Love Is Bread [1/?]

bread

Author : Kim Ririon

Love Is Bread

Length : Twoshoot | Rating : PG13 | Genre : SAD,Romance,Little Comedy | Cast : Shin Taehya, Lee Donghae, Kim Jong In

***

 

Malam ini aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke taman dekat rumahku untuk menghilangkan rasa suntukku karena seharian ini hanya berdiam diri di rumah. Aku berjalan pelan di tepi danau sembari menendangi bebatuan. Tak lama terdengar suara seorang namja dari arah belakangku. “berhenti menendang batu-batu itu. Apa kau tak kasihan pada mereka?” tanyanya sambil tersenyum padaku.

‘kasihan pada batu? Konyol’ batinku merasa pertanyaan namja itu sangat tidak masuk akal. Untuk apa mengasihani batu.

“nuguseyo?” tanyaku heran karena namja itu entah datang darimana dan sejak kapan ada didekatku. Namja itu lagi-lagi tersenyum melihatku yang kebingungan. Benar-benar aneh namja ini. Sudahlah! Untuk apa mengurusi namja seperti dia.

Namun aku rasa dia terus mengikutiku ketika aku berlalu begitu saja meninggalkannya.

“YAA! Sebenarnya kau ini siapa?!” tanyaku sambil mempercepat langkah dan terus menghadap lurus ke depan. Aku mulai khawatir jika saja dia ini penguntit, perampok, penculik, haaah! Apalah itu. Yang jelas aku mulai meras takut sekarang. “YAA! BERHENTI MENGIKUTIKU!” aku berhenti berlari, berbalik, lalu membentaknya. Seketika namja itu terlonjak kaget karena hampir saja menabrakku.”yaa! bisakah kau bersabar sedikit? Jangan marah-marah agasshi!”

“kau yang sudah membuatku kesal AHJUSSI! ” bentakku lagi. “sudahlah. Berhenti mengikutiku. Aku ingin kembali ke rumah sekarang. Arraseoyo?!” namun sebelum aku pergi, namja itu lebih dulu menahan tanganku. “YAA! Jangan bila kau lupa agasshi. Tadi kau membeli roti di tokoku dan kau belum membayarnya. Itu kenapa aku terus mengikutimu. Ani! Tapi aku hanya ingin meminta bayaran darimu yang sedari tadi menikmati duniamu sendiri dengan terus berkhayal.”

FLASHBACK

Aigoo.. kenapa aku tiba-tiba jadi lapar seperti ini. Ckckck, padahal baru satu jam yang lalu aku makan malam. Eummm.. “ah! Ada toko roti di sana!” aku berlari-lari kecil menuju toko roti yang terletak di ujung jalan itu. CKRRING. Bel yang tergantung di pintu berbunyi ketika aku membukanya. “ahjussi, aku pesan roti cokelat 1 nde?” tak lama pesanan sudah siap dan dengan segera aku menghabiskan roti itu sambil menikmati suasana toko roti yang bergaya ala Eropa ini. Dan setelahnya tanpa memikirkan apa-apa lagi aku pergi untuk melanjutkan berjalan jalan.

“agasshi!”

“agasshi!”

“agasshi!”

FLASHBACK END

“ehehe.. jadi kau ahjussi yang ada di toko tadi nde?’ tanyaku malu-malu sambil berusaha melepaskan tanganku darinya. Dahiku berkerut saat tersadar akan sesuatu. “chankamanyo. Jika kau di sini, lalu siapa yang menjaga tokonya?”

“aku punya seorang karyawan. Jadi dia yang menjaga toko sekarang.”

“jinjjayo?” tanyaku polos. Haiish.. pertanyaan macam apa ini Shin Taehya.

“nde. Sekarang bayarlah rotimu!”

“euumm.. tapi kenapa ahjussi yang di toko tadi terlihat lebih tampan nde? Benarkah kau ahjussi penjaga toko tadi?” tanyaku lagi-lagi. Benar-benar pertanyaan tak penting.

“yaa! Sampai kapan kau akan bertanya tentang hal-hal yang tidak penting seperti itu eo? Cepat bayar! Aku sudah meninggalkan toko sangat lama karenamu” ujarnya ketus sambil menghadapkan telapak tangannya tepat di depan wajahku. “aigoo..aigoo..siapa juga yang menyuruhnya mengikutiku” gumamku sambil mencari uang di saku jaketku. Di saku atas tak ada. Kanan. Kiri. Di saku bawah. Di saku celana. OMO! Sepertinya aku tak membawa dompet. Aku munepuk dahiku sendiri saat teringat bahwa dompetku masih ada di atas kasur saat aku pergi tadi.

Namja itu memicingkan matanya. Sepertinya dia mengerti gelagatku. “agasshiii.. apa kau akan mengatakan jika kau tak punya uang?”

“ehehehe” cengirku “mianhaeyo. Tapi aku lupa membawa dompetku. Aku akan membayarnya, pasti! Tapi bolehkah aku membayarnya besok?”

“mwo?? Aku sudah mengikutimu sampai di sini dan aku kembali tanpa membawa apa-apa? ? maldo andwae! Lagipula tak ada yang dapat menjamin kau akan ke toko dan membayarnya besok.”

“yaa! Apa kau pikir aku ini gelandangan yang tak mempunyai uang??! Aku hanya lupa membawa dompetku. Aku pasti akan membayarnya besok. PASTI!” ujarku kesal. Benar-benar namja ini! Beraninya dia mencurigaiku. Untung saja aku yang salah karena aku lupa membawa dompet, jika tidak pasti aku sudah menghajar namja menyebalkan ini. “aku tak mengatakan kau terlihat seperti gelandangan. Hanya saja sulit mempercayai orang di jaman sekarang ini. Euuummm.. karena tak ada jalan lain, kalau begitu ponselmu saja yang jadi jaminannya.” Ujarnya enteng sambil melirik ke tangan kananku yang memegang ponsel.

“mwo??” aku segera menyembunyikan tangan kananku seakan-akan namja itu akan merebut ponselnya. “shireo! Ponsel ini bagaikan separuh hati bagiku!”

Namja itu tersenyum meremehkan seakan-akan perkataanku tadi sangatlah konyol. “yaa itu terserah kau saja. Pilih ponselmu menjadi jaminan atau menjadi PE.LA.YAN di tokoku.” Ujarnya menekankan pada kata ‘pelayan’.

“mwo? Kau meminta yeoja secantik diriku bekerja di toko kecilmu itu?”

“pilihan ada di tanganmu agasshi.” Ucapnya datar. Aigoo.. sepertinya aku tak punya pilihan lain. Oh ponsel.. aku rela jadi pelayan hanya untuk mempertahankanmu. “aaaaaaa..rraseoyo. daripada ponselku yang jadi jaminan lebih baik aku menjadi pe-pe-pelayan! Kau puas ahjussi??!”

Namja itu hanya tersenyum puas. “tapi aku hanya menjadi pelayan selama 1 hari kan? Tadi kan aku hanya makan 1 roti.”

“itu terserah kau. Jika kau suka menjadi pelayan di tokoku, kau boleh menjadi pekerja tetap.” Ck! Siapa juga yang ingin menjadi pelayan untuknya. 1 hari saja menjadi pelayannya juga aku tak pernah bermimpi.

“kalau begitu aku tunggu kau besok pagi. See you nona PELAYAN” ujarnya sambil mengacak rambutku lalu pergi begitu saja.

‘yaa! Beraninya namja itu! Memangya dia pikir dia itu siapa eo??!’ batinku.

KEESOKAN HARINYA

Pagi ini aku datang ke toko roti untuk membayar hutangku kemarin.

“ohooo.. ternyata kau datang juga agasshi. Aku kira kau tak akan datang dan lari dari hutangmu.”ucapnya seketika saat aku datang. Ya Tuhan.. berilah aku kesabaran dalam menghadapi namja ini. Apa namja ini benar-benar berpikir aku adalah yeoja yang buruk??! Benar-benar membuatku kesal! “aku ini bukan anak kecil yang seenaknya saja lari dari masalah. ARRASEOYO?!” jawabku ketus.

“hm, arraseoyo.” Jawabnya dengan malas.” sekarang kerjakanlah tugasmu NONA PELAYAN” ujarnya lagi sambil senyum meremehkan dan pergi. “NDE AHJUSSI” ucapke tak kalah keras membuatnya berbalik kembali ke tempatku berdiri. “tadi kau bilang apa? coba ulangi sekali lagi! aku ingin mendengarnya” tanyanya sambil mendekatkan telinga ke arahku. Tanpa menjawabnya aku pergi untuk memulai pekerjaanku sebelum masalahku dengannya menjadi panjang.

#Korea at 07:00 PM

“huuuft..akhirnya selesai juga pekerjaanku. Ternyata sangat melelahkan” ketika sedang melemaskan tubuhku, tiba-tiba secangkir kopi muncul di depan wajahku. Ternyata ahjussi itu yang memberikannya. Aku hanya diam dan menatapnya bingung. Ahjussi itu menyodorkannya lebih dekat ke wajahku sehinnga aku menerimanya begitu saja. “go..mapsemnida?”

“Kulihat hari ini kau sangat lelah karena bekerja di tokoku. Jadi aku buatkan kopi ini, yaaaa.. sedikit untuk meringankan bebanmu dan hitung-hitung sebagai gajimu karena sebenarnya kau tidak harus 1 hari penuh menjadi pelayan disini karena kau tidak berhutang banyak” jelasnya panjang lebar.

“ahhh.. gwaenchanayo. aku juga senang kok bisa membantumu hari ini.” Ucapku tulus. “oh ya sepertniya ini sudah terlalu malam. Aku harus segera pulang sebelu appaku pulang.” Pamitku sambil mengembalikan vcangkir kepadanya lalu beranjak pergi.

“annyeong..”

At kamar

YAA! Kenapa kau Shin Taehya?? Kenapa sedari tadi kau memikirkan ahjussi ‘toko roti’ itu terus. Kenapa kau membayangkan wajahnya. Geumanhae geumanhae. “eummm.. tapi sepertinya aku dan ahjussi itu belum saling berkenalan sejak bertemu“ gumamku sambil berpikir.

“akkh biarlah! Daripada memikirkan namja menyebalkan itu lebih baik aku tidur sekarang. Besok pagi kan aku akan bertemu dengan oppa.”

(jaljayoo Taehya #AUTHOR ganggu aja deseggg)

At Kyung Hee University

“apa kau melihat Kim Jong In?” tanyaku pada seorang mahasiswa yang kebetulan aku temui di taman kampus ini.

“Aniyo” jawabnya singkat. “geurau. Gomapsemnida.”

Aku melanjutka untuk mencarinya dengan berkeliling taman. Huh! Kemana sebenarnya dia si?? Tak biasanya jam segini tak ada di taman.

Aku memicingkan mata saat sepertinya ada seseorang yang aku kenal. ‘sepertinya itu Kyungsoo opaa. Pasti dia tau dimana uri oppa berada.’ Batinku sambil menghampiri namja bermata bulat yang sedang duduk santai di bawah pohon rindang itu. “Oppa! apa kau melihat oppaku ?? apa kau tadi bersamanya?” tanyaku tak sabaran.

PLETAK. Sebuah jitkan mendarat denagn manis di kepalaku. “YAA! Bukannya menjawab, kenapa oppa justru menjitakku??“ tanyaku sambil mememgangi kepalaku yang lumayan sakit. Jika saja dia buka sunbae dan sahabatku dari oppaku, pasti aku sudah membalasnya. “itu hukuman untukmu yang datang-datang bukannya memberi salam kepada yang lebih tua justru bertanya dengan tidak sabaran seperti itu!” omelnya.

“ehehe..mianhae. tapi apa oppa tahu dimana oppaku?” tanyaku lagi.

“molla!” jawabnya ketus.

“ahhh oppaaaaa.. oppa pasti tahu dimana Jong In oppa berada. Iya kan ?? ppali malhaebwa!” rengekku layaknya anak kecil yang sedang meminta permen pada ibunya.

“sudah ku bilang aku tidak tahu artinya ya tidak tahu. Arra?” tegasnya.

“ahhhh aku tahu kalau oppa pasti berbohong. ayolah oppa.. cepat katakan padaku dimana Jongin oppa berada. Jeballll” rengekku lagi sambil mengguncangkan tangannya. (buat sahabat Author Mianhae aku pegang-pegang tangannya kyungsoo oppa #PLAXXX)

“aigoo.. benar-benar anak ini! arra, arraseo. Saat bersamaku tadi dia bilang akan ke ruang latihan sebentar. Tapi sekarang aku tak tahu dia ada dimana. Kau puas??” aku pun tersenyum menang dan segera melepaskan tangannya.

“keurokuna. Gomapta oppa!” dengan berlari-lari kecil aku segera untuk menemui Jongin oppa. “dasar bocah! Jika merindukan oppanya pasti menjadi seperti itu. Ckckck, cinta memang tak bisa dipahami. Kkkkkk.”

“Laaa.. Laaa.. Laaa..” sambil terus berlari-lari aku bersenandung.karena aku senang membayangkan akan bertemu oppaku. Tak lama aku sampai di ruang latihan yang Kyungsoo oppa maksud. Ruang latihan dance. Pelan-pelan aku memutar knop pintu. Namun sebelum pintu sepenuhnya terbuka..

“OPPA! OP-“ ucapku terhenti, aku tak bisa bersuara lagi melihat pemandangan yang ada dihadapanku saat ini.

“o-oppa??”

 

-To Be Continued-

 

Note : Annyeong chingu …. Aku dateng lagi nih dengan FF yg menurutku fakta bgt, and Mungkin FF ini masih banyak kekurangan bahkan cenderung membosankan. Untuk itu mohon bimbingannya. [Don’t haku don’t Copast] udah deh tanpa lama-lama lagi

Sorry for typo

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: