Ghost Healer [4/?]

Title : Ghost Healer

Author : Im Cho Sun

Genre : Fantasy, Romance, Comedy | Rating : PG-15 | Main Cast: | Bok Sung Ah (OC) & Cho Kyuhyun | Additional Cast : Tuan Jang, Sungmin, and some stranger that I picks in the street ^^ |My blog : imchosun.wordpress.com

***

 

 

Pagi hari yang terik diawal musim panas, dengan tatapan mata tajamnya, gadis itu berkonsentrasi penuh mendengarkan penuturan guru yang sedang menjelaskan didepan kelas. Sesekali ia pun terlihat menggoreskan beberapa kalimat ke dalam buku catatan yang ada di hadapannya. Dengan rambut hitam yang diuraikan begitu saja, Ia tampak seperti pahatan patung porselen yang amat cantik.

Tak lama kemudian bel pergantian jam pelajaran pun terdengar. Sesaat setelah Ia membenahi buku-buku serta alat tulis yang digunakannya tadi, gadis itu menoleh kebelakang untuk melihat sebuah jam biru yang tengah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Sejenak Ia berpikir dalam diam, tak lama kemudian sebuah headset telah terpasang sempurna ditelinganya dan dia pun mulai berjalan keluar dari kelas.

Langkah kakinya terus menelusuri koridor sekolah yang telah Ia tempati selama tiga tahun itu. Beberapa saat kemudian Ia tiba di ruang makan tempat siswa lain berkumpul. Beberapa detik setelah orang-orang menyadari keberadaannya disana, mereka langsung menoleh dan menyingkir menjauhi gadis bernama Bok Sung Ah itu. Tanpa memperdulikan apa yang terjadi, Sung Ah terus saja berjalan lurus mengambil jatah makanannya. Semangkuk sereal jagung yang dicampur dengan susu pekat sudah menjadi menu sarapannya sehari-hari. Bahkan Ia tidak perlu mengatakan satu patah kata pun pada penjaga kantin yang langsung memberikannya makanan itu dan memintanya untuk segera pergi.

Dengan nampan makanan ditangan, Sung Ah segera menuju meja yang ada di pojok ruangan. Ia selalu makan disana selama ini, tanpa ada sekali pun orang yang mendekati maupun memperdulikannya.

“Apakah aku boleh duduk disini?”Ujar seseorang sambil menggeserkan kursi didepan Sung Ah. Tanpa menunggu jawaban lagi, dia pun langsung duduk disana dan memakan menu yang sama seperti milik Sung Ah.

“Ne?”Ucap Sung Ah terkejut sambil menatap orang didepannya tanpa berkedip sama sekali. Dia adalah orang yang sama dengan yang Ia temui di atap beberapa waktu lalu saat sedang mengobati seorang hantu kecil yang terkilir kakinya.

Tanpa membalas tanggapan Sung Ah, laki-laki itu dengan acuh memasukkan satu sendok penuh sereal kemulutnya. Matanya yang tajam itu hanya fokus pada makanan yang ada di depannya dan sesekali ekor matanya akan melirik ke luar jendela kaca disamping mereka.

Setelah menatap orang yang ada didepannya untuk beberapa saat, Sung Ah pun kembali menundukkan kepalanya dan fokus makan. Tapi entah ada yang menyadarinya atau tidak, seulas senyuman kecil terlepas begitu saja tanpa bisa Ia tahan. Memang agak mengagetkan melihat ada orang yang mau berinteraksi seperti ini padanya. Kebanyakan orang akan cenderung menjauhinya saat tahu bahwa Ia memiliki kekuatan roh.

Beberapa menit kemudian mangkuk kuning yang ada didepan Sung Ah pun habis tak bersisa dan menandai bahwa acara makannya telah selesai. Tanpa mengucapkan satu patah katapun pada laki-laki yang masih makan didepannya, dia segera membereskan peralatan makannya dan pergi dari sana.

Saat Sung Ah tiba di koridor dekat aula sekolah, dia melihat seorang siswa yang sedang diganggu oleh hantu perempuan yang memang sudah sejak lama menjadi salah satu penunggu sekolah itu. Meskipun siswa itu sama sekali tidak menyadari bahwa Ia tengah dijahili oleh seorang hantu, tapi Sung Ah tetap menghampiri hantu yang sedang bergelantungan dengan bahagianya di bahu siswa itu.

“Apa yang sedang kau lakukan!?”Ucap Sung Ah tepat didepan wajah siswa bernama Hyun Min itu. Lee Hyun Min. Karena nada bicara Sung Ah yang memang sedikit membentak, sontak saja Hyun Min pun menjadi terkejut dan mengedipkan matanya beberapa kali kebingungan.

“N-Ne? Aku sedang dalam perjalan untuk mengantarkan tugas ke wali kelas.”Jawabnya tergagap karena tiba-tiba Sung Ah, yang terkenal dengan kekuatan spiritualnya itu tiba-tiba bicara dengannya. Bahkan sebelum ini mereka berdua tidak pernah bertatapan mata sama sekali.

“Ah ~ Nona Bok Sung Ah, lama tidak berjumpa. Bagaimana kabarmu? Lihat, aku menemukan target baruku. Dia tampan kan?”Dengan senyum sumeringah diwajahnya, hantu perempuan itu sama sekali tidak mau turun dari tubuh Hyun Min sedikit pun.

“Kabar apanya?! Cepat turun sekarang! Apakah kau tidak lihat dia sedang menderita karenamu huh?”

“Tidak! Aku tidak mau! Ini sudah tiga bulan sejak kau memisahkanku dari Sung Joon waktu itu. Aku tidak mau berpisah dengan Hyun Min juga!”

“Min Ji-ah, sebesar apapun rasa sukamu padanya, hantu dan manusia itu tidak akan bisa bersama! Lebih baik kau ke rumahku saja dari pada mengganggu siswa-siswa yang ada disini. Aku akan menolongmu menuju alam baka.”

“A-A-Apa?! Hantu?? Alam baka??? Bok Sung Ah-ssi, apakah kau sedang bicara dengan hantu sekarang?”

“Ah iya. Aku melupakanmu. Maaf, Lee Hyun Min-ssi. Sekarang ada seorang hantu perempuan yang sedang bergelayut dipunggungmu. Bahumu pasti terasa berat belakangan ini kan? Itu karena ada dia, tapi tenang saja dia tidak akan menyakitimu. Dia mengikutimu karena dia suka padamu.”

“Apa?! Tidak mungkin! Kenapa dia bisa suka padaku?!”Ucap Hyun Min dengan ekspresi ketakutannya yang disusul dengan cucuran keringat yang keluar tiada henti.

“Kau tidak perlu takut hanya karena ada satu hantu yang mengikutimu. Dan kau, Minji-ah! Sebaiknya kau cepat melepaskan Hyun Min dan aku akan mengenalkanmu pada para hantu laki-laki yang ada dirumahku. Kau bebas untuk berkencan sesuka hatimu disana.”

“Daebak! Benarkah aku boleh berkencan sesukaku?! Arasseo! Mulai sekarang aku akan ikut denganmu Nona Bok Sung Ah.”Balas Minji lalu segera turun dari punggung Hyun Min. Saat menyadari bahwa tubuhnya terasa lebih ringan, Hyun Min pun segera menepuk-nepuk punggungnya untuk mengecek apa yang terjadi barusan.

“Hyun Min-ssi, sekarang dia sudah memutuskan untuk berhenti mengikutimu. Kau tidak perlu khawatir lagi. Ah dan satu lagi, jika terjadi hal-hal aneh lainnya kau bisa langsung memberitahuku. Sampai jumpa”Ucap Sung Ah lalu mulai berjalan meninggalkan siswa laki-laki yang masih berdiri terpaku karena kebingungan dengan apa yang terjadi padanya.

“Sung Ah-ya!”Panggil Hyun Min dan sontak membuat Sung Ah menoleh padanya. Ini adalah pertama kalinya ada manusia seumuran dengannya yang memanggilnya secara informal. Ini seperti Ia dipanggil oleh seorang teman.

“Apa? Kau memanggilku apa tadi?”

“S-Sung Ah-ya… Bisakah kita menjadi teman?”Ucapnya tiba-tiba dan membuat nafas Sung Ah tertahan seketika. Bahkan pupil matanya pun bergerak beberapa kali, menandakan bahwa kini Sung Ah tengah mencerna situasi yang sedang terjadi. Setelah Ia mulai bisa mengontrol dirinya, akhirnya Ia pun berjalan kembali menuju siswa bernama Lee Hyun Min itu.

“Hyun Min-ssi…”Ucap Sung Ah pelan sambil menatap mata Hyun Min dengan penuh arti.

“Kau tidak mau ya? Maaf, aku hanya merasa berterima kasih padamu. Tapi sebenarnya selama ini aku merasa bahwa kau itu adalah orang yang sangat menarik. Aku juga sudah beberapa kali memperhatikanmu. Ah, apakah barusan aku terdengar seperti seorang penguntit? Sekali lagi maafkan aku. Bukan itu maksudku. Hanya saja entah kenapa aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darimu. Maafkan aku…”Tanpa henti Hyun Min terus saja mengucapkan apa yang ada dikepalanya selama ini. Meskipun dia sama sekali tidak berani manatap mata Sung Ah saat itu, tapi Ia cukup bangga dengan dirinya sendiri karena telah berhasil mengungkapkan apa yang dipendamnya selama ini.

“Cukup, aku mengerti apa maksudmu. Aku tidak tahu apa yang bisa membuatmu tertarik padaku. Tapi apa kau tidak akan menyesal jika menjadi temanku? Kau tahu sendirikan siapa aku. Aku adalah generasi ke 67 dari keluarga Bokyungjae yang memiliki kekuatan supranatural. Jika kau menjadi temanku aku tidak akan menjamin bahwa hidupmu akan aman dari gangguan para roh yang berada disekitarku. Maka dari itu jika kau masih ragu-ragu, sebaiknya kita kembali seperti orang yang saling tidak mengenal satu sama lain. Seperti sebelumnya…”Hyun Min pun terdiam sejenak memikirkan hal yang diucapkan oleh Sung Ah. Sambil menggigit bibir bawahnya, akhirnya Hyun Min pun memberanikan diri untuk menatap wajah Sung Ah yang berada tepat didepannya.

“Gwenchana, lagi pula jika kita menjadi teman, kau pasti akan melindungiku, bukan?”Tanyanya sambil tersenyum menatap Sung Ah yang masih mencerna ucapannya itu. Dan tidak beberapa lama kemudian mereka pun saling berbalas senyum dan berjabat tangan untuk menandai awal mula persahabatan mereka.

***

Jalan aspal yang hampir selalu aku lewati setiap hari ini terasa sangat panas ketika kakiku bergantian menginjaknya. Yah, lagipula aku tidak bisa berbuat apa-apa karena ini memang sudah memasuki musim panas. Hah… Walaupun hanya tersisa waktu empat hari lagi sebelum libur musim panas dimulai, tapi rasanya itu sangat lama. Lagipula sekarang suhunya sudah menunjukkan 29˚C dan keringatku pun tidak kunjung berhenti dari tadi. Meskipun tidak sampai sepuluh menit untukku pulang kerumah dengan menaiki sepeda, tapi bajuku sudah basah kuyup oleh keringat. Sampai-sampai saat aku membuka pintu rumah, Sung Min langsung mengambilkan handuk agar aku bisa langsung mengelap keringat yang bercucuran dari tadi.

“Nona Sung Ah, tubuhmu penuh dengan keringat. Ini handuknya, aku sudah menyiapkannya dan nona juga bisa langsung mandi karena aku sudah mengisi bak mandinya tadi.”Ucap Sungmin sesaat setelah aku membuka sepatuku dan berjalan menuju ruang tengah.

“Ah, gomaweoyo Sung Min-ah, kau memang paling tahu apa yang aku butuhkan. Oh iya, dimana Tuan Jang?”Tanyaku sambil mengusap peluh yang ada di dahi dan leherku.

“Tuan Jang sedang menyiapkan makan siang untuk kita. Hari ini menunya adalah mi dingin dan ice cream sebagai makanan penutup. Ah iya, aku juga melihatnya sedang memotong semangka tadi. Semangkanya benar-benar besar dan warnanya merah menyala! Aku tidak sabar lagi untuk memakannya.”Ujar Sungmin dengan matanya yang berbinar-binar. Aku pun sampai tidak bisa menahan senyum geliku saat melihat ekspresinya itu.

“Arasseo, arasseo, rasa semangka itu pasti akan sangat enak setelah didinginkan dulu oleh Tuan Jang. Kita bisa memakannya setelah makan siang nanti. Kau hanya perlu bersabar sebentar saja. Ah iya, perkenalkan ini Yoon Minji, dia adalah hantu yang selalu berkeliaran disekolahku. Aku membawanya kesini karena dia sering sekali mengganggu siswa laki-laki yang ada disana.”Jelasku pada Sung Min dan Ia pun memberikan senyum selamat datangnya pada Minji yang sedari tadi berdiri dibelakangku menunggu untuk diperkenalkan pada para penghuni rumah ini.

“Senang bertemu denganmu Minji-ssi, namaku Lee Sungmin. Tapi kau bisa memanggilku Sung Min saja. Aku sudah tinggal disini sejak tiga tahun yang lalu. Aku adalah hantu pertama yang dibawa nona Bok Sung Ah saat Ia telah resmi menjadi seorang Ghost’s Healer.”Ucapnya dengan diakhiri kekehan kecil diujung kalimat. Aku pun hanya bisa tersenyum saat melihat mereka terlihat sangat akrab satu sama lain.

“Minji-ah, Sungmin akan mengantarmu untuk berkeliling rumah dan memberitahu dimana letak kamarmu. Sepertinya kau akan sekamar dengan Yeseul, dia baru seminggu tinggal disini. Kalau ada yang ingin kau tanyakan, kau bisa langsung mengatakannya padaku, Tuan Jang atau Sungmin.”Jelasku dan disusul dengan anggukan kecil dari Minji yang menandakan bahwa dia sudah mengerti dengan semua penjelasanku tadi.

“Ah iya, Sung Min-ah, dimana dia? Kenapa batang hidungnya belum kelihatan sama sekali?”Tanyaku pada Sungmin saat menyadari bahwa tidak ada tanda-tanda kehadirannya sama sekali dari tadi. Biasanya dia akan tiba-tiba muncul didepanku dan menyerangku dengan berbagai cara aneh yang ada dikepala tidak bergunanya itu.

“Maksud anda Kyuhyun?”

“Memangnya siapa lagi yang harus aku cek keberadaannya setiap saat? Dimana iblis sialan itu?”Ujarku lalu menggantungkan handuk yang aku gunakan untuk mengelap keringatku tadi dibahu sebelah kananku. Tidak beberapa lama kemudian aku merasakan hembusan nafas aneh didekat telingku dan saat aku menolehkan kepala, iblis absurd itu sedang mengendus-endus handukku tadi.

“Ya! Apa yang kau lakukan huh?!”Ujarku lalu segera menjauhkan diri darinya.

“Aku hanya mencari darimana asal bau busuk yang sedari tadi mengganggu penciumanku dan ternyata itu berasal dari dirimu. Menjijikkan…”Desisnya sambil menatapku dengan mata yang merendahkan. Dasar iblis menyebalkan. Apa dia tidak bisa menjaga ucapannya itu?

“Ck, apa kau tidak tahu dengan yang namanya musim panas huh? Semua orang pasti akan berkeringat sepertiku karena cuaca yang panas.”

“Ini kau sebut dengan panas? Cih, manusia memang makhluk terlemah yang ada dimuka bumi ini. Temperatur sekarang ini sama sekali tidak ada apa-apanya dengan suhu negeriku, dasar payah!”

“Aishh, kau ini benar-benar menyebalkan! Baiklah!! Aku akan mandi sekarang! Apa kau puas?!!”Teriakku dan disusul oleh senyuman menyeringainya. Disaat aku dan Kyuhyun seperti akan saling memakan satu sama lain, ternyata ada seseorang yang menatap kearah kami dengan mata yang penuh akan kekaguman. Atau lebih tepatnya aku sebut menatap kearah Kyuhyun. Yap! Sekarang Minji sedang melihat kearah Kyuhyun tanpa berkedip sama sekali. Jangan-jangan dia…

“Nona Sung Ah, kau tadi mengatakan padaku bahwa aku boleh berkencan dengan siapa saja yang ada dirumah ini, kan? Kalau begitu aku ingin berkencan dengannya.”Ucapnya dengan mata yang bersinar-sinar menatap Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya diam dan menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

“Apa?!! Kau suka padanya? Apakah pikiranmu itu masih normal, Minji-ah? Sebenarnya hal apa yang bisa kau lihat dari dirinya? Lagipula kalian juga berasal dari ras yang berbeda. Aku membawamu kemari untuk berkencan dengan sesama hantu. Walaupun dia juga bukan manusia, tapi tetap saja kalian itu berbeda.”Jelasku yang tidak dihiraukan sama sekali oleh Minji. Bahkan tatapannya semakin berbinar saja saat melihat Kyuhyun yang sedang memejamkan matanya untuk berpikir. Tapi tunggu dulu! Dia berpikir? Si iblis sialan dan tak tahu malu itu sedang berpikir sekarang?! Tidak mungkin! Tidak mungkin! Kenapa dia harus berpikir untuk hal-hal seperti ini? Apakah dia akan menerima ajakan Minji untuk berkencan? Tapi bukankah tujuannya kemari itu untuk membunuhku, lalu kenapa sekarang malah berubah menjadi perburuan untuk mencari seorang permaisuri??

“Hmm…”Dengusnya tiba-tiba. “Maaf, aku akan menolak ajakanmu itu karena satu-satunya yang aku pedulikan disini hanya perempuan ini.”Ujarnya lalu menangkupkan tangannya itu dipuncak kepalaku. Sedangkan aku hanya bisa berdiri mematung tanpa bisa mengucapkan apapun. Apa maksudnya itu?

“Tujuanku kemari adalah untuk membunuhnya dan tidak ada hal lain yang lebih aku pedulikan dari pada itu. Lagipula dinegeriku, sudah ada ribuan gadis yang mengantri untuk aku jadikan permaisuri.”Lanjutnya dan langsung mendapat lemparan handuk dariku.

“Dasar iblis playboy menyebalkan!”Tambahku dan langsung masuk kekamar tanpa menoleh sama sekali. Aku yakin wajahnya pasti sudah merah padam karena marah aku lempari dengan handuk yang penuh dengan keringatku itu. Cih, terserah! Aku tidak peduli lagi dengannya.

***

Brakk…

Dia melemparku begitu saja dengan handuk bau ini. Dasar perempuan aneh. Apa dia tidak tahu seberapa bau handuknya ini huh?

“Apa-apaan dia itu, melempariku dengan handuk menjijikkan ini. Memangnya aku melakukan hal yang salah padanya?! Dasar nenek sihir aneh! Apakah dia sedang berada di masa bulanannya huh? Marah tanpa sebab! Cih…”Omelku tanpa henti setelah melemparkan handuk itu kelantai. Saat aku melihat kearah depan, raut wajah hantu bernama Minji itu terlihat sangat kecewa. Tapi terserahlah, aku tidak peduli padanya. Itu sama sekali bukan urusanku.

“Ya! Gadis jelek! Beraninya kau melempariku yang terhormat ini dengan benda menjijikkan itu! Cepat keluar! Aku akan membalas perbuatanmu ini berkali-kali lipat!!”Teriakku sambil menggedor pintu kamarnya. Aku benar-benar tidak bisa menerima penghinaan ini!

“Apa yang kau lihat?!”Ujarku ketika sadar bahwa hantu perempuan itu masih saja memperhatikanku. Ck, kalau dia dibiarkan begitu saja, pasti akan sangat menyebalkan nantinya.

“Jangan pernah menggangguku jika kau masih ingin keberadaanmu ada didunia ini, mengerti? Dan sekeras apapun usahamu untuk membuatku tertarik padamu, itu tidak akan pernah berhasil. Kau perlu ingat akan hal itu!”Sesaat setelah aku mendeklarasikan pernyataan penolakan itu padanya aku melihat Ia semakin menundukkan wajahnya.

Pletangg!!!!

Tiba-tiba ada sesuatu yang mengenai kepalaku dengan sangat keras. Saat aku memutar tubuhku kebelakang aku melihat Sung Ah sedang berdiri dengan mata yang berapi-api sambil memegang sebuah panci ditangannya.

“Yak!! Apa yang kau lakukan?! Dan bagaimana bisa panci itu ada dikamarmu?!”Ucapku sambil memegang puncak kepalaku yang terasa membengkak seketika. Apa gadis ini sudah gila?!

“Seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu! Apa yang kau lakukan?! Jangan pernah mengatakan hal sekasar itu pada seorang wanita! Jika kau melakukannya sekali lagi, aku akan membunuhmu dengan panci ini!”

“Apa?! Kau memukulku hanya karena hal itu?! Dasar gadis sinting! Tidak mungkin kau memukulku sekeras itu hanya karena hal sepele ini kan? Jawab aku! Apa yang telah aku lakukan sampai-sampai kau menganiaya puncak kepalaku yang terhormat ini huh?!”

“Dasar iblis sialan! Menyebalkan!! Makhluk menjijikkan! Bisa-bisanya ada makhluk tidak berguna sepertimu didunia ini!! Aku tidak mau melihatmu lagi!!”Bentaknya lalu membantingkan pintunya tepat didepan wajahku. Sebenarnya apa yang diinginkan gadis gila itu? Dasar aneh!!!

***

Disaat pertarungan harian diantara Sung Ah dan Kyuhyun itu sedang berlangsung, Sungmin dan Minji hanya bisa berdiri terdiam disana, tidak dapat percaya dengan perkelahian konyol yang terjadi saat itu. Bahkan Sungmin yang sudah setiap hari melihat hal itu masih tidak habis pikir sebenarnya apa yang kedua orang itu lakukan. Mereka berdebat dan bertengkar dengan berbagai alasan kecil. Bahkan anak-anak sekalipun tidak akan mau berkelahi hanya karena hal-hal kecil yang mereka permasalahan selama ini. Mulai dari sabun mandi, menu makan malam, sampai tatapan mata mereka satu sama lain saja bisa menjadi alasan dimulainya perkelahian mereka.

“Sungmin-ssi, apakah mereka selalu seperti ini?”Tanya Minji yang masih tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun yang terus berteriak didepan kamar Sung Ah.

“Setiap waktu… Sangat aneh bukan?”

“Benarkah? Kalau begitu aku harus meminta maaf dulu pada nona Sung Ah karena tadi mengajak namjachingunya untuk berkencan.”Ucap Minji dan Sungmin pun menjadi terperangah seketika. Sung Ah dan Kyuhyun?! Dunia pasti sudah kiamat kalau hal itu terjadi.

“Apa? Namjachingu? Kenapa kau bisa mengatakan hal seperti itu? Bukankah kau sudah mendengarnya dengan jelas tadi? Tujuan Kyuhyun kemari adalah untuk membunuh Nona Sung Ah, jadi tidak mungkin kalau mereka mempunyai hubungan seperti itu.“

“Benarkah? Bukankah Nona Sung Ah memukul Kyuhyun tadi karena cemburu? Lagipula untuk apa dia membiarkan orang yang jelas-jelas mengatakan akan membunuhnya terus berada disampingnya?”Sungmin terdiam seketika, memang tidak sepenuhnya apa yang dikatakan oleh Minji itu salah, tapi dia juga tidak bisa memberikan penjelasan lain yang lebih logis dari pada itu untuk menyanggahnya.

“Lihat! Bahkan sekarang mereka bertengkar seperti pasangan saja. Iya, kan?”

“Hmm, sebenarnya aku juga tidak yakin dengan hal itu…”Ucap Sungmin dengan volume suara yang semakin memudar. Ia sendiri pun, yang hampir 24 jam selalu berada di dekat Sung Ah tidak mengerti dengan situasi yang terjadi. Mereka berdua sudah seperti musuh bebuyutan dengan pertengkaran yang tiada habisnya setiap hari, tapi Sungmin juga sesekali merasakan sesuatu yang berbeda dengan ucapan dan tatapan mereka satu sama lain saat sedang bersama.

***

Suara katak diluar sana bergetar dengan nyaring ditelingaku tapi itu tidak mengganggu sama sekali. Saat ini aku sedang terduduk didepan meja belajarku sambil bergulat dengan tugas yang diberikan oleh guruku tadi siang. Tidak membutuhkan waktu lama untukku menyelesaikan essay bahasa inggrisku ini. Saat aku membuka jendela kamar untuk merefresh otakku dengan udara malam yang berhembus sejuk diawal musim panas ini, aku melihat Kyuhyun sedang melakukan sesuatu di halaman.

Ia tertunduk-tunduk mengitari pinggiran kolam dan sesekali duduk berjongkok untuk beberapa waktu. Ditangannya aku melihat ada beberapa tangkai bunga dengan berbagai warna. Sepertinya dia sedang memetik bunga yang tengah mekar dihalaman.

“Untuk apa dia mengambil bunga itu? Apakah dia akan memberikannya pada seseorang?”Gumamku sambil berpangku tangan melihatnya dari kejauhan. Tidak beberapa lama kemudian akhirnya diapun berdiri tegak dan merenggangkan tulang punggungnya yang sepertinya cukup kelelahan akibat menunduk terus.

Hari ini udaranya berhembus dengan sejuk, aku pun bahkan sampai memejamkan kedua mataku untuk menikmati angin malam musim panas ini. Walaupun aku memang tidak suka dengan udara panas yang memancar pada siang hari, tapi aku sangat menyukai langit malamnya. Seperti malam ini, langitnya dipenuhi oleh bintang-bintang yang bersinar dengan sangat indah.

“Hei, buah persik.”Panggil seseorang yang langsung mengacaukan kekhidmatanku dalam menikmati suasana malam musim panas ini. Saat aku membuka kedua mataku aku melihat Kyuhyun sudah ada tepat didepanku dengan segenggam bunga yang dipetiknya tadi. Aku pun hanya menatapnya dengan heran. Apalagi maunya sekarang?

“Apa? Kau mau apa?”Tanyaku dengan nada yang cukup membentak karena aku memang masih sedikit kesal dengannya hari ini.

“Kenapa kau membentakku begitu?! Aku hanya ingin memberikanmu ini.”Ucapnya sambil menyodorkan beberapa tangkai bunga yang sedari tadi dipegangnya. Tentu saja itu membuatku sedikit terkejut dengan sikapnya ini. Sebenarnya apa yang Ia coba lakukan sekarang?

“Minji mengatakan agar aku minta maaf karena sudah membuatmu marah tadi. Walaupun aku tidak tahu apa salahku, tapi aku minta maaf…”Ucapnya tanpa menatapku sama sekali. Dia sangat lucu, apa dia sedang bertingkah malu-malu sekarang?

Seketika ada perasaan menggelitik didadaku yang membuatku tidak bisa berhenti tersenyum sama sekali. Ini pertama kalinya dalam hidupku aku mendapatkan bunga dari seseorang. Apalagi dia sudah berusaha mengambilnya sendiri tadi. Tanpa bisa menyembunyikan kebahagiaanku, seulas senyum pun lepas begitu saja tanpa bisa aku tahan.

“Gomaweo, bunganya cantik…”Ucapku setelah menerima bunga itu. Aku tahu, sekeras apapun aku mencoba untuk tidak terlihat senang saat bersamanya, aku tidak akan bisa melakukannya. Jadi untuk kali ini saja akan aku lepaskan senyumanku tanpa mencoba untuk menahannya sedikit pun. Aku tidak tahu kebahagiaan macam apa ini, tapi yang jelas aku menyukai perasaan yang sedang aku rasakan saat ini.

To Be Continued…

2 Comments (+add yours?)

  1. Vey
    Nov 14, 2016 @ 17:25:25

    Wahh..aku suka cerita ff ini..dr awal nungguin sampe lupa lg ceritanya..heheheh..ttp dilanjut y thor..jgn lama2..hehehehe

    Reply

  2. lieyabunda
    Nov 16, 2016 @ 03:43:14

    hehehe,,,, iblis dan manusia lagi jatuh cinta lucu juga…
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: