Because I Miss.. [1/?]

njk

Tittle : Because I Miss…

Cast : Kyuhyun and all SJ member, etc.

Gendre : Brothership, Friendship, Hurt/Comfort

Lenght : Chaptered

***

Summary : Pemuda itu terbangun dan mendapati dirinya berada sendirian di dalam dorm. Hanya sebuah senyum kecut yang dia keluarkan. / “Selamat menjalankan tugas kenegaraan kalian.” / Beginilah dirinya terus menerus mendapatkan kesibukan, tanpa terkecuali yang lainnya. / “Ada hal yang serius terjadi padamu.”/ “Mungkinkah semuanya tidak akan seperti dulu lagi?” / Pemuda itu mencengkeram kepalanya yang terasa sakit, berusaha untuk meredakannya namun tidak bisa.

 

***

13 Juni 2016

Kyuhyun salah satu member Super Junior kini sedang melaksanakan jadwalnya. Album Jepang barunya akan segera dirilis. Maka dari itu semakin hari kegiatan solo milik Kyuhyun semakin padat. Itu memang sudah resiko, ditengah vakumnya Super Junior kegiatan solo masing-masing member semakin meningkat.

Kini Kyuhyun tengah melakukan sesi pemotretan untuk cover albumnya tersebut. Tidak lama yang waktu yang dibutuhkan, karena berkat keprofesionalan yang dia miliki sesi pemotretan berakhir dengan sempurna. Bahkan sang produser memuji atas kinerja yang telah Kyuhyun berikan.

Daebak Kyu kau selalu luar biasa. Foto-fotonya sangat bagus.” Puji sang produser.

Kyuhyun hanya mengeluarkan senyumnya dengan malu-malu. “Itu juga berkat sang fotografer yang sudah profesional.”

“Kau itu yah selalu rendah hati.” Sang produser membalasnya dengan senyum.

Kyuhyun membungkuk hormat. “Gomawo atas dukungan produser selama ini.”

“Yakin kau hanya akan berterima kasih padaku?” Sang produser bertanya.

Kyuhyun bingung sendiri. “Mw…mwo…”

“Setidaknya berterima kasih juga padaku.” Sang manajer berucap dengan datar.

Kyuhyun tertawa. “Aish hyung tentu saja aku juga tidak akan lupa padamu.”

Sang produser menginterupsi. “Istirahatlah dulu. Selanjutnya kita akan lebih sibuk dari sesi pertama ini.”

Nde arrasseo.” Kyuhyun menjawab dengan lantang.

Kyuhyun memainkan smartphone miliknya selagi menunggu sesi berikutnya. Kemudian entah dorongan dari mana Kyuhyun kembali membuka akun twitter-nya. Kyuhyun tersenyum saat melihat profile picture miliknya masih saja berbentuk telur ungu. Semua hyungdeul-nya selalu mengejek dan menertawakannya karena Kyuhyun seperti serius tidak akan pernah mengubah si telur ungu itu.

Sejenak perasaan Kyuhyun merasa melengos. Rasanya sudah lama sekali mereka tidaak pernah berkumpul bersama lagi dan saling berbagi canda. Yang ada hanyalah kesibukan mereka masing-masing. Tak ada momen yang bisa dirinya rasakan lagi. Padahal dulu mereka selalu mendukung satu sama lain.

Sebuah postingan baru muncul. Kyuhyun kemudian mengkliknya. Ah rupanya postingan itu merupakan milik hyung-nya yang berwajah tampan dan cantik sekaligus. Terlihat Heechul tengah makan bersama dengan teman-temannya. Ada banyak makanan juga terlihat mereka tengah tersenyum satu sama lain. Hati Kyuhyun entah kenapa merasakan sesuatu yang sakit saat melihatnya.

“Bahkan kau lebih memilih untuk dekat dengan orang lain hyung…” Gumamnya.

Sang manajer melihat raut yang aneh pada wajah Kyuhyun. Tadinya Kyuhyun sangat ceria saat mengobrol, namun setelah melihat smartphone-nya ekspresi Kyuhyun langsung berubah drastis. Manajer Kyuhyun mendekatinya dan melihat sebenarnya apa yang telah membuat magnae-nya itu bersedih. Dia mengerti apa yang Kyuhyun rasakan.

Sang manajer mengelus pundak Kyuhyun. “Kau merindukannya?”

“Ah hyung kau datang tiba-tiba..” Kejut Kyuhyun.

“Postingan itu milik Heechul kan? Aku yakin kau merindukannya.” Sang manajer tetap berbicara.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya pelan. “Jika hyung bertanya aku pasti akan menjawab sangat hyung. Bukan hanya Heechul hyung tapi juga hyungdeul yang lainnya.”

“Bersabarlah Kyu, setelah semua sesi untuk album barumu selesai kau bisa bertemu dengan mereka di dorm.” Hibur sang manajer.

Kyuhyun hanya mengangguk sedih. “Itupun jika mereka pulang ke dorm.”

Sang manajer hanya bisa menghela nafasnya. “Mengertilah Kyu. Tidak selamanya kalian akan seperti apa yang kau harapkan.”

“Ah nde hyung kau benar. Aku salah harusnya aku bisa mengerti mereka. Jadi tidak boleh bertingkah seperti anak kecil begitu. Bagaimana aku ini.” Kyuhyun memberikan senyum palsunya.

Kyuhyun meninggalkan sang manajer yang hanya tercengang mendengar penjelasan Kyuhyun. Tidak biasanya magnae berucap kalimat begitu. Ada sesuatu hal yang jelas berbeda dari Kyuhyun kali ini. Tapi seperti tadi yang telah dia ucapkan pada Kyuhyun bahwa keadaan tidak akan selalu sama.

Kyuhyun kembali melanjutkan sesi berikutnya untuk perampungan album baru Jepang yang akan dirilisnya. Untung saja Kyuhyun sama sekali tak menampakan kesedihannya dan bisa melakukannya dengan profesional sehingga membuat crew tidak harus bekerja lebih keras.

Akhirnya Kyuhyun tiba di sesi terakhir. Namun kali ini Kyuhyun tidak dapat berkonsenterasi. Memikirkan kalimat kebohongan yang dikeluarkannya tadi membuat kepalanya sakit. Produser yang berteriak pun seakan tidak dapat dirinya dengar. Kyuhyun roboh dia berpegangan pada tembok yang ada disana. Sontak semua orang yang ada disana langsung menghampiri Kyuhyun. Terlebih sang manajer yang langsung berlari menuju Kyuhyun.

Sang manajer langsung bertanya pada Kyuhyun. “Wae gerae Kyu?”

“Sa…kit…hyung…” Kyuhyun hanya bisa memejamkan matanya.

Produser langsung mengambil tindakan. “Panggil ambulance sekarang juga.”

Kyuhyun memegang lengan sang produser. “An…and…wae…

Mian PD-nim. Aku rasa aku harus membawa Kyuhyun kembali ke dorm saja.” Pinta sang manajer pada produser.

Produser mengangguk. “Arrasseo lagi pula ini sudah mau selesai. Cepatlah bawa dia dan panggil dokter sesegera mungkin.”

Gomapsimnida PD-nim.” Sang manajer membungkuk hormat.

Sang manajer langsung menggendong Kyuhyun keluar dari tempat perilisan album. Kemudian dia memasukkan Kyuhyun ke dalam mobil. Dirinya panik karena Kyuhyun terus menerus mengeluhkan sakit. Dengan kecepatan tinggi sang manajer melajukan mobilnya untuk segera tiba di dorm.

Setelah beberapa menit akhirnya sang manajer telah tiba di dorm Super Junior. Dia membaringkan Kyuhyun di kamarnya. Kyuhyun hanya bisa memejamkan matanya. Beberapa menit setelahnya muncullah dokter yang memang sudah dipanggil oleh manajer terlebih dahulu sebelum tiba.

‘Kim Junwon’ Nama dokter tersebut. Sang dokter langsung memeriksa keadaan Kyuhyun secara seksama. Dirinya kemudian memberikan suatu suntikan yang sudah disiapkan terlebih dahulu.

“Tenanglah ini akan sedikit sakit tapi ini akan meringankan rasa sakitmu.” Terang Junwon.

Kyuhyun hanya mengangguk lemah. “Nde…”

Setelah suntikan itu dimasukan benar saja rasa sakit luar biasa pada kepala Kyuhyun seakan pergi. Junwon menghembuskan nafasnya lega bahwa itu sudah mengurangi rasa sakit Kyuhyun. Dia menutup pintu kamar Kyuhyun dan menuju sang manajer untuk membicarakan sesuatu dengannya.

Manajer bertanya dengan khawatir. “Eohtokaeyo?”

“Tenang saja Kyuhyun-ssi sudah tidak apa-apa. Hanya saja dia masih terlalu lemah.” Jelas Junwon.

Sang manajer merasa lega. “Syukurlah..”

“Tapi…sepertinya ada sesuatu pada Kyuhyun-ssi.” Terang Junwon.

Sang manajer mengernyit. “Ada apa memangnya?”

Junwon hanya menggelengkan kepalanya. “Entahlah sebelum ada pemeriksaan aku tidak yakin. Beritahu dia untuk datang padaku ke Seoul International Hospital untuk pemeriksaan lebih lanjut.”

Arraseo.” Jawab sang manajer singkat.

Setelah Junwon pergi meninggalkan dorm, manajer langsung memasuki kamar Kyuhyun. Keadaan Kyuhyun begitu payah dilihatnya. Kyuhyun hanya terbaring di atas kasur dengan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya bahkan pandangan Kyuhyun begitu sayu.

“Aish magnae kau ini mengapa bisa sakit begini?” Omel sang manajer.

Kyuhyun menjawab dengan malas. “Aku juga tidak mau sakit hyung.”

“Ah dokter Kim bilang lakukanlah pemeriksaan lebih lanjut. Ada sesuatu pada dirimu.” Manajer menyampaikan pesan Junwon.

Kyuhyun bingung. “Memang kenapa? Aku hanya sakit kepala dan demam biasa.”

Manajer mengedikkan bahunya. “Entahlah. Tapi aku harap bukan sesuatu yang buruk.”

Hyung… aku tidak selemah itu.” Ucap Kyuhyun datar.

Manajer melirik jam. “Kyu aku harus pergi, jadi kau tidak ada yang menjaga. Ah hyung-mu yang sedang tidak ada jadwal adalah Heechul. Aku akan minta dia.”

Kyuhyun hanya bisa mengangguk. Namun setelah beberapa kali manajer menelepon, Heechul sama sekali tidak mengangkat teleponnya. Karena kesal akhirnya sang manajer hanya mengirimkan Heechul sms.

‘Kyuhyun collapse. Dia tidak ada yang menjaga cepat ke dorm dan jaga dia aku ada jadwal lain.’-Send. Kemudian manajer menyimpan handphone-nya dengan malas.

Kyuhyun menebak. “Tidak diangkat ya?”

“Begitulah tapi aku sudah mengiriminya sms kok.” Jawab sang manajer.

Kyuhyun tersenyum lemah. “Pergilah hyung kau masih ada jadwal lain. Aku akan menunggu Heechul hyung sambil tidur.”

“Kau yakin dengan ini?” Tanya sang manajer.

Kyuhyun merengut. “Aish hyung aku bukan bayi yang harus selalu dijaga.”

“Tapi kelakuanmu seperti bayi.” Ejek sang manajer.

Kyuhyun melotot. “Hyung!

“Baik. Jaga dirimu ne.” Sang manajer mengalah.

Sepi…sangat sepi juga hening. Terlebih setelah sang manajer pergi meninggalkan Kyuhyun sendirian. Kyuhyun merasa sendiri disana. Dulu saat sakit terlebih saat setelah dirinya mengalami kecelakaan selalu saja ada salah satu hyung yang menemaninya. Alasannya adalah karena mereka khawatir magnae mereka keadaannya memburuk. Kini harus manajer yang meminta. Tidak mau membuat kepalanya sakit lagi Kyuhyun memutuskan untuk tidur.

()

()

()

()

()

14 Juni 2016

Pemuda itu terbangun dan mendapati dirinya berada sendirian di dalam dorm. Hanya sebuah senyum kecut yang dia keluarkan. Kyuhyun beranjak dari tempat tidurnya. Meski masih terasa sedikit sakit Kyuhyun berusaha untuk berdirinya. Rupanya sms dan telepon yang dilakukan manajer sama sekali tidak mempan. Kyuhyun hanya sendirian.

Pemuda itu membasuh wajahnya kemudian. Dirinya tidak ingin membuat hyungdeul khawatir dengan menunjukan wajah pucatnya. Kyuhyun memandang bayangannya dalam cermin. Jadi ini adalah hasil metamorfosa dirinya setelah 8 tahun berkarya dan berkecimpung bersama Super Junior.

Setelahnya Kyuhyun menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri. Biasanya hyung kecilnya Ryeowook akan masak. Tapi karena dia tidak pulang Kyuhyun terpaksa harus membuat makanannya sendiri. Hanya ada ramen instant yang tersedia. Bahkan si koki kecil lupa untuk membeli bahan makanan. Yesung sudah tidak tinggal lagi di dorm. Lalu Kangin dia memang jadi tidak pernah pulang ke dorm. Leeteuk dia juga punya apartemen lain. Eunhyuk, Donghae, dan Siwon sedang berada di rumah untuk mempersiapkan keberangkatan militernya hari ini.

“Sarapan dengan ramen yang lezat.” Pura Kyuhyun dengan ceria.

Seorang namja cantik baru saja memasuki dorm. Kyuhyun yang mendengar suara langsung melirikan pandangannya pada namja cantik tersebut. Sejenak menyimpan dulu ramennya dan berusaha mengobrol dengan salah satu hyung-nya tersebut.

Kyuhyun mencoba bertanya. “Baru pulang Chullie hyung?”

“Ah Kyu. Iya kemarin aku keasyikan bersama teman-temanku. Mereka semua seru.” Jawab Heechul dengan ceria.

Kyuhyun bertanya kembali. “Apa kemarin hyung tidak membawa handphone. Soalnya manajer menelepon?”

Handphone hyung low. Sekarang baru mau di charge. Memang ada apa?” Terang Heechul.

Kyuhyun mengangguk. “Oh begitu. Tidak ada apa-apa kok.”

Heechul hanya bisa mengiyakan. “Setelah ini bersiaplah kita harus mengantar Eunhyuk, Donghae, dan Siwon ke camp militer.”

Nde arrasseo hyung.” Jawab Kyuhyun berpura ceria.

Heechul beranjak meninggalkan Kyuhyun dan menuju kamarnya untuk bersiap. Seperti yang dia bilang tadi bahwa mereka akan mengantar 3 member lain yang akan menyusul Sungmin dan Shindong ke camp militer.

Tiba-tiba saja Kyuhyun teringat pertanyaan Kyuhyun tadi. Sebenarnya ada perlu apa manajer denganny sampai-sampai dia harus menelepon dirinya. Men-charge-nya, mata Heechul langsung terbelalak. Yang benar saja 20 panggilan tak terjawab dan sms spam sebanyak 5 kali. Dengan tanpa ekspresi Heechul membuka 5 sms tersebut.

‘Kyuhyun collapse. Dia tidak ada yang menjaga cepat ke dorm dan jaga dia aku ada jadwal lain.’

Heechul langsung tertegun saat membaca semua pesan yang berisi sama tersebut. Jika manajer sampai memintanya untuk menjaga Kyuhyun berarti hal yang berat memang sedang terjadi pada Kyuhyun. Heechul bersiap dengan secepat mungkin, dan dengan kilat dia menghampiri Kyuhyun yang tengah menunggunya. Namun sepertinya Kyuhyun baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda kalau dia sakit. Heechul kesal, sepertinya itu hanya kejahilan dari manajer dan dongsaeng evil-nya ini.

()

()

()

()

()

Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Ryeowook, Yesung, Kangin, Eunhyuk, Donghae, dan Siwon kini tengah berada di camp militer. Hanya saja Eunhyuk, Donghae, dan Siwon sedikit mencolok dengan pakaian militer serta rambut cepak yang mereka miliki. Jelas saja karena mereka bertiga mulai hari ini akan melaksanakan wajib militernya.

Mereka semua berpelukan satu sama lain seakan memberikan dukungan untuk ketiga member yang akan menjalankan wajib militernya. Semua perasaan Kyuhyun bercampur aduk disana. Akhirnya setelah sekian lama mereka bisa berkumpul lagi. Meski memang harus melepas kembali Eunhyuk, Donghae, dan Siwo pergi ke camp militer.

“Selamat menjalankan tugas kenegaraan kalian.”

Berbagai pesan disampaikan dari keenam member yang tersisa. Pesan yang menasehati, mengingatkan, hingga pesan yang sebenarnya tidak perlu. Setelahnya ketiga member pergi meninggalkan enam member yang tersisa. Keenam member kembali dengan menggunakan mobil van yang sudah disiapkan. Di dalam sana hanya terjadi keheningan bukan kehangatan seperti biasanya. Mereka hanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kecuali Kyuhyun dia hanya melempar pandangannya ke luar jendela dengan sedih.

Kyuhyun berbicara dengan ragu. “Bisakah.. untuk hari dan malam ini kalian tinggal di dorm?”

“Tidak biasanya kau begitu.” Leeteuk heran.

Yesung tertawa. “Kau tidak terbentur sesuatu kan Kyu?”

“Mungkin saja magnae kita sedang manja.” Ryeowook menjawab.

Heechul tertawa mengejek. “Kau itu sudah dewasa. Dasar. Lagipula kami punya kesibukan masing-masing.”

Kangin menimpali. “Benar. Kau juga sedang sibuk dengan album barumu bukan? Jadi ayolah jangan seperti ini.”

“Ah aku salah lagi ya hyung.” Keluh Kyuhyun.

Leeteuk menengahi. “Tak ada yang salah tapi kau harus tau keadaan itu tidak akan selamanya sama.”

Kyuhyun tertegun mendengar kalimat itu. “Kau orang kedua hyung yang bilang begitu. Terima kasih aku semakin yakin kalau aku salah.”

“Kyuhyunnie…” Ryeowook mengingatkan.

“Ah nde mianhata.” Kyuhyun meminta maaf

Sementara yang lainnya hanya bisa diam.

Hyung aku sudah tiba di lokasi. Gomawo sudah mengantar. Hati-hati dijalan.” Pamit Kyuhyun.

Kyuhyun hanya bisa menatap mobil itu dengan nanar. “Kau seharusnya tidak menjadi orang kedua yang mengatakan itu Teukie hyung.”

()

()

()

()

()

Kyuhyun kembali menjalankan aktivitasnya untuk melakukan perilisan album Jepang baru miliknya. Beginilah dirinya terus menerus mendapatkan kesibukan, tanpa terkecuali yang lainnya. Seakan ada jarak yang sangat begitu jauh agar dirinya dan para hyungdeul lain untuk kembali berkumpul bersama.

Kyuhyun akhirnya telah selesai melakukan semua sesi untuk kepentingan perilisan album Jepang baru yang dimilikinya.

“Kyu akhirnya semua sudah selesai. Setelah rampung jangan lupa kau akan mengadakan tour ke Fukuoka.” Terang sang manajer.

Kyuhyun mengeluh. “Harus secepat itukah?”

“Bukankah itu yang kau mau. Kenapa jadi tidak bersemangat begini?” Tanya sang manajer.

Kyuhyun tidak mengeluarkan ekspresinya. “Entahlah hyung aku sendiri tidak tau.”

“Ayolah ini sama sekali tidak seperti dirimu Kyu.” Keluh balik sang manajer.

Kyuhyun menginyakan. “Benar hyung aku harusnya tidak seperti ini. fighting!”

Fighting Kyu.” Jawab sang manajer dengan lantang.

Kyuhyun beranjak pulang setelah semua jadwal rampung diselesaikan. Manajer pulang duluan untuk mengurus keperluan putrinya. Alhasil Kyuhyun hanya pulang sendiri dengan mengemudi sendiri. Pemandangan malam ini sejenak membuat Kyuhyun merasakan suatu kehangatan di dalam hatinya.

Pemuda itu menepikan mobilnya di depan sungai Han. Kemudian dia terduduk merasakan setiap hembusan angin yang menerpa wajahnya. Sudah lama sekali dia tidak merasakan hal seperti ini. Yang ada hanyalah dirinya dibuat merasakan kesibukan yang luar biasa setiap harinya.

Kyuhyun kembali teringat saat dulu dia bersama member lainnya sering berkumpul di depan sungai Han untuk menghilangkan kepenatan mereka masing-masing. Namun seiring berjalannya waktu semua berubah dengan tanpa ada yang bisa menghalanginya. Tanpa sadar air matanya menetes begitu saja.

Apa tidak wajar jika dirinya ingin kembali ke masa-masa seperti itu? Masa dimana penuh kehangatan dan kegembiraan meski banyak cobaan yang mereka tiba. Masa dimana mereka sudah seperti keluarga kandung yang peduli satu sama lain. Masa dimana mereka harus melindungi satu sama lain. Masa dimana kepedulian itu berada.

Dirinya tau bahwa memang cukup tak pantas untuk seusianya menginginkan hal tersebut. Namun apakah salah? Salah jika memang itu keinginannya? Kyuhyun tersenyum sinis saat kembali mengingat kalimat-kalimat yang memang akan menjawab bahwa dia memang salah. Rasanya hati Kyuhyun sangat sakit. Setelah susah payah Kyuhyun berjuang hanya berakhir dengan seperti ini?

Boghoshippo…”

Sudah tak bisa lagi dirinya tahan. Pada malam hari ini Kyuhyun menangis kencang di depan sungai Han yang berkilauan dengan indah. Padahal di sesibuk apapun dirinya selalu menyempatkan untuk bersama dengan mereka, tapi sebaliknya mereka tidak pernah melakukannya. Terkadang terbesit dalam pikirannya apakah mereka semua memang sudah tidak memperdulikan satu sama lain?

Saat Kyuhyun merasa hari semakin gelap, dia memutuskan untuk beranjak dari sana. Namun kepalanya mendadak merasa sakit. Membuat dirinya hanya bisa mencengkeramnya dengan kuat seraya berusaha meredakannya. Akhir-akhir ini sakit kepalanya sudah terlalu sering kambuh. Air mata Kyuhyun semakin menetes karena sakit yang dirasanya. Ingin sekali dia menghubungi salah satu hyung-nya namun mereka pasti tidak akan datang. Lagipula mereka sibuk dengan jadwal masing-masing.

Hyung…deul…jebal…gajima…” Tepat setelah itu Kyuhyun kehilangan kesadarannya.

()

()

()

()

()

Seorang namja mungil baru saja pulang dari jadwalnya sebagai DJ di Sukira. Namja mungil tersebut menatap sekeliling dorm. Sepi sekali. Tidak ada orang lain selain dirinya yang ada disana. Hyung-nya yang lain masih ada jadwal jadi kemungkinan mereka akan pulang larut malam. Namun seharusnya dongsaeng-nya sudah pulang namun sama sekali tidak nampak keberadaannya.

Sebuah cup ramen terlihat ada diatas meja. Namja mungil itu ‘Ryeowook’ yakin bahwa ini adalah perbuatan dongsaeng-nya. Dengan kesal dia membersihkan meja tersebut. Kebiasaan sekali untuk sang dongsaeng padahal dirinya sudah dewasa bahkan berusia 28 tahun. Astaga Ryeowook jadi kesal sendiri.

Setelah membereskan meja dan membersihkan badannya. Ryeowook duduk di salah satu sofa sembari memainkan smartphone miliknya. Dia tersenyum-senyum sendiri saat melihat fotonya di Sukira tadi. Meski sudah berusia, namun dirinya masih terlihat begitu muda. Namun lama-lama dirinya merasa bosan. Rasanya dorm begitu sepi jika hanya dia sendirian yang ada disana. Namun suara beberapa langkah kaki membuat dia bahagia.

Ryeowook menyambut antusias. “Hyung akhirnya kalian datang. Sepi sekali tadi.”

“Kau harus terbiasa dengan itu. jangan mengeluh.” Balas Heechul.

Kangin mengiyakan. “Benar juga kita semua memang sudah banyak berubah.”

“Jadi ingat ketika dorm ini begitu ramai dulu.” Ryeowook bicara kembali.

“Sedikit demi sedikit kita juga akan mempunyai kehidupan masing-masing. Jadi harus terbiasa mulai dari sekarang.” Nasihat Heechul.

“Bahkan momen yang dulu sering kita lakukan benar-benar tak ada.” Ryeowook tersenyum.

Kangin menepuk pundak Ryeowook. “Kita bukan lagi seorang rookie yang berusia belasan tahun. Tahap ini adalah tahap dimana kita harus membentuk diri. Jadi terbiasalah dengan semua.”

Nde hyung kau benar.” Jawab Ryeowook.

Heechul bertanya. “Mana magnae?”

“Dari tadi aku hanya sendirian hyung. Kyuhyun belum pulang.” Balas Ryeowook.

Kangin menimpali. “Mungkin jadwalnya belum selesai.”

“Ah begitu.” Heechul menyahut.

Di sisi lain seorang namja berparas malaikat tengah menikmati hidangan makan malamnya. Walau sebenarnya ini sudah terlalu larut untuk disebut makan malam. Rasanya malam begini hanya dia sendirian terasa sangat sepi. Tapi mau bagaimana lagi ini memang maunya. Karena tidak mau merasa sepi namja ini memilih untuk makan di restoran terdekat.

Sebuah restoran akhirnya telah dia pilih. Namja ini kemudian memesan kepada pelayan yang ada disana. Dengan suasana ramai begini setidaknya dia tidak merasa sepi meski hanya makan sendirian tanpa ada yang menemani. Sejenak dirinya tertegun saat melihat seorang anak yang tengah memisah-misahkan sayuran dari makanannya. Hal itu sontak membuat ibunya mengomel. Dan ingatannya langsung melekat begitu saja pada namja ini.

Seorang namja berparas malaikat menasehati dongsaengnya. ‘Makan sayuranmu jangan dipisahkan.’

Ini tidak enak rasanya pahit aish..’ Tolak sang dongsaeng.

Namja berparas malaikat itu frustasi ‘Makan atau hyung akan menghukummu.’

Dasar orang tua bisanya hanya mengancam’ Rengut si dongsaeng.

Siapa yang kau sebut orang tua?! Namja itu berteriak tidak terima.

Namja itu akhirnya sadar dari lamunannya ketika sang pelayan memberikan makanan yang dipesannya. Namja berwajah malaikat ini atau publik mengenalnya dengan Leeteuk tersenyum saat kembali mengingatnya. Sudah lama juga dirinya tidak mengomeli sang dongsaeng bungsu yang begitu nakal pada waktu itu.

Jika mengingat tentang magnae-nya Leeteuk kembali terngiang mengenai permintaannya tadi siang. Permintaan dimana sang magnae ingin mereka semua kembali ke dorm. Rasanya Leeteuk sedikit bersalah karena sudah mengeluarkan kalimat itu. Namun inilah kenyataannya bahwa kehidupan tidak akan pernah selalu sama pasti akan berubah-ubah. Kemudian sudah menjadi kewajiban bagi mereka untuk menerimanya.

()

()

()

()

()

Seorang namja mencoba membuka kedua matanya yang terasa begitu berat. Suatu bias cahaya menusuk kedua matanya begitu saja. Membiasakan dirinya, kemudian namja ini menatap sekeliling. Ini sama sekali bukan kamar di dorm-nya. Putih… ruangan ini seperti sebuah ruangan rumah sakit. Seorang dokter langsung masuk saat mengetahui bahwa namja ini sudah sadar. Rupanya benar ini adalah kamar rumah sakit.

Namja ini hanya terdiam saat sang dokter memeriksa tubuhnya dengan seksama. Bahkan selang infus melingkar cantik di tangan namja ini. Dia belum bisa bicara karena tubuhnya memang terasa sangat lemas sekali. Namun namja ini mengenal dokter yang tengah memeriksanya kini.

“Kim uisanim…” Namja ini berujar lemah.

Junwon menatap namja itu kemudian. “Akhirnya kau sadar juga.”

Wae…” Kalimatnya terpotong.

Junwon menjelaskan. “Aku menemukanmu saat lewat depan sungai Han. Disana kau sudah tidak sadarkan diri. Jadi aku membawamu kesini.”

Namja tersebut agak terkejut. “Jadi Kim uisanim yang menemukanku.”

Junwon menatap namja tersebut. “Saat kau masih belum sadar, aku sudah melakukan pemeriksaan MRI.”

“MRI…wae?” Tanya namja tersebut bingung.

Junwon menghembuskan nafasnya. “Salah sendiri kau tidak melakukan pemeriksaan yang kusuruh. Aku dan manajermu sepakat untuk memeriksamu tadi.”

“Manajer juga tau?” Tanyanya kembali.

“Dia pulang dulu nanti akan kembali.” Jawab Junwon singkat.

Namja itu kemudian berbicara lagi. “Lalu apa hasil pemeriksaanku?”

“Ada hal yang serius terjadi padamu.” Jawab Junwon.

Namja itu mencoba tidak percaya. “Hal serius apa maksudmu?”

“Sementara… Ah diagnosa sementara kau mengidap radang selaput otak. Namun hasil pastinya adalah setelah laporan pemeriksaan keluar.” Jelas Junwon dengan tegas.

Namja itu sangat terkejut dengan apa yang dia dengar. “Mw..mwo?! Kau tidak bercanda kan Kim uisanim. Bagaimana bisa aku menderita penyakit gila itu.”

Junwon hanya menghela nafasnya. “Seorang dokter tidak akan berbohong. Aku tidak akan mengatakan bahwa kau tidak sakit.”

“Aku hanya demam biasa dan sakit kepala itu saja.” Elak namja tersebut.

Junwon mengangguk. “Itu adalah gejala yang sering muncul pada penderita. Bahkan intesitas sakitmu lebih dari sakit kepala biasa.”

“Jadi…aku… akan…” Mata namja tersebut begitu berkaca-kaca.

Junwon menggeleng. “Jangan pernah berkata demikian. Kau harus berusaha untuk sembuh, jangan menyerah.”

“Tinggalkan aku uisa.” Pintanya dengan lemah.

Junwon hanya mengangguk pasrah. “Jika itu yang kau mau.”

Setelah terdengar pintu itu ditutup namja tersebut tidak dapat lagi membendung air matanya. Dia sangat mengerti salah satu penyakit otak yang disebutkan oleh Junwon tadi. Bahkan penyakit yang dideritanya adalah penyakit menular. Air mata namja ini terus menetes tanpa mau berhenti.

“Mungkinkah semuanya tidak akan seperti dulu lagi?” Dengan derai air mata dia bergumam.

()

()

()

()

()

15 Juni 2016

Kyuhyun memasuki dorm dengan langkah gontainya. Tangannya agak sedikit sakit karena pemaksaan yang dia lakukan tadi. Sungguh berada lama-lama disana membuat dirinya merasa tidak nyaman. Tempat itu merupakan suatu tempat yang sedari dulu sangat dirinya benci. Terlebih bau-baunya yang mengingatkannya akan masa kelamnya dulu. Lalu nanti akankah dirinya kembali lagi berakhir di tempat itu.

Perasaannya kembali sakit saat harus menerima semua kenyataan yang sangat tidak ingin dia dapatkan. Kenyataan begitu pahit dalam hidupnya. Juga kenyataan yang tidak akan pernah bisa dirinya untuk menolak. Kyuhyun membuka pintu dorm, dan melihat hyungdeul-nya tengah bersiap untuk melakukan jadwal mereka.

Heechul mengomel. “Kenapa kau baru pulang?”

“Jadwalku terlalu padat hyung.” Jawab Kyuhyun bohong.

Ryeowook juga datang. “Jangan sarapan kalau kau tidak mau membersihkannya.”

Kyuhyun menjawab malas. “Kebetulan aku sedang tidak lapar.”

“Kami akan melakukan jadwal kami. Kau juga bersiap seharusnya.” Kangin memberi nasehat.

Kyuhyun mendecih. “Jadwal? Padat sekali seperti presiden. Kapan ini bisa berhenti.”

Heechul tidak terima. “Kyuhyunnie jaga bicaramu!”

“Kau itu sudah dewasa, berubahlah sedikit.” Kangin ikut bicara.

Kyuhyun menjawab kembali. “Aku sudah berubah tapi hanya sedikit. Namun kalian lah yang sudah banyak berubah!”

“Kyu geumanhae…” Peringat Ryeowook.

Kyuhyun menatap Ryeowook. “Mianhae… lupakan perkataanku. Selesaikan jadwal kalian dan aku juga akan menyelesaikan jadwalku.”

Kyuhyun beranjak meninggalkan semua hyung-nya. Rasanya dia ingin berbagi mengenai apa yang sedang didapatnya sekarang. Namun melihat reaksi dari para hyung-nya membuatnya urung untuk menceritakan itu semua. Kyuhyun tidak tau lagi pada siapa dirinya harus membagi beban beratnya ini.

Heechul terdiam sejenak saat mendapati tingkah laku magnae tadi. Kyuhyun marah. Dia yakin Kyuhyun marah bahkan sangat. Tapi sebelumnya Kyuhyun tidak pernah semarah ini. Di dalam kemarahannya ada sesuatu yang berbeda. Ada sebuah luka disana, luka yang sangat dalam yang dia simpan. Bukan hanya Heechul, Ryeowook pun menyadari tatapan penuh luka Kyuhyun. Ketika Kyuhyun menatapnya tadi itu dapat Ryeowook lihat.

Magnae sedang membuat masalah di dorm.’-Send.

Hari ini dia akan mengambil hasil laboratorium sekaligus hasil pemeriksaannya sebelum melanjutkan jadwalnya. Saat bercermin, darah itu mengalir begitu saja dari hidungnya. Dengan panik Kyuhyun menyeka darah tersebut menggunakan tissu. Namun mendadak kepalanya terasa sangat sakit. Dan tissu yang dipegangnya terlepas begitu saja. Pemuda itu mencengkeram kepalanya yang terasa sakit, berusaha untuk meredakannya namun tidak bisa. Kepalanya bagaikan mau pecah.

Seseorang masuk ke dalam dorm karena telah menunggu terlalu lama. Ada yang aneh dari kamar ada seseorang yang mengerang kesakitan. Dengan segera orang tersebut memasuki kamar yang menjadi sumber suara. Kemudian sebuah pemandangan langsung mengejutkannya.

“Astaga Kyuhyun-ah!”

()

()

()

()

()

To Be Continue…

 

2 Comments (+add yours?)

  1. ikfiaisyah
    Dec 25, 2016 @ 02:22:00

    baca ini jadi kangen berat sama super junior ohh god!! nangis sumpah 😥

    Reply

  2. Jung Haerin
    Mar 17, 2017 @ 00:21:53

    Ini apa??, jan dikasih bawang dong eon, aku jd nangis

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: