[Serendipity] Be A friend

lxwg9zkqgd

Author: ilana hawa

Judul: [Serendipity] Be a friend

Cast: Han Jihyun | Cho Kyuhyun

Genre: Fluff

**

Hari beranjak petang. Matahari perlahan mulai terbenam dan langit kota Los angeles pun berubah kuning kemerahan. Han Jihyun masih berdiri memandang laut di pantai Malibu. Melihat warna laut yang berubah kekuningan dan merasakan angin yang menerpa wajah juga menerbangkan surai hitamnya. Raut wajah gadis itu sendu dan ada airmata yang sesekali menetes.

Pikirannya melayang pada pertemuannya dengan Donghae di cafe tadi. Entah bagaimana, Donghae yang selama ini seperti menghilang di telan bumi, tiba-tiba berada di LA dan datang menemuinya.

“Maaf karena sengaja menghindarimu. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi semua perasaanku hilang padamu. Bukan aku tidak berusaha, selama aku menjauh, aku mencoba mengembalikan semuanya seperti dulu. Tapi aku tidak bisa. Maafkan aku..”

Jihyun kembali menghapus airmatanya. Ia tak menyangka akan begitu menyakitkan perkataan Donghae. Bahkan kata-kata pria itu seperti sihir yang terus mengiang di telinganya. Pertemuan yang Jihyun dambakan berubah begitu menyesakan.

“Tidakah kau tahu? Ini begitu menyakitkan Donghae.” Jihyun berbisik lirih. Menengadah, memandang langit yang tampak indah dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.

Di campakan hanya karena Donghae tidak memiliki perasaan apapun lagi padanya. Walau merasa tak adil, tidak ada yang bisa Jihyun lakukan. Andai pria itu tahu, Jihyun ingin sekali memeluknya. Rasa rindunya membuncah dan dia seperti ingin menangis saat benar-benar melihat Donghae di depan matanya. Namun yang terjadi, Jihyun justru menangis karena hubungan mereka yang tiba-tiba berakhir.

“Jahat. Kau benar-benar jahat.” Jihyun menggigit bibirnya menahan tangis. “Aku akan membalasmu. Aku akan… aku akan…” Tak bisa melanjutkan ucapannya, Jihyun justru berjongkok sambil menangis. Menyembunyikan wajahnya dan menangis kencang, sekencang yang ia bisa. Toh tidak ada yang mengenalinya disini.

Jihyun pun tidak peduli dengan pandangan aneh orang yang berada di pantai. Hanya untuk sesaat dan selanjutnya dia akan kembali menjadi Jihyun yang ceria, yang tidak akan menganggap ia pernah di campakan.

“Kau sedang apa?”

Jihyun mengerjapkan matanya seraya mendengar seseorang mengucapkan bahasa Korea dengan sebuah sepatu yang berada di depannya. Jihyun merasa orang itu juga bicara dengannya. Kedua alis gadis itu bertaut, menyadari suara dan aroma parfum yang menguar begitu familiar. Jihyun mengangkat wajahnya dan hanya bisa termangu melihat siapa yang berdiri menjulang tinggi di hadapannya.

“Eo? Cho Kyuhyun?”

“Ini pertemuan kebetulan kita yang kesekian kalinya, kau masih juga terkejut?” Kyuhyun berdecak gemas sebelum menjauh sedikit dari Jihyun. Namun kedua alisnya mengernyit melihat kedua mata gadis itu tampak sembab.

Jihyun sendiri hanya bisa berdesis sebal. Kenyataannya dirinya memang selalu terkejut setiap kali bertemu Kyuhyun. Dari tempatnya, Jihyun bisa memandang punggung Kyuhyun. Pria itu mengenakan celana pendek dengan Tshirt panjang berwarna putih. Selalu terlihat tampan seperti setiap kali mereka bertemu. Jihyun tersenyum mengingat itu kemudian menyeka airmatanya, beranjak menghampiri Kyuhyun dan berdiri di sampingnya.

“Kau sedang apa disini?” Jihyun menoleh ke arah Kyuhyun.

“Kau sendiri?” Sahut Kyuhyun memalingkan wajahnya dengan kedua tangan yang ia masukan ke saku celana.

“Aku?” Jihyun tersenyum lirih. “Hanya ingin melihat laut saat matahari terbenam.” Gadis itu memainkan kakinya di pasir pantai. Menuliskan nama yang sudah membuatnya patah hati. Lee Donghae. Hatinya berdesir aneh saat ombak menyapu nama Donghae dan membuatnya menghilang.

Kyuhyun yang melihat dan mendengar itu hanya bisa diam. Sepertinya ia tahu alasan Jihyun berada di pantai.

“Donghae membuatmu menangis?”

Jihyun terkesiap menyadari Kyuhyun mengetahuinya. Tanpa gadis itu tahu, Kyuhyun melihat pandangan terluka Jihyun saat nama Donghae hilang tersapu ombak.

“Apa yang pria itu lakukan padamu?” Tambah Kyuhyun, sedikit mengubah posisi berdirinya menghadap Jihyun.

Jihyun menarik nafas panjang. Kembali memandang laut yang tampak indah. Objek ini terlalu sempurna untuk mereka yang hanya sebatas teman. Jauh dari lubuk hatinya, Jihyun berharap bisa melihat sunset bersama Donghae. Sebenarnya ia enggan menceritakan cerita menyedihkan itu pada siapa pun. Tapi entah sejak kapan, baginya Kyuhyun bukan orang asing.

“Donghae mencampakanku.” Ungkap Jihyun yang kemudian terkekeh melihat Kyuhyun membelalakan matanya. “Pria tampan itu beralasan semua perasaanya hilang padaku. Alasan macam apa itu? Bukankah lebih baik jika dia bilang bosan padaku atau dia menyukai gadis lain. Itu terdengar masuk akal kan?”

“Seperti cinta yang datangnya tak terduga, kadang menghilangnya pun tak terduga.” Kyuhyun tersenyum lirih. Senyum yang menandakan dirinya terluka karena sesuatu. Kyuhyun tak menyadari jika Jihyun memperhatian bagaimana raut wajahnya berubah sendu.

“Kau baik-baik saja?”

“Ng?”

Jihyun menatap lekat wajah tampan Kyuhyun dengan rambut dark brownnya yang bergoyang tertiup angin.

“Ada gurat sedih di wajahmu. Ada apa? Choi Serra?”

“Kenapa kau menyinggung soal Choi serra?”

“Karena kau menyukainya. Karena hanya Serra yang bisa membuatmu seperti ini. Orang yang peling kita cintai biasanya orang yang akan menyakiti kita paling dalam.”

Kyuhyun tertawa dengar kalimat terakhir Jihyun. “Kau sangat mencintai Donghae dan pria itu menyakitimu dengan sangat dalam.”

“Apa cerita aku di campakan begitu lucu bagimu?” Jihyun mendelik kesal pada Kyuhyun. “Cepat katakan! Ada apa denganmu?”

“Serra tidak menerima pernyataan cintaku. Selama ini gadis itu bahkan tidak melihatku sebagai seorang pria. Dia hanya melihatku sebagai seseorang sahabat yang sudah bersamanya sejak kecil. Dan…” Kyuhyun menghela nafas panjang. “Serra menyukai pria lain.”

Dengan lembut Jihyun mengusap bahu Kyuhyun. Memberikan kenyamanan karena pria itu baru saja mengalami hari yang berat, sama seperti dirinya. Jihyun tersenyum ketika Kyuhyun menoleh dan ikut tersenyum padanya. Walau jihyun belum pernah bertemu langsung dengan Choi Serra, ia tahu Serra memiliki pengaruh besar terhadap Kyuhyun.

“Setidaknya, kisah cintamu tak berakhir begitu menyedihkan. Kau masih bisa melihat Serra.”

“Seperti apapun kisah cintamu berakhir, patah hati tetap saja menyakitkan.”

Jihyun mempoutkan bibirnya kemudian mengangguk mengiyakan perkataan Kyuhyun. Sama dengan dirinya yang di campakan, cinta bertepuk sebelah tangan juga mampu membuat hati hancur. Untuk sesaat tak ada pembicaraan apapun di antara mereka. Jihyun dan Kyuhyun sama-sama memandang bagaimana matahari kembali ke peraduannya. Melihat objek terindah dengan pikiran yang berbeda.

“Apa rencanamu setelah ini?” Kyuhyun memecah keheningan.

“Entahlah.” Jihyun mengendikan bahunya. “Aku tidak memiliki rencana apapun. Kau?”

Bukannya menjawab, Kyuhyun justru memusatkan perhatiannya pada Jihyun. Kecantikan gadis itu terlihat berkali lipat saat semburat cahaya menerpa wajahnya. Kedua matanya terlihat bahagia memandangi pesona pantai Malibu. Dan itu membuat Kyuhyun teringat dengan sesuatu yang hampir dia lupakan.

“Cafe, taman, bandara, lalu club dan sekarang pantai Malibu.” Gumam Kyuhyun yang sontak membuat Jihyun menoleh. “Kita bertemu di semua tempat itu karena tak sengaja. Walau aku menyimpan perasaan pada Serra tapi aku percaya ada ikatan takdir di antara kita.”

Jihyun mengerjapkan matanya. Entah mulai kapan ia melupakan tentang itu. Mungkin menghilangnya Donghae sudah menguras semua pikirannya. Namun hari ini Kyuhyun kembali mengingatkan tentang takdir yang mungkin terjadi antara mereka berdua.

“Ya. Kurasa kau benar. Dan sejujurnya, aku mulai menyakini takdir itu saat kita akhirnya bertemu lagi di club. Saat itu Donghae mulai menghindariku dan aku tidak bisa menghibunginya. Tapi yang terjadi aku justru selalu bertemu denganmu.” Jihyun menatap dalam Kyuhyun. “Apa…kita ini sudah di takdirkan?”

“Entahlah. Tapi takdir kembali menunjukan kehadirannya dan mempertemukan kita bahkan saat kita sedang patah hati.” Sahut Kyuhyun yang tak memungkiri ia tertegun dengan pertanyaan sederhana Jihyun. Selama ini dirinya hanya berpikir ada ikatan takdir di antara mereka, namun tak terlintas jika mereka mungkin sudah di takdirkan.

Kalimat pria itu juga benar-benar membuat jantung Jihyun berdegup kencang. Benarkah…mereka berdua sudah di takdirkan? Hubungannya dengan Donghae berakhir, Serra yang menolak perasaan Kyuhyun, inikah tanda dirinya dan Kyuhyun akan bersama suatu hari nanti?

Kyuhyun tersenyum melihat Jihyun tampak bodoh dengan raut wajahnya yang tengah berpikir. Walau terdengar tak masuk akal tapi pertemuan tak biasa mereka di cafe, ditaman, bandara, klub dan sekarang pantai malibu, semua orang pasti akan berkata jika mereka berdua memang sudah di takdirkan. Kyuhyun menghela nafas lalu beranjak berdiri di hadapan Jihyun.

“Apa yang kau pikirkan?” Seru Kyuhyun pelan.

Jihyun menggeleng. “Tidak ada dua orang yang akan mengalami kebetulan bertemu berkali-kali seperti kita, jika bukan karena takdir yang melakukannya. Lalu apa yang akan terjadi pada kita? Aku tidak akan mudah melupakan Donghae.”

“Aku tahu. Lagi pula aku masih menyimpan perasaanku pada Serra. Karena itu…” Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Jihyun. “Kita berteman. Sampai kau bisa melupakan Donghae dan aku bisa menghilangkan perasaanku pada Serra.”

Jihyun mendengus pelan. Tak mengerti dengan jalan pikiran Kyuhyun dan apa yang pria itu lakukan barusan. Berteman? Kyuhyun mengajaknya berteman? Dia pasti sudah gila. Ucap Jihyun dalam hati. Namun yang terjadi Jihyun justru berdecak pelan sebelum mengangguk.

“Baiklah. Kita berteman. Aku menantikan apa yang akan terjadi dengan Kita.” Jihyun membalas uluran tangan Kyuhyun. Keduanya tertawa setelah peresmian ‘pertemanan’ mereka. Entah apa yang sebenarnya mereka lakukan, mungkin terlihat konyol tapi yang pasti setiap pertemuan yang terjadi meninggalkan kesan terdalam.

“Baiklah. Tugas pertama untukmu sebagai temanku. Balikan badanmu dan berjongkoklah.” Jihyun memutar tubuh Kyuhyun, sedikit menekan bahu pria itu hingga dia benar-benar berjongkok.

“Sebenarnya apa yang akan kau lakukan?”

“Kau harus menggendongku hingga ke mobil.” Seru Jihyun seraya menggulung rambutnya sebelum melompat menaiki punggung Kyuhyun.

“Apa?! Kau sudah gila?”

“Tidak ada bantahan! Cepatlah Cho Kyuhyun~ Aku tidak jauh memarkirkan mobilku. Jadi kau tenang saja.”

Kyuhyun mendengus kencang. Tanpa bisa menolak, Kyuhyun benar-benar menggendong Jihyun di punggungnya dan mulai beranjak meninggalkan pantai.

“Baiklah. Aku melakukan ini karena kau baru saja di campakan.”

“HEI!” Pekik Jihyun dengan satu pukulan mendarat di kepala Kyuhyun yang sontak membut pria itu mengaduh kesakitan. “Cinta bertepuk sebelah tangan itu benar-benar memalukan! Kau ini bodoh atau apa? Kenapa membuat Serra menyukaimu saja kau tidak bisa?”

“Sudahlah! Jangan membahas itu lagi! Kita ini dua orang bodoh yang menyedihkan.”

“Kurasa kau benar.” Jihyun mengangguk sambil tertawa. Gadis itu seketika mengeratkan rangkulan tangannya di leher Kyuhyun, saat pria itu mencoba menjatuhkannya. Dan selanjutnya itu akan berakhir dengan pukulan lagi di puncak kepala Kyuhyun. Dan Kyuhyun sendiri sedikit menyesali keputusannya mengajak Jihyun yang ternyata bar-bar itu untuk berteman. Walaupun begitu keduanya merasa senang. Di balik kejadian buruk yang mereka alami hari ini, setidaknya keduanya tahu jika ada seseorang yang nanti akan menjadi takdir mereka.

 

 

 

 

 

End

 

 

 

Desclaimer: Ini adalah fanfictku. Hasil karyaku, murni imajinasiku. Maaf jika masih ada typo. Selamat membaca dan semoga suka^^

 

4 Comments (+add yours?)

  1. Rrin'sLove
    Dec 19, 2016 @ 13:22:14

    Iiiih aku suka cerita iniiiiii
    gak terburu2, manis, mengalir apa adanya
    oh yeah
    takdir ?
    hahahahai mereka berdua memang sudah ditakdirkan oleh authornya #duak

    hahahaha
    caaah menyesal kau Kyu berteman dengan wanita bar-bar hoho
    selamat menjalani takdirmu Kyu kkk

    Reply

  2. maygarden
    Dec 19, 2016 @ 21:39:59

    suka bgt sama mrka, lagi,lagi kak penasaran bgt sama apa yg bklan terjadi sama mereka, di tunggu ff yg lain nya..

    Reply

  3. aryanahchoi
    Dec 21, 2016 @ 08:09:33

    kerennnnnn seq ampe mereka jadian dong eon di tunggu ya

    Reply

  4. ayunastiti14
    Feb 12, 2017 @ 08:19:42

    Singkat, padat, menyenangkan 😁😁😁

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: