I Love You

“I Love You”

Written By: @sitiyuanda

| Cast : An ELF and Yesung | Genre: Angst & Romance | 

***

Dulu sekali, aku pernah sekali mencintai seorang pria. Sangat mencintainya sampai aku tak bisa bernapas dengan baik jika berada dekat dengannya. Bahkan menatap matanya dari sekian jarak meter, aku langsung menunduk tak berani melihatnya. Atau bahkan menatap fotonya dapat membuatku lupa cara bernafas. Aku tidak tau mengapa, tetapi itu seringkali terjadi. Apalagi jika mendengarnya bernyanyi dengan suaranya yang memang diciptakan sebagus mungkin oleh Tuhan. Bahkan aku langsung memasang jeli telingaku jika ada orang di sekitarku yang membicarakan tentang dia. Ya, dia memang terkenal. Terlalu terkenal sampai aku sendiri tak ada keberanian mendekatinya, hanya menyembunyikan diri dari hadapannya.

Aku mencintai orang itu, yang bahkan dia tak pernah tau aku ada di bumi yang sama dengannya. Dan dia bahkan tidak tau jika dia sakit, aku dengan susah payahnya menenangkan diriku agar tidak terlalu khawatir dan berusaha percaya pada orang di sekitarnya yang menemaninya. Terus berdoa agar tidak terjadi hal buruk. Sangat ingin berada di sampingnya, menemaninya, mengusap kepalanya yang katanya besar itu.

Aku tidak peduli jika orang berkata, “hey apa kau tidak lelah memikirkan orang yang bahkan tidak pernah memikirkanmu? Dasar bodoh!”. Aku malah balik berkata dengan nada yang sama sekali terdengar perih, “aku mencintainya, bagaimana bisa aku lelah memikirkannya?”. Itu benar, aku pernah berpikiran seperti itu.

Perasaanku ini benar-benar bodoh sampai-sampai aku takut jika ada seseorang yang memilikinya. Tak ku pungkiri aku sangat takut jika mata kecilnya itu digunakan untuk melihat gadis yang dia cintai kecuali aku. Takut jika bibir kecilnya mengucapkan kata ‘aku mencintaimu’ kepada gadis yang dia cintai kecuali aku. Takut jika pikirannya dipenuhi bayangan-bayangan gadis yang dia cintai kecuali aku. Lagi-lagi bodoh. Memang siapa aku berani berharap seperti itu.

Aku pernah berpikir, bagaimana caranya agar dia tau keberadaanku. Apa aku harus nekat? Menerobos tubuh besar bodyguard untuk berbungkuk dan menyebutkan namaku? Atau pura-pura menjadi staff di salah satu stasiun tv agar bisa berbungkuk menyapanya lalu memberitahukan namaku? Ah! Atau yang paling nekat aku ikutan audisi menjadi seorang trainee? Aku hanya ingin dia tau ada seseorang yaitu aku, orang yang mencintainya.

Perasaan ini sudah lama bertahan. Sangat lama sampai terkadang aku lelah. Sangat lelah untuk tetap berusaha mencintainya. Berusaha agar perasaan ini tidak berkurang bahkan untuk satu persen pun. Aku bahkan rela menghabiskan sepanjang waktu-ku di depan komputer dan mencari berita tentangmu dengan bantuan google ahjussi. Terus menerus mencari tau apapun tentangmu. Aku benci jika disebut sebagai stalker, tapi itulah aku.

Aku ingin memberitahukan padanya tentang apapun yang aku suka dan benci. Aku suka membaca komik, menulis, dan aku suka mencoba mengerti perasaaan sahabatku. Kemudian saat aku menceritakan tentang hal yang aku benci, ada rasa ingin melihat tawanya yang disebabkan oleh perkataanku yang bahkan tidak mengandung unsur humor. Dan saat itu terjadi –namun tak akan pernah terjadi- aku akan berkata, “terima kasih karna telah tersenyum.” Karna senyum-nya, memberikanku warna merah kuning hijau biru ungu putih jingga. Jika aku boleh berkomentar tentang warna senyum-nya yang menawan itu, aku akan berkata putih campur jingga, tulus dan menenangkan. Aish, aku sangat ingin memiliki moment seperti itu bersamanya.

Sakit hati. Hal yang paling menyakitkan untuk orang sejenis-ku adalah jika dia didera gosip dengan gadis lain, yang cantik dan tentu saja sama dengannya. Aku begitu termakan oleh berita itu sampai-sampai aku merutuki gadis itu dan aku berkoar-koar jika aku membencinya. Tapi, even though I said I hate him, I still love him. Miris. Lalu aku bercerita pada temanku bahwa aku sedang patah hati karnanya namun, mereka malah tertawa dan berkata, “dia doang. Itu gak real, gak kaya aku sakitnya kalau ditinggalin pacar tuh gimana.”. Hello~, kalian gak tau perasaanku, gak pernah ngerasain yang sama. Aku akan dengan sombongnya berkata, “perasaan aku lebih sakit.”. Memang benar perasaanku lebih sakit, karna aku dihadapkan pada kenyataan lagi, dunia nyata, bahwa dia sama sekali tidak mengenalku, bearti hanya aku yang merasa, dia tidak peduli bukan karna pura-pura tidak tau, krana memang dia tidak pernah tau. That’s the hurt thing I ever felt.

Lagi dan lagi, untuk yang –mungkin- keseribu kalinya dia membuatku terlena oleh penampilannya. Mengapa dia berpenampilan begitu memukau? “Jangan seperti itu! Nanti akan banyak yang menyukaimu.” Sekedar suka, bukan cinta. Aku mengangkat tanganku dan bersorak, “aku mencintaimu!” berharap dia mendengar dan menoleh padaku. Tapi bagaimana dia bisa mendengar teriakanku jika teriakanku ini melebur bersama orang sejenis-ku, membuatnya bingung harus menoleh ke arah mana, terlalu banyak yang memanggilnya.

Aku pernah baca sebuah tulisan orang, jangan terlalu berharap pada seseorang yang berada sangat di ketinggian yang sulit kita gapai. Terlalu berharap, mungkin itu aku. Terlalu berharap dia akan menjadi jodohku kelak. Berlebihan? Mungkin tidak. Bagaimana jika dia melihatku? Hanya untuk satu kalinya dia langsung jatuh cinta padaku. Bagaimana jika itu terjadi? Who knows? Jodoh hanya Tuhan yang tau, bukan? “Tunggulah aku. Jangan berpaling ke wanita lain dulu, tunggu sampai kamu bertemu denganku. Dan aku pastikan kau akan jatuh cinta padaku. Kekeke.”

Pernah aku sedang mencoba melakukan hal yang paling aku takutkan dan aku hindari selama ini. Menghindarinya dan melupakannya. Berusaha untuk hidup tanpa tergantung padanya. Dan usahaku itu menunjukkan hasil. Aku tidak lagi takut menatap mata kecilnya yang teduh, juga tidak lagi berdebar melihat senyumnya. Tapi bagian hatiku yang terdalam sepertinya tidak memperbolehkan itu terjadi. Aku ingin mencintainya lagi. Mencintainya dengan ketulusan hati seorang wanita. Aku kembali mencintainya.

Cinta platonis. Menyakitkan. Menakutkan. Lucu. Aneh. Miris. Gila. Bodoh. Itulah perasaan cinta yang selama ini aku rasakan padanya. Sebuah perasaan cinta yang tulus yang tak menuntut balasan. Rela melihatnya bahagia bersama orang lain yang membuatnya bahagia.

Karna orang bodoh aku.

-End-

A/N : waaa~ fanfic ini sesuatu banget>< perasaan diriku yang terdalam>< maaf kalau jelek :Dv

Enjoy this^^

3 Comments (+add yours?)

  1. jinheeya
    Dec 27, 2016 @ 21:00:35

    Aaahhhhh… suka banget sumpah! Dari bahasanya aduhay wkwkwkwk. Aku ngakak bacanya karna aku ngerasain hal yang sama hahaha

    Reply

  2. GreenAplle
    Jan 08, 2017 @ 13:29:38

    Kaya baca diary … Ada batasan dimana fans Dan idol beranda..

    Reply

  3. indah
    Jan 22, 2017 @ 21:09:48

    😢😁Jjang
    Semoga kyuhyun selalu bahagia

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: