Her Name is Munaroh

her

Her Name is Munaroh

Author : Anchovyevil

Genre   : Maybe romance, sedikit comedy

Main cast: Cho Kyuhyun, Munaroh, and other

 

♡♡♡

 

Saat ini aku berjalan menyusuri jalan yang dulu pernah ku singgahi. Berbekal kacamata hitam, topi, dan ransel yang berisi perbekalan dan beberapa helai baju. Ku beranikan diri mendaki gunung yang menjadi tempat pariwisata terkenal hingga ke mancanegara. Gunung ini bukan berada di negaraku, melainkan di negara lain. Sehingga membutuhkan pesawat untuk dapat ku datangi. Yang menjadi daya tariknya adalah memilikj lautan pasir dan juga kawah yang indah.

Sejujurnya aku pernah tersesat untuk datang kesini. Ketika itu aku hanya mengandalkan Peta elektronik yang ada di smartphoneku. Dengan sangat percaya diri aku terbang dari Korea menuju Indonesia tanpa pengawalan di tengah jadwal istirahatku. Ya.. aku memang bukanlah orang biasa, tapi bukan pula orang yang berpengaruh untuk perdamaian dunia. Aku hanyalah anggota dari boyband terkenal yang popularitasnya hingga ke mancanegara. Bukannya aku aombong, tapi itulah kenyataannya.

Siapa yang tak kenal Super Junior, dengan para anggotanya yang tampan dan sangat bertalenta. Terutama sang maknae, dia yang paling tampan, bersuara emas, dengan tingkat kejahilan evil. Itulah diriku, Cho Kyuhyun. Saat ini aku ingin melepas penat dari kemilau kepopuleranku. Semua fans bahkan para manger dan anggota boybandku hanya tau aku berlibur ke Eropa seperti biasa. Mereka tak tahu bahwa aku akan mengunjungi gunung Bromo. Ya.. mungkin kata “lagi” akan membuat banyak orang heran. Kira- kira kapan seorang Cho Kyuhyun pernah ke Indonesia. Tepatnya ketika aku mendapatkan cuti libur musim dingin, bahkan saat itu aku bertemu dengannya. Gadis yang mampu meniupkan desiran aneh di hatiku.

*Flashback on*

“Sial.. aku tersesat. Handphoneku mati. Seharusnya tadi aku bermain dengan PSPku bukan handphoneku. Jika seperti ini aku takkan bisa kembali. Aku bahkan tak mengenal orang disini. Aku berharap tak ada yang mengenaliku sebagai Cho Kyuhyun SuJu.” Gerutuku.

Aku mengedarkan pandangan ke sekitar. Aku benar-benar tak mengenal tempat ini. Sepertinya ini adalah pedesaan, dan yang lebih ironis. Aku tak dapat berkomunikasi dengan mereka.

Excusme.. “ ujarku pada beberapa orang yang lewat.

Mereka hanya tersenyum dan melambaikan tangan. Hei.. aku bukannya mengucapkan salam perpisahan. Dengan keberanian yang tersisa. Aku berjalan lurus ke depan. Mungkin jalan lurus ini akan membawaku ke gunung Bromo langsung. Setelah beberapa meter aku berjalan. Rasa lelah sudah keburu datang menghampiriku. Dengan lemas aku duduk di depan pertokoan kecil. Benar-benar memalukan. Bagaimana jika besok ada berita “Cho Kyuhyun menjadi gelandangan” atau “ Maknae Super Junior ditemukan tak bernyawa akibat tersesat”.

“TIDAK… seseorang tolong selamatkan aku. Euteuk hyung.. aku berjanji jika aku bisa selamat kembali ke Korea aku akan menjadi maknae yang baik. Untuk para anggota yang lain.. aku berjanji tak akan jahil lagi.. aku akan memanggil kalian hyung.. “ ucapku pelan.

Tanpa ku sadari ada sebuah tangan menyentuh bahuku. Sebenarnya aku takut, bagaimana jika yang menyentuhku adalah sasaeng fans?. Aku lebih takut pada sasaeng fans melebihi para pencuri. Para sasaeng itu lebih gila daripada yang kau duga. Aku pun memberanikan diri untuk melihat siapa yang memegang bahuku. Saat mata kami bertemu, aku benar-benar terkesima. Dia adalah seorang gadis yang memiliki mata hitam yang indah. Bahkan rambut hitamnya juga tergerai indah.Dia tersenyum ramah kepadaku. Tanpa ku perintah bibir ini telah menyunggingkan sebuah senyuman.

“Ada yang bisa kubantu tuan?” tanyanya dalam bahasa inggris.

Ah… suaranya begitu indah. Apakah dia seorang bidadari? Apakah aku benar-benar telah mati?. Lamunanku selesai saat dia mengguncang bahuku.

“ Aku tersesat.” Jawabku singkat tanpa mengalihkan pandangan.

“ Apakah kau termasuk dalam rombongan? Atau sendiri? “ tanyanya.

“ Aku sudah lama hidup sendiri. “ jawabku cepat.

Eh.. apa yang barusan ku ucapkan. Itu sangat memalukan. Aku harus segera menjelaskan.

“Em.. mak.. maksudku aku melakukan perjalanan sendiri kesini.” Jelasku.

“Dan kau tak memiliki pemandu?”

“Ya.. aku berjalan mengandalkan peta elektronik yang ku sematkan pada handphoneku. Dan saat ini handphoneku mati karena kehabisan daya.” Jelasku padanya.

“Karena hari mulai gelap. Sebaiknya kau mencari penginapan. Besok aku akan mengantarmu ke gunung Bromo.” Jelasnya.

“Bagaimana kau tahu tujuanku? Apakah kau dapat membaca pikiranku? Atau kau mengikutiku sejak tadi atau bahkan sejak di negara asalku? Kau sasaeng? Kau tahu aku?” tanya ku bertubi-tubi.

Gadis itu berdiri dan sepertinya akan meninggalkanku. Dengan cepat ku raih tangannya.

“Kau mengenalku?” tanyaku penasaran

“Ya.. aku tahu dirimu tuan.” Jawabnya singkat.

“Bagaimana kau tahu aku? Aku tak mengenalmu? Aku bahkan tak meninggalkan jejak di SNS. Aku mengatakan bahwa aku pergi ke Eropa bukan ke Indonesia. Tak ada yang tahu keberadaanku. Bahkan para hyungku. Mereka hanya tahu aku ke Eropa..”

“Wah.. salah aku. Wong iki turis edan. “ ujar gadis itu dengan bahasa yang tak ku mengerti.

“Kau.. mengatakan apa?” tanyaku heran

“Tuan. Apakah kau baru saja ditipu? Kenapa kau dari tadi hanya bicara hal yang tak ku mengerti? Sebenarnya aku ingin membantumu, tapi karena sepertinya kau gila. Aku akan pergi.” Jawabnya

Gadis itu berjalan meninggalkanku. Aku mengejarnya, sepertinya aku salah.

“Maaf.. aku hanya panik. Bagaimana jika kau adalah penjahat? Kau bahkan tahu tujuanku adalah gunung Bromo.” Jelasku padanya.

“Tuan.. jika aku adalah penjahat sejak tadi aku akan menodongkan senjata. Aku tahu tujuanmu bukan karena aku penjahat. Semua orang akan tahu, bahwa tujuan turis berada disini adalah untuk mengunjungi gunung Bromo. Aku hanyalah pemandu disini.” Jelasnya dalam bahasa inggris yang bagus.

“Baiklah.. kau bisa memanduku kan?” tawarku.

“Bayaranku tidaklah murah.”jawabnya

“Berapapun yang kau minta akan ku berikan, termasuk hat..” ujarku belum usai karena dia menjabat tanganku.

Deal” ujarnya. Lalu menuntunku mengikuti langkahnya.

Entahlah, aku juga tak mengerti apa yang terjadi padaku. Aku seperti tersihir olehnya. Setiap kata yang keluar dari bibirku bukanlah keinginan otakku. Melainkan keinginan hatiku, sepertinya ini akibat karena aku terlalu lama menjomblo. Hahaha.. tawaku dalam hati.

Gadis itu masuk ke sebuah bangunan yang sepertinya penginapan. Tak berselang lama gadis itu datang mengahampiriku.

“Maaf tuan. Penginapannya sudah penuh. Bagaimana ini?” tanyanya khawatir

Aku hanya terdiam memandang wajahnya. Dia benar-benar terlihat merasa bersalah. Gadis itu bahkan menggigit kuku dijarinya. Dia terlihat sedang berpikir keras.

“Em.. tuan . Apakah kau tak keberatan tinggal sementara di rumahku?”

“Itu ide yang bagus. Aku setuju. Neomu jota..”jawabku kegirangan.

“Tuan, sebenarnya kau darimana? Aku baru pertama kali mendengar bahasamu itu?. Kau memiliki kulit putih, tapi kau tak seperti orang Hongkong ataupun Cina. Mungkinkah kau orang Jepang? Ah.. harusnya dulu aku juga belajar bahasa Jepang.” Ujarnya.

“A.. ak. Aku dari Korea. Kamu tahu Korea?” tanyaku penasaran.

“Negara mana lagi itu? Sepertinya dunia ini memang begitu luas.” Jawabnya sambil tersenyum.

Sungguh.. senyumnya membuatku terpesona. Kami berjalan melewati banyak rumah. Memang hari mulai gelap. Suara hewan-hewan malam mulai terdengar. Tapi, disini begitu tenang dan membuatku nyaman. Semoga penyamaranku tak terbongkar. Aku ingin menikmati hariku bersamanya walau tak kan lama.

Kami tiba disebuah rumah yang terlihat sederhana. Halamannya begitu luas, tanaman disekelilingnya pun banyak. Gadis itu mengetuk pintu, seorang pria paruh baya muncul. Dia terlihat menjelaskan siapa diriku. Tatapan si pria paruh baya sungguh mengintimidasiku. Membuat nyaliku menciut. Namun, dalam beberapa menit dia tersenyum sumringah dan mempersilahkan masuk.

“Gantilah bajumu, kami tunggu di ruang makan.” Pintanya sambil menunjuk sebuah pintu kamar.

Usai ganti baju aku menuju ruang makan yang ada di tengah ruangan. Tak ada kursi dan meja. Makanan dihidangkan di bawah. Ada 2 orang anak kecil yang tersenyum dengan manisnya dan juga paman yang terlihat seperti pemilik rumah.

“Monggo.. mriki.. asmane njenengan sinten?” tanya bapak paruh baya itu.

Aku tak paham apa yang dia katakan. Itu bahasa apa?

“Oh iya.. maaf tuan. Maksud ayahku. Nama anda siapa?”

“Ah.. ireum.. nama. Namaku Cho… eh.. panggil saja Mr. Cho.” Aku tak ingin ada yang mengenaliku.

“Mr. Cho.. monggo dhahar.. sepuntene nggeh.. alakadar mawon.”ucap si bapak.

“Maksud ayahku. Silahkan makan. Maaf hanya ada makanan sederhana.” Ujar si gadis menerjemahkan.

Aku hanya tersenyum dan mulai makan bersama mereka. Keluarga ini hidup tanpa seorang ibu. Menurut penjelasan si Ayah, sang Ibu bekerja di luar negeri dan meninggal akibat sakit. Si Ayah hanyalah petani biasa dan yang sulung bekerja sebagai pemandu wisata dadakan. Kedua adik perempuannya masih bersekolah di sekolah dasar.

Setelah makan malam, aku dipersilahkan untuk istirahat. Semuanya telah larut dalam gelapnya malam. Aku pun mulai memejamkan mata setelah menghubungi ibu. Entah kenapa aku mulai merindukannya.

Pagi pun datang, suara kokokan ayam berhasil membuyarkan mimpi indahku dengan sang bidadari. Aku mulai mengedarkan pandangan ke sekeliling rumah. Mencari dimana bidadari eh.. pemilik rumah berada.

“door… Good Morning Mr. Cho..” sapa sang bidadari ceria.

“Morning my Angel..” sapaku tanpa berkedip.

“Oh iya.. kau belum tahu namaku ya.. namaku adalah Mu.. na.. roh..”ejanya pelan

“Apa?? Mu.. apa?” tanyaku heran.

“Ikuti bibirku. Mu..”

“Mu..”

“Na..”

“EnNa..”

“Bukan.. bukan EnNa.. Na.. hanya N dan A. Jadi Na..” jelasnya.

“Ah.. Na… lalu?”

“Roh..”

“aRog..??”

“Bukan… aRe.. O.. eigH.. ROH..” eja bibir lembutnya.

“Mu.. Na.. erRoh.. benar?”

“Terserah padamu saja Mr. Cho.” Balasnya tersenyum.

Akhirnya aku ditemani bidadariku menuju Bromo. Wah.. ternyata selain gadisnya yang cantik, Indonesia memiliki keindahan alam yang luar biasa. Aku mengambil beberapa gambar dan tentu saja lebih banyak my angel di dalam kameraku. Hem.. tak terasa malam ini aku harus kembali ke Korea. Aku pun menjelaskan padanya bahwa aku harus segera kembali ke negara asalku. Dia hanya tersenyum ramah dan menganggukkan kepalanya. Apa ini? Hanya aku yang merasa sedih karena harus berpisah dengannya?? Aku pun tak tahu kapan saatnya kembali bertemu dengannya. Sungguh ini pertama kalinya diriku merasa sangat sedih dengan yang namanya perpisahan.

Sore pun datang, usai berpamitan kepada sang Ayah dan adik-adiknya. Aku diantar oleh Munaroh ke tempat dimana aku bisa kembali dengan aman dan murah. Hah.. dia masih mengira aku tak punya uang? Tak apalah.. yang penting dia mau menemaniku disaat terakhir.

Saat aku akan menaiki sebuah mobil kakiku terhenti. Tanpa ku perintah badanku berbalik dan mata kami bertemu. Gadis itu terlihat heran akan perilakuku. Kakiku melangkah menuju kehadapannya. Dalam sekejap bibirku telah mengecup keningnya. Dia terlihat shock dan tak memberi respon apapun padaku.

“Munaroh.. gomawo. Saranghae.” Ucapku sambil menatap matanya.

Gadis itu tak memberikan respon apapun. Dia terlihat sangat terkejut. Aku tersenyum untuk terakhir kalinya.

#Flashback off.

Setelah beberapa tahun berlalu, aku pun kembali ke Bromo untuk menemuinya. Aku berjalan menuju rumahnya. Beratnya tas ransel tak mengurungkan niatku. Para hyungku sangat mendukung agar aku menyatakan perasaanku padanya. Kakiku berhenti di depan rumah sederhana. Ah.. masih sama seperti beberapa tahun yang lalu. Saat ku mulai memasuki halaman, sebuah bola Menghentikan langkahku.

“Slamet.. bolanya lari kemana nak?!” teriak suara berat lelaki.

Aku bersembunyi dibalik pohon besar. Seorang laki-laki mengambil bola dan berlari menghampiri anak laki-laki kecil yang menangis di gendongan wanita. Aku sangat mengenali wanita itu. Dialah bidadariku. Dan apa ini?? Dia sudah menikah? Bahkan telah memiliki anak?.

“Oh Munaroh.. sungguh teganya dirimu.” Gumamku perlahan

Aku pun meninggalkan rumah itu bersama sisa cintaku dan ransel beratku. Hyung.. mission imposible. Failed.

#FIN

Kisah ini murni berasal dari dunia imajinasiku. Latar dan nama tokoh perempuan selain Suju adalah ide gilaku. Aku harap kalian dapat menikmatinya.. sorry for typo. ok deh g perlu lama.. reading… start

3 Comments (+add yours?)

  1. memey
    Nov 03, 2016 @ 18:43:26

    Oohh cinta bertepuk sebelah tangan .. Kasihan si kyu 😂😂 jauh* ke koreaa eeh ternyata bidadarinya uda punya buntut 😄😅

    Reply

  2. ayumeilina
    Nov 03, 2016 @ 19:34:13

    Ceritanya lucu. Menghibur juga 😂😂
    Sepanjang baca ceritanya ngakak 😅😅
    Munaroh oh munaroh… hahaha
    Si Kyu juga bertahun tahun baru di samperin, ya pasti keburu nikah lah si Munaroh 😂😂

    Reply

  3. keliem
    Nov 16, 2016 @ 10:50:44

    mbaj munarohhh,, duh duh duh mas kyuhyun.jatuh hati karo wong jowo hahaha

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: