[Epilog] What If

cover

EPILOG

Author : Rizki Amalia

Cast : Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Amy Lee (OC)

Max Changmin

Genre : Action, brothership, romance, family.

Rate : PG-15

***

“Andai dia bisa berpikir dengan jernih.”

Amy bergumam pelan setelah masuk ke dalam mobilnya. Ia, Donghae, Kyuhyun dan orang tua mereka baru saja menghadiri pemakaman Max Changmin. Setelah terbukti sebagai bandar besar narkoba dan rencana pembunuhan terhadap keluarga Cho Min Sook, ia dijatuhi hukuman seumur hidup. Namun, dua hari lalu Max ditemukan tergantung di ruang tahanan. Tak ada tanda-tanda penganiayaan, tak ada pesan apapun yang ditinggalkannya. Polisi pun mengambil kesimpulan jika Max bunuh diri.

“Bagi orang yang sudah diselimuti rasa benci dan dendam, hanya ada sedikit celah untuk berpikir jernih,” timpal Donghae sambil menyalakan mobil. Ia dan Amy meninggalkan lokasi pemakaman.

“Itukah yang dulu kau pikirkan ketika kau di rumah sakit?” tanya Amy memiringkan tubuhnya menghadap Donghae.

Donghae tertawa pelan. “Kau berpikir aku akan bunuh diri saat itu? Kau salah.”

“Lalu?”

Amy nampak penasaran dan itu adalah sikap yang tak bisa dihilangkan darinya. Donghae pun tak ada niat membiarkan gadis itu dikurung rasa ingin tahunya lebih lama, ia pun menjawab, “Saat berada di rumah sakit, aku memiliki banyak pertanyaan. Bagaimana jika aku hanyalah seekor semut yang tidak tahu apa-apa selain berbaris dengan teman-teman mencari makanan? Bagaimana jika aku tak pernah terlahir ke dunia? Bagaimana jika ibu tidak pernah bertemu dengan ayah? Atau bagaimana jika………….aku mati saja?”

Donghae berhenti. Lampu menunjukkan warna merah.

“Pertanyaan-pertanyaan itu terus bersarang dikepalaku setiap saat. Trauma akan masa kecilku, juga tentang kehidupanku yang menurutku sudah tak bisa diperbaiki, membuatku berpikir bahwa aku tak berguna lagi. Tapi anehnya…..aku sama sekali tidak berpikir untuk bunuh diri. Yang kuinginkan hanyalah kabur dari rumah sakit, menemui Max dan hidup bersama barang-barang itu. Maksudku…….matipun bersama barang sialan itu.”

Amy meraih tangan Donghae. “Tapi kau berhasil melaluinya dan kau sudah sembuh.”

“Kau salah lagi. Aku belum benar-benar sembuh. Belakangan bahkan aku merasa lebih membutuhkannya dibanding hari lain. Tapi karena janjiku dengan diriku sendiri, aku rela menahan rasa sakit itu agar aku bisa terlepas dan sembuh sepenuhnya.”

“Dan aku akan ada di sampingmu untuk melewati itu.”

Mereka tersenyum bersama. Lampu berubah hijau dan Donghae siap menjalankan mobil. Namun, tak sengaja matanya melihat ke spion dan ia melihat seseorang tersenyum padanya.

Matanya melebar. Lekas ia memutar tubuhnya, melihat ke belakang dimana sebelumnya ia melihat orang itu. Tapi nihil. Tak ada siapa-siapa selain mobil lain yang menyuruhnya segera jalan.

“Donghae, apa yang kau cari? Orang-orang di belakang menunggu kita.”

Donghae tak menjawab. Ia tak peduli dengan suara klakson dari belakangnya dan sekali lagi memperhatikan spion.

Apa ia hanya salah lihat? Tapi………bagaimana jika Max memang masih hidup?

-END OF STORY-

 

1 Comment (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Oct 06, 2016 @ 18:16:21

    Lah… Terus gimana dong kalau si changmin masih hidup?? Bisa berantakan lagi dong masalahnya.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: