The One’s Vanished

jnjn

The One’s Vanished

By: Tomomikazuko13 (@Lokitacitra)

Length: Oneshot

Genre/theme: Friendzone, Romance, Pain&hurt

___

“If you want the one, dont take two. Because one completes it but two vanished it all.”  -Dee Lestari

***

 “Hyun-ah, kau sudah bangun? Bisakah menjemputku?Tolong aku. Ada yang harus kuselesaikan.”

 “Uhm sekitar dua jam lagi. Baiklah. Terimakasih.”

***

Setelah sambungan telepon itu terputus gadis itu beranjak dari tempat tidurnya dan dengan segera membersihkan badannya di dalam bath up berukuran 4×4 yang ada di kamarnya itu. Ia kemudian menyalakan pemanas air dan menuangkan aroma terapi kedalam bath-upnya. Aroma jasmine yang lembut memasuki indra penciumannya. Begitu menenangkan. Sejenak pikirannya berkelana memikirkan percakapannya dengan pria itu. Ucapan yang tadi diucapkan pria bernama Cho Kyuhyun itu kembali terngiang di telinganya.

Flashback

Hei, ada apa denganmu? Mengapa mendadak jadi seformal itu cara bicaramu?”  Pria itu terkekeh karena permintaan gadis yang menjadi lawan bicaranya sekarang ini. Sebelum gadis itu sempat menjawab pertanyaan Kyuhyun, pria itu sudah kembali bersuara.

“Kau selalu tahu kan, tanpa kau memohon pun aku akan selalu bersedia menjemputmu Soo-ya. Baiklah, kau ingin aku jemput jam berapa?”

“Oke, tunggu aku.”

Flashback end

Hyunsoo menikmati busa-busa yang menggelitik tubuhnya. Ia memejamkan kedua matanya dan menghirup aroma jasmine yang menguar. Ia mengingat dengan baik bentuk wajah pria itu. Cho Kyuhyun. Pria itu terlalu baik kepadanya. Ia memperlakukan Hyunsoo seperti kekasihnya sendiri. Padahal Kyuhyun sudah memiliki Hyori yang telah menjadi kekasihnya selama satu tahun ini. Hyunsoo tahu, sikap Kyuhyun kepadanya memang hanya sebatas sahabat pria kepada sahabat wanitanya. Sebagai seorang kakak kepada adiknya. Tapi sisi wanitanya mungkin mengartikan lebih atau mungkin dia terlau berharap banyak.

Ia mulai dekat dengan pria itu saat tahun pertamanya menjadi mahasiswa baru di Kyunghee University. Saat itu Ia mendapat tugas kelompok yang cukup berat dan Kyuhyun menjadi salah satu anggota kelompoknya. Awalnya hanya sebatas berdiskusi tentang tugas-tugas itu, lalu Kyuhyun mulai sering memberikan tumpangan kepada Hyunsoo. Dari situlah keduanya semakin dekat. Hingga teman-teman dekat mereka sering menggoda Kyuhyun dan Hyunsoo. Bahkan tak sedikit yang menyebut mereka adalah sepasang kekasih. Sampai pada akhirnya Hyunsoo tahu bahwa Kyuhyun telah berpacaran dengan Hyori. Gadis cantik dan pintar yang dengan mutlak jauh berada diatasnya.

Pernah suatu kali teman dekat Kyuhyun menggoda kapan Hyunsoo dan Kyuhyun akan memberikan traktiran atas hubungannya dengan pria itu. Tentu saja hal tersebut membuat Hyunsoo jengah perlahan-lahan. Ia tahu bahwa Kyuhyun begitu melindunginya sebagai sahabat dan seorang kakak. Tidak lebih –meskipun ia berharap lebih. Lagipula kedua manusia itu juga sering terlihat beradu mulut karena hal kecil. Tetapi bukan berarti mereka saling membenci. Itu adalah hal yang paling senang mereka lakukan ketika sedang bersama.

Kedekatan mereka berdua terkadang membuat Hyunsoo khawatir. Bagaimanapun, Cho Kyuhyun telah memiliki kekasih. Ia takut terjadi salah paham antara dia dan kekasih Kyuhyun itu. Sampai pada akhirnya, Hyori onnie pun mendekati dirinya untuk mengetahui kabar Kyuhyun. Pria itu terkadang sulit dihubungi, dan satu-satunya cara menghubunginya adalah lewat Hyunsoo. Karena seperti kata teman-teman dekatnya, dimana ada Kyuhyun maka Hyunsoo pasti tak berada jauh darinya, begitu juga sebaliknya. Gadis itu –Hyunsoo- pada akhirnya menjadi tempat setia bagi gadis bernama Hyori itu untuk berkeluh kesah.

Ia teringat saat Kyuhyun memberitahunya bahwa perkenalan mereka terjadi bukan saat mengerjakan tugas kelompok. Pria itu ternyata telah bertemu dengan Hyunsoo saat pendaftaran di Kyunghee. Mereka bahkan sudah saling berjabat tangan dan mengenalkan nama masing-masing. Bodohnya, Hyunsoo tidak mengingat kejadian itu justru Kyuhyun yang mengingat namanya.

Hyunsoo terkejut saat pria itu menceritakan kejadian di awal sebelum tahun ajaran baru itu dimulai. Mereka berdua tidak menyangka bahwa pertemuan itu akan berlanjut dengan kedekatan mereka sekarang ini.

Lalu pikirannya beralih pada suatu ketika, Hyunsoo yang tidak pernah bertemu dengan Hyori akhirnya bertemu di suatu acara. Pada saat itu Hyunsoo yang selalu bersama dengan Kyuhyun terpaksa datang bersama orang lain. Bagaimanapun Kyuhyun adalah kekasih Hyori. Jadilah Hyunsoo digoda oleh teman-temannya karena Kyuhyun meninggalkannya malam itu.

Flashback

Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Hyunsoo. Kapan pun kau membutuhkanku, aku akan berusaha untuk selalu ada. Bahkan jika nanti wisuda kau bingung untuk pulang bersama Appa atau Ummamu, aku bersedia merengek kepada Appa untuk meminjamkanku mobil miliknya untuk menemanimu pulang agar kau tak perlu bingung memilih diantara keduanya.” Jelas Kyuhyun dengan mimik serius yang dipaksakan. Sedetik kemudian mereka berdua tertawa lepas membayangkan bagaimana jika hal itu benar terjadi.

Flashback end

Ia ingat Kyuhyun mengatakan hal itu kepadanya. Dia menjadi satu-satunya pria yang mengetahui keadaan orangtuanya yang sedang dalam proses bercerai. Tetapi malam itu, untuk pertama kalinya, Kyuhyun meninggalkan Hyunsoo. Pertama kalinya, Ia menomorduakan gadis itu. Ya tentu saja, Hyori akan selalu menang dari Hyunsoo. Kecuali satu hal. Spasi..jarak… Hyunsoo boleh berbangga hati, bahwa dirinyalah yang selalu berada di dekat Kyuhyun.

***

 “Kau mengapa tak bosan-bosannya bertengkar dengan Hyori onnie? Kasihan dia, setiap hari merindukanmu tetapi kau hanya acuh tak acuh padanya.”

Ucap Hyunsoo suatu ketika kepada Kyuhyun. Gadis itu merasa perlu bertanya karena sudah seminggu ini Hyori mengeluh perihal Kyuhyun kepadanya.

“Ckckck. Gadis itu terlalu rumit. Aku kan hanya bermain game. Haruskah Ia semarah itu padaku? Lagipula, setiap menit, setiap detik ditelepon terus menerus apakah aku tidak akan bosan menurutmu?”

“Ya! tapi dia kan sudah jarang bertemu denganmu. Wajarkan kalau dia begitu merindukanmu Hyun-ah. Dasar pria, memang sulit sekali peka.” Hyunsoo mendengus sebal.

“Sudahlah lupakan. Sekarang kita sedang berdua saja. Tidak bisakah menghindari pembicaraan mengenai dia? Aku kan mengajakmu makan karena kasihan melihatmu yang sepertinya akan mati kebosananan di apartementmu. Bukan untuk membicarakan Hyori. Sekarang lanjutkan makanmu. Dan jangan membantah.”

“Ck. Dasar setan menyebalkan!” Hyunsoo mendengus sebal dan dibalas dengan seringai kejam dari wajah Kyuhyun.

Mereka berdua kembali fokus dengan santapan malam mereka hingga sebuah suara menginterupsinya. Ponsel Kyuhyun bergetar dan tertera nama yang sudah sangat dikenal Hyunsoo. Shin Hyori.

Hyunsoo diam membeku. Ia merasa canggung dengan keadaan seperti ini. Sedang Kyuhyun malah menolak panggilan itu yang membuat kening Hyunsoo berkerut bingung dan melemparkan pandangan bertanya kepada pria itu.

“Kita sedang makan. Ini waktuku berdua denganmu. Aku tak ingin diganggu.” Jawabnya singkat seolah membaca maksud Hyunsoo.

“Tapi dia –“

“Berhentilah menceramahiku Nona Choi dan habiskan makananmu.”

Hyunsoo terdiam dan terus memandangi pria dihadapannya. Hingga benda kecil berwarna hitam itu kembali bergetar.

“Ya. Aku sedang bersama Hyunsoo sekarang. Hanya makan malam. Bagaimana denganmu?” akhirnya pria itu menjawab panggilan dari Hyori karena Hyunsoo yang terus menerus menatapnya penuh minat seperti harimau yang ingin menerkam mangsanya jika saja pria itu bersikukuh mendiamkan panggilan Hyori.

Hyunsoo menghela napas. Bodoh sekali manusia bernama Kyuhyun ini. Bagaimana bisa Ia dengan gamblang mengatakan sedang makan malam berdua dengan wanita lain. Terlebih lagi wanita itulah yang sering digosipkan menjalin hubungan dengannya. Pastilah Hyori merasa cemburu meskipun wanita itu begitu pandai menutupinya.

Bagaimanapun, Hyunsoo adalah seorang wanita. Ia mengerti sekali perasaan Hyori. Dan Ia mengerti dengan betul, bagaimana perasaannya kepada Kyuhyun. Bukan, bukan Ia mengkhianati Hyori. Tapi dia adalah seorang wanita. Bagaimanapun, semua perhatian yang diberikan Kyuhyun kepadanya perlahan-lahan akan meruntuhkan pertahanannya. Karena dia adalah seorang wanita. Gadis itu, gadis bernama Choi Hyunsoo itu juga memiliki perasaan dan hati.

***

Sender: Hyori-chan

Date   : 2012 – 02 – 08 ; 09:30 AM

Hei kupikir kau dan Kyuhyun sangat cocok. Kalian berdua terlihat mirip. Hihi 😛

Hyunsoo membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya yang berwarna broken white. Berkali-kali Ia mencoba memejamkan matanya namun selalu gagal. Wajah pria itu berkali-kali terlintas dipikirannya. Tadi siang Hyori mengirimkan pesan singkat kepadanya. Memang Ia tak langsung menyampaikan maksudnya secara gamblang, tapi Hyunsoo mengerti maksud dari isi pesan singkat itu. Hyori cemburu padanya. Dan Hyunsoo lagi-lagi merasa bersalah karenanya.

Semuanya terjadi setelah acara makan siang bersama tiga hari yang lalu. Seperti biasa, Hyunsoo menjadi penumpang sejati motor sport warna hitam milik Kyuhyun itu. Bersama-sama dengan yang teman-temannya yang lain mereka menghabiskan istirahat siangnya bersama. Dan seperti biasa keduanya tak luput dari godaan teman-temannya. Hingga akhirnya salah seorang teman mereka meminta –memaksa- mereka untuk foto bersama –ralat- hanya berdua. Antara dirinya dengan Kyuhyun. Hyunsoo awalnya tidak mengindahkan permintaan tersebut karena Ia harus menjaga perasaan Hyori. Bagaimanapun dengan kedekatan yang sudah ada antara Ia dan Kyuhyun, sudah cukup membuat Hyori sesak. Apalagi jika harus mengabadikan kedekatan mereka dalam sebuah foto. Tapi usahanya menolak menjadi gagal karena secara mengejutkan Kyuhyun malah mendekatkan tubuhnya kearah Hyunsoo dan memasang pose seolah menyetujui permintaan temannya itu. Jadilah Hyunsoo mendengus sebal dan terpaksa mengalah.

1..2..3.. mereka memasang senyum menghadap ke kamera.

Dan disitulah semuanya berasal, foto itu diketahui oleh Hyori. Kekasih Kyuhyun itu salah paham dan mereka bertengkar. Sejak kejadian itu Ia mulai menjaga jarak dengan Kyuhyun. Dia tahu statusnya, dia tahu kedudukannya. Ia hanya seorang pendatang diantara mereka berdua. Tak seharusnya Ia merusak hubungan kedua kekasih itu. Hubungan milik sahabat yang begitu peduli padanya.

***

Kyuhyun merasakan ada yang berubah dari diri Hyunsoo. Gadis itu tidak pernah mau dijemput ataupun diantar lagi olehnya. Gadis itu seperti menghindarinya. Ya, Kyuhyun bisa merasakan hal itu dengan baik.

Ia memutuskan menemui Hyunsoo saat makan siang. Pria itu menunggu Hyunsoo beranjak dari tempat duduknya. Saat gadis itu bergegas meninggalkan ruangan, Ia mengejarnya.

“Hai Nona Choi! Mau makan siang denganku?” Sapa Kyuhyun saat gadis itu sudah berjalan beriringan dengannya. Gadis itu malah diam seolah terkejut dengan keberadaan Kyuhyun.

“Kupikir aku sedang berbicara dengan manusia. Mengapa kau tak menjawab pertanyaanku?” Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menahan tangan Hyunsoo dalam genggamannya yang secara tidak langsung membuat gadis itu menghentikan langkahnya.

Hyunsoo menolehkan kepalanya dan menatap kedalam mata pria itu.

“Aku tidak bisa makan siang denganmu. Ada yang harus kuselesaikan Hyun-ah. Mianhae.”

Ucap gadis itu singkat dan langsung melepaskan genggaman Kyuhyun terhadapnya. Pria itu tidak mencoba menahannya. Tapi detik berikutnya Hyunsoo membeku akibat kata-kata yang diucapkan Kyuhyun kepadanya.

“Sejak kapan kau berbohong padaku? Kau menghindariku? Apa aku melakukan kesalahan?”

Hyunsoo berdiri mematung. Rasa sesak menyelubungi paru-parunya. Membuatnya kepayahan untuk mengambil napas. Matanya mulai memanas. Ia tak menghiraukan ucapan Kyuhyun dan kembali melangkahkan kakinya meninggalkan pria itu di belakangnya.

***

Gadis dengan rambut gelombang itu sibuk mengaduk-ngaduk vanilla latte di hadapannya. Ia tak berani menatap kedua bola mata yang sedang menatap tajam kearahnya. Mata milik Kyuhyun yang teduh namun menghanyutkan itu kini sedang mencoba mengulitinya. Sedikit berlebihan, tapi itu yang Hyunsoo rasakan sekarang.

“Aku tak tahu apa kesalahanku sehingga kau menghindariku. Tapi yang perlu kau tahu, aku merasa kehilanganmu Soo-ya. Kau menjauhiku seolah-olah aku adalah orang asing yang tak pernah mengenalmu.” Tatapan mata pria itu berubah sendu.

“Aku.. bisakah kita berpura-pura tidak saling mengenal saja? Aku dan kau, jika terus bersama hanya akan menyakiti perasaan Hyori onni.”

“Tetapi aku dan kau –“

“Hanya sahabat.” Hyunsoo memotong kalimat yang akan diucapkan Kyuhyun. Lagi-lagi rasa sesak itu memenuhi alveolusnya. Ahni, tak hanya itu, dadanya terasa berat seperti tertimpa beban beratus-ratus kilo. Ia menghela napas dalam-dalam. Mencoba menyuarakan isi hatinya yang seakan tersangkut diujung kerongkongannya. Sedetik, dua detik, gadis itu menemukan caranya kembali untuk berbicara. Ia menatap kedalam bola mata berwarna gelap favoritnya itu.

“Ya, hanya sahabat. Tapi aku tak yakin Hyori menganggapnya begitu. Kau tak ingat bagaimana teman-teman yang lain menganggap hubungan kita seperti apa? Lalu bagaimana dengan Hyori? Dia bukan kita. Mungkin sesekali Ia bisa mengerti. Tetapi jika terlalu sering sedekat ini, Ia akan tersakiti….”

Ada jeda diantara ucapannya. Hyunsoo mencoba mengatur napasnya. Ia menyusun kalimat yang paling pas menurutnya. Ingin segera mengakhiri pertemuan ini. Ia mengumpulkan keberaniannya untuk melanjutkan ucapannya.

“Aku juga wanita Hyun-ah. Seacuh apapun aku, semua perhatianmu pada akhirnya akan berbeda makna. Meskipun kau tak bermaksud begitu.”

“Hyunsoo-ya…”

“Aku tak ingin tersakiti dan menyakiti. Maaf jika aku egois Kyuhyun-ah. Maaf jika aku tidak bisa bersikap dewasa dengan mengorbankan persahabatan ini. Karena aku tidak ingin merusak semuanya. Lebih baik satu yang rusak daripada semuanya.”

Mata Hyunsoo mulai memanas. Ia menahan air mata agar tidak jatuh mengalir dari kedua sudut matanya. Ia tidak boleh terlihat lemah di hadapan Kyuhyun.-

Kyuhyun menatap gadis dihadapannya. Ia merasa bersalah telah mempermainkan perasaan gadis itu. Semua memang kesalahannya. Ia tidak memperhitungkan perasaan gadis itu saat melimpahkan seluruh perhatiannya kepada gadis bernama Hyunsoo itu. Kyuhyun mengenal Hyori dua tahun yang lalu. Ia bukan hanya mengenal. Tapi Ia begitu menyayangi Hyori, begitu menyayanginya sampai pada akhirnya Ia bertemu dengan Hyunsoo. Gadis yang terlihat kuat, gadis yang selalu bertengkar dengannya, tapi gadis itu juga yang selalu ada didekatnya. Hyori terlalu jauh dengannya, maka Ia melimpahkan perhatiannya untuk Hyunsoo.

Pria itu baru menyadari betapa brengsek dirinya yang sudah menyakiti kedua gadis itu. Terlebih Hyunsoo yang sudah banyak membantunya dan juga Hyori. Dan sekarang gadis itu sedang berusaha menahan air matanya. Kyuhyun tahu bahwa gadis itu tak mudah menangis. Pertama kalinya Ia melihat Hyunsoo menangis adalah saat ulang tahun gadis itu. Saat sahabat-sahabat dekatnya membawakan seekor kadal kehadapannya. Setelah itu dia tak pernah melihat gadis itu sesedih ini.

“Mianhae Hyunsoo-ya. Aku tak bermaksud mempermainkanmu. Aku…”

“Kau tidak salah Hyun-ah. Aku saja yang tidak bisa menahan perasaanku dan salah mengartikan perhatianmu.” Hyunsoo tersenyum. Senyum tertulus yang pernah Ia berikan kepada Kyuhyun.

“Besok saat aku bertemu denganmu, bersikaplah seolah-olah kau tak mengenalku. Bersikaplah seperti sebelum kita saling mengenal. Selamat tinggal. Terimakasih untuk semuanya. Salam dariku untuk Hyori onnie.”

Gadis itu tersenyum singkat lalu mengambil tas putih miliknya dan beranjak dari kursinya. Kyuhyun menahan tangannya.

“Aku tak ingin menyesal dan membuatmu merasa bersalah. Semua perhatian yang kuberikan padamu, semuanya bukan dari seorang pria kepada sahabatnya. Tanpa aku sadari, aku telah meperlakukanmu seperti aku menyayangi Hyori. Dan semuanya mengalir begitu saja tanpa memperhitungkan bahwa ini semua melibatkan perasaanmu dan perasaanku juga perlahan-lahan. Mungkin jika aku mengatakan aku mencintaimu, kau tak akan percaya padaku, tetapi jika di kemudian hari aku mempunyai kesempatan untuk memilikimu, aku tak akan menyia-nyiakannya Soo-ya. Maafkan aku.”

Dalam sekejap, pertahan Hyunsoo runtuh. Apa yang baru saja didengarnya? Apakah Kyuhyun baru saja mengatakn bahwa Ia mencintai Hyunsoo? Air mata mengalir dari kedua matanya. Beruntung, kafe itu sedang sepi pengunjung. Hanya ada dirinya dan dua pengunjung lain. Hyunsoo tersenyum. Untuk dirinya sendiri karena Kyuhyun tak bisa melihat wajahnya. Gadis itu senang mendengarnya. Kyuhyun memiliki perasaan yang sama dengannya. Tetapi Ia tak bisa terus bersikap egois. Tidak mungkin mengorbankan perasaan Hyori. Tidak mungkin mengorbankan hubungan yang sudah lama terjalin hanya untuk kesalahan bodoh yang Ia perbuat. Jadi gadis itu lebih memilih mundur.

Untuk sekali ini Ia rela bersikap picisan. Setidaknya Ia tahu, bahwa Kyuhyun membalas perasaannya. Meskipun hanya sedikit atau sama sekali karena kesalahan.

Ia menarik tangannya lepas dari genggaman hangat milik Kyuhyun. Ia tahu, setelah ini semuanya tak lagi sama. Ia telah melepaskan Kyuhyun. Suka atau tidak suka, pria itu telah melepaskannya juga.  Baru saja Ia melangkahkan kakinya, tubuhnya tertarik kebelakang. Kyuhyun menariknya ke dalam pelukan.

Hyunsoo terisak.

“Biarkan seperti ini sebentar saja.”

Gadis itu menuruti permintaan Kyuhyun. Keduanya saling berpelukan. Menyalurkan semua perasaan yang mereka miliki. Kali ini tak ada Hyori dipikiran mereka. Sekali ini saja. Hanya antara Cho Kyuhyun dengan Choi Hyunsoo. Setelah ini, mereka akan berjalan masing-masing. Karena satu harus dikorbankan agar tak terus tersakiti.

Dan itu adalah dirinya. Choi Hyunsoo.

Seseorang pernah berkata, jika kau ingin satu, maka jangan mengambil dua. Karena satu itu melengkapi tetapi dua berarti melenyapkan salah satunya) Dan Cho Kyuhyun baru saja bersikap egois dengan memilih keduanya, hingga akhirnya harus melenyapkan salah satu yang Ia miliki. Persahabatannya. Hyunsoo-nya.

The End

Admin’s note:  Happy new year’s eve tonight! xo – IJaggys

5 Comments (+add yours?)

  1. Hwang Risma
    Dec 31, 2016 @ 19:40:52

    Yaaa… mungkin cinta tak harus memiliki/? 😀

    Reply

  2. aryanahchoi
    Jan 01, 2017 @ 23:02:26

    keren huahhhhh kyusoo bkn baper seq dong eon

    Reply

  3. annisaparksooae
    Jan 03, 2017 @ 15:31:57

    Rasanya ingin berkarta kasar karena sad ending 😂😂😂 suka bgt sama bahasanya dan feelnya kerasa bgt

    Reply

  4. Hyun
    Jan 13, 2017 @ 07:19:38

    Omg.. T.T nyeri, gyu jelas anggep lebih hubungan dia ke hyunsoo, tapi begitu tau alasannya karena dia nglimpahin itu semua karena dia jauh dari hyori, perih weh..

    Reply

  5. Vikyu
    Jan 14, 2017 @ 07:49:34

    Annyeong readera baru
    Salam kenal kak
    Aku suka banget ceritanya
    Ga ada seq dri cerita ini?
    Huaa Keapa endingnya gantung
    Ga bisa di masa mendatang seperti kata kyu tadi “tetapi jika di kemudian hari aku mempunyai kesempatan untuk memilikimu, aku tak akan menyia-nyiakannya” pngen ini terjdi, semoga ada seqnya Ya kak hhehe

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: