Paradise

m

.

IJaggys

.

I remembered the very first time I ever felt you.

.

.

.

Dia tidak pernah bisa menjawab apa definisi Paradise. Untuknya.

Paradise, beberapa orang mungkin mengartikannya sebagai sebuah surga—atau sesuatu yang sangat mereka cintai. Ribuan definisi memenuhi satu kata yang sederhana.

Phill Collins, menciptakan lagu ‘Another Day In Paradise’ dan menariknya sebagai arti hidup.

.

..Oh think twice, it’s another day for

You and me in paradise..

.

Jadi ketika semalam kekasihnya bertanya apa arti paradise untuknya, dia tidak bisa menemukan jawabannya.

“Morning, I made you coffee, Lee.” Suara familiar itu menggelitik indera pendengarannya, aroma Corporel memenuhi penciumannya. Sebuah sentuhan lembut menyentuh kedua matanya yang tertutup, seakan memaksanya untuk membukanya dan berhenti memikirkan arti kata itu.

“I know you’re awake,” kini bibir itu menyentuh bibirnya dengan perlahan, rasa espresso tertinggal disana. Dua hal yang begitu dia sukai di dunia ini, Han Cheonsa dan secangkir espresso. Seakan menggodanya untuk melakukan sesuatu hal yang lebih jauh dari ciuman di pagi hari.

Lee Donghae akhirnya membuka matanya, hanya untuk menemukan wanita dengan kelopak biru samudranya itu berada diatas tubuhnya—dengan senyuman yang menggodanya.

Dalam hitungan detik dia telah merubah posisinya, wanita itu kini berada di bawah tubuhnya. Satu tangannya menelusup ke dalam pakaian Cheonsa, dan dengan gerakan yang cukup lambat—dia membiarkan Han Cheonsa mencium bibirnya dengan lembut.

“My first mistake was thinking that I have any self control when it comes to you, Han.” Dia mengecup sudut bibir Cheonsa ketika wanita itu melepaskan ciuman mereka selama beberapa saat.

Mendengar kekasihnya mengatakan sesuatu yang membuatnya terlihat lemah dihadapannya adalah hal yang menyenangkan untuknya. Cheonsa membiarkan Donghae mengecup jari-jari lentiknya, membiarkan pria itu memujanya dengan dalam.

“Just admit it, you think I’m the best thing you ever had. It’s not that hard.” Ucap Cheonsa dengan senyuman penuh kemenangannya, lalu melepaskan pelukan Donghae dari tubuhnya, dan membiarkan pria itu sedikit mengumpat karena dia masih menginginkan Cheonsa di atas tempat tidur.

“Yes, if you comeback to bed with me.” Donghae memeluk tubuh Cheonsa dari belakang dan membenamkan wajahnya di pundak kekasihnya, yang tengah menghirup espresso dari cangkirnya. Oh, dia begitu menikmati saat-saat seperti ini.

“This is my morning time. I need to concentrate on my coffee.” Sekali lagi dia melepas pelukan Donghae dari tubuhnya, menaruh satu cangkir kopi di tangan kekasihnya agar pria itu tidak bisa memeluk atau menciumnya. Melihat Donghae begitu menginginkannya, tidak pernah membuatnya merasa bosan.

Pria itu akhirnya menyerah, dia membiarkan Cheonsa duduk disebuah sofa dan tak berapa lama dia sudah merangkul tubuh Cheonsa dengan satu tangan yang terbebas dari cangkir kopi.

Untuk beberapa saat mereka menikmati keheningan dalam hirupan espresso hangat di kedua tangan mereka.

“I watched the sunrise break through the night, and I remembered the very first time I ever felt you.”

Donghae masih mengingat ketika pertama kali dia bertemu dengan samudra itu. Dia tidak pernah mempercayai cinta pada pandangan pertama, tapi ketika melihat Han Cheonsa berdiri disana dengan tatapan tenangnya, dia tahu bahwa wanita itu akan menjadi bagian terpenting dalam kehidupannya.

“And if you asked me what’s my definition of paradise,” dia menarik nafasnya, kemudian meminum kopinya hingga habis lalu menjawabnya dengan tenang.

“This morning, with you, having coffee.”

Dan setelahnya dia bisa melihat samudra itu menatapnya dengan senyuman indahnya, sebelum mengecup bibirnya dengan lembut.

She’s definition of Lee Donghae’s paradise.

.

.

-fin-

.

.

This is scheduled fic, and while you’re reading this, I’m probably somewhere overseas, working. Anyway, to keep this blog alive I need your comment. So then, I know that people are still here.

 

Personal Blog: What’s The Story Morning

xo

IJaggys

1 Comment (+add yours?)

  1. V Wife
    Dec 11, 2016 @ 01:47:27

    Aga kesulita mengartikan kedalam bahasa indo, soalnya b.inggris aku merangkak min, tapi ceritanya bagus, pengetikannya juga rapih
    So fighting!
    Jagan menyerah untuk membuat cerita” yang lebih bagus lagi dan lagi.. Aamiin

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: