Coldhearted Boy

tumblr_inline_nyqysrlmnt1r45o83_500

Coldhearted Boy.

Author: Quinn Ae Chokyulate

Genre: Romance | Ratings: PG 13 | Length: Oneshoot

Main Casts:

Cho Kyuhyun  | Choi Hyun Ae[OC] | Lee Donghae | Han Soo Hee[OC]

***

 

September, 2002.

“Kyungsan, kembalilah padanya. Sepertinya kalian memang ditakdirkan bersama. Kalau Tae Hee yang menjaga Kyuhyun, aku akan merelakannya, Kyungsan-ssi,”lirih seorang wanita cantik dengan begitu pelan pada pria dihadapannya. Ia terlihat sudah tidak berdaya dengan segala macam kabel infuse yang melekat ditangannya.

Pria tampan itu memang masih amat sangat mencintai Kim Tae Hee, seorang gadis yang seharusnya pria itu nikahi kalau saja ia tidak dipaksa menikah dengan Hye Kyo, istrinya sekarang. Tapi tidak akan semudah itu menggantikan posisi Hye Kyo nantinya, walaupun Kyungsan tidak mencintai wanita itu sebesar ia mencintai Tae Hee, tapi tujuh tahun bersama wanita itu bukanlah waktu yang singkat untuk menumbuhkan kasih sayang dihatinya.

“Hye Kyo~ya, apa yang sedang kau bicarakan, huh? Lihatlah Kyuhyun, tidakkah kau kasihan dengannya? Lekaslah sembuh, dan kembalilah pada kami, hanya itu yang harus kau fikirkan, Hye Kyo~ya,”jawab pria itu lembut, berusaha membuat pemikiran-pemikiran aneh yang ada dikepala istrinya pergi menjauh.

“Tidak, aku serius, Kyungsan-ssi. Penyakit ini sudah menggerogoti tubuhku hampir empat tahun. Ini mungkin semua balasan karena kau sudah memisahkanmu dengan Tae Hee dulu. Aku mohon… Kyuhyun butuh sosok seorang ibu untuk menemaninya, dia masih sangat kecil, Kyungsan-ssi.”

Wanita itu terlihat begitu yakin saat mengucap kata demi kata yang sudah bersemayam begitu lama di fikirannya pada suaminya. Ia tahu, waktunya tidak akan lama lagi.

Sejak hari itu, Kyungsan mulai mencari dimana alamat Tae Hee saat ini. Ia hanya berharap Tae Hee belum memiliki siapapun disisinya, terdengar tidak mungkin memang, apalagi setelah tujuh tahun berlalu. Tapi Kyungsan terlihat begitu bersemangat mencari Tae Hee, untuk memenuhi permintaan Hye Kyo, untuk anaknya, Cho Kyuhyun, dan untuk hatinya sendiri.

-oOo-

“Eomma,ahjussi[1] itu siapa?” Tanya seorang gadis kecil pada ibunya.

Gadis kecil itu mungkin bingung, di pagi buta seperti ini ada seorang ahjussi yang datang kerumahnya. Ibunya hanya terdiam, wanita itu bahkan terlihat tidak focus dan terlihat linglung karena sosok pria yang datang menemuinya pagi ini. Pria yang telah meluluhlantakan hatinya tujuh tahun yang lalu, pria itu, Cho Kyungsan.

“Dia anakmu, Tae Hee~ya?”

Pria itu malah bertanya saat semua kecanggungan sedang terjadi. Dia bertanya tanpa mengalihkan sama sekali pandangan matanya ke arah wanita yang disebutnya Tae Hee tadi. Wanita-nya dulu…

“Ne, dia anakku. Wae?[2] Kau fikir aku hanya akan menghabiskan waktuku untuk mencintaimu, Cho Kyungsan-ssi?”jawab Tae Hee dengan begitu ketus, hatinya masih sakit, lukanya terlalu dalam dulu.

“Eomma, kenapa tidak menjawab pertanyaan Hyun Ae? Apa ahjussi ini teman Appa?”

Gadis kecil itu kembali bertanya, begitu ingin tahu siapa pria tampan dihadapannya.

“Aku Cho Kyungsan. Tadi nama mu siapa, gadis manis?”Tanya pria itu sambil berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan gadis kecil itu.

“Annyeong haseyo, ahjussi. Chonen Choi Hyun Ae imnida,[3]”jawab gadis kecil itu sambil tersenyum manis, sangat cantik.

“Choi Hyun Ae? Jadi kau menikah dengan Choi Seunghyun, Tae Hee~ya?”Tanya Kyungsan lagi, Tae Hee hanya diam, ia masih tidak yakin untuk bicara dengan pria itu.

“Ahjussi kenal Appa?”

Gadis kecil berambut coklat gelap itu kembali bertanya.

“Ne, sekarang Seunghyun Appa ada dimana?”

“Appa sudah meninggal, ahjussi. Dua tahun yang lalu,”jawab Hyun Ae sambil menunduk sedih.

“Seunghyun sudah meninggal, Tae Hee~ya?”

“Lalu kenapa kalau dia sudah meninggal, Cho Kyungsan-ssi?”jawab Tae Hee sambil menarik tangan Hyun Ae dan membawanya menjauh dari pria itu.

“Jamsimanyeo![4] Kembalilah padaku, Tae Hee~ya…”

-Ooo-

Aku mencintainya, bahkan terlalu mencintainya. Saat aku tahu kami akan dijodohkan, aku begitu bahagia. Aku bahkan tidak perduli apapun selain mendapatkannya. Dan… aku mengambilnya darimu, Tae Hee~ya. Maaf… aku memang tidak pantas kau sebut sahabat.

Sekarang aku mendapatkan balasannya, aku mengidap kanker darah stadium akhir, dan mungkin saat kau mendapatkan surat ini, aku sudah pergi jauh. Hanya tinggal menunggu waktu kapan Tuhan akan memanggilku, Tae Hee~ya.

Aku memiliki seorang anak laki-laki, namanya Cho Kyuhyun. Dia tampan dan begitu manis. Bisakah kau menjaganya saat aku pergi nanti? Aku tahu ini terdengar tidak pantas. Tapi… hanya kau yang dapat aku percayai, Tae Hee~ya…

Kembalilah pada Kyungsan, aku mohon. Aku titip mereka berdua.

Dari:

Song Hye Kyo.

Tae Hee membaca surat yang diberikan pria di hadapannya dengan tidak percaya, sejak hari itu, pria ini terus bersikeras menemuinya dan Hyun Ae setiap hari. Air matanya sudah mengalir deras di kedua pipi putih nya. Wanita itu tidak menyangka akhirnya akan seperti ini.

“Aku mohon, kembalilah padaku. Demi Hye Kyo, Kyuhyun dan… Aku.”

“Tapi…”

“Kita mulai semuanya dari awal, Hyun Ae juga butuh sosok seorang ayah, Tae Hee~ya. Menikah denganku, aku mohon.”

Wanita itu mencoba meyakinkan hatinya bahwa jawaban yang ada difikirannya saat ini adalah yang terbaik.

Tae Hee menghela nafasnya sejenak lalu mengangguk pasti, didalam hatinya, dia juga masih mencintai pria dihadapannya.

-oOo-

“Kyuhyun-ah, wanita ini akan menemanimu sekarang, panggil dia Eomma. Dia akan berusaha menjadi Ibu yang baik untukmu seperti Hye Kyo Eomma dulu.”

Kyungsan mengenalkan Tae Hee dengan begitu bersemangat, mereka telah menikah tadi pagi dengan pesta sederhana.

Pria itupun langsung membopong semua barang-barang anak dan istri barunya ke rumahnya.

Kyuhyun hanya menatap wanita di hadapannya tanpa minat. Melihat wanita itu dengan penuh kebencian karena berusaha menjadi pengganti ibunya.

“Dan ini Hyun Ae. Dia lebih muda setahun darimu, tapi tingkatan pendidikannya sama denganmu, perlakukan adikmu dengan baik, Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun langsung memfokuskan pandangannya pada gadis kecil yang begitu manis yang berdiri disamping ‘ibu barunya’. Gadis itu tersenyum begitu hangat, membuat sesuatu yang aneh bergejolak dalam diri Kyuhyun. Kyuhyun sempat berfikir mereka berdua akan cocok dan hidup rukun sebagai kakak-adik. Tapi saat mengingat kalau dia adalah anak dari seorang wanita penggoda ayahnya, rasa benci itu mulai muncul. Entah kenapa, melihat wajah Hyun Ae saja, sudah membuat Kyuhyun begitu marah. Kyuhyun tidak suka dengan gadis kecil itu.

“Menjauh dariku,”seru Kyuhyun cepat saat gadis kecil itu mendekat. Seketika senyuman dari gadis kecil itu memudar mendengar penolakan Kyuhyun yang begitu ketus padanya.

-oOo-

September, 2012.

“Yaa! Kyuhyun-ah! Bangun, bodoh! Kau mau terlambat, eh?”teriak seorang gadis yang begitu cantik.

Gadis itu sudah berpakaian rapi dengan seragam Senior High School-nya. Rambutnya yang berwarna coklat gelap hanya diikat sembarangan, tapi sama sekali tidak mengurangi kecantikan gadis itu, dia terlalu cantik.

“Biarkan aku tidur, bodoh!”jawab Kyuhyun dari balik selimut.

Sudah sepuluh tahun acara membangunkan Kyuhyun menjadi jadwal pribadinya setiap pagi, apalagi sejak Ibunya atau Ibu tirinya Kyuhyun, Kim Tae Hee meninggal empat tahun yang lalu karena kecelakaan saat ingin menjemput Kyuhyun disekolahnya dulu.

Gadis ini sudah mulai kehilangan kesabaran. Pria ini memang selalu tidak pernah perduli padanya, selalu membantahnya, bersikap dingin padanya, dan tidak pernah menganggapnya ada, itu menurutnya.

Kyuhyun bagaikan sebuah gunung es yang susah untuk dihangatkan. Tapi bukan Hyun Ae kalau menyerah begitu saja.

Gadis itu tidak pernah perduli saat Kyuhyun bersikap acuh padanya. Ia terus melakukan semua yang seharusnya ia lakukan. Awalnya berat, apalagi setelah ibunya meninggal. Tapi karena permintaan Kyungsan –Appa tirinya- untuk menjaga bocah tengik itu, Hyun Ae pun menyetujuinya. Kyungsan yang begitu terpuruk sepeninggal Tae Hee, lebih memilih untuk melanjutkan bisnis nya di Jerman dan hanya kembali ke Korea dua minggu sekali. Baginya Korea seperti mimpi buruk karena harus kehilangan orang yang disayanginya berkali-kali. Kyungsan pun meninggalkan Hyun Ae dengan bencana besar bernama Cho Kyuhyun.

Gadis itu mulai mengeluarkan jurus andalannya untuk membangunkan Kyuhyun. Ia mulai menendang tubuh kurus Kyuhyun sampai pria itu membuka matanya.

“Demi Tuhan, Ae~ya!!! Berhenti menendangku, bodoh! Apa kau tidak bosan melakukannya setiap hari, gadis iblis?”

Kyuhyun berteriak dan menghindar cepat dari gerakan tendangan gadis itu yang selalu ia dapatkan hampir setiap pagi selama tujuh tahun.

Gadis itu terdiam sejenak saat mendengar panggilan yang diberikan Kyuhyun padanya. Pria itu memang selalu memanggil Hyun Ae sesuka hatinya, tapi ada yang tidak pernah berubah, pria itu selalu memanggil Hyun Ae dengan Ae~ya, dan anehnya Kyuhyun akan marah kalau ada orang lain selain dirinya yang memanggil Hyun Ae seperti itu. Salah satu hal yang disukai Hyun Ae dari semua keburukan Kyuhyun.

“Gadis bodoh, apakah kau mau minggir dan membiarkan aku mandi? Sepertinya tadi kau bilang kalau aku akan terlambat sebentar lagi, Ae~ya.”

Hyun Ae langsung berusaha menguasai dirinya saat mendengar suara setan bermarga Cho itu menyapa gendang telinganya. Beberapa tahun ini selalu seperti ini. Ada perasaan yang berbeda yang Hyun Ae rasakan saat bersama Kyuhyun. Bukan perasaan ingin mencekik atau membunuhnya saat ia berlaku menyebalkan, bukan itu… perasaan yang berbeda, tapi entah apa.

-oOo-

“Aku sudah membuatkanmu bekal makan siang, cobalah sedikit saja, Kyuhyun-ah. Aku bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkannya,”seru gadis itu semangat sambil memasukkan sebuah kotak makan berwarna ungu kedalam tas Kyuhyun.

“Kau terlalu cerewet, Ae~ya!”jawab Kyuhyun acuh dan berlalu begitu saja menuju motor besarnya.

Pagi yang selalu sama, terlalu hening. Hanya diwarnai dengan pertengkaran kecil antara Hyun Ae dengan Kyuhyun, sisanya pria itu lebih memilih diam dan mengacuhkan Hyun Ae. Membuat jarak mereka seakan bertambah jauh setiap menitnya.

Hyun Ae mencoba tersenyum dan kembali bersikap tidak perduli. Ia meraih tas selempang ungu-nya dan langsung menuju Busan High School, sekolah yang sama dengan Kyuhyun. Bahkan mereka berdua selalu sekelas sejak sepuluh tahun yang lalu. Tapi sikap Kyuhyun selalu sama, tidak pernah menganggap Hyun Ae ada.

Gadis itu menuju halte bus terdekat dan langsung naik kedalamnya. Hyun Ae duduk ditempat favorit-nya, baris kedua dekat jendela.

Hyun Ae memposisikan dirinya senyaman mungkin, terkadang bayangan tentang sikap Kyuhyun padanya silih berganti menghiasi kepala gadis itu.

Hyun Ae menggelengkan kepalanya pelan, berusaha mengusir fikiran-fikiran memukkan dikepalanya. Ia lebih memilih melihat pemandangan Busan dipagi hari, memfokuskan matanya keluar jendela bus ini.

“Melihat pemandangan lagi, Hyun Ae~ya?”

Merasa namanya dipanggil, Hyun Ae pun menoleh kesamping tempat duduknya. Ia melihat sosok pria tampan yang sangat ia kenal sejak di Junior High School dulu. Pria charming yang selalu bersikap lembut padanya, Lee Donghae. Dia adalah sunbae[5] Hyun Ae dan Kyuhyun, tapi Kyuhyun lebih berteman baik dengan pria ini sejak menjabat sebagai ketua OSIS menggantikan Donghae di Junior High School dulu.

“Ah, ne Oppa[6],”jawab Hyun Ae singkat.

“Bertengkar lagi dengan Kyuhyun, eh? Wajahmu terlihat murung, Hyun Ae~ya…”tanya Donghae perhatian.

Karena statusnya sebagai teman dari Hyun Ae dan sahabat baik dari Kyuhyun, Donghae tahu benar bagaimana hubungan mereka yang tidak terlalu baik.

“Tidak bertengkar, Oppa. Hanya saja, dia masih seperti itu, tidak pernah berubah,”jawab Hyun Ae pelan, terdengar begitu lelah.

“Mungkin dia masih butuh waktu untuk menerimamu, Hyun Ae~ya. Bersabarlah sedikit lagi, arrasseo?”

“Tapi ini sudah sepuluh tahun, Oppa. Berapa banyak waktu lagi yang ia butuhkan?”

-oOo-

Kyuhyun bersandar di bangku yang ada di taman belakang sekolahnya. Ia memijat keningnya pelan, berusaha meringankan sakit yang ada dikepalanya. Tidak parah, hanya sakit kepala biasa yang selalu ia rasakan saat mengingat gadis itu.

Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat sejak mereka berdua bertemu dulu. Awalnya begitu berat menerima dua orang wanita baru dirumahnya. Tapi sikap ‘ibu barunya’ yang begitu baik, membuat Kyuhyun terbiasa dengannya, apalagi saat ibunya itu pergi empat tahun yang lalu, Kyuhyun langsung menyadari kalau ia menyayangi Tae Hee Eommanya sama seperti ia menyayangi Hye Kyo Eommanya.

Kembali lagi dengan gadis itu, dia berbeda. Entah kenapa, Kyuhyun merasa kalau ia bersikap baik dengan gadis itu juga, ia sama saja seperti berkhianat kepada eommanya.

Ia sudah menerima Tae Hee sebagai ‘ibu barunya’ dengan sikap yang lumayan baik. Dan kalau ia menerima Hyun Ae dengan baik juga, bukankah terdengar seperti dia sudah melupakan eommanya yang ada disurga?.

Setidaknya itulah yang ada dikepala Kyuhyun. Menerima mereka berdua, sama saja mendukung pernikahan Appa nya dan membuat sebuah keluarga baru, itu berarti melupakan eomma nya, Hye Kyo. Dan yang menjadi tolak ukur dari sebuah keluarga baru adalah kehadiran seorang anak, itu adalah Hyun Ae. Semua itu adalah pemikiran yang selalu bersarang dikepala Kyuhyun.

“Aku sudah membuatkanmu bekal makan siang, cobalah sedikit saja, Kyuhyun-ah. Aku bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkannya.”

Kyuhyun kembali mengingat kata-kata terakhir yang selalu gadis itu ucapkan setiap pagi setelah Tae Hee meninggal. Gadis itu tidak pernah menyerah untuk selalu membuatkan bekal makanan untuknya. Padahal Kyuhyun yakin kalau gadis bodoh itu sudah tahu kalau Kyuhyun tidak akan pernah menyentuh bekal makanan itu sedikit pun.

Ia selalu membuang tempat makan itu di tong sampah di taman ini. Tapi keesokan pagi nya, Hyun Ae selalu sudah menyiapkan bekal nya dengan tempat yang sama. Entah berapa banyak tempat makan yang seperti ini yang ia milikki, atau kemungkinan lain, ia menemukan kotak makan ini dan mencucinya, lalu kembali membuat semua bekal makanan ini tanpa menyerah sama sekali.

Kyuhyun melirik kotak persegi berwarna ungu itu tanpa minat, dan seperti biasanya, ia langsung membuangnya ke tong sampah tanpa melihatnya sedikitpun.

-oOo-

“Lihat Oppa, dia membuangnya lagi,”ucap Hyun Ae sedih sambil merogoh tong sampah itu dan mengambil kembali tempat makan ungu-nya. Untung didalam tong sampah ini hanya ada sampah kertas saja, sehingga tempat makan itu tidak terlalu kotor.

“Sudahlah, jangan difikirkan! Ayo, Oppa antar sampai kelas mu,”hibur Donghae sambil meraih tangan Hyun Ae dan menggandengnya menuju ruang kelas nya.

-oOo-

“Ok class, I’ve a task for you. Make a story about your mother. It’s for your writing score. I’ll give you one hour. So easy, right? Ok, do it now!”

Suara Mrs. Jung menggema diseluruh penjuru kelas, membuat semua makhluk yang disebut siswa-siswi disana mendengar dengan jelas setiap kata yang diucapkan guru yang sudah senior itu.

Hyun Ae melirik ke arah Kyuhyun yang duduk di bangku yang ada di paling belakang perlahan. Ia dapat melihat pancaran ketidaksukaan dari wajah pria itu. Hyun Ae tahu, bagi Kyuhyun masalah ibunya adalah hal yang paling sensitive. Dan ia sama sekali tidak berminat untuk menceritakan ibunya dikertas itu, bahkan untuk nilanya sekalipun. Itu semua membuat Hyun Ae khawatir dan tidak tenang.

“What’s going on, Miss Choi? Anything wrong?”

Suara Mrs.Jung yang menegurnya membuyarkan segala pemikirannya tentang Kyuhyun. Hyun Ae memang memilih untuk tidak mengganti nama keluarganya dengan Cho, karena baginya Choi adalah satu-satunya bukti mutlak kalau ia sangat menyayangi ayahnya, Choi Seunghyun. Hyun Ae hanya akan mengganti nama Choi itu dengan nama keluarga suaminya nanti, bukan dengan nama keluarga ‘Ayah barunya’, dan untung saja Kyungsan menerima dan menghargai pilihan Hyun Ae.

“Nothing, Mrs. Jung,”jawab Hyun Ae singkat dan berusaha untuk fokus dengan apa yang harus ia kerjakan.

‘Oh ayolah, untuk apa aku perduli dengan pria yang bahkan menganggapku tidak ada,’ Hyun Ae mencoba mensugesti fikirannya sendiri, berusaha agar kekhawatirannya tentang pria itu hilang, setidaknya kadarnya berkurang.

-oOo-

Ting Tong…

Satu jam telah berlalu, Mrs.Jung langsung mengitari setiap bangku dan mengumpulkannya sendiri.

Hyun Ae dapat mendengar pekikan kekagetan yang keluar dari mulut Mrs.Jung, saat guru itu mengumpulkan kertas yang ada diatas meja Kyuhyun. Dugaan Hyun Ae benar, Kyuhyun tidak akan mengerjakannya.

“Why you didn’t write your story, Cho Kyuhyun?.”teriak Mrs.Jung marah.

“I won’t do that, Mrs.Jung.”jawab Kyuhyun singkat dan langsung membuat kemarahan Mrs.Jung naik beribu kali lipat.

“Go out from my class, Cho Kyuhyun. Right NOW!”teriak Mrs.Jung lagi.

Kyuhyun tanpa menjawab langsung melenggang santai kearah pintu dan keluar dari sana. Dapat Hyun Ae lihat raut kesedihan dari wajah pria itu yang berusaha Kyuhyun tutupi dengan tatapan dinginnya.

-oOo-

Jam istirahat telah datang, Hyun Ae langsung bergegas keluar kelas dan mencari sosok Kyuhyun. Perasaan khawatirnya terlalu besar daripada egonya yang ingin dirinya untuk ikut mengacuhkan Kyuhyun seperti apa yang dilakukan pria itu padanya.

Gadis itu sedikit berlari menuju tempat yang pasti didatangi Kyuhyun untuk menenangkan dirinya, taman belakang.

Dan benar saja, saat Hyun Ae sampai disana pria itu sedang bersandar lemas dibangku taman dan memejamkan matanya, seakan ingin mendamaikan kekacauan di hatinya.

Hyun Ae melangkah perlahan, berusaha untuk tidak membuat Kyuhyun tersadar akan kedatangannya, gadis itu hanya ingin melihat keadaan Kyuhyun dan pergi, hanya itu.

“Sedang apa disana? Mau mengasihaniku, Ae~ya?”

Pria itu tiba-tiba membuka mulutnya, mengeluarkan suara beratnya yang langsung mampir ke telinga Hyun Ae. Pria itu sekarang melihat Hyun Ae tajam, matanya begitu menusuk, penuh kepedihan. Ibunya meninggal saat dia masih terlalu kecil, sama seperti Hyun Ae yang ditinggal Ayahnya saat umurnya baru beberapa tahun. Wajar akan sangat menyesakkan untuk mengingat itu semua kembali.

“Mmm…Aku….Aku…”jawab Hyun Ae terbata, tidak tahu jawaban apa yang sebaiknya ia berikan.

“Bagaimana kau bisa menulis semua itu, Ae~ya? Tidakkah kau teringat semuanya? Semua hal menyedihkan itu?”

Pria itu kembali berucap, matanya tetap fokus menatap setiap detail wajah Hyun Ae yang berdiri tidak jauh dari tempatnya

“Aku menulis kenangan indah, Kyuhyun-ah. Bukan sedang mengingat kesedihan atau kehilangan dulu. Kau seharusnya juga melakukan itu,”jawab Hyun Ae sambil berjalan menghampiri Kyuhyun dan duduk disebelahnya.

Gadis itu tersenyum kecil, setidaknya ia berusaha menghibur Kyuhyun disini.

Pria itu malah terdiam kaku, seakan terpana dengan makhluk ciptaan Tuhan yang sekarang duduk disampingnya. Selain kata-katanya tadi, Kyuhyun juga baru sadar kalau gadis bodoh-nya telah berubah menjadi sangat cantik bila dilihat dari jarak sedekat ini, terlalu memukau. Apalagi ditambah dengan senyuman yang tercetak dari bibir mungil nya.

‘Sial!’umpat Kyuhyun dalam hati karena tiba-tiba ia tidak bisa menguasai dirinya saat berada sedekat ini dengan gadis itu.

Pria itu langsung memalingkan wajahnya, berusaha menyembunyikan rona merah yang mulai menghiasi pipi putihnya. Gadis disampingnya malah mengernyitkan dahi karena merasa heran dengan reaksi tiba-tiba yang diberikan Kyuhyun.

‘Apa aku salah bicara?,” Hyun Ae bertanya dalam hati.

Ditengah kebingungannya tentang reaksi tiba-tiba dari Kyuhyun. Pria itu malah beranjak pergi meninggalkannya tanpa mengatakan apapun.

Gadis itu langsung mengikuti Kyuhyun dari belakang, entah apa yang ia fikirkan. Hanya ada sesuatu hal yang mendorong Hyun Ae untuk terus mengikuti pria itu. Sesuatu yang bahkan Hyun Ae sendiri tidak tahu itu apa.

“Pergi! Jangan mengikutiku, Ae~ya!”seru pria itu tanpa menoleh sama sekali, tetap memandang kedepan seakan tidak sudi untuk menatap Hyun Ae sama sekali.

“Sampai kapan kau mau menghindariku, bodoh! Setidaknya beritahu aku apa kesalahanku padamu, Kyuhyun-ah!”jawab gadis itu yang masih terus berusaha mengikuti langkah kaki Kyuhyun yang besar-besar.

“Aku bilang pergi, Ae~ya!! Menjauhlah dariku! Harus aku katakan berapa kali, huh? Telingamu masih berfungsi dengan baik, kan? Apa kau tidak malu mengikuti pria kemana saja, eh?”teriak Kyuhyun sesaat setelah ia membalikkan tubuhnya menghadap Hyun Ae.

Pria itu langsung berteriak didepan wajah Hyun Ae, dihadapan banyak siswa-siswi yang menonton mereka sambil berbisik-bisik tidak jelas karena pertengkaran mereka, koridor sekolah memang akan sangat ramai saat jam istirahat seperti saat ini.

Setelah berteriak seperti itu, Kyuhyun langsung pergi begitu saja meninggalkan Hyun Ae yang terdiam kaku ditempat. Ia memang sudah sering bertengkar dengan Kyuhyun, bahkan sudah terlalu sering selama sepuluh tahun ini, tapi belum pernah seperti ini, sampai dibentak dihadapan banyak orang.

Hatinya begitu sakit, entah kenapa bagian itu terasa sangat sesak. Pelupuk matanya memanas, air matanya sudah ingin tumpah begitu saja. Tapi gadis itu menahannya sekuat tenaga, tidak… ia tidak boleh menangis, kalaupun menangis, tidak disini, tidak didepan banyak orang yang menatapnya dengan pandangan yang sama sekali tidak dapat Hyun Ae jelaskan artinya apa.

Ia ingin berlari menjauh, mencari tempat sepi yang bisa menenangkannya.

-oOo-

Kyuhyun langsung pergi menuju ruang OSIS, tempat yang ia yakini tidak akan terlalu banyak orang saat istirahat seperti sekarang.

Pria itu duduk dipojok ruangan. Menghempaskan tubuhnya dengan lemas ke kursi kayu yang ada disana. Ia merasa begitu bodoh, Kyuhyun masih memikirkan kenapa ia bisa berteriak pada Hyun Ae didepan banyak orang seperti itu.

“ARGGHHH!!!”

Kyuhyun berteriak kesal, semakin bingung dengan pergolakan jawaban yang ada dihati dan fikirannya.

“Apa yang kau lakukan disini, Kyuhyun-ah? Kau baik-baik saja?”

Sebuah suara lembut terdengar menyapanya. Kyuhyun langsung mendongak semangat karena ia mengenali suara siapa yang tadi bertanya padanya.

“Soo Hee Noona[7]…”

“Jawab aku, Kyuhyun-ah. Ada masalah?”

Gadis manis itu bertanya lembut, membuat Kyuhyun tenang hanya karena mendengar suara gadis itu. Soo Hee memang begitu mirip dengan Hye Kyo, Eomma yang begitu ia sayangi. Saat ia melihat Soo Hee, Kyuhyun seperti melihat ibunya lagi dengan tampilan yang sedikit berbeda.

Pria itu tersenyum lembut dan menggelengkan kepalanya pelan. Soo Hee langsung mengerti apa yang Kyuhyun maksud hanya dari gerak-gerik Kyuhyun. Kyuhyun hanya tidak ingin membicarakan semua yang terjadi dan ia bilang kalau ia tidak apa-apa. Dan bagi Soo Hee, itu cukup membuatnya tidak terlalu khawatir.

“Sudah makan siang? Pasti belum! Ayo ke kantin, Kyuhyun-ah!!”ajak Soo Hee semangat sambil menarik tangan Kyuhyun mengikuti langkahnya.

-oOo-

“Mau kemana, Hyun Ae~ya?”ucap Donghae sambil meraih tangan Hyun Ae dan menghentikkan langkahnya yang baru ingin beranjak pergi dari koridor sekolah tempat ia dan Kyuhyun bertengkar tadi.

“Oppa…”

“Kemari…”seru Donghae dan langsung menarik tangan Hyun Ae dan mendekap tubuh mungil Hyun Ae erat. Menenggelamkan kepala Hyun Ae didadanya. Pria itu terus mengusap rambut coklat gelap Hyun Ae lembut, bermaksud untuk menenangkan hati gadis itu, gadis yang telah lama ia sukai.

Donghae memang melihat semuanya tadi, saat Kyuhyun membentak gadis itu didepan banyak orang.

“Menangislah disini! Jangan perdulikan orang lain, Hyun Ae~ya…. Jangan pernah sekalipun menangis dibelakangku, hanya dihadapanku, karena aku akan selalu menyediakan tempat untukmu mengeluarkan segala hal yang membebanimu sampai membuatmu tersenyum kembali, Hyun Ae~yaa…”

Kyuhyun dan Soo Hee yang ingin pergi menuju kantin pun dapat melihat mereka, melihat Donghae yang mendekap Hyun Ae begitu erat.

Entah kenapa, Kyuhyun marah melihat semua itu, hatinya memanas, ada rasa tidak suka saat Donghae menyentuh Hyun Ae. Ia langsung tidak berminat menuju kantin dan kembali kekelas nya dengan perasaan yang campur aduk, membuat Soo Hee terheran dengan apa yang terjadi dengan pria itu.

-oOo-

“Kyuhyun-ah, bangunlah… bisakah kau membiasakan diri untuk bangun tidur sendiri, huh?”seru Hyun Ae yang sedang menjalankan acara wajib paginya, membangunkan Kyuhyun.

Hari ini adalah sehari setelah kejadian Kyuhyun yang membentak Hyun Ae, tadinya gadis itu ingin marah dan benar-benar menjauhi pria yang ada dihadapannya ini. Tapi… entah kenapa Hyun Ae tidak bisa melakukannya, ada sesuatu yang menahannya yang membuat gadis itu ingin selalu dekat dengan pria ini. Terdengar bodoh, eh? Memang, gadis ini mulai kehilangan akal sehat saat dekat dengan pria ini, membuatnya memaafkan Kyuhyun begitu saja.

“Kau tidak marah padaku, gadis bodoh?”seru pria itu dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.

“Untuk apa? Apa aku akan mendapatkan keuntungan kalau melakukan semua itu, pria setan?”

“Mmmm.. mungkin agar kau bisa terus dekat-dekat dengan Donghae hyung dan berpelukan ditempat umum seperti kemarin, bukankah itu termasuk keuntungan bagimu, gadis iblis?”

Mendengar perkataan aneh Kyuhyun, membuat gadis itu mendelik kaget dan secara spontan menjitak kepala Kyuhyun dengan kekuatan maksimal, membuat sang empunya kepala berteriak dan meringis kesakitan.

“AWWW! Apa yang kau lakukan padaku, setan betina?”

“Aku melakukannya agar fikiranmu kembali ke kepalamu, Kyuhyun-ah. Memangnya karena siapa Donghae Oppa memelukku? Awalnya juga karena perbuatan bodoh tidak jelasmu, pria setan titisan neraka!”

“Yaaa! Kau memanggilku apa,gadis iblis jelek? Coba katakan sekali lagi!!”

“Pria setan jelek, cepatlah mandi. Aku sudah menyiapkan bekal untukmu dan sudah aku masukkan ketasmu, aku berangkat duluan…”

Setelah mengatakan semua itu, Hyun Ae melenggang santai keluar dari kamar Kyuhyun.

“Yaa! Chankaman![8]

“Mwo?”[9]

“Kenapa tidak menguncir rambutmu seperti biasa, Ae~ya?”

“Mworago?[10] Pertanyaan macam apa itu, Kyuhyun-ah? Tumben sekali kau bertanya seperti itu, hahaha…”

Hyun Ae tertawa renyah diambang pintu kamar Kyuhyun. Merasa aneh sekaligus geli dengan pertanyaan Kyuhyun. Pria itu malah memalingkan wajahnya, menghindar untuk menatap Hyun Ae, belakangan ini pria itu sering sekali menghindari kontak mata dengan Hyun Ae.

“Jangan tertawa! Kuncir rambutmu, atau aku sendiri yang akan melakukannya untukmu!”seru pria itu tanpa melihat Hyun Ae sama sekali dan langsung pergi menuju kamar mandi.

“Coba saja, pria setan!!”remeh Hyun Ae dan segera pergi ke pintu depan dan menuju halte bis tempat ia biasa berangkat .

Sedangkan Kyuhyun yang berada dikamar mandi sedang merutuki dirinya sendiri karena apa yang telah ia katakan tanpa sadar tadi. Ia semakin tidak terkendali kalau dekat dengan gadis itu. Melihatnya begitu cantik dengan rambut digerai, membuat Kyuhyun menggila seketika. Dia tidak ingin ada orang lain yang melihat Hyun Ae yang secantik itu, apalagi Donghae.

“Ah… apa yang terjadi denganku? Aish!! Michigetda!!![11]”teriak Kyuhyun frustasi.

-oOo-

Perlajaran pertama sedang berlangsung, kelas Hyun Ae dan Kyuhyun sedang berlatih memainkan bola voli sekarang walaupun tanpa Mr.Kim, guru olahraga mereka yang sedang sakit hari ini.

Gadis itu terlihat begitu semangat, walaupun dapat dilihat dengan sangat jelas kalau Hyun Ae sama sekali tidak berbakat dalam pelajaran olahraga apapun, apalagi bola voli.

Kelompok wanita dan pria sudah memisahkan diri untuk segera bertanding voli. Hyun Ae dengan semangat langsung masuk ke lapangan dan mengambil tempat. Sedangkan Kyuhyun tidak berminat sama sekali untuk bergabung, ia tidak suka berkeringat, oleh karena itu ia lebih memilih menonton dari pinggir lapangan sambil menatap benci kearah Hyun Ae.

Gadis itu sama sekali tidak menuruti apa yang Kyuhyun katakan untuk menguncir rambut coklat panjangnya. Membuatnya terlihat begitu manis saat tersenyum malu karena salah melakukan serve, membuat mata pria di kubu lawan mendelik terpesona,banyak pria memang yang menyukai Hyun Ae.

Babak pertama sudah berjalan beberapa menit, Kyuhyun semakin gusar melihat tatapan mata pria-pria yang ada dikelasnya dan disekitar lapangan voli. Tanpa sadar ia langsung ketengah lapangan dan menuju tempat Hyun Ae berada.

Membuat pertandingan terhenti sejenak karena kedua kubu heran dengan apa yang ingin dilakukan Kyuhyun dengan masuk kelapangan saat pertandingan sedang berlangsung dan menuju kubu wanita, tidak… Ia langsung menuju Hyun Ae.

Gadis itu hanya dapat terpekur ditempat saat jarak Kyuhyun sedekat itu dihadapannya. Tatapan mata Kyuhyun menusuk, mengintimidasi Hyun Ae seakan gadis itu telah melakukan kesalahan besar.

“Sudah aku bilang, kalau kau tidak menguncir rambutmu, maka aku yang akan melakukkannya, Ae~ya…”seru Kyuhyun. Mereka masih bertatapan, seakan tidak perduli dengan sekitarnya.

Kyuhyun mengedarkan pandangannya sekilas, seperti sedang mencari sesuatu.

“Ah, Eun Ri~ya! Bisakah kau lepaskan ikat rambutmu itu dan berikan padaku?”ucap Kyuhyun pada seorang gadis yang berada tidak jauh darinya dan tersenyum sedikit. Dan senyuman itu sudah cukup membuat semua gadis di kubu wanita terpesona, kecuali Hyun Ae yang malah mual melihat cara Kyuhyun mendapatkan apa yang ia perlukan.

Setelah mendapatkan ikat rambut, ia pun meraih rambut coklat Hyun Ae dan menguncirnya sebisanya.

“Yaa! Apa yang kau lakukan, pria setan jelek titisan neraka?”

“Diamlah, Ae~ya! Aku sedang kesusahan disini, gadis iblis jelek bodoh menyebalkan!”serunya sambil terus berusaha menguncir rambut Hyun Ae.

Tidak beberapa lama, Kyuhyun pun selesai. Ia tersenyum lebar akan hasil kerjanya. Walaupun dikuncir seperti ini tidak mengurangi sedikitpun presentase kecantikan Hyun Ae, setidaknya ini lebih baik menurut Kyuhyun.

“Kalian lanjutkan saja lagi, maaf mengganggu, dan kau pulang denganku hari ini, Ae~ya, tunggu didepan gerbang sekolah setelah bel pulang, arratji? Aku ada urusan sebentar dengan Mrs.Jung sepulang sekolah, jadi tunggu disana sampai aku datang!”seru pria itu dan langsung pergi dengan menyisakan kekaguman dari para gadis yang melihat perlakuan Kyuhyun yang begitu romantis pada saudara tirinya, setidaknya itu yang ada difikiran mereka.

“Kau beruntung, Hyun Ae~ya. Kyuhyun itu sudah baik, romantis dan begitu tampan…”seru Eun Ri semangat dan disetujui dengan anggukan massal para gadis yang lain.

“Oh ayolah, apa kalian buta? Tampan darimana? Baik darimana? Romantis darimana?”seru Hyun Ae jengkel sambil berusaha menutupi rona merah yang entah sejak kapan hadir dipipinya.

-oOo-

From: Soo Hee Noona.

Temui aku di ruang OSIS sebentar, aku mohon…

Kyuhyun membaca pesan dari Soo Hee sekilas dan langsung pergi menuju ruang OSIS setelah menemui Mrs. Jung. Tidak beberapa lama kemudian, dia sampai disana dengan nafas yang tidak teratur karena habis berlari. Sekolah memang sudah mulai sepi karena bel pulang sekolah yang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.

Ia menggeser pintu coklat tua ruangan itu, lalu mencari sosok wanita cantik yang mengiriminya pesan tadi.

“Kyuhyun-ah…”

Terdengar suara khas Soo Hee dari sudut ruangan dan langsung menghambur memeluk Kyuhyun. Menenggelamkan kepalanya didada bidang Kyuhyun, mendekap pria itu dengan begitu erat.

“Ada apa, Noona?”

“Aku takut kau pergi, Kyuhyun-ah…”

“Pergi kemana? Aku akan selalu disampingmu, Noona. Tenang saja…”

“Aku menyukaimu, jangan dekati wanita lain, aku mohon…”

***

“Aku duluan, Hyun Ae~ya,”teriak Eun Ri dari dalam mobilnya.

Sudah banyak orang yang bicara seperti itu dari satu jam yang lalu. Sejak Hyun Ae menunggu Kyuhyun didepan gerbang sekolah ini seperti orang bodoh sejak enam puluh menit yang lalu.

Gadis itu menggerutu kesal, dan bersumpah untuk mencekik Kyuhyun saat dia datang nanti. Karena bosan, gadis itu pun memutuskan untuk menunggu di area parkir, ia menunggu tepat disamping motor besar Kyuhyun. Setidaknya akan lebih mudah bertemu dengan pria itu disini.

“Hahaha, lihat wajahmu, Noona…”

“Yaa! Berhenti mentertawaiku, Kyuhyun-ah. kau menyebalkan!!”

Terdengar suara candaan dari sepasang insan manusia yang terdengar begitu bahagia. Telinga Hyun Ae berubah menjadi tajam saat mendengar nama setan itu disebut. Ia bersembunyi dibalik mobil sekolah dan melihat dua orang itu dari kejauhan. Mereka terlihat sangat dekat, begitu bahagia. Sangat sulit mendapatkan sedikit ruang diantara mereka berdua.

“Jadi ini yang kau bilang pulang bersamaku, Kyuhyun-ah? Aku menunggumu selama satu jam lebih hanya untuk melihatmu tertawa bersama dengan yeoja itu, begitu? Dasar setan iblis titisan neraka kurang ajar! Kau menyebalkan!!! Kenapa membuatku melihat semua itu, Kyuhyun-ah? Hatiku tiba-tiba sakit, kau tahu?”ucap Hyun Ae pelan dari balik mobil sekolah tempatnya melihat dua orang menyebalkan itu. Ia memilih untuk beranjak pergi dan menuju halte bis. Berusaha melupakan bayangan tentang mereka berdua yang terlihat begitu dekat.

-oOo-

“Aku pulang…”

Terdengar suara berat namja dari arah pintu depan, Hyun Ae langsung melirik jam yang ada didinding ruang keluarga dan hampir memekik kaget saat menyadari jam berapa pria itu pulang, sudah lewat empat jam sejak mereka pulang sekolah tadi.

“Kau tidak memasak, Ae~ya? Kali ini aku akan memakannya, aku sangat lapar, Ae~ya,”seru pria itu sambil berjalan mendekati Hyun Ae dan duduk disampingnya.

Hyun Ae hanya diam, terasa lebih sakit saat pria itu sama sekali tidak mengingat janjinya pada gadis itu.

“Aku sedang tidak mood untuk memasak, Kyuhyun-ah. Pesan fast food saja, aku mau tidur,”jawab Hyun Ae ketus dan langsung pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih belum menyadari apa yang terjadi.

-oOo-

Hari ini Hyun Ae langsung berangkat ke sekolah, gadis itu pergi tanpa melakukan acara wajibnya setiap pagi. Membiarkan Kyuhyun masih terlelap dalam alam mimpi. Hyun Ae masih marah, entah kenapa. Mungkin hanya karena ia tidak suka dengan pria yang ingkar janji, ya… mungkin itu, pikir Hyun Ae dalam hati.

Setelah beberapa menit, sampailah Hyun Ae di sekolah, ia baru ingin menuju kelasnya sebelum sebuah tangan menariknya kasar. Membawanya ke taman belakang sekolah yang belum banyak orang karena masih terlalu pagi.

“Apa yang kau lakukan? Lepaskan Soo Hee Eonnie!!!”pekik Hyun Ae pada wanita yang mencengkram tangannya kuat.

“Aku akan bertanya padamu, apa kau suka dengan Kyuhyun, Hyun Ae~ya?”Tanya Soo Hee saat mereka sampai ditaman belakang sekolah.

“Apa? Kenapa aku harus menjawabnya?”

“Aku hanya ingin memberimu saran, kalau kau benar-benar menyukainya, sebaiknya lupakan. Karena dia hanya menganggapmu orang lain yang tinggal dirumahnya. Pria itu terkadang bersikap baik padamu hanya karena ia membutuhkanmu, mmm… bisa dibilang sebagai pembantunya,”ucap wanita itu yang langsung membuat Hyun Ae membelalakan mata saking kagetnya.

“Apa maksudmu?”

“Dia hanya butuh orang yang membangunkannya tidur, membuatkannya sarapan, makan siang dan makan malam. Butuh orang untuk membersihkan rumah, bukankah itu sama saja dengan pembantu, eh?”

“Hentikan! Jangan bicara lagi, Eonnie[12]. Jebal[13]!”

“Jangan berharap banyak, Hyun Ae~ya! Kyuhyun tidak pantas untukmu!”seru wanita itu lagi dan pergi meninggalkan Hyun Ae begitu saja.

Gadis itu terlihat begitu terkejut dengan apa yang dikatakan Soo Hee tadi. Ia berjalan perlahan kembali kekelasnya dengan air mata yang mulai berkumpul di pelupuk matanya dan siap untuk mengalir.

“Yaa!”teriak seorang pria sambil menarik tangan Hyun Ae kasar, membuat gadis itu mau tidak mau berbalik badan dan menghadap sang pemilik tangan.

Dan…

Hyun Ae melihat pria itu, pria yang sekarang telah mengacaukan system kerja otaknya, membuat gejolak dihatinya. Dia… Cho Kyuhyun.

“Apa maksudmu tidak membangunkanku, huh? Kau sengaja melakukannya, ya kan? Kau bahkan tidak membuatkanku sarapan dan makan siang seperti biasanya, ada apa denganmu, Ae~ya?”cecar pria itu bertubi-tubi yang makin membuat hati Hyun Ae sakit.

“Yaa! Kenapa diam, eh? Jangan bilang kau lupa membangunkanku hanya karena janjian dengan Donghae hyung. Aish! Kau menyebalkan!”serunya lagi.

“Memangnya kenapa aku harus membangunkanmu, Kyuhyun-ah? Aku bukan pembantumu! Masak makananmu sendiri! Dan apa masalahmu kalaupun aku berangkat lebih dulu karena Donghae Oppa? Apa urusanmu, hah? Kau ini hanya saudara tiriku, Kyuhyun-ah! Tidak lebih!”teriak Hyun Ae dengan air mata yang sukses mengalir dikedua pipinya.

“Lalu kenapa? Kau keberatan, eh? Baiklah! Pergi saja kalau begitu!!”seru Kyuhyun ketus karena ikut terbawa emosi karena perkataan Hyun Ae yang hanya menganggapnya sebagai saudara tirinya, terasa… menyesakkan. Pria itupun dengan hati kesal meninggalkan Hyun Ae begitu saja dengan cairan bening yang mengalir deras di wajah gadis itu.

-oOo-

“Abeoji[14], Hyun Ae ingin mengambil beasiswa ke Paris, apakah Abeoji mengizinkannya?”

“Kenapa harus sekarang, Hyun Ae? Kenapa tidak tahun depan saja saat kau lulus Senior High School, jagiya…”

“Hyun Ae hanya bosan di Korea, Abeoji. Aku mohon…”

“Baiklah, seminggu lagi kau berangkat. Tapi katakan dengan jujur padaku alasan yang sebenarnya, apa karena Kyuhyun?”

“Tidak, ini semua keinginanku, Abeoji…”

“Baiklah, tidurlah kalau begitu ini sudah malam, have a nice dream, jagiya…”

Piip…

Sambungan teleponnya dengan Kyungsan berakhir, membuat Hyun Ae kembali berfikir untuk tetap tinggal atau tidak.

Gadis itu tidak berbohong, ia memang tidak pergi hanya karena Kyuhyun memintanya. Hyun Ae pergi hanya karena ia sudah menyadari apa yang ada didalam hatinya selama ini setelah bicara dengan Soo Hee kemarin.

Gadis itu mengerti kenapa ia ingin selalu dekat dengan Kyuhyun, selalu mengerti segala perlakuan dingin pria itu. Menerima semua perkataan kasar nya dan bertahan untuk disampingnya, itu karena Hyun Ae menyukai Kyuhyun. Perasaan yang ternyata sudah terlampau besar yang baru Hyun Ae sadari sekarang. Dan dia merasa tidak tahan untuk tetap di Korea, Kyuhyun hanya menganggapnya pembantu, pria itu telah menemukan gadis yang ia sukai, dan Hyun Ae tidak mungkin mendapatkan celah dari mereka berdua. Dan gadis itu mengalah, ia memilih pergi.

-oOo-

Satu hari sebelum Hyun Ae berangkat ke Paris. Kyungsan telah mengurus semuanya dengan sangat rapi sesuai dengan permintaan Hyun Ae sehingga tidak ada yang tahu tentang kepindahan gadis itu.

Sejak hari itu, hubungan Kyuhyun dan Hyun Ae makin memburuk. Tidak pernah bicara, tidak pernah menatap dan bersikap dingin satu sama lain seperti orang yang tidak saling mengenal.

Hyun Ae merasa Kyuhyun semakin jauh diraih, apalagi hubungan Kyuhyun dan Soo Hee yang semakin dekat, membuat Hyun Ae makin tersiksa.

“Sungguh, aku lebih baik kau marahi, dibentak olehmu dan dibenci olehmu itu lebih baik. Daripada seperti ini, tidak pernah bicara denganku lagi, bersikap semakin acuh padaku. Setidaknya saat kau memarahiku, kau masih menganggapku ada. Tidak seperti sekarang, kau menganggapku seperti manusia kasat mata yang tidak terlihat. Kau menyebalkan!”lirih gadis itu pelan sambil terus memperhatikan Kyuhyun dari kejauhan.

-oOo-

Hyun Ae telah bersiap-siap sejak pagi hari. Ia telah memasak sarapan sampai makan malam terakhir untuk Kyuhyun. Pria itu masih dikamarnya tidak keluar sama sekali setiap ada Hyun Ae disekitar jarak pandangnya.

Hyun Ae menyetop sebuah taksi menuju bandara. Gadis itu terus menguatkan hatinya untuk pergi dari Korea. Sepuluh tahun dianggap seperti pembantu itu sudah cukup menyakitkan.

Tapi…

Hatinya menolak. Didalam sana, Hyun Ae ingin sekali bertemu dan bicara dengan Kyuhyun sebelum ia pergi ke Paris. Hatinya ingin sekali mendengar suara pria setan itu lagi memarahi dirinya. Hyun Ae pun terus berfikir apa sebaiknya yang harus ia lakukan, gadis itu ingin sekali bertemu dengan Kyuhyun, setidaknya gadis itu tidak akan menyesal dikemudian hari karena pergi begitu saja.

“Ada apa?”terdengar suara berat dari ujung telepon. Pria itu bahkan tidak menyapa Hyun Ae terlebih dahulu.

“Bisakah kau menemuiku?”

“Tentu saja! Ah tidak, maksudku aku akan mengusahakannya. Dimana?”

“Busan Park. Aku tunggu sekarang, Kyuhyun-ah.”

Piip.

Dan sambungan telepon pun terputus. Ya… gadis itu melakukannya, rasa inginnya bertemu Kyuhyun begitu besar.

-oOo-

From: Soo Hee

Aku sakit. Bisakah kau kemari sekarang, Kyuhyun-ah?

Kyuhyun melirik pesan dari Soo Hee dengan gusar. Ia bingung mana yang harus ia dahulukan pertama. Pria itu ingin sekali bertemu dengan Hyun Ae, sangat ingin. Tidak bisa dipungkiri kalau Kyuhyun sangat merindukan Hyun Ae.

Tapi Soo Hee sakit. Kyuhyun takut kejadiannya akan sama seperti saat Ibunya dulu. Pria itu tidak ingin Soo Hee pergi seperti ibunya. Mereka berdua begitu mirip, membuat Kyuhyun ingin melindungi Soo Hee sebagai sahabat dan seperti seorang adik melindungi kakaknya.

Ia pun memutuskan untuk menjenguk Soo Hee terlebih dahulu. Membuat perasaannya tenang dahulu setelah melihat keadaan Soo Hee, baru ia akan menemui Hyun Ae. Pria itu pun memacu motor besar nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Soo Hee.

‘Hyun Ae, tunggulah sebentar…’ucap Kyuhyun dalam hati.

-oOo-

Gadis itu kembali melirik jam tangan ungu yang melingkar di tangan kanannya. Hyun Ae menghela nafasnya kasar setelah menyadari kalau ia telah berdiri ditaman ini selama satu jam. Dua jam lagi, pesawatnya berangkat. Dan tanda-tanda Kyuhyun datang tidak terlihat sama sekali. Tiba-tiba, Hyun Ae teringat Donghae, pria yang begitu baik yang selalu ada disampingnya. Donghae sudah tahu tentang rencana kepergian Hyun Ae. Pria itu awalnya menolak mentah-mentah. Tapi setelah Hyun Ae mengatakan kalau ia tidak akan bahagia di Korea, pria itupun melepaskannya. Melepaskan gadis yang ia cintai selama lima tahun, tanpa sama sekali diketahui oleh gadis itu sendiri.

“Kenapa yang aku sukai harus dirimu, Cho Kyuhyun? Kenapa tidak Donghae Oppa saja? Kau benar-benar menyusahkan!!”pekik Hyun Ae kesal sambil menggenggam ponselnya erat, berharap Kyuhyun akan menghubunginya.

-oOo-

“Noona, aku ada janji! Biarkan aku pergi, jebal!”seru Kyuhyun kesal karena Soo Hee yang sama sekali tidak ingin membiarkan dia pergi.

“Tidak akan! Kalau aku lepaskan pasti kau akan menemui saudaramu itu dan menahannya untuk tidak pergi, iya kan?”jawab Soo Hee ketus sambil terus mengeratkan genggaman tangannya dilengan Kyuhyun.

“Pergi? Apa maksudmu dengan pergi?”

“Kau tidak tahu? Aku tidak sengaja mendengar berita ini saat Donghae dan gadis itu mengobrol, dia akan pergi ke Paris hari ini, Kyuhyun-ah. meninggalkanmu!!”jawab gadis itu tenang tanpa ekspresi apapun.

Kyuhyun hampir berteriak kaget saat mendengar semua itu. Ia langsung menyambar jaket kulitnya dan pergi menuju motor besarnya tanpa memperdulikan Soo Hee yang terus memanggil namanya. Persetan dengan semuanya! Gadisnya akan pergi jauh, Kyuhyun harus menghentikannya.

-oOo-

Sudah hampir dua jam Hyun Ae menunggu. Hatinya begitu sakit karena Kyuhyun yang sama sekali tidak datang menemuinya. Ia menyetop taksi lagi, bermaksud untuk menuju bandara secepatnya karena pesawatnya akan segera berangkat.

Hyun Ae sudah menyerah, Kyuhyun tidak menyukainya.

CKITTTTT…..

Tiba-tiba taksi yang Hyun Ae kendarai mengerem mendadak, membuat Hyun Ae hampir terjungkal karena pemberhentian mendadak itu.

“Apa yang terjadi?”Tanya Hyun Ae pada ahjussi pengemudi taksi.

“Ada pria gila yang berhenti mendadak didepan mobil kita dengan motor besarnya, Agasshi.”[15]

“Mwo?”

Belum sempat Hyun Ae meredakan kekagetannya, pria itu langsung menyeret Hyun Ae keluar dari taksi itu dengan sebelumnya membayar dan mengambil koper Hyun Ae lalu menyuruh taksi itu untuk pergi.

Wajah Kyuhyun terlihat memerah, seakan marah, gusar, dan gelisah bercampur menjadi satu.

“APA SEBENARNYA YANG ADA DIFIKIRANMU, CHOI HYUN AE? KENAPA KAU BISA BERFIKIR UNTUK MENINGGALKANKU, HAH?”teriak Kyuhyun marah.

“Memangnya kenapa, huh? Bukankah aku hanya pembantu untukmu? Hanya sebatas saudara tiri tidak berguna dimatamu, iya kan?”

“KENAPA KAU BISA BERFIKIR TENTANG DIRIKU SERENDAH ITU, AE~YA!! AKU MENYUKAIMU! TIDAK, AKU MENCINTAIMU! SEKARANG BAWA KOPERMU DAN KEMBALI KE RUMAH. TERIMA SAJA UNTUK MENJADI TAWANAN ABADIKU, CHO HYUN AE!”

“Ap…Apa yang kau katakan tadi, Kyuhyun-ah? Aku tidak salah dengar kan?”

“Bodoh!”hardik pria itu sambil meraih kepala Hyun Ae dan langsung mencium bibir mungil gadis itu lembut. Membuktikan perkataannya tadi dengan sebuah tindakan nyata.

“Ayo kembali. Lihat! Bukankah ini keren, melakukan ciuman dan pernyataan cinta ditengah jalan seperti ini?”ucap Kyuhyun sambil terkekeh geli karena melihat barisan mobil yang tersendat dibelakang kami.

Pria itupun langsung menggenggam tangan Hyun Ae erat, menyeretnya untuk kembali kerumah dan membuat gadis itu melupakan rencana gilanya untuk pergi ke Paris.

THE END.

[1] Paman
[2] Kenapa?
[3] Hallo Paman, nama saya Choi Hyun Ae.
[4] Tunggu sebentar!
[5] Senior(Kakak Kelas)
[6] Iya, kak.
[7] Kak Soo Hee.
[8] Tunggu sebentar!
[9] Apa?
[10] Apaa?
[11] Aku bisa gila!!!
[12] Kakak.
[13] Aku mohon.
[14] Ayah
[15] Nona.

1 Comment (+add yours?)

  1. esakodok
    Oct 29, 2016 @ 05:13:50

    hahhaha..keren sie tp kalo q jd pengenudi mobil yg menunggu kyuhyun menyatakan cinta y bisa bete seharian..kekeke…soohee noonanya keceolosan..berkat dja juga sie kyuhyun bs nenyatakn oerasaanya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: