Limp

koin

Nama : @ferelyyy
Judul Cerita : [Day by Day Series] Limp
Tag (tokoh/cast) : Cho Kyuhyun, Kim Rae Na (OC)
Genre : Romance, Hurt, Comfort
Rating : PG-15
Length : Oneshot

 ***

[Day by Day Series] Limp adalah series kelanjutan dari cerita ‘Adios dan ‘Gracias’. Kedua cerita tersebut juga sudah dipublikasikan di SJFF Fanfiction 2010, berikut adalah tautannya.
Adios https://superjuniorff2010.wordpress.com/2015/06/06/ficlet-adios/
Gracias https://superjuniorff2010.wordpress.com/2015/08/02/gracias-sequel-of-adios/
Bisa kunjungi juga blog pribadi saya www.aletaamor.wordpress.com
Happy reading~

 

“Rae, Rae chagi…” Sejak lima menit lalu pria berambut kecoklatan itu menggerakkan tubuh di sebelahnya dengan lembut, mencoba membangunkan wanita itu dari tidurnya yang kelewat lelap. Dia tak habis pikir, bagaimana seorang wanita begitu tidak peduli dengan kesehatan tubuhnya sampai terkapar seperti ini.

Namun, dia tetap mencintai wanita itu. Bahkan kadar cintanya semakin meningkat setiap hari. Jika cinta bisa diukur oleh termometer tubuh, air raksanya mungkin sudah menerobos ujung dinding kapiler.

Cinta, cinta, cinta. Seumur hidup dia bisa habiskan untuk membuktikan bahwa dia mencintai wanita ini. Sayangnya, Tuhan tidak memberikan bakat untuk dapat bermulut manis seperti salah satu sahabatnya, Donghae, atau bersikap agresif seperti Eunhyuk. Dia adalah Cho Kyuhyun yang dingin.

“Hmmm…” lamunan Kyuhyun terganggu mendengar gumaman keluar dari mulut wanitanya, Kim Raena. Kyuhyun tersenyum tipis. Senang rasanya bisa memperhatikan Raena seintim ini, di kamar tidur pribadi wanita itu, tanpa orang lain melihat gelagat Kyuhyun.

Dia ingat, dulu dia sangat tersiksa saat mengagumi wajah Raena. Dia harus memastikan gadis itu tidak melihat ekspresi sendunya saat memandang Raena. Dia juga harus yakin bahwa tak ada yang tak sengaja menangkap fakta bahwa seorang Kyuhyun mengagumi sesuatu. Dia juga harus memendam rasa sakitnya ketika tak sengaja memergoki gadis itu tertawa riang dengan teman pria lain. Sangat riang. Itu bukan jenis senyuman tertahan tanda atribut kesopanan, atau tertawa yang dipaksakan. Raena benar-benar bahagia.

Tuhan, aku ingin menjadi pria itu.

Kalimat itu selalu dia lantunkan dalam hati pada setiap pria yang mendekati Raena. Bagaimana bisa mereka dengan mudah bisa membuat Raena tertawa? Bahkan untuk memandang matanya dalam waktu lama, dia sudah gugup setengah mati.

Hal yang hanya bisa dia lakukan sebagai seorang pria yang mencintai wanitanya adalah berdoa. Ya, Kyuhyun berdoa hampir setiap pagi dan menjelang tidur. Dia mendoakan agar Kim Raena bisa melewati hari dengan baik. Semoga gadis itu tidak mengalami banyak kesulitan dalam pelajaran. Semoga gadis itu juga mengingat dirinya, Cho Kyuhyun, yang dengan bodohnya selalu mengucapkan kata-kata tak berperasaan pada Raena hanya karena pria itu tak bisa mengendalikan detak jantung ketika gadis itu di dekatnya.

“Kau melamun lagi?” suara lembut itu membangunkan Kyuhyun, sekali lagi, dari perjalanan kilas baliknya. Pria itu tersenyum sekilas, ujung bibirnya bahkan hampir tak membentuk lengkungan. Namun, tetap saja Raena bisa membedakan mana senyuman dan ekspresi datar Kyuhyun.

“Syukurlah kau sudah bangun. Ryeowook hyung sudah membuatkan sarapan untukmu di bawah sebelum pergi kerja.” Kyuhyun tak bisa menahan jari-jari miliknya untuk menyusuri helaian rambut Raena di dahi. “Kau begadang lagi, ya? Sudah kubilang, lebih baik kerjakan semua tugasmu siang hari jadi kau tak perlu mengorbankan waktu tidurmu, Rae. Begadang itu buruk bagi kesehatan.”

Kyuhyun selalu khawatir akan hubungan mereka, meski sudah sebulan ini mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Dulu, dia adalah remaja tolol yang bahkan tidak bisa mengucapkan terima kasih secara benar saat Raena membuatkannya kue ulang tahun. Saat itu, pikirannya terpecah antara urusan akademik, gadis itu, pria-pria yang sering bersamanya, dan sifat Kyuhyun yang nyaris anti sosial. Dia ingin sekali terlihat hebat dan mengatasi kecanggungannya berdekatan terlalu lama dengan Raena. Dia sering melupakan Raena. Bahkan, dia nyaris tak tahu bahwa Raena dulu sering diperlakukan tak adil oleh para gadis di sekolah karena Raena adalah perempuan satu-satunya yang bisa berada di dekat Kyuhyun.

Kim Raena, gadis itu sudah banyak menderita karena Kyuhyun. Dia patut bersyukur, saat ini dia sudah bisa lebih mengekspresikan perasaannya pada Raena. Namun, Kyuhyun begitu takut gadis itu sudah terlalu biasa dengan sikap dinginnya dan menganggap semua hal yang dia lakukan selama tiga tahun hanyalah bualan belaka.

“Tidak apa. Tidak sering, kok.” Jawab Rae Na. Wanita itu tak berubah, sikap keras kepalanya belum juga melunak. Sifat Rae Na yang satu itu cukup membuat kesal Kyuhyun. Coba bayangkan, dia digantungkan selama tiga tahun karena sifat itu.

“Tapi tetap saja….” Kyuhyun tak meneruskan kalimat sebab Rae Na membuka selimut yang membungkus kakinya, dengan cepat, kemudian berjalan menuju pintu kamar.

Hati Kyuhyun panas. Dia merasa akan ditinggalkan lagi.

“Kim, tubuhku tiba-tiba terasa lemas. Bisakah kau memelukku?” Bagus, kali ini logika Kyuhyun sudah seratus persen tidak bekerja normal. Tingkat kewarasan Kyuhyun secepat kilat menghilang ketika mendengar suara derit pintu, bersamaan dengan derapan langkah perlahan menggaungkan nilai decibel yang frekuensinya semakin kecil.

Kyuhyun menunggunya sejak tiga puluh menit lalu. Semenit setelah wanita yang sering dipanggil ‘sayang’ itu terbangun, secepat itu juga momen tenang itu hancur dengan sikapnya yang tak acuh.

Dia marah. Dia benci Rae Na.

Namun, sekali lagi, rasa marah dan benci Kyuhyun pada Rae Na tak pernah berjalan beriringan dengan debaran jantung Kyuhyun. Irama itu melesat jauh meninggalkan gemuruh kecil amarah yang dia pendam.

Terkadang, pergolakan batin itu sukses membuat Kyuhyun merasa lemas seperti yang dia alami saat ini.

Kyuhyun merasakan otot-ototnya maskulinnya menegang ketika jari lentik itu mengelus kedua lengan milik sang CEO Blue Inc. tersebut. Kyuhyun harus sekuat tenaga menahan desahan nikmat ketika jari itu menyentuh permukaan kulit leher, mengusapnya lembut. Tanpa melihat pun, Kyuhyun dapat menyadari bagaimana tangan mungil Rae Na berusaha menjangkau punggungnya. Semua sensasi ini sungguh menyenangkan sekaligus membuatnya takut.

“Cho, kenapa otot-ototmu tegang sekali? Apa kau jarang melakukan gerakan-gerakan peregangan? Biasanya kau rajin berolahraga.” Tanpa sepengetahuan Rae Na yang masih betah dalam posisi berpelukan, Kyuhyun tersenyum di balik helaian rambut Rae Na. Dia tidak berusaha menahan senyumannya. Dia ingin menikmati kebersamaan mereka senormal yang bisa dilakukan sepasang kekasih.

“Mungkin aku kelelahan. Biarkan aku beristirahat seperti ini sebentar saja, ya?” Tanyanya sedikit tak yakin.

“Baiklah.” Kini, tak ada yang perlu Kyuhyun khawatirkan. Dia bisa bertahan dalam posisi ini lebih lama. Dia tak harus berpura-pura atau memaksakan diri untuk menghalau rasa gugup serta sifat dinginnya. Dia juga tak harus merasa marah dan sedih karena merasa disisihkan. Toh, Rae Na ada di sini, hanya untuknya.

Kyuhyun mengangkat kedua tangan yang tadi terkulai lemas di sisi-sisi tubuhnya. Kyuhyun melingkarkan tangan kiri ke pinggang wanitanya. Pelukan itu terlihat intim, namun tidak memaksa. Yang ada di antara mereka saat ini hanyalah cinta.

Saat ini, Kyuhyun membiarkan dirinya pasrah, lemas di bawah pengaruh berbagai macam perasaan yang muncul ketika dia berada di radius jangkauan seorang Kim Rae Na. Hanya satu hal yang ingin Kyuhyun pertahankan di sisa kewarasannya. Dia ingin Kim Rae Na tahu bahwa Kyuhyun mencintai Rae Na, tapi pria itu akan menyimpan rahasia betapa dalam sesungguhnya cinta pada Rae Na selama mungkin.

 

-THE END-

Author’s Note : Hayooo~ kenapa Kyuhyun ingin menyimpan perasaannya sendiri??? Hahaha… Cerita ini adalah kelanjutan dari series Adios dan Gracias. Maaf memakan waktu lama untuk update karena sejujurnya aku tadinya tidak berniat untuk melanjutkan series ini. Semangat suka turun-naik kalau cerita gak banyak yang lirik *ngelirik karyaku yang satu lagi*. Namun setelah melihat respon cerita ini lumayan baik, aku jadi semangat lagi. Makasih yaaaa readers. Aku akan berusaha lebih baik lagi *fighting*. Mudah-mudahan bisa menghibur ya. Setelah baca, harap komen dan rate, ingat ingat!
Untuk cerita ini, sepertinya akan saya jadikan series aja, semacam multi oneshot gitu. Jadi kalian bisa ngintip kehidupan Kyuhyun dan Rae Na setelah pacaran hahaha.
Semoga saya masih punya inspirasi untuk kisah mereka ya. Amiiiinnn.
ferelyyy

 

 

2 Comments (+add yours?)

  1. Gaemotional Cho
    Oct 02, 2016 @ 15:30:17

    ini… manis ^^ kyuhyun kayanya harus tahan sama sikapa manjanya raena deh. Ditunggu next oneshootnya😀

    Reply

  2. ayumeilina
    Oct 06, 2016 @ 20:18:33

    Kyu gengsi bgt sih. Masa perasaanya mau di simpen aja 😵😵

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: