Try to Falling in Love Again

tumblr_ocwzc9ocdq1shcqiqo1_1280

Title  : Try to Falling in Love Again

By: yaneapril

Cast : Cho Kyuhyun, Park Hyunmi

Rating: G

Lengh : Oneshot

***

 

Flash back on

“ Pernikahan ini… kita batalkan saja”

“ Mwo?”

“ Aku tidak bisa terlalu lama seperti ini, aku tidak bisa membohongi diriku lebih lama lagi”

“ Apa maksudmu ? Aku tidak mengerti. Apa kau tidak mencintaiku?”

“ Hyunmi~a, mungkin memang sekarang waktu yang tepat bagiku untuk mengakui semuanya. Aku tidak mencintaimu. Kau telah salah mengartikan perasaanku selama ini kepadamu. Aku hanya menganggapmu sebagai… adikku.”

“Mwo? Dongsaeng?Hae~a, kau pasti sedang berbohong padaku,kan?”

“ Aku tidak berbohong. Aku tidak ingin menyakimu lebih dalam lagi nanti. Lebih baik…pernikahan ini kita batalkan saja”

 

Flash back end

 

Hyunmi pov

“ Hyunmi~a, cepatlah! Kita sudah hampir terlambat!” teriak seseorang di luar kamar. Aku segera membuyarkan ingatanku akan memori pahit itu. Sudah berlaru. Masalah itu sudah cukup membebaniku selama setahun ini. Kini aku ingin memulai hidup baru. Aku memutuskan meninggalkan keluargaku di Mokpo lalu tinggal bersama temanku yang berada di Seoul.

“ Ne,aku sudah siap” ucapku sambil membuka pintu. Namun sepertinya dia terlihat sangat gusar. “wae?” tanyaku mencari tahu.

“ Yak! Kau fikir itu perusahaan appamu? Kakekmu? Mengapa kau lama sekali! Dengar. Aku yang merekomendasikanmu pada bosku. Jangan sampai kau membuat kesalahan dan merusak nama baikku. Jadilah sekretaris yang baik. Arraso?”

“ Ne eonni..” jawabku sedikit meledeknya. Song Jira, dia tidak sekedar sahabat bagiku, namun juga sudah menjadi ibu dan sekaligus kakakku. Tanpa dia, mungkin aku tidak bisa menjalani masa sulit sejak di putuskan oleh namja sialan itu. Arrgghh!! Kalau mengingatnya, aku menjadi geram sendiri.

“ Kau melamun lagi? Ck! Sudahlah. Lupakan namja brengsek itu. Ingat, kau disini untuk memulai hidup baru jadi kau harus menjadi Park Hyunmi yang baru” ujarnya memberi semangat. Entah untuk yang keberapa kalinya dia berkata begitu. Menjadi Park Hyunmi yang baru? Apa aku bisa?

“ Gumawo. Aku akan berubah. Aku janji!” ucapku meyakinkannya. Dia tersenyum dan kemudian memelukku.

“ Sudahlah. Kajja. Kita hampir terlambat” dia melepaskan pelukannya dan tersenyum.

Kami keluar dari apartemen sederhana milik Jira ini lalu menuju ke halte bus terdekat. Hari ini, harus menjadi hari yang indah.

***

Author pov

“ Apa sekretarismu itu sudah datang?” Tanya seorang namja pada namja satunya.

“ Belum. Yak Hyung! Kau bilang sekretarisku itu sangat berkualitas. Lihat. ini sudah jam berapa? Mengapa dia belum datang juga?” balas namja satunya lagi menahan emosi.

“ Aku juga tidak tahu. Sekretarisku yang merekomendasikannya. Sudahlah tunggu saja sebentar lagi” ujar namja yang lebih tua itu menenangkan. Tiba-tiba terdengar suara gaduh di luar pintu ruangan.

 

Brakk!!

Pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka.

“ Jongsonghamida. Saya terlambat” seru seseorang yang menjadi tersangka kegaduhan itu. Seorang gadis. Kedua namja itu terdiam. Betapa tidak. Orang yang mereka tunggu telah datang dengan penampilan yang sangat ‘luar biasa’. Rambut yang di ikat berantakan. Kemeja yang kusut, dan salah satu kancing kemeja yang terbuka. Sepatu yang di jinjing. Jelas sekali terlihat bahwa gadis itu bukan orang berkualitas seperti yang di ceritakan salah satu namja tadi.

“ Kau sekeretaris Park yang di ceritakan Song Jira?” Tanya namja yang lebih tua.

“ Ne sajangmin. Park Hyunmi inmida. Saya sekretaris baru Cho Kyuhyun sajangnim. Maaf atas keterlambatan saya hari ini” jawab gadis itu sambil berkali-kali menunduk meminta maaf. Tapi ada satu hal yang sangat dia khawatirkan disini. Gadis itu tidak tahu yang mana bos nya. Dia tidak tahu yang mana namja bernama Cho Kyuhyun itu. Sial! Bukankah gadis itu telah berada dalam masalah besar saat ini.

“ Yak! Kau! Kau fikir ini perusahaan keluargamu? Datang terlambat! Penampilan kacau! Kau itu niat bekerja apa tidak?” bentak namja yang lebih muda mengeluarkan emosi yang dia berkeliaran di otaknya. Sebenarnya dia tidak berniat untuk membentak ataupun marah seperti itu. Dia hanya…malu? Yah, malu karena dia sempat tertangkap basah oleh gadis itu karena memandangi gadis itu lama. Mungkin pemikiran namja ini dengan namja yang lebih tua itu berbeda. Dia tidak pernah sekalipun mendapatkan sekretaris yang ‘aneh’ seperti ini sebelumnya. Bukan hal-hal negatife yang dia fikirkan saat ini. tapi, bolehkah dia mengakuinya?

Mengapa gadis itu sangat menarik dengan penampilan kacaunya itu? rambutnya yang di ikat gulung keatas itu telah berantakan membuat beberapa helaian rambutnya bertebaran. dan kemejanya yang berantakan itu membuat dia…eerrr...seksi? Dan mengekpos sedikit bagian atas tubuhnya. Dan hal yang paling disukainya dari gadis itu adalah matanya. Mata gadis itu bulat dan jernih.

***

Hyunmi pov

Mengapa namja itu melihatku seperti itu? Aku tahu penampilanku saat ini sangat kacau dan berantakan. Tapi ini tidak disengaja. Bus yang kami tumpangi tadi tiba-tiba rusak di jalan. Jadi mau tidak mau aku dan Jira harus berlari. Setidaknya hargailah sedikit usahaku untuk kesini. Mengapa membentakku seperti itu. aish.. Apa yang harus ku jawab?

“ Jongmal jongsonghamida sajangnim. Tadi saya mendapatkan masalah besar saat menuju kesini. Ng… setidaknya saya sudah berada disini sekarang. Saya tidak akan mengulanginya lagi. Saya berjanji” ucapku meyakinkan kedua petinggi perusahaan itu. Sebenarnya bosku yang mana? Jangan bilang namja yang membentakku itu. Tidak, tidak. Jira bilang bos ku itu masih sangat muda. Tapi namja ini terlihat sudah tua dan…mungkin sudah menikah dan memiliki anak. Ah, pasti namja yang satu lagi, kan? sepertinya dia sangat ramah. Dan dia terlihat lebih muda dari namja yang membentakku itu.

“ Sudahlah Park Hyunmi shii. Kau sudah terlalu banyak meminta maaf hari ini. lebih baik kau bersihkan dulu penampilanmu dan mulailah bekerja” Namja yang baik itu mengakhiri permasalahan kecil ini. Benarkan? Namja ini sangat baik. Pasti dia bosku.

“ Arrassoyeo sajangnim” jawabku menunduk malu.

“ Baiklah. Aku keluar dulu” pamitnya dan segera keluar. Aku mengikutinya keluar ruangan ini. Namun saat masih di ambang pintu, namja itu berbalik dan melihatku.

“ Mengapa kau mengikutiku?” tanyanya bingung.

“ Ne?” jawabku tak kalah bingung pula. Dia bosku, kan? lalu aku harus mengikutinya, kan? jadi apa salahku disini.

“ Bosmu itu namanya Cho Kyuhyun. Nah, itu dia orangnya” jelasnya sambil menunjuk pada namja kejam tadi. Mwo?? Namja kejam itu yang menjadi bosku? Dia terlihat geram sendiri memandangku. Ah, eottokeh? Pasti dia marah sekali!

“ Dan namaku adalah Lee Hyukjae. Aku adalah bos temanmu yang merekomendasikanmu itu” jelasnya lagi. Apa? Dia bosnya Jira. Beruntung sekali dia!

“ Oh, jongsonghamida Hyukjae sajangnim. Nan mollaseo” ucapku sambil tertunduk meminta maaf. Apa yang harus ku lakukan saat ini? Namja yang bernama Lee Hyukjae itu telah keluar ruangan ini. Saat ini tinggal aku dan namja kejam itu. Aku membalikkan tubuhku.

“ OMO~”

Namja ini. dia sudah berdiri saja di belakangku dan menatapku. Ah! Mengapa dia memiliki mata tajam seperti itu? Aku sangat takut melihatnya.

“ W..waeyo s..sajangnim?” tanyaku terbata-bata karena namja ini terus saja berjalan mendekatiku. Sebenarnya dia ini mau apa?

“ Kau..”

Aku takut. Sangat takut malah. Aku telah terjepit di tembok ruangan ini. Tidak bisa lari. Namja ini malah menghentikan kalimatnya dan tambah membuatku penasaran dengan tindakannya ini.

“ Pergilah ke kamar mandi dan bersihkan dirimu. Kau tidak mau kan aku dituduh melakukan hal yang aneh-aneh padamu karena penampilanmu itu?”

Dia berhenti berbicara dan mengambil langkah kebelakang. Menjauh dariku lebih tepatnya. Dia melihat penampilanku dari atas sampai bawah. Lalu tersenyum sinis ke arahku.Sebenarnya namja ini apa maunya ha?

“ Aku keluar sebentar. Dan saat aku kembali, pastikan bahwa dirimu telah siap dan sudah duduk di tempatmu. Arraso?” perintahnya lagi.

“ Ne, sajangnim” jawabku singkat.

Dia pergi dan berlalu begitu saja. Aku melihat sedikit pantulan diriku di cermin besar yang terletak di sudut ruangan ini. Astaga~.Pantas saja namja kejam itu mengatakan hal seperti itu padaku. Lihat, diriku seakan seperti wanita penggoda saat ini. Kancing kemejaku telah banyak terlepas dan mengekspos sedikit lebih jelas bagian dadaku. Rambut berantakan.Malu! Mau di letak dimana mukaku ini. Baru pertama bertemu saja aku telah melakukan hal sebodoh ini. Sial!

***

Kyuhyun pov

Yeoja gila. Tidak waras. Bagaimana mungkin dia tidak memperhatikan dahulu penampilannya sebelum masuk ke kantor ini. Apa itu yang Hyukjae Hyung bilang orang yang berkualitas. Ya. Benar. dia sangat ‘berkualitas’. Dia berpotensi besar menghancurkan pertahananku tadi saat melihatnya. Ingin sekali aku memarahinya saat dia tidak mengetahui bahwa akulah bosnya. Sekretaris macam apa dia? Yang mana bosnya saja dia tidak tahu. Tapi… jujur saja dia memang sangat menarik.

“ Mengapa kau tersenyum tidak jelas begitu?” tanpa sadar aku telah masuk ke dalam dapur di dekat ruanganku.

“ Ah, ani” elakku cepat. Hyukjae Hyung yang tadinya di ambang pintu, masuk ke dalam dapur ini.

“ Jangan berbohong. Aku telah lama mengenalmu. Apa sesuatu telah terjadi. Atau..ini karena sekretaris barumu itu?” tanyanya menebak-nebak.

“ mmm… Entahlah!” jawabku singkat. Tanpa sadar aku mengambil gelas lalu membuat kopi. Tunggu.. ada yang salah disini. Sejak kapan aku membuat kopiku sendiri? aku bahkan sangat jarang masuk ke dapur ini.

“ Hahaha.. Kau lucu sekali Kyuhyuna~a. Lihat, aku berani bertaruh bahwa kau bisa di hitung jari memasuki dapur ini. Dan apa itu. Kau membuat kopimu sendiri? Aigoo~ sepertinya gadis itu memang sangat luar biasa” ejeknya menertawakanku.

Benarkah ? Aku juga belum memastikan hal itu. Mungkin aku harus mengenalnya lebih jauh lagi.

“ Oya, Kyuhyun~a. mengenai pernikahanmu itu. Apa kau sudah mendapatkan calonnya? Waktumu tinggal 1 bulan lagi. Kau tidak lupa, kan?”

Benar. Itu adalah persyaratan appaku jika aku ingin mewarisi hartanya dan juga menjadi direktur utama tetap di perusahaan ini. Dia ingin saat aku mengambil alih segala yang dia punya saat aku sudah memiliki isteri. Dan waktuku tinggal sebentar lagi.

“ Ya. Aku sangat mengingatnya Hyung. Tapi…”

“ Tapi apa? Belum ada satu wanitapun yang menarik hatimu?” tanyanya lagi

“ Hyung…tentang hal itu, aku masih belum tahu untuk melakukan apa. Sudahlah. Aku malas membicarakan hal itu” elakku mencoba mengganti topik pembicaraan.

“ Kau harus memikirkannya Kyuhyun~a. Kau ingin perusahaan dan seluruh harta appamu itu di sumbangkan ke dinas sosial. Kau tidak memikirkan ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan ini? Apa kau rela mereka kehilangan pekerjaan dan menganggur? Aku tahu ini berat untukmu. Tapi tolonglah melihat dari sisi lainnya.” sarannya.

Aku hanya diam mendengarnya. Benar. Apa aku setega itu untuk menelantarkan semua pegawai disini?

“ Ne Hyung. Aku akan memikirkannya. Tapi, kau tahu sendiri bagaimana aku. Bila nanti ada satu saja wanita yang menarik perhatianku. Aku akan langsung menikahinya” ucapku serius. “ tidak peduli dia mau atau tidak”

Wah~ kejam sekali. Kau tidak bisa memaksa wanita seperti itu” ujarnya memperingatkan.

“ Salahkan dirinya sendiri mengapa bisa menarik hatiku”

Cih~ gayamu itu. Sudahlah. Aku ingin kembali ke ruanganku. Oya, ini kopimu. Aku bawa ya” dia pergi sambil membawa kopi buatanku.

Yak Hyung!” aku meneriakinya lalu dia berbalik badan ke arahku. Dia mengatakan sesuatu hal yang sangat mengejutkan

“ Oya, mungkin sekretaris barumu itu bisa menjadi target utamamu. Lihat, bagaimana dia telah berhasil membuatmu linglung pagi ini.” ujarnya dengan seringaraian menggodaku.

Di berlalu meninggalkanku. Aku sedikit berfikir. Apa mungkin?

***

 

Hyunmi pov

“ Selesai”

Aku telah merapikan diriku yang kacau tadi. Rambutku yang tadinya aku ikat gulung keatas telah aku ganti menjadi ikat ekor kuda. Aku telah siap bekerja saat ini. Tapi…mejaku yang mana? Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan ini. Aku baru menyadari bahwa ruangan ini sangat luas.

“ Ah. Pasti yang itu” ucapku sambil menunjuk salah satu meja yang berada beberapa meter dari pintu masuk ruangan ini. Meja yang besar itu punya Pak Direktur kejam itu,kan? Berarti meja yang kecil ini milikku. Aku langsung menghampiri meja itu lalu menarik kursi untuk duduk

Aku mendengar derap langkah kaki sesorang mendekati ruangan ini. Pasti itu si bos kejam. Dan benar saja. Bos kejam itu masuk. Aku gugup. Mengapa aura di ruangan ini tiba-tiba berubah menjadi menyeramkan. Aku menunduk. Ku lihat langkah kakinya melewati mejaku.

“ Sekretaris Park!” panggilnya tiba-tiba.

Mati! Apa aku membuat kesalahan lagi?

“ Ne, sajangmin” ucapku ragu sambil melihatnya.

“ Mulai sekarang kau harus mengatur semua jadwal kerjaku. Aku tidak suka sekretaris yang lelet dan ceroboh. Jadi semuanya harus kau kerjakan dengan hati-hati dan rapi,Arraso?” perintahnya. Aku tercekat. Bagaimana bisa aku melakukan semua itu. Tidak teliti dan ceroboh itu adalah sifat alamiku. Jarang orang yang bisa mengerti sifatku itu. Hanya ‘dia’ yang selama ini bisa mengerti tentang sifatku itu. Lalu dengan bosku ini? Bagaimana caranya untuk tidak melakukan kesalahan kecil itu.

“ Dan ingat. Kesalahan kecil saja yang kau lakukan dapat berdampak buruk bagi perusahaanku. Jadi kerjakan tugasmu dengan baik” tambahnya lagi.

“ Ye, sajangmin. Algessemida..” jawabku kaku.

Ah! Eottokeh?

***

Sudah seminggu lebih aku bekerja di perusahaan ini. Cho Corporation. Aku tidak menyangka kalau perusahaan ini bahkan sudah berkembang hingga ke luar negeri. Tidak hanya Negara-negara Asia saja. Bahkan Negara-negara Eropa juga sudah menjadi relasi bisnis perusahaan ini. Oya, mengenai bosku itu. ternyata dia belum menikah! Aku sempat tercengang saat Jira menceritakannya padaku. Memang sih aku tidak pernah melihatnya memakai cincin. Juga tidak ada foto wanita manapun di meja kerjanya. Lalu, mengapa dia itu terlihat sangat serius sekali dalam bekerja? Dan wajahnya itu, mengapa terlihat seperti Ajusshi yang sudah berumur? Sangat membingungkan. Dan yang paling membingungkan adalah mengapa akhir-akhir ini pegawai disini terlihat tidak bersahabat padaku. Bukan semua, hanya saja pegawai wanitanya. Aku pernah menceritakan hal ini pada Jira. Dia bilang mereka itu iri padaku. Aku gadis yang beruntung karena bisa dekat dengan bosku itu. Banyak gadis yang telah lama mengincar posisiku, tapi tidak ada satu orangpun yang berhasil. Lalu, mengapa aku bisa dengan mudahnya di terima? Awalnya aku juga sangat sanksi, mungkin saja dia tidak menyukaiku dan tidak akan menerimaku. Apalagi di tambah dengan kesan pertama yang ku berikan. Aku jadi ngeri sendiri. Akhir-akhir ini dia itu terlihat sangat aneh. Bekerja dengannya, Aku merasa tidak punya ruang bebas. Dia seakan menghantuiku. Dia juga selalu heboh saat aku terlambat menemuinya. Tapi setelah aku meminta maaf, dia akan kembali biasa saja. Aku jadi bingung sendiri. Apa mungkin dengan sekretaris sebelumnya dia juga seperti itu? Ah! Aku tidak tahu! Pusing! Membingungkan!

***

 

“ Yak! Sekretaris Park. Mengapa kau lama sekali?” bentak bos kejamku itu langsung saat aku baru memasuki ruangannya setelah makan siang.

“ A..aku..” Aish! Apa yang harus ku jawab? Aku melirik sedikit jam besar yang berada di dinding ruangan ini. Hanya terlambat 5 menit dan dia sudah heboh seperti ini? Aigoo~.Apa dia terlalu merindukanku ha?

“ Apa proposal yang tadi ku suruh kerjakan sudah selesai?” tanyanya lagi dengan nada masih membentak.

“ Ne sajangnim” aku segera berlari ke arah mejaku. Tidak mau mendengar celotehannya lebih lama lagi. Tapi setelah mendekati meja…

 

Brakk!!

 

Akh~ Sakit sekali..” ringisku menahan kakiku yang sakit. Sial. Kenapa saat seperti ini kakiku malah menabrak kaki meja dan terjatuh seperti ini. Memalukan! Memalukan!

***

 

Kyuhyun pov

Dia memang sering seperti ini. Terlambat. Apa dia tidak tahu? Bahwa aku tidak bisa jauh darinya. Aku tidak bisa melihat kursinya kosong dan tidak ada raganya di ruanganku ini. Apa yang ku lakukan selama ini kurang? Atau memang karena gadis bodoh itu yang tidak bisa memebaca perlakuanku? Dia selalu berhasil membuatku memaafkannya hanya dengan tampang memelasnya itu. Wajah takutnya. Wajah polosnya. Entah kenapa, gadis ini selalu dapat membuat kesan berbeda hanya dengan tingkah bodohnya saja. Aku jadi heran. Sebanyak apa lagi tingkah bodohnya itu yang tidak aku ketahui. Apa nantinya aku malah bisa tambah tertarik padanya dan mengikatnya disisiku? Tidak. Aku tidak mungkin melakukan itu. Dia berhak memilih.

 

Brakk!!

Gadis itu terjatuh di dekat mejanya. Lihat, betapa cerobohnya dia. Rasanya aku ingin menertawainya saat ini. Tapi melihatnya meringis kesakitan seperti iu. Aku jadi tidak tega.

“ Gwenchana?” tanyaku mendekatinya. Dia melihat ku sekilas lalu kembali memalingkan wajahnya. Ada yang salah? Kenapa sepertinya dia menghindariku?

“ Aku tidak apa-apa” elaknya cepat. Padahal aku bisa melihat dia sangat kesakitan. Dia mencoba untuk berdiri. Tapi dia malah terjatuh lagi.

Aww..” ringisnya lagi. Dia sedikit memijit-mijit pergelangan kakinya. Sepertinya itu memang sangat sakit.

“ Kau itu. Ceroboh sekali” tandasku sambil menggendongnya menuju sofa besar yang berada di tengah ruangan ini. Dia terlihat terkejut dengan perlakuanku.

“ Sajangnim…”

“ Lalu mau bagaimana lagi? Apa kau mau terduduk di kaki meja itu seharian? Berdiri saja tidak bisa. Apa lagi berjalan” aku merebahkannya di sofa. Dia hanya diam. Tapi ada satu hal yang membuatku penasaran. Mengapa dia tidak mau menatapku? Dia hanya memandang takut padaku. Apa dia marah karena aku membetaknya tadi? Tapi…aku hanya ingin dia tahu, Aku tidak ingin dia terlalu jauh dari jarak pandangku. Aku tidak bisa! Apa begitu sulit?

“Sajangnim..Ng.. mengapa kau memperhatikanku terus?”

Tiba-tiba dia bertanya dan membuatku refleks mengalihkan pandanganku. Aku berdiri dan merilekskan tubuhku lagi.

“ Ani. Hanya saja tadi ada sesuatu di wajahmu” jawabku bohong.

Dia segera memegang wajahnya dan memebersihkan entah apa yang ada di wajahnya. Aku ingin sekali tertawa saat ini.

“ Apa sudah hilang?” tanyanya takut. Akhirnya tawaku meledak juga. Aku tidak bisa menahannya lagi.

“ Sajangnim, mengapa sekarang kau malah tertawa? Apa ada sesuatu yang mengerikan di wajahku?” tanyanya lagi sambil merubah posisinya, duduk.

Dia masih memengang-megang wajahnya. Mungkin karena sangat penasaran dia berniat untuk beranjak menuju cermin yang berada di sudut ruangan. Tapi, jelas saja tidak bisa.

“ Ya! Kakimu itu sedang sakit. Kau tidak akan bisa berjalan” ucapku sedikit membentaknya.

“ Tapi aku penasaran…” balasnya sambil menunduk

Aku mengambil langka untuk duduk di sampingnya.

“ Tidak ada. Tidak ada yang salah di wajahmu.” Ucapku menenangkanya. Dia mendongak menataku. Mata itu. aku bisa melihat mata bulatnya dengan jelas. Ternyata matanya berwarnya coklat.

“ Sajangnim.. apa benar tidak ada apa-apa? Lalu kenapa kau melihatku seperti itu?”

Dia mengagetkanku dengan pertanyaannya itu. Tanpa sadar aku malah menjawab sesuatu hal yang sangat ku tahan saat ini.

“ Tidak. Hanya saja kau terlihat sangat cantik”

***

 

Hyunmi pov

“ Tidak. Hanya saja kau terlihat sangat cantik” jawabnya yang membuatku terkejut.

Mwo? Namja kejam ini mengatakan aku cantik? Apa otaknya sedang konslet?

“ Ne?” tidak tahu mau menjawab apa. Hanya pertanyaan bodoh itu saja yang terlintas di otakku. Dia memalingkan wajahnya. Mengapa dia terlihat…gugup? Ah, sebenarnya namja kejam ini kenapa? Aku jadi semakin takut bila dia bertindak yang aneh-aneh seperti ini.

“ Ah, sudahlah. Lupakan. Bagaimana dengan kakimu? Apa masih sakit?” tanyanya mengalihkan pembicaraan. Aku sedikit menggerakkan pergelangan kaki kananku yang mencium kaki meja tadi. Sakit. Malah sakitnya bertambah berpuluh kali lipat sekarang.

Akh!” rintihku menahan sakit yang sangat menyiksa ini.

“ Kemarikan kakimu!” perintahnya tiba-tiba. Mau apa dengan kakiku?

“ Aku tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak. Kau mau pulang dengan kondisi seperti ini?” ucapnya seakan bisa membaca fikiranku.

Perlahan dia mengangkat kakiku. Untung kursi ini sangat panjang. Jadi aku bisa menyandarkan kepalaku di sudut sofa ini. Ke dua kakiku telah berada di atas pahanya saat ini. Apa ini tidak apa-apa? Dia kan bosku?

Aawww…” ringisku untuk yang kesekian kalinya

“ Apa sangat sakit?” tanyanya ragu. Babo! Tentu saja sakit.

“ Tidak terlalu” jawabku bohong. Dia mulai memijit pergelangan kakiku dengan hati-hati. Nyaman. Sangat nyaman sekali saat tangannya dengan lihai memijit kakiku. Apa dia memiliki profesi lain? Mungkin..tukang urut? Mengapa dia ahli sekali.

“ Sajangnim. Apa aku boleh bertanya sesuatu?” tanyaku ragu. Aku sangat penasaran. Banyak sekali pertanyaan yang berkelik di otakku saat ini.

“ Apa?” jawabnya singkat.

“ Mengapa hari ini kau sangat lain? Ng…mengapa tiba-tiba baik padaku seperti ini? padahal tadi kau memarahiku karena aku terlambat. Sajanganim, kalau boleh jujur, aku sangat takut padamu. Aku malah merasa ngeri saat kau melakukan hal-hal aneh seperti ini” Ucapku panjang lebar. Lega. Akhirnya kalimat-kalimat itu keluar juga.

“ Mengapa kau takut padaku?” Dia tidak menjawab malah membuat pertanyaan lagi. Ck! dimana-mana itu kalau orang membuat pertanyaan di balas dengan jawaban. Ini malah di balas dengan pertanyaan lagi. Tapi, apalah kuasaku disini. Aku hanya sekeretaris biasa yang sering membuatnya kesal.

“ Kau itu sangat kejam” ucapku tanpa fikir panjang. Dan tidak menyebutnya dengan sebutan ‘sajangnim’ .Sial! Apa aku akan segera di pecat? Namun sepertinya dia tidak bereaksi apa-apa. Pijatannya di kakiku tetap terasa sama saja.

“ Pertama kali melihatmu. Aku sangat takut padamu. Kau langsung membentakku. Kau ingat? Dan juga…”

“ Dan juga…?” dia menghentikan gerakannya dan malah menatapku. Apa aku harus mengatakannya? Tapi ini sudah nanggung.

“ Dan juga…aku takut sekali melihat matamu. Matamu itu sangat tajam jika melihatku. Seakan-akan kau ingin membunuhku. Aku takut sekali. Ng… kau tidak akan memecatkukan setelah aku mengatakan ini?” tanyaku takut-takut. Jujur aku sangat takut. Jika dengan tindakan bodohku ini aku di pecat. Aish! Pasti Jira sangat marah padaku. Tapi yang ku lihat malah sebaliknya. Dia malah tersenyum mendengarnya. Astaga~ Apa yang barusan ku lihat. Dia tersenyum? Bukan seringaian setan yang biasa ku lihat. Tapi ini senyuman. Tidak, tidak. Aku tidak boleh terpesona seperti ini. Tapi aku sudah terpesona. Senyumannya itu sangat…menawan. Aku tidak bisa sedikitpun berpaling melihatnya. Benar yang pernah Jira katakan. Bosku ini sangat tampan. Mengapa aku baru menyadarinya? Mengapa matanya saat melihatku tadi tidak tajam seperti biasanya. Malah terlihat teduh dan dia ingin mendengar semua pernyataanku dengan baik. Tuhan, tolong aku. Aku tidak boleh seperti ini. Segera sadarkan aku.

“ Kau itu sangat polos Hyunmi shii” dia berkata sambil tersenyum lagi. lagi? Tuhan~ mengapa senyuman itu sangat mempesona sekali.

“ Ne?” tanyaku segera mengembalikan fikiranku. Aku kurang mencerna pernyataannya. Polos? Aku? Benarkah?

“ Kau tahu. Tidak ada satu gadispun yang ku perlakukan seperti ini selain ibu dan nunaku. Tidak ada seorangpun yang pernah ku pijat kakinya dan ku pedulikan seperti ini. Jadi dari pernyataanku itu, apa kau bisa menngartikannya sendiri?” tanyanya sambil menatapku. Pusing! Ini sangat berbelit-belit. Mengapa bosku ini seakan sedang bermain teka-teki padaku?

“ Aku tidak mengerti. Apa maksudmu? Eh, Ng..maksudku sajangnim” ucapku berbelit-belit. Sudah cukup banyak aku bertindak tidak sopan padanya hari ini. Aku tidak mau dia tersinggung dan memecatku.

“ Dan kau juga satu-satunya pegawaiku yang ku perbolehkan memanggilku dengan sebutan apa saja” tambahnya lagi. Mwo? Benarkah? Jadi, aku boleh memanggilnya sesukaku? Kyuhyun ajusshi, juga boleh?

“ Benarkah? Jadi aku tidak perlu memanggilmu dengan sebutan kehormatan itu? Apa nanti kau tidak memecatku?” tanyaku berbinar-binar sambil menjatuhkan kedua kakiku ke lantai dan dengan refleks aku mendekat padanya.

“ Tidak akan. Aku tidak akan memcatmu” jawabnya datar. Dia menatapku dalam. Tunggu.. ada salah disini. Mengapa aku malah sedekat ini dengannya. Aku dapat melihat wajahnya dengan jarak yang sangat dekat. Sekali lagi aku membenarkan ucapan Jira. Bosku ini memang sangat tampan. Aku tidak bohong. Aku tidak pernah dengan jarak sedekat ini dengan pria manapun. Donghae? Asal kalian tahu saja. Sejak kami pacaran sampai menyusun rencana pernikahan yang batal itu, namja itu tidak pernah mendekatiku seperti ini. Jangankan menciumku. Memengang tanganku saja bisa di hitung dengan jari. Aku memang selalu terkesan seperti adiknya bila bersamanya. Bodoh? Benar. Aku memang benar-benar bodoh. Mempertahankan hubungan seperti itu. mengharapkan pernikahan dengan orang yang sama sekali tidak mencintaiku. Mau seberapa bodoh lagi aku ini?

“ Mengapa kau menangis?” tanyanya membuyarkan lamunanku. Babo! Mengapa lagi-lagi aku menangis gara-gara namja brengsek itu.

“ Ania” elakku cepat sambil menghapus air mataku.

“ Apa aku menyakitimu? Apa karena aku memarahimu tadi?” tanyanya dengan nada takut. Mengapa dia terkesan sangat perhatian padaku?

“ Tidak. Bukan karena itu. Aku hanya…mengantuk” alasanku. Mengantuk? Jawaban macam apa itu?

“ Ng… sajangnim, aku ingin keluar sebentar” ucapku cepat sebelum dia bertanya yang aneh-aneh padaku. Aku mecoba bangkit. Sudah tidak terlalu sakit. Sepertinya pijatan bosku ini sangat manjur. Aku berjalan tertatih-tatih menjauhinya. Lari? Ya. Mungkin aku ingin lari saat ini juga!

***

 

Author pov

“ Apa kau telah menemukan calon isterimu?” Tanya seorang ayah pada anaknya di sebuah acara makan malam keluarga.

“ Sudah. Tapi aku tidak yakin apakah dia setuju atau tidak.” Jawab sang anak sedikit ragu.

“ Benarkah? Siapa gadis itu? bagaimana asal usulnya?” berbagai pertanyaan menyerang sang anak. Kyuhyun, nama anak tersebut hanya bungkam. Apa dia harus berkata jujur?

“ Dia sekeretarisku. Pertama kali melihatnya, Aku langsung menyukainya” jawabnya singkat namun terkesan tegas.

“ Apa kau ingin mengatakan bahwa kau jatuh cinta pada pandangan pertama pada sekeretarismu itu?” ucap sang ayah sedikit menggoda.

“ Appa..”

Ayah Kyuhyun hanya tersenyum melihat anak laki-lakinya yang tersipu malu.

“ Jadi kapan kau akan mengenalkannya pada kami?” tiba-tiba Ibu Kyuhyun sudah hadir dalam pembicaraan ini.

“ Entahlah. Aku belum mengatakan apa-apa pada gadis itu” jawabnya singkat. “ Tapi secepatnya aku akan membawanya bertemu kalian” tambahnya lagi

“ Baiklah. Lakukan sesukamu. Tapi ingat. Jangan terlalu lama bermain dengan wanita. Kau tidak tahu bahwa tidak semua wanita bisa membaca fikiranmu dan tindakanmu. Sesekali katakanlah apa yang ada di hatimu. Itu akan mempermudah jalanmu. Arraso?”

“ Ne. Gumawo appa, eomma.”

***

“ Sore ini temani aku menemui teman lamaku” ucap Kyuhyu tiba-tiba berdiri di depan meja Hyunmi.

“ Ne? Sajangnim, Aku tidak bisa. lagi pula kau tidak ada jadwal apa-apa sore ini” Hyunmi buru-buru mengecek jadwal kerja Kyuhyun. Benar.Tidak ada yang membuat janji pada Kyuhyun sore ini.

“ Ini bukan urusan kantor. Aku ingin bertemu teman lamaku. Kau harus ikut menemaniku.” Perintahnya lagi

“ Tapi…” belum sempat Hyunmi membantah. Kyuhyun sudah memotong ucapannya.

“ Aku tidak menerima penolakan apapun. Batalkan janjimu itu. Nanti sore kau pergi denganku!”

Hyunmi mengumpat dalam hati. Inilah nasip bawahan yang selalu di tindas. Sudah beberapa hari ini sikap Kyuhyun aneh padanya. Minta di buatkan kopi. Biasanya dia akan menyuruh office boy untuk melakukan itu. Lalu yang terakir kemarin dia malah meminta Hyunmi memasangkan dasinya yang berantakan. Ck! bosnya itu benar-benar sangat merepotkan.

Padahal sore ini dia ada janji dengan Jira ingin berbelanja. Setiap akhir bulan seperti ini, banyak toko yang melakukan diskon besar-besaran. Hyunmi tentunya tidak mau melewatkan kesempatan itu. Tapi gara-gara perintah bosnya itu. Dia harus menunda kegiatan belanjanya.

“ Ye, sajangnim” ucap Hyunmi akhirnya. Pasrah!

***

 

Hyunmi pov

Aku sedang menunggu dengan gelisah. Mana orang yang mau bertemu dengan bosku ini? mengapa lama sekali? Dan tumben, mengapa Kyuhyun tidak marah-marah seperti biasanya? Aneh! Dan yang lebih aneh lagi. Mengapa namja ini malah menatapku seperti itu? Tidak. Aku bukan takut. Tatapannya tidak tajam seperti dulu lagi. Entah kenapa, semenjak aku berkata jujur waktu itu, dia banyak berubah. Namun tetap, suka memaksa dan semena-mena. Aku jadi grogi sendiri. Penasaran. Apa aku harus bertanya?

“ Ng… sajangnim. Mengapa kau memandangku seperti itu? Kau tidak mungkin mengatakan aku cantikkan, seperti jawabanmu waktu itu” tanyaku menebak-nebak.

“ Lalu, jika memang begitu, bagaimana?”

Aku menunduk. Bagaimana? Ya mana aku tahu!

“ Sajangnim…aku..”

Aish! Aku bosan sekali kau memanggilku dengan panggilan kehormatan itu. Bukankah kau juga tidak menyukainya?” dia memotong ucapanku. Jadi tentang aku boleh memanggilnya sesukaku itu,benar? Dia tidak akan memecatku, kan?

“ Aku tidak akan memecatmu” selanya seakan bisa membaca fikiranku.

“ Kyuhyun shii? Apa aku boleh memangilmu begitu?” tanyaku ragu.

Ya! aku ini lebih tua darimu. Panggil aku Oppa” perintahnya.

“ Kyhyun Oppa? Cih~ menjijikkan!” sangkalku cepat.

“ Mwo?” ucapnya sedikit marah.

Oppa? Donghae juga lebih tua dariku. Aku tidak pernah memanggilnya Oppa. Aku tidak suka panggilan menjijikkan itu.

“ Andwe! Bagaimana kalau Kyuhyun Ajusshi? Itu terlihat sangat cocok bagimu. Hahah..”

***

 

Kyuhyun pov

Dia tertawa mengejekku. Tertawa? Baru kali ini aku melihatnya tertawa selepas itu. biasanya hanya senyuman di paksakan yang sering dia tunjukan padaku. Dia terlihat sangat senang dan bahagia. Dan untuk kesekian kalinya dia telah berhasil menghipnotisku hanya dengan sebuah tawa. Dia terlihat lebih cantik saat seperti ini. Terserah dia mau mengejekku apa saja. Biarkan dia tertawa sampai puas dan aku akan menikmatinya dengan bahagia.

“ Memangnya berapa umurmu?” tanyanya tiba-tiba setelah puas tertawa.

“ Bulan depan genap 24 tahu” jawabku.

“ Wah~ kau sudah tua ternyata. Jadi, aku memanggilmu Kyuhyun Ajusshi saja” pustusnya sendiri.

Yak!!” bentakku tidak terima. Ajusshi? Apa aku setua itu?

Tapi belum sempat dia membalas ucapanku, temanku telah datang. Dia masih kebingungan di ambang pintu. Segera saja aku melambai padanya. Dia melihatku dan segera berjalan ke arahku.

Ah, mianhae Kyuhyun~a. tadi aku ada urusan mendadak di kantor” ucapnya langsung merasa bersalah. Aku tersenyum membalas ucapannya. Mau dia terlambat sampai malampun aku tidak masalah. Asalkan gadis ini tetap berada bersamaku. Aku sedikit melirik Hyunmi. Dia terlihat terkejut dan sedikit..takut? Dia menunduk. Kenapa dia?

***

 

Author pov

“ Ah, mianhae Kyuhyun~a. tadi aku ada urusan mendadak di kantor”

Deg..

Suara itu? namja itu? Tidak, tidak. Tidak mungkin dia berada disini. Hyunmi menundukkan kepalanya agar Kyuhyun tidak dapat melihat perubahan ekspresi wajahnya.

Tiba-tiba teman Kyuhyun itu berjalan melewatinya dan duduk disebelah Kyuhyun. Tidak. Hyunmi tidak mau mendogakkan kepalanya lalu melihat bahwa benar itu adalah namja brengsek itu.

“ Hyunmi shii? Kau baik-baik saja?” tiba-tiba suara Kyuhyun mengagetkannya. Bagimana ini? mau tidak mau Hyunmi akhirnya menegakkan kepalanya. Benar. Namja ini adalah ‘dia’. Mantan calon suaminya, Lee Donghae.

Donghae sama terkejutnya saat melihat Hyunmi. Mengapa mereka bisa bertemu lagi? Itulah yang sedang berada di fikiran mereka masing-masing. Hyunmi merasa hatinya sangat sakit. Mengapa sakit itu masih ada? Tanpa sadar Hyunmi malah mengambil ancang-ancang untuk pergi. Kyuhyun tidak berusaha mencegahnya. Dia hanya memanggil-manggilnya saat dia telah melewati banyak meja. Hyunmi berlari sekencang-kencangnya. Tidak peduli! Rasanya sungguh sakit. Bayangan masa lalu itu bagai virus mematikan baginya.Walaupun akibatnya dia di pecat, Hyunmi tetap tidak peduli. Dia terus berlari tanpa arah.

***

Hyunmi sudah merasa lelah berlari. Dia tidak tahu berada dimana saat ini. Tiba-tiba matanya menangkap sebuah kursi kosong. Langsung saja dia berlari ke kursi itu dan duduk dengan sedikit menghempaskan tubuhnya. Lagi-lagi. Dia menangis untuk kesekian kalinya karena namja itu. Dia melipat kakinya ke atas kursi lalu membenamkan wajahnya di atas kedua lututnya. Cukup lama dia berada dalam posisi itu,hingga ada orang yang duduk di sebelahnyapun dia tidak menyadarinya.

“ Mengapa kau pergi begitu saja ?” Tanya orang itu. Hyunmi sedikit terkejut. Segera dia mengangkat kepalanya dan melihat orang tersebut. Dia diam sejenak. Setelah itu baru menjawab.

“ Jongsonghanmida…” jawabnya sambil tertunduk. Dia sangat malu. Malu karena bosnya datang menghampirinya seperti ini. Tiba-tiba Kyuhyun melepaskan jas kerja yang sedang digunakannya.

“ Kau pasti kedinginan” ujarnya sambil menyelimuti tubuh Hyunmi dengan jasnya itu. Hyunmi hanya diam. Dia tidak punya tenaga lagi untuk berontak ataupun bertanya-tanya.

“ Boleh aku meminjam bahumu” ucapnya pasrah dan penuh harap. Ya. Saat ini, bukankah dia sangat membutuhkan tempat bersandar?

“ Kau boleh meminjam semua anggota tubuhku saat ini” jawab Kyuhyun lembut. Tanpa aba-aba Hyunmi langsung menghambur ke dalam pelukan Kyuhyun. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya lalu menangis sekuat-kuatnya. Menangis mungkin salah satu alternatif yang paling baik saat merasa sangat terpuruk. Hyunmi tidak tahu. Mengapa semenjak di putuskan oleh Donghae dia menjadi wanita yang cengeng. Hyunmi merasa aneh. Mengapa Kyuhyun malah merelakan tubuhnya basah kuyup dengan air matanya? Bukankah sangat jelas jawabannya. Karena dia mencintai gadis itu. Tanpa gadis itu sadari sama sekali. Atau memang karena gadis itu tidak bisa membuka hatinya untuk pria lain?

“ Apa kau telah selesai menangis?” bisik kyuhyun lembut. Hyunmi merasa lebih tenang. Nyaman. Itulah yang dia rasakan.

“ Jika kau masih merasa nyaman di pelukanku,aku tidak keberatan”

Hyunmi merasa tidak enak hati.

Ah, maaf…” lirih Hyunmi sambil melepaskan diri dari tubuh Kyuhyun. Dia menunduk. Tidak mau melihat namja itu. Ini sangat memalukan. Pasti wajahnya sudah menyerupai panda sekarang. bosnya itu pasti akan merasa ngeri melihatnya.

“ Kyuhyun shii..eh, sajangnim..” panggil Hyunmi berbelit. Jujur saja. dia masih bingung harus memanggil apa pada bosnya ini.

“ Oppa. Panggil aku Kyuhyun Oppa. Ku rasa itu tidak terlalu buruk” ucap Kyuhyun menyarankan.

“ Eoh? Kyuhyun Oppa? Baiklah..” balas Hyunmi akhirnya mengalah. “ Maaf. Mungkin aku memang terlihat seperti gadis yang sangat bodoh saat ini. Tapi aku tidak bisa menahannya. Namja itu…” Hyunmi menggantung ucapannya. Apakah dia harus menceritakannya?

“ Namja itu? maksudmu… Donghae?” ujar Kyuhyun menebak-nebak

“ Ne. Dia..namja itu…mantan calon suamiku” jelas Hyunmi singkat. Namun sukses membuat kyuhyun terbelalak kaget. Namja itu mencoba bungkap dan mendengar cerita Hyunmi dengan baik.

“ Namja itu…dulu aku sangat mencintainya. Ah, ani. Sepertinya sampai sekarang aku masih mncintainya. Dia namja pertama yang kucintai. Dia membatalkan pernikahan kami begitu saja. Dia bilang, dia hanya menganggapku sebagai adiknya. Oppa, apa aku tidak pantas untuknya? Namja itu…apa salahku hingga dia tega berbuat seperti itu padaku. Oppa, aku..” belum sempat hyunmi menyelesaikan ceritanya, Kyuhyun tiba-tiba membumkan mulut Hyunmi dengan pelukannya.

“ Diamlah…aku tidak mau mendengarnya lagi. itu menyakitiku.”

***

 

Hyunmi pov

“ Diamlah…aku tidak mau mendengarnya lagi. itu menyakitiku” lirihnya.

Mwo? Menyakitinya? Memangnya apa yang ku lakukan? Aku tidak tahu. Aku merasa sangat nyaman sekali berada di dekat bos kejamku saat ini. Kyuhyun Oppa? Sepertinya panggilan itu tidak terlalu buruk. Malah…aku menyukainya. Aku menyukai baunya. Dalam pelukannya seperti ini, aku jadi sangat lega. Sakit itu… kemana perginya?

“ Oppa…” ucapku memanggilnya. Sesak. Dia membenamkan wajahku di dadanya. Dia ingin membunuhku? Mengapa malah memelukku seerat ini.

“Kau harus melupakannya. Kau tidak bisa memikirkannya terus. Karena dia…akan segera menikah”

Duarr!!!

Seperti ada petir yang menggema di kepalaku. Namja itu…akan menikah? Dengan siapa? Ingin sekali aku bertanya. Tapi Kyuhyun malah semakin memelukku erat. Mungkin dia tahu apa yang akan terjadi bila dia melepaskanku saat ini. Tapi kenapa? Bukan kenapa karena namja itu akan segera menikah. Tapi kenapa rasa sakit itu tidak ada? Tunggu…apa Tuhan sedang mempermainkan hatiku saat ini? Baru satu jam yang lalu aku menagis nyaris gila karena namja itu. Lalu kenapa sekarang aku merasa biasa-biasa saja?

“ Tidak. Kau tidak boleh mencintainya lagi. mulai sekarang sekarang, tolong…bukalah hatimu untukku. Lupakan dia. Dan mulailah melihatku”

MWO???

Ini tidak bisa. Aneh. Janggal. Dan tidak masuk akal. Entah dengan kekuatan dari mana aku berhasil melepaskan pelukan Kyuhyun yang menyesakkan itu. Dan segera menatapnya dengan lekat.

“ Oppa, apa maksudmu?” Tanyaku hati-hati.

“ Park Hyunmi shii, Menikahlah denganku”

“ MWO??”

“ Aku tidak pernah seyakin ini sebelumnya, aku mencintaimu. Ani, aku membutuhkanmu di hidupku” tambahnya serius.

“ Oppa,aku…kau…kita..Ng…” Aish! Sebenarnya apa yang mau aku katakana? Mengapa berbelit-belit sekali.

“ Appaku…dia menginkanku menikah. Dia ingin, saat aku memegang alih semua kekuasaannya saat aku telah memiliki isteri. Dan waktuku untuk itu hanya tinggal satu minggu lagi. Aku tidak mau menelantarkan karyawanku karena kebodohanku semata” jelasnya. Tunggu…ada yang janggal disini.

“ Jadi kau ingin menikahiku karena itu? karena tanggungjawab terhadap perusahaanmu?” tanyaku memastikan. Dia terlihat bingung. Lalu menatapku dalam.

“ Bukan karena itu. Bukan karena perusahaan ataupun kekuasaanku. Tapi karena…aku mencintaimu. Kau…aku membutuhkanmu dalam hidupku. Tidak peduli kau mencintaiku atau tidak. Asalkan kau berada disisiku, itu sudah cukup”

***

Author pov

Hyunmi merasa risau. Tidak tahu harus berkata apa lagi. Namja di depannya ini benar-benar telah mengejutkannya.

“Oppa, aku kedinginan. Ayo kita pulang” ajaknya mengalihkan pembicaraan. Bukankah dia itu sangat bodoh? Mengapa saat momen seperti itu malah minta pulang? Tapi, bukankah gadis itu memang selalu seperti itu?

Kyuhyun hanya tersenyum singkat. Bahkan dia juga sangat merasa aneh. Gadis ini. apa salahnya sedikit saja untuk lebih pintar di hadapan pria itu.

“ Lalu apa guna jasku kalau begitu?” Tanya Kyuhyun.

“ Aku merasa lebih kedinginan lagi saat kau mengatakan hal itu. Ayolah. Tiba-tiba aku juga merasa sangat pusing” ucap Hyunmi memaksa. Padahal dia juga merasa sangat mual. Tidak pernah sekalipun namja yang mengatakan hal seperti itu padanya. menikah? Rasanya dia masih takut untuk hal itu.

“ Ne, baiklah. Ayo kita pulang” ajak Kyuhyun. Dia menggenggam tangan Hyunmi. Dingin. Memang tangan Hyunmi terasa dingin. Berarti gadis itu tidak berbohong tentang hal itu.

***

 

“ Terimakasih” ucap Hyunmi setelah sampai di depan apartemen Jira. Dia memberikan jas Kyuhyun lalu berjalan masuk meninggalkankan Kyuhyun tanpa lupa menunduk memberi salam. Selang beberapa menit Hyunmi berjalan, Kyuhyun memanggilnya.

“ Hyunmi~a” panggilnya, lalu berlari mengejar Hyunmi.

“ Waeyo?” Tanya Hyunmi bingung. Tiba-tiba dalam gerakan lambat Kyuhyun mendekat lalu memeluk Hyunmi.

“ Pikirkanlah apa yang ku katakana tadi. Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku sendiri. Apalagi, ini menyangkut masa depanku” Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu menatap Hyunmi. “Aku tidak ingin kau hanya mengatur jadwal kerjaku, tapi aku ingin kau mengatur seluruh hidupku. Apakah kau bersedia melakukannya?”

Hyunmi bingung. Malah fikiran bingung itu tampak jelas di wajahnya.

“ Oppa, mungkin aku tidak bisa menjawab semuanya saat ini. Tapi jujur saja, aku sangat bahagia malam ini. Kau…Ng…kau itu bosku, mungkin kau yang harus banyak berfikir untuk memilih gadis ceroboh sepertiku untuk menjadi bagian di hidupmu. Aku…”

“ Tidak peduli bagaimana kau. Semua kekuranganmu itu, aku menyukainya” potong Kyuhyun cepat. Hyunmi hanya diam. Memang apa lagi yang bisa di lakukan. Seakan pria yang ada di hadapannya ini mengetahui semua tentangnya. Padahal dia sendiri,berfikir untuk menyukai bosnya ini saja tidak pernah.

“ Masuklah, aku pulang dulu. Selamat malam” pamit Kyuhyun. Namun alih-alih ingin beranjak, dia masih saja berdiri di tempat menikmati ekspresi bodoh Hyunmi. Hyunmi segera mengembalikan fikirannya yang melayang-layang.

“ Ne…” jawab Hyunmi. Gadis itu beranjak pergi. Dia tidak mendengar suara Kyuhyun memanggilnya lagi. sepertinya malam ini dia tidak bisa tertidur dengan nyenyak.

***

 

“ Hyunmi~a!!!! Bagun!!! Park Hyunmi, Ayo cepat bagun!! Yak! Bangun! Palli!!” teriak Jira tepat di telinga Hyunmi.

Aish!! Kau itu ribut sekali! Aku baru tidur jam 3 pagi. Nanti saja membangunkanku” bentak Hyunmi serak. Khas orang bangun tidur.

Yak! Cepat bangun! Di luar ada bosmu!” Teriak Jira, namun tidak terdengar ke luar.

“ Mwo?? Kau serius?” Tanya Hyunmi langsung menegakkan tubuhnya, berdiri. Hyunmi mencoba mengumpulkan kesadarannya.

“ Aku tidak bercanda. Cepatlah keluar. Bosmu itu sudah menunggu dari tadi” jelasnya lagi.

“ Mau apa dia kesini?” Tanya Hyunmi panik.

“ Mana aku tahu. Ya! Jelaskan padaku. Apa yang terjadi antara kau dan bosmu itu? mengapa kemarin pulangnya malam sekali? Lalu mengapa pagi buta begini dia sudah berada di depan pintu apartemenku dan mencarimu?” rentetan pertanyaan menghujam Hyunmi. Apa yang harus dia jawab?

“ Dia melamarku dan mengajakku menikah dengannya?” jawab Hyunmi panik sambil berlari terbirit-birit menuju kamar mandi.

“ MWORAGU??” teriak Jia tidak percaya. Tentu saja tidak akan ada orang yang percaya bila seorang gadis seperti Hyunmi di lamar oleh pengusaha kaya dan tampan seperti Cho Kyuhyun itu. Mungkin seluruh dunia tidak akan ada yang mengakuinya.

Ini bisa disebut surga atau neraka? Hyunmi tidak lagi mempedulikan segala rentetan pertanyaan Jira. Dia masuk ke kamar mandi. Segera siap-siap. Secepatnya. Mana ada sejarahnya seorang bos menunggu pegawainya untuk mandi dan bersiap-siap. Sebenarnya siapa yang salah disini? Hyunmi yang bodoh atau memang bosnya itu yang selalu menghantuinya?

***

 

“ Oppa, mengapa kau ada disini?” Tanya Hyunmi langsung setelah membuka pintu. Dia berhasil menjelaskan sedikit tentangnya dan Kyuhyun pada Jira. Makanya sekarang Jira merasa sedikit lebih tenang dan hanya mengintip mereka dari balik pintu. Kyuhyun tidak menjawab. Dia malah mendekat pada Hyunmi dan memeluknya.

“ Aku merindukanmu” lirihnya. Hyunmi kembali tercengang untuk yang kesekian kalinya. Perlakuan pria itu, mengapa selalu membuatnya tersentak dan marasa sesak? Pria itu datang pagi-pagi buta hanya untuk mengatakan dia merindukannya? Apa masuk akal? Tentu saja iya. Bukankah cinta tidak memerlukan logika?

“ Oppa, aku… akan mencoba untuk mencintaimu. Tapi, mungkin membutuhkan waktu yang lama. Apa kau masih mau menungguku?” Tanya Hyunmi hati-hati.

“ Aku akan menunggumu seumur hidupku” jawab Kyuhyun ringan. Tapi bagi Hyunmi itu adalah kalimat yang semakin membuatnya merasa sedikit yakin untuk berada di sisi pria itu. Hyunmi membalas memeluk Kyuhyun. Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu. Dalam hati Hyunmi berfikir, mencoba mencintainya? Kenapa tidak?

 

END

 

 

 

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: