The Ugly Truth [1/3]

the ugly truth poster

The Ugly Truth

Part 1

Title: The Ugly Truth – part 1

Casts: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, OC

Genre: Romance

Rating: PG-15

Length: Chapter (3 chaps)

A story by Red

http://www.redsstory.wordpress.com

 

 

THE UNTOUCHABLE HER sequel

The Untouchable Her – Chap 1

The Untouchable Her – Chap 2

The Untouchable Her – Chap 3

 

 ***

 

Honest to God I’ll break your heart.

Tear you to pieces and rip you apart

 

 

“Hi cupcake!” Siwon menyapa Ivanka dengan nada riang dan Ivanka membalas tak kalah riangnya. “Hi my only man!! It’s been awhile!!”

“Yea I know. How’s NY?”

“Crazy!!” Siwon dapat melihat dengan jelas Ivanka cemberut dilayar laptopnya. “And I wish I could hug you, oppa! Skype isn’t enough. It’s ridiculous talking with you through this screen.” gerutunya mengenai keterbatasan mereka sekarang. Mereka hanya bisa berkomunikasi melalui email dan skype saja sejak Ivanka memutuskan kembali ke Amerika bersama Zac.

 

“So, why don’t you move back to Korea?” celetuk Siwon.

“You’re crazy. Miranda’s gonna fire me for sure.” Siwon tertawa mendengarnya dan Ivanka entah bagaimana merasa lega Siwon tidak curiga akan perasaannya yang sebenarnya.

 

“Do you enjoy NY?”

“Of course! I had lived here for almost one year before I moved to Korea so yes, of course I enjoy living in here.”

“I’m not asking you, but your mind and heart.” Ivanka terpaku dengan perkataan Siwon mengerti apa yang sebenarnya Siwon maksud.

 

“Of.. of course!” jawabnya agak terbata dan menaikan nada kata terakhirnya dan Siwon tahu betul kalau ia sedang berbohong karna gadis itu selalu menaikan nada biacaranya kalau berbohong.

 

“So, you don’t care about June anymore?”

“June? Of course I care. I told you to take care of her while I’m taking care of the shits about my new life here. After everything’s done, I’ll fly back to Korea and take her with me. I told you.”

 

“June is dying.” Raut wajah Siwon berubah sedih. “Last night, when I took her to walk around the park near my apartment, some fans bumped into me. Apparently one of the fans scared her so she got scared and ran away. I chased after her but I was not fast enough. She… she..” Wajah Ivanka menegang. Tangannya mendingin seketika. “a car hit her…”

 

Seperti dunianya berhenti berputar. Seperti tiba-tiba saja tubuhnya berhenti bekerja. Ivanka hancur. Bahkan lebih hancur daripada saat ayahnya tidak menganggapnya ada. June adalah alasan ia hidup selama ini. June adalah satu-satunya permata dalam hidup naas-nya. Siwon mengatakan kalau permata itu sedang sekarat dibelahan dunia lain dan Ivanka baru mengetahuinya sekarang. Dengan keterbatasan yang ia miliki sekarang, ia tahu bahwa ia tidak bisa melakukan apapun untuk June.

 

Ia mengerutkan keningnya mencoba mengerti apa yang baru Siwon katakan. Siwon melemparkan pandangnya menatap objek disana-sini mencoba tidak melihat wajah Ivanka yang ia yakin pasti sangat hancur sekarang.

 

Ivanka hancur lagi. Dan kali ini kemungkinan besar ia tak akan bisa bangkit lagi.

 

“Ivanka… maaf…” Siwon menangis. Siwon menangis! Ivanka yang dari tadi tidak berkedip bisa melihat dengan jelas bulir-bulir air mata Siwon yang ia hapus kasar. Ivanka yang masih tak bisa mengumpulkan kesadarannya hanya bisa memandangi Siwon yang sibuk menghapus air matanya.

 

Malaikatnya sedang sekarat di Korea. Malaikatnya…

 

Tubuhnya tak bisa merespon saking terkejutnya. Otaknya masih berusaha memproses apa yang Siwon katakan. Neuron-neuronnya masih berusaha keras mengartikan air mata Siwon itu.

 

“Ivanka… June is dying…” isak Siwon lagi.

 

Butuh beberapa waktu untuk Ivanka selesai menerjemahkan semua informasi ini. Dan butuh beberapa waktu setelahnya untuk tubuhnya merespon.

 

“I’ll fly back to Korea with the first flight I can find.”

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Kalau keadaan Kyuhyun dapat diringkas menjadi satu kata maka kata itu adalah ‘buruk’. Bahkan ia sudah seperti mayat hidup. Ia tak pernah menyangka kalau Ivanka akan mendepaknya keluar dari kehidupan gadis itu. Ia sebenarnya tahu, cepat atau lambat ia pasti didepak, tapi tidak secepat ini. Tidak setelah ia benar-benar mencintai gadis itu.

 

He’s back.”

“Who?”

“Zac. Zac’s back.” Tanpa nada, hanya dengan suara datar ia mengatakannya. Tanpa emosi disana.

“And?”

“And… I’m leaving with him. Leaving… you..” Kyuhyun membeku sesaat ia mendengar pernyataan gamblang Ivanka. Gadis itu akan meninggalkannya dengan pria lain. Bersama pria yang bahkan telah menyakitinya.

“Why?”

“I love him.”

Then you don’t love me?” Ivanka terdiam. Jujur, ia juga masih bimbang dengan keputusannya meninggalkan Kyuhyun demi kembali pada Zac. Juga, belum tentu orangtua mereka berdua setuju, bagaimana dengan reaksi publik dan bagaimana dengan… Kyuhyun?

“I’m leaving.” tungkasnya dan langsung berdiri dari kursinya hendak pergi karna tak tahan dengan atmosfir sekitar. Dalam sekejap mata Kyuhyun menarik pergelangan tangannya, menahannya erat.

“Don’t go…” ucapnya sedikit memohon.

Tatapan Ivanka melemah. Hampir saja ia terbawa emosi dan menitikkan air mata namun otaknya tiba-tiba saja memerintahkan tangannya untuk bergerak melepaskan pegangan Kyuhyun. Ia pergi. Ivanka pergi meinggalkan Kyuhyun yang masih duduk memohon dikursinya.

 

Hampir sebulan sejak kejadian itu yang artinya hampir sebulan juga Ivanka sudah pindah ke NY dan Kyuhyun masih disini bergulat dengan kepalsuan. Bagaimanapun juga ia seorang idola, ia harus mengesampingkan masalah pribadinya saat kamera dan mata fans tertuju padanya. Menangis dalam hati.

 

Tapi ini bukanlah sebuah lelucon. Sejak kepindahan gadis itu kembali ke Amerika, media tak henti-hentinya membuat berita akannya. Dan tentu nama pria itu juga terseret, Zac. Media bergosip kalau mereka berdua kembali dan Zac akan menceraikan Steph dan lain sebagainya. Tidak salah sebenarnya. Zac dan Ivanka memang sudah kembali bersama lagi.

 

“Kyuhyun-ah, ayo makan,” Ryeowook lagi-lagi memanggil Kyuhyun dari balik pintu kamarnya. Sudah sejam terakhir Ryeowook tak henti-hentinya mengetuk dan memanggil Kyuhyun untuk keluar makan namun tak ada balasan dari Kyuhyun. Ryeowook tahu pasti Kyuhyun sedang meminum berbotol-botol wine-nya didalam sana dan oleh karena itu Ryeowook sangat khawatir. Seminggu belakangan ini keadaan Kyuhyun makin parah. Dalam semalam saja ia bisa menghabiskan 6 botol wine dan keesokan paginya hyung-hyungnya akan menemukannya tertidur meringkuk diatas lantai tanpa selimut tanpa bantal dengan botol-botol wine yang ia habiskan semalaman tak jauh darinya. Bahkan Sungmin pun terpaksa tidur berpindah-pindah dari kamar member ke member lainnya karena Kyuhyun mengunci kamar mereka.

 

Benar-benar seperti mayat hidup. Lingkaran hitam dibawah matanya makin terlihat jelas. Tubuhnya juga makin mengurus. Pipinya semakin tirus saja dan ELF mulai menyadari hal ini. Leeteuk dan para manajer sudah menasehati Kyuhyun tapi telinganya seperti tak bisa mendengar apa-apa.

 

“Kyuhyun-ah, ayo makan. Ryeowook sudah masak makanan kesukaanmu.” Kali ini Leeteuk mencoba memanggilnya keluar tapi hasilnya juga nihil. Kyuhyun masih duduk memandang kosong ke luar jendela didalam sana.

 

Suara pintu depan terbuka mengalihkan perhatian para member. Masuklah Siwon yang diikuti seekor siberian husky berukuran besar dengan bulu putih bersih dan bercak hitam bercampur coklat dikedua kaki belakangnya.

 

“Hyung, Kyuhyun tidak mau keluar hari ini?” tanya Siwon. Seisi dorm hanya bisa mengangguk mengiyakan. Siwon menghela nafas berat. Tak pernah ia duga sebelumnya kalau kepergian Ivanka akan memberikan dampak begitu buruk pada Kyuhyun.

 

“Biar aku coba.” Siwon berjalan kearah pintu kamar Kyuhyun dengan anjing husky itu yang terus mengekor dibelakangnya. Siwon mengeluarkan sebuah kunci dari kantong celananya lalu tak lama kemudian pintu kamar Kyuhyun pun terbuka.

 

“Kau punya kunci cadangannya? Mengapa tak pernah bilang!!!!” Ryeowook benar-benar emosi. Ryeowook memang sangat khawatir dengan Kyuhyun oleh karena itu ia benar-benar marah pada Siwon yang tidak memberitahu mereka kalau ia sebenarnya punya kunci cadangan kamar Kyuhyun.

 

Siwon masuk kekamar Kyuhyun dan menemukan Kyuhyun duduk menghadap jendela dengan sebotol –entah botol keberapa- wine ditangan kanannya.

 

“Kyuhyun-ah, sebentar aku bawa masuk makananmu!” seru Ryeowook. Dengan cekatan Ryeowook meletakan semua jatah makanan Kyuhyun –dan memberikan ekstra ¾ jatah makanannya sendiri- diatas nampan dan menembus kerumunan hyung-hyungnya yang berdiri didepan pintu kamar Kyuhyun. Ia meletakkan nampan berat itu di meja tepat disebelah Kyuhyun.

 

“Kyuhyun-ah, makan yah.” Ryeowook menepuk pundak Kyuhyun pelan. Tak sadar matanya mulai berkaca-kaca melihat magnae-nya -yang biasa bertingkah seperti iblis- seperti mayat hidup seperti ini. Tak terlihat raut wajah orang hidup disana.

 

“Kyuhyun-ah….” Ryeowook dengan air mata yang mulai berjatuhan, mengambil alih botol wine dari tangan Kyuhyun dengan perlahan dan menggantinya dengan sendok yang ia bawa. “Makan yah…”

 

Semua yang melihat bagaimana Ryeowook memperlakukan Kyuhyun ikut berkaca-kaca, Donghae dan Eunhyuk bahkan sudah sibuk mengelap air matanya dengan punggung tangan mereka.

 

“Hyung, keluarlah dulu.”

“Tidak!!!” jawab mereka bersamaan.

“Kami mau disini!!” jawab Yesung lantang. Siwon menghela nafas berat lagi. Iapun berjalan mendekati Ryeowook yang masih duduk hampir bersimpuh disamping Kyuhyun dan tentu Ryeowook masih terus manangis.

 

“Ryeowook-ah, keluarlah. Sebentar saja.” Ryeowook memandang Siwon ragu. Dialihkan pandangannya dari wajah Siwon ke wajah para member yang menggeleng cepat menandakan mereka tak ingin keluar. Ryeowook-pun memandangi wajah Kyuhyun menisyaratkan pada Siwon kalau ia tak ingin keluar tapi pada akhirnya Ryeowook-lah yang mengusir para member keluar dari kamar Kyuhyun.

 

Setelah mengunci pintu kamar Kyuhyun dari dalam, Siwon pun berjalan mendekati Kyuhyun yang masih terus memandang kosong keluar jendela. Bahkan sendok yang tadi ia pengang sudah jatuh entah sejak kapan. Kesunyian meliputi mereka berdua. Hanya deru nafas halus anjing siberian husky itu saja yang terdengar. Mereka berdua terdiam beberapa saat hingga akhirnya Siwon menarik kursi yang Kyuhyun duduki mendekat ke arah tempat tidur. Siwon duduk di tepi tempat tidur menghadap Kyuhyun yang masih tak ‘bernyawa’ itu.

 

Seakan mengerti apa yang ada dipikiran Siwon, anjing itupun naik keatas tempat tidur, neatly Siberian husky itu menjatuhkan kepalanya ke paha Siwon. Siwon tersenyum melihatnya dan menggaruk-garuk kecil kepala anjing itu dan memandangnya seakan-akan anjing tersebut adalah berlian biru yang langka.

 

“She’s June. Ivanka’s.” Efek mendengar nama Ivanka disebutkan, Kyuhyun seperti terbangun dari lamunan panjangnya. Nama itu yang membuatnya terbang keatas awan, nama itu juga yang membuatnya menjadi mayat hidup seperti sekarang. Namun nama itu memiliki sihir yang sangat kuat sehingga bisa ‘membangunkannya’ kembali.

 

“Ivanka and I found her at a park in the middle of Paris 3 years ago. She was injured badly. Crippled, thin like she hadn’t had eaten for weeks and blood was at every inch of her body. And for the first time I saw Ivanka’s tears after 9 years.” Siwon bercerita sambil terus menggaruk-garuk lembut tubuh June –anjing itu-. “It was june, early june. That’s why we named her June.” Kyuhyun melirik June seakan tertarik pada anjing putih itu.

 

“Ivanka took care of June like June was a human. She cried and prayed so hard for June every single night for almost 3 months. And that was also the first time she prayed after 9 years.” Siwon mengulas senyum mengingatnya. Bagaimana Ivanka menelfonya ditengah-tengah jadwal sibuknya. Menelfon sambil sesegukan dan selalu mengucapkan kalimat yang sama, ‘June is still in pain I can feel it. I can see through her eyes that she’s screaming in pain. What should I do? What should I do? What can I do to make her pain go away? What can I do? Why I cannot do anything for her’

 

“When June was finally fully recovered, she didn’t stop thanking God every hour. That time… I felt like I saw the little Ivanka back. The 3-year-old Ivanka whom I saw at our parents meeting.” Kyuhyun menyapukan tangan kirinya menyusuri bulu-bulu halus June dan akhirnya setelah sekian lama Kyuhyun bisa tersenyum dari hati lagi. Siwon yang melihat ini mau tak mau ikut tersenyum juga. Kata hatinya tidak salah.

 

“Wow! How could you manage that?! She’s really evil with strangers! She barks even runs after strangers, but she’s… she looks she’s enjoying your fingers going through her fur!” and again, Kyuhyun smiles, sincerely, from heart.

 

“So she’s Ivanka in dog form, that’s what you wanna say?” tanya Kyuhyun agak terbata dan Siwon hanya tertawa kecil. “Well she’s not 100% Ivanka, though. She’s softer compared to Ivanka in human form.” Both chuckle in amusement.

 

“Take care of June for… um… one week? She’s gonna turn you into a ‘human’ just like what she did to Ivanka.” Siwon memberi penekanan pada kata ‘human’. Kyuhyun terus menyisir pelan bulu-bulu June dengan jemarinya. Siwon pun tak bisa tidak tersenyum melihat guratan senyum kecil di bibir Kyuhyun.

 

“You think she’ll eventually come back?” Kyuhyun memecah keheningan setelah beberapa menit sejak percakapan terakhir mereka. Siwon membeku. Pertanyaan tabu itu ditanyakan oleh Kyuhyun dan sekarang Siwon berperang dengan dirinya sendiri mencoba merangkai kalimat untuk menjawab pertanyaan itu tanpa menyakiti hati teman baiknya.

 

Tepat sedetik sebelum Siwon membuka mulutnya hendak menjawab, Kyuhyun secara tiba-tiba menjawab pertanyaannya sendiri. “I know the meaning of your silent,” ucapnya sambil tersenyum kecil. “The possibility is slim, right?” Kyuhyun mengangkat kepalanya dan tersenyum kecil kearah Siwon.

 

“She’ll come back. She will, one day, eventually.” Siwon berusaha meyakinkan Kyuhyun tapi perkataannya di jawab dengan gelengan pelan oleh Kyuhyun. “Ia akan kembali ketika ia merasa ia harus kembali.” Siwon melanjutkan.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

“Ia akan kembali ketika ia merasa ia harus kembali.”

 

 

The following day

Incheon Airport

 

Tak seperti penumpang lainnya yang sepenerbangan dengannya, dimana mereka berjalan ke area pengambilan koper, gadis itu langsung saja berlari melewati gerbang kedatangan. Gadis itu tidak membawa koper maupun tas, hanya menggenggam erat ponsel ditangan kanannya. Ia berlari membelah kerumunan orang-orang dibandara pagi itu tanpa perduli dengan tatapan sebal yang ia terima. Betul. Gadis itu ialah Ivanka. Setelah mendengar kabar June sekarat, ia langsung mengurus keberangkatannya kembali ke Korea. Dan karena jarak NY dan Seoul jauh, dipesawat Ivanka tak henti-hentinya menangis dan hampir saja kehilangan kewarasannya.

 

Ia berlari keluar bandara dan langsung menaiki taksi -yang baru saja menurunkan penumpangnya- hingga supir taksi itu pun terkejut melihat Ivanka.

 

“Ini! Cepat! Cepat kesini!” ucapannya lebih terdengar seperti perintah kepada supir itu sambil menunjukkan alamat yang ada dilayar ponselnya.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Para member tak mengerti apa yang terjadi sebenarnya. Siwon menggedor-gedor pintu dorm lantai 11 dan 12 pagi-pagi buta dan langsung memaksa mereka semua keluar dorm dan jangan pulang sampai tengah malam. Tentu mereka protes tidak mengerti mengapa mereka harus melakukan itu, tapi Siwon malah menjawab dengan jawaban yang menyeramkan, “Lakukan apa yang aku minta kalau kalian masih ingin melihat Kyuhyun lagi.”. Mengerikan memang. Itulah sebabnya mengapa para member dan manajer setuju menuruti Siwon walau tak mengerti dengan apa yang terjadi.

 

Kyuhyun benar-benar sendirian di dorm tanpa tahu apa-apa karena mereka pergi semenit setelah Siwon mengancam mereka. Well, actually June is there so he’s not literally alone though.

 

Jam hampir menunjukkan pukul 11 saat akhirnya Kyuhyun benar-benar turun dari tempat tidurnya. Itupun ia bangun secara terpaksa karna June tak henti-hentinya menjilati wajahnya hingga bantalnya pun ikut-ikutan basah.

 

Tak menemukan satu orangpun di dorm tidak membuat Kyuhyun curiga. Ia berfikir mereka semua sedang bekerja /well, that’s true/. Hari ini memang Kyuhyun tidak punya aktivitas apapun hingga ia bisa bermalas-malasan di dorm. Ia bahkan sudah merencanakan akan menonton semua dvd film hasil curiannya dari kamar Yesung. Terimakasih pada June, setelah Siwon meninggalkan June bersama Kyuhyun tiga hari lalu, Kyuhyun mulai sadar dan mulai menata kembali hidupnya sedikit demi sedikit. Walau ia tahu untuk menata hidupnya untuk kembali sempurna adalah satu pekerjaan yang mustahil tanpa pemilik anjing itu disisinya.

 

Berbotol-botol air mineral, popcorn dan tak lupa tumpukan makanan ringan yang ia dapat dari fansupport ia siapkan disekitarnya -meja, sofa, lantai-. setelah mendapatkan posisi yang paling nyaman, ia pun menekan tombol play dan film pertama dimulai. Tak lupa, June sudah bermalas-malasan disamping Kyuhyun. Film pertama yang Kyuhyun tonton bergenre action hingga beberapa kali ia tak sadar bergerak berlebihan mengikuti scene yang berjalan.

 

Memang benar kata Siwon tiga hari lalu. June benar-benar seperti majik. Tiga hari lalu Kyuhyun menenggak berbotoh-botol wine sambil memandang miris ke luar jendela namun hari ini ia sedang ditengah maraton menonton film. June juga langsung menuruti Kyuhyun sejak pertama kali mereka bertemu. Seperti mengenali siapa pemilik barunya, anjing itu sangatlah manja kalau berada didekat Kyuhyun.

 

Pintu dorm tiba-tiba menjeblak terbuka dan Kyuhyun mendengar derap kaki yang terburu-buru dan tidak melepaskan sepatu.

 

“Ah hyung! Lepas sepatunya dulu baru masuk!” teriak Kyuhyun tanpa melepaskan pandangannya dari layar TV. June sontak menggonggong keras melihat siapa yang baru saja masuk. June lalu berlari cepat kearah orang itu membuat mangkuk besar popcorn Kyuhyun jatuh.

 

“Ah June!! Kau benar-ben..” Teriakan Kyuhyun terhenti seketika melihat siapa yang secara tidak langsung membuat popcornnya jatuh berantakan. Dia adalah seorang gadis. June tak henti-hentinya menjilati pipi gadis itu tanda kerinduan sang husky.

 

“Ivanka…” Merasa namanya dipanggil, gadis itu mendongakan kepalanya dan alangkah terkejutnya ia mendapati sang tuan rumah. “Kyuhyun…”

 

 

TBC~~~

 

With Love,

Red

 

Ps, lyric by 30 Seconds to Mars (Night of the Hunter)

2 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Aug 28, 2016 @ 04:57:26

    kyu ketemu juga ama ivanka,,,,

    Reply

  2. Monika sbr
    Sep 04, 2016 @ 20:55:10

    Berharap mereka balikan lg. Kan kasihan sama kyuhyun, sampe depresi kayak gituh…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: