Cake Shop

chocolate-chocolate-donuts-cream-creamy-favim-com-2614541

CAKE SHOP

Nama: Denan Reina

Cast: Kim Jong Woon, Kim Shin Hye (OC)

Genre : Relationship, Romance

Rating  : T

***

 

Rasa cinta yang tumbuh dengan ketidak sengajaan. Ya, itulah yang dialami oleh Shin Hye dan Yesung. Saat ini, Shin Hye dan Yesung telah menjadi sepasang kekasih. Itu semua diawali dengan pertemuan dan obrolan yang singkat.

Kim Shin Hye POV

Namaku Kim Shin Hye, umurku 23 tahun, aku tidak memiliki adik atau kakak alias anak tunggal. Ayahku mempunyai sebuah perusahaan dalam bidang pembuatan mobil dan ibuku mempunyai toko kue yang cukup terkenal. Saat ini aku sedang kuliah di salah satu universitas ternama dan mengambil jurusan manajemen. Ya, aku mengambil jurusan itu supaya kelak aku bisa mengelola perusahaan ayahku maupun toko kue ibuku. Saat ini aku memiliki kekasih bernama Kim Jong Woon yang biasa dipanggil Yesung. Aku telah berpacaran selama 5 tahun dengannya. Cukup lama bukan ? Dan bagaimana aku bisa menjadi sepasang kekasih ? Itu semua berawal saat aku sedang berada di toko kue ibuku.

# FLASHBACK #

Author POV

Shin Hye, seorang gadis cantik itu sedang berada di toko kue milik ibunya. Ya, dia sedang membantu ibunya selama 2 minggu, karena selama 2 minggu ini kampusnya sedang libur.

“Shin-ah, tolong kau duduk di tempat kasir saja ya, sepertinya hari ini akan lebih ramai dari biasanya.” Ujar Nyonya Park yang sedang menata kue di etalase kue.

Ne, arraseoyo—baiklah, aku mengerti.” Jawab Shin Hye singkat.

Dan benar saja dugaan Nyonya Park, hari ini toko kuenya ramai sekali, melebihi hari-hari biasanya, dan walaupun sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 5, tapi tetap saja pengunjung itu tidak berkurang, malah pengunjung itu bertambah banyak.

Eomma, eotteoke—Ibu, bagaimana ini ? Harusnya sekarang kita tutup.” Ujar Shin Hye di sela-sela pekerjaannya.

“Iya, harusnya sekarang kita tutup, tapi bagaimana lagi Shin Hye, ini semakin banyak pengunjungnya.” Jawab Nyonya Park yang kebingungan.

Akhirnya, setelah pengunjung sudah tidak ada, dan kue-kuenya pun sudah habis terjual, toko kue itupun dibersihkan sebelum ditutup. Tetapi, ketika toko sedang dibersihkan, ada 1 pengunjung yang datang.

“Permisi, bisa pesan large cappuccino ?” Tanya pengunjung itu.

“Maaf tuan, tapi kita sudah tutup.” Jawab Shin Hye sopan.

“Oh, baiklah, terimakasih.” Jawab pengunjung itu.

‘Dasar, toko sedang dibersihkan dan hampir tutup, tetap saja memesan sesuatu.’ Batin Shin Hye.

Kim Shin Hye POV

Hari ini, aku akan ke toko kue ibuku. Aku ingin membantu ibuku di toko kue, karena hari ini aku masih libur.

Joheun achimieyo, Shin Hye-ssi—Selamat Pagi, Nona Shin Hye.” Sapa pegawai toko ibuku.

“Pagi, ibu ke mana ya ?” Jawabku ramah. Memang sejak tadi pagi aku tidak melihat ibuku di rumah, aku kira ibuku ada di toko kue ini.

“Nyonya sedang pergi, dan tadi pagi nyonya berpesan agar hari ini nona yang bertanggung jawab di toko.” Tutur pegawai itu panjang lebar.

“Oh, baiklah. Buka saja tokonya sekarang ya.” Suruhku sopan.

“Baik, Nona.” Jawab pegawai itu.

Sekarang toko kue sudah dibuka, pengunjung pun sudah banyak yang datang. Tetapi, ada 1 pengunjung yang menarik perhatianku, dia adalah lelaki yang tadi malam datang memesan cappuccino ketika toko hampir tutup.

“Maaf, ada yang bisa saya bantu ?” Tanyaku ramah.

“Nona, aku pesan large cappuccino, dan tolong antarkan ke meja sebelah sana ya.” Jawab lelaki itu sambil menunjuk tempat yang berada di pojok.

“Baiklah, tunggu sebentar.”

Setelah beberapa menit, pesanan lelaki itu sudah jadi, dan aku yang mengantarkannya ke tempat yang tadi ia sebutkan.

“Maaf, pesanan anda sudah jadi.”

“Baiklah, terima kasih, tetapi apakah anda bisa menemaniku di sini ?” Jawab lelaki itu sambil tersenyum.

Eo ? Menemanimu ?” Jawabku kaget.

“Mm, aku merasa tidak enak jika meminum kopi tetapi tidak ada yang menemaniku.” Jawab lelaki itu.

Yesung POV

“Baiklah, terima kasih, tetapi apakah anda bisa menemaniku di sini ?” Jawabku tiba-tiba.

Entah mengapa, perkataan itu keluar begitu saja, dan aku juga tidak tahu mengapa aku selalu ingin pergi ke tempat ini. Memang aku ke sini baru tadi malam dan siang ini, tetapi aku merasa berbeda ketika berada di sini. Dan mungkin yang membuat aku ingin terus pergi ke sini adalah nona yang sedang berbicara padaku ini.

Eo ? Menemanimu ?” Jawabnya kaget.

“Mmm, aku merasa tidak enak jika meminum kopi tetapi tidak ada yang menemaniku.” Jawabku asal.

“Hmm, tapi kita kan belum kenal dan lagi pula aku masih punya banyak pekerjaan, tuan.” Jawabnya sambil tersenyum.

“Benar juga, kita belum saling kenal, tetapi tolong temani aku sebentar saja.” Jawabku meyakinkan dia.

“Baiklah, tapi hanya sebentar saja ya.” Jawabnya sambil duduk di depanku.

“Oke, naneun Kim Jong Woon imnida—nama saya Kim Jong Woon, kau panggil aku Yesung saja. Bagaimana denganmu ? Siapa namamu ?” Ucapku memperkenalkan diri.

Naneun Kim Shin Hye imnida—nama saya Kim Shin Hye, panggil aku Shin Hye saja.” Ucapnya sambil tersenyum.

Astaga, dia tersenyum lagi ! Entah sudah berapa kali dia tersenyum padaku. Aku juga sangat suka senyumnya itu, karena menurutku senyumnya itu sangat manis.

Kim Shin Hye POV

Tidak terasa, aku sudah 2 jam menemaninya, dan selama itu pula aku mengobrol dengannya. Entah mengapa aku merasa sangat nyaman mengobrol dengannya. Dan sekarang aku sudah tau siapa Yesung. Yesung merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya bernama Kim Jong Jin. Ayahnya bekerja sebagai konsultan dan ibunya bekerja sebagai perancang busana.

“Maaf Shin Hye-ssi, sepertinya aku harus pergi sekarang, karena aku mempunyai janji.” Ucapnya tiba-tiba.

“Oh ya sudah tidak apa-apa, lagi pula aku harus menyelesaikan pekerjaanku.” Jawabku sambil tersenyum.

“Oh iya, ini nomor teleponku. Telepon saja jika ingin mengobrol denganku, dan apakah aku boleh meminta nomor teleponmu ?” Ucapnya seraya memberikan nomor teleponnya.

“Oh ? Ini nomor teleponku.” Jawabku sambil menuliskan nomor teleponku dan memberikan kepadanya.

“Hmm, baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Dan terima kasih sudah mau menemaniku mengobrol.” Ucap Yesung sambil beranjak berdiri dari kursi dan berjalan menuju pintu keluar.

“Ya, sama-sama.” Ucapku sambil tersenyum.

Yesung POV

Sejak saat itu, hubunganku dan Shin Hye bertambah baik. Kami sering bertemu, makan siang bersama, dan masih banyak hal lain yang kami lakukan. Aku merasa bahwa aku telah menyukainya. Dan aku pikir aku harus mengatakannya.

Malam ini, aku mengajak Shin Hye makan malam, dan malam ini juga aku akan mengatakan perasaanku pada Shin Hye. Sebenarnya, aku ragu ingin mengatakan perasaanku yang sebenarnya, aku ragu apakah Shin Hye akan menerimaku atau malah sebaliknya. Ya, aku akan tahu setelah aku mengatakannya.

Sekarang, aku sudah sampai di restoran. Aku gugup sekali. Sangat gugup. Lalu, akupun masuk ke dalam restoran. Setelah aku masuk, aku melihat seorang perempuan yang sudah aku hapal. Ya, dia Shin Hye. Dan segera aku berjalan menuju mejanya.

“ Shin Hye­-ssi, maaf aku lama. Apakah sudah lama menungguku ?” Ucapku ramah.

“Oh tidak, aku baru sampai 5 menit yang lalu.” Jawabnya sambil tersenyum. Ya, dia tersenyum lagi ! Senyum yang sangat manis dan membuat orang suka melihatnya.

“Oh baiklah, kau sudah pesan sesuatu ?” Jawabku sambil duduk di kursi yang berada di depan Shin Hye.

“Belum, aku menunggumu.” Jawab Shin Hye sopan.

“Kau belum memesan karena menungguku ? Mengapa tidak memesan duluan ?” Tanyaku.

“Tidak apa-apa, lagipula yang mangajakku makan itu kan dirimu, masa aku yang pesan duluan.” Jawab Shin Hye meyakinkan.

“Hmm baiklah, mari kita pesan makanannya.” Jawabku semangat.

Setelah beberapa menit, makanan yang kami pesan datang, kami pun langsung menyantap makanan yang sudah kami pesan itu. Setelah selesai, aku memberanikan diri untuk berbicara padanya.

“Shin Hye-ssi, ada yang ingin aku bicarakan padamu.” Ucapku ragu.

“Bicarakan saja Yesung-ssi, tidak usah meminta ijin dulu.” Jawab Shin Hye ramah.

“Hmm..sebenarnya..aku..aku..menyukaimu, mm..apakah kau mau menjadi pacarku ?” Ucapku terbata-bata.

Kim Shin Hye POV

“Hmm..sebenarnya..aku..aku..menyukaimu, mm..apakah kau mau menjadi pacarku ?” Ucapnya yang membuatku kaget.

‘Apa ? Dia ingin aku menjadi pacarnya ? Apa aku tidak bermimpi ?’ Batinku dalam hati.

“ Kau..kau bercanda kan ?” Jawabku ragu.

“Tidak, aku tidak bercanda Shin Hye-ssi, aku serius. Apakah kau mau menjadi pacarku ?” Ucapnya sekali lagi.

Aku bingung ingin menjawab apa. Sebenarnya, aku ingin menjawab “iya”, tetapi…..

“Bagaimana Shin Hye-ssi ? Apakah kau menerimaku sebagai pacarmu ?” Tanya Yesung yang menunggu jawaban dariku.

“Hmm baiklah, aku menerimamu sebagai pacarku.” Jawabku yakin.

Yesung POV

“Bagaimana Shin Hye-ssi ? Apakah kau menerimaku sebagai pacarmu ?” Tanya Yesung yang menunggu jawaban dariku.

“Hmm baiklah, aku menerimamu sebagai pacarku.” Jawabku yakin.

“Apa ? Benar kau menerimaku ?” Jawabku tak percaya.

“Ya, aku menerimamu sebagai pacarku, Yesung-ssi.” Jawabnya meyakinkanku.

Aku seperti bermimpi ketika Shin Hye menjawab itu. Aku juga melihat Shin Hye sangat bahagia sama sepertiku.

Author POV

Setelah malam itu, kini Yesung dan Shin Hye sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Yesung sangat mencintai Shin Hye dan begitupun sebaliknya. Dan sekarang Shin Hye telah memanggil Yesung dengan sebutan “Oppa—sebutan sayang wanita kepada pria”.

# FLASHBACK END #

Yesung POV

Oppa, tolong belikan aku boneka teddy ini ya ? Boneka ini sangat lucu.” Pinta seorang yeoja yang tak lain adalah pacarku. Ya, dia Shin Hye.

“Hmm baiklah, aku akan membelikanmu ‘bear.” Ucapku menggoda.

Yak oppa ! Jangan memanggilku seperti itu. Aku kan sudah bilang aku tidak suka !!” Jawabnya marah. Ya, dia memang tidak suka jika aku memanggilnya dengan sebutan “bear” yang artinya “beruang”, aku memanggilnya seperti itu karena dia suka dengan boneka beruang dan juga dia itu lucu seperti beruang.

“Baiklah, maafkan aku Shin-ah.” Bujukku dengan memberikan senyuman termanisku.

Shireo—tidak mau !!” Jawabnya masih marah.

Aish, gadisku ini jika sudah marah itu susah untuk membujuknya.

“Shin-ah, maafkan aku yaa ? Eo ?” Pintaku dengan wajah yang memelas. Ini adalah jurus terakhirku dan pasti berhasil, karena aku tahu titik kelemahannya.

Ish oppa, jangan lakukan itu !” Jawab Shin Hye yang masih marah.

“Tidak, aku akan terus melakukan ini sampai kau memaafkanku.” Jawabku yang berhasil membuatnya menjadi tidak marah lagi.

Aish, geurae—baiklah, aku tidak marah lagi jika oppa behenti melakukan itu dan membelikan boneka ini !” Jawab gadisku ini.

“Baiklah, Tuan Putri.” Jawabku sambil tersenyum lebar.

Kim Shin Hye POV

Ish, pacarku ini tahu titik kelemahanku. Dia meminta maaf dengan wajah yang memelas ! Aku paling tidak bisa melihat orang melakukan itu ! Tetapi, aku bisa mendapatkan boneka teddy bear yang aku inginkan. Setelah membeli boneka, dia mengajakku makan malam di restaurant favorit kami. Setelah sampai, kami langsung memesan makanan. Tidak perlu menunggu waktu lama, pesanan kami sudah jadi. Tetapi, setelah menghabiskan makanan yang kami pesan, tiba-tiba dia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju panggung.

Yesung POV

Setelah membeli boneka, aku mengajak Shin Hye makan malam di restoran favorit kami. Rencananya, malam ini aku akan melamarnya di restoran tersebut.

Setelah sampai, kami langsung memesan makanan. Tidak perlu menunggu waktu lama, pesanan kami sudah jadi. Setelah selesai memakan makanan yang aku pesan tadi, aku berdiri dari tempat dudukku dan berjalan menuju panggung. Shin Hye terlihat sedikit kaget. Mungkin, dia bertanya-tanya untuk apa aku ke atas panggung. Aku ke atas panggung untuk menyanyikan lagu “It Has To Be You” yang khusus aku nyanyikan untuknya. Saat aku bernyanyi, semua tamu yang berada di restoran itu diam. Dan sepertinya Shin Hye pun menikmatinya.

Saat selesai menyanyikan lagu itu, aku memanggil Shin Hye dengan menggunakan mikrofon untuk naik ke atas panggung. Awalnya Shin Hye tidak mau naik ke atas panggung, tetapi ketika aku berbicara sekali lagi, akhirnya dia mau naik ke atas panggung.

“Shin-ah, aku ingin bicara padamu.” Ucapku padanya.

Aish oppa, sudah aku katakan berkali-kali, tidak udah meminta izin dulu !” Jawabnya setengah berbisik dengan mimik wajah yang sulit diungkapkan.

“Baiklah. Shin-ah, kita sudah berpacaran selama 5 tahun, kurasa itu cukup untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Apakah kau mau menikah denganku ?” Ucapku seraya berlutut di depannya sambil menunjukkan kotak cincin yang sudah aku persiapkan dan suara riuh dari para tamu pun terdengar.

Oppa ! Apa yang kau lakukan ? Jangan lakukan ini di depan orang banyak.” Jawabnya masih dengan setengah berbisik dengan wajah yang terkejut.

“Tidak Shin-ah, aku mau kau tahu bahwa aku serius berpacaran denganmu dan aku juga serius kalau aku mau menikah denganmu.” Jawabku meyakinkannya.

Kim Shin Hye POV

“Tidak Shin-ah, aku mau kau tahu bahwa aku serius berpacaran denganmu dan aku juga serius kalau aku ingin menikah denganmu.” Jawabnya dengan serius.

Aish, aku bingung harus menjawab apa. Di satu sisi, aku senang bahwa Yesung Oppa serius denganku, tapi di satu sisi aku juga malu, malu karena dia menyatakannya di depan banyak orang.

Aku diam sejenak. Aku memikirkan jawaban apa yang tepat untuk menjawabnya. Setelah beberapa menit, aku putuskan untuk menjawabnya.

“Baiklah, aku akan menikah denganmu oppa, tapi kita menikah setelah aku lulus ya ?” Pintaku.

“Benarkah ? Ah, gomawo Shin-ah—terima kasih Shin-ah. Baiklah, aku akan menikahimu setelah kau lulus.” Ucapnya bahagia.

Yesung POV

“Tidak Shin-ah, aku mau kau tahu bahwa aku serius berpacaran denganmu dan aku juga serius kalau aku ingin menikah denganmu.” Jawabku meyakinkannya.

Setelah aku berbicara seperti itu, dia diam sejenak. Dia terlihat sedang berpikir. Kemudian, setelah beberapa menit, dia akhirnya menyatakan jawabannya.

“Baiklah, aku akan menikah denganmu oppa, tapi kita menikah setelah aku lulus ya ?” Pintanya dengan senyuman yang manis.

“Benarkah ? Ah, gomawo Shin-ah—terima kasih Shin-ah. Geurae–-Baiklah, aku akan menikahimu setelah kau lulus.” Ucapku bahagia.

Akhirnya Shin Hye memberikan jawaban yang melegakan. Ya, Shin Hye mau menikah denganku dalam waktu 1 tahun lagi. Cukup lama memang, tapi aku akan bersabar untuk itu. Setelah itu, aku berdiri untuk menyanyikan lagu “I Do I Do” khusus untuk Shin Hye juga. Dan aku hanya ingin bilang padanya bahwa “Eonjena neol gidariyeyo, geurigo, norul hangsang saranghal goya—Aku akan menunggumu dan aku akan selalu mencintaimu. Saranghae—aku mencintaimu—Kim Shin Hye.”

Kim Shin Hye POV

Ah, aku bahagia sekali. Akhirnya Yesung oppa mengatakan hal itu. Tetapi, aku harus menunggu 1 tahun lagi untuk bisa menikah dengannya, karena aku tahun depan lulus kuliah, dan tahun depan aku sudah berumur 24 tahun, kupikir 24 tahun adalah umur yang cukup untuk menikah. Tapi, tenang saja, aku akan bersabar untuk itu. Dan untuk Yesung oppa, aku hanya ingin mengatakan “Saranghae—aku mencintaimu—oppa. Naega jeongmal neoreul saranghanda —-aku benar-benar mencintaimu—oppa.”

 

 

 

-END-

2 Comments (+add yours?)

  1. silver
    Oct 24, 2016 @ 20:03:18

    terlalu cepet alurnya nih, tapi tak apa.

    coba bikin chapternya biar ada konfliknya gitu..

    KEEP WRITING!

    Reply

  2. claire
    Oct 25, 2016 @ 17:52:06

    kalo konfliknya ada pasti lebih seru…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: