X

tumblr_mzo33i9qdw1qz8kkno1_500

Title: X

Author: Park hana

Cast : Kim Heechul, kim kibum, Choi Eunsoo, Song Hyemi

Genre: Sad, Angst.

Length : One shoot

Rating: 13+

***

“Cinta itu tak selamanya akan berakhir happy ending” kata-kata itu adalah suatu hal yang tidak ingin dialami oleh semua orang, tapi tak selamanya orang yang saling mencintai akan bisa bersama. Kadang karena suatu hal dua orang yang saling mencintai harus menjalani hidup mereka masing-masing dan mengubur cinta mereka”.

Seorang pria kini sedang memandang pilu seorang gadis yang sedang berbaring disebuah ranjang dengan tangan diikat. Tatapan gadis itu kosong, wajah cantikpun terlihat sangat pucat. Tak ada kata-kata yang keluar dari bibir kecilnya, hanya seburat kesedihan yang terlihat dari matanya.

“sudahlah, ini sudah menjadi takdirmu! !” ucap salah seorang pria lain yang berpakaian hitam-hitam dan sangat rapi. Pria itu pun menepuk-nepuk bahu pria itu.

“apa orang itu bisa membuatnya melihatku dan mendengarku walaupun itu hanya saekali?” Tanya pria itu dengan wajah sendu.

“tentu saja! Percayalah padaku! ! ” jawab pria satunya lagi meyakinkan, lalu pria itu mengangguk dan kini dimatanya terbersit sebuah keyakinan.

Kibum POV

Aku benar-benar tak bisa bayangkan kalau semua impian yang sudah aku bangun selama ini akan hancur karena kecelakaan itu, kecelakaan yang merenggut nyawaku tepat sehari sebelum aku melangsungkan pernikahan.

Aku memang sudah meninggal bahkan jasadku sudah dimakamkan, tapi aku tak tahu kenapa aku belum bisa pergi dari dunia ini? Apa mungkin karena Hyemi masih belum merelakanku? Hyemi atau song hyemi gadis yang sekarang sedang berbaring di sebuah ranjang dengan tangan diikat dan dengan tatapan kosong adalah calon istriku.

Hyemi gadis yang aku cintai ini tampaknya sangat terpukul akan kematianku, ini sudah 2 hari sejak kejadiaan naas itu. hyemi yang mengetahui aku tak meninggal saat kejadian langsung pingsan dan saat dia terbangun dia sudah seperti ini. Dia tak mau makan, tak mau minum dan tak mau berbicara dia hanya menangis. Saat dia menangis bukan jeritan atau isakan atau keluhan yang keluar tapi dia hanya terdiam dengan tatapan kosong dan air mata yang keluar begitu saja. Wajahnya selalu tanpa ekspresi seperti ini, dan inilah yang membuatku sedih dan masih belum bisa meninggalkannya.

Dan pria yang ada disebelahku sekarang adalah seorang death reaper. Semula aku kira dia akan mengajakku pergi dari dunia ini, tapi ternyata salah karena dia bilang ini belum waktunya aku pergi. Semua ini dikarenakan aku yang masih berat meninggalkan hyemi dan begitupun sebaliknya. Jadi dia menyuruhku untuk membuat hyemi merelakan kepergianku agar aku bisa pergi dengan tenang.

“hyemi-ya aku mohon kau jangan begini” aku hendak mengusap kepalanya tapi aku selalu tak bisa, karena tanganku selalu menembus. Ingin sekali aku memeluknya tapi aku tak bisa. Aku benar-benar menyesal karena sewaktu aku masih bisa memaluknya aku tak pernah memeluknya.

****

Aku sekarang sedang mencari seseorang, karena menurut death reaper disebelahku ini atau yang biasa dipanggil heenim ini, ada seorang yang bisa membantuku.

“itu dia” tunjuk heenim

Aku segera berjalan hendak menghampirinya. Namun saat aku sadar heenim tak mengikutiku lalu aku menoleh kearahnya “ kau tak mau ikut?” tanyaku

Dia kemudian melihat jam tangannya “ini sudah waktunya aku menikmati duniaku, jadi kau urus saja urusanmu sendiri” katanya sambil mengipas-ngipaskan tangannya.

Aku hanya mendengus “kau mau kemana? bukannya kau ditugaskan untuk membanatuku?” kataku kesal

“aigoo….. klien ku itu bukan hanya kau jadi aku tak bisa terus denganmu, jadi aku perlu membebaskan pikiranku sejenak dari tugas-tugas ini” jawabnya dan berhasil membuatku melongo …..o.O

“kalau kau butuh aku, panggil saja heenim yang tampan dan aku akan segera datang ! ! sudah yah annyeong.” Kemudian dia mulai mengeluarkan sayapnya dan terbang meninggalkanku yang masih melongo karena ucapannya itu.

“mwo?apa tadi katanya? Heenim malaikat tampan? Bahkan dia lebih cocok disebut cantik dibanding tampan” cibirku dan tiba-tiba

Pletak~~~

“aku mendengar ucapanmu, jadi jangan sekali-kali mengatai heenim yang tampan. Aku sungguh terkejut karena makhluk yang mengaku death reaper ini sudah berada di belakngku bahkan berani memukul kepalaku. Tapi tunggu apa ini, dia sudah berganti kostum dan tak memakai baju hitam tadi lagi karena sekarang dia memakai jas berwarna pink dengan kaos dan celana putih dan memakai kacamata hitam. Aku hanya bisa menatapnya takjub ==”

“wae? Aku tahu aku tampan tapi aku masih normal. Aku tak suka laki-laki apalagi arwah sepertimu” katanya dan aku hanya bisa mengerutkan dahiku.

“PERGI SANA TEMUI ORANG ITU ATAU KAU TAKAN PERNAH BISA DILIHAT OLEH TUNANGANMU ITU! DAN INGAT WAKTUMU TINGGAL 5 HARI !!!” teriakannya sungguh memekakan telingaku, dia ternyata menyebalkan. Diwajah femininnya itu ternyata ada wajah setan.

Aku segera berlari menjauhi death reaper menyebalkan itu dan kini aku sudah berada ditempat orang yang dikatakan heenim bisa membantuku.

Aku mendekatinya dengan penuh kebingungan karena makhluk sialan itu tak memberitahuku bagaimana cara meminta bantuan orang ini. Jangankan meminta bantuan, dilihat dan didengar manusiapun aku tak bisa. Makhluk itu memang membingungkan.

“Pergi dari sini! ! ! !” aku terlojak dan melihat kesekelilingku tapi tak ada seorangpun diruangan ini kecuali aku dan orang ini. “kau berbicara denganku?” tanyaku sambil menunjuk diri sendiri. Tapi dia tak menjawab apapun dan sekarang seorang pengunjung datang, ya orang ini bekerja jadi seorang kasir disebuah mini market.

Aku terus saja menunggu sampai jam kerjanya habis, dan setelah satu jam menunggu akhirnya jam kerja orang ini habis. Dia bersiap untuk pulang, jadi aku putuskan untuk mengikutinya.

Aku terus mengikutinya dan sekarang aku sudah sampai disebuah rumah ah lebih tepatnya sebuah kamar, karena hanya ada satu ruangan disini dan ditambah kamar mandi tentunya.

“pergi dari sini, aku mau ganti baju dan jangan ikuti aku lagi” aku langsung mendekatinya saat mendengar kata-katanya.

‘kau bisa melihatku agasshi?” tanyaku heran

Dia hanya menghela napas panjang dan membalikan badannya lalu menatapku “Neo! ! KA(pergi)! ! !” matanya benar-benar menakutkan saat menatapku.

Aku segera berlutut dihadapannya “agasshi aku mohon bantu aku, aku benar-benar butuh bantuanmu. Karena kata heenim hanya kau yang bisa membantuku” aku benar-benar sampai merendahkan diri dihadapannya, dan ini adalah hal yang tak pernah aku lakukan seumur hidupku.

“jadi makhluk itu yang menyuruhmu mendatangiku?” kini orang itu melipat tangannya. Aku benar-benar bingung dengan perkataan wanita dihadapanku ini.

“jadi kau kenal dengan heenim ?” tanyaku polos namun kemudian raut kesal terlihat di wajahnya dan sekarang wanita ini menatapku tajam.

“YAK! KATAKAN PADA MAKHLUK MENYABALKAN ITU KALAU AKU TAK MAU MEMBANTUMU DAN BILANG PADANYA JANGAN MENGANGGUKU LAGI!!!!!!!!!!” aigoo kenapa aku merasa mereka benar-benar mirip dan teriakan mereka sama kencangnya dan hampir merusak gendang telingaku.

“tap….”

“TIDAK ADA KATA TAPI, PERGI DARI HADAPANKU SEKARANG…., APA KAU TIDAK DENGAR HAH SEKARANG!!!!!!” dia menekankan pada kata sekarang. Wanita itu kemudian menariku keluar ah lebih tepatnya menendangku, Lalu membating pintu dengan keras.

“aigoo dia galak sekali” aku benar-benar kaget karena baru kali ini aku diusir dengan kejam seperti pengemis. Aku langsung memanggil heenim dengan kalimat yang dia katakan tadi, tapi sepertinya aku agak susah mengucapkan kata-kata laknat itu.

“he. . . he. .aigoo kenapa ini sangat susah sekali” teriakku frustasi. Namun aku teringat keadaan hyemi, dan entah dari mana keberanianku muncul untuk mengatakan kata yang menjijikan itu.

“heenim yang tampan!!!!!!!!” teriakku

Namun sosok yang aku panggil tidak datang juga, aku mencoba lagi bahkan sampai 10 kali tapi makhluk menyebalkan itu tak datang juga. Aku benar-benar kesal. “dasar makhluk menyebalkan pria bewajah cantik dan sangat menggelikan! ! !” DINGDONG tidak perlu waktu lama dan makhluk menyebalkan itu sudah berada dihadapanku dengan wajah yang murka, dan sekarang aku hanya bisa menelan ludahku melihat sorot matanya. Apakah aku akan masuk neraka karena menghinanya? Mollayo! !.

“YAK! YAK! APA YANG KAU KATAKAN TADI HAH? AKU PRIA BERWAJAH CANTIK DAN MENYEBALKAN? “ tanyanya masih dengan wajah murka, bahkan wajahnya lebih menakutkan dari wajah gumiho yang kelaparan.

Aku hanya bisa menelan ludah sambil berharap ada seseorang yang menolongku, kemudian

Brak~~~~~~~~~

“YAK KALIAN BERDUA BISA TIDAK JIKA TIDAK MENGANGGUKU HAH? ENYAH KALIAN DARI SINI! ! ! ! !”

Aku dan heenim hanya bisa membulatkan mata kaget saat wanita itu tiba-tiba menendang pintu dan memarahi kami.

“kajja” ajak heenim sambil mengeluarkan sayapnya dan mengajakku terbang.

“pegangan yang kuat! !” perintahnya dan aku hanya mengangguk.

Kibum POV END

 

“Kenapa dia selalu membuat masalah denganku? Apa yang dia inginkan sebenarnya? Tak cukupkah dia membuatku frustasi selama ini?” batin wanita yang tak lain adalah orang yang dimintai pertolongan oleh kibum tadi.

“Dasar mnyebalkan ! ! !” teriaknya sambil mengacak-ngacak rambutnya dan kini air matanya terjatuh lagi “aku benci kau kim heechul! ! !” teriaknya sambil melempar gelas yang dia pegang ke sembarang tempat.

Ditempat lain sekarang kibum dan Heenim sedang duduk sambil melihat kearah langit, tak ada obrolan diantara mereka karena mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Sudah sekitar satu jam mereka disitu sampai kibum merasa kesal karena waktunya yang tersisa hanya sedikit dan akhirnya dia putuskan untuk membuka pembicaraan.

“heenim bagaimana ini? Wanita itu tak mau membantuku?berarti aku takkan bisa berbicara pada hyemi?” heenim hanya menghela napas panjang lalu memandang kibum, tapi kibum merasa kali ini sorot matanya berbeda seperti biasanya. Sorot mata yang di tunjukan heenim sekarang seperti sorot mata yang menyiratkan kesedihan.

Tanpa menjawab heenim lalu menepuk-nepuk bahu kibum “tenanglah dia pasti akan membantumu” senyum heenim pun menghiasi kata-katanya barusan, tapi kibum masih merasakan sesuatu yang aneh dari heenim.

“ayo kita kerumah sakit lagi, kau pasti merindukan hyemi” kibum merasa firasatnya benar, dan pasti ada hubungannya dengan wanita itu karena sebelum wanita itu menggebrak pintu tadi, heenim masih biasa saja. “ne kajja” kibum mengiyakan ajakan heenim dan merekapun pergi dari tempat itu. dan muncul pertanyaan-pertanyaan tentang heenim dan wanita tadi dikepala kibum.

Sekarang mereka sudah sampai diruangan tempat hyemi di rawat “hyemi-ya aku datang” kibum tersenyum sambil seolah bisa memagang rambut hyemi yang sedang tertidur.

“bahkan kau masih terlihat cantik saat kau tertidur hyemi-ya! !” kibum terus memandangi hyemi dengan tatapan penuh kerinduan dan cinta tanpa dia sadari seseorang yang datang bersamanya tadi sedang menatap sendu mereka bahkan sedang menahan air matanya.

“hei, aku pergi dulu” pamit heenim yang sudah memunggungi kibum.

“mau kemana?” Tanya kibum heran
“bukan urusanmu! !” jawab heenim ketus dan hanya ditanggapi helaan napas oleh kibum.

Kibum POV

Keesokan malamnya aku mencoba mencari wanita itu lagi, dan siapa tahu dia akan merubah pendiriannya.

Aku terus menunggu didepan pintu rumahnya sampai akhirnya dia muncul dan aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

“agasshi tolonglah aku, heenim bilang hanya kau yang bisa menolongku” rengekku tapi dia tidak menggubrisku, bahkan dia bersikap seakan dia tidak mendengarku dan tidak melihatku.

Akupun mengikutinya masuk kerumahnya, sekarang dia duduk ditempat tidurnya lalu membaringkan tubuhnya dan menarik selimutnya lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tersebut.

Aku hanya bisa terdiam menatap wanita itu, lalu aku duduk menyandar ketembok sambil memeluk kakiku.

“agasshi aku tak tahu kenapa heenim bilang kau bisa menolongku dan aku tak tahu kenapa kau yang disebut bisa menolongku, tapi aku mohon tolonglah aku. Apa kau tahu aku meninggal sehari sebelum upacara pernikahanku” walaupun dia bersikap seperti itu tapi aku yakin dia belum tidur dan masih bisa mendengarku.

“aku selalu membuatnya menungguku dan selalu membuatnya seperti seorang wanita yang tidak memperoleh cinta dari laki-laki yang dia cintai. Dia selalu sabar saat aku tak bisa menemaninya saat dia membutuhkanku, tapi dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Dia selalu menjadi penopangku saat aku rapuh tapi aku selalu tak tahu kapan dia measa rapuh karena dia tak pernah memperlihatkan sisi lemahnya padaku. Dia selalu tersenyum dan bilang gwaencahana saat aku menolak ajakannya untuk pergi bersama. Aku selalu menghiraukannya bahkan saat kami akan menikah, dialah yang menyiapkannya sendiri karena aku terlalu sibuk dengan diriku dan pekerjaanku. Dia selalu sabar menghadapiku dan tak pernah sekalipun dia mngeluh” aku mulai berkaca-kaca mengingat semua perlakuanku pada hyemi selama ini dan aku sekarang percaya bahwa penyesalan itu terjadi di akhir.

“Apa kau tahu bahkan aku selalu melupakan hari ulang tahunnya, tapi dia selalu ingat hari ulang tahunku. Bukannya kau tak mencintainya, sebenarnya aku sangat mencintainya hanya saja aku sangat bingung harus bersikap bagaimana padanya karena dia benar-benar seperti seorang malaikat bagiku” aku terus berbiocara panjang lebar pada wanita itu dan aku berharap dia bisa menolongku setelah mendengar semua ini.

“agasshi waktuku hanya tinggal 4 hari lagi dan aku benar-benar ingin mengatakan hal yang tak pernah aku katakan selama ini, hal yang selalu tak bisa aku ungkapkan. Aku ingin mengatakan kalau aku mencintainya” kini air mataku tak bisa dibendung lagi, aku benar-benar putus asa saat ini.

“aku ingin bisa pergi dengan tenang agasshi dan aku tak ingin melihatnya terus-terusan seperti mayat hidup seperti sekarang, tak ada senyuman dari bibirnya dan tak ada sorot mata meneduhkan darinya” aku benar-benar tak bisa menahan semuanya lagi dan kini aku meluapkan semuanya, aku menangis sekeras mungkin.

“Uljimayo! ! !

Suara ini, suara wanita itu dan kenapa sekarang aku seperti mendengar suara isakan dari dalam selimut itu. “agasshi gwaenchana?” tanyaku khawatir.

“apakah kau tahu bagaimana rasanya jika kau mengetahui bahwa orang yang kau cintai akan segera meninggal dan tak ada yang bisa kau lakukan untuk mencegah semuanya. Kau hanya meratapi nasibmu yang akan ditiggalkan oleh orang yang sudah selama 10 tahun selalu denganmu dan selalu melindungimu?” apakah dia sedang menceritakan kisah hidupnya padaku, dan kenapa aku merasa wanita ini begitu menderita dan begitu merindukan seseorang.

“apa kau tahu bagaimana rasanya saat melihat orang yang kau cintai meninggal dihadapanmu tapi dia masih bisa tersenyum dan mengatakan Gwaenchana?” dia mengatakannya dengan keras seperti dia sedang mengharapkan seseorang bisa mendengar kata-katanya barusan dan kini dia mulai terdengar suara tangisan yang keras. Tampaknya dia begitu menderita selama ini.

“rasanya sangat sakit! !” kenapa kehidupan wanita ini terdengar sangat menyakitkan, aku hanya bisa menunduk dan memeluk lututku kemudian menenggelamkan wajahku dikedua kakiku.

Kibum POV end

“apakah kau tahu bagaimana rasanya jika kau mengetahui bahwa orang yang kau cintai akan segera meninggal dan tak ada yang bisa kau lakukan untuk mencegah semuanya. Kau hanya meratapi nasibmu yang akan ditiggalkan oleh orang yang sudah selama 10 tahun selalu denganmu dan selalu melindungimu?”

“apa kau tahu bagaimana rasanya saat melihat orang yang kau cintai meninggal dihadapanmu tapi dia masih bisa tersenyum dan mengatakan gwaenchana?”

“rasanya sangat sakit! !”

Seorang pria kini sedang berada diluar rumah Eunsoo atau wanita yang sedang bersama kibum.

“Eunsoo-ya apa aku terlalu egois melakukan ini padamu? Aku hanya ingin mejagamu dan membuatmu menjadi seperti orang kebanyakan, dan bukankah itu yang kau inginkan sejak dulu?”

Pria itu mulai menitihkan air mata kemudian dia mengeluarkan sayapnya lalu terbang meninggalkan tempat itu.

Keesokan harinya kibum seperti biasa sedang berada di ruang rawat hyemi dan dia benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan agar hyemi bisa kembali seperti dulu.

Kibum melihat hyemi sendu, dia berpikir apakah ini adil untuk hyemi? Kenapa hyemi harus mendapatkan pria sepertinya dan kenapa Tuhan membuat hyemi begitu mencintainya.

Tanpa kibum sadari sekarang seseorang tengah melihatnya dari luar, orang itu memandang kibum dan hyemi dengan tatapan tak bisa diungkapakan.

“kau terharu melihat mereka? mereka seperti kitakan?” wanita itu yang tak lain adalah Eunsoo kemudian pergi tanpa menghiraukan orang yang berbicara padanya barusan.

“Choi Eunsoo tolonglah mereka? jika kau menolong mereka maka aku akan menuruti keinginanmu” mendengar kata-kata orang itu Eunsoo pun menghentikan langkah kakinya “baiklah kalau begitu, tapi kau harus menetapi janjimu barusan” kata Eunsoo tanpa berbalik.

“ne baiklah aku janji selama kau membantu mereka, aku takan muncul dihadapanmu” orang itu kemudian menjentikan jarinya dan denagn seketika diapun menghilang.

Eunsoo yang menyadari orang itu sudah pergi, diapun membalikan badannya lalu menuju ruangan tempat hyemi dirawat.

Kibum yang mengetahui pintu dibuka seseorang kemudian menoleh dan kini matanya membulat sempurna aat melihat seseorang yang ada di ujung pintu.

“Neo?” katanya heran

“namaku Eunsoo, Choi Eunsoo jadi jangan panggil aku dengan neo!” kata gadis itu protes. Namun kibum seakan tak mempedulikannya, hanya senyuman lebar yang dia tunjukan sekarang.

“jadi dia calon istrimu? eh maaf siapa namamu?” “kibum, kim kibum dan dia Song hyemi” kata kibum cepat.

Eunsoo mendekati hyemi lalu mengelus pipinya “kau sangat cantik hyemi-ssi” Eunsoo kini menatap hyemi sambil masih mengelus pipinya.

“anu Eunsoo-ssi bagaimana caranya kau menolongku?” kini Eunsoo tersenyum kecut kearah kibum

“kau memohon padaku untuk menolongmu tapi tak tahu bagaimana aku menolongmu?” kibum hanya bisa mengusap tenguknya malu karena dia sendiri terlalu sibuk untuk memikirkan kenapa dan bagaimana Eunsoo dikatakan bisa menolongnya.

“ki….bum op…pa”

Mendengar namanya dipanggil kibum hanya bisa membulatkan matanya lebar saat tahu seseorang yang menyebut namanya itu adalah hyemi, kibum langsung menghampiri hyemi dengan cemas.

“hyemi-ya” seru kibum kemudian Eunsoo menepuk bahu kibum “dia tak bisa melihatmu kibum-ssi” terbersit kekecewaaan diwajah kibum saat mendengar perkataan Eunsoo barusan.

“biar aku yang berbicara padanya” kata eunsoo pada kibum dan ditanggapi anggukan dari kibum.

“annyeong hyemi-ssi” sapa Eunsoo sambil tersenyum namun hyemi tak menjawab apapun, kemudian air matanya keluar dan sekarang hyemi menangis tersedu-sedu sambil memnggil-manggil nama kibum.

Kibum hanya bisa memandang sendu gadis yang dia cintai itu, tebersit keinginan dihatinya untuk bisa memeluk hyemi namun tak ada yang bisa dia lakukan.

Keesokan harinya Eunsoo datang mengunjungi hyemi lagi “annyeonghaseyo” sapa eunsoo saat membuka pintu kamar hyemi dan disambut senyuman manis dari hyemi.

“apa kau sudah baikan?” Tanya Eunsoo sambil memberi seikat bunga lili putih pada hyemi yang membuat hyemi membulatkan matanya dan memandang Eunsoo dengan tatapan heran.

“ini kibum yang memberitahuku” jawab eunsoo

“jadi sejak kapan kalian berteman? Setahuku oppa tak punya teman bernama Eunsoo?” Tanya hyemi selidik. Eunsoo langsung duduk di kursi dan menghela napas panjang.

“aku mengenalnya 2 hari yang lalu” hyemi hanya bisa membulatkan matanya lebar saat mendengar ucapan Eunsoo barusan.

“hah apa kau bercanda? Kibum oppa bahkan meninggal 3 hari yang lalu” ucap hyemi dengan sedikit membentak dan mata yang mulai berkaca-kaca sedangkan Eunsoo hanya menunjukan smirknya.

“lalu bagaimana kau tahu namaku?”

Deg~~~

Hyemi memang merasa aneh kenapa dia bisa mengetahui nama perempuan dihadapannya itu padahal kemarin setahunya dia masih tak bisa bicara karena shock dan siapa sebenarnya perempuan bernama Choi Eunsoo ini.

“sudah tak usah dipikirkan darimana kau tahu namaku dan siapa aku sebenarnya” kata Eunsoo datar seakan bisa membaca pikiran hyemi dan itu membuat hyemi harus terkejut sekali lagi.

“aku hanya ingin mengatakan bahwa kibum memintaku menolongnya untuk menyembuhkanmu, dan membuatmu seperti semula” kata Eunsoo sambil menatap keluar jendela.

Hyemi sedikit tak percaya dengan ucapan Eunsoo karena ini seperti lelucon baginya, setahu dia kibum telah meninggal dan apakah masuk akal jika orang yang sudah meninggal meminta bantuan pada Eunsoo.

“kalau kau tak percaya padaku dan mengatakan ini semua seperti lelucon aku bisa membuatmu bertemu dengan kibum” hyemi benar-benar bingung harus percaya atau tidak pada ucapan Eunsoo.

“aku punya telepati dan aku adalah seseorang yang terlahir mempunyai sesuatu kelebihan seperti seorang cenayang” tambah Eunsoo.

“baiklah aku akan mencoba percaya padamu, dan aku ingin kau pertemukan aku dengan kibum oppa?” tantang hyemi pada Eunsoo.

“apa kau takan menyesal?jika kau melihatnya lagi kau akan semakin berat untuk menerima kenyataan ini” hyemi seketika menggeram karena bukannya tadi Eunsoo sendiri yang mengatakan bahwa dia bisa membuatnya bertemu kibum.

Kemudian Eunsoo bangkit dari duduknya dan menghampiri hyemi “tutuplah matamu” Hyemi memandang Eunsoo heran namun entah kenapa dia malah menuruti perintah Eunsoo. Kemudian Eunsoo menggengam tangan Hyemi dan beberapa detik kemudian “hyemi ya hiduplah dengan bahagia, relakanlah aku jalani hidupmu dengan baik. Maafkan aku yang tak pernah membahagiakanmu, maafkan aku yang selalau membuatmu menangis maafkan aku hyemi-ya Saranghae”

Seketika itu juga hyemi langsung meneteskan airmatanya mendengar sesosok suara yang sangat dia kenal, walaupun suara itu terdengar parau tapi dia tahu itu suara orang yang dia cintai yaitu kim kibum.

“bukalah matamu” saat Eunsoo melepas genggamannya dan saat mata hyemi dibuka hyemi menatap kearaha Eunsoo dan kini wajahnya berlumuran air mata. Eunsoo langsung meraih hyemi dan memeluknya “bagaimana bisa dia bilang aku harus hidup bahagia dia bilang ….. dia bilang dia mencintaiku”

“dia benar-benar mencintaimu jadi hiduplah dengan baik sesuai keinginannya” kata Eunsoo samba memeluk hyemi dan kemudian menepuk-nepuk bahu hyemi..

Hyemi terus saja menangis tanpa dia tahu kalau ada seseorang yang melihatnya dengan wajah sendu dan sedang bercucuran air mata juga. Orang itu adlah kibum, memang kibum dari tadi ada disana bersama hyemi dan Eunsoo.

“Eunsoo-sii gomawo” kata kibum

“untuk apa?” Tanya hyemi heran tapi karena dia menggunakan telepathinya jadi hyemi tidak bisa mendengar percakapannya dengan kibum.

“ untuk segalanya,untuk menolongku dan untuk menuruti keinginanku untuk tidak membuat hyemi melihatku” kata kibum dan kini senyuma terlukis lebar dibibirnya.

“aku sekarang bisa pergi dengan tenang, gomawo! Aku harap kau bisa hidup bahagia dan bisa melupakan kesedihanmu, annyeong “ ucap kibum lagi kemudian Eunsoo tersenyum masih dalam posisi memeluk hyemi.

flashback

“Eunsoo-ssi gomawo sudah mau menolongku” kata kibum sambil menatap langit diatas sungai han. Eunsoo dan kibum memang sekarang sedang menikmati udara malam disungai han dan berbeda dengan saat malam dimana eunsoo menangis, malam ini mereka merasakan seperti seorang teman.

“sudahlah, kau tak harus berterima kasih padaku tapi pada orang yang selalu bersamamu itu” kibum hanya tersenyum mendengar ucapan eunsoo barusan.

“iya aku harus berterima kasih pada heenim untuk ini! Oh ya apa kalian saling kenal, karena setelah kau menggebrak pintu malam itu, dia terlihat sedih”

“aniyo , mana mungkin aku mengenal malaikat maut seperti dia” sangkal eunsoo datar tapi kibum bisa melihat kebohongan di mata eunsoo.

“daripada kau memikirkan ku dengan orang itu lebih baik kau menyiapkan kata-kata dan menyiapkan diri untuk dilihat tunanganmu itu” tambah eunsoo lagi.

“Eunsoo-ssi apa bisa hyemi mendengar suaraku saja tanpa melihatku?” eunsoo sangat heran dengan ucapan kibum barusan langsung menatap kibum, eunsoo sendiri tidak bisa membaca pikiran kibum karena dia bukan manusia.

“aku tak ingin dia menderita, kalau dia melihatku lagi dia akan semakin sulit melepasku. Jadi biarkanlah aku pergi dan aku hanya ingin dia mendengar kata-kata yang tak pernah aku ucapkan” penjelasan kibum sungguh mengingatkan eunsoo pada dirinya dan orang yang dia cintai.

“baiklah aku akan membantumu untuk ini” eunsoo tersenyum sangat tulus begitu juga kibum.

“andai saja dia berpikiran sepertimu aku pasti takan semenderita sekarang” batin eunsoo.

Flashback end

****

Eunsoo sekarang sedang berada di depan sebuah makam, dia menatap sendu makam tersebut.

“aku akan pergi, jadi kau senang” tiba-tiba seseorang sudah berada dibelakang Eunsoo namun Eunsoo tak mempedulikan orang tersebut, dia hanya berpura-pura tak mendengarnya.

Ketika Eunsoo hendak melangkah pergi, orang itu menggenggam tangan Eunsoo dan terlihat kesedihan yang mendalam dikedua matanya.

“ini memang sudah seharusnya!!!!” ucap Eunsoo dengan nada datar

“tak bisakah kau mengucapkan kata-kata manis padaku sekali ini saja?ini hari terakhirku melihatmu” orang itu mulai meneteskan air mata namun hati Eunsoo tak sedikitpun tergetar oleh air mata orang itu. Eunsoo kemudian menghempaskan tangan orang itu dan pergi meninggalkannya.

” Kim heechul bodoh” guman Eunsoo pelan sambil terus berjalan. Namun orang itu kemudian mengeluarkan sayapnya dan terbang meninggalkan tempat itu. “Selamat tinggal Eunsoo-ya, Saranghae” gumannya dan tak terasa air mata menetes dipipinya.

Eunsoo kini telah sampai dirumahnya dan diapun duduk sambil memeluk kakinya, dan sekarang butiran bening mulai keluar dari pelupuk mata Eunsoo. “selamat tinggal heechul oppa, saranghae”

Flash back

“oppa kenapa aku harus terlahir dengan keadaan seperti ini?” Tanya seorang gadis yang sedang duduk sambil melihat matahari terbenam.

“sudahlah Eunsoo-ya itu kelebihanmu jadi jangan kau sesali” ucap seorang laki-laki dipinggirnya.

Oppa apa kau tahu setelah kedua orang tuaku meninggal kaulah satu-satunya yang kupunya” ucap gadis itu namun sekarang ucapannya terdengar lirih, laki-laki disebelahnya kemudian menatap Eunsoo bingung.

“kau kenapa Eunsoo-ya?” Tanya laki-laki itu khawatir karena dia melihat ada yang tidak beres dengan Eunsoo. Eunsoo kemudian meneteskan air mata dan itu membuat laki-laki disebelahnya semakin khawatir.

“wae Eunsoo-ya?” Tanya laki-laki itu tanpa menjawab apapun Eunsoo langsung memeluk laki-laki itu.

“Heechul oppa aku takut kau menghilang seperti kedua orang tuaku” teriak Eunsoo keras.

Laki-laki bernama kim heechul itu kemudian memeluk Eunsoo dan membelai Rambut Eunsoo lembut “aku takan menghilang, karena kalau aku menghilang siapa yang akan menjagamu?”

“tapi oppa bayangan itu datang lagi sama seperti dulu saat orang tuaku meninggal dan aku melihatmu oppa, melihatmu! ! !”

“mwo?jadi aku akan meninggal?” Tanya heechul dan eunsoo hanya mengangguk dan memandangnya sendu.

“eunsoo-ya dengarkan aku, semua manusia akan meninggal jadi kalau aku harus meninggal itu sudah saatnya” ucap heechul sambil mengusap air mata dipipi eunsoo dengan lembut dan tersenyum. Namun jauh dilubuk hatinya dia takut, bukan takut meninggal, dia takut kalau dia pergi siapa yang akan menjaga Eunsoo.

Beberapa hari kemudian hal yang ditakuti eunsoo terbukti, orang yang dia punya dan dia cintai meninggal karena tertabrak sebuah mobil. Dan semenjak kejadian itu Eunsoo hanya murung, dia tak mau makan, minum, tak mau bertemu orang lain, tak mau keluar rumah. Yang dia lakukan hanya menangis dan menangis.

Sudah selama seminggu eunsoo seperti ini dia memang sudah mau makan walaupun makan seadanya. Dia terus menangis, dia sangat merindukan heechul orang yang selalu ada untuknya dan selalu melindunginya.

Saat eunsoo tidur, tiba-tiba dia merasakan sebuah tangan sedang menyentuh pucuk kelapanya. Kemudian eunsoo mulai membuka matanya dan betapa terkejutnya eunsoo saat melihat sosok yang ada didepannya sekarang.

“heechul oppa!!!” melihat eunsoo yang terbangun heechulpun tak kalah kaget.

“eu eu eunsoo-ya?” kata heechul gugup.

“kau bukan manusia dan bukan juga hantu, SIAPA KAU?” teriak eunsoo

“eunsoo-ya tenang-tenang aku heechul kim heechul” kata heechul sedangkan eunsoo hanya menaikan sebelah alisnya tak mengerti.

****

“mwo? Malaikat kematian?” kata eunsoo dan heechul hanya mengangguk.

“pergi dari hadapanku sekarang juga kim heechul” usir eunsoo

“mwo?” kata heechul heran sedangkan eunsoo sekarang menatap heechul tajam.

”wae Eunsoo-ya? dengan muncul seperti ini dihadapanmu dan dilihat olehmu aku pasti dihukum dan kau malah terlebih dulu menghukumku dengan cara mengusirku?“ kata heechul

“aku tak peduli, aku tak mau bertemu lagi denganmu, ini salah semua ini salah, APA KAU TAHU HAL YANG KAU LAKUKAN INI SALAH KIM HEECHUL!!!!” teriak Eunsoo membuat heechul kaget dan matanya pun mulai berkaca-kaca.

“apa kau tahu choi eunsoo aku bersedia menjadi death reaper hanya agar bisa menjagamu walaupun itu dari kejauhan, dan apa kau tahu juga aku harus menjalani tugasku selama lima tahun agar kekuatanmu hilang, agar kau bisa hidup normal lagi. tapi kau malah mengusirku hah?apa ini pantas dilakukan seorang kekasih pada kekasihnya?” protes heechul dan mulai mengeluarkan air mata.

“kekasihku sudah meninggal!!!!” kata eunsoo lirih dan membuat heechul membulatkan matanya mendengar kata-kata eunsoo barusan.

“eunsoo-ya apa kau tak mengerti! Ini ku lakukan demi untukmu” kata heechul dengan sedikit nada tinggi.

“pergi dan jangan muncul lagi dihadapanku apapun alasannya” teriak eunsoo

“baiklah kalau itu maumu choi eunsoo” teriak heechul tak kalah keras kemudian menghilang dari hadapan eunsoo.

Eunsoo hanya bisa menangis tersedu-sedu sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sakit.

“apa kau tak tahu? Kau melakukan ini membuatku semakin bersalah, dan membuatku semakin tak bisa membiarkanmu pergi dan semakin tak bisa merelakanmu telah meninggal” batin eunsoo

“KIM Heechul pabo!!!!!!” teriak eunsoo sambil terus menangis.

Flashback end

 

~~~~End~~~~

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: