The Charming Brondong

tumblr_o9azlparwr1shcqiqo1_1280

The Charming Brondong

Author : MissCaramelizo a.k.a Suzy Choi

Genre : Married life, hurt, little comedy | PG : 15 | Lenght : Oneshoot

Casts :    Cho Kyuhyun

                  Choi Mira

                  Cho Eunhyuk as Kyuhyun big brother

                  Kim Haneul

                  Choi Hana as Mira big sister

                  Kim Kimbum as Kyuhyun cousin

***

 

 

Author POV

Di malam hari yang purnamanya menyeruak menghiasi langit, nampak seorang yeoja masih dengan pakaian SMA dibonceng motor besar menuju kompleks perumahan elit. Rambutnya pendek, sengaja ia potong gaya laki-laki. Sepatu, tas, model baju, dan perawakannya benar-benar seperti laki-laki andai saja ia menggunakan celana bukan rok.

Yeoja itu akan pulang ke rumahnya, ralat –rumah orang tuanya. Setelah berpamitan dengan namchin backstreetnya, Cho Eunhyuk, ia memasuki rumah orang tuanya. Dan sudah bisa ia tebak, Appanya sudah stand by di depan pintu masuk.

“Sudah Appa bilang, jangan pacaran, apalagi backstreet. Arraseo Choi Mira?” bentak Choi Sinbi, appa Mira, saat melihat Mira memasuki rumah dengan senyum gak jelas diikuti sekelabat suara motor besar berlalu dari depan rumahnya.

“Ne, kamu itu masih SMA, malah pacar-pacaran, belajar dulu yang bener. Rangking kamu turun nih,” tambah Choi Hana, eonni-nya Mira.

“Tapi appa, namchin-ku baik kok. Dia yang menjagaku di sekolah, menggantikan appa,” sanggah Mira. Tak kan di biarkannya Cho Eunhyuk lepas dari genggamannya. Bisa-bisa Kim Haneul jingkrak-jingkrak kegirangan mengetahui fakta itu.

“Tidak tetap tidak Mira. Kamu sudah appa jodohkan dengan cucu teman kakekmu. Jangan khawatirkan jodohmu, kamu tidak akan appa biarkan jadi perawan tua.” tegas Choi Sinbi.

“Lalu calon suamiku kabur di hari pernikahan kami? Oh, Appa ingin kejadian Hana eonni menimpaku juga, eoh? Heran, kenapa keluarga itu tak berhenti ingin jadi keluarga kita, huh!” cerocos Mira dengan bibir ngedumel kesal.

‘PLAK..’

Tamparan keras itu diberikan oleh appanya sendiri. Sedang eonninya entah sudah sejak kapan tak lagi disitu.

Appa?” Mira menimpali dengan suara lemah, tak berdaya. Detik berlalu, yeoja itu kini sudah ada di jalanan malam kota Seoul. Ledakan hormon pubertas menjadi alasan kaburnya. Ia tak terima, benar tak bisa terima, Appanya menentang hubungannya.

Apa yang salah dari ucapannya tadi? Memang benar kan calon suami eonninya kabur sebelum pemberkatan karena mempelai yeoja yang dijodohkan dengannya kabur entah kemana. Hingga kini, Hana tak ingin dekat dengan lelaki manapun, dan memilih mengembangkan bisnis Appanya.

Dan menyebalkannya lagi, keluarga itu masih saja terus ingin menjadi besan dari keluarga Mira. Karena janji kakeknya dengan keluarga itu.

 

Mira POV

Sial, sungguh sial. Mungkin hari ini Dewi Fortuna sedang sibuk, hingga lupa memberi secercah keberuntungannya padaku. Siang tadi, aku baru saja mendapati fakta aku ada di urutan kedua nilai ujian kenaikan kelas di International Senior High School of Seoul Academy. Tebak nama siapa di tas namaku? Kim Haneul, musuh bebuyutanku.

Cho Eunhyuk, dia coba menghiburku dengan kencan di Lotte World, dan baru pulang saat matahari sudah bersembunyi di peraduannya. Appa jelas saja marah, dia menamparku karena lagi-lagi aku mengungkit masa lalu Hana eonni.

Berakhirlah aku disini, menyusuri trotoar jalan Seoul yang tak pernah sepi, entah mau kemana, ku biarkan kakiku ini melangkah dengan sendirinya.

‘BUK..’

Debum buku jatuh mengembalikanku pada kehidupan nyata. Itu jelas suara buku, buku apa bentuknya yang debumnya sekeras itu. Pasti orang yang kutabrak si cupu sangat kutu buku yang baru saja pulang les belajar.

“Hyak..! Neo? Kurang sial apa lagi aku hari ini coba, aish..” gerutuku sebal.

Noona, ambilkan bukuku, kau menjatuhkannya,” suara anak laki-laki menyahut.

Mwo? Neo.. Aish jinjja, arraseo,” aku tak ingin memperpanjang masalah, ku putuskan menunduk mengambil buku anak itu.

“Buku apa ini? Berat sekali, seribu halaman, eoh?” keluhku sambil memberi tepat pada telapak tangan anak itu.

Ige, puas? Aigoo, kamu murid SMP, eoh? Ku kira kamu baru mau ikut Ujian Nasional SD,” ledekku saat ternyata di buku itu tertulis kata SMP, sedangkan tinggi anak lelaki itu tak lebih dari ketiakku. Padahal aku di kelas sudah di sebut cebol, karena tinggiku tak lebih dari 156cm.

Gomawo, noona. Ah ye, buku ini 1234 halaman, kalau kau ingin tau,” ucap anak lelaki itu sambil berlalu. Dia tampak sangat mungil menerobos kerumuan orang-orang yang jauh lebih tinggi darinya.

 

..

 

Setelah berkeliling kota Seoul hingga tengah malam, aku memutuskan pulang. Tak tau ingin kabur ke mana. Jika aku ke rumah sahabatku, jangankan untuk menampung diriku, keluarganya saja harus bergiliran tidur di kamar. Ke rumah Eunhyuk, aku masih punya harga diri. Selama 3 bulan pacaran, aku tak pernah membiarkan Eunhyuk macam-macam. Padahal aku tau, kalau Eunhyuk itu badboy kelas kakap, dengan sekali kedip, yeoja di depannya dapat di pastikan sudah dalam keadaan naked. Tapi itu tak berlaku selama Eunhyuk pacaran denganku.

Dengan wajah tertunduk, aku berjalan terus tanpa memperdulikan sekitar, menuju kamarku. Dan tebak apa yang terjadi dengan kamarku. Kardus-kardus sudah berjajar rapi dengan lemari bajuku yang terbuka.

Eoh, wasseo? Appa kira kamu ngga bakal pulang, baru saja baju-bajumu akan appa sumbangkan ke panti asuhan,” tanya appa sarkatis padaku.

Appaaaaa~~…??” rengekku manja, dengan menampilkan aegyoku.

Aigoo, anak appa masih suka manja ya? Appa kira, Mira-ku sudah dewasa, sampai-sampai berani kabur dari rumah,” ucap appa sembari memelukku.

“Walau akhirnya balik lagi, aigoo. Kamu butuh pelajaran kabur, Mira-ya,” tambah Hana eonni.

Dan kami bertiga pun ketawa lepas bersama. Adakah yang lebih hangat dari sinar mentari di padi hari yang melelehkan embun? Ada. ‘Keluarga’ jawabku lantang, bila saja ada yang bertanya begitu.

 

..

 

Author POV

Choi Mira sudah duduk di bangkunya tepat sebelum bel masuk berbunyi. Semalam, ia mendapat kabar bahwa satu-satunya sahabat yang dia punya pindah sekolah. Karena keluarganya tak mampu lagi menyekolahkannya di sekolah yang sama dengan Mira itu lagi. Masalah ekonomi pemicunya. Jadi mulai hari ini hingga ia lulus nanti, sangsi kiranya bakal ada yang menajadi sahabatnya, ah setidaknya teman.

Terbukti sekarang, sejak dia memasuki ruang kelas, sorot mata tak suka sudah ia dapat dari teman sekelasnya. Orang-orang di kelasnya sudah ada di bawah ketek Haneul sejak kelas 1 SMA sudah memusuhinya dan berlanjut hingga mereka menginjak tahun kedua di sekolah ini. Tak ada alasan lain, selain peringkat pertama se-sekolahan, dan akhir-akhir ini bertambah karena lelaki yang di sukai Haneul malah pacaran dengan Mira.

“Hei, kau tau tidak, Mira itu sok jual mahal, bahkan sama pacarnya sendiri,”

“Oh ya? Kasihan Eunhyuk, dia dulunya badboy kelas kakap, dan sekarang, jangankan menyentuh yeoja lain, pacarnya sendiri pun tak bisa ia sentuh,”

“Auh, betapa malang nasib Eunhyuk, poor him,”

“Dia pasti tersiksa mental,”

“Bagaimana kalau kita yang menyentuhnya duluan? Hahaha..” celetuk salah satu dari gerombolan lelaki penggosip itu. Tak tahan dengan gunjingan itu, Mira melangkah menuju meja kumpulan lelaki itu, dan…

‘BAAAM’

Suara punggung yang mendarat pada lantai marmer begitu keras terdengar.Membuat yeoja itu menjadi pusat perhatian sekawanan orang-orang dikelasnya yang kini sudah mengerumuninya membentuk lingkaran.

“Kau ingin menyentuhku, eoh?” tanya Mira sakartis sambil meraba pelipis namja itu dengan ujung telunjuknya.

“Biarkan kepalan tanganku duluan yang menyentuhmu, ba-bo,” tepat pada kata terakhir, kepalan tangan itu sudah meninju rahang kiri namja itu. Dengan kesal, namja itu coba mendorong kebelakang Mira, alhasil, Mira berhasil terjengkang dengan salah satu kakinya hampir terkilir, andai ia tak sigap.

“Oh, kamu ingin kakiku juga meyentuh tubuhmu, eoh? Arraseo,” dan kaki Mira berhasil menendang tulang kering, di lanjut dengan hantaman keras pada selangkangan namja itu. Tanpa Mira sadari, ada salah seorang yang mengabadikan momen itu dalam video amatir.

 

..

..Tahun ke-3nya Mira di SMA..

..

 

Ada yang hilang dari derap langkah di sepanjang koridor dari aula itu, hampa. Langkah itu tanpa rasa, tidak pula dengan nada yang mengalun seirama. Mira, yeoja itu keluar dari ruang aula, bahkan sebelum acara penamatan anak kelas 3 selesai. Ya, waktu berjalan cepat, menggulirkan kisah-kisah yang kian berlalu. Tapi tidak pada kondisi Mira yang di drop out dari 10 besar peringkat tertinggi di sekolahnya, peraturan itu masih berlanjut bahkan sampai saat pengumuman peringkat di ujung tahun masa SMAnya.

Bullshit, dengan membanggakan orang tuanya.Hanya gara-gara tindakannya yang gegabah dan sering lost control, dia di cap sebagai siswi tak bermoral yang bertindak ala brandalan. Nilainya? Tak berpengaruh, meski brandal, tak pernah belajar, tapi dia tak pernah tidak mendapat nilai sempurna di semua mata pelajaran. IQ yeoja itu 158, sudah cukup menjadi alasan otaknya begitu encer.

Untuk apa kalau justru di depan banyak relasi bisnis appanya sekaligus orangtua murid di sini, tak melihatnya naik ke atas panggung sebagai 10 besar? Tak ada.

Di belakangya ada kaki lain yang melangkah lebar-lebar, mengikutinya. Cho Eunhyuk, namja dengan peringkat ke-3 dari belakang itu nampak santai, sama sekali tak terganggu dengan urusan peringkatnya. Melihat Mira sudah terduduk dengan menyandar pada tembok di dekat tama, langkahnya pun di perpendek. Berhenti tepat di depan Mira.

Gwenchana, chagi-ya~, uljima..” ucapnya sambil mengelus rambut pendek Mira.

Appa, mianhae, hiks~~” Mira tetap terisak. Eunhyuk coba menarik tangan Mira, meletakkannya di punggungnya, menuntun kepala Mira untuk bersandar tepat di dadanya. Tak ada penolakan dari Mira, yang dianggap Eunhyuk sebagai lampu hijau setelah lebih 2 tahun bersamanya, baru kali ini Mira melakukan skinship dengannya.

Uljima, Mira-ya. Ah, ya, 320 dikurang 3 itu berapa ya?” tanya Eunhyuk masih menepuk nepuk pelan punggung Mira.

“tiga..satu..tujuh,” jawab Mira dengan kepala masih di dada Eunhyuk membuat suaranya tertahan.

“Hahaha, itu peringkatku,” tawa renyah Eunhyuk membuatnya menampilkan gummy smilenya yang begitu cute. Eunhyuk menangkupkan telapak tangannya pada kedua pipi Mira, mencoba mendekatkan wajahnya pada Mira. Hingga napas keduanya berbenturan pada pipi masing-masing, Eunhyuk memiringkan kepalanya.

‘CUP’

Tak ada lagi jarak antara keduanya, bibir Eunhyuk sukses menempel pada bibir pulm Mira. Belum sempat melakukan pergerakan apapun, Mira tersadar akan posisinya. Dengan refleks ia langsung berdiri dan memalingkan wajahnya dari Eunhyuk.

Gomawo, aku sudah tidak sedih lagi. Keurigo, annyeong Eunhyuk-ah, ppai..ppai..” ucap Mira yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Eunhyuk. Setelah punggung Mira sudah tak nampak dari pandangannya, bibir itu menorehkan smirk, yang kelihatan sangat licik dan misterius.

 

..

 

Sedang di belahan dunia yang jauh dari Korea, Jerman, seorang anak laki-laki –yang masih terlalu belia untuk duduk di bangku SMP, melakukan presentasi atas penemuannya di bidang matematika. Bahasa yang digunakannya sangat sulit dimengerti oleh orang awam, tapi justru itulah yang mendapat stand applause seperti sekarang, sesaat setelah salam penutup di ucapkannya.

“Kyuhyun Cho, you’re awesome, I hope you become a winner on this competitin. Congratulation..” kata salah satu dewan juri.

Thankyou,” jawab Kyuhyun –anak laki-laki itu terkesan dingin. Tapi bagaimana lagi, memang itu wataknya. Ia menganut prinsip, speak less do more.

Dan benar saja, Kyuhyun berhasil membawa pulang piala yang tingginya melebihi tinggi badannya sendiri. Ketika Kyuhyun tiba di rumahnya, seorang namja yang baru saja merayakan kelulusan SMAnya sedang duduk santai di depan televisi.

Hyung, long time no see, how are you?” tanya Kyuhyun ceria.

I prefer not see you,” jawab Eunhyuk sinis.

 

Kyuhyun POV

Lagi-lagi Eunhyuk hyung sinis padaku, padahal kami saudara. Ya, meski hanya saudara tiri. Eomma kami beda. Eomma Eunhyuk hyung lahir di keluarga yang terpandang, sederajat lah dengan appa. Tidak dengan eommaku, yang hanya menajdi selir appa, lalu dibuang setelah lahir aku.

Kami satu appa, tapi terlalu banyak perbedaan diantara kami. Eunhyuk hyung tinggi –sangat sedangkan aku lebih sering disebut cebol olehnya. Eunhyuk hyung selalu peringkat terakhir di sekolahnya sedangkan aku selalu peringkat pertama. Eunhyuk hyung pintar sekali olahraga, sedangkan aku tidak.

Kalau masalah tinggi aku masih bisa mengelak dengan alasan aku belum puber padahal aku di bangku SMP. Tidak, bukan karena aku tidak normal. I’m totally normal. Tapi, aku lulus SD pada usia 10 tahun, SMP mengambil aksel, jadi di usiaku yang baru 12 tahun, aku sudah akan masuk SMA saat Eunhyuk hyung memasuki dunia perkuliahan.

Yeobseyo, Haneul-ah..”

“—“

Chukkaeyo, kamu peringkat satu lagi,”

“—“

“hahaha, kamu memang kreatif, dengan satu langkah brilian, titel sebagai peringkat satumu terjamin hingga akhir”

“—“

Aniya, untuk yeoja secantik dirimu, apa yang tidak? Mari ketemu di cafe remix jam 7 malam nanti ya,”

“—“

Aku mendengar seluruh percakapan Eunhyuk hyung dengan yeoja bernama Haneul itu. Eunhyuk hyung benar-benar bahagia kelihatannya. Tak berselang lama, layar intercomm kami menampilkan wajah yeoja yang pernah ku lihat 2 tahun silam. Aku hendak membukakan pintu untuknya. Ku dengar Eunhyuk hyung bergumam, “Sudah banting harga, eoh? Ciih..”

Annyeong chagiya, wasseo? Musun iriya?” tanya Eunhyuk hyung pada noona itu dengan eksprei sok bersahabat, padahal sebelumnya dia mengumpat.

Ani. Eunhyuk-ah, aku sempat berpikir bagaimana kalau aku tarik sahamku di perusahannya Haneul, apa kira-kira dia akan jera?” tanya noona itu yang kini sudah duduk bersandar di rangkulan Eunhyuk.

“Jangan gegabah, chagi. Ini hanya masalah peringkat, arraseo? Jangan sangkut pautkan dengan urusan bisnis, besar dampaknya loh,” sanggah Eunhyuk.

Geunyang, aku kesal sekali dengan Haneul, sejak kelas 2 SMA aku tidak pernah lagi merasakan peringkat 1, huh!” gerutu noona itu lagi.

Samchiman, Mira-ya, ku rasa kau harus pulang, ini sudah malam, nanti appamu marah lagi,” tawar Eunhyuk hyung yang langsung disetujui oleh Mira noona –itu yang ku tau. Ba..bo noona. Poor you..!

 

..

 

Hingga aku lulus SMA via akselerasi lagi –yang berarti Eunhyuk hyung semester 4 di universitas- Eunhyuk hyung masih terus saja bertemu dengan Haneul noona, dengan frekuensi yang ekstrim. Sehari mereka bisa bertemu 3-4 kali. Sedangkan Mira noona entah, sudah lama aku tak melihatnya. Tapi kabarnya, Eunhyuk tetap menjalin hubungan dengan Mira noona, meski LDR.

Masih segar di ingatanku yang super canggih ini, dia menahan tawanya melihatku yang bertubuh mungil ternyata murid SMP. Andai kami di pertemukan lagi, mungkin dia akan tercengang melihatku yang kini mulai memasuki dunia perkuliahan jurusan matematika bisnis tahun ini.

Aku tak sependek dulu, hormon pubertas memang luar biasa. Kini tinggiku 187 cm, dengan bahu lebar, dada bidang, suara bass, dan otot yang menonjol di tubuhku. Aku sangsi dia tak kan tercengang melihatku saat ini. Eunhyuk hyung, kalah jauh, tubuhku kini lebih tinggi darinya dan lebih tegap pula.

 

..

 

Selama kuliah, pesonaku tak pernah luntur, malah semakin bersinar, berkat kefasihanku memimpin organisasi kemahasiswaan. Terlebih, IP-ku yang tak pernah lari dari 4,00, dan tidak adanya huruf selain A dan A+ di raporku. Tak heran hanya dengan 3 tahun, aku menyelesaikan skripsiku dan langsung wisuda kelulusan S1.

Eunhyuk hyung 1 tahun lebih dulu dariku untuk memasuki dunia kerja, walau hanya di kantor appa. Tak ingin kalah, setelah lulus, aku juga mengikuti jejak hyung di kantor appa. Bedanya, Eunhyuk hyung langsung menempati posisi asisten manajer, aku memilih menjadi OB dan tukang fotokopi.

 

Author POV

Seorang yeoja memakai dress berwarna pastel memasuki kantor pusat PT.Cho Adversiting. Kulitnya begitu bersinar apalagi saat sinar matahari yang berhasil menembus kaca jendela pagi itu mengenai kulitnya, siap-siaplah kaca mata hitam.

Langkah anggunnya memasuki ruangan Ennhyuk, disana ada Eunhyuk dan Haneul yang menurut penglihatan Mira sedang ngobrol berdua, it’s okay.

“Mira-ya, long time no see,” sapa Haneul dan diangguki Mira.

“Selamat datang di Korea Selatan bu dokter,” sapa Eunhyuk sambil memeluk Mira.

Tak berlama-lama, Mira langsung saja memberikan pilihan tentang segala sesautu yang berhubungan dengan pernikahan, mulai dari gaun, tempat, konsep, dll. Eunhyuk yang awalnya ceria, mendadak jadi murung. Haneul juga, pertama kalinya dia merasa iba pada musuhnya yang sedang menjelasakan buku ditangannya dengan sangat excited.

Eotthe?” tanya Mira sebagai pemungkas.

“Em.. Mira-ya,” ucap Eunhyuk ragu.

“Begini. Ige otteokhae? Kami, aku dan Haneul, akan menikah 1 bulan lagi,” tegas Eunhyuk.

Mira mundur beberapa langkah hingga ia menemukan tembok untuk bersandar. Entah petir dari mana di pagi hari yang sangat cerah ini yang mampu menyedot energi pada kedua kakinya menjadi jeli untuk sekejap.

“Kalian.. Kau.. Haneul.. menikah? Jangan bercanda, huh, tidak lucu tau,” sangkal Mira dengan tertawa sumbang.

“Aku sudah megandung anak kami, sudah 1 bulan,” ucap Haneul tanpa babibu.

Tak ada pilihan lagi selain keluar dari ruangan mereka segera. Mira tak ingin mempermalukan dirinya dengan mengamuk di tempat kerja orang. Takdirnya begitu malang, pacarnya selingkuh dengan musuhnya. Tanpa meninggalkan tamparan atau bentakan apapun, Mira pergi.

 

Di sepanjang jalan menuju pintu keluar, mata itu sudah berkaca-kaca. Seorang namja mendekatinya, dia memakai seragam OB di kantor itu. Cho Kyuhyun, nama itu tertulis pada seragamnya, tapi sayang, Mira tak melihat itu.

Ige,” ucapnya mengulurkan tisu.

Nugu?” tanya Mira sambil meneliti tubuh namja ini dari atas sampai bawah.

Ah molla, gomawo ne,” pungkasnya sambil berjalan keluar.

 

..

 

Kyuhyun yang tiba di rumah terlebih dahulu, sudah siap dengan bogemannya untuk Eunhyuk. Dan benar saja, Eunhyuk tiba dengan muka yang berseri-seri, seperti tidak sadar akan kesalahannya.

‘BUGH’

Satu tinjunya mengenai rahang kiri Eunhyuk.

‘BUGH’

Satunya lagi mengenai perut Eunhyuk.

Tak terima atas perlakuan adiknya, Eunhyuk terlarut dalam permainan tinju-meninju ini. Hingga datanglah Cho Seunghan melerai anak-anaknya. Keduanya digelandang menuju ruang keluarga.

“Kalian ingat Kim Kimbum, sepupu kalian, yang kabur di hari pernikahannya dengan Choi Hana?” tanya appa mereka. Keduanya mengangguk.

“Kakek kalian dengan kakeknya pernah terikat perjanjian untuk menjadi besan. Berhubung mereka hanya punya 2 anak yeoja, dan salah satunya sudah menikah, maka tinggal satu yeoja lagi,”

Appa, aku tak bisa, aku sudah akan menikah dengan Haneul,”

“Kyuhyun eotthe? Dia hampir seumuranmu, meskipun dia noona, tapi kamu yang menyelesaikan sarjanamu lebih dulu. Choi Mira namanya,”

“Mira? Hyung, Mira mantan pacarmu?” tanya Kyuhyun buru-buru.

“Molla. Mantanku Choi Mira juga, anaknya PT. Hyunbi Tech, majayo, appa?”

Ne, kamu pernah pacaran dengannya, kenapa tidak bilang, eoh?”

“Mereka backstreet appa, lalu LDR, dan baru tadi pagi, Eunhyuk hyung memutuskan secara sepihak hubungan mereka. Arraseo appa, aku bersedia menikah dengan Choi Mira noona. Tapi izinkan aku ikut pendidikan kepolisian appa, aku ingin menjadi polisi.”

Keduanya kaget akan keputusan Kyuhyun, tapi tak bisa berbuat banyak, akhirnya mereka setuju. Setelah pernikahan Eunhyuk dan Haneul, Kyuhyun akan berangkat mengikuti pendidikan kepolisian selama 6 bulan.

 

..

 

Mira POV

Di saat teman-teman SMA kami mengirim rangkaian bunga ke pernikahan Eunhyuk, aku membawa kado spesial. Sebuah box, tempat tidur bayi super gede, hanya dibungkus plastik transparan bertuliskan “Hi, Mom and Dad, I’ll come to the world soon. Wait me less than 7 months”. Box bayi itu sengaja ku sejajarkan dengan rangkaian bunga-bunga ucapan selamat.

Dengan tersenyum puas, aku memasuki hotel tempat resepsi. Saat aku melenggang sendirian, tiba-tiba tanganku dirangkul oleh seorang namja tinggi.

“Kajja,” ucapnya tak membiarkanku mengajukan penolakan.

Sesampainya antrianku untuk menyalami kedua mempelai, ku lantangkan kata-kata pedasku, “eonni, dapat kado tuh, box bayi. Oh ya, box bayinya tadi bilang kalau bayinya akan cepet brojol. Hamil tuh kan 9 bulan ya, tapi kok box-nya tadi bilang, suruh nunggu kurang dari 7 bulan ya? UDAH TEK DUNG YA.??!!”

Dan tak mau berlama-lama lagi, ku salami keduanya dengan kilat, karena Haneul sudah kelihatan pucat menahan malu. Saat tiba di bawah panggung, benar saja, Haneul pingsan.

Ku keluarkan smirk ku, “Makanya ibu hamil gak usah berdiri lama-lama, kan—pfst…” belum selesai kalimatku, mulutku dibekap oleh namja tadi.

“HYAAAK… Dangsin nuguseyo? Khabayo..!

Shirreo,” jawab namja itu singkat. Sial, ngajak berantem nih.

Belum sempat mengeluarkan jurus-jurus pamungkasku, tanganku di gelandang ke tempat remang yang terpencil dari keramaian orang. Aku baru tau ada tempat seperti ini.

“Sepertinya bibirmu ini perlu diberi pelajaran, NOO..NA..!!”

Dan sepersekian detik bibir namja itu sudah menempel tepat di atas bibirku. Tanpa memberiku kesempatan untuk berpikir dimana aku pernah mendengar kata ‘Noona’ ini, bibirnya mulai melumat bibirku. Baru mulai menggerakkan bibirnya, aku tersedak.

Ya, amat memalukan. Ini ciuman pertamaku yang dengan lumatan. Aku noona-nya, dia dongsaeng alias brondongku, tapi malah aku yang keliatan amatir begini. Namja itu memberiku satu kecupan lagi.

Ige, puas? Aigoo, kamu jinjja noona, eoh? Ku kira kamu yeoja perawan amatir,” kata-kata namja itu seperti deja vu bagiku. Otakku bekerja keras mengingat dimana pernah mengalami kejadian yang serupa. Nihil. Otakku yang cerdas ini penuh dengan istilah-istilah medis yang dipelajarinya.

Nuguya? Nappeun neo,” ucapku lalu pergi meninggalkan pesta itu.

 

..

 

Sejak kissing di pesta itu, namja yang tak ku ketahui namanya ini, terus saja mengikutiku seperti anak ayam. Pergi ke bioskop, ke mall, bahkan meeting antar sesama dokter, dia ada di sampingku.

“Mira-ya, namchin-mu?” tanya salah satu rekan dokterku.

Aniya, dia dongsaengku. Aigoo, uri dongsaeng kyeowo~~” ucapku sambil mencubit pipinya. Ini pipi apa bisep ya, keras dan alot sekali.

Satu lagi saat di game zone, dia menembak dengan sempurna dan mendapat boneka Hello Kitty super gede. Sang pemilik sangat kagum, dan meminta kami berfoto bersama.

Agasshi, mitosnya kalau ada pasagan berfoto disini dengan boneka hadaihnya, pasangannya akan langgeng loh. Ah ya, namchinnya siapa namanya?” kata ahjusshi itu.

Ahjusshi, mian…” ucapku coba menyanggah ucapan ahjusshi itu, tapi terpotong oleh namja tadi.

“Cho Kyuhyun dan Choi Mira juseyo ahjusshi,” tambah Kyuhyun sambil tersenyum ramah.

 

..

 

Aku cengo melihat namja satu ini yang katanya bernama Kyuhyun. Setiap aku memandang suatu benda lebih dari 5 detik, maka ensiklopedia di otaknya akan mengirim signal pada bibirnya untuk menjelaskan. Seperti tadi, saat dengan kagum aku memandang boneka Mickey Mouse. Kyuhyun menjelaskan kalau pembuat Mickey Mouse ini sebenarnya takut tikus, dan blablabla.

Andai ku tatap langit-lagit taman bermain ini, pasti dia juga akan menjelaskan komposisi baja ringan yang menopang atap. Apalagi kalau aku jalan menunduk, Kyuhyun akan berubah menjadi ahli filsuf, yang akan menejaskan filosofi-filosofi terkait lantai.

Aku heran, apa di dalam otaknya ada search engine semacam Google gitu ya? Tokcer sekali otaknya. Udah, kapok aku jalan sama dia.

“Sebentar sore, dandan yang cantik ya Mira,” ujarnya tanpa embe-embel noona.

 

 

..

 

Author POV

Tak ingin seperti kerbau yang dicucuk hidungnya, Mira justru dandan ala brandalan seperti saat ia masih SMA. Hot pants model rip jeans, dan kaus denim warna hitam, ditambah rambut panjang yang terikat asal-asalan dan kacamata berbingkai besar dia pakai.

Hana yang tak biasanya datang, kini datang dengan anak dan suaminya. Mira sudah berprasangka yang buruk-buruk. Dan tepat sekali, sesaat kemudian, mantan pacarnya, mantan musuh SMAnya, teman ayahnya, dan Kyuhyun turun dari mobil. Mira yang sedang memasukkan kucingnya dalam kandang, cengo.

Tak tanggung-tanggung, Hana menarik Mira tepat pada leher bajunya ke kamar. Hana adalah tipe feminim dengan koleksi gaun se-abreg, dan tukang make up kilat. Buktinya sekarang Mira sudah menggunakan dress soft-pink sederhana, dan make up tipis.

“Cho Kyuhyun..Cho Eunhyuk.. eonni apa mereka kakak beradik?”

“Kamu gadaikan dimana otakmu, eoh? Iya, Kyuhyun adiknya Eunhyuk,” bibir Mira membentuk huruf O.

Hana yang tadi ada bersama Mira lenyap hilang berbaur ke keramaian di ruang tamu. Yang ada bersama Mira sekarang hanya brondong kece bernama Kyuhyun.

“Apa harus degan bibirku ku tutup mulutmu supaya tidak kemasukan nyamuk, eoh?” tanya Kyuhyun.

Ralat, bukan brondong kece. Meski.. yah, Kyuhyun memang kece –dalam artian keren cetar. Lebih rinciya Kyuhyun ini brondong mesum yang kece. Brondong memang begitu, pesonanya tiada akhir, mau di embat berasa ngga tega, mau ditinggal berasa ngga rela.

Kajja, keluarga kita sudah menunggu,” ajaknya.

..

Ahjussi, noona, hyung, aku ingin menikahi Choi Mira, izinkan aku meminangnya,” suasan tampak tegang.

“Kalau kami setuju-setuju saja, kami serahkan langsung pada Mira, silahkan di jawab,” kata Sinbi santai.

Appa, anaknya mau dipinang sama orang ngga jelas gini kok langsung main setuju-setuju saja. Kenapa kamu ingin menikah dengan saya?” Mira menggerutu sebal dengan bibir mengerucut.

“Karena titah dari kakek saya. Selebihnya tidak ada.” Kyuhyun tetap tenang, seperti air tak beriak.

“Hanya itu?”

“Iya sebab mencintai tidak butuh alasan. Kalaupun ada, alasan itu akan bersifat dinamis. Mungkin saat ini saya mencintaimu demi menjalankan titah kakek saya, suatu saat nanti, bisa jadi karena adanya buah hati kita,”

“Umur saya jauh lebih tua dari kamu, apa tidak masalah?”

“Tidak, asalkan rahimmu masih mampu melahirkan banyak anak untuk saya, tidak ada kata tua untukmu,”

“Saya lulusan kedokteran di universitas Tokyo, dan sekarang bekerja sebagai dokter gigi di RS pusat Seoul,”

“Saya lulusan termuda jurusan matematika bisnis di Seoul university. IQ saya 178. Bekerja di PT Cho Otomotif.”

“Sebagai OB?” Mira coba meng-skakmatt Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum segaris, lalu mulai bicara.

“Ya, saya bekerja sebagai OB. Selepas lamaran ini saya akan mengikuti pendidikan kepolisisan selama 6 bulan untuk menjadi polisi abdi negara,”

“Huh..! Terserah appa, aku nurut appa,”

..

Selepas berdebatan selama prosesi lamaran, akhirnya kedua keluarga setuju, pernikahan mereka di laksanakan 7 bulan lagi, setelah pelantikan Kyuhyun menjadi polisi. Sekarang Mira sedang melepas Kyuhyun untuk pergi.

“Mira, aku akan merindukanmu,” ujar Kyuhyun memble banget.

“Aku juga tidak akan merindukanmu,” jawab Mira tenang.

“Mira-ya~~” rengek Kyuhyun manja.

“Panggil aku noona. Aku noona-mu, arra?” tegas Mira tak bisa di bantah.

“Untuk apa panggil noona, kalau nanti aku akan lebih sering memanggilmu chagi, yeobo, baby, honey. Mommy aja deh, biar nanti anak-anak kita pada ngikut,”

“Mesum,”gumam Mira.

“Kalau aku ngga mesum, kita punya anaknya kapan?” tanya Kyuhyun mulai menggoda.

“Kalau udah nikah lah. Sekarang sekolah dulu sana biar jadi polisi,” usir Mira dengan mendorong Kyuhyun ke dalam mobil. Kyuhyun justru ikut menarik Mira hingga tubuh mereka saling bertindihan di dalam mobil.

Kiss?” tanpa menunggu jawaban, Kyuhyun sudah melumat bibir pulm rasa ceri itu. Lumatan itu sudah tak seperti pertama kalinya mereka ciuman. Bisa dibilang yang dulu itu masih amatiran, yang sekarang sudah profesional.

 

..

___1 tahun berlalu___

..

Ne, aku bersedia,” jawab Mira pada pendeta dia altar tempat mereka mengucapan janji pernikahan.

“Mempelai pria silahkan mencium mempelai wani–” belum sempatpendeta itu menyelesaikan kalimatnya. Bibir Kyuhyun sudah tepat melumat bibir Mira tanpa rasa malu sama sekali. Sudah hampir 10 menit kedua bibir itu beradu, sepertinya tak akan ada kata berhenti.

“Ekhem..hem..hem..” Eunhyuk berdehem keras-keras coba mengiterupsi kegiatan adik dan adik iparnya itu. Geli mengatakannya, mantan pacarnya itu sekarang berganti titel jadi adik ipar. Huh..

Dengan tak sabaran, Kyuhyun menyelesaikan urusan pernikahannya di gereja. Resepsi? Kyuhyun sengaja menunda resepsi dan segala macam tradisi di kepolisian untuk anggotanya yang menikah. Setelah selesai, langit itu masih menampakkan sinarnya, sangat menyilaukan. Tapi tak Kyuhyun pedulikan, dia tetap menggelandang Mira memasuki mobilnya, menuju apartemennya.

Pintu apartemen itu mungkin saja akan melakukan protesnya andai bisa bicara, Kyuhyun beberapa kali salah memasukkan sandi. Sekalinya terbuka, ia langsung membanting pintu masih dengan tangan Mira di genggamannya. Tak menunggu sampai di kamar, Kyuhyun sudah menghimpit tubuh Mira dengan tubuhnya dan tembok.

Tak bisa berkutik, gaun pernikahan hasil rancangan designer tenar itu tinggal seonggok kain yang robek dimana-mana. Jangan bayangkan bagaimana kondisi Mira sekarang. Peluh menganak sungai di seluruh tubuhnya. Kyuhyun benar-benar gila, dia digilir selama 4 ronde sekaligus tanpa istirahat.

“Huh..hah..jaljayo yeobo, cup,” ucap Kyuhyun sebelum memejamkan mata. Ruangan itu gelap, tentu saja sejak dipakai siang atdi sampai sekarang waktu menunjukkan pukul 9 malam, mereka tak beranjak dari tempat tidur. Tidak untuk sekedar menyalakan lampu.

Wajah Kyuhyun terpancar oleh pantulan sinar rembulan. Mempesona. Mira tersenyum kecil, tak dia sangka, anak SMP yang dulu di kiranya masih SD, sekarang tumbuh semenakjubkan ini.

Saranghae, Kyuhyun,”

“Emm..na..do.” jawab Kyuhyun masih dengan mata tertutup.

“Kau belum tidur, eoh? Omo..” tanya Mira dengan semburat merah di kedua pipinya yang kini menjalar hingga hidungnya.

“Jangan buat aku mengarapmu untuk ke-lima kalinya malam ini, Mira-ya,”

Dan di saat inilah, Mira sadar. Ia tak punya alasan untuk mencintai Kyuhyun. Dia tak butuh cinta yang besar, dia hanya butuh cinta yang tidak punya akhir. Karena mencintai yang membahagiakan hanyalah saat cinta itu tak ada ujungnya.

__END__

 

 

 

Disclaimer: Alur cerita karangan author, dont copas, take out with full credits, happy reading guys.

 

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: