Last Song [1/?]

grunge-flowers-aesthetic-tumblr-Favim.com-3935401

Author: Dewi Andriani

Tittle : Last Song

Cast: Kyuhyun, and Member Super Junior, etc.

Gendre  : Brothership, Sad, Angst, Hurt/Comfort

Length : Two/Three-shoot

***

 

Summary:

Rekaman Radio Star hari ini sudah berlangsung cukup baik. Mereka puas setelah melihat hasil akhirnya.  “S-suaraku…”  “Sebaiknya kau berkonsultasi dengan dokter.”  Endoskopi. Kini dirinya tengah melakukan suatu kegiatan pemeriksaan yang memang berhubungan dengan sakit yang dideritanya kini. / SM memutuskan untuk mengistirahatkan Kyuhyun selama 2-3 minggu guna pemulihan, Radio Star juga selama dua minggu akan siaran tidak bersama Kyuhyun. “Selama 3 Minggu ini apa keadaanmu membaik?”

“Demikian, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untukmu. Tapi semoga nanti hasilnya berbeda dengan apa yang kubayangkan.”

“Apa hasilnya uisanim?”

“Kanker laring atau bisa kita sebut sebagai kanker pita suara. ”

“Teukie hyung, apakah suaraku bagus?”

Uri Kyunnie tidak akan bisu!”

“Trauma kecelakaan, salah satu penyebabnya. Kasus Kyuhyun sudah mencapai stadium lanjut.”

“Radio terapi dan kemoterapi harus dilakukan.”

Noona… apakah takdirku adalah sekarang?”

“Kenapa? Kenapa aku tidak bersuara?! Aku bahkan sudah sangat berteriak!”

“Kontrak kami akhiri mianhatta.”

“Apa karena Kyuhyun bisu kau bisa seenaknya hah?!” Helaian lebat itu kini semakin menipis. Air matanya semakin menetes kala mendengar suara yang dahulu pernah keluar dari mulutnya dengan lembut.

“Aku…..bersuara kembali.” Dan ditengah semua orang, mata itu tertutup dengan begitu rapat.

 

 

 

*** 

Ruangan itu penuh dengan kamera. Lampu-lampu bercahaya terus berkilatan, demi merekam angel yang bagus dari gambar yang kini tengah diambil. Didepan banyak pemain yang sedang melakukan siaran dan dihadapannya berjejer orang-orang yang bertanggung jawab untuk produksi dari rekaman tersebut. Meneliti dan menelaah bagian mana yang salah dan dibuang serta mengarahkan hal apa saja yang harus dilakukan selama siaran. Terbagi menjadi beberapa tim crew dan mereka saling mengkoordinir untuk menjaga rekaman tersebut berjalan dengan apik.

 

Kala sang artist mulai kehilangan make-up-nya para tim stylist maju dan mulai membenarkan. Kala dimana mic tanpa kabel mulai tidak stabil maka tim audio melakukan pembenahan. Begitupun dengan lightning tim kala dimana cahaya yang diperlukan harus diperbanyak mereka akan maju dan menambah jumlah cahaya. Semua berjalan dengan selaras. Begitu pun dengan para artist yang menjadi host dan para artist yang diundang sebagai bintang tamu.

 

Acara ini adalah suatu acara siaran radio. Tetapi juga disiarkan di dalam televise. Acara radio masa kini dengan tingkat modernisasi yang tinggi. Menampilkan view-view penonton yang melihatnya bisa terpesona. Salah satu acara andalan di salah satu stasiun televise Korea MBC, yakni Radio Star.

 

Mereka tertawa kala bintang tamu mereka menceritakan pengalaman-pengalaman lucu mereka yang belum pernah mereka ceritakan sebelumnya. Begitupun para host yang menimpali ocehan mereka dengan nada yang begitu lucu juga.

 

 

Kim Gura tertawa kali ini dan menatap bintang tamunya satu persatu. “Bukan hanya kalian Jackson dan Zico, salah satu host baru disini pun pernah mengalami yang lebih memalukan dari kalian.” Zico tersenyum karena mengerti siapa yang tengah dibicarakan oleh host kawakan ini. “Aku tidak akan menebak jika itu adalah Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun hanya bisa menjatuhkan kepalanya ke meja dan muka memerah karena malu. “Pernah karena saking tidak tahan aku pipis di pinggir jalan.” Jackson membelalak dengan ucapan magnae Super Junior itu. “Hyung kau jorok.”

“Itu tidak akan mengejutkan bagi magnae jahil seperti Kyuhyun-ssi.” Zico menyeletuk dengan wajah polosnya. Kim Gura yang semakin ingin menggoda yang juga magnae di antara para host ini malah makin menyudutkannya. “Benar sekali, pernah memberikan uang tanpa amplop dan hanya 4 lembar.”

Kyuhyun menatap Kim Gura dengan wajah yang dibuat-buat marah. “Itu 11 lembar hyung bukan 4 lembar.” Jackson tersenyum dengan kepolosan Kyuhyun tersebut. “Tapi tetap saja hyung memberikannya dengan tidak menggunakan amplop. Sangat tidak sopan.”

“Benar-benar tidak sopan.” Angguk Zico dengan lucu. Kyuhyun sendiri semakin tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus. “Menurutku itu sopan, tidak sopan kalau tidak memberi uang ke acara pernikahan.”

Kim Gura malah mempunyai ide jahil dengan kalimat Kyuhyun tersebut. “Baiklah. Kalian semua yang ada disini ketika acara pernikahan Kyuhyun nanti mari kita memberikan uang tanpa amplop karena itu sopan baginya.” Sontak seluruh orang yang disana tertawa dengan keras.

Hyung itu tidak lucu!” Kyuhyun tidak marah sampai hatinya. Pertanyaan polos milik Jackson malah keluar. “Memang dengan siapa kau akan menikah hyung?”

Kim Gura lah yang malah menjawab pertanyaan Jackson tersebut. “Kurasa kau akan menikah mendahuluinya.” Kyuhyun hanya bisa manyun. “Aku juga pasti akan menikah.”

“Memang dengan siapa?” Tanya Zico yang mulai penasaran. “Dengan ELF karena mereka sudah memberikan semua cintanya untukku.”

 

 

 

 

Dan obrolan-obrolan kecil tersebut terus berlanjut. Obrolan yang memang sengaja ada di dalam script sebagai bahan untuk rekaman Radio Star. Obrolan seperti tadi sengaja diselipkan agar para penonton yang menyaksikan tidak merasa bosan dengan pertanyaan serius yang memang pada dasarnya memang monoton. Untung saja para host bisa memberikan improvisasi mereka sehingga menimbulkan titik yang mencegah dari rasa bosan.

 

Rekaman Radio Star hari ini sudah berlangsung cukup baik. Mereka puas setelah melihat hasil akhirnya. Tak begitu banyak kesalahan yang dilakukan. Sehingga tim editing bisa sedikit santai untuk mengolah dan nantinya hasil rekaman ini akan terpublikasi. Mereka juga salut dengan Kyuhyun, meski baru sekitar dua tahun bertahun tapi dia sudah bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan Radio Star.

 

Kyuhyun tidak sempat untuk pergi makan bersama dengan host juga para crew, karena hari ini dia mempunyai pertunjukan drama musikalnya di daerah Daegu. Meski merasa tubuhnya lelah namun Kyuhyun melewati dengan senyuman yang terus melekat pada wajahnya yang tampan. Kala akan menaiki mobilnya handphone miliknya bordering menandakan bahwa ada seseorang yang tengah melakukan panggilan masuk padanya.

 

Yeobseyo Teukie hyung.” Rupanya itu adalah hyung tertua sekaligus leader-nya di Super Junior. Leeteuk tersenyum ramah di seberang sana. “Hari ini Kiss The Radio ulang tahun, apa kau akan datang?”

Kyuhyun hanya bisa menghela nafasnya dengan sedih. “Anniyo hyung. Hari ini aku akan melaksanakan jadwal drama musikalku di daerah Daegu.” Leeteuk paham kala mendengar nada sedih yang keluar dari dongsaeng bungsunya itu. “Tidak apa-apa. Akan ada hyung, Heechul juga Yesung.”

“Wookie?” Kyuhyun penasaran karena hyung-nya tersebut tidak mengatakan bahwa Ryeowook juga akan datang. “Kau tahu sendiri ini adalah hari-hari terakhir sebelum Ryeowookie enlist. Satu lagi tetap panggil dia hyung Kyuhyunnie.”

Kyuhyun tersenyum karena nasihat Leeteuk tersebut. “Kalau setelah drama aku segera menyusul bagaimana?”

“Kau tidak perlu datang. Jadwalmu sangat padat. Hyung tidak mau kalau sampai kesehatanmu terganggu. Lagipula semua akan mengerti.” Bila ingin jujur Leeteuk begitu khawatir dengan jadwal magnae-nya yang lebih padat dibanding dengan member Super Junior yang tengah aktif. “Baiklah hyung, sampaikan saja salamku pada semua orang.” Kyuhyun mengakhirinya dengan manis.

Leeteuk menyela dahulu sebelum telepon tersebut diputus. “Kyuhyunnie suaramu kenapa?” Kyuhyun yang bingung hanya bisa menjawab seadanya. “Entahlah tenggorokan atau mungkin pita suaraku agak tidak enak akhir-akhir ini.”

“Jaga kesehatanmu Kyuhyunnie, hyung tidak mau mendengar kau sampai sakit.” Petuah Leeteuk itu membuat perasaan Kyuhyun merasa menghangat. “Baiklah sampai jumpa malam nanti di dorm.”

 

Sambungan telepon tersebut akhirnya benar-benar terputus. Rupanya Leeteuk sudah mengungkapkan alasannya dan Ryeowook mengapa hari ini tidak bisa hadir di Sukira. Syukurlah karena semua fans bisa memakluminya.

.

.

.

.

.

Musical Drama Mozart in Daegu

 

Seorang komponis besar dunia yang hingga kini karyanya banyak dikagumi dan selalu digunakan dari dulu hingga sekarang. Seorang seniman cerdas yang dapat menciptkan nada-nada yang begitu indah sehingga mengguncang perasaan semua orang yang mendengarnya. Kini tengah menampilkan dirinya dihadapan semua orang yang tengah memandang kagum pertunjukan yang tengah diberikannya.

 

 

 

Bukan. Bukan Mozart yang asli yang sudah lama meninggal yang kini tengah tampil diatas panggung tersebut. Tapi seseorang yang tengah menampilkan dengan apik perannya sebagai Mozart yang begitu luar biasa. Menunjukan budaya Eropa yang dipadukan dengan pembawaan bahasa Korea.

 

Semua bertepuk tangan dengan meriah kala pertunjukan tersebut sudah mencapai klimaksnya. Para pemain membungkuk hormat sebagai terima kasih karena para penonton sudah mau meluangkan waktunya dan memberikan antusiasme yang luar biasa untuk drama musikal yang mereka bawakan ini.

 

Kyuhyun segera pamit pulang kala pertunjukan benar-benar selesai. Besok dirinya juga akan kembali melaksanakan siaran Radio Star. Manager hyung sudah menunggu Kyuhyun di depan mobil yang akan mereka kendarai bersama. Manager hyung hanya bisa tersenyum ketika melihat Kyuhyun yang masih belum bisa keluar dari kerumutan fans tersebut. Hal yang paling membuatnya tersenyum adalah saat Kyuhyun dengan sabar mengambil satu per satu hadiah dari fans yang sudah menunggunya sejak tadi.

 

Akhirnya setelah 10 menit Kyuhyun berhasil keluar dari kerumunan ELF tersebut. Ketika hendak akan memasuki mobil bersama Manager hyung, terlebih dahulu Kyuhyun melambai-lambaikan tangannya kepada para fans yang masih setia menunggui dirinya. Setelah itu akhirnya Kyuhyun pergi kembali ke dorm bersama Manager hyung.

 

‘Uhuk…..uhuk.’

‘Uhuk…..uhuk.’

‘Uhuk…..uhuk.’

 

Manager hyung tidak bisa fokus karena mendengar salah satu anak asuhnya itu terus terbatuk tanpa berhenti. Ditepikannya sejenak mobil yang mereka kendarai untuk mengobrol. Takut-takut jika mereka mengobrol sambil di jalan malah akan membuatnya menjadi berbahaya dan menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

“Kau sakit Kyu?” Tanya Manager hyung yang tercetak jelas gurat khawatir pada wajahnya. Kyuhyun masih bisa menjawab meski disela batuknya. “Sepertinya pita suaraku kembali bermasalah.”

Manager hyung sudah tahu maksud Kyuhyun tersebut. “Kenapa kau tidak bilang dari pertama merasa sakit. Bisa jadi radang pita suaramu kembali kambuh Kyu.” Kyuhyun menundukan kepalanya merasa bersalah. “Tapi jika aku bilang semua jadwal yang sudah tersusun akan berantakan.”

Manager hyung menggelengkan kepalanya dan menatap Kyuhyun lembut. “Saat ini yang paling penting adalah kesehatanmu. Bagaimana nasibku nanti jika hyungdeul-mu tahu bahwa kau sebenarnya sakit.”

“Ta..ta..” Kyuhyun tercekat, memegang lehernya. Anehnya dia sudah berusaha untuk bersuara, namun tidak ada yang keluar. Manager hyung yang paning langsung berusaha menyadarkan Kyuhyun. “Kyuhyunnie gwenchana?”

Kepala Kyuhyun mendadak merasa sakit. Setelah tenggorokannya sakit sekarang berpindah pada kepalanya. Dengan sekuat tenaga Kyuhyun mencoba mengeluarkan suara. “S-suaraku…”

“Sebaiknya kau berkonsultasi dengan dokter.” Manager hyung langsung to the point mengungkapkan pendapatnya. Dirinya berfirasat bahwa radang pita suara Kyuhyun kali ini lebih parah dari sebelumya. Kyuhyun sendiri hanya bisa mengangguk pasrah kala sang Manager menatapnya dengan tegas.

.

.

.

.

.

 

 

 

 

 

 

 

Super Junior Dorm

 

Kyuhyun memasuki dorm dengan wajah pucatnya. Jujur dia sangat lemas, setiap hari harus melaksanakan jadwal tanpa bisa beristirahat. Manager hyung sendiri sudah pulang duluan ke apartemen miliknya karena masih memiliki urusan yang harus dirinya selesaikan. Mendudukan diri di sofa yang ada di dalam dorm dengan menyandarkan kepalanya. Berusaha mencoba mencari posisi yang nyaman untuk mengistirahatkan diri.

 

Rambut itu basah, handuk kecilnya terus mengeringkan rambut yang telah dikeramas tadi. Wangi khas shampoo yang selalu digunakannya tercium dan membuat kedua mata seseorang yang duduk itu terbuka. Wanginya begitu tercium sampai mungkin seseorang yang tidur juga bisa terbangun.

Menatap seseorang yang kini sudah duduk dekat dengan dirinya. Sembari menyimpan handuknya, seseorang itu kemudian meminum air putih yang telah dirinya sediakan. Kemudian membalas tersenyum orang yang memandangnya tanpa beralih.

 

Kyuhyun menatap hyung-nya sekilas dan kemudian memalingkan wajahnya. “Kapan hyung kemari?” Mengerti nada ketus yang dikeluarkan oleh magnae-nya itu. “Sebelum hari enlist, hyung ingin menghabiskan waktu bersama kalian.”

“Oh begitu. Sebentar lagi hyungdeul lain juga pulang.” Kyuhyun belum mau memandang wajah hyung mungilnya itu, Ryeowook tersenyum dan mengelus pundak Kyuhyun. “Hanya dua tahun, kau juga tidak akan kesepian, masih ada hyungdeul lain yang bersamamu.”

Kyuhyun akhirnya berani menatap wajah hyung-nya ini. “Tapi rasanya berbeda.” Rupanya hyungdeul lain sudah tiba, dan salah satu dari mereka, yaitu Heechul mengacak rambut Kyuhyun dengan gemas. “Apanya yang berbeda magnae?”

Ryeowook sumringah saat melihat saudaranya yang lain sudah tiba. “Dia merajuk.” Kemudian Ryeowook merapatkan dirinya lebih dekat dengan Kyuhyun. “Tak ada yang berbeda karena mereka juga menyayangimu Kyuhyunnie.”

“Tapi waktu mereka tidak bisa menghabiskan waktu denganku banyak.” Kyuhyun menunduk lesu. Yesung ikut duduk disamping Kyuhyun. “Jika itu untuk magnae, kami bisa meminta libur untuk menemaninya.”

Kangin melihat mereka seperti formasi Super Junior K.R.Y yang memang sengaja. “Ya! Apa kalian sengaja hanya duduk sebagai sub unit Super Junior K.R.Y?” Kemudian langsung mengambil posisi duduk diantara mereka berdua.

“Yak Yongwoon-ah, kau benar-benar kekanakan.” Heechul mencibir karena kelakuan Kangin, tapi dia juga malah ikut melakukannya.

Leeteuk tersenyum dan mendekati dongsaengdeul-nya. Mata miliknya menatap dalam mata milik magnae-nya. Disana ada perasaan sedih yang jelas terlihat. “Kyuhyunnie kau sakit?” Ryeowook yang tadi pertama bertemu Kyuhyun langsung menatap wajah dongsaeng-nya. “Kenapa aku tidak menyadari wajahmu yang pucat?”

“Kyuhyunnie katakan pada kami apa yang sakit?” Yesung bertanya lembut. Kyuhyun memandang mereka dengan takut. “Pita suaraku.”

Leeteuk hanya bisa menghela nafasnya. “Sudah kukira pasti akan begini, berapa lama kau merasa sakit?” Kyuhyun memundurkan badanya. “Hanya baru-baru ini.”

Heechul menggelengkan kepalanya tahu mengenai gelagat sang dongsaeng. “Kau berbohong. Katakan dengan jujur sudah berapa lama dan separah apa?” Kangin juga ikut menambahkan. “Kami akan sangat sedih jika kau tidak menjawabnya dengan jujur.”

Kyuhyun akhirnya memantapkan diri untuk berkata jujur pada semua hyung-nya. “Sudah hampir dua minggu.” Leeteuk memejamkan matanya sejenak. “Manager hyung juga tadi bilang bahwa suaramu tadi sempat hilang?”

Nde. Tenggorokanku sangat sakit. Hampir sepuluh menit tadi aku tidak bisa bersuara dan sebenarnya sampai sekarang kepalaku sakit hyung.” Kyuhyun semakin menundukan kepalanya, menyadari pasti semua hyungdeul sangat kecewa karena ketidak jujurannya.

Ryeowoook tersenyum dan mengulas senyum dengan sang magnae yang tidak mau membuat khawatir hyungdeul-nya itu. “Istirahatlah. Kami tak marah karena kau sudah jujur, sebaiknya besok kau ke rumah sakit.”

Kangin menghembuskan nafasnya kasar. “Sayangnya jadwal sangat padat dan kita tidak bisa menemani Kyuhyunnie.” Namun kekecewaan mereka terbalas dengan kalimat yang diucapkan Ryeowook. “Aku akan menemani Kyuhyunnie, karena semua jadwalku memang kosong.”

Leeteuk tersenyum mendengar penuturan Ryeowook meski sebenarnya dia juga sedih karena akan ditinggal Ryeowook untuk wajib militer. “Kami percayakan Kyuhyunnie padamu Wookie.”

Seorang namja berdiri diatas panggung yang begitu megah. Sorak sorai penonton begitu menggema di seisi ruangan pertunjukan itu. Cahaya berwarna blue shappire berkilauan menandakan bahwa mereka sangat menantikan penampilannya.

 

Namja itu tersenyum dan mulai mic yang sedari tadi memang ada dalam genggamannya. Tapi semua menjadi sunyi saat suaranya tidak terdengar sama sekali. Bisik-bisik mengenai hal itu terdengar jelas dari semua orang yang ada disana. Mereka terheran music terus berjalan namun suara sang penyanyi sama sekali tidak keluar.

 

Tim audio mengecek, tetapi semua peralatan mereka berjalan dengan baik. Namja itu memandang semua orang yang ada disana dengan perasaan takut. Suaranya sama sekali tidak keluar meskipun telah berteriak. Teriakannya yang dia keluarkan malah sangatlah keras tapi tetap saja taka da suara yang keluar.

 

Namja itu jatuh terduduk diatas panggung. Memandang semua sudut. Menyaksikan semua orang yang memandangnya dengan tatapan penuh tanya. Tenggorokannya tercekat tidak bisa mengeluarkan suara. Pita suaranya seakan terputus. Kepalanya mendadak sakit dan pandangannya gelap seketika.

.

.

.

.

.

“ARGHHHHHHHHHH”

 

Suara teriakan itu langsung membuat semua orang yang baru saja bangun berlari menuju kamar seseorang. Takut-takut terjadi sesuatu dengan salah satu saudara mereka. Bukan rahasia lagi bahwa dongsaeng bungsu mereka malam tadi mengalami demam yang tinggi. Sehingga mereka harus silih berganti sang dongsaeng. Namun setelah dikira sudah tenang sang dongsaeng sekarang sepertinya mengalami mimpi buruk.

Selimut itu tidak lagi berada di atas tempat tidurnya. Menampakan seseorang dengan wajah pucat dan keringat dingin yang bercucuran. Matanya memerah karena ketakutan. Takut bahwa hal yang tadi dialaminya memang benar kenyataan.

 

Leeteuk sebagai hyung tertua mulai mendekati namja yang masih tidak bergeming dari posisinya. Air mata namja itu langsung mengalir saat memandang wajah hyung-nya yang begitu lembut. Dengan cepat namja itu memeluk Leeteuk dengan sangat erat. Seakan-akan tidak mau ditinggalkan. Leeteuk dengan tenang mengelus punggung sang dongsaeng berusaha agar meredakan tangisan dari magnae.

 

Hyungdeul lain menatap hal tersebut dengan pandangan sedih. Sudah bukan rahasia lagi bahwa jadwal magnae mereka itu lebih padat dibandingkan yang lainnya. Sehingga kelelahannya lebih terasa dan menimbulkan efek stress yang sangat mempengaruhi pada yang melakukannya. Setelah dirasa tenang, Leeteuk melepaskan pelukannya.

 

Leeteuk meraba kening Kyuhyun dengan lembut. Saat ini dia memang harus sangat berhati-hati. “Badanmu tambah panas.” Ryeowook duduk disamping Kyuhyun dan mengelus bahunya. “Hyung sudah siap. Mari kita ke rumah sakit sekarang.”

Heechul mencoba menahan kekhawatirannya walau gurat diwajahnya malah menunjukannya dengan jelas. “Kau membuat kami ketakutan magnae.” Kyuhyun menunduk dengan matanya yang kembali berkaca-kaca. “M-mian…

Yesung mengernyit kala mendengar suara Kyuhyun yang semakin tidak jelas itu. “Kyuhyunnie ini benar-benar harus segera diobati.”

Kangin bertanya dengan lembut. “Apa yang membuatmu sampai ketakutan begitu?” Kyuhyun mengigit bibirnya dalam. Rasanya mimpi itu seperti sebuah kenyataan. Ditengah sakit nya Kyuhyun masih berusaha menjawab. “A..aku kehilangan suaraku.”

“Maka dari itu cepatlah ke rumah sakit Kim Kyu!” Heechul sangat khawatir mendengar kalimat Kyuhyun. Leeteuk tersenyum maklum dengan kekhawatiran yang diberikan oleh Heechul itu. “Makanlah, cuci mukamu dan kemudian pergi ke rumah sakit.”

Yesung memberikan semangat kepada Kyuhyun. “Semangatlah. Hyung yakin kau akan segera sembuh!” Ryeowook menganggukan kalimat Yesung tersebut. “Dan suara indahmu pasti kembali.”

Leeteuk bersyukur karena meski tidak mempunyai hubungan darah mereka bisa menyayangi satu sama lain layaknya saudara kandung. “Untuk perusahaan sebelum pergi, hyung akan berbicara dulu dengan Sajangnim mengenai keadaanmu.”

M-mian… aku merepotkan kalian lagi.” Kyuhyun menundukan kepalanya, terselip rasa bersalah karena lagi membuat para hyung-nya khawatir. Kangin memberikan semangatnya. “Aish Hyun-ah kau tidak biasanya.”

Heechul juga ikut menambahkan. “Seorang evil magnae menyesal sungguh menyeramkan.” Kyuhyun sontak tersenyum dengan kalimat Heechul.

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan wajah. Di ruang keluarga, para hyung yang lain sedang menunggunya untuk melakukan sarapan. Meski dengan langkah yang sangat gontai karena kepalanya yang sangat sakit Kyuhyun sedikit demi sedikit berjalan dan bersiap diri tidak mau membuat hyungdeul-nya semakin lama menunggu dan semakin khawatir dengan keadaannya.

 

Saat akan menuruni tangga, entah mengapa pandangan Kyuhyun terasa kabur. Namun dirinya berusaha untuk menggeleng dan membuat pandangannya menjadi normal. Tapi pandangannya malah semakin kabur dan tidak jelas. Kepalanya mendadak sangat sakit. Dirinya menggapai tembok untuk membantunya turun.

 

Semakin lama rasa sakit itu semakin menjadi di kepalanya. Kyuhyun berusaha memanggil hyungdeul yang masih belum menyadari keberadaannya. Namun air matanya langsung mengalir kala suara itu tidak bisa dikeluarkannya. Tenggorokannya sangat sakit, hingga pandangannya semakin mengabur dan gelap. Bila saja Leeteuk tidak sigap, mungkin saja tubuh Kyuhyun sudah terbanting dari atas hingga ke bawah. Semua hyung lain langsung panik dan ikut membantu Leeteuk yang sedang membawa Kyuhyun. Kemudian tanpa berpikir lagi mereka langsung membawa Kyuhyun menuju rumah sakit.

 

Seoul International Hospital

 

Putih…..hanya sebuah cahaya lampu yang dirinya bisa lihat pertama kali. Silaunya cahaya lampu menyadarkan dirinya alasan mengapa sampai bisa dirinya sampai disini. Senyum sendu disunggingkannya. Lagi-lagi dia melakukan hal-hal yang membuat semua hyungdeul-nya khawatir. Bau ini adalah bau yang sangat tidak ingin lagi dia kunjungi semenjak kecelakaan tahun 2007 lalu.

 

Memandang lengan kirinya. Disana terlingkar jarum infus. Keadaannya sangat parah. Itulah yang bisa dirinya simpulkan sekarang. Dengan perlahan dia mencoba memegangi lehernya atau tenggorokannya yang tadi begitu terasa sakit.

 

Seorang dokter ber-nametage Jaehyun melambaikan tangannya ke depan wajah miliknya. “Kyuhyun-ssi. Kau bisa mendengarku? Jika bisa tolong jawab?” Kyuhyun memandang sang dokter dengan tidak bergeming. Mulutnya membentuk sesuatu seperti sebuah kata-kata, rasanya sakit. “U…ui…sanim.”

Sang dokter atau Jaehyun memandang Kyuhyun dengan lembut. “Jika masih sakit jangan terlalu memaksakan dirimu untuk berbicara.” Kyuhyun mengangguk pelan. “Hyung…”

“Tadi semua ada. Tapi empat yang lain pergi karena jadwal. Dan hanya ada Ryeowook-ssi diluar.” Jaehyun memberikan jawabannya dengan amat ramah.

Kyuhyun memandang sang dokter tersebut sebentar. “Ah….. Wookie hyung.” Setelah mengecek cairan infus Kyuhyun Jaehyun kembali berbicara. “Istirahatlah dulu satu jam lagi kau akan melakukan pemeriksaan.”

Arrasseo uisa.” Kyuhyun kembali memejamkan matanya dan tertidur. Dia memang perlu banyak istirahat.

 

Ryeowook langsung bangun dari duduknya saat melihat Jaehyun sudah keluar dari kamar rawat sang dongsaeng. Jelas sekali dia masih sangat khawatir karena pingsannya Kyuhyun tadi di dorm pagi tadi. Terlebih sudah sangat lama Kyuhyun tidak pernah lagi mengalami hal ini setelah kecelakaan itu.

Jaehyun tersenyum melihat gurat kekhawatiran yang tercetak jelas di wajah hyung Kyuhyun tersebut. Dengan tersenyum Jaehyun mulai menjelaskan mengenai keadaan Kyuhyun.

Ryeowook berdiri setelah sebelumnya memberi hormat. “Bagaimana keadaan dongsaeng-ku?” Jaehyun tersenyum dan menjawab. “Baru saja Kyuhyun-ssi sadar. Keadaannya baik-baik saja. Sebentar lagi juga akan diadakan pemeriksaan untuk tenggorokannya.”

“Jaehyun uisa, radang pita suaranya tidak terlalu parah bukan?” Kembali Ryeowook bertanya. Karena dia harus bisa memastikan.

Jaehyun menatap Ryeowook sebentar dan mengedikan bahunya. “Well, kita belum bisa memastikan jika belum diadakan pemeriksaan.” Ryeowook hanya bisa menghela nafasnya mendengar hal tersebut. “Tapi sepengetahuanmu sebagai seorang dokter, mungkin sedikit bisa dijelaskan?”

“Jika sepengetahuan yang aku miliki, Kyuhyun-ssi terlalu memforsir suaranya. Jika 2-3 minggu Kyuhyun-ssi istirahat total dan mengobatinya maka dia sembuh.” Jaehyun menjelaskan mengenai apa yang dia ketahuinya kepada Ryeowook. Namun kalimat penjelasan Jaehyun belum selesai. “Tapi….”

Ryeowook langsung merasa dadanya bergemuruh saat Jaehyun mulai mengucapkan satu kata yang lazim tapi entah mengapa menjadi aneh sekarang. “Apa yang membuatmu mengeluarkan kata-kata itu uisanim?”

Jaehyun mengajak Ryeowook duduk untuk membuat rileks dirinya. Sebagai seorang dokter dia memang harus bisa mengatakan ini. “Diagnosa mengatakan ada sesuatu serius yang terjadi pada Kyuhyun-ssi.” Berhenti sejenak dan melanjutkan kembali kalimatnya. “Ada sebuah tumor yang bersarang pada pita suaranya, kita juga belum bisa memastikan apakah itu jinak atau ganas. Maka pertama kita akan mengadakan pemeriksaan laringoskopi kepada Kyuhyun-ssi. Jika jinak 2-3 minggu Kyuhyun-ssi suara Kyuhyun-ssi sudah kembali dan sembuh. Jika belum sembuh dari waktu yang ditentukan kita akan melakukan pemeriksaan kedua, yaitu berupa biopsi. Untuk mengetahui sudah stadium berapa kankernya.”

Mata milik Ryeowook menatap tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya dari sang dokter. “Maksud uisa, Kyuhyun mengalami kanker?” Jaehyun menutup matanya sejenak dan menganggukan kepalanya. “Kanker laring. Itu lebih tepatnya.”

Anniyo. Kyuhyun selama ini baik-baik saja. Dan sakit dia sekarang juga sakit biasa saja.” Ryeowook menggelengkan kepalanya tidak mau menerima jika hal buruk itu benar-benar terjadi.

Jaehyun tersenyum maklum dan mengelus pundak milik Ryeowook. “Kebanyakan pengidap kanker laring tidak menyadari gejalanya, maka dari itu kita harus mengobatinya dengan tepat. Ryeowook-ssi anda tenang saja, lagipula pemeriksaan belum diadakan jadi kita belum tahu pasti. Lagipula Tuhan lah yang akan menentukannya. Semoga Kyuhyun-ssi tidak seperti penjelasanku. Kau juga harus kuat.”

Ryeowook mengangguk meski dalam hatinya masih takut. “Arrasseo Jaehyun uisanim.”

 

 

Endoskopi. Kini dirinya tengah melakukan suatu kegiatan pemeriksaan yang memang berhubungan dengan sakit yang dideritanya kini. Mungkin lebih tepatnya disebut endoskopi dengan laringoskopi. Suatu zat diberikan oleh sang dokter agar pasien tidak merasa sakit ketika proses laringoskopi dilakukan.

 

Posisinya tegak menghadap dokter. Ada perasaan takut saat sang dokter mulai mengeluarkan alatnya. Namun Jaehyun memberikan kata-kata penenang agar dirinya rileks. Sebuah tabung dan fleksibel dengan kamera mini dan sangat ringan itu dimasukan Jaehyun ke dalam mulutnya lebih tepatnya ke arah belakang tenggorokan yang dimilikinya.

 

Secara seksama Jaehyun melihat pergerakan pita suara yang dirinya miliki. Kyuhyun sendiri hanya bisa memejamkan matanya agar tidak melihat proses yang menurut orang awam tersebut mungkin mengerikan. Jaehyun tersenyum dan mengambil kembali perlahan alat endoscope tersebut dari sang pasien. Kyuhyun memang sama sekali tidak merasakan sakit dari pertama alat tersebut dimasukan, berkeliling di sekitar tenggorokannya hingga benda tersebut keluar lagi dari mulutnya.

Mata mereka berdua langsung bertemu. Setelah melihat pasiennya sudah rileks, Jaehyun menyimpan alat endoscope tersebut kepada berkas miliknya. Kemudian mulai mengambil nafas untuk berbicara dengan sang pasien.

 

 

 

“Seperti dugaanku, kau memang terkena radang pita suara. Perbanyaklah minum air putih, istirahat total dan rajin minum obatmu.” Jaehyun memberikan penjelasannya dengan penuh ketenangan. Kyuhyun mengangguk saat ini dia tida berambisi untuk membantah perintah dokter.

Jaehyun menyeriuskan pandangannya menatap manik dalam milik Kyuhyun. “Kau tahu bukan setelah 2-3 minggu suaramu harus kembali normal?” Kyuhyun yang agak bingung hanya menjawab iya. “Nde uisa, kemudian?”

Jaehyun kembali menatap lebih dalam kedua bola mata milik Kyuhyun. “Kau tahu apa yang akan terjadi jika kau tidak sembuh dalam kurun waktu itu?” Kyuhyun semakin bingung dengan pertanyaan sang dokter. “Apa sesuatu yang menakutkan?”

“Kanker pita suara.” Jaehyun mengucapkannya dengan begitu singkat. Kyuhyun sendiri hanya bisa mematung setelah mendengar sang uisa berucap demikian.

Jaehyun sangat tahu hal apa yang menyebabkan sang pasien menjadi bungkam seketika. “Tapi kurasa dalam 2-3 minggu kau bisa sembuh dan prediksiku salah. Namun jika iya kita harus cepat mengobatinya karena masih awal.” Kyuhyun hanya memandang sang dokter dengan pandangan kosong, memikirkan bagaimana jika hal itu benar terjadi.

“Apa dengan menuruti semua perintahmu aku akan sembuh sesuai kurun waktu itu?” Jaehyun tersenyum dan mengangguk senang karena sang pasien kembali merespon. “80% adalah prediksi positif yang akan menyatakan nyata kau sembuh Kyuhyun-ssi.”

.

.

.

.

.

.

SM Entertainment Building

 

Leeteuk menatap jengah seseorang yang ada dihadapannya kini. Seandainya saja dia tidak bisa menahan diri dan tahu mengenai posisinya mungkin satu pukulan sudah dirinya layangkan pada seseorang yang ada dihadapannya ini. Tak akan ada yang pernah sanggup melawan kekuasaan dari sang pemilik perusahaan.

Ialah sang Petinggi SM yang begitu disegani oleh seluruh orang-orang yang terlibat di dalam perusahaan hiburan SM milik dirinya. Leeteuk mengira bahwa sang Petinggi SM mau mengerti dan mengiyakan apa yang menjadi keinginan mereka, namun nyatanya hal kebalikan lah yang terjadi. Tak akan pernah ada kata pengertian yang dirinya ucapkan sekalipun itu mempertaruhkan kehidupan seseorang.

 

Petinggi SM itu tersenyum penuh arti melihat raut muka salah satu anak asuhnya berubah menjadi merah padam. Tak perlu bertanya, dirinya sudah tahu bahwa Leeteuk saat ini benar-benar marah kepadanya. Hanya saja anak asuhnya itu mengerti dengan posisinya sehingga kemarahannya sama sekali tidak dapat dirinya luapkan.

 

Sebenarnya bila dikatakan Petinggi SM sendiri sudah lebih tahu lebih awal mengenai masalah salah satu artisnya. Hanya saja dia tak mau menanggapi dan mempermudah jawaban bahwa itu hanyalah berupa masalah sepele saja. Petinggi SM bangun dari duduknya dan kemudian berjalan mendekati Leeteuk secara perlahan.

 

“Jika tidak ada lagi yang ingin kau sampaikan keluarlah Jungsoo-ah.” Petinggi SM berbicara sembari menunjuk pintu yang ada di depannya. Leeteuk hanya bisa mengepalkan tangannya dan kembali merendah. “Kumohon Sajangnim. Kyuhyunnie saat ini benar-benar sakit, istirahat 2-3 minggu tidak akan berpengaruh.”

Petinggi SM menggeleng-gelengkan kepalanya dan kemudian tersenyum sinis. “Tidak berpengaruh katamu?” Leeteuk mengangguk dan tidak berani menatap sang Petinggi SM. “Lagipula boy group dan girl group lain yang baru sudah debut. Pendapatan SM juga meningkat.”

“Berani sekali kau mengatakan itu! Dan seharusnya kau tahu jika Kyuhyun vakum akan mempengaruhi pendapatan yang kau sebut meningkat itu!” Petinggi SM berbicara dengan nada yang begitu tinggi.

Leeteuk sungguh tak percaya dengan pimpinannya sekarang ini. “Aku rasa itu tidak akan terlalu berpengaruh.” Petinggi SM menatap Leeteuk dengan pandangan marahnya. “Kau pikir kau siapa hah?!”

 

“Kyuhyun bukan mesin uang! Drama musikal, Radio Star, jadwalnya yang lain yang hampir setiap hari tak pernah libur. Apa itu belum cukup?! Memberinya istirahat sejenak saja itu tak akan berpengaruh.” Kali ini Leeteuk tidak dapat lagi menahan emosinya. Melihat sang dongsaeng yang diperlakukan dengan tidak adil.

Petinggi SM menatap Leeteuk dengan penuh sinis. “Lalu apakah kau bisa mengganti mesin uang itu?! Kau sendiri sudah banyak penggemar yang meninggalkanmu.” Leeteuk menggigit bibir bawahnya berusaha agar kalimat kasar tidak lagi keluar dari mulutnya. “Yang bisa menggantinya bukan cuma aku, masih ada member Super Junior lain yang tersisa.”

“Baiklah 2-3 minggu kutunggu sampai dia sembuh. Sayang besok syuting Radio Star masih harus diselesaikan. Baru setelah itu dia bisa bed rest.” Kalimat persetujuan itu membuat Leeteuk bisa menghembuskan nafasnya lega. Namun kalimatnya tidak hanya berhenti disitu. “Jika 2-3 minggu dia belum sembuh dan tidak kembali dengan saham yang merosot. Aku akan mengakhiri kontrak Super Junior, dan juga kontrak dengan kalian pribadi.”

Leeteuk menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja dirinya dengar. “Sampai kapan…sampai kapan kau melakukannya dengan begini? Tak cukupkah dulu kau membuatnya menderita?” Petinggi SM tersebut membalikan badannya dan tidak lagi menghadap ke arah Leeteuk. “Sampai dia menyerah.”

‘DEG’ Jantung Leeteuk langsung berdebar mendengarnya. Orang dihadapannya ini memang bukan seorang pembunuh, tapi dia benar-benar sikopat yang bisa membunuh secara perlahan. Petinggi SM melangkah meninggalkan Leeteuk. “Karena kau tidak mau keluar, aku yang keluar. Dan satu lagi Jungsoo-ah selamatkanlah dia semampu yang kalian bisa. Karena sampai akhir akulah yang akan menang.”

Pintu tersebut langsung tertutup. Air mata Leeteuk tanpa dikomando langsung turun melewati pipinya.

.

To Be Continued

Fanfic ini aku tulis setelah mendengar kabar kurang membahagiakan dari uri magnae Cho Kyuhyun yang harus istirahat selama 2-3 minggu karena radang pita suara. Dan ternyata meski keliatan ringan penyakit itu bukan main-main. Bisa menimbulkan suatu yang lebih berbahaya lagi. Disini maafkan author ya jika malah memperpanjang deritanya Cho Kyu, eh read this ini hanya just fanfic.
DON’T BASH
DON’T BE SILENT READER
DON’T LIKE DON’T READ
KEEP REVIEW

3 Comments (+add yours?)

  1. fanatwiksparkyu
    Oct 07, 2016 @ 13:14:31

    ffiiiuuuhhhh akhirnya ff yg bertema brothership ttg kehidupan suju nungul lagi…gomawo authornim karya mu bener2 sangat menghibur…semoga cepet d lanjut

    Reply

  2. Jung Haerin
    Oct 09, 2016 @ 01:30:32

    Serius kah bisa separah itu????? 😢😢😢
    Ff mu membuat aku takut eonni….

    Reply

  3. leekhom
    Oct 09, 2016 @ 09:44:06

    Ajibbb hhh suka bgt ma ff kyk gini brothership apa lg nyangkut real life gituh jarang” yg mau bikin karna lbh ssh dari ff romance

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: