Evil Couple

tumblr_o9m3tqyynf1shcqiqo1_1280

Evil Couple

Author : @ichaichuuu

Main Cast : Cho Kyuhyun, Hwang Sungrin (OC)

Support Cast : Super Junior member and others.

Genre : Romance, Humor (Failed :p)

Rating: General

 

-oOo-

 

Author’s POV

 

“YAK! Cho Kyuhyun! Kau curang!”

 

“Siapa yang curang? Kau saja yang tidak becus memainkannya!”

 

“Kau kira aku bodoh? Hah? Kau menjahiliku agar aku lengah!”

 

“Kau kan memang bodoh—Hei! Jangan berani kau menyentuh koleksi kaset game-ku!”

 

“Memangnya aku peduli? Aku banting saja kaset-kaset ini ya? HAHA!”

 

“Banting saja kalau kau ber—YAK! SUNGRIN-AH! KAU INGIN MATI HAH?”

 

“SUDAH KU BILANG AKU TAK PEDULI!”

 

“Kalian ini kenap—Ya Tuhan.”

 

Lee Sungmin menganga lebar melihat keadaan kamar yang bisa dibilang hancur total. Kapuk dari bantal dan guling bertebaran di mana-mana, disertai seprai yang sudah tak berbentuk lagi. Buku-buku, kaset game, berserakan di lantai. Pakaian dan kawanannya tergeletak kusut di tiap sudut ruangan. Kecuali dua Laptop yang masih terletak damai di atas meja.

 

“ARGH! SAKIT BODOH!”

 

“LEPASKAN TANGANMU DARI KASET-KASET GAME-KU!”

 

Mata Sungmin sekarang beralih pada provokator dari semua kehancuran ini. Hwang Sungrin, yang masih bersemangat membanting kaset-kaset game milik Cho Kyuhyun, yang sekarang sedang berusaha menahannya. Entah menjambak, mencekal, mencekik atau mencubit seakan-akan yang dihadapinya sekarang bukanlah seorang wanita.

 

Mungkin bagi kalian, ini adalah hal yang aneh. Tapi bagi mereka berdua, ini hal yang biasa. Ditambah sifat mereka yang sama-sama temperamen, keras kepala, dan tak mau kalah. Walaupun sebenarnya mereka berdua adalah sepasang kekasih.

 

“Hei kalian berdua,” ucap Sungmin datar tanpa nada. Yang entah mengapa sontak membuat dua orang ini menghentikan acara adu jambak mereka.

 

“Eh? Hehe.. Annyeong haseyo Lee Sungmin-ssi,” ucap Kyuhyun dan Sungrin kompak. Mereka menyengir lebar melihat aura dingin yang terpancar dari wajah Sungmin. Jarang sekali mereka melihat Sungmin semarah ini. Biasanya dia hanya tertawa jika melihat pertengkaran mereka.

 

“Coba kalian lihat sekeliling kalian.”

 

Kyuhyun dan Sungrin memandang setiap sudut kamar milik Sungmin dan Kyuhyun di dorm Super Junior ini. Mereka sedikit mengernyit melihat keadaan kamar yang hmm.. yah, sudah tak layak disebut kamar. Sepertinya perbuatan mereka sudah di luar batas.

 

Pandangan mereka sekarang beralih pada Sungmin kembali, yang di belakangnya sudah berdiri Eunhyuk, Donghae, dan Ryeowook. Mereka bertiga melongo melihat keadaan kamar yang sudah kacau balau, kemudian bergantian melirik Sungmin dengan tatapan ngeri.

 

Eunhyuk menunjuk Kyuhyun dan Sungrin bergantian dengan telunjuknya, kemudian melakukan gerakan memotong lehernya sendiri. Kyuhyun dan Sungrin dapat mendefinisikan itu sebagai : Kalian berdua akan mati.

 

GLEK!

 

Eunhyuk benar. Nyawa mereka berdua seperti di ujung tanduk sekarang. Mereka seakan-akan bisa melihat kobaran api di sekeliling tubuh Sungmin.

 

“Sekarang, bereskan kamar ini,” perintah Sungmin sambil melipat kedua tangannya di dada.

 

MWO? Tapi..”

 

“Bereskan. Sekarang. Juga,” ucap Sungmin penuh penekanan. Mau tak mau, Kyuhyun dan Sungrin harus menurutinya. Membereskan kamar sehancur ini? Gila. Yang benar saja. Tapi jika menatap wajah Sungmin yang dingin dan ketus itu, membuat mereka mati telak. Mereka berharap Sungmin berteriak saja terhadap mereka dibanding harus menggunakan nada-nada datar seperti itu. Kyuhyun dan Sungrin bisa memahami jika Sungmin marah. Mengingat dia tipe perfeksionis, segalanya harus terlihat rapi, teratur, dan sempurna. Berbeda dengan mereka berdua, yang cuek dan semaunya sendiri.

 

Sungmin menatap dua orang yang kini sedang membereskan kehancuran yang telah mereka buat. Dengan tangan yang masih terlipat di atas dada, sambil menggeleng-gelengkan kepala sejenak. Dia kemudian berbalik yang sontak membuat tiga orang yang ada di belakangnya kaget setengah mati.

 

“Sedang apa kalian bertiga?” tanya Sungmin sambil mengerutkan dahi.

 

“A, a, aniya Hyung!” seru mereka bertiga yang langsung berlari menuju ke tempat mereka sebelumnya. Ryeowook kembali ke dapur, sedangkan Eunhyuk dan Donghae duduk kembali di sofa, menonton tv.

 

Sungmin menatap tingkah mereka dengan bingung. Tapi kemudian, memutuskan untuk ikut duduk bersama Eunhyuk dan Donghae, yang masih menatapnya dengan takut-takut.

 

“Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu?” tanya Sungmin heran.

 

Aniya,” ucap Eunhyuk dan Donghae kompak, yang langsung mengalihkan perhatian mereka ke acara tv lagi.

 

“Mereka berdua itu, tak pernah ada bosan-bosannya bertengkar seperti anak kecil. Selalu seperti itu. Hobi mereka aneh-aneh. Bertanding game, bertengkar, berdebat, menghancurkan kamar. Seharusnya sebagai sepasang kekasih, mereka bisa bertingkah sedikit romantis. Tapi jika bla~ bla~”

 

Sungmin yang sebelumnya terlihat bingung langsung menyerocos tanpa henti. Sedangkan Eunhyuk dan Donghae hanya mengangguk-angguk menghadapi Ahjumma Syndrome Sungmin yang sering kumat ini.

 

“Ahh.. Aku pusing menghadapi mereka berdua.” Sungmin mendengus kesal. Kemudian menyandarkan tubuhnya ke punggung sofa sembari memijat-mijat keningnya.

 

Eunhyuk dan Donghae diam menatap Sungmin. Lalu Eunhyuk menyikut Donghae sambil menatapnya seperti memberi kode. Donghae menggeleng, mengedikkan kepalanya ke arah Sungmin. Eunhyuk pun mengalah, menhembuskan nafasnya kesal.

 

Hyung,” Eunhyuk memanggil Sungmin hati-hati. Seakan-akan Sungmin adalah bom yang bisa meledak setiap saat.

 

“Hm?” jawab Sungmin yang masih menyandarkan tubuhnya sembari memejamkan mata.

 

“Aku dan Donghae akan kembali ke dorm lantai dua belas. Hyung mau ikut?”

 

“Aku tidak ikut. Mau menjaga pasangan iblis itu agar tak menghancurkan seluruh isi dorm ini,” jawab Sungmin masih tetap pada posisinya.

 

“Aku ikut Eunhyuk Hyung!” seru Ryeowook yang langsung datang menghampiri mereka bertiga.

 

“Tak bisa! Kau di sini saja bersamaku!” Sungmin menarik tangan Ryeowook hingga dia terduduk di sebelahnya.

 

“Eh?” Ryeowook hanya menatapnya bingung.

 

“Ya sudah. Ayo Donghae! Kami pergi dulu Hyung, Wook,” ucap Eunhyuk yang diikuti Donghae di belakangnya. Mereka berjalan menuju pintu, mengabaikan kode dari Ryeowook yang minta diselamatkan dari penahanan Sungmin.

 

“Fyuh..” Donghae dan Eunhyuk menghembuskan nafas mereka, lega terbebas dari atmosfer tegang yang diciptakan Sungmin.

 

“Sungmin Hyung mengerikan sekali. Ini semua gara-gara pasangan iblis itu,” bisik Eunhyuk berusaha menjaga volume suaranya agar tak terdengar dari dalam dorm.

 

“Ya, benar. Kurasa kita harus melakukan sesuatu. Melaporkan kepada Leeteuk Hyung adalah langkah pertama,” saran Donghae sambil menyandarkan tubuhnya di dinding sebelah pintu dorm.

 

“Ide bagus,” jawab Eunhyuk sembari mengangguk.

 

Tak lama kemudian mereka mendengar teriakan-teriakan lagi dari dalam dorm.

 

“APA? SALAHKU? KAU SAJA YANG TAK MAU KALAH!”

 

“KALAU KAU TAK BERBUAT CURANG, TAK SEPERTI INI JADINYA!”

 

Donghae dan Eunhyuk bertukar pandang, menggeleng-gelengkan kepala mereka. Kemudian memasang kuda-kuda.

 

“Siap?” tanya Eunhyuk yang disambut anggukan Donghae.

 

“Oke, pada hitungan ketiga,”

 

Hana,”

 

Dul,”

 

Set!”

 

“KALIAN BERDUA BISA TENANG TIDAK HAH? KALIAN MAU AKU IKAT SATU SAMA LAIN AGAR RUKUN SAMA LAIN?”

 

Donghae dan Eunhyuk berlari menuju lift yang membawa mereka menuju lantai dua belas. Bersamaan teriakan Sungmin yang masih menggema, mereka berebut memasuki lift.

 

“Mengerikan,” ucap Donghae ngeri ketika sudah masuk di dalam lift.

 

“Ya benar. Aegyo King bisa berubah menjadi iblis dalam sekejap,” ucap Eunhyuk yang kini terduduk di lantai lift dengan nafas yang masih ngos-ngosan.

 

Hyung, kau tahu apa yang ku harapkan sekarang ini?”

 

“Apa?”

 

“Ku harap Ryeowook tidak menjadi bahan amukan Sungmin Hyung,”

 

Eunhyuk melongo menatap Donghae sejenak. Kemudian memutuskan untuk mengangguk.

 

“Ya, kau benar. Ku harap dia baik-baik saja.”

 

***

 

Suasana dalam dorm Super Junior lantai dua belas kini hening. Tak ada yang berani memecahnya kecuali jika tiba-tiba ada suara ledakan bom yang dahsyat. Donghae, Eunhyuk, Shindong, Kangin, dan Yesung duduk melingkar menghadap leader mereka, Leeteuk, yang sedang berfikir sambil mengelus dagu menggunakan ibu jarinya, berlagak seperti detektif.

 

Mereka berenam mengadakan rapat dadakan mengenai Kyuhyun dan Sungrin (atau yang biasa mereka sebut dengan pasangan iblis) yang terus menerus membuat onar di dorm mereka. Mengganggu ketenangan, membuat kehancuran, dan sebagainya, yang menurut mereka harus diatasi sesegera mungkin.

 

“Jadi, apa langkah yang tepat untuk mengatasi masalah ini Hyung?” tanya Donghae kepada Leeteuk. Tapi Leeteuk tak menjawabnya, masih sibuk berfikir dengan gaya detektifnya itu.

 

“Kita harus melakukan beberapa rencana untuk merubah mereka menjadi seperti pasangan normal lainnya,” saran Shindong terhadap member lainnya.

 

“Membuat mereka menjadi pasangan romantis maksudmu?” tanya Eunhyuk dengan tatapan tidak percaya.

 

“Bagaimana kalau kita membuat acara candle light dinner untuk mereka?” saran Donghae dengan wajah ceria. Yang disambut dengan jitakkan dari Kangin.

 

“Itu mustahil bodoh. Kyuhyun tak akan bersedia melakukan itu. Sungrin apalagi. Dia dirayu kau saja sudah menggeliat geli saat mendengar gombalan sok manismu itu. Jangan samakan gaya pacaran mereka dengan gayamu,” cerocos Kangin yang membuat Donghae mati gaya seketika itu juga.

 

“Suruh putus saja! Repot amat!”

 

PLAK! PLAK!

 

“BODOH!”

 

Yesung memegang kepala besar nya, menahan sakit akibat pukulan dari member lainnya.

 

Hyung, bagaimana menurutmu?” tanya Shindong kepada Leeteuk. Tapi Leeteuk tetap diam. Membuat kelima member langsung menundukkan kepalanya, murung.

 

“Ahh..” Tiba-tiba Leeteuk bersuara, seakan-akan sudah menemukan ide cemerlang.

 

“Apa Hyung?” tanya member lainnya dengan tatapan penuh harap ke arah Leeteuk. Berharap ide Leeteuk memberikan pencerahan terhadap mereka.

 

1 detik, tak ada jawaban.

 

2 detik..

 

3 detik..

 

“ARGH! AKU BINGUNG! ARRGHH!” teriak Leeteuk frustasi, berguling-gulingan di lantai sambil mengacak-acak rambutnya, “Pasangan ini terlalu rumit.”

 

Member lainnya melongo menatap Leeteuk yang masih berguling-guling seperti orang gila. Mereka merasa gagal mendapat pencerahan dari sang leader. Haruskah mereka tetap hidup dengan bayang-bayang pertengkaran pasangan iblis itu?

 

“AKU PUNYA IDE!” teriak Yesung tiba-tiba. Wajahnya menunjukkan semangat yang luar biasa.

 

“Hyung, ini bukan waktunya bercanda,” ucap Eunhyuk putus asa.

 

“Aku serius,” ucap Yesung ekspresinya berubah drastis menjadi serius.

 

“Apa?” tanya member lainnya. Berharap itu bukanlah ide abnormal seperti manusia ABnormal ini.

 

***

 

Sungrin’s POV

 

Aku berjalan mengekori pria tinggi di hadapanku ini. Kurasa dia sudah gila, berjalan di tempat seramai ini hanya dengan memakai kacamata hitam tanpa penyamaran lainnya. Apa dia tidak kasian denganku? Aku sih tidak peduli dia mau dikejar-kejar fans atau tidak. Tapi kalau timbul skandal bahwa Cho Kyuhyun, magnae Super Junior, berjalan berdua dengan seorang wanita, dan wajahku tersebar di mana-mana, bisa mati aku.

 

“Hei Kyuhyun! Kenapa kau menyamar seperti itu? Kau mau aku dikeroyok fansfansmu hah?” tanyaku yang masih mengikuti langkah panjang pria itu.

 

“Kurasa alat penyamaranku disembunyikan member lainnya. Mereka gila, aku bilang ingin meminjam masker atau wig dari mereka, mereka malah bilang tak peduli. Kurang ajar,” ucap Kyuhyun yang masih berusaha mengalihkan wajahnya dari pandangan orang-orang sekitar, ”Kita juga tidak boleh menggunakan mobil. Pulang dari sini aku akan membunuh mereka satu persatu.”

 

Hari ini aku dan Kyuhyun mendapat perintah dari para member Super Junior lainnya. Mereka menyuruh kami berbelanja perlengkapan dorm. Mereka bilang, ini adalah hukuman karena telah mengacak-acak dorm kemarin. Padahal kami sudah mendapat hukuman dari Sungmin Oppa untuk membereskan dorm.

 

Ngomong-ngomong, Sungmin Oppa menakutkan sekali. Aku tak pernah melihatnya semarah itu. Ini semua gara-gara iblis di hadapanku ini. Coba kalau dia tidak berbuat curang dengan cara meniup telingaku, membuatku kegelian dan mengalihkan perhatianku dari game, pertengkaran itu tidak akan pernah terjadi.

 

Tiba-tiba Kyuhyun berhenti berjalan, membuatku menabrak punggungnya. Argh! Keningku sakit.

 

“Yak! Kyuhyun! Kenapa kau berhenti?” seruku sambil mengelus keningku yang sakit.

 

Kyuhyun berbalik, menatapku dari balik kacamatanya, tangannya menunjuk mini market di depan kami, “Kita sudah sampai Nyonya Cho.”

 

Aku terdiam menatap pria dihadapanku ini. Sial! Kenapa dia harus setampan ini dengan kacamata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya itu? Dan apa itu? Nyonya Cho?

 

“Nyonya Cho? Menjijikan.” Aku berjalan melewatinya memasuki mini market, menyingkirkan tangannya yang menghalangi jalan. Sedangkan dia hanya menyeringai sambil berkacak pinggang, “Kau tak mau masuk?”

 

Tepat sesudah aku mengucapkan itu, tiba-tiba Kyuhyun berlari. Ternyata ada puluhan fans yang mengejarnya. Aku melongo kemudian langsung membuka pintu mini market. Menatap Kyuhyun yang dikejar-kejar fansnya.

 

“KYUHYUN OPPA! KYAAA! OPPA!”

 

Hmm.. Kurasa mereka tidak menyadari kehadiranku. Aku ikut-ikutan berlari bersama mereka. Bagaimanapun aku harus menyelamatkan si bodoh itu. Tapi bagaimana caranya?

 

Aku melihat gang-gang kecil di sepanjang jalan di depan pertokoan. Aku memutuskan untuk mengambil jalan lewat gang-gang itu. Berlari menyusuri gang-gang yang dipenuhi barang-barang bekas atau kardus-kardus yang diletakkan para pemilik toko.

 

Aku melihat Kyuhyun sedang kebingungan. Sepertinya dia berhasil menjauh dari gerombolan fansnya.

 

“Hei bodoh! Sini! Cepat!” seruku setengah berbisik. Kyuhyun pun langsung berlari menuju ke tempatku.

 

“Sembunyi sini. Aku akan mengalihkan mereka,” ucapku menunjuk sudut yang bisa digunakan untuk bersembunyi. Kyuhyun mematuhiku dan langsung berjongkok di sana. Tubuhnya sedikit tertutupi dengan barang-barang yang ada di sana. Aku mengambil lembaran kardus untuk menutupi kepalanya.

 

Aku mengambil iPod-ku, memasang earphone di kedua telingaku. Kemudian berjalan santai ke arah jalanan yang dipenuhi penggemar Kyuhyun. Mereka memandangku yang berjalan melewati mereka. Sedangkan aku sok sibuk dengan iPod-ku.

 

“Permisi Nona,” sapa salah satu dari mereka.

 

Ne?”

 

“Apa anda melihat Super Junior Cho Kyuhyun melewati gang ini?”

 

“Melihat siapa?”

 

Dia menunjuk telinganya.

 

“Oh, maaf. Melihat siapa?” ucapku sembari melepas earphone-ku. Padahal aku tak menyetel musik sama sekali.

 

“Super Junior Cho Kyuhyun, Nona.”

 

“Siapa dia? Aku tak mengenalnya,” dustaku. Yang sontak membuat beberapa dari mereka terlihat menahan geram. Hahaha.

 

“Ahh, tapi apakah anda melihat seorang pria bertubuh tinggi yang mengenakan kacamata hitam?”

 

“Pria tinggi berkacamata hitam ya? Sepertinya dia lewat sana.” Aku menunjuk jalan yang berbeda arah. Kuharap mereka tertipu hahaha.

 

“Ahh, Gamsahamnida.”

 

Mereka tertipu. Aku tetap berpura-pura berjalan ke tempat lain. Setelah mereka menghilang, aku langsung berlari ke arah Kyuhyun bersembunyi tadi.

 

“Kau pintar akting juga ya bodoh. Hahaha,” ucapnya sembari menepuk-nepuk jaketnya yang terkena debu-debu kotor dari barang-barang bekas tadi.

 

“Seharusnya kau berterima kasih, dan berhenti mengataiku bodoh.” Aku mendelik ke arahnya sambil berkacak pinggang. Bukannya takut dia malah tertawa.

 

“Hahaha.. Tapi kau juga mengataiku bodoh tadi, berarti kita impas.” Dia tertawa semakin keras sambil melepas kacamatanya. Aku berusaha keras agar tak menendang tulang keringnya saat ini juga. Menyebalkan.

 

“Tunggu di sini,” ucapku langsung berlari meninggalkannya. Dia terlihat bingung menatapku. Tapi toh tetap diam di tempatnya.

 

Beberapa menit kemudian aku datang sambil membawa sebuah kantong belanja dan langsung memberikannya kepada Kyuhyun, “Pakai ini.”

 

“Apa ini?” ucapnya sambil mengamati isi kantong itu. Ia mengeluarkan benda-benda yang ada di dalamnya, “Topi? Syal?”

 

“Pakai!” ucapku yang lebih seperti memerintah.

 

Ia pun memakai topi model Gatsby berwarna coklat muda, “Bagaimana? Keren kan?” Ia melipat kedua tangannya di dada sembari menyengir ke arahku.

 

“Pakai syal-nya juga!” seruku.

 

“Tak mau. Ini saja cukup.”

 

Ia menyerahkan kantong belanja itu kepadaku. Aku menerimanya dan mengambil syal berwarna senada dengan topi dari dalamnya. Kemudian langsung memakaikannya ke Kyuhyun.

 

“Mana cukup jika cuma pakai topi. Lagian cuacanya mulai dingin. Ini sudah mulai memasuki musim gugur.” Aku sibuk menata syal di leher Kyuhyun. Sedangkan dia hanya diam menatapku seperti.. terpesona? Eh?

 

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyaku langsung, yang membuat Kyuhyun mengerjapkan matanya.

 

“A, aniya,” jawabnya sembari mengalihkan perhatian pada barang-barang di sekeliling kami yang tak ada menariknya sama sekali.

 

“Mana kacamatamu?”

 

Dia mencarinya di sela-sela kantong jaketnya, kemudian memberikannya padaku, “Ini,” ucapnya.

 

Aku langsung memakaikan kacamata itu padanya, “Sempurna. Jika tak diamati dengan seksama, tak ada yang tahu kalau kau adalah Kyuhyun Super Junior.”

 

“Ayo! Kita ke mini market itu lagi.” Aku berjalan mendahuluinya. Sedangkan dia sekarang mengekor di belakangku.

 

“Sungrin-ah, aku baru menyadari sesuatu,” ucapnya tiba-tiba.

 

“Hm? Apa?” tanyaku masih sibuk berjalan menuju mini market tadi.

 

“Matamu indah.”

 

Ucapannya sontak membuatku berhenti. Dia tetap berjalan dengan santai, berjalan mendahuluiku seakan-akan tak terjadi apa-apa. Bisa kurasakan pipiku memanas. Aish! Pasti memerah.

 

“Baru tahu ya?” ucapku berusaha menutupi kegugupanku.

 

“Dasar bodoh. Kau gampang dibohongi ya? Haha—ARGH! BERHENTI MENENDANGKU!”

 

***

 

Aku mengikuti Kyuhyun keluar dari mini market. Dia menenteng beberapa kantong belanja yang terlihat berat sekali. Dia juga berjalan dengan sedikit terpincang-pincang.

 

“Kakimu sakit ya? Kasihan,” ucapku dengan nada menghina. Yang sontak membuatnya terlihat marah sekali.

 

“Ini semua karenamu. Hobi sekali kau menendang tulang keringku. Aish! Dasar wanita berjiwa pria.” Dia mendengus kesal. Hahaha menyenangkan sekali membuatnya kesal.

 

“Itu semua salahmu. Siapa suruh menggodaku hah?”

 

Dia hanya diam, tapi kemudian meletakkan kantong plastik yang dibawanya ke hadapanku, “Bawa itu.”

 

MWO?”

 

“Kau tak dengar? Bawa itu belanjaan itu bodoh.”

 

“Enak saja. Kau tak menghargaiku hah? Aku ini wanita, masa kau menyuruhku membawa belanjaan sebanyak itu,” seruku tak terima.

 

“Dan aku bukan budakmu, Miss Hwang.”

 

“Aku juga bukan budakmu, Mr. Cho.”

 

“Aish! Baiklah aku membawa kantong yang ini. Kau bawa yang satunya.” Dia menenteng kantong yang lebih ringan daripada yang satunya.

 

“Heh? Curang. Kau harusnya membawa yang lebih berat. Masa ak—HEI! TUNGGU!”

 

Aish, terpaksa aku harus membawa kantong plastik yang lebih berat. Sedangkan dia membawa belanjaan yang ringan dan berjalan meninggalkanku. Pria macam apa kau Cho Kyuhyun?

 

Tapi langkahnya tiba-tiba berhenti. Dia diam sejenak, kemudian langsung menyeberang ke taman di seberang pertokoan ini.

 

“Hei! Kyuhyun! Haltenya bukan yang di sana. Kau mau nyasar hah?” Aku berlari mengejarnya sembari memeluk belanjaan yang berat. Dia mau apa sih pergi ke sana?

 

Langkahku terhenti. Aku melihatnya sedang berjongkok di hadapan seorang bocah lelaki yang sedang menangis. Tangannya memegangi kakinya, bisa terlihat sebuah luka di lututnya.

 

“Hei, anak laki-laki tak boleh menangis,” ucap Kyuhyun sambil mencari sesuatu di kantong jaketnya. Dia kemudian mengeluarkan sebuah plester bermotif sebuah bola sepak.

 

“Lihat motif plester ini! Bagus tidak?” Kyuhyun menunjukan plester itu ke arah bocah lelaki tersebut, yang kemudian berhenti menangis. Bocah itu mengangguk.

 

Kyuhyun tersenyum, “Dulu ada gadis kecil yang ceroboh, dia sering jatuh dan melukai lutut dan sikutnya,” Ia membuka plastik yang menutupi perekat plester di tangannya.

 

“Aku sering membawa plester ini untuk mengobati lukanya agar tidak infeksi. Tapi bukannya berterima kasih, dia malah marah-marah. Dia bilang dia tidak suka motif plester itu, dia juga bilang walaupun seleranya seperti anak laki-laki, dia tidak suka bola, karena dia buruk dalam olahraga. Tapi aku tidak peduli, lucu sekali wajah kesalnya itu, hahaha.” Kini Kyuhyun menempelkan plester itu ke luka di lututnya anak tadi, “Yep! Sudah.”

 

Anak tadi menatap lututnya yang sudah ditempeli plester, kemudian tersenyum. “Terima kasih Hyung, tapi..”

 

“Hm?”

 

“Aku berpisah dengan ibuku,” ucap bocah itu sedih.

 

“Ayo, kita cari ibumu! Siapa namamu?”

 

“Park Jihoo.”

 

“Baiklah, ayo sini naik ke punggungku. Kau pasti susah berjalan.” Kyuhyun berjongkok membelakangi Jihoo, yang langsung naik ke punggungnya.

 

“Panggil aku Kyuhyun Hyung, dan dia Sungrin Noona.”

 

Aku tersenyum riang ke arah Jihoo yang dibalasnya dengan senyum pula.

 

“Sungrin-ah, bawa,” perintah Kyuhyun kepadaku sambil mengedikkan kepalanya ke arah belanjaan kami. Yak! Sifat malaikatnya hanya selang beberapa waktu saja. Menyebalkan!

 

“Kenapa aku?” Aku menatapnya heran.

 

“Aku susah membawanya. Lihat aku menggendong Jihoo.”

 

“Aish! Baiklah Mr. Cho,” ucapku ketus. Aku menenteng kantong-kantong berat itu sendirian. Err.. Awas kau Kyuhyun!

 

“Hyung, yang kau maksud dengan gadis kecil tadi, Sungrin Noona ya?” tanya Jihoo yang membuatku kaget.

 

“Tahu darimana?” Kyuhyun hanya menyengir sambil melanjutkan berjalan.

 

“Sungrin Noona waktu marah lucu,” ucapnya dengan tawa polos yang langsung disambut tawa setan dari Kyuhyun.

 

“Hei hei.” Kurang ajar. Mereka berdua tertawa di atas penderitaanku.

 

“Kyuhyun Hyung dan Sungrin Noona cocok sekali. Aku ingin jadi anak kalian berdua,”

 

MWO?”

 

***

 

Cho Kyuhyun’s POV

 

Setelah berputar-putar mencari ibu Jihoo, dari toko terakhir sebelum Jihoo berpisah dari ibunya, kemudian ke toko yang dikunjungi sebelumnya, dan seterusnya. Kami akhirnya menemukan ibunya setelah kembali ke toko pertama. Membingungkan? Ya sudah, tak usah dipikirkan. Yang penting kami berhasil mempertemukannya dengan ibunya. Kalau tidak, bisa-bisa dia ngotot ingin menjadi anak kami berdua lagi. Ckck..

 

Kini aku dan Sungrin sedang di dalam bus pulang menuju dorm. Hari sudah malam. Sungrin juga sudah tertidur di sebelahku dengan kepalanya yang bersandar pada jendela. Dia pasti lelah sekali, setelah ke sana ke mari membawa kantong-kantong berat yang penuh belanjaan.

 

Jangan bilang aku pria jahat yang tak peduli dengannya. Itulah caraku menyayanginya. Aneh? Memang. Aku bukan tipe pria romantis yang akan bersikap lembut kepadanya. Lagipula Sungrin tak suka diperlakukan romantis. Bisa-bisa dia akan menendang kakiku terus menerus.

 

Aku menatap wajah lelapnya. Yang kubilang tadi bahwa matanya indah. Aku tak bohong, itu serius. Apalagi jika tersenyum, aku suka melihat eye smile nya yang cantik.

 

Gadis ini berbeda. Tapi itu yang membuatku jatuh cinta padanya. Aku suka melihat wajah seriusnya saat membaca buku atau bermain game. Aku suka melihat senyum cerianya saat kami berdua berangkat sekolah bersama dulu. Aku suka melihat wajah kesalnya yang lucu saat aku menggodanya. Aku hampir suka dengan semua ekspresi wajahnya. Tapi yang paling aku tak suka adalah, saat dia menangis.

 

Saat dia menangis, aku merasa sangat terluka. Aku merasa gagal melindunginya. Apalagi jika aku yang membuatnya menangis. Aku merasa seperti pria bodoh yang membuat seorang gadis polos menitikkan air matanya.

 

Aku menatapnya sedari tadi tanpa berkedip. Oh Tuhan, aku sudah gila. Gadis ini menarik dan, Aish! Sulit untuk dideskripsikan. Sulit untuk dipecahkan. Seperti teka-teki yang bahkan seorang Sherlock Holmes saja mungkin akan sulit untuk memecahkannya.

 

***

 

Author’s POV

 

Bagaimana kalau kita menyuruh mereka keluar berdua seharian? Kemudian membiarkan takdir mengikuti mereka. Hyung, kau ini bodoh atau apa sih? Aish!” seru Sungmin menatap Yesung dengan heran. Tak hanya Sungmin, member lainnya juga menatap Yesung dengan tatapan yang sama.

 

“Tapi kenapa kalian menuruti kata-kataku? Hah?” Yesung berbalik menanyai mereka.

 

“Er, itu terpaksa,” jawab Eunhyuk ragu.

 

“Kita tunggu saja mereka berdua. Entah apa yang dilakukan Kyuhyun sampai meminta Ryeowook turun ke bawah menyusulnya,” ucap Leeteuk bijak.

 

“Kami pulang.”

 

Member Super Junior yang sedari tadi menunggu di dorm, kini menganga lebar melihat pemandangan ajaib di hadapan mereka. Di belakang Ryeowook yang sedang menenteng belanjaan, terlihat Kyuhyun yang sedang menggendong Sungrin yang tertidur. Kemudian Kyuhyun meletakkan Sungrin ke sofa di ruang tv.

 

“Yesung! Kau berhasil!” seru mereka semua. Kyuhyun hanya menatap member lainnya bingung.

 

“Kenapa kalian?” tanya Kyuhyun penuh selidik.

 

“Aniya!” jawab mereka kompak.

 

Kyuhyun yang sedari tadi bingung, memutuskan kembali ke kamarnya. Member lainnya tersenyum lega, bergantian menatap Sungrin yang sedang tertidur pulas. Tapi tiba-tiba..

 

“Sungrin-ah! Bangun kau! Kau kah yang mematahkan CD game-ku ini?” seru Kyuhyun tiba-tiba keluar dari kamar dan langsung menghampiri sofa. Sungrin yang sedari tadi tertidur, membuka matanya sejenak, kemudian memejamkan matanya lagi.

 

“Iya, memangnya kenapa? Anggap saja itu balasanku setelah kau mencoret-coret komik Detective Conan-ku, merusak gambar Kaito Kid yang keren itu dengan tanganmu.”

 

“KAU BILANG KENAPA? DASAR BODOH!”

 

Mendengar teriakan Kyuhyun, membuat Sungrin sontak berdiri dan membalas teriakannya.

 

“AKU TAK PEDULI! DAN BERHENTI MENGATAIKU BODOH!”

 

Sepertinya member Super Junior harus rela dorm-nya hancur kembali.

 

THE END

3 Comments (+add yours?)

  1. Deesungie
    Nov 01, 2016 @ 17:10:13

    Hahaha …
    Ini para pembuat onar mmng…
    Udah adem ayem eh tiba2 perang lg..
    Yg sabar aj dah oppadeul.. 😂😂😂

    Reply

  2. Stirling Lau
    Nov 01, 2016 @ 21:28:30

    Geblek.. Kocak.. Hahaha :v udah manis gitu, ee perang lagi 😂

    Reply

  3. ayumeilina
    Nov 03, 2016 @ 19:47:16

    Member’s udah pada senang aja tuh liat Kyu gendong2 Sungrin. Tapi ya mau gimana, namanya juga Evil Couple 😃😃

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: