Secret Admirer

b

Secret Admirer

Nama author : Kang Haneul

Rating FF: PG-15

Genre: Romance, Happy Ending, Relationship, Friendzone,Love

Main Cast: Kang Haneul & Cho Kyuhyun

 

***

 

Haneul mengerang beberapa kali di atas ranjang ketika ia mendengar nada panggil ponselnya berdering keras. Gadis itu melengos tidak bergairah ketika melihat id si penelepon. Niatnya, ia ingin mengabaikan panggilan itu tetapi ponselnya tidak juga berhenti berdering dan semakin membuat dirinya kesal. Ia meraih ponselnya dan menempatkannya di telinga, sementara ia tetap bergelung di bawah selimutnya.

Ya![1] Cho Kyuhyun! Kau tahu jam berapa sekarang?” teriak Haneul sebelum ia mendengar sapaan dari ujung telepon.

“Gadis pemalas. Ayo bangun! Kita harus menyelesaikan misi kita!”

“Misi milikmu! Aish, cari orang lain saja.” Haneul hampir menutup teleponnya ketika ia mendegar suara helaan pria bernama Cho Kyuhyun itu. Gadis itu mendecak kecil kemudian membuang selimutnya dan mengubah posisinya menjadi terduduk di atas ranjang.

“Baiklah! Jemput aku setengah jam lagi dan ini terakhir kalinya aku mau membantumu mencari penggemar rahasia itu. Jangan harap aku mau–”

“Baiklah, Haneul ssi[2]! simpan ocehanmu sampai aku ada di rumahmu. Aku tutup teleponya.”

Haneul berdesis sambil menatap layar ponselnya saat Kyuhyun benar-benar mematikan panggilannya terlebih dahulu. Dasar pria penganggu, keluh Hanuel dalam hati. Sialnya, walaupun ia menyadari pria itu benar-benar menyebalkan, suka memerintah semaunya dan selalu menganggu tapi Haneul juga menyadari kalau ia membutuhkan pria itu. Haneul sudah menganggap Kyuhyun, teman satu universitasnya yang baru ia kenal beberapa bulan belakang adalah, seseorang yang sudah mengambil seluruh perhatian dan hatinya. Haneul tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya kepada Kyuhyun karena ia hanya ingin pria itu mengetahui kalau Haneul akan selalu di sampingnya. Kapanpun, dimanapun dalam keadaan apapun. Meskipun, Kyuhyun sudah bergonta-ganti kekasih untuk sekian kalinya, menerima begitu banyak surat cinta dari teman-teman di universitasnya tapi Haneul tetap berada disamping pria itu. Karena saat di samping Kyuhyun, Haneul bisa merasakan dirinya sendiri. Kyuhyun pernah mengatakan pada Haneul kalau gadis itu adalah proritasnya dan hanya dengan ucapan itu, Haneul sudah sangat senang.

Kali ini, tidak seperti biasanya, Kyuhyun begitu penasaran dengan surat cinta yang menurut pengakuan pria itu sendiri, tertempel di pintu loker universitasnya. Sebelum ini, Kyuhyun tidak pernah peduli akan surat-surat tersebut tapi entah mengapa saat ini pria itu terlihat begitu antusias untuk mencari siapa pengirim sebenarnya. Kyuhyun hanya mengatakan surat itu dari seseorang yang berinisial CK itu. Siapa pula itu CK?

Sebelum ia mendengar seruan Kyuhyun dari pintu rumahnya, Haneul cepat-cepat membuka lemari pakaiannya dan masuk kedalam kamar mandi.

+++

“Dasar wanita! Lama sekali,” keluh Kyuhyun dengan nada sengit ketika Haneul masuk kedalam mobilnya. Gadis itu hanya memutar kedua bola matanya tidak peduli sementara tangannya menarik sabuk pengaman dan memakainya. Seperti biasa, Kyuhyun akan membantu Haneul memakai sabuk pengamannya.

“Sudah syukur aku mau membantumu mencari si penggemar rahasia. Aish, ini menjijikan. Kenapa gadis si pengirim itu tidak memberikan suratnya secara langsung padamu lalu selesai.”

“Sudah siap? Kau ini berisik sekali. Kali ini aku akan membawamu ketempat yang menarik. Tenang saja,” Kyuhyun menekan pedal gasnya perlahan sambil melirik gadis di sebelahnya yang tampak mencibir. Bukannya merasa tersinggung, Kyuhyun malah tertawa kecil melihatnya.

“Selalu begitu. Nyatanya kau tidak pernah menemukan gadis rahasia ini. Oh! Sebenarnya darimana kau tahu tempat-tempat yang biasa gadis itu kunjungi? Sebenarnya, kau sudah tahu kan siapa gadis rahasia ini?” tanya Haneul curiga. Ia mendekatkan tubuhnya ke arah Kyuhyun sampai membuat pria itu menolehkan kepalanya.

“Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Kau tidak membaca suratnya? Ia menuliskan tempat-tempat dimana aku bisa menemukannya.”

“Kyuhyun ssi, aku sekedar mengingatkan. Kita sudah mencari gadis itu selama dua hari dan hasilnya nihil. Hari pertama, kita pergi ke toko buku dan perpustakaan. Kita tidak menemukan penggemar rahasiamu itu. Parahnya lagi, bukannya menemukan gadis itu, kita malah membeli buku di toko buku dan berjam-jam membaca buku di perpustakaan. Hari kedua, kita pergi ke tempat makan yang menurutmu gadis itu sedang berada disana. Akhirnya yang terjadi, kita malah makan berdua dan mengobrol dengan tidak jelas,” jelas Haneul sambil menggerakkan kedua tangannya seperti penjual yang sedang menjelaskan produk dagangannya. Kyuhyun hanya mengangguk kecil membenarkan.

“Aku juga tidak tahu. Aku tidak mengerti tapi aku begitu penasaran dengan gadis ini.”

Tch, semenjak kapan kau terlihat picisan seperti ini? Aku berpikir kalau gadis ini benar-benar hebat sampai bisa membuatmu berubah. Benar, kan?” tanya Haneul sembari melipat kedua tangannya didepan dada. Kyuhyun kembali mengangguk kemudian bergumam pelan, tetapi cukup terdengar jelas di telinga Haneul.

“Aku mungkin benar-benar sudah gila dengan gadis ini.”

Ucapan itu berhasil membuat mood Haneul memburuk. Sial.

 

+++

Setelah menempuh perjalanan yang menurut Haneul sangat lama, sampai membuat ia terus bertanya pada Kyuhyun kemana mereka akan pergi dan juga membuat Kyuhyun kesal karena harus terus menjawab pertanyaan yang sama, jadilah mereka di tempat ini, di sebuah gedung teater di pinggiran Seoul. Saat memasuki salah satu ruang teater yang ada di gedung itu, Haneul langsung saja berdecak kagum. Ia memutar pandangannya ke setiap sudut ruangan. Sebenarnya, ruang teater ini hanya ruang yang biasa digunakan untuk pertunjukan drama musical tapi karena saat ini adalah pertama kali bagi Haneul ke gedung teater, ia tidak bisa menjelaskan betapa senangnya gadis itu. Haneul melirik ke arah Kyuhyun yang berada disampingnya, yang sedang menatapnya dengan wajah bingung.

“Mengapa wajahmu seperti itu?” tanya Haneul ketus. Kyuhyun terlihat menahan tawanya lalu menepuk kening Haneul pelan.

“Kau tidak pernah ke tempat ini?”

“Tidak pernah.”

“Benar?”

Yak! Cho Kyuhyun apa maksudmu? Kau mau mengejekku karena ini kali pertama aku ke tempat ini?” Haneul hanya memincingkan matanya lalu berjalan mendahului Kyuhyun memasuki lebih jauh ruang teater.

Ruangan ini sepi. Tidak terlalu terang, hanya di terangi beberapa lampu berwarna kuning. Oh, tunggu sebentar, bukannya gedung teater seperti ini tidak bisa di kunjungi oleh orang yang tidak berkepentingan? Lalu, mengapa Kyuhyun mengajaknya ketempat ini? Haneul langsung saja menoleh ke arah belakang, mencoba bertanya pada Kyuhyun tapi pria itu tidak ada. Haneul mengedarkan pandangannya, mencari dimana Kyuhyun berada dan ia bisa bernafas lega ketika melihat Kyuhyun sedang berbicara dengan seorang pria berbalut jas di depan pintu ruangan. Siapa pria yang berbicara dengan Kyuhyun? Apa Kyuhyun mengenal salah satu dari pengurus gedung ini sehingga dirinya bisa leluasa ke tempat ini?

Haneul melipat kedua tangannya di depan dada. Ia yakin sekali ada sesuatu yang tidak benar. Haneul berpikir Kyuhyun meyembunyikan sesuatu darinya dan gadis itu sangat tidak suka menebak-nebak. Ia mengetuk-ngetukkan ujung sepatu ketsnya di atas lantai, sementara ia menunggu Kyuhyun sampai kembali menemuinya.

“Jadi, bisa jelaskan apa yang sedang kau sembunyikan?” tanya Haneul ketika Kyuhyun sudah berada di depannya. Pria itu hanya mencibir lalu menarik tangan Haneul dan menyuruh gadis itu untuk duduk di kursi bagian depan dekat panggung pertunjukan.

Ketika Haneul hendak membuka suaranya untuk kembali bertanya, Kyuhyun hanya melotot seperti memberi tanda agar gadis itu menutup mulutnya.Haneul hanya bisa mencibir dan semakin bertanya ketika Kyuhyun berjalan ke atas panggung. Pria itu berdiri di atas panggung seorang diri dan tiba-tiba saja semua lampu padam. Oke, sekarang, Haneul benar-benar kesal. Apa-apaan Kyuhyun ini?

Haneul sudah berdiri dari duduknya dan hampir saja melangkahkan kakinya ketika sebuah lampu menyala dan langsung menyorot ke arah Kyuhyun yang berada di tengah panggung.

“Haneul ssi, silahkan duduk,” kata Kyuhyun datar. Haneul menurut dan kembali ke tempat duduknya.

“Aku yakin pria ini sudah gila karena tidak menemukan penggemar rahasianya,” desis Haneul pelan. Matanya masih berfokus pada Kyuhyun yang entah mengapa tidak melakukan apapun. Pria itu hanya berdiri dan menatap ke depan dengan wajah datar.

“Haneul ssi, kau bisa berpindah tempat duduk menjadi di depanku?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk salah satu kursi yang memang sejajar dengan tempat Kyuhyun berdiri saat ini. Lagi, Haneul hanya menurut tanpa mau repot bertanya apa yang akan Kyuhyun lakukan. Ini tentu saja karena Haneul masih menganggap Kyuhyun sudah dalam tahap depresi karena tidak menemukan penggemar rahasianya.

“Aku tidak tahu apa kau suka hal ini. Tapi, aku ingin kau suka karena aku sudah menyiapkannya dengan susah payah.”

Haneul mengerutkan keningnya tidak mengerti. Dasar Pria depresi.

Tiba-tiba saja, tiga orang pria dan dua wanita masuk keatas panggung dengan masing masing orang membawa alat musik. Dua orang diantaranya membawa gitar, satu orang membawa saxophone dan dua orang lagi membawa biola. Lalu, Kyuhyun berjalan ke arah piano yang berada di pinggir panggung.

“Haneul ssi, dengarkan baik-baik. Jangan berharap aku mau mengulangnya,” suara Kyuhyun terdengar begitu jelas di telinga Haneul. Peristiwa yang selanjutnya terjadi, Haneul hanya bisa membulatkan matanya ketika semua alat musik itu dimainkan menjadi sebuah lagu kesukaannya, juga ditambah suara Kyuhyun yang menggema mengisi alunan musik. Haneul sampai menahan nafasnya ketika ia berpikir dirinya sedang berada disebuah acara musik terkenal.

 

It always appeared before me
Your face, I remember
My heart that stopped short
You spitefully took my disfunctional heart
And with your bright smile
That’s how you easily opened my heart

It’s true, that is how I became your man
All my unpleasant memories, I no longer recall
Because the hand that holds me tight
is as warm as spring

And now like a dream my heart
has gradually stopped by your side
Without awakening for a single moment,
I dream an endless dream

And now like breathing,
if you were to always rest by my side
if you were to always remain this way
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you

 

(Terjemahan lagu Nothing Better)

 

 

Alunan suara merdu saxophone, gesekan senar biola, accoustic dari gitar, dentingan piano dan suara Kyuhyun yang lembut menggema langsung di dalam telinganya, menyerap dengan sempurna di otaknya, berputar tanpa jeda di hatinya. Ini membuat Haneul menutup matanya dan merasakan kalau ia juga sedang menyanyikan lagu yang sama. Ketika, alunan biola terdengar mengecil dan pertunjukan berhenti, Haneul langsung saja berdiri dan bertepuk tangan. Semua orang yang berada di atas panggung itu hanya membungkukkan badannya sejenak lalu pergi menuruni panggung dan menghilang di balik pintu, meninggalkan Kyuhyun di atas panggung dan Haneul yang kebingungan.

“Kyuhyun ssi, sedang apa kau disana? sudah selesai pertunjukannya?” teriak Haneul dengan nada tinggi, kakinya melangkah menuju Kyuhyun yang masih duduk di belakang piano. Saat ia berada di samping pria itu, Haneul bisa melihat mata coklat Kyuhyun dengan sangat jelas saat pria itu mendongakkan kepala untuk menatapnya. Haneul memundurkan tubuhnya ketika merasakan tatapan Kyuhyun yang aneh. Sebelumnya, pria itu tidak pernah menatapnya seintim ini, seperti tatapan Kyuhyun yang langsung menusuk ke dalam manik matanya.

“Dasar gadis bodoh,” gumam Kyuhyun pelan tetapi cukup terdengar di telinga Haneul. Gadis itu hendak mengeluarkan semua caciannya ketika Kyuhyun berdiri mendekat ke arahnya, menarik lengannya dan semakin membuat mereka berdekatan.

“Lagu ini untukmu, Haneul ssi.”

“Tunggu! Jangan gila. Aku tahu kau depresi karena tidak menemukan penggemar rahasiamu tapi aku mohon jangan gila,” kata Haneul dengan nada sedikit frustasi.

Ish, aku yakin hal ini akan terjadi. Kau ini terlalu bodoh, kau tahu tidak? Surat yang kau baca, yang aku katakan dari penggemar rahasiaku itu semua hanya kebohongan. Kakakku yang menulisnya,” jelas Kyuhyun dengan suara seperti orang yang sedang menahan kesal. Haneul terlihat mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Hari apa sekarang? Benar kau tidak gila?” pertanyaan polos Haneul membuat Kyuhyun berseru dengan suara lantang, sampai membuat gadis itu menutup kedua telinganya.

Yak! Kang Haneul!”

Ish! Aku tidak mengerti. Jadi, selama ini penggemar rahasiamu adalah kakakmu sendiri?”

Kyuhyun terlihat menghela nafas beberapa kali sebelum memulai bicara. “Surat itu adalah bagian dari rencanaku. Aku membuat rencana ini dan menyuruh kakakku untuk menulis surat, seakan-akan aku mendapatkan surat dari penggemar rahasia. Aku hanya ingin mengajakmu ketempat-tempat yang kau sukai. Aku tentu saja tidak ingin mengajakmu ke tempat yang kau sukai tanpa alasan yang tidak jelas jadi aku membuat surat ini hanya sebagai alasan. Kau mengerti sekarang?”

“Sedikit.”

“Intinya saja. Aku mencintaimu.”

Haneul dengan cepat terkesikap. Cho Kyuhyun? Mengatakan ‘aku mencintaimu’? Apa pria ini benar-benar tidak gila?

“Aku sedang tidak bercanda dan tentu saja tidak depresi,” kata Kyuhyun datar seperti bisa membaca pertanyaan yang sedang berputar di kepala Haneul.

“Aku akan menjelaskannya. Jadi, dengarkan dengan baik,” lanjut Kyuhyun.

Haneul mengangguk bersemangat dan Kyuhyun lagi-lagi menghela nafas panjang.

“Aku membuat surat ini dengan sengaja karena aku hanya menebak tempat-tempat yang kau sukai. Aku tidak bisa menebak tempat apa saja yang kau sukai jadi aku mulai bertanya pada teman-temanmu. Aku hanya ingin semakin meyakini diriku sendiri kalau aku tidak salah memilih dirimu. Aku hanya ingin–”

“Jadi, kau pikir aku ini orang yang salah? Maksudmu?”

“Jangan potong ucapanku!”

“Baiklah.”

“Sampai mana aku tadi? oh, Aku hanya ingin kau nyaman disaat kau bersamaku. Aku ingin mengerti semua hal tentangmu dan tentang gadis penggemar rahasia itu sama sekali tidak ada. Kau mengerti?”

“Intinya kau ingin mengetahui apa yang hal aku suka atau tidak? Mengapa tidak langsung bertanya padaku?” tanya Haneul sambil memajukan wajahnya mendekat ke wajah Kyuhyun. Pria itu hanya melengos dan menjauhkan wajah Haneul dengan telunjuknya.

“Jangan mendekatkan wajahmu padaku atau kau mau aku cium?”

Yak! Cho Kyuhyun!”

“Oleh karena itu berhentilah bertanya dan jawab saja tentang pernyataanku tadi.”

“Bagian mana yang harus aku jawab?”

“Tentang aku mengatakan kalau aku mencintaimu,” Kyuhyun mengatakannya dengan sangat terbata lalu membuang pandangannya ketika Haneul menatap ke arahnya sambil tersenyum.

Tanpa kata-kata yang terucap, Haneul langsung memeluk Kyuhyun sampai pria itu terdorong ke belakang. Haneul menyelipkan kedua tangannya di antar lengan dan tubuh Kyuhyun lalu mengaitkan kesepuluh jarinya di belakang punggung pria itu, seperti mengunci Kyuhyun untuk tidak pergi kemanapun.

“Sesungguhnya aku berharap seorang pria akan menyatakan perasaannya dengan romantis dan penuh penghayatan tapi aku sangat mengenal dirimu. Seperti ini saja sudah sangat membuatku senang. Terima kasih banyak, Kyuhyun. Terima kasih banyak,” bisik Haneul tepat di telinga Kyuhyun, sedangkan pria itu hanya tersenyum lalu membalas pelukan Haneul. Gadisnya saat ini.

“Ah, aku harap kau sering melakukan pertunjukan musik seperti tadi. Aku akan semakin mencintaimu, bagaimana?”

“Tidak bisa.”

Haneul melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun dengan raut wajah bingung.

Hei, aku menyewa tempat ini dengan susah payah dan juga memerlukan waktu yang lama,” sergah Kyuhyun.

“Kau bisa melakukannya di ruangan teater yang lain. Bagaimana?”

Haneul tampak meminta dengan wajah memohon tapi Kyuhyun tetap menggeleng dan kembali membuat Haneul memincingkan matanya. Kemudian, Kyuhyun kembali meraih Haneul kedalam dekapannya.

“Aku akan melakukannya nanti. Bukan di tempat ini. Di suatu tempat. Hanya ada kau dan aku. Kau senang sekarang?” tanya Kyuhyun. Haneul tidak menjawab dan hanya mengangguk dengan cepat.

“Oh, Apa aku boleh mengatakan sesuatu?” tanya Haneul sambil melepaskan pelukannya.

“Tentu saja.”

“Aku rasa, saat kau bernyanyi tadi, ada salah satu lirik yang salah. Karena yang kau nyanyikan adalah lagu yang aku suka jadi aku hafal betul liriknya. Ah, aku akan membantumu menghafal liriknya dan kau bisa kembali menyanyikannya. Bagaimana?”

Setelah Haneul menyelesaikan ucapannya, gadis itu bisa melihat wajah Kyuhyun yang memburam lalu dengan cepat pria itu pergi dari hadapannya.

“Lupakan saja kalau begitu!” kata Kyuhyun sebal. Haneul langsung saja mengejar Kyuhyun dan mengaitkan lengannnya di lengan pria itu. Gadis itu berusaha menyamakan langkah kaki Kyuhyun yang lebar dan menatap wajah pria itu dari samping.

“Kau maukan? Tadi itu sangat romantis. Lebih romantis kalau kau hafal liriknya. Bagaimana?” pinta Haneul terus menurus sampai mereka sudah kembali ke tempat Kyuhyun memarkirkan mobilnya. Kyuhyun membuka pintu depan mobil bagian penumpang dan menyuruh Haneul masuk. Kemudian, ia sendiri masuk ke bagian kemudi. Haneul masih memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun yang masuk ke dalam mobil.

“Kau maukan?” tanya Haneul lagi.

Kyuhyun menoleh dengan sangat cepat ke arah Haneul sebelum ia memutar kunci untuk menyalakan mesin mobil.

“Mungkin saja aku mau. Tapi, jauhkan kata romantis dari ucapanmu. Aku hampir gila mendengarnya.”

“Tunggu. Lalu mengapa kau menulis surat itu dengan inisial CK?” Haneul menoleh ke arah Kyuhyun yang mulai fokus mengemudikan mobilnya. Pria itu memincingkan matanya ke arah Haneul lalu menjawab pertanyaan gadisnya.

“Aku tidak tahu tapi kakakku yang membuatnya. Katanya CK itu Cho Kyuhyun dan Kang Haneul.”

Haneul tertawa terbahak lalu mengerling ke arah Kyuhyun. Ia mendekatkan dirinya ke arah Kyuhyun dalam keadaan menahan tawanya. Kemudian Haneul berkata, “Kau romantis.”

Ya! Kang Haneul! Jangan katakan itu!”

 

The End.

[1] hei
[2] Partikel untuk memanggil orang lain dengan hormat

1 Comment (+add yours?)

  1. ayumeilina
    Oct 13, 2016 @ 20:48:42

    Sukaaaaaaa bangett
    Enak banget ini FF di baca. Bahasanya ringan ngalirrr aja gitu pas di baca.
    Di tambah kelakuan Haneul sama Kyu super duper manis tapi agak bego2 dikit. Humornya juga dapet dan pas.
    Keren lah pokoknya.
    Semangat 😙 bikin lagi yak FF yg kaya gini 😙😙

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: