If You Realize How Much I Love You

grunge-aesthetic-tumblr-girls-favim-com-3863474

= If You Realize How Much I Love You =

By: @hellollyn

Cast : Super Junior Cho Kyuhyun,

Super Junior Kim Heechul,

Super Junior Eunhyuk,

Infinite Nam Woohyun.

Genre: Comedy, Romance

****

 

Suara pintu mobil yang dibanting dengan kasar sedikit mengganggu ketenangan pagi itu. Hari ini adalah musim semi pertama dimana seharusnya setiap orang menyambutnya dengan perasaan bahagia juga senyuman. Namun hal tersebut nampaknya tidak berlaku bagi kedua muda mudi yang kini tengah melemparkan tatapan tajam mereka satu sama lain.

“Dasar namja titisan iblis menyebalkan! Dia pikir aku tidak bisa bertahan hidup tanpanya?! Hahh!! Yang benar saja!” gerutu seorang gadis yang kini sudah duduk dibalik kemudi sambil memasang seatbelt dengan sedikit kasar.

“Kenapa gadis itu? Bukankah kemarin dia yang menyiramku? Bukankah seharusnya aku yang marah padanya? Kenapa sekarang dia yang memasang wajah seperti itu? Dasar yeoja keras kepala!” gerutu laki-laki yang juga berada di dalam mobil tepat diseberang mobil seorang gadis yang kini menatapnya tajam.

“Aku tidak akan pernah mau kembali padamu, Tuan Cho! Kau ingat itu! Tidak akan pernah!” gadis bermarga Kim itu segera memacu mobilnya dan meninggalkan lingkungan rumahnya.

“Ya, ya! lihat bagaimana cara menyetirnya? Apa dia pikir dia memiliki nyawa cadangan?” laki-laki yang berada di seberang mobil gadis itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

 

JJJ

 

“Ya… lihat siapa yang datang pagi ini dengan wajah jelek seperti ini, huh?!” ujar seseorang yang kini sudah mensejajari langkahnya dengan Eunna.

“Diam kau, Nam Woohyun!”

“Woaaa!! Hei, Nona Kim setan mana yang berani merasuki seorang gadis di musim semi yang indah seperti ini?”

Eunna menghentikan langkahnya dan menatap laki-laki yang sudah menjadi sahabatnya sejak dua tahun lalu itu dengan tatapan tajam.

Woohyun mengangkat kedua tangannya, tanda menyerah. Ia tahu betul kalau sahabatnya itu sedang dalam mood yang buruk. “Dimana pangeran setanmu? Bukankah kalian sudah seperti Edward Cullen dan Bella Swan? Dimana jika salah satu dari mereka menjauh maka yang lainnya tidak akan sanggup bertahan hidup,”

“Hentikan ocehanmu atau aku akan menyumpal mulutmu dengan sepatuku!” hardik Eunna dengan tampang kesal. “Dan satu lagi, jangan pernah menyinggung apapun tentang dirinya, terlebih namanya, di depanku!”

Woohyun membelalakkan matanya menatap gadis dengan rambut sebahu itu. “Kau baik-baik saja, Nona Kim? Apa tadi pagi kau salah makan?” Woohyun masih sibuk mengajukan pertanyaan yang suah jelas membuat Eunna merasa jengah.

Tanpa menjawab pertanyaan Woohyun lagi Eunna segera menjauh dan pergi meninggalkan Woohyun yang meneriaki namanya.

 

JJJ

 

MWOYA?! JINJAYO?!” teriak Woohyun yang sontak menarik perhatian seluruh mahasiswa yang ada dikantin siang itu.

Yak! Aku hanya berjarak kurang dari satu meter di hadapanmu! Tidak usah berteriak!” gerutu Eunna yang kini sibuk membungkukkan badannya kepada mahasiswa lain guna meminta maaf atas keributan yang dibuat oleh mereka. Meskipun tidak sepenuhnya salah Eunna.

“Kim Eunna, apa aku tidak salah dengar, huh? Apa hari ini matahari terbit dari sebelah barat?” ujar Woohyun dengan tatapan tidak percaya.

“Sudahlah, jika aku bilang selesai ya selesai. Apa kau tidak mengerti bahasaku? It’s already end! Over!” Eunna menekan setiap kata-katanya.

Aigo, bagaimana bisa kalian putus? Siapa yang melakukannya? Siapa yang mengajukan putus lebih dulu?” Woohyun masih begitu penasaran atas kebar berakhirnya hubungan sahabatnya dengan laki-laki yang menjadi idaman para yeoja di kampusnya, Cho Kyuhyun.

“Aku. Aku yang memutuskannya,” jawab Eunna dengan tatapan angkuh.

MWOYA?!

“Plakk!”

“Akh! Appo!” gerutu Woohyun ketika Eunna berhasil mendaratkan pukulan di kepalanya.

“Berhentilah berteriak! Aku tidak tuli!”

Woohyun masih mengusap kepalanya yang baru saja dipukul oleh Eunna sementra Eunna melanjutkan pembicaraannya. “Aku memutuskannya bukan karena tanpa alasan, Woohyun-ah. Apa kau ingat kemarin ketika aku bilang padamu aku ingin memberikan kejutan untuknya setelah kepulanganku daru jeju?”

Woohyun menggangguk. “Ehmm..”

“Saat itu aku baru saja keluar dari supermarket, rencananya aku ingin membuatkan makan malam untuknya, sampai akhirnya aku melihatnya bersama seorang gadis. Aku mengikuti mereka dan ternyata namja titisan iblis itu mengajak gadis itu ke sebuah restoran. Kau tahu bagaimana perasaanku saat itu? Aku benar-benar ingin menghajarnya!” jelas Eunna penuh emosi sementara Woohyun hanya menyimak dengan baik.

“Akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti mereka. Aku mencuri dengar pembicaraan mereka dan namja titisan iblis itu mengatakan bahwa aku ini bukanlah kekasihnya dan ia juga mengatakan bahwa ia tidak mencintaiku tetapi lebih mencintai gadis itu! Dan kau tahu apa yang aku lihat selanjutnya? Namja titisan iblis itu mencium gadis itu!”

Woohyun nyaris tersedak minumannya ketika Eunna mengakhiri kalimatnya. “Jinja?! Bagaimana bisa dia melakukan hal menjijikan seperti itu? Dasar namja brengsek! Akan ku hajar dia jika aku bertemu dengannya!” ujar Woohyun yang turut terbawa emosi.

“Tidak perlu, Hyun-ah. Aku sudah memberinya pelajaran. Setelah aku melihat apa yang dia lakukan aku segera mengambil segelas minuman yang tengah di bawa oleh seorang pelayan kemudian menyiramnya! Kau seharusnya melihat ekspresi wajahnya saat itu, Woohyun-ah!”

“Rasakan! Tapi itu saja tidak cukup, Na-ya. Biarkan aku menghajarnya karena sudah berani mencampakkanmu!”

“Kau salah, Hyun-ah! Aku yang mencampakkannya!” ralat Eunna cepat. “Aku yang mengatakan padanya bahwa hubungan kami lebih baik berakhir lalu aku meninggalkannya,”

Woohyun hanya menggangguk. “Apa kau sedih, Na-ya?” tanya Woohyun hati-hati. Bagaimana pun juga ia tahu bagaimana perasaan sahabatnya tersebut untuk laki-laki itu.

“Aku baik-baik saja, Hyun-ah” jawab Eunna sambil tersenyum masam.

“Kau tidak pandai berbohong, Nona Kim,” sahut Woohyun ketika melihat raut wajah Eunna. Ia tahu pasti kalau gadis itu merasa begitu kehilangan. “Kaja!” seru Woohyun yang kini sudah berdiri.

Odie?

“Bersenang-senang!” pekik Woohyun riang yang langsung menarik tangan Eunna tanpa persetujuan gadis itu.

 

JJJ

 

“BRAKK!”

“Dukk!”

“Akh!” jerit Eunna yang kepalanya baru saja terbentur meja.

“Kim Eunna, apa yang kau lakukan disitu? Mencari seekor tikus?” ujar seorang laki-laki berwajah cantik yang kini sudah berdiri di belakang Eunna yang tengah membungkuk di kolong meja belajarnya.

NEO! Tidak bisakah masuk ke dalam kamar orang lain mengetuk pintu terlebih dahulu?!” teriak Eunna dengan wajah kesal sambil mengusap kepalanya yang terasa sakit.

“Memangnya kenapa? Pintumu tidak terkunci,” jawab laki-laki itu tak acuh.

Tsk. Setidaknya ketuk pintu dulu, bagaimana jika aku sedang ganti baju?” ujar Eunna sambil meletakkan pensil yang baru ia pungut ke atas meja.

“Aku juga tidak mungkin menyerangmu, bodoh!” ujar laki-laki itu sambil mendorong kepala Eunna dengan telunjuknya.

YAK!

“Sudah jangan berteriak. Telingaku bisa rusak mendengar teriakanmu setiap hari!” keluh laki-laki itu sambil mengusap-usap telinganya.

“Keluar dari kamarku!” pinta Eunna lantang sambil mendorong laki-laki yang tak lain adalah kakak laki-lakinya.

Ya, ya… aku ingin bertanya sesuatu padamu,” Heechul segera membalik tubuhnya menatap adik perempuannya.

Mwo? MWO?!” teriak Eunna tak sabar.

Aish!” Heechul segera membungkam mulut Eunna dengan tangannya dan mendudukkan adik perempuannya tersebut di tempat tidur.

“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau mau berjanji berhenti berteriak,” ujar Heechul ketika Eunna berusaha memberontak dan menatapnya tajam.

“Baiklah, sepertinya kau lebih senang seperti ini. Dengar, aku tidak tahu apa yang telah terjadi padamu selama satu minggu ini, tapi aku yakin apa pun itu pasti ada hubungannya dengan setan kecil itu, benar kan?” cerocos Heechul acuh tanpa memperdulikan ekspresi kesal yang ada pada Eunna.

“Apa yang dia lakukan padamu? Katakan padaku!” pinta Heechul. “Arrgghh!!” teriak Heechul tiba-tiba ketika Eunna berhasil menggigit tangannya.

“Bagaimana aku berbicara jika kau membekap mulutku, bodoh!”

“YAK! BERANI SEKALI KAU MENGATAIKU BODOH!!” teriak Heechul tepat di telinga Eunna membuat Eunna segera menjauhkan tubuhnya dari kakak laki-lakinya tersebut.

“KIM HEECHUL AKU BENCI PADAMU! CEPAT KELUAR DARI KAMARKUUUU!!!” teriak Eunna tidak kalah nyaring kemudian memukul Heechul dengan bantal.

“YAK! KALIAN BERDUA APA TIDAK BISA TENANG?! KALIAN MAU MEMBUAT RUMAH INI RUBUH DENGAN TERIAKAN KALIAN SETIAP HARINYA, HUH?!” teriak Ny. Kim yang kini sudah berada di kamar anak perempuannya dan memukul kakak beradik itu satu persatu.

Eomma, appo,” rintih Eunna.

Yak, yak, Eomma, hentikan! Appo!” ujar Heechul yang berusaha menghindar dari pukulan sang Eomma dan berlari keluar kamar Eunna diikuti oleh sang adik.

Yak! Anak nakal! Kalian mau kemana?!”

 

JJJ

 

Aigo. Dasar anak bodoh! Aku heran kenapa anak itu tidak pernah menggunakan otaknya dengan baik,” gerutu Heechul setelah ia menyesap latte miliknya.

“Aku yakin ia tidak bisa jauh dariku, Hyung. Sebentar lagi dia pasti kembali padaku,” ujar laki-laki di hadapannya dengan seringaian khasnya.

Tsk. Percaya diri sekali kau, Tuan Cho!”

Laki-laki bernama Cho Kyuhyun itu terkekeh. “Bahkan dia sudah hampir menangis ketika melihat kami. Adikmu itu lebih menggunakan emosinya dibanding otaknya, Hyung,

“Jadi kau mengatakan adikku itu bodoh, huh?!” gertak Heechul pada Kyuhyun yang sudah salah tingkah.

Anni.. bukan begitu, Hyung. Aigo, bukankah kau yang selalu mengatainya bodoh?” Kyuhyun mencoba membela diri. Sedekat apa pun Kyuhyun dengan Heechul, dia adalah satu-satunya orang yang tidak bisa Kyuhyun perlakukan seenaknya. “Kau tahu sendiri adikmu itu tempramen, sensitif, keras kepala, dan tidak pernah mau mendengar penjelasan orang lain. Jadi dia meninggalkanku lebih dulu sebelum aku sempat memberi penjelasan,”

Heechul menghela nafas. “Kau benar, Kyuhyun-ah. Kau tenang saja, aku akan bicara padanya nanti,” janji Heechul.

Kyuhyun tersenyum. “Gomapta, Hyung,

 

JJJ

 

Kyuhyun dengan sengaja menggandeng tangan Gyurin ketika mereka melintas di depan mobil Eunna. Ia hanya ingin membuat Eunna cemburu, ia yakin sekali bahwa gadis itu belum bisa melupakannya, begitu juga dirinya.

Kyuhyun semakin mendekatkan dirinya pada Gyurin ketika Eunna tengah menatap tajam mereka dari dalam mobilnya. Rasakan kau, Kim Eunna!

Oppa, apa tidak apa-apa?” bisik Gyurin pada Kyuhyun.

“Kau tenang saja, Rin-ah. Dia tidak akan berani mencakarmu,” ucap Kyuhyun sekenanya. Ia mengeluarkan seringaiannya ketika ia melihat Eunna tengah memukul kemudi mobil miliknya, ia tahu betul kalau gadis itu sudah benar-benar kesal.

 

JJJ

 

“Kenapa harus aku? Bagaimana kalau Hyewon melihat kita?” gerutu Woohyun sambil memandang sekitar. Eunna memintanya untuk berpura-pura beradegan mesra di depan Kyuhyun. Hanya ingin membuktikan pada Kyuhyun kalau ia baik-baik saja tanpa laki-laki itu.

“Ayolah, Hyun-ah. Bantu aku,” pinta Eunna sambil menarik-narik lengan Woohyun. “Aku yakin Hyewon tidak akan melihatnya, pasti ia juga tidak akan marah, bukankah dia tahu kita hanya bersahabat?”

Woohyun masih nampak berpikir. Ia takut kalau kekasihnya melihat mereka bermesraan, itu akan menjadi masalah besar. “Kenapa kau tidak menyuruh yang lain saja? Donghae? Howon? Eunhyuk? Myungsoo?” ujar Woohyun sambil menyebutkan beberapa nama teman mereka sambil menghitungnya dengan jarinya.

Aigo, aku tidak terlalu dekat dengan mereka, Hyun-ah. ayolah, kali ini saja. Jebaall..” pinta Eunna dengan tampang memelas. Mau tak mau Woohyun memenuhinya.

Arasseo, arasseo… tapi kita harus pastikan Hyewon tidak melihatnya,” ujar Woohyun.

Jinja?!” pekik Eunna riang dengan senyum mengembang. Namun tiba-tiba ia memeluk Woohyun. “Gomapta, jagiyaa…

Yak! Kim Eunna, Kau kenapa?!” seru Woohyun kaget dengan sikap Eunna.

“Diam, Tuan Nam. Cho Kyuhyun sedang berjalan kemari” bisik Eunna tepat ditelinga Woohyun.

Eo? Ara..

Kaja,” Eunna mengeluarkan senyum terbaiknya sambil melingkarkan lengannya pada lengan Woohyun. Mereka berjalan berlawanan arah dengan Kyuhyun. Eunna tersenyum penuh kemenangan ketika ia melihat perubahan pada raut wajah Kyuhyun.

“Jika dia tiba-tiba menghajarku, aku akan meminta pertanggung jawabanmu, Na-ya,” gumam Woohyun yang cukup untuk didengar oleh Eunna.

“Dia tidak akan berani menghajarmu, Hyun-ah,” sahut Eunna tak kalah pelan. “Jagiya, kau ingin makan apa siang ini?” suara Eunna sengaja dibuat lebih manja ketika Kyuhyun melewati mereka.

“Aku ikut denganmu saja, Na-ya,” sahut Woohyun dengan senyum canggung. Meskipun pada awalnya ia berkata ingin menghajar Cho Kyuhyun atas perbuatannya, namun ditatap dengan sorot mata tajam seperti itu menakutkan juga, pikirnya.

Jagiyaa…” Eunna sengaja menaikkan volume suaranya agar Kyuhyun mendengarnya. Ia yakin kalau Kyuhyun tengah kesal saat ini. Lihat, Tuan Cho, kau bilang kau sudah tidak mencintaiku, kan? Kau sudah berbohong, Tuan Cho!

“Woohyun Oppa!” teriak seseorang dibelakang kami. Omo! Aku kenal suara ini.

Woohyun segera membeku ditempatnya. Aku yakin kami sedang dalam masalah besar kali ini. “Hyewon…” gumam Woohyun. Sementara aku membalikkan tubuhku perlahan.

“Hyewon-ah! bagaimana kabarmu?” tanya Eunna basa-basi sambil tersenyum canggung kea rah Hyewon.

Eonni, bukankah kau sudah tahu kalau Woohyun Oppa adalah kekasihku? Kenapa kalian bermesraan seperti itu? Apa yang kalian lakukan?” tanya Hyewon dengan mata berkaca-kaca.

“Hyewon-ah, kami bisa menjelaskannya. Ini tidak seperti yang kau pikirkan! Sungguh!” Woohyun mencoba membela diri.

Oppa jahat!” tanpa berkata-kata lagi Hyewon segera berlari meninggalkan kami.

“Hyewon-ah!” Woohyun yang notabene adalah kekasih sahnya, jelas saja langsung mengejar gadis itu.

Menit berikutnya aku sudah bisa mendengarkan suara tepuk tangan dan kekehan menyebalkan dari seseorang yang suaranya sudah sangat aku hafal.

Aigo, kau kejam sekali merebut kekasih orang lain, Nona Kim!” ejeknya.

“Diam kau, namja titisan iblis!” hardik Eunna. Ia berusaha keras menahan malunya ketika aktingnya ketahuan oleh Kyuhyun.

Nice try, Nona Kim,” bisik Kyuhyun tepat ditelinga Eunna sebelum ia melangkah pergi meninggalkan Eunna, membuat darah gadis itu berdesir. Bagaimana pun ia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri kalau ia masih mencintai laki-laki di hadapannya tersebut.

 

JJJ

 

Aish!! Pabo, pabo!!” rutuk Eunna sambil memukul kepalanya. Kini ia sedang duduk di kursi taman merutuki kebodohannya. Kalau saja ia mendengarkan kata-kata Woohyun, pasti semuanya tidak akan berakhir seperti ini. Kini ia merasa bersalah pada sahabatnya itu, jugaa pada kekasihnya. Mereka memang sempat bertengkar karenanya, namun setelah diberi penjelasan Hyewon akhirnya mengerti.

Aigo, Kim Eunna! Neo jinja pabo-ya!” gadis itu kembali memukul kepalanya.

“Kau akan semakin bodoh jika kau memukul kepalamu seperti itu, yeoja keras kepala!” seruan seseorang segera menarik perhatian Eunna. Segera ia menolehkan kepalanya guna mencari sumber suara.

Neo!

“Hmm?” Kyuhyun hanya mengangkat sebelah alisnya. Ia melipat tangannya di depan dada. “Kau tahu, Nona Kim. Jika kau ingin membuatku cemburu, kurasa usahamu akan sia-sia. Bukankah kau sudah mendengar ucapanku malam itu tentangmu?”

Eunna segera berdiri dari duduknya. “Ne. Aku mendengar semuanya. Dan hal yang sama yang akan aku katakana padamu, namja titisan iblis! Aku juga sudah tidak mencintaimu!” hardik Eunna lantang kemudian pergi meninggalkan Kyuhyun. Namun belum beberapa langkah Eunna berjalan, suara seseorang menginterupsi mereka.

Yak! Kim Eunna!” teriak seorang laki-laki yang kini tengah berjalan menghampiri Eunna sementara Kyuhyun hanya memperhatikan.

“Aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian tadi,” laki-laki itu menatap Eunna kemudian menatap Kyuhyun, yang berjarak dua meter di belakang Eunna, secara bergantian. “Apa benar kalian sudah putus?” tanya laki-laki itu ragu.

Eunna menghela nafas. Ia berpikir, inilah saatnya membalas perbuatan ‘mantan kekasihnya’ tersebut. “Oh, Hyuk-ie. Ne, kami sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi,” ujar Eunna dengan nada seriang mungkin.

Jinja?!” seru laki-laki bernama Eunhyuk itu dengan mata berbinar. “Jadi apa kau mau jadi yeojachingu-ku? Kau tahu aku menyukaimu sejak lama, Eunna-ya. Sayangnya saat itu kau menolakku karen kau telah bersamanya, dan aku berpikir saat itu aku tidak akan memiliki kesempatan lagi,” ujar Eunhyuk panjang lebar membuat Eunna sedikit tersenyum.

Eunhyuk adalah teman sekelas Woohyun dan saat Eunna bilang ingin memiliki namjachingu, Woohyun mengenalkannya pada Eunhyuk yang sama sekali tidak Eunna duga bahwa Eunhyuk langsung menyukainya. Sayangnya di waktu yang bersamaan Eunna juga mengenal Kyuhyun dan pilihannya jatuh pada laki-laki yang sering ia panggil ‘namja titisan iblis’ tersebut.

“Kau mau kan, Na-ya?” suara Eunhyuk terdengar memohon.

Eunna tahu betul bagaimana Eunhyuk. Bagaimana laki-laki itu masih berusaha menarik perhatiannya meskipun ia tahu bahwa ia sudah memilki Kyuhyun. Bagaimana perhatian yang telah diberikan laki-laki padanya. Mungkin sudah saatnya ia membuka hatinya untuk laki-laki lain, meskipun hal ini ia rasa terlalu cepat. Sayangnya, rasa ego bercampur kesal jika mengingat laki-laki yang bernama Cho Kyuhyun itu lebih mendominasinya. Hingga akhirnya…

“Tentu saja!” jawab Eunna seyakin yang ia bisa yang tanpa sadar membuat laki-laki yang berdiri tak jauh dibelakang menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

JINJA?!” teriak Eunhyuk tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Namun sedetik kemudian tatapannya bertubrukan dengan Kyuhyun yang menatap mereka dengan tatapan dingin. “Kau tidak marah kan, Cho Kyuhyun?”

Tersadar dari lamunannya sendiri, Kyuhyun mencoba bersikap biasa. “Aku sudah tidak ada urusan lagi dengan gadis itu,” jawab Kyuhyun cepat, secepat ia meninggalkan tempat itu.

 

JJJ

 

Lee Hyukjae. Tetapi ia lebih senang jika orang lain memanggilnya Eunhyuk, karena ia pikir nama itu lebih cocok baginya yang terlihat bersinar seperti permata. Eunhyuk memang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Seorang laki-laki yang memiliki hati yang lembut dan sangat baik. Eunna yakin setiap wanita pasti merasa bahagia bersamanya. Karena laki-laki itu selalu memperlakukan wanitanya bagaikan seorang putri. Namun tidak bagi Eunna. Dari awal dia memang tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap laki-laki itu, semuanya ia lakukan hanya atas dasar ‘balas dendam’, dan ia menyesalinya. Ia tidak ingin mempermainkan perasaan Eunhyuk.

“Hyuk-ie, aku bisa sendiri,” ujar Eunna yang kini sibuk merebut sebungkus humburger dari tangan Eunhyuk. Laki-laki itu tengah membantu Eunna untuk membuka bungkus makanan cepat saji tersebut.

“Biar aku saja, Na-ya,” ujar Eunhyuk dengan gummy smile-nya. “Ja! manhi meoggo,

“Kau terlalu baik,” Eunna mengambil humburger dari tangan Eunhyuk kemudian mulai menggigitnya.

“Hyuk-ie,”

“Hmm?” Eunhyuk menatap Eunna yang duduk disampingnya.

“Kau laki-laki yang baik. Sangat baik! Aku juga menyukaimu, tapi aku lebih suka jika kita berteman saja,” kata-kata Eunna membuat Eunhyuk terpaku ditempatnya. Pandangannya tiak lepas dari wajah cantik gadis disampingnya. “Sepertinya hubungan kita sampai disini saja,”

Rahang Eunhyuk mengeras. Perasaan kesal bercampur kecewa melingkupinya. Ia tidak pernah menyangka jika hubungannya dengan gadis yang ia cintai hanya berlangsung kurang dari dua minggu.

“Apa aku melakukan kesalahan, Na-ya? Apa aku menyakitimu? Hmm?” Eunhyuk bertanya dalam nada panik.

Eunna menggeleng cepat. “Tidak, Hyuk-ie. Tidak sama sekali. Bukankah sudah kukatakan bahwa kau sangat baik? Aku yang salah, seharusnya aku tidak menerimamu saat itu. Aku minta maaf,” Eunna menunduk dalam. Ia tahu ia baru saja melukai hati laki-laki berhati lembut itu.

“Kenapa, Na-ya?” lirih Eunhyuk yang sudah melupakan makanan yang dipegangnya. Seketika nafsu makannya hilang entah kemana.

“Aku masih menyayanginya, Hyuk-ie. Aku terlalu bodoh dan terlalu angkuh untuk mengakuinya,”

Eunhyuk menghela nafas. “Aku tahu kalau akhirnya akan menjadi sepeti ini. Kau hanya akan selalu melihatnya, tidak pernah melihatku,” sahut Eunhyuk sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan Eunna yang mulai menitikkan air mata.

Mianhae, Hyuk-ie,”

 

JJJ

 

Yak! Yeoja keras kepala! Dimana pacarmu yang mirip dengan monyet itu!?” teriak seseorang yang tiba-tiba sudah berjalan disisi Eunna.

“Dia punya nama, Tuan Cho! Lee Hyukjae!” geram Eunna tanpa menatap Kyuhyun.

“Kau putus dengannya? Ah, sudah kuduga dia tidak akan tahan bersamamu!” ujar Kyuhyun tanpa memperdulikan kalimat Eunna sebelumnya.

Dengan tatap jengah Eunna mengalihkan pandangannya menatap Kyuhyun. “Dengar, bukankah kau yang bilang jika kau sudah tidak ada urusan denganku lagi? Jadi menjauhlah dari kehidupanku atau kau…” Eunna menghentikan ucapannya ketika kedua mata cokelatnya menangkap sosok yang tidak asing baginya. Ia tersenyum kecil.

“Atau apa, huh!?” tanya Kyuhyun yang heran melihat perubahan sikap Eunna. Ia turut mengikuti arah pandang Eunna. “YAK! Gadis bodoh! Kau tidak lihat kekasihmu sedang bersama gadis lain?! Bagaimana kau diam saja, huh?!” cecar Kyuhyun penuh emosi.

Tanpa memperdulikan teriakan Kyuhyun, Eunna segera meninggalkan laki-laki itu dan berjalan menuju lantai dua dimana seharusnya ia memulai perlajarannya hari ini. Sedikit rasa senang menelusup hatinya ketika ia kembali melihat senyum laki-laki itu. Ia yakin bahwa Eunhyuk pasti menemukan gadis yang tepat untuknya.

 

JJJ

 

“Apa tidak apa-apa, Hyung? Bagaimana kalau dia langsung membunuhku?” tanya Kyuhyun dengan nada khawatir yang dibuat-buat.

Yak! Kau kira adikku sekejam itu?!” hardik Heechul sambil memelototi lawan bicaranya.

“Kau saja yang tidak tahu bagaimana sikap adikmu,” sahut Kyuhyun acuh.

“Kau cari mati, Tuan Cho! Kalau begitu berhenti meminta bantuanku!” Heechul sudah hendak beranjak dari duduknya sebelum akhrinya Kyuhyun mencegahnya.

Ani, Hyung! Bukan begitu maksudku.. aish! Yasudahlah, tapi jika cara ini tidak berhasil, kau harus tanggung akibatnya,” ancam Kyuhyun.

Heechul mengangkat sebelah alisnya. “Kau mengancamku?”

“Sudahlah, pikirkan bagaimana adikmu itu akan datang ketempat itu dengan sukarela dan tanpa curiga,”

“Tsk. Jika bukan karena ekspresi buruk Eunna setiap harinya aku tidak akan pernah mau membiarkan adikku jatuh kepelukkanmu, Tuan Cho!”

Kyuhyun menyeringai. “Akui saja jika aku ini begitu tampan sehingga adikmu tidak bisa sedikit pun melupakanku,”

Plakk!

“Akh!” pekik Kyuhyun ketika Heechul berhasil mendaratkan pukulan dikepala laki-laki berkulit pucat tersebut. “Appo!” Kyuhyun mengusap kepalanya.

“Jika kau berani macam-macam pada adikku, aku bersumpah kau akan mati ditanganku,” ancam Heechul kini dengan tatapan membunuh.

“Tidak heran jika adiknya juga memiliki hasrat membunuh yang begitu tinggi,” gumam Kyuhyun.

“YAK! APA YANG BARU SAJA KAU KATAKAN, CHO KYUHYUN?!” teriak Heechul sambil bangkit dari duduknya.

Annio! Gomapta, Hyung! Aku menyayangimu!” teriak Kyuhyun yang langsung mengambil langkah seribu meninggalkan taman kota tersebut sebelum nyawanya benar-benar dihabisi.

 

JJJ

 

“Yak! Kim Eunna, kau sudah minum terlalu banyak!” teriak Heechul pada adik perempuannya. Meskipun ia yang mengajak adik perempuannya ke tempat tersebut, namun ekspresi cemas akan keadaan sang adik tidak bisa ia sembunyikan.

Aigo, kalau tahu akan jadi seperti ini kubatalkan saja rencanaku,” rutuk Heechul sambil menatap sang dik yang kini telah menjatuhkan kepalanya di meja bar.

“Kau sudah tidak bisa mundur, Hyung! Setelah ini serahkan padaku!” ujar seseorang yang tiba-tiba berdiri di sampingnya.

“Ingat, Tuan Cho, kau hanya cukup mepelaskan pakaiannya, jika kau melakukan lebih dari itu maka habislah kau!” ancam Heechul yang mulai berdiri dan membantu Kyuhyun memapah tubuh Eunna yang sudah tidak sadarkan diri.

Kyuhyun menyeriangai. “Aku tidak janji bisa menahan diriku, Hyung,

Plakk!

“Akh!” lagi-lagi sebuah pukulan mendarat manis dikepala Kyuhyun. “Kenapa kau senang sekali memukul kepalaku?”

“Aku tidak main-main dengan ucapanku, Tuan Cho!” Heechul menatap Kyuhyun serius.

Arasseo, arasseo. Aku juga tidak akan menyentuhnya sampai ia benar-benar menjadi istriku, Hyung,” Kyuhyun menatap wajah Eunna lekat.

Aish, bagaimana bisa aku membiarkan adikku memiliki calon suami seperti dirinya. Terkutuk kau Kim Heechul!” gerutu Heechul yang membuat tawa Kyuhyun meledak.

 

JJJ

 

Sebenarnya ini semua rencana Heechul. Ia tahu benar jika Eunna sedang ada masalah, ia tidak akan tahan bila dihadapkan dengan minuman beralkohol. Ia akan membiarkan dirinya menenggak minuman itu sebanyak yang ia bisa. Kebiasaan buruknya ini sudah sering diingatkan oleh Heechul, namun sama halnya dengan sang kakak, sifat keras kepala yang ia miliki akan mengabaikan apa pun yang dikatakan orang lain.

Heechul sengaja mengajak Eunna untuk menghilangkan beban pikirannya, meskipun awalnya Eunna menolaknya namun setelah dibujuk dan Heechul mengijinkannya untuk meminum beberapa gelas akhirnya gadis itu menurutinya. Sayangnya hal itu hanya akal-akalan Heechul saja, ia hanya ingin membantu hubungan sang adik dengan laki-laki yang entah masih menjadi kekasihnya atau bukan, menjadi lebih baik. Setelah Eunna tidak sadarkan diri Kyuhyun-lah yang akan membawanya ke hotel. Tidak lebih dari tidur di satu ranjang yang sama. Hanya itu, dengan sedikit ‘pemanis’ tentu saja.

 

“Na-ya, kalau saja kau mau lebih dulu mendengarkan penjelasanku, tentu aku tidak perlu melakukan ini,” gumam Kyuhyun sambil membelai lembut pipi Eunna yang tengah tertidur lelap. Ia membiarkan tubuh atasnya tereskpos hanya untuk lebih meyakinkan aktingnya.

“Maaf jika aku mengejutkanmu ketika kau bangun nanti, Nona Kim,” ujar Kyuhyun dengan senyum separuhnya kemudian mencoba memejamkan matanya.

 

JJJ

 

Eunna merasakan kepalanya gebitu berat dan pusing. Ia begitu enggan membuka mata namun sinar matahari yang menelusup melalui celah-celah tirai mengusiknya. Dengan enggan ia membuka matanya, mengerjapkannya berkali-kali guna mengumpulkan kesadarannya. Ia berguling kesamping dan seketika itu juga ia mendapatkan sebuah pemandangan yang mnegejutkannya. Dengan sekali gerakan ia segera membuka kedua matanya lebar-lebar, menyadari apa yang tengah terjadi. Tangan laki-laki itu memeluknya, kemudian dengan sigap ia menyibakkan selimut yang menutupi dirinya dan mendapati tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam dan melihat tubuh laki-laki itu yang telah menanggalkan kemeja-nya.

YAK! CHO KYUHYUUUUNN!!!” teriaknya begitu nyaring. Sementara laki-laki yang diteriaki hanya menggeliat pelan. Sebenarnya Kyuhyun sudah bangun lebih dulu, namun perasaan senang yang melingkupinya ketika berhasil kembali memeluk gadisnya membuatnya enggan beranjak dari posisinya. Lagipula bukankah ini yang telah ia rencanakan?

Aigo, kau berisik sekali, Nona Kim. Tidurlah, apa kau tidak lelah, hmm?” ujar Kyuhyun dengan tatapan menggoda.

“YAK! YAK! APA YANG KAU LAKUKAN, HUH!? MENGAPA AKU BISA DISINI?! MENGAPA KAU… AAAARRRGGGHHH!!!” Eunna mengerang frustasi sambil mengacak rambutnya. Ia sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Kau ini pura-pura bodoh atau memang bodoh, huh!? Kau pikir apa lagi yang bisa kita lakukan tadi malam dengan keadaan seperti ini?” ujar Kyuhyun santai.

“Tidak. Tidak mungkin aku melakukannya! Kau pasti menjebakku, Tuan Cho! Dasar namja titisan iblis! Menjauh dariku!” teriak Eunna dengan wajah tertekan.

“Kau… berani sekali kau melakukannya, Tuan Cho! Aku akan melaporkanmu ke polisi!” ancam Eunna kini dengan menatap Kyuhyun tajam.

“Woaaa… santai, Nona Kim. Ehm? Ani, atau aku harus mengganti panggilanmu menjadi Ny. Cho? Otte? Joha? Sebentar lagi kita pasti akan dipaksa menikah,” Kyuhyun masih dengan santainya mengucapkan kata-kata dari mulutnya sementara Eunna menatapnya dengan penuh kebencian.

Sebenarnya Kyuhyun tidak tega melihat keadaan Eunna saat ini. Namun ia juga tidak bisa membiarkan gadisnya meninggalkannya begitu saja. Bagaimanapun juga ia sangat mencintainya.

Tanpa diperintah air mata Eunna mengalir membasahi kedua belah pipinya membuat Kyuhyun langsung melompat duduk dari posisinya. “Na-ya?”

“Tega sekali kau melakukannya, Tuan Cho! Kau pikir aku mau menikah denganmu?! Lalu bagaimana dengan kekasihmu itu? Bukankah kau mencintainya?! Bagaimana perasaannya jika ia mengetahui hal ini? Kau benar-benar laki-laki berengsek, Tuan Cho! Aku membencimu!!” teriak Eunna frustasi sambil menangis keras.

“Na-ya… dengarkan penjelasanku dulu. Gadis itu adalah juniorku ketika kami masih SMA dulu, kami tidak memiliki hubungan apa-apa,” Kyuhyun mencoba menjelaskan.

“Aku tidak mau mendengarkan penjelasanmu! Pergi kau!” Eunna menutup kedua telinganya.

Kyuhyun menghela nafas kasar kemudian menarik lengan Eunna dengan paksa. “Kim Eunna! Dengarkan aku! Sampai kapan kau akan bertahan dengan sikap egoismu dan tidak mau mendengarkan orang lain?!” ujar Kyuhyun mulai tidak sabar.

Eunna hanya menatap Kyuhyun nanar. “Aku membencimu, Cho Kyuhyun… aku membencimu,” lirih Eunna sambil memukuli dada Kyuhyun.

“Na-ya, Dengar! Gadis itu adalah juniorku, ia juga berkuliah di tempat yang sama dengan kita. Saat itu, saat kau berada di Jeju, ia akan mengikuti audisi menjadi trainee di sebuah perusahaan hiburan dan ia ingin menjadi seorang aktris, ia hanya memintaku untuk membantunya berlatih,” jelas Kyuhyun panjang lebar diiringi dengan suara isakan Eunna.

“Saat kau melihat kami waktu itu, kami juga sedang berlatih dan ciuman itu juga hanya pura-pura saja,”

“Kau bohong, kau bilang kau tidak mencintaiku dan kau menciumnya, Cho Kyuhyun!”

“Apa kau mendengarku mengucapkan namamu? Apa kau mendengarku bahwa aku tidak mencintaimu, Kim Eunna? Aku hanya mencium sudut bibirnya! Tapi kau langsung menarik kesimpulan sendiri!”

Eunna membelalakkan matanya. Tersadar satu hal atas kebodohannya. Saat itu ia memang tidak mendengar kalau Kyuhyun menyebut namanya. Ia juga tidak dengar kalau Kyuhyun tidak mencintainya. Jadi, apa selama ini ia hanya salah paham?

“Lalu kenapa kau tidak berusaha untuk menjelaskannya padaku?” ujar Eunna masih tidak mau mengalah.

“Bagaimana aku bisa menjelaskannya padamu jika bertemu denganku saja kau tidak mau?” sanggah Kyuhyun.

“Jadi kau…”

“Aku tidak mencintainya, Nona Kim. Kau tahu hatiku terlalu penuh akan keberadaanmu hingga tidak ada sedikitpun tempat untuk orang lain disana,” Kyuhyun tidak tahu dari mana ia bisa mendapatkan kata-kata sebagus itu. Ia sedikit tersentak ketika mengetahui dirinya mengucapkan kata-kata tersebut.

Air mata Eunna masih terus mengalir, membuat Kyuhyun tidak tahan untuk menyapukan ibu jarinya di pipi mulus gadis itu.

“Lalu kenapa kita ada disini?” Eunna yang mulai tersadar akan keadaan mereka yang ‘tidak pada tempatnya’ mulai meminta penjelasan pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyitkan keningnya. “Kau lupa, huh? kita melakukannya tadi malam, Nona Kim,” bisik Kyuhyun tepat ditelinga Eunna.

“Kau pasti berbohong, Tuan Cho! Kau pasti menjebakku,”

“Terserah kau saja, yang jelas aku bersedia menikahimu jika saja terjadi sesuatu pada dirimu,” ujar Kyuhyun yang kini mulai merebahkan tubuhnya lagi.

“Apa maksudmu?” tanya Eunna memicingkan matanya.

Aigo, kau ini selain keras kepala, bodoh juga ternyata,” Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

Yak!

“Kau tentu tahu dampak dari ini semua kan? Bisa jadi kau nanti…” Kyuhyun menghentikan ucapannya ketika Eunna menatapnya tajam.

Shireo! Aku tidak mau mengandung anakmu, Tuan Cho! Lagi pula bukankah semalam aku pergi dengan, Heechul Oppa?”

“Benarkah kau tidak mau? Bagaimana jika hal itu benar-benar terjadi? Hmm?” Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya. “Kakakmu itu lebih menyayangi kekasihnya daripada adik perempuannya, ia tiba-tiba mendapat telepon dari kekasihnya dan ia langsung pergi. Ia hanya menghubungiku dan berkata kau mabuk dan tidak sadarkan diri, karena ia tidak mau aku membawamu kerumah dengan alasan kedua orang tuamu akan marah besar, jadi aku membawamu kesini, dan semuanya terjadi beitu saja,” Kyuhyun mengakhiri ceritanya dengan seringaian khasnya.

“Aku membencimu, Tuan Cho!” teriak Eunna sambil memukul wajah Kyuhyun dengan bantal.

Yak! Berani sekali kau memukul calon suamimu, Nona Kim!”

“Aku tidak mau memiliki suami sepertimu!” Eunna segera memakai pakaiannya yang berserakan kemudian segera turun dari tempat tidur.

Ya, ya! Kau mau kemana!?” Kyuhyun segera bangkit dan mengikuti langkah Eunna.

“Manjauh darimu! Pergi dari negara ini dan berharap tidak akan menemuimu lagi!”

Ya, ya! Kau mau membawa calon anakku pergi kemana? Tega sekali kau memisahkan anakmu dari ayahnya!” ujar Kyuhyun sekenanya.

“Siapa yang mengandung anakmu, Tuan Cho!?”

“Kau, Ny. Cho!”

“Berhenti memanggilku seperti itu!”

“Ny. Cho!”

“Diam kau namja titisan iblis!”

“Kau yang diam yeoja keras kepala!”

“CHO KYUHYUN! AKU MEMBENCIMU!”

“KIM EUNNA!! AKU MENCINTAIMU!”

“Tapi aku tidak!” sela Eunna dan langsung berbalik meninggalkan Kyuhyun namun lagi-lagi namja itu menahannya. Ia menarik lengan Eunna hingga tubuhnya berbalik.

“Benarkah? Benarkah kau tidak mencintaiku?” ujar Kyuhyun dalam gumaman. Wajah mereka kini hanya berjarak hitungan senti. “Katakan padaku jika kau tidak mencintaiku, Nona Kim!” Kyuhyun kian mendekatkan wajahnya membuat Eunna tanpa sadar menutup matanya dan hal itu membuat Kyuhyun tersenyum.

“Kenapa kau menutup matamu? Kau berharap aku menciummu? Bukankah kau bilang tidak mencintaiku?” Kyuhyun mengangkat sebelah bibirnya.

“Kau menyebalkan, Tuan Cho!”

“Tapi kau menyukainya,” dengan gerakan cepat Kyuhyun maraih pinggang ramping Eunna agar merapat pada tubuhnya kemudian mengecup bibir gadis itu cepat.

Saranghae,” bisik Kyuhyun tepat di telinga Eunna membuat semburat merah di kedua belah pipinya.

“Katakan kau juga mencintaiku, Ny. Cho!”

“Berhenti memanggilku, Ny. Cho!”

“Kalau aku tidak mau?” Kyuhyun memiringkan kepalanya kemudian menatap Eunna dengan tatapan jahil.

“Kenapa kau begitu menyebalkan, Tuan Cho?”

Kyuhyun hanya tersenyum. Kemudian melepaskan pelukannya. Ia segera mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja kemudian sibuk menarikan jemarinya di atas layar sentuh ponsel tersebut.

Hyung!” teriaknya lantang ketika sambungan telah terhubung.

Yak! Namja titisan iblis, dimana kau?! Dimana Eunna?!” suara diseberang sana terdengar cemas juga kesal.

“Dia bersamaku, Hyung. Kau tenang saja!” jawab Kyuhyun dengan senyum sambil menatap gadisnya. Sementara Eunna yang dari tadi merasa bingung mulai mengerti, Kyuhyun pasti menghubungi kakak laki-lakinya sekarang.

“Bagaimana aku bisa tenang jika adikku bersama laki-laki sepertimu, huh! cepat antar Eunna pulang sekarang!” pinta Heechul.

Ya, kau pikir siapa yang menyerahkan Eunna padaku tadi malam? Hyung, aku akan menikahi adikmu minggu depan! Kau merestuinya, kan?” ujar Kyuhyun sekenanya yang sontak membuat Eunna membelalakkan matanya.

MWO?! APA YANG KAU BICARAKAN, TUAN CHO?! CEPAT KEMBALIKAN ADIKKU SEKARANG JUGA ATAU KAU AKAN MENERIMA AKIBATNYA!!”

Tanpa menjawab perkataan Heechul Kyuhyun segera mematikan sambungan teleponnya dan tertawa penuh kemenangan.

“Apa hobi kalian berdua itu berteriak?” tanya Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya.

“Kau kira siapa yang mau menikah denganmu?” tanya Eunna menatap Kyuhyun kesal.

Aish, Ny. Cho, kau ini mengapa dari tadi pura-pura seperti itu? Kaja, kita harus mencari gaun pernikahan!” Kyuhyun segera menarik lengan Eunna dan berjalan menuju pintu keluar.

YAK!” teriak Eunna gemas.

“Apa lagi?” tanya Kyuhyun dengan tatapan polos.

“Kau mau keluar dengan keadaan seperti itu?” tanya Eunna sambil menatap tubuh atas Kyuhyun.

“Ah, iya. Aku lupa!” dengan segera Kyuhyun memungut kemejanya yang tergeletak dilantai dan memakainya.

Tsk, pabo-ya!” Eunna segera meninggalkan Kyuhyun tanpa perduli teriakan laki-laki itu yang memanggil namanya.

 

= E N D =

2 Comments (+add yours?)

  1. josephine azalia
    Oct 22, 2016 @ 13:18:49

    so cuuuuteeeeeeeeeeeeeee

    Reply

  2. ayumeilina
    Oct 22, 2016 @ 19:26:38

    aaahhhhhh….
    Seruuuu…
    Lucu jugaaa 😂😂😂
    Kalo cinta emang gak bisa bohong yaak 😄😄

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: