The Ugly Truth [3-END]

the ugly truth poster

The Ugly Truth

Part 3

Title: The Ugly Truth – part 3

Casts: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, OC

Genre: Romance

Rating: PG-15

Length: Chapter (3 chaps)

A story by Red

http://www.redsstory.wordpress.com

THE UNTOUCHABLE HER sequel

 

 

I wanna be the person who doesn’t regret her decision on important moments in her life, no matter what her decision is.

 

Keadaan Kyuhyun tidak baik. Tak perduli seberapa keras hyung-hyungnya berusaha untuk menghidupkannya lagi, Kyuhyun tetap saja seperti mayat hidup. Tak perduli seberapa sering June menjilati wajah dan jemarinya, Kyuhyun seperti tidak merasa sapuan lidah basah itu diatas permukaan kulitnya. Keadaannya jauh lebih buruk daripada keadaannya sebelum Ivanka datang.

 

“Kau hutang penjelasan padaku. Mengapa dua hari lalu kau meminta kami pergi dari dorm dan tidak pulang sampai tengah malam? Mengapa setelah kami pulang kami menemukan Kyuhyun memandang kearah TV mati dengan pandangan kosong? Aku tahu ini semua ada sangkut pautnya denganmu. Jawab!” Nada bicara Leeteuk terdengar sedikit geram. It pains him so much seeing his youngest brother suffers like that.

 

“Ivanka datang.” Siwon menjawab apa adanya. Tak berusaha mengelak atau menutupinya, bicara sejujurnya. Toh, either way, Leeteuk’s gonna kill him.

“Wanita itu! Untuk apa dia datang? Mau memastikan Kyuhyun sudah mati?!”

 

Seisi dorm terkejut mendengar cacian Leeteuk. Yang tadi mereka sibuk masing-masing sekarang mereka jadi memperhatikan Leeteuk dan Siwon yang duduk di sofa ruang tengah. Ini adalah pertama kalinya mereka mendengar kakak tertua itu berucap kalimat kasar. Untuk pertama kalinya juga mereka melihat raut wajah terseram Leeteuk.

 

“Mereka perlu waktu, hyung.”

“Perlu waktu apa? Perlu waktu bagi wanita jalang itu untuk melihat Kyuhyun gantung diri dengan matanya sendiri?!”

“Hyung, perkataanmu sudah terlalu kasar. Biarkanlah mereka mengambil waktu sendiri-sendiri.” Siwon sudah mulai gusar dengan pemilihan kata hyungnya. Even though he respects Leeteuk the most, but he won’t let anybody talk in harsh way towards his little sister, not even his favorite hyung.

 

“Kau mau aku diam? Melihat adikku seperti mayat hidup, kau mau aku diam?!”

“Hyung! She is also my sister!” Siwon raises his tone.

“Lalu? Lalu apa?! Aku tidak perduli dengan wanita sialan itu, yang aku perd…”

 

“Let her heal her wounds first! She’ll eventually come back to me.” Tiba-tiba saja Kyuhyun memotong argumen kedua hyungnya dengan nada yang sedikit tinggi. Entah sejak kapan Kyuhyun keluar dari kamarnya dan berdiri tak jauh dari Leeteuk dan Siwon. Dan entah sejak kapan Kyuhyun mendengar argumen mereka.

 

Leeteuk yang terkejut melihat Kyuhyun langsung kehilangan kata-katanya. Bukan karna ia tak mengerti apa yang Kyuhyun maksud, ia sangat mengerti hingga ke titik Leeteuk tidak bisa mempercayai bahwa Kyuhyun masih menaruh harapan pada wanita sialan itu.

 

“Kau masih membelanya? Setelah semua yang telah ia lakukan padamu?!”

“She’ll come back. After her wounds heal. She needs time.” Kyuhyun menyudahi argumennya dan langsung masuk ke kamarnya lagi, tak lupa mengunci pintunya juga. Kyuhyun tak mau berdebat dengan kakak yang paling dihormatinya, itu membuat hatinya sakit. Tapi kenyataan kalau Leeteuk baru saja mencaci Ivanka lebih membuat hatinya sakit.

 

“She’ll come back.” Kyuhyun bergumam sendiri dibalik pintu kamarnya. Tidak bisa dipungkiri, Kyuhyun sendiri cukup yakin bahwa wanita itu tidak akan kembali padanya. Namun, ia tidak bisa membiarkan Leeteuk menjelek-jelekkan wanita itu. Bagaimanapun juga Ivanka adalah wanita yang telah menawan hatinya hingga detik ini dan Kyuhyun tidak menyesali hal itu. Kyuhyun hanya ingin Ivanka menemukan kebahagiaannya. Dan kalau ia tidak memiliki bagian di kebahagiaan wanita itu, maka Kyuhyun dengan rela melepas Ivanka. Cinta adalah hal yang sesederhana itu.

 

“What wounds?” Leeteuk bertanya reteoris pada dirinya sendiri. Ia masih tidak mengerti dengan lupa yang Kyuhyun biacarakan tadi.

“Wounds… here.” Siwon menunjuk dadanya mengisyaratkan hati.

 

~~~~000~~~~000~~~~

 

“C’mon wake up you sleepy head!!!” Seorang gadis tertawa kecil sambil mengacak-acak rambut dan selimut temannya yang sedang tertidur pulas, berusaha membangunkannya. Ivanka -temannya- mengerang kecil karna gangguan yang ia dapatkan di pagi indahnya. Ia benar-benar memerlukan tidur dan teman jahilnya ini -Lisa- menyerangnya habis-habisan. “Hippo hippo hippo wake up hippo hippo hippo.” Kali ini Lisa menyubit pipi Ivanka amat keras. Amat. Keras. Dan hasilnya Ivanka berteriak kesakitan. Bukannya minta maaf, Lisa malah tertawa keras melihat penderitaan temannya itu.

 

“LISA!!!!” Lisa langsung memeluk Ivanka erat hingga Ivanka tak bisa bernafas dengan baik. “You’re trying to kill me??”

“Ah, ahaha sorry, just too missed you so I hugged you… too tight?”

“BEYOND tight you know.” Ivanka menggerutu kecil tapi sedetik kemudian ia malah memeluk Lisa tak kalah eratnya. “I MISSED YOU LISAAAAAAAAAAA.”

 

“Ya!!! Now you’re trying to kill me?!” Refleks Ivanka melepaskan pelukannya. Mereka tertawa bersama akan kelakuan konyol mereka.

 

“Kemarin ke Korea kenapa tak mengunjungiku?” Tawa Ivanka memudar bertahap. “Aku tahu. Kau tak usah sedih begitu. Kau menemuinya, kan?” Ivanka menunduk dan raut wajahnya berubah 180o. Pikiran Ivanka melayang ke kejadian 2 hari lalu saat ia berada di Korea karna dibohongi Siwon dan malah berakhir menyedihkan.

 

“Lihatlah, kau mencintainya. Kau tahu itu. Bahkan dengan melihat ekspresimu saja aku yakin 100% kalau kau mencintainya. Berhentilah membohongi dirimu sendiri. Berhenti mendikte hatimu kalau kau masih mencintai Zac. Zac adalah masa lalumu. Berhenti menghancurkan hidupmu sendiri, sayangku.”

 

Ivanka memandang manik mata Lisa mencoba mencari kata-kata untuk menyanggah perkataan Lisa namun, bahkan ia sudah lupa bagaimana caranya untuk berdebat.

 

“Kau kehilangan jati dirimu.”

“Tidak.” elak Ivanka dengan suara yang hampir seperti bisikan. “Zac masih mencintaiku. Sangat mencintaiku. Aku melihat di matanya.” Lisa merasa iba pada temannya. Ia masih ingat keterpurukannya saat Zac tidak mempertahankan hubungan mereka dan dengan mudahnya laki-laki itu menikahi wanita lain. Bagaimana Ivanka kembali hidup lagi karna Kyuhyun dan bagaimana teman baiknya ini kembali menjadi orang lain yang tidak dikenalnya setelah Zac kembali, Lisa tahu semua itu.

 

“Dia mungkin masih mencintaimu, tapi permasalahannya adalah dirimu. Kau masih mencintainya? Aku rasa tidak.”

“Aku masih mencintainya!” Ivanka menjawab setengah berteriak.

“Woaa, slow down honey,”

 

“You’re awake?” Zac masuk ke kamar tidur Ivanka sambil membawa nampan dengan 3 cangkir coklat panas diatasnya.

“You’re here? How did you manage to get in?” Seingatnya, ia tak pernah memberikan password apartemennya ini kepada siapapun.

“I met Lisa at your doorstep.” Ivanka bertukar pandang dengan Lisa meminta penjelasan.

“You have the same password for eeeeeeeverything that requires password you know.” Ketiganya tertawa. Kecerobohan Ivanka.

 

“Oh I think I gotta go. I have an appointment with Dereck, yes that Canadian editor, yes that one. Argh today’s gonna be tiring. You don’t know Dereck’s obsession over perfectionism. I brought you kimchi and some instant ramyeon, thought you’d love it. See you soon sweetie, di bandara malam ini jam 8:45. Aku beli tiket pesawat untukmu dan tiketnya ada di dalam box yang aku bawa. Kutunggu disana.” Lisa sengaja memeluk Ivanka erat-erat membisikan hal tadi dalam bahasa Korea menghindari Zac mengetahui tindakannya. Tidak ada kimchi dan tidak ada ramyeon instan di kardus yang Lisa katakan. Isi kardus itu hanyalah selembar tiket untuk penerbangan malam ini dari NYC ke Seoul, seperti yang Lisa katakan tadi.

 

“I love you, Hyerim!!” Teriak Lisa dari depan pintu sesaat sebelum ia keluar dari apartemen Ivanka.

“Hyerim?” tanya Zac sambil memindahtangankan secangkir coklat panas tadi ke Ivanka.

“My Korean name.”

“Ah, right, you’ve lived there for some quite time,” Zac tersenyum namun Ivanka bimbang dalam membalas senyuman itu.

 

“I’ve got you a present!” Zac berlari kecil keluar kamar mengambil sesuatu dan tak lama kemudian ia sudah kembali lagi dengan map merah ditangannya dan senyum lebar menghiasi wajahnya. “Here, read this.” Ivanka mengambil map itu dari tangan Zac dan mulai membaca rangkaian kata yang tercetak di kertas dalam map merah tersebut.

 

Sesaat ia membaca kalimat pertama yang tercetak disana, ia langsung membelalakan matanya. Ragu dengan apa yang ia baca, Ivanka memandang Zac meminta penjelasan dan Zac hanya tersenyum penuh kebahagiaan sambil menganggukkan kepalanya.

 

“We’re gonna divorce, yes.” Zac membenarkan tatapan tak percaya Ivanka itu. Ia tahu Zac akan melayangkan gugatan cerai ini cepat atau lambat. Namun ia tak percaya secepat ini. Ini bahkan terlalu cepat untuknya. Ia masih tak bisa memutuskan jalan mana yang tepat.

 

“I’ve told my parents and her parents. I have discussed about this with Steph too. They all said you can be my wife when you’re ready,” Perkataan Zac benar-benar menamparnya keras. Ia memang sempat rela menukarkan apapun yang ia punya untuk bersama Zac lagi, namun itu sebelum ia mengenal Kyuhyun dan bukan dengan cara seperti ini. Tidak setelah Zac membuatnya harus menghabiskan beberapa hari berkonsultasi dengan ahli kesehatan jiwa.

 

“I know this surprises you, darling. Finally we can be together. After everything’s done, we can go to public, formality.” Ucapnya santai seperti hanya membalikan telapak tangan saja.

 

Ivanka menatap surat gugatan cerai itu tidak percaya. Ia memang tersakiti oleh wanita bernama Steph itu, tapi bukankah ia sendiri telah mendoakan agar pernikahan mereka bisa bertahan lama? Bukankah Ivanka dengan mulutnya sendiri meminta Steph untuk menjaga dan mencintai Zac sampai akhir hayatnya? Sekarang setelah semua perkataannya dan surat perceraian ditangannya, Ivanka merasa ia menjilat ludahnya sendiri. Steph memang menyakitinya tapi tidak berarti ia harus menyakiti Steph juga. Ia sekarang tahu jawabannya.

 

“Zac… I love you. You know that… that now… I love you with all my heart…” Namun mengatakan kalimat berikutnya masih membuatnya menangis kecil. “…as a brother.” Keheningan mendera mereka untuk beberapa detik. Akhirnya, hati wanita itu bicara.

 

“Ivanka…” ucap Zac tidak percaya dengan apa yang barusan Ivanka katakan.

“Steph loves you,” Ivanka sudah berkaca-kaca. “Steph loves you, she loves you more than I had ever did. I saw it at your wedding.” Ivanka mulai terisak. Bagaimanapun juga melepas seseorang yang pernah kau cintai setulus hati sangatlah menyakitkan.

 

“Steph cherishes you. She’s the right woman for you,” Ivanka mulai terisak keras. Ia sudah tahu apa yang hatinya inginkan tetapi mengapa melepas pria itu sungguh sulit. Seharusnya ia tak perlu menangis lagi.

 

“Ivanka.. you know what you want…” Bimbang. Ivanka berhenti terisak tiba-tiba mendengar perkataan Zac. You know what you want… You know what you want… you know what you want… Seperti mantra. Zac kembali merasuki dirinya lagi.

 

Ivanka menggelengkan kepalanya kasar dan cepat. Menghalau kebimbangan yang mulai meliputi dirinya. Ia tidak boleh membiarkan rasa bimbang membiaskan keputusannya lagi. Tidak untuk kedua kalinya.

 

“I know what I want…” Nada bicara Ivanka sungguh rendah, seperti bisikan. “That right, I know what I want. And it’s not hurting Steph and myself. No, I don’t want to hurt YOU, Steph and myself. We’re done, Zac. We’re done since your wedding, we’re done.” Raut ketidakpercayaan meliputi Zac. Ivanka-pun tak tahu dapat dari mana keberanian untuk mengatakan hal tadi.

 

Ivanka menatap surat gugatan cerai itu sekali lagi dan memantapkan hatinya kalau Zac bukanlah prianya lagi. Dengan hati yang mantap dan kuat, Ivanka merobek lembaran kertas itu tepat di hadapan Zac. Mencoba mencari penyesalan dengan melihat robekan-robekan kecil itu namun ia tak menemukannya. Ia berhasil. Ia telah bebas dari sangkar buruk rupanya. Ia telah menemukan dirinya kembali. Ia telah menentukan pria yang ia inginkan. Dan itu bukan Zac.

 

~~~~000~~~~000~~~~

 

Perasaannya campur aduk. Jantungnya terus menambah kecepatan tiap detik dan seluruh badannya terasa begitu dingin. Berbagai kemungkinan yang dapat terjadi berkecambuk di otaknya dan serasa akan meledak kapan saja.

 

Ia sudah disini, di depan pintu apartemen biasa her man pulang, makan dan beristirahat. Siwon sudah memberitahunya kalau Kyuhyun -her man- ada di dorm. Melakukan kegiatan rutinitasnya setelah ditinggal Ivanka, memandang kosong kearah jendela.

 

Hanya tinggal memasukkan kode pin, ia bisa melihat Kyuhyun lagi, bahkan memeluknya. Kode pin yang waktu itu Siwon beri padanya masih tersimpan di memo ponselnya, namun ia tak berniat masuk seenaknya.

 

“Apa yang akan aku lakukan kalau ia menolakku?” gumamnya. Kepalanya sudah penuh dengan perumpamaan -bahkan dari ia masih di NY- makin penuh lagi dengan perumpamaan-perumpamaan baru yang lebih negatif dari apa yang sudah ia pikirkan sebelumnya. Didalam sana, Siwon sudah meremas tangannya menunggu bel dorm dibunyikan namun suara yang dinantikan tak kunjung terdengar.

 

Siwon sudah tahu semua ini begitu pula dengan hyung-hyungnya dan dongsaeng-dongsaengnya. Mereka sudah berkomplot untuk membuat Kyuhyun membuka pintunya sendiri nanti ketika Ivanka memencet bel. Mereka semua pura-pura tidur, bahkan Ryeowook dan Sungmin sudah benar-benar tertidur pulas dikamar Kyuhyun.

 

Tangannya sudah terangkat dan sedikit lagi menekan bel dorm namun keraguan kembali mendominasinya. Dihempaskan tangannya, memukul udara kosong. Hatinya tak kuat untuk menekan tombol mungil itu. Pandangannya telah dibiaskan oleh air matanya. Perumpamaan-perumpamaan negatif kembali berbisik ditelinganya. Ia takut. Ia sangat takut.

 

Perlu beberapa saat bagi Ivanka untuk memantapkan kembali dirinya menekan bel.

 

DEEEEET

 

Bel sudah berbunyi. Ivanka dapat merasakan darahnya mengalir sangat cepat secepat Niagara Fall. Seisi dorm –kecuali Ryeowook dan Sungmin pastinya- terkejut mendengar bunyi bel yang tiba-tiba itu. Apa lagi Siwon. Siwon memang sudah menunggu-nunggu dari tadi. Langsung saja mereka berpura-pura tidur, sebagian dari mereka juga bersembunyi agar tak ketahuan Kyuhyun. Setelah mendapatkan tempat persembunyian dan posisi tidurnya sudah enak, mereka secara otomatis berdoa agar Kyuhyun segera membukakan pintu sebelum Ivanka pergi.

 

3 detik 5 detik 10 detik tidak ada jawaban dari dalam.

 

Entah keberanian dari mana, Ivanka menekan bel lagi. Tapi tetap tidak mendapatkan jawaban dari dalam. Di tekannya lagi beli, terus ia tekan sampai tak sabaran dan berlinang air mata. Rasa sakit itu tiba-tiba muncul membuatnya kesulitan bernafas.

 

Sebal karna tak ada yang membuka pintu, Kyuhyun hendak memaki orang yang memencet bel itu karna mengganggu “kegiatannya”. Dengan langkah kesal Kyuhyun berjalan kearah pintu dan tanpa melihat intercom terlebih dahulu, langsung saja Kyuhyun membuka kasar pintu depan dormnya.

 

Pintu tiba-tiba saja terbuka disaat Ivanka menekan bel dorm sambil berlinang air mata. Sontak Ivanka terkejut. Ia dibuat lebih terkejut dengan siapa yang membukakannya pintu. Dan dihadapannya, orang yang membuka pintu juga tak kalah terkejutnya.

 

Benarkah itu dia? Benarkan ini terjadi? Apakah ini mimpi? Pertanyaan-pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul di pikiran masing-masing.

 

“Ivanka…” ucap Kyuhyun tak percaya dengan penglihatanannya. Air mata Ivanka makin deras berlinang dan refleks Kyuhyun menyeka airmata Ivanka dengan kedua ibu jarinya, menyakitkan melihat malaikatnya menangis.

 

’We’ sounds better than ‘I’, right?” tanya Ivanka sambil terisak. Butuh beberapa saat bagi Kyuhyun untuk memahami apa yang Ivanka maksud. Senyum perlahan terbentuk di bibir Kyuhyun dan Ivanka tak sadar ikut tersenyum juga.

 

’Two’ sounds better than ‘one’, right?” timpal Kyuhyun.

 

 

 

THE END

 

Yay finally this ends right here but doesn’t mean this is really the end of this couple. There’s going to be more stories from this couple in the future. So, just wait.

Sleep tight everyone.

Red

 

3 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Aug 30, 2016 @ 03:41:55

    akhirnya ivanka kembali ama kyuhyun….

    Reply

  2. Milky
    Sep 04, 2016 @ 12:10:27

    Waaahh.. ini sih harus buru2 bikin sequel dari sequelnya lagi thor…
    Ditunggu.. semangat thor!!!

    Reply

  3. Monika sbr
    Sep 04, 2016 @ 21:14:58

    Terharu saat membacanya…
    Akhirnya ivanka balik lagi ke kyuhyun.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: