The Day We Felt The Distance [1/?]

g

 The Day We Felt The Distance

Author: Putri Fairuz

Cast: Cho Kyuhyun || Park Sungrin OC

Genre: Romance and sad

Rating: T

Length: Chapter

***

Seorang pria dengan tinggi semampai dan dibalut dengan kaos putih bercardigan cream berjalan menuju pintu exit di sebuah bandara Incheon. Ia menarik koper hitamnya dengan perasaan senang tak terduga. Sudah belasan tahun ia meninggalkan negara nya sendiri, demi menimba ilmu di negara orang lain. Senyum merekah dibibirnya tak pernah pudar. Ia terus membayangkan kampung halamannya di Busan, dan berencana ingin pergi kepantai yang tak jauh dari pemukiman kedua orang tuanya.

Ia berhenti sejenak. Melihat kerumunan orang-orang yang berlalu lalang. Hari masih pagi, tapi orang-orang sudah berdatangan di bandara. Entah ingin pergi keluar kota, atau keluar negeri, atau pun menjemput sanak keluarganya. Ia terus tersenyum, membiarkan dirinya berdiri ditengah tengah pusat bandara. Matanya tertuju kedepan, melihat masa depannya yang akan terukir di negaranya sendiri.

‘Cho Kyuhyun, akhirnya, kau bisa kembali ke negaramu ini.’ Itulah gumaman terakhirnya sampai akhirnya ia pergi angkat kaki dari bandara.

***

Kyuhyun menampakkan kaki pada hamparan pasir putih. Angin berhembus kencang, menerpa wajah Kyuhyun dan mengibaskan rambut coklatnya. Ia menatap laut dipantai Busan. Laut biru, pasir pantai nan putih, begitu bersih dan asri. Kyuhyun memejamkan matanya, menikmati angin sejuk yang menerpa wajahnya. Hatinya begitu damai saat ini.

Kyuhyun membuka matanya perlahan, melihat ombak kecil yang bergelombang di laut sana. Ia menoleh kan kepala kesebelah kanan, ia terpaku pada objek yang sedang ia lihat saat ini. Objek yang begitu indah dimatanya, membuat hatinya yang tenang menjadi lebih tenang lagi. Seorang gadis dengan dress motif bunga selutut dan cardigan kuning adalah objek yang sedang Kyuhyun lihat saat ini. Gadis itu merentangkan kedua tangannya, membiarkan angis sejuk itu menyelimuti dirinya. Ia menutup matanya dan membiarkan angin itu mengibas poni nya. Entah kenapa, Kyuhyun sangat tenang melihat gadis itu dikejauhan sana. Ia terus memandangi gadis itu tanpa berkedip. Dan akhirnya, ia mengeluarkan ponselnya untuk mengambil gambar gadis itu. Ia melihat hasil gambarnya, lalu tersenyum. Walaupun wajah gadis itu hanya terlihat separuh wajah, tapi Kyuhyun senang telah mendapatkan fotonya. Ia memandangi gadis itu lagi, lalu mencari nomer di kontaknya untuk menghubungi temannya.

“Bisakah kau cari Teddy Bear-ku? Aku sangat ingin bertemu dengannya.” Setelah itu, Kyuhyun menutup panggilannya dan terus memandangi gadis itu.

***

“Annyeong Haseyo Seonsaengnim-deul!” seru Lee Seonsaengim, guru bahasa korea di sekolah Busan Senior High School (BSHS). “Mari berkumpul semua!” Lee Seonsaengnim memerintah guru-guru yang sedang bercakap cakap di ruang guru. Perawakannya yang pendek dengan perut tambun, membuat guru yang satu ini dijuluki badut oleh guru-guru yang lain. Ia menarik seorang lelaki tampan di hadapan dewan guru yang telah berkumpul, sesuai dengan perintahnya. “Kita kedatangan Guru BK baru menggantikan Kim Shinyeong Sonsaengnim. Perkenalkan, Cho Kyuhyun Seonsaengnim!”

“Annyeong Haseyo!” Kyuhyun membungkuk kepada guru-guru yang sedang memberikan tepuk tangan kepadanya. Ia merasakan aura kekeluargaan yang sangat kental diruangan ini.

“Dia adalah anak dari Kepala Sekolah kita. Dia baru saja datang dari Jepang setelah S2 nya selesai.” Jelas Lee Seonsaengnim.

“Cho Seonsaengnim? Berapa umurmu?” tanya Kim Seonsaengnim, wanita yang tengah berbadan dua.

“27 tahun.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum.

“Wah, Cho Seonsaengnim sangat cocok dengan Park Seonsaengim. Sama-sama berumur 27 tahun!” wanita itu tersenyum sambil memandang Kyuhyun dan Park Seonsaengnim secara bergantian.

Kyuhyun ikut tersenyum sambil melihat Park Seonsaengnim yang berdiri disamping Kim Soensaengnim. Gadis yang cantik menurut Kyuhyun. Rambutnya disanggul, poni tipis menutupi keningnya, dan memiliki warna kulit yang putih pucat. Ia melihat gadis itu tersenyum malu sambil menghadap Kim Soensaengnim. Apa hanya Kyuhyun yang berpikir bahwa Park Seonsaengnim seperti mayat hidup? Wajah Park Seonsaengnim begitu pucat, sampai-sampai warna bibirnya hampir sama dengan kulit wajahnya. Ia tak memoleskan lipstic ataupun lipgloss di bibirnya, tidak seperti kebanyakan guru disini. Matanya begitu layu dan sayu. Tapi dibalik kesayuannya, ia mempunyai tatapan yang menenangkan saat ia menatap orang lain ataupun sekadar berbicara dengan lawan bicaranya.

“Oke baiklah, sudah cukup berbincang-bincangnya! Sekarang, perlakukan Cho Seonsaengnim dengan baik, karena dia adalah keluarga baru kita! Sekarang, kembali ketempat masing-masing karena bel masuk akan segera berbunyi!” Lee Seonsaengnim menepuk kedua tangannya diatas udara, mengisyaratkan kepada guru-guru untuk bersiap-siap memasuki kelas. “Oh iya, Park Seonsaengnim? Apa anda bisa mengantar Cho Seonsaengnim untuk melihat sekolah ini? Kau tidak ada kelas dijam pertama kan?” merasa terpanggil, Park Seonsaengnim yang hendak pergi menuju mejanya harus berbalik badan lagi karena Lee Seonsaengnim memanggilnya.

“Ah, ne. Aku memang tidak ada kelas di jam pertama. Baiklah, aku akan mengantar Cho Seonsaengnim untuk mengelilingi sekolahan ini.”

“Baiklah, kuserahkan tugas ini padamu. Aku pecaya padamu!” Lee Seonsaengnim menunjukkan senyumnya setelah itu ia pergi menuju mejanya.

Kedua guru yang ditinggalkan hanya bisa melihat punggung Lee Seonsaenim yang semakin menjauh. Dan saat itu, kedua pasang mata bertemu, lalu mengukir senyum terindah mereka. Kyuhyun meghampiri Park Seonsaengnim yang berada dua langkah didepannya, sambil terus memandangnya, sama seperti sebaliknya. Saat mereka sudah berdampingan, Kyuhyun mengisyaratkan Park Seonsaengnim untuk jalan terlebih dahulu, lalu disusul olehnya.

***

“Emm… Park Seonsaengnim? Bisakah kau beritahu nama lengkapmu?” tanya Kyuhyun ragu.

“Nama ku, Park Sungrin.” Sungrin tersenyum memandangi Kyuhyun. Membuat Kyuhyun malu dan membuat nya menundukan kepala, karena pipinya yang berubah menjadi warna tomat. Ia benar-benar salah tingkah saat melihat bidadari disampinya tersenyum padanya.

“Ah, Park Sungrin? Nama yang cantik!” Kyuhyun memandang Sungrin dan membalas senyuman wanita tersebut. ‘Sama seperti wajahnya, begitu cantik!’ umpatnya dalam hati, sambil terus memandang guru cantik disampingnya. “Sudah berapa lama kau mengabdi pada sekolah ini?”

“Emm baru 3 tahun.” Kyuhyun mengangguk, menanggapi jawaban yang terlontar dari bibir Sungrin.

Tiba-tiba suara gaduh bergemuruh di lantai 3 tepatnya kelas para murid senior yang akan lulus dari sekolah beberapa bulan lagi. Para siswi dari beberapa kelas berhamburan mengerubungi 2 orang guru yang sedang mengelilingi sekolahan.

“Seonsaengnim! Siapakah guru baru ini? Dia mengajar apa? Siapa namanya?” seorang siswi bergelayut manja di tangan kanan Sungrin.

“Ah dia, guru baru disini. Namanya Cho Kyuhyun, anak dari kepala sekolah kita. Dia menjadi guru BK disini.” Ucap Sungrin tersenyum pada anak didiknya.

“Guru BK? Benarkah? Wahh aku bisa curhat setiap hari dengannya!” siswi itu mengeluarkan puppy eyesnya. Membuat Sungrin tertawa kecil melihatnya.

“Hei, curhatlah yang sepentingnya. Kau jangan mengganggu pekerjaanya!” tutur Sungrin menasihati Siswinya yang terlihat kekanakan. Kyuhyun hanya bisa memandang Sungrin kagum, karena dia menjadi sosok guru yang baik untuk siswa siswinya.

“Arraseoyo! Tapi saem, kapan lagi ada guru lelaki muda yang datang di sekolah ini? Saem taukan guru-guru disini sudah hampir kepala 4!” siswi itu bebisik pada Sungrin. “Biar kutebak, pasti Cho Seonsaengnim dan Park Seonsaengnim seumuran!”

“Ya, Cho Seonsaengnim memang seumuran denganku!”

“Wahh berarti Park Seonsaengnim jodoh dong dengan Cho Seonsaengnim?!” kata-kata itu sukses membuat mata kedua guru tersebut membulat. Mereka tercengang mendengar penuturan siswi itu. Suara riuh langsung terdengar di koridor lantai 3. Mereka semua meneriaki kata ‘Cieeee’ untuk pasangan guru cantik dan tampan tersebut. Membuat rona merah terlihat di kedua pipi mereka. Mereka tak berniat untuk memandang satu sama lain, karena mereka sudah terlalu malu saat ini.

“Kamu itu ngomong apa sih?” Sungrin menepis perkataan siswi tersebut.

“Loh memang kenapa? Daripada saem terus di goda oleh murid lelaki. Lebih baik kalian berdua meresmikan hubungan kalian. Lalu segera menikah. Aku yakin para murid lelaki tidak ada yang mengganggumu lagi, Saem.” Siswi itu menunjukkan perhatiannya pada Seonsaengnim yang paling ia sayangi. Ya, memang setiap hari, setiap Sungrin berjalan melewati para siswa lelaki, pasti ada saja kata-kata rayuan untuk Sungrin. Bahkan ada juga yang memberi hadiah untuknya.

“Sudah sana kau kembali ke kelas! Saem ingin mengantar Cho Seonsaengnim untuk melihat sekolah ini lagi!”

“Apa Saem mau kelantai 4?” Sungrin mengangguk. “Lebih baik, jangan, Saem! Karena gerombolan siswa laki-laki dari kelas XII3 sedang berada di luar kelas.”

“Tidak apa-apa! Cho Seonsaenim harus liat ruang ekstrakulikuler kita.” Sungrin meninggalkan senyuman hangat sambil menepuk pundak siswi nya itu. Ia lalu pergi dari tempat itu.

Ya, memang benar, apa yang dibicarakan siswi tadi. Saat Sungrin menampakkan wajahnya di hadapan mereka, segerombolah siswa kurang lebih 8 orang langsung merapihkan seragamnya dan juga rambutnya. Bersiap dengan kata-kata maut mereka yang selalu membuat Sungrin tertawa mendengarnya.

“Oh Seonsaengnim! Kau begitu cantik hari ini! Kau bagaikan bidadari surga!”

“Seonsaengnim! Menikahlah denganku, Seonsaengnim. Akan kubelikan istana yang megah untuk tempat tinggal kita berdua!”

“Park Seonsaengnim adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling indah didunia ini. Bahkan pantai terindah di Busan pun kalah indahnya dengan kecantikan yang terpancar di wajah Park Seonsaengnim.”

Sungrin tertawa melihat beberapa siswa nya itu, mengucapkan kata-kata romantis sedangkan mereka sudah memiliki kekasih. “Kalian ini apa-apaan sih?” Sungrin masih terus tertawa melihat tingkah laku sekumpulan lelaki itu. “Tapi, Saem sangat berterimakasih pada kalian. Karena, Saem sangat terhibur dengan tingkah laku kalian. Dan itu membuat Saem sangat bahagia!”

“Oh Seonsaengnim! Pujianmu itu akan kusimpan didalam benak hatiku yang paling dalam. Akan ku kunci pintu hatiku rapat-rapat agar kata-katamu tak keluar dari penjara hatiku!” ucap Siswa laki-laki bertubuh kurus sambil terus memegangi dadanya.

“Oh iya, kenalkan, ini Cho Kyuhyun Seonsaengnim, Guru BK baru disini!” Kyuhyun otomatis langsung membungkukan badannya dihadapan siswa laki-laki tersebut, dan disambut baik oleh mereka.

“Cho Seonsaeng, bisakah kau agak menjauh dari guru cantik kami?” ucap siswa bertubuh besar dengan ekspresi datarnya.

Kyuhyun menutup bibirnya menahan tawa yang hendak keluar. “Baiklah.” Kyuhyun menuruti ucapan si pria besar itu.

“Hei biarkan saja mereka berdekatan. Kau tak kasian melihat bidadari kita terus melajang? Bidadari kita sudah berumur 27 tahun. Dia seharusnya sudah menikah sekarang!” siswa bertubuh kurus itu merangkul siswa bertubuh besar sambil berbisik. Walaupun mereka berbisik, kedua guru yang mereka bicarakan masih bisa mendengarnya. Akibatnya, kedua guru tersebut saling berpandangan dan tertawa kecil.

“Cho Seonsaeng! Bisakah Saem menjaga bidadari kita? Kita sangat menyayanginya. Bukan kita saja, tapi seluruh murid yang ada di sekolah ini menyayangi Park Seonsaengnim.” Ujar siswa bertubuh besar itu dengan religius.

Kyuhyun mendekatkan diri dengan Sungrin lalu merangkulnya, “Siap! Saem akan menjaga bidadari kalian. Tak akan kubiarkan satu goresan kecil muncul dipermukaan kulitnya.” Kyuhyun tersenyum pada segerombolan siswa yang menatapnya datar. Lalu ia menoleh kesamping, ia tersadar bahwa Sungrin sedang menatapnya. Ini membuatnya salah tingkah dan melepas rangkulannya, “Jesosseonghamnida!” Kyuhyun membungkuk meminta maaf, tapi sebenarnya Sungrin tersenyum melihat orang yang baru ia kenal tapi ia sudah merasa nyaman berada didekatnya.

“Seonsaegnim mau pergi ke lantai ini? Silahkan kalau mau lewat!” segerombolan siswa laki-laki itu pun segera memberi jalan. Tapi ada sedikit kendala, karena ada salah satu siswa bertubuh pendek dengan kacamata kudanya menghampiri Sungrin sambil berlutut dan menyerahkan sebuket bunga padanya.

“Seonsaengnim, jaga dirimu baik-baik. Kita semua percaya pada Cho Seonsaengnim untuk mengantikan kami, untuk melindungimu dan menjagamu.” Sungrin mengambil buket bunga tersebut lalu mencium aroma segar dari bunga itu.

“Yakk minggir! Kau menghalangin jalan bidadari sekolah ini!” siswa bebadan kurus menarik pundak siswa pendek itu dan segera menepi. Lalu Sungrin melangkahkan kaki nya.

“Seonsaengnim?” Kyuhyun memegang tangan kiri Sungrin untuk menghentikan langkahnya. Sumgrin menoleh pada Kyuhyun. “Bisakah kita istirahat sebentar? Aku ingin pergi ketaman sekolah ini.” Hening sejenak. Tapi akhirnya Sungrin mengangguk menyetujui. Mereka pun berjalan berdampingan. Sungrin membiarkan Kyuhyun terus menggenggam tangannya. Karena genggaman tangan Kyuhyun memancarkan sebuah kehangatan. Membuat hati Sungrin tenang dan damai. Desiran darah didalam tubuhnya bergerak seperi aliran sungai yang tenang menghanyutkan. Mereka berdua terus mengumbar senyum. Dan didalam hati Kyuhyun, ia begitu senang karena genggaman tangannya sama sekali tak di gubris oleh Sungrin. Membuat pacuan jantungnya berdetak lebih kencang dibanding sebelumnya.

***

“Ahh Seonsaengnim! Muridmu itu sangat lucu sekali, ya!” ucap Kyuhyun sambil merenggangkan otot-ototnya. Mereka berdua sedang duduk dibangku taman, dibawah pohon apel yang besar.

“Ya, mereka memang lucu, dan mereka sangat menyayangiku!” Sungrin mengangguk sambil menoleh ke arah Kyuhyun.

“Kau sangat populer disekolah ini!”

“Kau juga akan populer sama seperti ku!”

“Bisakah kita berbicara non formal?” Kyuhyun membenarkan posisi duduknya senyaman mungkin.

Sungrin terlihat berfikir sebelum mengambil keputusan, “Bagaimana kalau aku memanggilmu Kyuhyun-ssi? Itu jauh lebih baik dibanding Cho Seonsaengnim.” Penuturan tersebut sukses membuat Kyuhyun menunduk sedih. Jawaban itu tak sesuai dengan harapannya. “Aku akan memanggilmu Cho Seonsaengnim saat bersama dengan guru-guru lain. Dan aku akan memanggilmu Kyuhyun-ssi saat kita berdua seperti ini. Bagaimana?”

Kyuhyun menarik nafasnya panjang, ia seperti sedang ditolak cinta oleh perempuan yang teramat ia sayangi. “Baiklah.” Mau tidak mau, Kyuhyun harus turuti. ‘Ya, lebih baik Kyuhyun-ssi dibanding Cho Seonsaengnim!’ Kyuhyun mencoba untuk memahami Sungrin. Ini adalah awal pertemuan mereka, tapi dengan secepat itu Kyuhyun memintanya untuk berbicara non formal.

“Kita kembali ke ruang guru yuk! Aku juga harus mulai bekerja sekarang.” Sungrin memandang Kyuhyun lalu mengangguk. “Sini bunganya biar aku yang pegang!” dan Sungrin pun menerima tawaran tersebut.

Mereka bangkit dari duduknya. Kyuhyun mengadahkan kepalanya, melihat beberapa buah apel yang bergelantungan diatas pohon. “Kau mau apel? Biar kupetik untukmu!” Kyuhyun mulai memetik 2 buah apel untuk dirinya dan Sungrin.

Kyuhyun menyerahkan apel yang tadi ia petik. Tapi entah kenapa tangan kanan Sungrin merasa keram dan tak bisa bergerak. Terlihat lah wajah panik Sungrin dan wajah bingung Kyuhyun.

“Kau tidak apa-apa, Sungrin-ssi?” tanya Kyuhyun memandang wajah menunduk Sungrin.

Sungrin berusaha memperlihatkan wajah manisnya pada Kyuhyun, “Tangan kanan ku keram, bolehkah aku mengambilnya dengan tangan kiri?”

Kyuhyun dengan sigap menaruh bunga dan 2 buah apel itu ke bangku yang sebelumnya mereka duduki. Ia meraih tangan Sungrin dan memijatnya. “Tak baik mengambil sesuatu dengan tangan kiri!” Kyuhyun masih terus memijat telapak tangan Sungrin yang keram. Sungrin begitu takjub melihat Kyuhyun saat ini.

Pijatannya begitu lembut walaupun ia tak bisa merasakannya. Detak jantungnya berdetak kencang sekali, ia takut Kyuhyun dapat mendengarnya. Ia terus menatap Kyuhyun yang telaten memijatnya. Air matanya ingin sekali keluar dari sudut matanya, tapi ia menahannya. Ia tak ingin Kyuhyun merasakan air mata yang jatuh dari sudut matanya. Ia tak ingin kehilangan moment berharga yang baru ia rasakan saat ini. Ia merindukan saat seperti ini, entah sudah beberapa tahun lamanya ia tak merasakannya.

Kyuhyun menghentikkan aktifitasnya yang ia rasa sudah selesai. Ia bisa meyakini tangan kanan Sungrin sudah tidak keram lagi. Ia menoleh menatap manik mata Sungrin yang terus menatap dirinya. Ia melihat setitik air mata muncul di sudut mata kirnya.”Kau kenapa?” Kyuhyun mencoba menghapus air mata itu tapi ditepis oleh Sungrin.

“Aku tidak apa-apa, Kyuhyun-ssi!” Sungrin menghapus air matanya yang tak bisa ia tahan.

“Bagaimana tanganmu? Apa sudah bisa digerakan?” setelah mendengar pertanyaan itu, Sungrin segera mencoba menggerakkan tangannya perlahan. Setelah melihat hasilnya, Sungrin mengangguk bahagia, tak percaya dengan kemampuan guru baru tersebut. “Sekarang, kau pegang apelnya, lalu kita pergi keruang guru!”

Sungrin menerima apel merah tersebut lalu melihat buah itu sejenak. Tiba-tiba, buah itu jatuh begitu saja dari tangannya. Membuat keduan insan itu tercengang, terutama Kyuhyun yang sangat terkejut. Bagaimana bisa buah apel jatuh begitu saja saat digenggam begitu kuat?

Kyuhyun langsung mengambil buah apel merah yang terjatuh di rerumputan hijau. Mengambilnya dan membersihkannya. “Lebih baik kita berjalan sambil bergandengan tangan. Itu jauh lebih baik sekarang!” tanpa aba-aba, Kyuhyun segera mengamit tangan Sungrin dan berjalan meninggalkan taman indah itu.

Apakah ini jalan hidupku sekarang? Ini jadi semakin sulit ya tuhan! Bagaimana dengan kedepannya? Apakah aku masih kuat menjalaninya?

 

-TOBECONTINUED-

 

A/N: Author cuma mau bilang, FF ini sudah pernah di publish di akun wattpat pribadi. Silahkan cek @putrifairuz1 untuk melihat FF ini atau karya author yang lain. TerimakasihJ

3 Comments (+add yours?)

  1. kyura2 ninja
    Nov 30, 2016 @ 12:31:08

    habis ulangan kimia butuh pendingin otak sambil bayangin punya guru kaya kyuhyun (berkhayal disiang bolong)😀

    Reply

  2. Hwang Risma
    Nov 30, 2016 @ 17:34:13

    Apa mungkin park sungrin punya penyakit?

    Reply

  3. lieyabunda
    Dec 02, 2016 @ 03:26:06

    sungrin sepertinya sakit,,,,
    seru
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: