[Serendipity] Fate?

j

Author: ilana hawa

Judul: [Serendipity] Fate?

Cast: Han Jihyun | Cho Kyuhyun

Genre: Fluff

***

Jihyun asyik memainkan ponselnya di ruang tunggu salah satu bandara di Korea. Gadis itu tampak santai dan tak menghiraukan beberapa pasang mata pria yang terus saja memperhatikannya sejak tadi. Jihyun tengah menunggu jam keberangkatannya menuju Los Angeles untuk menemui kedua orang tuanya yang sudah berada disana lebih dulu.

Han Jihyun sibuk bermain game yang entah sejak kapan membuatnya keranjingan. Namun sesekali gadis itu juga mencoba menghubungi nomor Donghae yang tak kunjung aktif. Tak tahu karena alasan apa, Donghae seperti menghilang di telan bumi. Sudah terhitung seminggu mereka tak ada komunikasi sama sekali. Dan Jihyun tak memiliki satu pikiran buruk pun terhadap pria itu.

Ia selalu berpikir, kekasihnya mungkin tengah sibuk melakukan sesuatu yang tidak bisa ia ganggu. Karena dengan berpikiran seperti itu, Jihyun tidak akan merasa ia telah di campakan oleh Donghae. Gadis itu berdecak kesal melihat layar ponselnya menampilkan nama ‘Ibu’

“Ada apa Bu?”

“Hanya ingin memberitahumu, putra Tn. Park akan menjemputmu setibanya kau di bandara Los Angeles dan…”

Jihyun memutus sambungan telepon bahkan sebelum sang ibu menyelesaikan ucapannya. Lagipula ia tidak ingin mendengar kelanjutan kalimat ibunya yang pasti akan menyinggung tentang Park Taejoon. Mungkin terkesan tidak sopan, tapi itu akan terlihat wajar untuk dirinya yang memang tengah kesal dengan kedua orang tuanya.

“Park Taejoon? Pria yang pasti mata keranjang itu. Aku bahkan sudah bergidik kesal sebelum melihatnya.” Gerutu Jihyun sembari berdecak dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

Park Taejoon, putra dari Park Seung Hoon. Salah satu kolega bisnis sang ayah. Selain karena kerja sama bisnis dengan salah satu perusahaan Tn. Park di LA, alasan Jihyun ‘terbang’ ke salah satu kota di Amerika itu juga untuk melangsungkan acara pertunangan dirinya dengan Taejoon.

Ya. Pertunangan. Satu kata yang menjadi alasan Jihyun kesal dengan kedua orang tuanya. Tanpa ada pembicaraan dengannya lebih dulu, mereka mengadakan acara pertunangan yang bahkan belum dia iya-kan. Pasalnya, mereka mengetahui dengan jelas bahwa Jihyun memiliki kekasih. Raut wajah gadis itu sontak berubah sendu seraya menatap foto Donghae di layar utama ponselnya.

“Apa yang terjadi? Kemana sebenarnya dirimu? Kau tidak menghubungiku dan aku juga tidak bisa menghubungimu. Aku merindukanmu.” Jihyun tersenyum menatap foto Donghae yang juga tengah senyum ke arahnya.

Jihyun tiba-tiba memejamkan matanya seraya sebuah aroma menyegarkan masuk ke indra penciumannya. Wewangian beraroma woody. Aroma yang mengeluarkan kesegaran dan kenyamanan. Jihyun mendongak, mencari siapa pemilik aroma itu diantara orang-orang yang berada di ruang tunggu bandara.

Dan entah mengapa, pandangannya jatuh pada pria dengan jaket hitam yang tengah asyik mengotak-atik kameranya. Pria tampan dengan rambut dark brown, kulitnya yang putih cenderung pucat, matanya yang tajam, hidungnya yang lancip dan bibirnya yang seksi. Dalam sekali lihat pun, Jihyun merasa tuhan amat sangat menyayaginya.

Bagaimana bisa Tuhan menciptakan pria itu sempurna tanpa cela? Dan semua deskripsi tentangnya, membuat Jihyun tersenyum. Ia mengingat satu moment dengan pria itu. Dengan memantapkan keberanian, Jihyun beranjak menghampirinya.

“Hai.” Jihyun duduk disamping pria itu yang tampak terkejut melihatnya “Maaf membuatmu terkejut. Err…kau masih ingat denganku?”

“Han…Jihyun?” Tanyanya ragu dengan mimik wajah yang benar-benar tak percaya.

“Ya! Aku Han Jihyun. Yang pernah meminjam payungmu saat di Cafe waktu itu.” Senyumnya menghilang ketika ia merasa ada yang janggal “Tapi bagaimana kau tahu namaku?”

“Aku Cho Kyuhyun.” Pria itu mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Jihyun “Kau menyebutkan namamu saat itu. Kau lupa?”

“Mungkin saja. Tapi terima kasih untuk saat itu. Berkat payungmu, aku bisa bertemu dengan pacarku yang sedang sakit.”

“Setidaknya kau harus ingat untuk membayarnya.” Gurau Kyuhyun.

Jihyun tertawa begitupun dengan Kyuhyun. Untuk sesaat mereka terjebak dalam suasana canggung. Jihyun memutar-mutar ponselnya, sementara Kyuhyun sibuk mengambil sisi menarik dari bandara dengan kameranya.

Jihyun melirik Kyuhyun yang tengah memotret. Walau terlihat wajar-wajar saja namun Jihyun masih tak percaya bisa bertemu dengan pria itu lagi. Selalu banyak kebetulan di dunia ini.

“Kau suka memotret?”

“Aku kuliah di jurusan Fotografi.” Kyuhyun membelokan kameranya ke arah Jihyun “Aku suka memotret sesuatu yang terlihat indah.” Klik. Kyuhyun berhasil mengambil gambar Jihyun yang tengah menatapnya.

“Hei!” Jihyun mendelik kesal.

Kyuhyun tertawa.

“Boleh ku lihat hasil fotomu?” Jihyun menadahkan tangannya “Aku ingin melihat seperti apa mahasiswa jurusan fotografi mengambil gambar.”

“Kau akan terkesan. Ku jamin itu.” Kyuhyun menyerahkan kameranya lalu beralih memainkan game di ponsel.

Jihyun mengendikan bahunya kemudian larut dalam semua hasil foto Kyuhyun. Bibirnya tak henti berdecak kagum melihat semua objek yang di potret Kyuhyun. Tak lama kedua alisnya mengernyit, melihat objek seorang gadis dengan rambut sebahu yang tak sadar tengah di foto.

“Siapa dia? Pacarmu?”

“Choi Serra. Seorang teman.”

Jihyun mendengus. “Tak ada teman dalam hubungan pria dan wanita. Kalau bukan dia yang menyukaimu pasti kau yang menyukainya. Tapi jika di lihat dari cara kau mengambil gambarnya, sepertinya kau menyukainya diam-diam. Aku benarkan?”

“Ya. Bahkan perasaanku akan langsung terlihat saat aku memandangnya.”

Jihyun menatap Kyuhyun lekat. Dirinya bahkan bisa melihat pancaran cinta itu dari sudut bibir Kyuhyun yang tak henti tersenyum. Jihyun kembali tenggelam dalam foto-foto di kamera Kyuhyun. Namun raut wajanya kembali berubah, saat lagi-lagi ia menemukan hal yang mengejutkan.

“Apa ini? Kau mengambil gambarku dan Donghae? Kapan kau melakukannya?”

“Di sebuah taman saat sore hari.”

Jihyun melirik Kyuhyun sebentar lalu kembali memperhatikan gambar itu lebih dalam. Disana, ia dan Donghae tengah tertawa di sebuah bangku dengan tangan saling menggelitik. Entah mengapa gambar itu seperti membuatnya menyadari sesuatu.

“Kau juga berada di taman sore itu?”

Kyuhyun mengangguk.

“Jika saat itu kita bertemu, berarti ini pertemuan ketiga kita.”Jihyun menggaruk pelipisnya “Kebetulan apa ini?”

“Tidak ada kebetulan di dunia ini.” Sahut Kyuhyun pelan.

Jihyun mengerjapkan matanya lalu beralih lagi pada semua foto Kyuhyun. Dan kali ini ia menemukan foto dirinya dengan berbagai ekspresi. Saat ia tengah tertawa, berpura-pura marah pada Donghae dan saat ia tengah menatap dedaunan. Jihyun benar-benar tertegun seraya menemukan satu foto dirinya lagi yang tengah tersenyum malu sambil menggigit bibir. Tak dapat mengelak, gambar itu terlihat bagus di matanya.

“Jika bukan kebetulan, lalu karena apa?” Jihyun mengembalikan kamera itu pada Kyuhyun “Takdir?”

“Mungkin.” Kyuhyun mengendikan bahunya sembari memasukan kameranya ke dalam tas “Kemana tujuanmu?”

“Aku tidak akan memberitahukannya. Aku sedikit ingin mempercayai kata-katamu. Takdir.”

Kyuhyun memandang Jihyun dalam sebelum tersenyum miring. Pria itu mengangguk, mengiyakan ide Jihyun barusan. Mencari tahu tentang takdir yang mungkin terjadi di antara mereka.

“Baiklah. Lalu apa yang akan kau lakukan disana?”

“Melangsungkan pertunangan.”

“Per…tunangan?”

Jihyun mengangguk.

“Dengan kekasihmu? Donghae?”

“Tidak. Dengan pria lain.” Jihyun mengambil permen karet dari dalam saku dan menyodorkan satu pada Kyuhyun.

Kyuhyun menaikan sebelah alisnya. Pria itu terkekeh melihat Jihyun terlihat tak terbebani mengucapkan kalimat barusan.

“Kau tampak santai untuk seseorang yang akan bertunangan dengan pria yang bukan kekasihnya.”

“Kau tidak tahu apa yang ada dalam kepalaku. Aku sudah menyimpan satu rencana untuk lepas dari acara pertunangan itu.” Jihyun menyilangkan kedua kakinya sambil mengunyah permen karet dan memperhatikan Kyuhyun yang melihatnya dengan pandangan aneh.

Dan memang Kyuhyun tengah mempertanyakan sesuatu pada dirinya sendiri. Ia sangat menyukai Serra, namun sesuatu dalam diri Jihyun entah mengapa membuatnya tertarik. Bukan terjadi hari ini, tapi saat dirinya mengambil gambar Han Jihyun di taman dan menjadikannya objek sempurna. Mereka masih berada pada posisi seperti itu, hingga sebuah pemberitahuan memutuskan kontak mata mereka.

“Itu pesawatku.” Seru mereka bersamaan. Jihyun mengerjapkan matanya dan Kyuhyun yang mengernyitkan alis. Sadarlah mereka jika sesuatu baru saja terjadi.

“Los…Angeles?” Tanya Jihyu pelan.

Kyuhyun mengangguk.

Mereka sama-sama terdiam. Kebenaran ini sedikit banyak membuat mereka bingung. Benarkah ini masih bisa di sebut kebetulan? Jihyun dan Kyuhyun masih mempertanyakan tentang kebetulan atau takdir yang mereka alami. Pemberitahuan kedua pesawat tujuan Los Angeles kembali menyadarkan mereka.

“Kurasa kita harus cepat. Aku tidak ingin tertinggal pesawat.” Jihyun bangkit dari duduknya dan mulai menarik kopernya meninggalkan ruang tunggu di ikuti Kyuhyun.

“Kau tidak sabar ingin bertunangan?”

“Aku hanya ingin tahu, apa di LA nanti kita akan bertemu lagi? Itu akan membuktikan ini takdir atau kebetulan.” Jihyun tersenyum pada Kyuhyun sebelum mempercepat langkahnya. Sedangkan Kyuhyun justru menghentikan langkahnya sambil tersenyum memandang punggung Jihyun yang perlahan mulai menjauh.

“Kebetulan atau takdir?” Kyuhyun menatap permen karet pemberian Jihyun di tangannya “Semoga itu sesuai dengan yang ku harapkan.” Pria itu kembali melajutkan langkahnya sambil tersenyum dan mengunyah permen karet.

 

 

 

 

End

 

Disclaimer: cerita selanjutnya di pertemuan tak terduga Kyuhyun dan Jihyun ^^ yeayy\o/ ff ini murni hasil imajinasiku. So, enjoyy!

1 Comment (+add yours?)

  1. ddianshi
    Dec 05, 2016 @ 10:38:29

    Ini ada sequelnya kan thor? Kayanya emang kyuhyun dan jihyun itu jodoh🙂 kemana perginya donghae?

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: