast                          : Cho Kyuhyun as Marcus Cho, Rachel

Genre                      : Romance, AU

Rating                     : PG-15

Length                    : Ficlet ( 1010 Words)

Note                         : Rachel’s POV only

 

Happy reading J

***

Aku baru saja mencari-cari kunci flat dari tasku ketika mendengar suara ribut dari kamar Marcus. Ah, laki-laki Korea itu selalu membuat keributan di malam hari. Dasar menyebalkan.

 

“Berhenti. Jangan sentuh aku lagi. Jangan selesaikan semua masalah dengan sex. Kita selesai disini, Marcus.” Seorang wanita berteriak.

 

“Setidaknya katakan apa alasanmu, Sam.” Dan Marcus membalas teriakannya. Aku masih mengaduk-aduk tas, dan tidak kunjung menemukan kunci berwarna perak itu. Oh, keparat.

 

“Aku lelah.” Seorang wanita, tepatnya kekasih Marcus yang bernama Samantha yang juga teman kuliahku itu terisak. Biasanya mereka tidak bertengkar. Mereka dalam hubungan yang baik.

 

Sangat baik sampai terkadang membuatku jijik melihat mereka. Maksudku, siapa yang tidak jijik melihat pasangan yang berciuman dimana-mana, mendengar suara sex tengah malam, dan menemukan kondom bekas pakai di depan pintu flat?

 

Aku mengumpat pelan. Baru saja aku ingat Marcus meminjam kamar mandiku tadi pagi dan kunci flatku pasti masih ada padanya. Hidup di Las Vegas itu bebas. Saking bebasnya aku tidak pernah khawatir jika seseorang keluar masuk apartemenku tanpa pengawasan. Toh Marcus dan aku yang sudah saling mengenal selama lima tahun sudah saling percaya.

 

Suara tangisan Sam berhenti. “Kau mau tahu alasannya?” Suaranya terdengar parau. Jangan tanya kenapa aku bisa mendengarnya. Selain karena Marcus dan kekasihnya bertengkar tepat di belakang pintu, flat murah ini payah. Pintunya hanya pintu kayu yang bisa dibobol kapan saja, dan dindingnya juga sudah retak-retak dan keropos. Aku tidak pernah berani menyimpan uang terlalu banyak di dalam flat karena itu.

 

“Ya. Katakan padaku.”

 

Sama seperti Marcus, aku juga menunggu jawaban Sam sambil terduduk di depan pintu flat.

 

“Aku hamil.” Aku mengangkat alis. Heran.

 

“Lalu apa susahnya? Kita bisa menikah kapan saja kau mau. Ayahku sudah menyetujui hubungan kita. Begitu juga dengan ayahmu. Aku akan bertanggung jawab, Sam. Kau tidak perlu khawatir.Aku akan bertanggung jawab.”

 

“Masalahnya….”

 

“Masalah apa?” Marcus memotong. Dasar lelaki tidak sabaran! Wanita butuh waktu untuk menyusun kata-katanya, kau tahu?

 

“Masalahnya dia bukan anakmu. Aku hamil dari laki-laki lain.”

 

Aku mematung dalam hening. Untuk apa Sam berselingkuh? Marcus adalah laki-laki yang sialan setia. Walaupun dia maniak sex, tapi dia tidak pernah membawa wanita lain kecuali dirinya. Dasar bodoh.

 

Satu sampai dua menit berikutnya benar-benar hening. Aku hanya mendengar suara kendaraan dari jalan raya dan mesin pendingin ruangan yang sama bobroknya dengan pintu flat. Kurasa Marcus sedang mengalami guncangan yang begitu besar sampai-sampai dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Atau mungkin sedang menyalakan pemantik untuk menyulut rokok. Aku tidak tahu.

 

“Aku tidak akan memaksamu untuk menggugurkannya. Bagaimanapun dia layak untuk hidup dan kehadirannya bukanlah kesalahan. Kau dan laki-laki itulah kesalahannya.” Marcus hening lagi. Aku tersenyum sambil memandangi ujung sepatuku. Selama aku menjadi tetangganya, baru saja aku tahu kalau Marcus punya sisi lembut juga.

 

“Aku hanya ingin kau mengatakan dengan jujur. Siapa laki-laki yang membuatmu hamil, hubungan apa yang kau jalani dengan laki-laki itu, dan apa yang membuatmu melakukan itu? Kau sudah punya aku, Sam.”

 

“Y…Ya… Aku tahu… Aku hanya… Aku hanya berharap…-“

 

“Sialan. Aku tidak menyanyakan harapanmu. Kemana otak pintarmu? Siapa, hubungan macam apa, dan alasanmu melakukan itu. Itu yang kutanyakan.”

 

Keadaan jadi seratus delapan puluh derajat berubah. Sam tidak lagi membentak. Kini dia menangis, dan Marcus yang membentak. Aku tahu Marcus juga menangis. Di dalam hatinya. Dia cinta mati pada Samantha. Atau mungkin tidak? Ah masa bodoh.

 

“Craig. Aku menjadi kekasih Craig sejak 5 bulan yang lalu. Tentu saja tanpa sepengetahuanmu. Aku… aku hanya ingin mencari laki-laki yang lebih baik. Lebih mengerti aku. Dan memiliki keadaan finansial yang lebih baik darimu.”

 

Boom.

 

Samantha bodoh. Kalau aku jadi dia, tentu aku memilih Marcus. Setidaknya dia hidup dengan uang sendiri. Sedangkan si Craig? Dia teman kuliahku dan Samantha yang hidup dari uang orang tuanya. Saat orang tuanya mati, maka dia jatuh miskin. Tidak seperti Marcus yang selalu membanting tulang untuk menabung dan membahagiakan Samantha.

 

Hening lagi.

 

“Berikan ponselmu padaku.” Kata Marcus masih dengan suaranya yang biasa. Tidak terdengar sedih. Tidak terdengar lirih. Berlagak kuat.

 

Mungkin Samantha memberikan ponselnya pada Marcus, dan kemudian Marcus menelpon si Craig ini. Karena beberapa saat setelahnya aku mendengar percakapan putus-putus yang intinya, Marcus menyuruh Craig datang ke flat untuk menjemput Samantha.

 

Oh, dia terlalu baik.

 

Aku memainkan ponselku selama dua puluh menit, dan tidak ada suara apapun yang diciptakan oleh Samantha atau Marcus. Sampai akhirnya aku mendengar derap langkah kaki yang menaiki tangga kayu menuju lantai tempat kamarku dan Marcus berada. Aku bangkit dan bersembunyi di balik dinding. Tidak ingin Marcus tahu kalau sejak tadi aku menguping pembicaraannya.

 

Dari balik dinding, aku melihat Craig mengetuk pintu flat Marcus, dan Samantha keluar lebih dulu. Dari dalam flatnya, Marcus memandangi Craig dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lalu dia tersenyum mengejek. Katanya, “Oh, jelas. Aku kalah telak.” Dan ternyata baru saja dia tersenyum mengejek dirinya sendiri.

 

“Semoga kalian bahagia. Jika kalian akan menikah suatu saat nanti, tidak perlu repot-repot mengundangku. Ini. Disini. Sudah hancur.” Katanya menunjuk-nunjuk dada bagian kiri.

 

Aku masih diam di balik tembok. Berusaha tidak mengeluarkan suara apapun, tapi rasanya terlalu bodoh karena lampu di atasku menyorot terang dan menciptakan bayangan tubuhku di lorong flatku dan Marcus. Sial.

 

Lima menit kemudian, keadaan benar-benar hening dan sepertinya mobil craig sudah meninggalkan pelataran parkir flat bobrok yang kusewa. Suara tawa Marcus terdengar. Apa dia gila? Gila setelah tahu Samantha selingkuh dan bahkan mengandung dari selingkuhannya?

 

“Hei, Rachel, kau tidak perlu sembunyi seperti itu sekalipun kau sudah mendengar semuanya.”

 

Ya. Aku tertangkap.

 

“Maaf. Tadi aku hanya menunggumu untuk…-“

 

“Sungguh aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu merasa kasihan padaku. Kupikir memang suatu saat hubunganku dan Samantha harus berakhir. Dan kupikir lagi, aku sebenarnya sudah menemukan seseorang yang lebih mengerti aku. Oh, ya. Ini kunci flatmu.”

 

Aku mengeryit bingung. Setahuku Marcus laki-laki yang setia? “Secepat itu kau menemukan penggantinya?”

 

“Tidak. Aku sudah tahu sejak dulu kalau aku menyukainya. Aku hanya tidak yakin dengan perasaannya, dan aku tidak mau menyakiti Samantha.”

 

“Oh.” Aku manggut-manggut sejenak. Kadang laki-laki sulit ditebak. Persis seperti apa yang dirasakan laki-laki pada wanita.

 

Aku sedang berusaha memutar kunci di dalam lubangnya. Bahkan untuk membuka pintunya saja aku harus bersusah payah. Masih berdiri di luar flatnya, Marcus tiba-tiba berkata,

 

“Rach, aku punya dua tiket bioskop untuk besok malam. Mau nonton bersamaku?”

 

/|End|\

 

Endingnya nggak gantung kok.

Cuma ngasih sarana buat kalian berimajinasi aja.

.

.

.

Hehehe….

 

3 Comments (+add yours?)

  1. ayumeilina
    Aug 22, 2016 @ 12:15:55

    Mrs. C Annyeong 😊😊😊😊
    Ficletnya seru. Kaya biasa gak ada yg gak seru.

    Cinta susah di tebak yaa. Dan yg pasti jatuh cinta dengan org terdekat itu indah. Sama Kaya Marcus dan Rach. Cinta karena terbiasa 😆😆

    Reply

  2. Cherry Akane Orlin
    Aug 23, 2016 @ 09:26:13

    Kurang greget sih. Kalau saran aku (mungkin kamu butuh) harusnya biar aja Kyuhyun drop dulu sampai titik terendah. Jangan langsung ajak orang nonton.

    Ada bagian yg Kyuhyun bilang kalau Sam nikah enggak usah undang dia karena hatinya hancur, masa tiba tiba Kyuhyun ajak gadis kencan.
    Kalau gitu Kyuhyun bajingan dengan omong kosong

    Reply

  3. JuliaShin
    Aug 23, 2016 @ 17:59:24

    Sequel juseyoooo! ^0^)~~ Love it! ♡

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: