From Hate To Be Love

hb

Title : From Hate To Be Love

Author : Tessa Widya

Cast :

Lee Hyun Jin

Park Jung Soo

Lee Hyuk Jae

Lee Sungmin

Genre : Romance

Rating : PG13

***

 

Author’s POV

Gadis itu sedang duduk di beranda rumahnya. Tatapan matanya kosong. Dan terkadang dia menghela nafas. Dia sedang memikirkan apa yang telah dia lakukan bersama namja itu. Pikirannya benar-benar kacau. Dia mengacak rambutnya sesekali untuk mencoba menghilangkan pikirannya dari bayangan yang benar-benar ingin dia lupakan. Dia butuh istirahat.

“Aigo~ Apa yang telah aku lakukan bersama namja sialan itu ? Mengapa aku selalu memikirkannya ? Memikirkannya seperti ini terus akan membuatku semakin gila.” Ucap gadis itu, nada suaranya terlihat putus asa.

“Bagaimana bisa ? Apa aku mulai menyukai namja sialan itu ? Omo~ Kenapa semua ini sangat membingungkan ? Aku lama-lama pasti bisa gila.” Lanjutnya dengan mengacak rambut panjangnya.

 

-FLASHBACK-

Hyun Jin’s POV

“Annyeong, Park Jung Soo imnida.” Kata namja itu sambil membungkukkan badannya.

“Annyeong, Lee Hyun Jin imnida.” Kataku kepada namja itu yang ternyata adalah sunbaenimku di sekolah. Dia cukup terkenal di kalangan wanita. Dia benar-benar bercharisma. Aku bisa merasakannya. Dia benar-benar baik, sopan dan tampan. Tampan ? Ya, itulah kesan pertamaku terhadapnya.

Tanpa sengaja, kami mengikuti kegiatan bersama di sekolah. Awalnya, aku senang terhadapnya. Namun, saat kegiatan itu berlangsung. Dia mulai menjadikanku bahan leluconnya. Karena aku cerewet dia selalu menyalahkanku yang ini itu. Setiap perkataan yang aku ucapkan selalu salah baginya.

“Loh bagaimana bisa seperti itu ? Bagaimana caranya ?” tanyaku bingung pada Shindong seonsaengim yang sedang menjelaskan pelajaran matematika itu.

“Halah, dasar gadis kecil. Seperti itu saja kau belum bisa ?” sahut Jung Soo oppa dengan kerasnya. Sampai membuat Shindong seonsaengnim menatap kami berdua geram. Aku menoleh ke belakang melihat wajah namja itu. Dia tersenyum evil. Hah~ kau pikir aku akan menyukaimu dengan melihatmu tersenyum seperti itu ? Cih~ yang benar saja, namja menyebalkan sepertimu. Mana mungkin aku menyukaimu. TIDAK AKAN PERNAH.

Sampai akhirnya aku tidak mendengarkan apa yang disampaikan Shindong seonsaengnim. Karena aku malas menjadi bahan lelucon namja sialan itu. Aku hanya memperhatikan ponselku di atas meja dan membalas pesan singkat dari namjachingu-ku.

 

From : My Hyukkie ❤

“Jin-ah, kau sudah pulang ?”

 

To : My Hyukkie ❤

“Belum.”

Sent.

Drrtt..Drrtt.. Ahh pasti dari Hyukkie.

 

From : My Hyukkie ❤

“Kau sedang apa sekarang ?”

 

To : My Hyukkie ❤

“Sedang mengikuti pelajaran tambahan dari Shindong seonsaengnim. Kau Hyukkie-ah ? ^^”

Sent.

 

From : My Hyukkie ❤

“Omo~ aku lupa, aku hari ini juga ada pelajaran tambahan dari Siwon seonsaengnim. Lalu, siapa yang akan mengantarmu pulang hari ini ? T^T”

 

To : My Hyukkie ❤

“Molla, chagi-ah. T^T Mungkin aku akan pulang dengan naik bis. ^^”

Sent. Ahh dia di rumah? Lalu aku pulang dengan siapa? Omo~ uangku? Uangku hanya cukup untuk pulang dengan 1 bis. Sedangkan untuk ke rumahku harus menggunakan 2 bis. Ahh~ eomma appaa! Oettohke?

 

From : My Hyukkie ❤

“Mian chagi-ah. Aku sedang sakit. Jadi, tak bisa mengantarmu pulang. T__T“

 

To : My Hyukkie ❤

“Gweanchana chagi. :* aku bisa pulang sendiri. ^__^ cepat sembuh yaa chagi.”

Sent. Ahh~ dia sedang sakit toh. Kenapa aku bisa lupa? Bukannya tadi dia sudah agak demam? Lalu bagaimana dengan nasibku?

 

From : My Hyukkie ❤

“Hati-hati chagi-ah. Saranghaeyo, Lee Hyun Jin ^3^ <3”

 

Belum sempat aku membalas pesan singkat dari Hyuk Jae. Aku mendengar suara bel menandakan pelajaran telah usai. Langsung saja aku membereskan buku dan peralatan tulisku yang tergeletak sembarangan di atas meja. Dan saat mau pulang, Shindong seonsaengnim menatapku tajam.

“Mianhamnida, Shindong seonsaengnim. Hari ini aku tidak memperhatikan pelajaran yang kau sampaikan.” Kataku pelan lalu membungkukkan badanku.

“Tak apa. Pulanglah. Hati-hati di jalan.”

Tumben sekali Shindong seonsaengnim baik terhadapku. Biasanya menatapku tajam seperti tadi. Ia akan memakanku hidup-hidup. Hah~ aku beruntung hari ini. Setidaknya hanya hari ini.

Saat aku berjalan keluar sekolah, Jung Soo oppa mencegatku. Dia merentangkan kedua tangannya. Dan tersenyum lebar. Aku menatapnya curiga,

“Yak! Apa yang kau lakukan oppa?” teriakku.

“Kau sendiri sedang apa?”

“Yak! Kau tak bisa lihat? Aku mau pulang. Dan apa yang kau lakukan? Jangan membuatku kesal oppa!”

Tanpa mendengarkan perkataanku, dia menggenggam pergelangan tanganku dan menarikku. Omo~ apa yang akan dia lakukan terhadapku kali ini ?

“Oppa ! Apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan tanganku!” bentakku dan mencoba melepaskan cengkraman tangannya. Sial! Dia benar-benar kuat.

“Shireo. Pulanglah bersamaku. Kau tak ada yang mengantar pulang kan ?”

Aigo~ bagaimana namja ini tahu ? Aku benar-benar kesal karena namja ini. Tapi, aku juga malas pulang sendiri. Karena uangku tidak mencukupi. Aku menatap wajah Jung Soo oppa. Dia memandangku heran. “Ada apa ? Kau pikir aku berbohong ? Ayo aku antarkan kau pulang.” Katanya kemudian mengeluarkan senyum hangatnya. Aku kagum melihat senyumnya yang hangat itu. Benar-benar manis. Tanpa sadar, aku ikut tersenyum dan mengangguk. Apa ? Apa yang telah aku lakukan barusan ? Apa aku terhipnotis olehnya ? Omo~ mianhae Hyukkie-ah. Ini semua salahku.

“Ayo naiklah.” Kata Jung Soo oppa menungguku untuk naik di bangku belakang motor sportnya itu. Aku hanya menurut. Dasar pabo! Bagaimana bisa aku melakukan hal yang diluar kesadaranku? Senyumnya mampu membuatku melayang dan kehilangan akal sehatku.

“Pegangan yang kuat. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” Mwo ? Suatu tempat ? Ayolah. Apa lagi yang dilakukan namja gila ini ?

Tanpa sadar aku mempererat pelukanku. Dasar gila! Sudah jelas sedang membonceng yeoja, malah mengebut sekencang ini. Dasar namja sialan ! Tapi kenapa aku tak menolaknya? Bisa gawat jika terlihat Hyukkie. Dasar Lee Hyun Jin pabo! Tapi di sisi lain, aku merasakan kehangatan dari namja satu ini. Dia benar-benar membuatku nyaman. Mwo ? Nyaman ? Maaf ralat.

Tak berapa lama, kami sudah sampai di Sungai Han. Yaa, pemandangan ini sangat menarik. Aku hanya dapat terkagum-kagum. Dan Teukie oppa mengajakku duduk di bangku panjang kayu tepat sebelah pohon yang teduh.

“Oppa, ini kan..” kataku kagum.

“Yaa. Kau menyukainya ?”

“Sangat menyukainya oppa. Gomawo.”

“Cheonma.” Jawabnya singkat kemudian tersenyum manis. Senyuman yang mampu membuatku terbang. Bagaimana bisa dia tahu aku sangat menyukai Sungai Han di sore hari seperti ini? Tunggu. Apa yang dia inginkan dariku? Kemudian aku tersadar dari semua kegilaan yang telah Jung Soo oppa lakukan hari ini.

“Tunggu.. Bagaimana oppa bisa tahu kalau aku sangat menyukai sungai Han?”

“Hanya menebak.” Jawabnya enteng.

“Sebenarnya, apa yang oppa inginkan? Tidak biasanya oppa seperti ini padaku?”

“Waeyo? Memangnya aku tidak boleh bersikap seperti ini padamu?”

“Hanya saja.. Aku merasa aneh. Biasanya kau selalu mengomeliku, mengajakku adu mulut. Dan sekarang kau mengajakku pergi ke tempat yang sangat aku sukai.”

“Aku hanya ingin menunjukkan padamu. Sebenarnya aku ini adalah namja yang baik. Aku tidak menyukai keadaan kelas yang sepi seperti tadi. Makanya, aku melakukan hal itu agar kelas tidak terasa sepi.”

“Jadi, maksudmu?” Mwo? Dia hanya? Selama ini dia? Oh Tuhan. Namja ini benar-benar menyebalkan.

“Yaa, aku ingin kelas kita tidak sepi. Karena itu sangat membosankan. Apa kau tidak merasakannya? Apa kau menyukai kelas yang tenang? Tapi mana mungkin gadis sepertimu seperti itu. Haha.”

Mwo? Aku belum sempat menjawab, dia langsung menjawab pertanyaannya sendiri. Mana mungkin? Kau kira aku apa? Hah? Aku sangat menyukai ketenangan. Apa kau tak lihat aku menyukai keadaan sungai Han yang tenang. Dasar pabo!

“Haha. Tidak lucu.” Kataku datar.

“Haha. Lihat ekspresimu. Kau terlihat lucu dengan wajah seperti ini. Haha.”

Mwo? Lucu? Cukup sudah kesabaranku.

“Sudah puaskah sunbaenim tertawa melihatku ?” kataku sinis.

Setelah mengatakan itu, aku melihat dia menghentikan tawanya. Dan menatapku. Dia mulai mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Tunggu. Apa yang mau dia lakukan dengan jarak seperti ini? Apa dia akan menciumku? Aku dapat merasakan deruan nafas namja di depanku ini. Dengan kelakuannya seperti ini, mampu membuatku kehilangan oksigen dan kehilangan kesadaran. Kenapa jantungku berdegup kencang? Semakin lama wajahnya semakin dekat. Dia mulai mendekatkan bibirnya dan aku hanya dapat menutup mataku. Ada apa ini ? Kenapa aku tidak bisa menjauhkannya? Kenapa aku hanya diam saja dan menantikan bibir kami bertemu? Kau gila Lee Hyun Jin!

“Kenapa kau menutup matamu?” bisiknya di telingaku. Kemudian aku menjauhkan tubuhnya dengan cepat. Mwo? Dasar kau memalukan Hyun Jin. Dasar pabo! Apa yang kau lakukan tadi? Dan apa yang harus aku katakan sekarang?

“Aku..Aku hanya tidak ingin melihat wajahmu sedekat itu.” Yaak! Alasan yang tidak masuk akal Hyun Jin. Kau benar-benar yeoja yang pabo! Dapat kulihat, dia hanya tertawa terbahak-bahak. Sedangkan wajahku merah padam.

“Aku mau pulang.” Kataku salah tingkah kemudian beranjak pergi.

“Tunggu..” Jung Soo oppa menahan lenganku dan kemudian memutar tubuhku. Ya Tuhan apa yang akan dia lakukan saat ini? Mau mempermalukanku lagi? Dia menatap mataku dalam. Dan aku juga menatap manik-manik matanya. Ternyata wajahnya benar-benar tampan dengan jarak sedekat ini. Kemudian dia menyunggingkan senyumnya. Senyum termanisnya yang mampu membuat jantungku berhenti berdetak.

“Biar kuantarkan kau pulang.” Katanya kemudian membawaku ke motornya. Dan mengantarkanku pulang.

-FLASHBACK END-

Author’s POV

“Namja itu benar-benar menyebalkan. Pasti gosip murahan seperti ini cepat menyebar. Apa yang harus kulakukan ?” Kata yeoja itu kemudian merebahkan tubuhnya di kasur empuknya.

“Sebaiknya aku menghubungi Hyukkie-ah sebelum terjadi salah paham.” Katanya kemudian mengambil ponselnya dan mulai menuliskan pesan singkat untuk namja chingunya.

 

To : My Hyukkie ❤

            “Chagi-ah. Kau sudah tidur ?”

           

Sambil menunggu balasan dari Lee Hyuk Jae. Hyun Jin mulai memainkan laptopnya. Dia membuka jejaring sosial. Dan saat membuka profil teman-temannya. Dia melihat wajah seorang namja yang familiar baginya. Siapa namja itu ?

“Bukankah itu Jung Soo oppa?” katanya sambil menunjuk foto namja itu. Dia mulai mengklik untuk menambahkan namja itu sebagai temannya. Dan tak lama kemudian, namja itu menerima permintaan itu.

“Sekarang dia online yaa?” ucapnya. Kemudian dia mulai berpikir bagaimana kalau chatting bersama namja itu. Dia mulai merasa bosan dan kesepian.

 

Lee Hyun Jin  : “Gomawo oppa ^^”

            Park Jung Soo : “ Cheonma~”

            Lee Hyun Jin  : “Kau belum tidur oppa ?”

            Park Jung Soo : “Belum, ada apa ?”

 

‘Yak. Apa yang harus aku katakan setelah sore tadi dia seperti itu padaku? Setelah dia melakukan itu, kenapa dia berubah cuek? Kenapa aku jadi merasa tak enak? Kenapa aku jadi bingung seperti ini?’ tanya Hyun Jin kepada hati kecilnya.

 

            Lee Hyun Jin  : “Gweanchana oppa. ^^”

            Park Jung Soo : “Waeyo ? Kau merindukanku ? ^o^v”

            Lee Hyun Jin  : “Mwo ? Tidak sama sekali oppa.”

            Park Jung Soo : “Katakan saja iya. ^o^”

            Lee Hyun Jin : “Terserah kau saja oppa.”

 

‘Ternyata dugaanku salah. Dia masih menyebalkan seperti tadi. Hah? Merindukanmu? Andwae. Percaya diri sekali namja ini.’ Pikir Hyun Jin. Tiba-tiba ponsel Hyun Jin bergetar. Ternyata balasan pesan singkat dari namja chingunya. Tanpa pikir panjang, dia mulai mengakhiri pembicaraannya dengan Jung Soo oppa.

 

            Park Jung Soo : “Kekeke~ ^^”

            Lee Hyun Jin  : “Bye~ aku off oppa.”

 

Setelah mengakhiri pembicaraan singkat itu. Ia mematikan laptopnya dan memusatkan pikirannya pada namja yang sedang menunggu balasannya dari jauh sana.

 

From : My Hyukkie ❤

            “Belum, ada apa ?”

 

            To : My Hyukkie ❤

“Mianhae chagi-ah. Aku baru menghubungimu sekarang. Aku tadi sedang sibuk. Kau sedang apa sekarang ? Kau sudah makan ?”

 

From : My Hyukkie ❤

“Sudah. Mianhae Jin-ah. Aku merasa tak enak badan. Aku istirahat dulu yaa. Byee~”

 

To : My Hyukkie ❤

“Ne Hyukkie-ah. Saranghaeyo ^3^ chuu~”

 

 

 

Hyun Jin’s POV

Ada apa dengan Hyukkie hari ini? Apa dia mengetahui apa yang aku lakukan hari ini bersama Jung Soo oppa? Aigo~ apa yang harus aku lakukan sekarang? Ahh, dasar namja itu. Kenapa datang disaat yang seperti ini? Sudahlah daripada memikirkan namja sialan itu, lebih baik aku tidur. Dan besok di sekolah aku akan menjelaskan semuanya kepada Hyukkie agar tidak salah paham.

***

Jung Soo’s POV

Ada apa denganku hari ini? Kenapa aku selalu memikirkan yeoja itu? Apa aku mulai menyukainya? Yaa, aku memang suka dengannya. Tapi hanya sebatas menggoda dia saja. Aku sangat menyukai ekspresinya yang memerah saat malu. Dan senyumnya itu yang membuatku terasa nyaman berada di dekatnya. Yaa, aku membuat keributan dan beradu mulut dengannya karena aku hanya ingin menggodanya.

Saat aku melihat dia berjalan sendiri keluar sekolah. Entah setan apa yang merasuki tubuhku aku merasa benar-benar ingin berada di sampingnya dan mengantarkannya pulang. Dan saat aku mencegatnya. Dapat kulihat tatapan kesalnya dan ucapan dinginnya itu. Namun saat aku mengajaknya pulang bersama. Pasti dia ragu dengan ucapanku. Tapi, aku berhasil membawanya. Kekeke~

Dan saat aku membuka jejaring sosialku, aku melihat ada seorang yeoja yang aku kenal dan memintaku untuk menjadi temannya. Aku menerimanya. Aku melihat fotonya bersama seorang namja. Namja itu memeluk bahunya, dan yeoja itu tersenyum bahagia. Menurutku, namja itu adalah namja chingu-nya. Dan sepertinya wajah namja itu juga familiar bagiku. Oiya, dia adalah ketua tim basket di sekolah. Dia benar-benar rival yang kuat. Aku mengenalnya karena mengikuti ekskul yang sama denganku. Dan jabatanku, kuberikan padanya. Karena dia memang pantas mendapatkan itu. Dan tiba-tiba..

           

            Lee Hyun Jin  : “Gomawo oppa ^^”

 

Ternyata yeoja ini belum tidur. Aku harus bagaimana ? Ahh. Aku pura-pura cuek saja lah.

 

            Park Jung Soo : “ Cheonma~”

            Lee Hyun Jin  : “Kau belum tidur oppa ?”

            Park Jung Soo : “Belum, ada apa ?”

Lee Hyun Jin  : “Gweanchana oppa. ^^”

 

Ahh~ apa yang harus aku katakan lagi? Kenapa aku merasa canggung. Ayolah Jung Soo jangan seperti ini.

 

Park Jung Soo : “Waeyo ? Kau merindukanku ? ^o^v”

            Lee Hyun Jin : “Mwo ? Tidak sama sekali oppa.”

            Park Jung Soo : “Katakan saja iya. ^o^”

            Lee Ji Eun       : “Terserah kau saja oppa.”

Park Jung Soo : “Kekeke~ ^^”

            Lee Ji Eun       : “Bye~ aku off oppa.”

 

Yaa. Dia off. Apa dia marah padaku? Apa aku salah? Aish. Pabo! Aku memang keterlaluan. Bagaimana ini? Hari ini aku benar-benar menyedihkan.

***

Keesokan harinya..

Hyun Jin’s POV

Kenapa suasana sekolah seperti ini? Kenapa banyak yang menatapku sinis, tajam dan seakan ingin membunuhku saat ini juga. Ada apa ini? Apa yang sedang terjadi? Aku melewati lorong kelas dengan risih. Karena tatapan mereka semakin tidak mengenakkan. Saat aku sudah sampai di lokerku, aku membuka pintu lokerku dan ada bangkai tikus di dalamnya.

“M-MWO? IGE MWOYA?” teriakku. Bukannya ada yang membantuku membuangnya. Malah ada yang melempariku dengan telur busuk dan mengguyurku dengan air hingga pakaianku basah kuyup dan juga bau, ani sangat bau. Sial! Saat ini aku ingin marah. Aku membalikkan badanku dan mencari siapa yang membuat ulah seperti ini.

Saat aku ingin membuka mulutku, aku mendengar teriakkan seorang yeoja. “Rasakan itu, Lee Hyun Jin!” dan “Enak saja kau sudah mengambil Lee Hyuk Jae dariku dan sekarang Jung Soo sunbae! Dasar wanita murahan!” dan ada juga yang bilang “Apa kau ingin terkenal di sekolah ini dengan memanfaatkan 2 namja itu sekaligus? Ha?” CUKUP! Apa yang mereka bicarakan? Aku sudah tidak tahan, aku ingin marah saat ini. Rasanya sakit sekali mendengar ucapan mereka yang jelas-jelas itu adalah FITNAH!

“APA YANG KALIAN BICARAKAN?” teriakku murka. Cukup sudah kesabaranku! Aku benar-benar marah! Aku tidak tahu apa-apa. Atau mungkin ada yang melihatku bersama Jung Soo oppa kemarin dan berita ini sudah menyebar?

“HAH! JANGAN PURA-PURA BODOH! SEMUA SISWA DISINI SUDAH MENGETAHUI KELAKUAN GENITMU ITU, LEE HYUN JIN!” teriak wanita itu lagi, dapat kulihat tatapan matanya seakan ingin menelanku hidup-hidup. TUNGGU! Apa yang dia bilang? Semua siswa sudah mengetahui ini? Jangan bilang Hyukkie juga ikut salah paham dengan hal ini? Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Tanpa memperdulikan mereka aku segera menuju lapangan basket mencari Hyukkie. Karena Hyukkie memang sering menghabiskan waktunya disana ketika di sedang marah. Sesampainya disana, aku melihat ada dua orang namja sedang berhadap-hadapan dan teman-teman mereka yang setia berdiri di belakangnya. Jangan bilang itu Jung Soo oppa dan Hyukkie. Omona~ eomma appa eottohke? Kenapa semua menjadi seperti ini?

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN BERSAMA HYUN JIN-KU KEMARIN? HAH?” teriak Hyukkie murka. Dapat kulihat dia sudah mengepalkan kedua tangannya. Wajahnya memerah menahan amarah. Aku yang melihat dari jarak jauh hanya bisa diam dan menunduk.

“tidak ada.” Jawab Jung Soo oppa singkat. Aku menolehkan kepalaku melihatnya yang santai menjawab pertanyaan Hyukkie. Seketika aku melirik Hyukkie melihat ekspresi dia selanjutnya.

“LALU JELASKAN APA MAKSUD DARI FOTO INI? KAU MENCIUMNYA KAN? HAH?” bentak Hyukkie kemudian menunjukkan selembar foto dan melemparkan foto itu tepat di wajah Jung Soo oppa.

Kau tau apa yang aku lakukan sekarang? Aku hanya bisa menangis. Aku mulai mendekati mereka dan akan menjelaskan ini semua. Saat aku sudah berada di dekat mereka. Hyukkie yang sudah berapi-api semakin murka menatapku.

“SEDANG APA KAU DISINI?”

“a-aku hanya ingin menjelaskan apa yang terjadi.” Jawabku pelan. aku menundukkan kepalaku. Aku tidak berani menatap matanya dan tidak ingin memperlihatkan kelemahanku.

“APA YANG AKAN KAU JELASKAN? SUDAH JELAS SEMUANYA, LEE HYUN JIN!!” teriaknya. Ya Tuhan, berikan aku kekuatan agar aku dapat menyelesaikan masalah ini.

“i-ini bukan seperti yang kau pikirkan, Hyukkie-ah. K-kau salah paham.” Jawabku sangat pelan mungkin dia tidak mendengarnya. Tapi ruangan ini sepi, mungkin juga dia bisa mendengarnya.

“KAU TAU BAUMU ITU SANGAT BUSUK SEKARANG!! DAN ITU JUGA MENUNJUKKAN SIFAT BUSUKMU ITU!!” bentaknya dan kemudian mendorongku hingga aku terjatuh. Aku menangis, kali ini tangisanku pecah. Aku menatapnya, dan aku masih menangis.

“Hyukkie. Jebal. Mianhae jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud mengkhianatimu. Aku mencintaimu, Lee Hyuk Jae.” Kataku pelan. menangis membuat suaraku mengecil dan mungkin sebentar lagi akan hilang.

“Hah? Cinta? Kau bilang kau mencintaiku? Lalu apa buktinya hah? Saat aku sakit kemarin bukannya menemaniku malah BERSAMA NAMJA LAIN!” ya Tuhan, sakit sekali. Dia benar-benar tidak seperti Hyukkie yang aku kenal selama ini. Dia berubah, SANGAT BERUBAH. Aku kembali menangis dan aku merasa ada yang membantuku berdiri. Tunggu ini teman dari Jung Soo oppa. Omona~ apa yang sedang kau lakukan?

“Ayo berdiri.” Kata seorang namja tinggi itu dengan lembut dan teman satunya juga membantuku. Ahh~ dia kan Lee Sungmin dan Lee Donghae. Mereka adalah sunbaeku.

Aku melihat Hyukkie mulai melemparkan tinjunya ke arah wajah Jung Soo oppa. Dan kau tau? Apa yang dilakukannya? Dia hanya diam dan tidak membalas pukulan namja yang sudah memukulnya tanpa ampun. Aku kaget bukan main, dan dengan cepat aku melihat kedua temannya yang berada di sampingku hanya tersenyum. Namun senyumannya tidak dapat aku artikan.

“Oppa, kau tidak menolong Jung Soo oppa? Tolonglah dia!” teriakku panik sambil menggoyang-goyangkan lengan mereka berdua.

Mereka hanya tersenyum dan berkata, “Sudahlah biarkan. Memang seperti itu Jung Soo menyelesaikan masalah. Dia tidak ingin membalas.” Jawab Donghae oppa tenang.

“Tapi oppa.. Apa kau gila membiarkannya seperti itu?” aku berlari mendekati mereka berdua. Awalnya teman Jung Soo oppa menahanku. Namun, aku berhasil melepaskan cengkraman mereka berdua dan menatap mereka dengan tatapan aku-akan-menyelesaikan-ini.

“HENTIKAAANN!!” teriakku seketika tangan Hyukkie berhenti. Jujur, aku tak tega melihat wajah Jung Soo oppa sekarang. Dia babak belur. Sudut bibirnya dan hidungnya mengeluarkan banyak darah. Dan pipinya juga memar. Amarahku benar-benar memuncak saat ini.

“Donghae oppa dan Sungmin oppa, tolong bawa Jung Soo oppa keluar dari sini dan obati lukanya. Aku disini akan menyelesaikan masalahku bersama Hyukkie.” Aku menyuruh mereka tanpa menatap mereka. Aku hanya menatap Hyukkie dengan tatapan geram. Aku benar-benar emosi saat ini. Entah kemana air mataku tadi, tiba-tiba reda begitu saja. Ahh~ entahlah.

Setelah mereka membawa Jung Soo oppa dan keluar ruangan ini dan aku dapat mendengar bunyi pintu yang tertutup. Hah~ tinggal aku dan Hyukkie. Tunggu. Masih ada teman Hyukkie disampingnya. Kalau tidak salah yang disebelah kiri Hyukkie itu bernama Jong Woon dan di sebelah kanan Hyukkie itu Kyuhyun. “Dan kalian berdua, keluar dari sini sekarang juga!” tunjukku kepada Jong Woon dan Kyuhyun menyuruhnya keluar dan menatap mereka tajam. Kulihat mereka menoleh ke arah Hyukkie, “Keluarlah.” Bisik Hyukkie. Dan kemudian mereka berdua keluar.

Saat ini, hanya ada aku dan Hyukkie. Aku harus tenang, jangan ada nada emosi sedikitpun. Sabar Hyun Jin. Tenangkan dirimu. Aku menatap Hyukkie yang masih menatapku tajam. Aku menghela nafasku.

“Mianhae Hyukkie jeongmal mianhae.” Ucapku pelan.

“Mian? Kau tau apa yang telah kau lakukan? HAH?” bentaknya. Aku tidak tahan. Emosiku benar-benar memuncak. Tapi tunggu, kalau aku emosi masalah ini tidak akan pernah selesai.

“Ini semua tidak seperti yang kau pikirkan Hyukkie-ah.”

“Lalu? Seperti apa?”

“Kemarin aku diajak Jung Soo oppa untuk pulang bersama. Tanpa sadar, aku mengiyakan ajakannya itu. Lagian, uang sakuku hanya cukup untuk 1 bis. Kau sendiri tau kan kalau ke rumahku harus dengan 2 bis? Nah, ternyata Jung Soo oppa malah mengajakku ke Sungai Han. Dan dia hanya bercanda. Dia tidak menciumku. Dia hanya menggodaku. Percayalah padaku Hyukkie-ah. Aku memang salah. Kau boleh marah padaku. Tapi jangan pada Jung Soo oppa.” Kataku panjang lebar. Aku menundukkan kepalaku lagi. kali ini entah bagaimana bisa cairan bening menggenang lagi di pelupuk mataku. Tubuhku bergetar, aku menggigit bibir bawahku menahan agar cairan ini tidak keluar lagi.

“Kau tau Hyun Jin-ah? Rasanya sakit sekali disini. Aku tidak percaya kau melakukan ini semua Jin-ah. “ katanya sambil menunjuk dadanya.

“Aku tau Hyukkie-ah. Aku memang bersalah. Kau tau aku juga merasakan hal yang sama. Kau tak melihatku yang seperti ini? Rasanya sakit mendengar banyak yeoja sana yang menghinaku bahkan memfitnahku.” Pertahananku hancur. Aku menangis. Rasanya sesak sekali ketika aku mengucapkan semuanya.

“Mianhae Hyun Jin. Sepertinya kita memang tidak cocok lagi. lebih baik kita berpisah saja. Aku tidak kuat menahan luka ini.”

“SHIREO! Jangan Hyukkie-ah! Mianhae. Aku benar-benar mencintaimu. Jangan lakukan ini! Jebal!” kataku kemudian berlutut di depannya.

“berdirilah.” Katanya lembut. Aku menatapnya, dia mencoba membantuku berdiri, namun aku tepis.

“Sebelum kau memaafkanku dan menarik ucapanmu tadi. Aku tidak akan berdiri.” Kataku tegas.

“Baiklah. Aku memaafkanmu. Sekarang berdirilah.”

“Jinjjayo?” tanyaku tak percaya kemudian berdiri menatapnya. Dia hanya menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum lembut.

“Bolehkah aku memeluk dan menciummu?” DEG. Tunggu apa yang dia katakan? Ahh~ Mungkin dia benar-benar menarik ucapannya itu. Akupun menganggukkan kepalaku mantap.

Dia memelukku sangat erat. Kemudian aku merasakan bahuku basah. Apa mungkin dia menangis? Tapi apa perasaan ini? Kenapa aku merasa ini adalah yang terakhir. Aku menepis pikiran burukku itu dan membalas pelukan Hyukkie. Aku membenamkan kepalaku di dada bidangnya itu. Aku memeluknya erat. Namun, dia mengendurkan pelukanku. Kemudian dia mencium bibirku sekilas.

“Mianhae Lee Hyun Jin jeongmal mianhae. Pelukan dan ciuman tadi adalah yang terakhir. Aku rasa kita benar-benar harus berpisah.” Katanya dengan tenang dan mengecup keningku lama lalu pergi meninggalkanku yang mematung di tempat ini.

“SHIREOO!!” teriakku frustasi. Yang kulakukan saat ini hanya menangis dan terus menangis menyesali semua yang telah aku lakukan.

***

Jung Soo’s POV

“Donghae oppa dan Sungmin oppa, tolong bawa Jung Soo oppa keluar dari sini dan obati lukanya. Aku disini akan menyelesaikan masalahku bersama Hyukkie.” Perintahnya kepada kedua sahabatku yang cukup kaget mendengar ucapannya yang tegas dengan penuh penekanan di setiap kalimat terakhirnya. Dan benar saja, kedua sahabatku ini membantuku berdiri dan membopongku yang benar-benar tidak kuat untuk berdiri tegak. Mereka membawaku ke ruang kesehatan sekolah ini. Dapat kulihat banyak pasang mata yang menatapku heran, iba, bahkan meremehkan. Sampai di ruang kesehatan. Sungmin mulai membuka percakapan.

“Kau kenapa hanya diam saja tadi?” tanya Sungmin.

“Aku tidak pernah melihatmu separah ini. Biasanya kau langsung melawannya jika kau sudah menyadari kelemahan lawanmu.” Lanjut Donghae.

“Aku hanya merasa bersalah pada yeoja itu.”

“Waeyo? Apa yang telah kau lakukan padanya?” tanya Donghae dengan mengernyitkan alisnya bingung.

“Sebenarnya kemarin saat pulang sekolah aku mengajaknya pulang bersamaku karena aku melihatnya pulang sendirian. Dan entah kenapa aku mengajaknya ke Sungai Han. Dia tersenyum bahagia saat melihat Sungai Han. dan kalian tau? Senyumnya benar-benar membuatku sulit bernafas. Benar-benar indah dan manis. Dan entah setan apa yang merasukiku aku mendekatkan tubuhku dan hampir menciumnya. Kemudian aku tersadar. Memang ini kesalahanku.” ceritaku pada kedua sahabatku ini.

“Jelas saja dia murka. Bahkan tatapannya ingin membunuhmu.” Kata Sungmin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Mungkin dia heran denganku.

“Lalu menurutmu apa yang dia lakukan sekarang pada yeoja itu yaa?” tanyaku lemah sambil menatap wajah Donghae dan Sungmin bergantian.

“Mungkin mereka baikan atau kalau tidak mereka berpisah.” Jawab Donghae tenang.

Baikan? Apa mungkin? Jelas-jelas tadi Hyuk Jae membentak dan memaki Hyun Jin. Atau mereka berpisah? Dan apa yang dilakukan Hyukkie saat ini pada Hyun Jin? Ahh~ sebaiknya aku kembali kesana. Aku benar-benar mengkhawatirkannya.

“Kau mau kemana?” tanya Sungmin yang melihatku berdiri dan berjalan terseok-seok.

“Aku mau melihat yeoja itu. Aku khawatir akan terjadi apa-apa padanya.” Jawabku tegas.

“Kau yakin? Bahkan kau belum bisa berdiri tegak.” Cegah Donghae.

“Aku benar-benar merasa bersalah pada yeoja itu. Dan sekarang aku mengkhawatirkannya. Apa aku salah?” Jawabku sambil memohon kepada mereka agar membolehkanku pergi.

“Baiklah. Kami juga ikut.” Kata Donghae yang kemudian diamini Sungmin..

Sesampainya di lapangan basket, aku melihat Hyuk Jae mencium kening Hyun Jin lama dan kemudian berlalu meninggalkan yeoja itu mematung sendiri.

“Ahh bahaya ayo kita sembunyi.” Kata Sungmin panik saat melihat Hyuk Jae sudah hampir mendekati pintu.

Hyuk Jae keluar begitu saja. Dapat kulihat bahu namja itu bergetar. Dan langsung saja aku menatap yeoja itu. Dan dia terduduk lemas dan berteriak histeris. “SHIREOO!!” Apa mungkin Hyuk Jae memutuskannya? Ahh sebaiknya aku mendekatinya. Aku menatap kedua sahabatku dengan tatapan tidak-apa-apa-aku-bisa-sendiri.

Aku membuka pintu lapangan basket ini, dan berjalan terpincang-pincang mendekati Hyun Jin yang sedang menangis histeris. Aku berjongkok kemudian menepuk bahunya pelan. Dia sedikit terlonjak kaget dan menoleh ke arahku sedetik kemudian dia memalingkan mukanya dan menepis tanganku yang ada di bahunya.

“Untuk apa kau kesini oppa?”

“Aku hanya mengkhawatirkanmu. Gweanchanayo?” Pabo! Kenapa itu yang keluar dari mulutku? Pabo!

“Kau dapat melihat keadaanku sekarang kan? Apa menurutmu aku baik-baik saja?” jawabnya dingin. Aku mulai mendekatinya dan menatapnya.

“Kau boleh marah padaku. Aku memang salah. Mianhae jeongmal mianhae Lee Hyun Jin.” Ucapku lembut.

“Oppa.. Kau tau apa yang aku rasakan? Sakit sekali oppa disini!” ucapnya pelan sambil menunjuk dadanya. Tangisannya semakin menjadi-jadi. Tanpa sadar, aku menariknya ke dalam pelukanku.

“Aku tau. Mianhae jeongmal mianhae. Jujur aku pikir, kau tidak memiliki pacar karena sikapmu yang cuek dan dingin itu. Apa yang telah Hyuk Jae lakukan padamu?” tanyaku. Dia hanya diam dan mencengkram bajuku erat.

“Apa dia memutuskanmu?” tanyaku lagi. dia hanya mengangguk pelan.

“Jinjja? Ahh mianhae Lee Hyun Jin. Aku tidak bermaksud melakukan ini semua. Aku harus memintanya untuk kembali padamu.” Kataku sambil mengendurkan pelukanku. Tapi yeoja ini malah memelukku lebih erat.

“Biarkan oppa. Aku sudah terlalu sakit bersamanya. Dan biarkan seperti ini sebentar saja. Aku butuh ketenangan oppa.”

“Baiklah.” Aku memeluknya erat dan mengelus pelan punggungnya berharap dia tenang.

***

Author’s POV

Setelah kejadian itu, hubungan antara Hyun Jin dan sunbae-nya, Park Jung Soo semakin dekat. Mereka mulai sering berkomunikasi satu sama lain. Dan mereka sering terlihat bersama. Dan tak lupa Park Jung Soo mengenalkan kedua sahabatnya itu pada Lee Hyun Jin. Hyuk Jae yang melihat kedekatan mereka berdua semakin geram. “Ternyata ini yang dia inginkan? Baiklah.” Gumamnya pelan saat melihat Hyun Jin sedang tertawa bersama Jung Soo dan kedua sahabatnya.

Sudah hampir 2 bulan sejak kejadian itu, Jung Soo memberikan perhatian lebih pada Hyun Jin. Hyun Jin yang merasa lebih baik karena kehadiran Jung Soo yang selalu menemaninya setiap hari. Bahkan hampir tiap hari mereka selalu berhubungan, entah melalui pesan singkat atau telfon. Sampai Hyun Jin mulai merasakan hal yang aneh pada dirinya saat berada dekat dengan Jung Soo. Dia merasa hangat dan nyaman. Dia berpikir sepertinya dia mulai menyukai sunbae-nya itu. ‘apa sekarang aku mulai menyukai Jung Soo oppa? Senyumnya, perhatiannya bahkan kata-katanya yang mampu membuatku merasa jauh lebih tenang. Apa yang harus aku lakukan?’ tanya Hyun Jin pada hati kecilnya.

Hyun Jin memberanikan dirinya dan menegaskan pada dirinya. Dia ingin menanyakan pada Jung Soo apa yang dia rasakan selama bersama Hyun Jin. Apakah perasaannya sama dengan Hyun Jin. Entahlah. Dengan rasa gugup dia mengirimkan pesan singkat pada Jung Soo untuk menemuinya di kantin. Setelah pesan tersebut terkirim, Hyun Jin mulai melangkahkan kakinya menuju kantin sekolah dengan perasaan was-was.

Sesampai di kantin sekolah ia mulai mencari tempat duduk yang jauh dari keramaian. Karena ini adalah pertanyaan yang cukup sensitif. Jangan sampai berita ini menyebar luas dan terjadi seperti dulu lagi.

Tak berapa lama, Park Jung Soo pun datang kemudian menghampiri Hyun Jin yang melambaikan tangannya menandakan ia berada. Setelah Park Jung Soo duduk di depan Hyun Jin, Hyun Jin memesan makanan siang mereka saat ini.

“Jin-ah, tumben sekali kau mentraktirku makan seperti ini? Ada apa gerangan?” Tanya Jung Soo heran.

“Tidak ada apa-apa oppa. Hanya lagi ingin saja. Kau tidak mau oppa?” jawab Hyun Jin sambil tersenyum lebar.

“Jin-ah, bolehkah aku bercerita padamu? Karena hanya kau temen yeoja yang paling dekat denganku. Dan aku juga ingin meminta pendapatmu. Bolehkan?”

“Ne. tentu saja oppa. Silahkan.”

***

Hyun Jin’s POV

“Kau ingat tentang cinta pertamaku?” tanyanya padaku.

“Ne oppa. Waeyo?” jawabku singkat. Tunggu, sebenarnya yang ingin bercerita itu siapa sih? Aku atau dia? Seharusnya aku. Tapi kenapa malah dia? Tapi aku penasaran dengan ceritanya. Baiklah untuk sementara aku akan menjadi pendengar yang baik.

“Nah kemarin dia baru menghubungiku. Dia bilang bahwa selama kepergiannya 2 tahun ini dia selalu menungguku. Awalnya aku tidak percaya karena dia yang memutuskan untuk meninggalkanku waktu itu. dan sekarang dia ingin kembali seperti dulu. Aku bingung dengan perasaanku sendiri. Jauh dari lubuk hatiku paling dalam aku telah melupakannya dan aku mulai menyukai seorang yeoja. Namun, setelah kedatangannya kembali aku mulai goyah. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Jadi menurutmu aku harus bagaimana, Jin-ah? Menolaknya atau menerimanya?” ceritanya panjang lebar. Jujur, setelah mendengar ceritanya aku ingin menangis sekarang juga. Namun, tidak mungkin kan aku menangis dihadapannya. ‘Tuhan, tolong beri aku kekuatan’’ pintaku dalam hati.

“Itu terserah padamu oppa. Kau menyukainya tidak? Tanyakan pada hati kecilmu itu. dan sering-sering berdoa meminta petunjuk pada Tuhan agar pilihanmu nanti tidak membuatmu menyesal.” Saranku. Rasanya sakit sekali mengatakan itu semua. tapi bukankah itu yang dilakukan oleh pendengar yang baik? Memberi saran ketika ia membutuhkan?

“Benar katamu. Sepertinya aku masih menyayanginya. Lebih baik aku menerimanya saja. Daripada aku menyesal. Benarkan Jin-ah?” katanya antusias. Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya barusan. Lalu mengalihkan perhatianku menuju makanan yang baru saja datang di meja kami.

“Baiklah. Aku harus memperbaiki hubunganku dan kembali seperti dulu. Ternyata perjuanganku selama ini tidak sia-sia.” Katanya lagi kemudian mulai menyantap makanan di depannya dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya.

Ya, memang tidak hanya hari ini saja dia bercerita. Dia pernah bercerita padaku kalau cinta pertamanya itu adalah yeoja impiannya. Tentu saja pengorbanannya sangat besar untuk yeoja itu. yeoja yang beruntung.

Setelah kejadian itu, aku mendengar dari Sungmin oppa kalau Jung Soo oppa memilih cinta pertamanya dan mereka sudah menjadi sepasang kekasih kembali. Tentu saja ini membuatku cukup sakit. Luka yang belum tertutup dengan sempurna kembali terbuka dengan cukup lebar. Kalian tau? Rasanya sangat menyakitkan sekaligus menyesakkan. Sungmin oppa yang mengetahui semua tentangku pun merasa kasihan denganku. Ia merasa tak tega karena sikap sahabatnya yang sudah keterlaluan baginya.

Dan selama ini, aku mulai dekat dengan Sungmin oppa. Dia mulai memberiku perhatian lebih seperti Jung Soo oppa lakukan dulu. Bahkan Sungmin oppa sering menemaniku. Aku berharap, Sungmin oppa memang tulus padaku. Tidak seperti Jung Soo oppa yang memberiku harapan palsu. Yang awalnya membuatku melayang karenanya dan saat itu juga aku terjatuh karenanya. Menyakitkan bukan? Aku selalu menangis kalau mengingat kenanganku bersama Jung Soo oppa. Aku benar-benar tak menyangka. Apa mungkin selama ini dia perhatian padaku hanya karena ia merasa bersalah karena Hyukkie memutuskanku? Atau ia malah kasihan melihatku? Entahlah.

Dan hari ini tepat hari ulang tahunku. Sungmin oppa mengajakku ke suatu tempat. Aku juga tidak tahu tempatnya. Ia selalu mengatakan rahasia. Dan kalian tau? Sampai hari ini lebih tepatnya malam ini Jung Soo oppa tidak mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Padahal aku berharap ia tidak melupakan hal itu. dan untuk Hyuk Jae ia masih mengingat hari bahagiaku ini ternyata. Ahh~ namja itu membingungkan.

“Jin-ah, kita sudah sampai.” Ucap Sungmin oppa padaku sambil membuka penutup mata yang selama ini aku pakai. Kurasa ia ingin membuat kejutan untukku. Tapi apa ya? Setelah oppa melepaskan penutup mata aku mulai membuka mataku perlahan. Dan kalian tau apa yang terjadi? Aku rasa ini mimpi. Seorang namja tengah duduk memainkan gitar di tengah-tengah lilin-lilin kecil yang berbentuk hati. Omona~ apa maksudnya ini? Ini sangat indah dan romantis. Ahh~ entahlah kata apa lagi yang menggambarkan tempat ini. Dan kalian tau juga? Siapa namja itu? Ia adalah Sungmin oppa. Aku ulangi Sungmin oppa. Demi apa coba dia melakukan semua ini? Apa mungkin selama ini perhatiannya tulus? Aku rasa iya.

Aku mulai melangkahkan kakiku menuju Sungmin oppa berada. Saat aku berjalan menuju tempatnya. Oppa menyanyikanku sebuah lagu dengan gitar favoritnya.

Stand by me! nal barabwajwo ajik sarangeul moreujiman

Stand by me! Nal jikyeobwajwo ajik sarange seotuljiman

Neoreul bol surok gibuni johajyeo

Nado mollae noraereul bulleo

Han songi jangmireul sago sipeojin

Ireon nae moseup singihande

Nae maeumi neo-ege danneundeutae

I sesangi areumdawo

Ireon seolleimeul neodo neukkindamyeon

Budi jogeumman gidaryeojwo

[translate]

Stand by me! Look towards me even though I don’t know love yet

Stand by me! Guard over me because I’m still clumsy at love

My feelings get better as I look at you

I find myself randomly singing

I even want to buy a single rose

The side of myself is so new

As my heart becomes closer to you

The world become more beautiful

If you feel my nervousness

Will you wait just a little bit

(SHINee – Stand By Me)

Omo~ kenapa aku baru menyadari suara merdu Sungmin oppa. Benar-benar menenangkan. Dan sepertinya aku menyadari sesuatu. Apa mungkin Sungmin oppa menyukaiku? Saat aku sibuk berdebat dengan pikiranku. Sungmin oppa menggenggam tanganku dan berjongkok layaknya pangeran.

“Jin-ah, maukah kau menjadi yeojachinguku?” MWO? Apa itu benar? Aku rasa aku sedang bermimpi dan ingin cepat bangun. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku bimbang. Di sisi lain aku menyukai sikap tulus Sungmin oppa padaku. Tapi di sisi lain aku masih mencintai Jung Soo oppa. ‘Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menerimanya? Dan mencoba melupakan Jung Soo oppa?’ batinku.

“Oppa, apa kau serius?” tanyaku meyakinkannya.

“Tentu saja. Apa kau kira aku sedang bercanda?” katanya serius. ‘ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus menerimanya? Semoga keputusanku tidak salah.’ Doaku dalam hati.

Saat aku ingin menjawab ‘iya’ tiba-tiba seorang namja menghampiri kami dengan nafas tersenggal-senggal. Sepertinya dia habis berlari. Saat ia mendongakkan kepalanya, aku terkejut bukan main. Kalian tahu siapa namja itu? Dia adalah Park Jung Soo. Apa yang dia lakukan disini? Mau menghancurkan kebahagiaanku lagi?

“Tungguu!! Jin-ah, ja-jangan ber-samanya. Aku mo-hon.” Katanya dengan nafas yang masih terengah-engah.

“Apa maksudmu, Soo-ya?” kata Sungmin oppa yang langsung menegakkan badannya mendengarkan ucapan sahabatnya itu.

“Kau harus bersamaku, Jin-ah. kau tidak boleh mencintai namja lain selain aku.” Mwo? Pernyataan macam apa ini? Lalu aku harus seperti apa? Mengikuti pernyataannya itu dan sakit hati lagi? aku tidak mau. Sudah cukup waktu itu saja.

“Apa kau gila Soo-ya? Kau mau menduakan Jin-ah dengan cinta pertamamu itu?” teriak Sungmin oppa tidak terima. Aku menatap mata Jung Soo oppa. Aku mencari kebohongan yang ada di matanya. Tapi hasilnya, NIHIL.

“Aku akan gila jika kau mengambilnya dariku Min-ah.” kata Jung Soo oppa tegas. Apa ini mimpi? Atau nyata? Dia bilang apa? Apa mungkin Jung Soo menyukaiku? Haha, itu tidak mungkin Hyun Jin. Kau pasti bermimpi saat ini.

“Lalu apa yang akan kau lakukan pada Jin-ah? menyakiti hatinya lagi? Huh?” kata Sungmin oppa geram mendengar pernyataan sahabatnya itu. Aku hanya terdiam. Tiba-tiba lidahku kelu. Tapi, aku ingin mendengar jawaban dari Jung Soo oppa.

“Tentu saja tidak. Aku akan membahagiakannya. Aku mulai menyadari kalau aku memang mencintainya sebagai seorang yeoja. Dan untuk cinta pertamaku itu, aku rasa itu hanya perasaan masa laluku. Dan aku mencintai yeoja disampingmu itu dengan perasaanku saat ini.” Kata Jung Soo oppa. Kemudian ia melirikku.

“Kau tau Jin-ah? aku hampir gila setelah mendengar dari Donghae kalau Sungmin akan menyatakan perasaannya padamu. Rasanya sakit disini setelah mendengar perkataan Donghae itu.” Kata Jung Soo oppa lirih sambil menunjuk dadanya.

“Kau serius dengan perkataanmu barusan oppa? Atau kau hanya ingin mengerjaiku? Atau menyakitiku lagi? sudah cukup oppa. Aku rasa leluconmu ini tidak lucu. Sungmin oppa menyukaiku tulus. Sedangkan kau? Hanya selalu memberiku harapan kosong. Tahukah kau oppa selama ini aku sakit karenamu?” akhirnya aku bisa mengeluarkan semuanya. Pertahananku hancur setelah membayangkan rasa sakit yang dulu Jung Soo berikan.

“Aku serius, Jin-ah. aku benar-benar menyesal melakukan itu semua. Aku tidak tahu kalau kau waktu itu menyukaiku. Jika saat itu kau mengatakannya mungkin aku akan menerimamu saat itu juga. Aku pikir kau hanya menganggapku sebagai oppamu saja.” Jelasnya. Jadi dia menyukaiku? ‘Jika saat itu kau mengatakannya mungkin aku akan menerimamu saat itu juga’ kata-kata itu selalu terngiang di kepalaku. Memang aku tidak mengatakan bahwa aku menyukainya. Aku pikir dia tahu bagaimana perasaanku selama ini.

“Bagaimana Jin-ah? kau memilih siapa di antara kami berdua?” Tanya Sungmin oppa mengagetkanku.

“Mwo?” kataku kaget. Yang benar saja, itu pertanyaan yang sulit. Ayolah, kalian pasti bercanda kan? Ini semua pasti mimpi. Tidak mungkin ada 2 orang yang menyukaiku dan aku harus memilih salah satu di antaranya.

“Jawab Jin-ah. kau pilih siapa? Aku atau Sungmin?” tanya Jung Soo oppa tidak sabaran. ‘ya Tuhan siapa yang harus aku pilih? Jika aku memilih Sungmin oppa, aku tidak mencintainya. Aku hanya menyukai sikapnya yang tulus. Sedangkan Jung Soo oppa? Dia adalah yang ku inginkan selama ini. Dan saat ini dia menyatakan perasaannya. Apa aku harus menerimanya? Aku harap pilihanku kali ini tidak akan salah. Berikan aku petunjukMu, Ya Tuhan.’ Kataku dalam hati.

“Jika aku akan memilih Sungmin oppa, apa yang akan kau lakukan Jung Soo oppa? Dan bagaimana denganmu Sungmin oppa jika aku memilih Jung Soo oppa?” tanyaku. Aku ingin melihat jawaban dari mereka berdua. Aku ingin melihat keseriusan mereka.

“Jika kau memilih Jung Soo daripada aku. Itu tak masalah. Aku tahu kau pasti memilihnya. Karena kau masih menyayanginya kan? Dan masih mengharapkannya bukan?” jawaban Sungmin seakan dapat membaca pikiranku. Jadi tidak masalah kalau aku memilih sahabatnya daripada dirinya?

“Kalau kau bersama Sungmin, entahlah apa yang terjadi padaku. Aku harap Sungmin dapat membahagiakanmu.” Jawab Jung Soo oppa dengan lirih. Gotcha! Aku sudah tahu harus memilih siapa di antara mereka berdua.

“Aku akan memilih..” kataku menggantungkan kalimatku. Kulihat wajah Jung Soo oppa yang penuh harap dan wajah Sungmin oppa yang tersenyum simpul. Sepertinya dia mengetahui jawabanku.

“Aku akan memilih Sungmin oppa sebagai..” kataku menggantungkan kalimatku lagi. kali ini wajah Jung Soo oppa terlihat takut.

“Aku akan memilih Sungmin oppa sebagai sahabatku sekaligus oppaku.” Kataku mantap. Dan dapat kulihat wajah Jung Soo kembali ceria dan penuh harap.

“Dan aku memilih Jung Soo oppa sebagai sahabat..” aku menggantungkan kalimatku. Aku ingin melihat reaksi Jung Soo oppa.

“Sebagai sahabat dari oppaku dan menjadi kekasihku.” Kataku mantap sambil menunjukkan senyuman termanisku pada Sungmin oppa dan Jung Soo oppa secara bergantian. Dan sedetik kemudian, Jung Soo oppa memelukku erat sangat erat.

“Aku janji akan membahagiakanmu. Aku janji tidak akan membuatmu sakit hati lagi. dan aku janji tidak akan meninggalkanmu.” Bisik Jung Soo oppa tepa di telingaku.

“Aku pegang janjimu oppa.” Kataku sambil membalas pelukan Jung Soo oppa.

“Saranghaeyo, Lee Hyun Jin.” Katanya setelah melepaskan pelukannya lalu menatap mataku. Aku mendongakkan kepalaku agar dapat melihat matanya dengan jelas.

“Nado saranghaeyo, Park Jung Soo.” Balasku kemudian dia mencium keningku lama. Aku harap semua ini adalah nyata. Berawal dari benci kemudian menjadi sebuah cinta. Cinta yang abadi dan aku berharap banyak akan hal itu. Terima kasih Tuhan

-END-

1 Comment (+add yours?)

  1. jinheeya
    Nov 13, 2016 @ 08:17:24

    akhirnya Hyunjin sama Jungsoo kekeke

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: