Love On That Day [5/?]

on

Love On That Day

Author   : Rizhan

Judul   : Love On That Day

Tag : Kyuhyun, Han Ryena, Na Young, Siwon

Genre   : romance,angst, married life

Rating   : PG-13

Length : chapter

“Kita tak pernah tahu, apa yang coba Tuhan berikan, ketika Dia menunda apa yang sebenarnya ingin kita segerakan.”

~Han Rye Na ~

***

 

 

Mungkin Tuhan sengaja menunda cinta itu hadir dalam hatimu,

tapi aku dengan segala kesabaranku, aku yakin aku mampu manunggumu…..

 

Fajar baru menyingsing, namun Rye Na tak dapat lagi menutup matanya. Kenyataan bahwa kini ada lelaki yang masih tertidur pulas di sampingnya, membuat rasa kantuknya lenyap sudah. Ada sesuatu yang lebih indah dari sekedar meneruskan kembali tidurnya. Sesuatu itu adalah objek matanya, wajah lelaki pujaannya. Rye Na tiada bosan, sekalipun sudah sedari tadi dia mengamati wajah itu. Dia bahkan sama sekali tak merubah posisinya, masih dengan satu lengan menopang kepalanya dan mata yang terus menatap objek di depannya,,rasanya seperti menatap wajah malaikat yang terjebak dalam tubuh seorang manusia. Lelaki itu tampak mempesona, sekalipun dengan mata terpejam. Rahangnya begitu tegas, bibirnya tebal tapi seksi. Rye Na tersenyum, saat sesekali suara dengkuran lelaki itu terdengar di telinganya.

Sadar bahwa Rye Na sudah begitu lama menatap wajah itu, dia memutuskan untuk beranjak meski dengan perasaan enggan. Banyak tugas menantinya hari ini, tentu saja tugas pertamanya sebagai seorang istri. Perasaan enggan itu berubah menjadi semangat, dengan bergegas Rye Na menuju ke dapur, menyiapkan makanan untuk sarapan mereka. Rye Na sempat bertemu dengan Han ahjumma dan mengatakan padanya bahwa masalah memasak biarlah menjadi tugas Rye Na saja. Han ahjumma hanya mengangguk tanpa membantah, mengerti akan kebahagiaan yang kini tengah meluapi majikannya itu. Selain memasak, Rye Na juga telah menyiapkan pakaian kerja untuk Kyuhyun. Sepanjang pagi itu Rye Na tak berhenti tersenyum, ternyata seindah ini menyiapkan kebutuhan orang yang engkau cintai. Semua itu tak luput dari perhatian Han ahjumma, selama menemani Rye Na, Han ahjumma tak pernah melihat Rye Na sebahagia itu. Saat tengah asyik-asyiknya menata makanan, perlahan terdengar suara derap langkah dari lantai atas.

             Itu pasti Kyuhyun. Aku ingin tahu setampan apa ia memakai kemeja putih pilihanku. Batin Rye Na. Dengan senyum merekah Rye Na membalikkan tubuhnya, namun dalam sekejap senyum itu perlahan menghilang. Kyuhyun tak memakai kemeja yang sengaja dia pilihkan. Han ahjumma menghamprinya, Rye Na tahu ahjumma sedang menghawatirkannya, namun dia hanya tersenyum, seolah mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Mengabaikan rasa kecewanya dia menghampiri Kyuhyun.

“sarapan dulu Kyu. “ ujarnya

Dengan enggan Kyuhyun mendudukkan dirinya. Kyuhyun sudah mengira dia akan mendapat amukan dari gadis itu, sebab ia tak memakai kemaja yang telah disiapkan Rye Na. Namun yang ia dapati kini, justru Rye Na yang terlihat tenang mengambilkannya makanan. Kyuhyun terus menatap Rye Na dengan heran. Tak berapa lama, tatapan mereka bertemu, Kyuhyun bisa melihat ada kecewa dalam mata gadis itu, namun alih-alih bibirnya justru tersenyum.

“ aku mengerti.” Ujarnya pelan

 

 

Kyuhyun berdiri dengan kedua tangan di saku celananya, menatap gemerlapnya malam di Seoul lewat jendela kantornya. Seoul tak pernah tidur, bangunan-bangunannya yang menjulang tinggi di sepanjang jalan dengan lampu yang selalu terang seakan membuktikan pepatah itu. Jam menunjukkan pukul sebelas malam, namun jalanan masih ramai baik oleh para pejalan kaki atau pengemudi kendaraan pribadi. Pekerjaannya sudah selesai sejak tadi, namun Kyuhyun seperti enggan untuk kembali pulang.   Kyuhyun sedang memikirkan hubungannya dengan Rye Na, tak terasa musim telah berganti, itu artinya sudah berbulan sejak pernikahannya dengan Rye Na. dia tak mengerti hubungan apa yang tengah dijalaninya kini, dia ingat saat pertama kali Rye NA kemeja kerjanya dan bagaimana Kyuhyun dengan teganya mengabaikan kemeja itu. Namun Rye Na tak pernah menyerah untuk selalu menyiapkan makanan dan pakaian kerjanya setiap pagi, dia memerankan lakonnya sebagai seorang istri dengan sangat baik. Namun yang membuat Kyuhyun resah justru ketulusanlah yang ia lihat lewat perhatian-perhatian kecil Rye Na padanya. Dan ia tak mampu berbuat apa-apa kecuali ikut memerankan lakonnya sebagai seorang suami, menerima setiap perhatian istrinya itu. Mereka benar-benar terlihat sebagai pasangan suami istri, tapi kenyataannya tak ada cinta di hatinya, dan setahunya tak ada pula cinta di hati Rye Na.

Drrrt…drrrt, suara handphone nya bergetar. Kyuhyun meraihnya cepat.

Kyu, apa kau akan melembur hari ini ? jangan lupa makan malam.

Pesan dari Rye Na, Kyuhyun mengerang pelan, lihat Rye Na benar-benar melakoni perannya dengan sangat baik bukan?

Aku dalam perjalanan pulang. Tak usah menungguku. Balasnya singkat.

……..,,,,,,,,,,,,,,

Rye Na hamper saja terlelap jika saja tak didengarnya suara pintu terbuka. Sepertinya Kyuhyun sudah sampai.

“ Kau sudah pulang kyu? Mau ku panaskan makanan atau mandi dahulu? “

Alih-alih menjawab, Kyuhyun justru mengatakan sesutau yang tak lagi ingin didengar Rye NA.

“ Tak usah menungguku, aku sudah mengatakannya kan? Kenapa kau tak pernah menuruti perkataanku ?”

Rye Na mengernyit heran, ada apa? Ia ingat Kyuhyun sempat seperti ini di awal pernikahan mereka dulu, tapi beberapa bulan ini Kyuhyun terlihat baik-baik saja dengan semua perhatiaanya. Tapi kenapa kali ini Kyuhyun kembali berulah?.

“ apa ada masalah di kantor ?” Tanya Rye Na perlahan.

“ masalah itu tidak ada di kantor Rye, masalah itu ada diantara kita. “ ujar Kyuhyun

“ apa maksudmu ? “ Tanya Rye Na tak mengerti

“ sampai kapan kau ingin bersandiwara sebagai istri yang baik dan sampai kapan aku harus ikut dalam permainan sandiwara ini ? “ Tanya Kyuhyun sarkatis.

Rasanya seperti ada ribuan jarum menembus jantungnya. Jadi selama ini, hanya sandiwara…Rye Na merasa bodoh saat berfikir bahwa Kyuhyun mulai bisa menerimanya. Dia mengharapkan hal yang hamper tidak mungkin.

“ aku tak tau dengan dirimu Kyu, tapi jika aku, aku tak pernah melakukan semua ini dengan sandiwara. “

 

 

Pria itu duduk sendirian di sisi sudut restoran, melihat padatnya jalan yang memenuhi pandangannya. Mendung itu makin pekat, padahal seingatnya pagi tadi panas mentari masih sud menyinari bumi Seoul. Jika bukan karena gadis itu, Siwon pasti sangat enggan untuk keluar dari apartemennya. Namun sayangnya, Siwon sudah terlalu rindu, meski tak berani untuk menemui dahulu adik iparnya itu. Jika Siwon tak ingat bahwa Rye Na adalah istri dari adiknya, sudah dari lama ia akan merebut gadis itu.

“ apa kau menunggu lama ?” gadis itu dating dengan dress mini sederhana. Tanpa sengaja mengacaukan lamunan Siwon.

“ ada apa? Kau ingin menceritakan perkembangan hubunganmu dengan Kyuhyun?” pertanyaan itu tepat sasaran, Siwon tak ada bedanya Kyuhyun. Mereka tak pernah berbasa basi. Dan Rye Na justru senang dengankenyataan itu, membuatnya tak perlu menjelaskan alasannya meminta bertemu Siwon.

“ yah,,,kau benar. Aku sempat mengira hubungan kami mulai membaik – Rye Na tersenyum sebelum melanjutkan perkataannya.- aku salah, semuanya hanya sandiwara.” Tandasnya

“ Kyuhyun bukan penyandiwara yang baik, asal kau tahu.”potong Siwon.

Rye Na menundukkan kepalanya, mungkin masalahnya bukan seberapa baik Kyuhyun bersandiwara, tapi seberapa banyak Rye Na berharap atas hubungan mereka, hingga tak menyadari sandiwara Kyuhyun. Ia terlalu buta karena harapannya sendiri. Dan tentu dia tak pernah sekalipun menyalahkan Kyuhyun atas semua ini. Setelah itu hanya ada Siwon yang selalu mengucapkan kata-kata semangat untuk menguatkan Rye Na. bukan!, bukan karena siwon mendukung hubungan mereka, dia hanya tak pernah bisa melihat gadis itu bersedih.

“ sepertinya aku harus pulang, hari sudah mulai sore.”

“ biar ku antar.” Tawar Siwon

“tak usah, aku…..”

“ aku tak menerima alasan.” Potong Siwon

Karena malas berdebat, akhirnya dengan terpaksa Rye Na menerima tawaran Siwon. Lagipula di luar sedang hujan dan kebetulan Rye Na tak berangkat bersama supir pribadinya tadi. Selama perjalanan hanya hening yang mengisi perjalanan mereka. Rye Na sibuk dengan pikirannya tentang Kyuhyun, dan Siwon terlalu menegrti bahwa gadis di sampingnya sedang tak ingin banyak berbicara.

“ aku harap kau tak memasang wajah itu di hadapan Kyuhyun.” Ucap Siwon sesampainya mereka di depan apartement.

“ tersenyumlah lah.” Lanjut siwon sambil mengacak pelan rambut Rye NA.

Gadis itu memaksakan diri tersenyum

“ terima kasih sudah mengantarku.”ucap Rye Na dengan tulus

“ bukan apa-apa, masuklah.” Ujar Siwon.

Rye Na baru akan membalikkan tubuhnya saar siwon kembali memanggil namanya. Rye Na kembali menghadapkan dirinya pada Siwon. Namun Siwon justru mengatakan Sesuatu yang tak dimengerti olehnya.

“aku akan memberitahumu, apakah Kyuhyun hanya bersandiwara selama ini atau tidak “

“ apa maksud……mu.” Rye na belum menyelesaikan perkatannya saat tiba-tiba Siwon menarik Rye Na dalam pelukannya. Gadis itu sama sekali tak mengerti mengapa Siwon tiba-tiba memluknya, Rye Na ingin meronta, namun suara Siwon menahannya.

“ kau akan segera tahu jawabannya Rye Na.” Rye Na belum sempat mencernanya, saat sebuah tangan tiba-tiba menarik dirinya, membuatnya terlepas dari pelukan Siwon.

“ Kyuhyun…………” saat melihat pria itu, Rye Na tahu, setelah ini semuanya takkan baik-baik saja.

TBC

 

 

 

Hai hai….apa kabar semuanya ? jadi aku mau minta maaf atas kesalalahan teknis yang terjadi di part 2….itu murni kesalahan aku, karna gak ngecek dulu file nya sebelum ku kirim ke email admin. Jadi ceritanya aku ada 2 file tentang chapter 2….niatnya aku mau nambahin adegan-adegan baru biar gak terlalu pendek….tp malah yg kekirim adalah file yg sama sekali belum aku edit. Jadi mohon maaf atas ketidaknyamanan yg timbul karena masalah ini.

Dan maaf juga jika post lanjutanya chapternya lama, aku mencoba merampungkan tulisan ini di sela-sela sibuknya perkuliahan…(sok sibuk). Iya serius, dosen lagi pada lomba-lomba ksih tugas mahasiswanya kayaknya…..tugas kuliah aku banyaaaaak bgt. Jadi aku harap kalian mau sabar menunggu. Jangan lupa coment kritik dan sarannya sangat aku butuhkan….

Bye bye….

Rizhan-

 

4 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Nov 19, 2016 @ 03:29:02

    siwon sepertinya mau ng test perasaan kyuhyun……

    Reply

  2. silver
    Nov 20, 2016 @ 18:48:39

    kyaa.. kyu nya marah ga ama ryena, gara2 d peluk siwon?

    ceritanya panjangin lg ya..
    semangat yaa

    Reply

  3. silver
    Nov 21, 2016 @ 12:07:43

    kyaa.. kyu nya bakal marah ga ama ryena gara2 di peluk siwon?

    thor, epepnya di panjangin lg ya..
    semangat!!

    Reply

  4. ddianshi
    Nov 25, 2016 @ 07:47:02

    wkwkwk si cho cemburu pasti hhi tidak mungkin kan kalo tidak cemburu kenapa harus menarik tangan rye na saat dipeluk sama siwon😀 so munafik sih jadi namja😉

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: