The Ugly Truth [2/3]

the ugly truth poster

The Ugly Truth

Part 2

Title: The Ugly Truth – part 2

Casts: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, OC

Genre: Romance

Rating: PG-15

Length: Chapter (3 chaps)

A story by Red

http://www.redsstory.wordpress.com

 

 

THE UNTOUCHABLE HER sequel

 

 ***

Kikuk. Atmosfer di dorm SJ saat ini sangat kikuk. Kyuhyun dan Ivanka duduk berdampingan di sofa dengan June menengahi. Mereka sudah berada di keadaan-tanpa-percakapan-yang-begitu-menyesakkan-ini hampir selama satu jam. Hanya suara dari film yang diputar Kyuhyun mengisi ruangan. Entah siapa yang akan bicara duluan atau malah mereka tak mau lagi berbicara satu sama lain.

 

“So… you’re back?” Kyuhyun akhirnya memecah keheningan diantara mereka dan entahlah, Kyuhyun merasa bersalah telah memulai percakapan tapi disatu sisi ia melemparkan konfenti tembus pandang merayakan ini.

 

“Eum, yeah.. yeah, back.” jawab gadis itu terbata.

A long pause happens for the second time. Masing-masing menatap random object yang ada diruangan itu dengan gelisah.

 

“Eum, she’s,, I mean, June, she’s.. she’s fine?”

“Eh? Oh yeah. She’s.. June’s fine.” Kyuhyun yang dari tadi mencuri pandang kearah Ivanka melihat raut kelegaan tergambar dengan jelas diwajah Ivanka.

 

“Siwon said she got hit by a car. Thank God she’s fine.” Kyuhyun sontak terkejut dan spontan membelalakan matanya kearah June yang kini sedang keasikan menerima tiap sisiran halus dari jemari Ivanka pada bulu-bulunya.

 

“H.. hi.. h… HIT BY A CAR?!” ucap Kyuhyun sambil berteriak yang membuat June dan Ivanka langsung tergejolak kaget. Karna terkejut, tak sengaja Ivanka dan Kyuhyun bertukar pandang dan entahlah… All her worries and pains just fly away into the thin air once they exchange gaze. She feels safe. She’s home. She doesn’t even understand why.

 

“Siwon tidak memberitahumu?” Kyuhyun menggeleng sekuat tenaga dan Ivanka membalasnya dengan tatapan bingung. “Hyung tidak mengatakan apapun saat memintaku menjaga June, benar! Aku tidak bohong!!” Tatapan bingung itu berubah menjadi tatapan menghakimi dan mengisyaratkan meminta penjelasan.

 

“Benar!! Aku tidak bohong!! Kau tidak percaya padaku? Ish, benar-benar!” Kyuhyun benar-benar kehilangan semua kosakatanya. Kalau ia bisa membuktikan kalau Siwon tidak mengatakan itu padanya, ia rela menukar segalanya.

 

“Sebentar, kapan Siwon hyung memberitahumu kalau June sekarat?” Untuk sesaat kening Ivanka berkerut menandakan ia sedang berusaha mengingat saat itu.

“4 hari yang lalu kurasa. Betul 4 hari yang lalu! Oh, waktu US lebih lambat sehari daripada Korea, jadi kurasa 3 hari yang lalu.”

 

“3 hari yang lalu? 3 hari yang lalu Siwon hyung datang membawa June padaku. Saat itu June tidak apa-apa, sehat, sama seperti hari ini. Kalau ia benar-benar tertabrak mobil dan sekarat bukankah 3 hari lalu harusnya ia lemah dan mungkin sudah mati hari ini bukan berlarian menghancurkan seisi dorm, kan? Aduh, kau mengerti apa yang kukatakan, tidak?” Kyuhyun kesulitan untuk menjelaskannya. Ia tak pernah pandai dalam merangkai kata-kata apa lagi menjelaskan apa yang ia ingin jelaskan.

 

“Jadi maksudmu… Siwon…”

“Siwon hyung membohongimu. Dia merencanakan ini semua. Aaargh hyung satu itu! Bagaimana ia bisa berbohong padahal ia selalu membawa alkitab kemana-mana!!” gerutu Kyuhyun sedangkan Ivanka, well… ia sudah terbakar amarah. Ia meninggalkan rapat eksekutif yang sangat penting hanya untuk… sebuah kebohongan.

 

“ARRRGGGH LAKI-LAKI SIALAN ITU!!! ARGHHH!!! AKU MENGHANCURKAN KARIRKU UNTUK KEBOHONGAN YANG DIBUAT LAKI-LAKI SETENGAH GILA ITU!!! ARGHHHHHHHHHH” Ivanka benar-benar marah. Ia menginjak-injak dengan anarkis popcorn dilantai yang tadi jatuh akibat ulah June. Tanpa memperdulikan bahwa ada Kyuhyun disampingnya dan June yang sudah pindah posisi ke sofa yang lain, ia terus-terusan menginjak-injak popcorn dan memukul udara sambil mengumpat kasar.

 

“You’re mad,” Kyuhyun tertawa keras melihat aksi Ivanka yang menyeramkan itu. Entah dilihat dari mana, aksi Ivanka bisa mengundang tawa, kalau orang lain diposisi Kyuhyun pasti mereka sudah lari terbirit-birit menghindari amukan gadis itu. Tapi sepertinya tidak dengan Kyuhyun.

 

“I’ve never thought you’d be this cute when you’re mad.” lanjutnya lagi yang berhasil membuat kemarahan Ivanka menguap entah kemana. Suara tawa itu yang membuatnya tetap ‘waras’ setelah Zac meninggalkannya. Suara tawanya yang membuatnya kembali bersemangat dan kembali menata puzzle-puzzle kehidupannya kembali. Suara tawa Kyuhyun menyelamatkan hidupnya. Kini, Zac telah kembali dan mengacaukan hidupnya lagi.

 

Ada satu hal yang tetap membuatnya sadar, kata ‘tidak’ ternyata sangat berpengaruh. Ivanka menyesali keputusan labilnya waktu itu dan selalu menyalahkan serta selalu berkata “should’ve said no” pada dirinya sendiri. Kata ‘tidak’ yang dulu ia anggap hanya seperti kata lainnya –meaningless- kini ia mengerti seberapa besar dampak kata ‘tidak’ pada hidupnya.

 

“Hey, you’re listening?” Kyuhyun melambai-lambaikan tangannya tepat di depan mata Ivanka menyadari si gadis seperti termenung. “Of course!! You think I’m deaf?!” semprotnya langsung. Well, the cold-hearted Ivanka is back.

 

“Puahahahah. Whoa, New York has really turned you into a cold-hearted monster again. Aigoo, my girlfriend is so cu..” Langsung ia mengatupkan mulutnya rapat-rapat menyadari kata apa yang barusan ia ucapkan. Suasana yang tadi mulai mencair menjadi kikuk kembali. Malah lebih kikuk dari yang tadi. June bahkan pergi meninggalkan mereka, berjalan santai ke kamar Kyuhyun karna suasana yang begitu kikuk ini.

 

A very long pause happens again. Mereka berdua menyelami pikiran masing-masing, memahami hati dan mencoba memverbalkannya namun terasa seperti ada batu besar yang mengganjal ditenggorokan.

 

“I think…” Kali ini Ivanka yang memecah keheningan. Dengan suaranya yang sedikit serak akibat long pause tadi. Ia melanjutkan kalimatnya, “I think I should go now.” Jujur ia sesak. Sesak mengatakannya dan sesak kalau tidak mengatakannya.

 

“You’re leaving?” Hanya anggukan kecil dari Ivanka dan itu cukup menghancurkan hati Kyuhyun menjadi kerikil-kerikil kecil untuk kedua kalinya. “I thought you’d stay,” ucapnya putus asa.

“I’m back, yes, to see June.” Ivanka meremas tangannya keras sekali mencoba mengontrol mimik wajahnya. Mengontrol hatinya. “Siwon said June was dying, so… I flew back to Korea just to see her. Now, I can tell that she’s fine, she’s healthy and she’s…” ia menggantungkan kalimatnya. Benci untuk melanjutkan ini semua. “she’s with you. So she’s safe and now I can leave her. She has Siwon oppa and you now.” Ivanka menekankan pada kata ‘you’ berharap Kyuhyun tidak mempersulitnya keluar dari ruangan tanpa oksigen ini. Sungguh, gadis itu perlu menghirup udara tanpa Kyuhyun secepatnya.

 

Ivanka menatap dalam manik mata hitam Kyuhyun mencoba mencari perayaan disana, namun yang ia lihat hanyalah kepedihan yang tak berdasar. Ivanka tahu kalau ia telah melukai Kyuhyun untuk kedua kalinya. Melukai Kyuhyun dan dirinya sendiri.

 

“I’m leaving.” Langsung saja Ivanka bergegas keluar dari dorm itu bahkan tanpa mengucapkan salam perpisahaan pada June terlebih dahulu. Ia butuh oksigen dan ia tak bisa mendapatkan oksigen kalau tetap berada diruangan itu bersama Kyuhyun. Ia bersyukur tidak melepaskan heelsnya sehingga ini mempersingkat waktu.

 

Lengan Kyuhyun melingkar erat ditubuh Ivanka sesaat sebelum ia membuka pintu hendak keluar. Lengannya begitu kuat dan protektif seperti meminta tubuh yang sedang ia peluk untuk tidak pergi meninggalkan sepasang lengan itu. Kyuhyun menguburkan kepalanya ke bahu Ivanka membuat jantung keduanya hampir berhenti berdetak.

 

“Jangan pergi… kumohon.” Kyuhyun meminta. Makin mempererat dekapannya. “Aku butuh dirimu disini. Disampingku. Untuk bertahan…” sambungnya lirih.

 

Mati-matian Ivanka menahan air matanya agar tidak jatuh. Ruangan itu begitu pengap dan menyesakan. Seperti berada diruang tahanan yang tak layak ditinggali bahkan untuk semenit saja, itu yang Ivanka rasakan. Bukan karena dorm SJ tidak layak, tapi karna Kyuhyun. Kyuhyun adalah candu sekaligus racunnya. Dan gadis itu tidak yakin apakah peran Kyuhyun di drama tragis ini candunya atau racunnya.

 

“Jangan tinggalkan aku lagi…” Kyuhyun memohon. Suaranya begitu begetar dan rendah. Kyuhyun tidak mengenal lagi rasa malu. Ia perlu wanita itu disampingnya bagaimanapun caranya.

 

“We’re not meant to be together.” She answers coldly. She’s faking it. Tapi nada dinginnya yang menyelamatkannya.

 

Kyuhyun langsung melonggarkan dekapannya sesaat mendengar ucapan Ivanka. Langsung saja Ivanka takes this as her dart to get out of the room and she breaths heavily. Trying to inhale oxygen as much as possible. Trying to… survive. And trying to stay sane in this insane world. She swears to God, she just dug her own grave for letting Kyuhyun go for the second time. But her ego wins, all the time. Even when it comes to love, she has nothing but her ego. Her heart beats even faster compared to when Kyuhyun hugged her. It’s like her heart would crush her rib because of its too fast beats.

 

Dibalik pintu itu, Kyuhyun berdiri mematung dengan sebulir air mata meluncur menuruni pipinya disusul dengan bulir-bulir selanjutnya. Memandang kosong kearah pintu yang beberapa detik lalu Ivanka lewati. Dibaliknya, Ivanka jatuh terduduk dan menangis hebat juga. Keduanya merasakan sakit yang tak terhingga.

 

Love is indeed a difficult journey.

 

Ponsel Ivanka tiba-tiba bergetar tanda ada panggilan masuk. Dengan masih menangis terduduk dilantai, langsung saja ia menjawab panggilan itu tanpa melihat ID Caller terlebih dahulu. Ia sudah tahu siapa yang menelponnya, karena orang itu terus-terusan menelponnya beberapa jam terakhir.

 

IVANKA!!!!” Suara pria di sebrang sana terdengar panik. Terlalu panik bahkan untuk ukuran panik.

“I miss you…” ucap Ivanka sambil terisak yang langsung membuat pria disebrang sana membeku seketika.

“Pick me up tomorrow at the airport. I miss you, Zac..”

 

Dan Kyuhyun mendengar semua ini dengan jelas dari balik pintu.

 

“…The only thing that’s left here is your shadow.

My longing for you tortures me more than my loneliness,

Seems like I can catch the sound of your laughter,

But the moments weakly scatter like a sand castle…”

 

 

TBC

Ps, I literally typed everything that come cross my mind after the sentence ‘we’re not meant to be together’, so pls forgive me. Part 3 is coming up. Pls bear with me until the last sequel which is the next update xD

 

Red

Ps, lyric by 2NE1 (Come Back Home)

2 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Aug 28, 2016 @ 05:13:31

    yakin itu zac,,,,,
    kenapa mereka gak bisa bersama….
    lanjut

    Reply

  2. Monika sbr
    Sep 04, 2016 @ 21:02:43

    Kasihan kyu, makin terluka aja dgn penolakan ivanka

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: