Rain and Umbrella

njk

Author:

Ilana Hawa

Judul:

[Serendepity] Rain and Umbrella

Cast:

Han jihyun | Lee Donghae | Cho Kyuhyun | Genre: Fluff | Lenght: Ficlet

**

Han Jihyun masih asyik dalam dunianya sendiri. Membaca buku ditemani secangkir coklat hangat dan pancake. Tak lupa cuaca hari ini yang memang tengah turun hujan. Jihyun mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela yang langsung menghadap ke arah jalan. Sudut bibirnya terangkat, memperlihatkan dimple miliknya yang membuanya terlihat jauh lebih cantik.

Gadis itu tersenyum melihat beberapa orang yang tengah berlarian menghalau hujan. Hujan, akan selalu jadi hal yang paling disukainya selain musim gugur. Setiap rintikannya entah mengapa selalu membuat Jihyun tenang dan nyaman. Waktu paling sempurna dalam hidupnya adalah saat musim gugur, di hari yang hujan, menikmati coklat hangat di atas tempat tidur sambil membaca buku dan mendengarkan musik.

Seharusnya Jihyun bisa menikmati waktu sempurnanya saat weekend seperti ini. Namun semua hanya angan semata saat Lee Donghae, seseorang yang paling di cintainya, memintanya bertemu di cafe. Dan lebih dari 20 menit pria itu belum menunjukan batang hidungnya.

“Ck, sampai kapan dia akan membuatku menunggu?” Gumam Jihyun sambil menopang dagu “Cepatlah…jangan biarkan hujan berhenti sebelum kau datang. Karena akan terasa berbeda jika menikmati suara hujan dengan kau di sampingku.”

Untuk sesaat Jihyun terlihat melamun. Masih menopang dagu, gadis itu sesekali menyeruput coklat hangatnya dan memakan sepotong pancake. Bibirnya lagi-lagi tersenyum, manakala pikirannya kini penuh dengan moment bersama Donghae yang selalu penuh gelak tawa.

Lamunan Jihyun sedikit terusik saat ponsel putihnya bergetar di atas meja. Lidahnya berdecak melihat nama Donghae tertera di layar.

“20 menit 45 detik. Berapa lama lagi kau harus membuatku menunggu sayang?” Seru Jihyun to the point. Ia sedikit mengernyitkan alisnya saat mendengar erangan di ujung telepon “Kau kenapa? Donghae, kau sakit?”

“Heum. Aku sedikit tidak enak badan. Maaf aku tidak jadi datang. Tapi…kau bisa ke rumahku?”

Jihyun langsung memasukan buku juga kaca mata bacanya ke dalam tas, bahkan sebelum dia menjawab pertanyaan Donghae. Jatungnya berdegup tak karuan, mengetahui alasan kekasihnya itu tidak datang.

“Jihyun?”

“Tunggulah. Aku kesana sekarang.” Jihyun mematikan sambungan, mengeluarkan beberapa lembar uang dan beranjak dengan cepat ke pintu keluar. Namun langkahnya terhenti, menyadari hujan masih mengguyur kota Seoul.

“Bodoh! Aku tidak membawa payung. Bagaimana ini?” Jihyun tampak sangat gelisah berdiri di depan cafe. Mengeluarkan ponsel dan mencoba menghubungi Donghae yang justru kini ponselnya tidak aktif “Apa yang harus ku lakukan?”

“Ne Noona.”

Jihyun melirik ke arah seorang pria yang berdiri di sampingnya dan tengah menjawab telepon. Seperti melihat bongkahan emas, Jihyun amat sangat senang melihat pria yang tak di kenalnya sama sekali. Pasalnya pria dengan coat berwarna hitam itu terlihat menenteng sebuah payung berwarna biru. Dan bagi Jihyun, payung itu yang akan menjadi sang penyelamatnya untuk bisa bertemu dengan Donghae.

“Eo. Aku akan menemuimu sekarang Noona.”

Senyumnya menghilang, manakala dirinya melihat pria itu membuka payung dan bergegas meninggalkan cafe. Jihyun mempoutkan bibirnya, menyadari jika tak ada cara lain selain menunggu hujan reda yang entah kapan.

“Demi tuhan aku sangat mengkhawatirkanmu Donghae.” Jihyun bergumam pelan. Ia mendongak, memandang hujan yang masih saja lebat. Untuk sesaat dia tidak menyukai hujan, karena hujan membuatnya terhambat menemui Donghae.

Dan tepat saat itulah, Jihyun melihat pria bercoat hitam itu menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah cafe. Dengan kedua alis yang mengernyit, Jihyun memandang pria tersebut yang kembali berdiri disampingnya. Menutup payung, meletakannya di sudut dekat pintu kemudian melenggang masuk ke dalam cafe.

“Thanks God.” Jihyun tersenyum melihat sebuah payung yang di letakkan di sudut dekat pintu dan sepertinya tak di pakai lagi oleh pria itu. Tentu saja. Sang pemilik sedang berada di dalam cafe dan sibuk memainkan ponsel. Senyumnya kian merekah, mengingat payung ini yang akan menghalaunya dari hujan untuk menemui Donghae yang sedang sakit.

Dengan setengah berlari, Jihyun kembali masuk ke dalam cafe, menghampiri pria itu dan duduk di sebrang kursinya. Jihyun tersenyum melihat pria itu memandangnya heran bercampur tidak suka. Ya. Tidak akan ada yang tidak heran dan suka, melihat seseorang yang tak di kenali tiba-tiba saja duduk di depannya.

“Kau siapa? Kenapa…”

“Boleh ku pinjam payungmu?” Tanya Jihyun memotong ucapan pria tersebut. Tidak ada waktu untuk berbasa-basi di keaadaan mendesak seperti ini.

“Ne?”

“Payung yang kau letakkan di dekat pintu masuk. Boleh ku pinjam? Aku sangat membutuhkannya. Aku harus bertemu dengan kekasihku.”

Jihyun menghitung dalam hati. Ia menggigit bibirnya, melihat pria itu hanya diam memandangnya. Dan tanpa sadar, matanya pun menyusuri wajah yang memang terlihat tampan dengan mata bening, hidungnya yang lancip dan bibir yang…seksi?

Gadis itu mengulum senyumnya, menyadari ada pria tampan selain Donghae yang entah mengapa sedikit menarik perhatiannya.

“Bolehkah?” Lanjut Jihyun yang kembali pada kesadarannya.

Pria itu terlihat berpikir kemudian mengangguk dan kembali memainkan ponselnya. Tanpa sadar Jihyun menghela nafas panjang. Hatinya benar-benar lega sekarang.

“Terima kasih banyak. Namaku Han Jihyun. Aku akan mengembalikan payungmu jika kita bertemu lagi.”

Pria itu melirik sebentar, mengangguk pendek lalu kembali asyik dengan ponselnya. Sementara Jihyun, tak terlalu memperdulikan bagaimana sikap pria itu. Hatinya terlalu bahagia karena bisa secepatnya bertemu dengan Donghae.

Tanpa mengatakan apapun lagi, Jihyun beranjak pergi meninggalkan cafe. Mempercepat jalannya hingga akhirnya ia berlari menuju halte bus. Tanpa Jihyun tahu, sesaat setelah dirinya keluar dari cafe, pria bercoat hitam di dalam cafe itu terus memperhatikannya.

“Han…Jihyun?”

 

 

End

 

 

 

Desclaimer:

Annyeong^^#bow..ilana hawa bawa cerita baru^^ Kali ini aku mencoba bikin ff ficlet yang saling menyambung. Karena sedang di landa malas buat ff chapter, jadi di cut di bikin ficlet. Cerita ini murni hasil karyaku, tidak menjiplak siapapun. Sorry for typo yang mungkin masih terselip hehe selamat membaca^^

4 Comments (+add yours?)

  1. red
    Oct 20, 2016 @ 23:59:30

    Penasaran. Siapa sih si pria bercoat hitam itu. Heheh

    Reply

  2. ayumeilina
    Oct 21, 2016 @ 11:32:24

    Jadi ada kemungkinan cowok yang pake coat suka pada pandangan pertama sama Jihyun.

    Reply

  3. josephine azalia
    Oct 26, 2016 @ 21:50:59

    ada kemungkinan itu donghae yg menyamar lol

    Reply

  4. kylajenny
    Aug 06, 2017 @ 13:18:47

    Suka ff nya dan semua sequelnya. Semangat terus author hehehe

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: