You Must Have Had A Broken Heart

jssd

By: Wenni Dita Sari

You Must Have Had A Broken Heart

Cast: Cho Kyuhyun, Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Sungmin, Kim Soojin (OC) | Genre: Friendship, Romance, Sadness | Oneshot.

 

***

            “Ryeonggu-ya… cepat duduk, aku lelah melihatmu mondar-mandir daritadi, kau memangnya tidak lelah?” Seorang anak perempuan berusia sekitar 10 tahun duduk di ayunan sambil memakan eskrim strawberrynya, sedangkan sahabatnya sudah menghabiskan eskrim miliknya daritadi terlihat gelisah karena menunggu sesuatu.

            “Kau bilang padanya kita bertemu jam berapa? Kenapa dia belum datang juga sih?” Si anak laki-laki akhirnya menyerah dan menuruti perintah sahabatnya untuk duduk di ayunan yang bersebelahan dengannya. “Sesuai dengan katamu di telepon tadi, jam 11 tepat” Si anak perempuan hanya mengangkat bahunya, masih asik dengan eskrim di tangannya. “Satu jam dia membiarkan kita menunggu, aku bersumpah akan memberinya pelajaran”

            Tidak lama, seorang anak laki-laki berpostur tinggi datang dengan tergesa-gesa, si anak laki-laki yang lebih pendek darinya menghela napas panjang melihat yang ditunggunya sejak tadi akhirnya datang juga.

            “YA CHO KYUHYUN! Kau punya jam tidak?! Soo bilang padamu untuk datang jam 11, sekarang sudah jam berapa?!!” Si anak laki-laki yang dipanggil Kyuhyun itu hanya terkekeh pelan sambil menggaruk belakang kepalanya, “Mianhae Ryeowookie, tadi aku ketiduran”

            Setelah eskrim strawberrynya habis, si anak perempuan baru membuka suaranya “Ryeonggu-ya, ingatkan aku lain kali jika kita buat janji dengan Kyuhyun, harus 2 jam lebih awal dari jam sebenarnya, dan kau Cho Kyuhyun, karena kau datang terlambat kau harus mentraktir kami strawberry cake!”

            Ryeowook hanya menepuk kepalanya pelan, “Demi Tuhan, Kim Soojin.. strawberry lagi?”

****

The way you say the things you do

The softness of the words you choose

The times that you can read my mind

And take my worries out of sight

Your fingers touching on my lips

And say a kiss is still a kiss

And when you look at me I see

I see the pain that you had to feel

            Aku menoleh ke arah datangnya suara langkah kaki, dan melihat siluet laki-laki muncul dari balik pohon, ia membawa sebuket bunga di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang kotak yang tanpa dilihat isinya pun aku langsung tahu apa itu, ia datang dengan mengenakan kaos berwarna putih dilapisi kemeja kotak-kotak berwarna biru. Aku tersenyum, tampan seperti biasa pikirku, ia selalu datang dengan pakaian ini, style favoritku.

Ia meletakkan barang bawaannya lalu ikut duduk di tanah berumput tepat di sampingku.

“Hai,” katanya, sambil menatap ke depan. Aku hanya menatapnya tanpa menjawab, mengagumi suara yang sudah tidak kudengar setahun ini. Aku menyadari perubahannya.. tubuhnya lebih kurus dibandingkan saat terakhir kali aku bertemu dengannya, sekarang ia mengenakan kacamata dengan frame tipis berwarna hitam dan aku yakin itu akibat hobinya duduk berjam-jam di depan komputer.

Bukan, dia bukan laki-laki gila kerja yang seperti kalian pikir, dia suka sekali bermain game. Kalian jangan tertawa, memang usianya sudah 28 tahun tapi untuk hobinya yang satu itu aku yakin masih belum berubah. Ia lalu membuka kotak berukuran sedang yang dibawanya tadi, di dalamnya terdapat 2 potong strawberry cake dan 2 buah sendok plastik.

“Aku membawakan strawberry cake kesukaanmu, ahjussi bahkan tadi sudah menyiapkannya sebelum aku datang.. kau tahu? Toko kue itu sekarang diserahkan pada anaknya, khusus hari ini ahjussi datang ke tokonya karena tahu aku akan datang kesana.” Ia bercerita sambil memotong dan mengunyah kuenya pelan-pelan.. hening, ia tidak berkata apa-apa lagi sampai strawberry cake itu hanya tinggal 1 potong.

Udara musim gugur hari ini cukup dingin, apalagi tempat ini terletak diatas bukit, jadi angin yang berhembus pun cukup kencang. Terkadang aku bertanya-tanya kenapa ia selalu datang dengan pakaian tipis seperti itu, aku memang pernah bilang kalau aku menyukainya karena menurutku ia jauh lebih tampan dengan pakaian itu, tetapi seharusnya dia menggunakan pakaian yang lebih tebal di musim seperti ini.

You must’ve had a broken heart, to love me the way do

Must’ve been so torn apart, I can see it when I look at you

All the meaning that is in your eyes, the love you give will never die

And I knew right from the start, you must’ve had a broken heart

****

            Kyuhyun, Ryeowook dan Soojin turun dari bus kemudian berlari-lari menuju gerbang sekolah, sekarang mereka duduk di bangku sekolah menengah atas. Gerbang sekolah sudah ditutup sejak 10 menit yang lalu, mereka tidak akan mungkin bisa masuk ke dalam tanpa dihukum terlebih dahulu. “Kita ke halaman belakang, kita tidak mungkin masuk lewat pintu depan” Ryeowook memberi ide pada kedua sahabatnya sambil terus berlari “hah? Memangnya ada jalan di halaman belakang?” Sahut Soojin “Serahkan padaku!” Jawab Ryeowook. Seingat Soojin tidak ada pintu sama sekali di halaman belakang sekolahnya.

            “Kita… memanjat?” Tanya Kyuhyun sambil memandang tembok tinggi di hadapannya “Tentu saja.. masa kita harus terbang” Jawab Ryeowook ketus, “Ini semua karena idemu menonton film sampai pagi Kyuhyun-ah, ya Soojin-ah.. cepat naik ke punggung Kyuhyun!” Soojin hanya bisa menganga mendengar kata-kata Ryeowook “Kau gila! Aku pakai rok!!!” Ryeowook menghela napas panjang “Soojin sayang, ini satu-satunya cara, kecuali kau lebih memilih bolos hari ini”

            “Tidak! Aku bisa dibunuh appa kalau ketahuan bolos lagi” Tolak Kyuhyun tegas, teringat dulu ia pernah dimarahi habis-habisan karena ketahuan bolos karena pergi ke game center, “Baiklah, tapi kau… dan kau…” Soojin menunjuk Kyuhyun & Ryeowook “Tutup mata kalian! Aku tidak mau memberi tontonan gratis” Soojin cemberut sambil melepas sepatunya, lalu akhirnya naik perlahan-lahan ke punggung Kyuhyun, kemudian berhasil lompat masuk ke sekolahnya.

***

“Aku merindukanmu..” katanya, ia menunduk memandangi jari-jarinya, “Aku juga merindukanmu Kyuhyun-ah” jawabku

“Sungmin hyung, Donghae hyung dan Ryeowookie titip salam untukmu.” Aku kembali tersenyum mendengar nama sahabat-sahabatku itu, aku juga merindukan mereka..

“Ryeowookie akan menikah bulan depan” lanjutnya, aku langsung menoleh ke arahnya, “bukannya dia bilang dia ingin melajang sampai tua?” Kataku yang lebih mirip sebuah gumaman. “Aneh bukan? Dia selalu bilang tidak butuh wanita, tiba-tiba ia mengenalkan calon istrinya pada kami semua, ketika kutanya dia hanya menjawab ‘Waktu itu aku hanya belum bertemu belahan jiwaku Kyuhyun-ah’ cih.. bocah itu, kata-katanya itu hanya membuatku ingin menjitak kepalanya” Gerutu Kyuhyun yang membuatku tertawa kecil, mereka berdua belum berubah.

Aku, Kyuhyun dan Ryeowook seusia, dulu kami bersahabat sejak kecil hingga masuk ke universitas yang sama, aku dan Ryeowook bertetangga sehingga kami sering bermain bersama, suatu saat Ryeowook mengenalkan saudara sepupu jauhnya yaitu Kyuhyun yang akan pindah ke sekolah kami.

Saat itu aku melihat keduanya begitu berbeda, Ryeowook dengan tubuh kecilnya memiliki sifat lebih lembut dan perhatian walaupun sedikit cerewet, sedangkan Kyuhyun lebih keras tapi pintar. Ayahnya memiliki sebuah akademi, kata Kyuhyun ia tidak boleh gagal dalam hal pendidikan karena ayahnya pasti akan marah besar jika Kyuhyun mempermalukannya. Walaupun awalnya ia tidak banyak bicara, tapi seiring berjalannya waktu kami saling mengenal hingga aku tahu kalau dia itu menyebalkan, sudah tidak terhitung lagi berapa kali aku melerai Kyuhyun & Ryeowook jika mereka berdua bertengkar karena hal sepele, kebanyakan karena Kyuhyun yang berbuat iseng / kata-katanya menyinggung Ryeowook. Kyuhyun memang begitu kepada semua orang yang dekat dengannya, kecuali denganku mungkin? Entah kenapa ia tidak pernah berkata-kata yang menyinggungku. Walaupun sikapnya terkadang masih suka menyebalkan. Oh iya selain itu dia suka sekali bermain game, kadang aku heran kenapa ia bisa jadi sepintar itu jika kerjanya hanya bermain. Tuhan baik sekali padanya dengan memberikannya otak yang jenius.

***

“Kau tidak sopan, Ada aku dan Sungmin hyung yang paling tua disini… harusnya kau berikan pada kami dulu bukannya Kyuhyun duluan” gerutu Donghae melihat Soojin memberikan sepotong Kimbab pada Kyuhyun. Hari ini seperti biasa mereka berlima duduk di kantin kampus, Soojin sengaja membawa bekal Kimbab untuk dimakan bersama-sama. “Tapi… mmm aku… pacarnya…. hyung” Sahut Kyuhyun sambil mengunyah kimbabnya, Donghae hanya mendengus mendengar kata-kata Kyuhyun.

            “Ne, Donghae oppaaaa ini milikmuuu” Ejek Soojin lalu memberikan potongan lainnya pada Donghae lalu Sungmin, “Kau seperti tidak ikhlas memanggilku oppa, aku kan memang lebih tua darimu”Kata Donghae cemberut

            “Aku memang tidak ikhlas.. diantara kalian semua yang oppa untukku hanya Sungmin oppa, kau tidak masuk hitungan, Lee Donghae” Soojin menjulurkan lidahnya, Ryeowook hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Sungmin hanya tertawa melihat kelakuan kedua dongsaengnya.

***

Bertahun-tahun kemudian, kami bertiga masuk ke perguruan tinggi yang sama. Walaupun aku berbeda jurusan dengan mereka berdua, kemana-mana kami selalu bersama-sama. Saat tahun pertama kami di perguruan tinggi, entah bagaimana awalnya tapi aku & Kyuhyun menyadari perasaan kami berdua memang lebih dari sekedar sahabat. Saat kami mengaku berpacaran pada Ryeowook, ia marah pada Kyuhyun karena merebut sahabatnya, ya memang setelah itu tanpa sadar aku & Kyuhyun menjadi sering pergi berdua tanpa mengajaknya, setelah mendapat sedikit omelan darinya, kami kembali bermain bersama hingga saat masuk tahun kedua di perguruan tinggi, kami bertemu dengan Sungmin oppa & Donghae. Mereka adalah senior kami di kampus.

Kalian pasti heran kenapa aku memanggil Sungmin dengan sebutan oppa sedangkan Donghae tidak? Jangan menyuruhku memanggil anak kecil itu dengan sebutan oppa, usianya memang lebih tua dariku tapi sifatnya kekanakan sekali, bahkan aku bisa bersikap lebih dewasa darinya, walaupun usiaku paling muda diantara kami semua. Terkadang ia memanggilku dengan sebutan Noona jika ia sedang meminta sesuatu dariku, oh tentu saja jika ia sudah mengeluarkan jurusnya itu aku tidak bisa berkata tidak. Meskipun begitu ia juga menjagaku, katanya karena sejak dulu ia selalu ingin punya saudara perempuan. Lain halnya dengan Sungmin oppa, ia dewasa sekali & manis, apalagi saat tersenyum. Aku menganggapnya seperti kakakku sendiri, dia tempatku mengadu jika aku bertengkar dengan Kyuhyun, karena entah kenapa jika Sungmin oppa sudah berbicara, Kyuhyun sulit membantahnya.

You seem to have that certain smile

I can’t forget after a while

The day you walked into the room

At once I knew the hurt that you’d been through

Sometimes when its late at night and I see your face in the fire light

Showing all the love you have for me, well I love you as much

***

            Tiba-tiba handphone Kyuhyun berbunyi, ia merogoh saku celananya “kakakmu menelepon” katanya lalu meletakkan telepon genggam itu di telinganya, “oh Yesung hyung….” Kyuhyun mendengarkan kakakku berbicara di seberang telepon, “kau sudah menjemput Hyerin? Maaf merepotkanmu hyung.. aku akan langsung menjemputnya malam ini” ia terdiam sejenak “Ne, gomawoyo hyung.” Kyuhyun menutup teleponnya, kembali menatap ke depan.

“Aku meminta Yesung hyung menjemput Hyerin di sekolah, anak kita sekarang sudah masuk sekolah dasar” Kyuhyun tersenyum kecil… ia terlihat bangga, aku juga ikut tersenyum membayangkan betapa cantiknya anak kami, sudah 5 tahun sejak terakhir kali aku melihatnya.

“Dia kemarin bercerita padaku bahwa di sekolahnya ia ditanya tentang cita-citanya oleh gurunya.. dan kau tahu apa jawabannya….? Kyuhyun menghela napas panjang berusaha melanjutkan kata-katanya

“Ia ingin menjadi pramugari sepertimu…..”

Sometimes, sometimes

Must’ve had a broken heart

Yeah

***

            “Kau bilang 3 hari ini kau libur… kau kan baru kembali kemarin” Kyuhyun menggendong anaknya yang masih berusia 2 tahun sambil memperhatikan Soojin yang sedang membereskan pakaian dan menatanya ke dalam koper miliknya,

            “Temanku sakit, dia tidak mungkin bisa ikut penerbangan hari ini.. kami bertukar shift, jadi weekend ini aku bisa libur, tidak apa-apa kan?” Ujar Soojin sambil menutup kopernya, Kyuhyun hanya cemberut mendengar alasan Soojin, padahal ia sudah sengaja cuti dari kantor untuk pergi bersama Soojin & anaknya besok.

            “Oke.. akhir minggu ini… pokoknya kau sudah berjanji padaku & Hyerin, sudah lama kita tidak jalan-jalan bertiga” Kyuhyun masih tidak rela melepas Soojin pergi.. tapi apa boleh buat, pekerjaan Soojin sebagai pramugari membuatnya sering bepergian jauh.

            “Iyaaa aku janji, akhir minggu ini kita liburan sepuasnya” Soojin tersenyum kemudian menyeret kopernya keluar kamar menuju pintu apartemen mereka, diikuti Kyuhyun dari belakang.

            “Hyerin-ah, eomma pergi dulu ya…. kau harus jadi anak baik selama eomma pergi arasseo?!” Soojin kemudian mencium kedua pipi , dan mengusap kepala anaknya.

            “Besok kau kerja kan? Titipkan Hyerin pada eomma saja, aku sudah menyiapkan keperluan Hyerin ada di kamarnya”

            “Aku mengerti, ini bukan pertama kalinya kau meninggalkan kami berdua.. masa kau tidak percaya padaku, aku ini kan appanya” Ujar Kyuhyun

            “Araseeo, aku percaya padamu, aku pergi dulu ya..” Soojin kemudian berjinjit sedikit untuk mencium pipi & bibir Kyuhyun sekilas, kemudian menyeret kopernya keluar karena taxi sudah menunggunya sejak tadi di depan apartemennya.

            Soojin menoleh sekali lagi.. “Jaga Hyerin baik-baik.. dan jaga dirimu juga Kyuhyun-ah” Soojin tersenyum sebelum menutup pintu.

***

“Katanya ia ingin terlihat cantik saat mengenakan seragam pramugari seperti yang selalu ia lihat dari foto-fotomu” Aku hanya diam, melihat perubahan wajah Kyuhyun yang semakin murung, “Kau tahu bagaimana takutnya aku saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Hyerin? Aku tidak pernah menceritakan padanya bagaimana kau pergi, bagaimana kau meninggalkan kami. Aku kehilanganmu dan aku tidak ingin kehilangan Hyerin juga.” Ia mengepalkan tangannya, meremas kemejanya sendiri.

Aku mengerti ketakutan Kyuhyun, pasti berat hidupnya selama beberapa tahun ini, Perasaan bersalahku karena meninggalkannya pun tidak pernah hilang. Tapi apa aku pernah diberi pilihan? Tidak pernah… betapapun inginnya aku tinggal & tetap bersama mereka, orang-orang yang paling aku cintai di dunia ini. Tetapi aku memang tidak bisa.

“Apa kau bahagia?” Perkataan Kyuhyun memecah lamunanku, aku menatapnya sendu rasanya ingin memeluknya, tapi aku tahu itu percuma.. karena aku tidak mampu.

“Andai kau tahu, aku ada disini Kyuhyun-ah” hatiku sakit, walaupun kami sudah saling mengenal sejak kecil, tapi menurutku kebersamaan kami belum cukup. “Kau selalu berkata padaku untuk selalu berada di sampingmu, tapi malah kau yang pergi meninggalkanku….. tidak ada kau..“ Kyuhyun menarik napas panjang berusaha menahan air matanya, “aku bingung harus bagaimana, Hyerin selalu menanyakanmu, menanyakan eommanya”

Aku melihat Kyuhyun menunduk mengepalkan tangannya. “Kau tahu Hyerin sekarang tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik.. kau harus melihatnya. Kata Yesung hyung, wajahnya semakin mirip denganku kecuali matanya. Dia memiliki mata yang sama denganmu, dan sifatnya juga benar-benar mirip denganmu” Aku tahu Kyuhyun berusaha mati-matian menahan tangisnya.

Kami menikah setelah lulus dari perguruan tinggi, masih terlalu muda memang. Orangtuaku saat itupun sedikit khawatir, tetapi karena mereka sudah mengenal Kyuhyun dengan baik sejak lama akhirnya mereka memberikan restunya. Saat baru 3 bulan menikah, aku dinyatakan positif hamil, jangan tanya bagaimana bahagianya kami berdua, Usia kami saat itu baru 22 tahun. Sifat Kyuhyun yang terkadang menyebalkan dan kekanakan mulai sedikit berubah, mungkin ia menyadari bahwa sebentar lagi ia akan jadi ayah sehingga ia lebih dewasa dan menjagaku.

Malam itu, pada saat penerbangan pulang dari Jepang yang ada di pikiranku hanya wajah Kyuhyun & Hyerin yang sedang menungguku di rumah, membayangkan liburan kami di akhir minggu ini, dan berusaha mengingatkan diriku sendiri bahwa sesampainya di Korea aku harus pergi mencari kado untuk Ryeowook karena minggu depan adalah hari ulang tahunnya…. tanpa pernah aku tahu bahwa janji dan semua rencana itu tidak pernah bisa terwujud.

“Semua orang menyuruhku menikah lagi.. mencari penggantimu…” Kyuhyun mendengus pelan, “seperti aku bisa saja…”

“Aku terkadang membayangkan, kita bertiga jalan-jalan bersama di taman bermain.. kau tahu anak kita suka sekali pergi kesana.. sama sepertimu, kau ingat dulu aku lebih suka di rumah bermain starcraft dibanding menemanimu ke taman bermain, aku tidak suka matahari. Lalu kau akan mengajak Donghae hyung dan Ryeowookie untuk pergi bersamamu, tentu saja mereka bersedia.. terlebih Donghae hyung”

Aku terkekeh mendengar kata-katanya, teringat bagaimana sulitnya untuk mengajaknya pergi ke taman bermain. Dia selalu memiliki seribu alasan untuk menolak ajakanku, belasan tahun mengenalnya tentu saja aku tahu sebenarnya dia tidak suka pergi ke taman bermain. “Sulit membesarkan Hyerin tanpamu disini, tapi hanya Hyerin yang membuatku bangkit, setiap melihatnya aku seperti melihat dirimu saat kita masih anak-anak dulu, jadi… aku harus bertahan… bertahan untukmu & untuknya”

All the meaning that is in your eyes, the love u give will never die

And I knew right from the start, you must’ve had a broken heart

Sometimes…..

***

            Kyuhyun melihat ke langit yang tiba-tiba berubah menjadi mendung, lalu bangkit dari duduknya dan membersihkan kotoran di celananya lalu meletakkan buket bunga yang dibawanya tadi dibawah batu nisan bertuliskan namaku..

“Sepertinya akan hujan, aku pulang dulu, lain kali akan aku akan mengajak Hyerin kesini” Aku melihatnya melangkah meninggalkan tempat ini, baru beberapa langkah ia kembali berbalik

“Aku akan menyusulmu, walaupun aku tidak tahu kapan. Hingga saatnya tiba, kau mau menungguku kan?” Kyuhyun menghela napas panjang…. “aku mencintaimu Soojin-ah” Kyuhyun tersenyum, lalu kembali berbalik melangkah semakin menjauh… dan menghilang di balik pepohonan.

“Aku akan menunggumu Kyuhyun-ah, aku juga mencintaimu… selalu”

END

Song: You Must Have Had a Broken Heart-Westlife

 

3 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Dec 30, 2016 @ 21:01:04

    Ternyata soojin udah meninggal, kasihan kyuhyun harus merawat putrinya seorg diri.

    Reply

  2. silviaona
    Dec 30, 2016 @ 21:20:54

    Ya ampun, aku ngga nyangka. Pantesan waktu kyuhyun bilang “anak kita sudah masuk sekolah dasar” ada apa nih? Masa ibunya sendiri ngga tau. Atau jangan2 mereka udah pisah? Ternyata….
    Jadi, soojin meninggal gegara apa? Kecelakaan mobil?
    Punya blog pribadi eonn? Aku pengen baca tulisan kamu yg lainnya hehe, tulisanmu bagus ☺

    Reply

  3. daimyo hyuuga
    Jun 09, 2017 @ 22:10:47

    Sumpah, keren banget! Jujur aja aku gak bisa nebak nih cerita. Mulau dari percakapan yang seakan Soojin benar2 hadir ikut dalam percakapan Kyuhyun. Daebak! Terus bikin fanfic keren lainnya ya

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: