Mianhae I Can’t

tumblr_oh0bvppgcm1sn2thco1_1280

Author : RiRinPark

Mianhae, I Can’t

 Lee Donghae & Cho Kyuhyun | Romance and Love Triangle | Oneshot

Rating : pg-13

***

 

Aku melangkahkan kakiku secara perlahan. Sangat pelan hingga suara langkah kakiku tidak terdengar oleh seseorang yang ada di depanku ini. Seorang pria yang sedang mencari sebuah buku dari banyaknya buku yang berderet di rak buku. Hhmm…. Sepertinya aku tau buku apa yang sedang dicarinya.

 

“ahh” gumamnya setelah menemukan buku yang dia cari. Dia langsung mengambil buku itu. Berjalan mencari tempat yang nyaman untuk membaca buku bacaannya. Di belakangnya aku masih saja mengikuti. Tidak lama kemudian ia menghentikan langkahnya, “yakk hye hyun~ah, berhenti bersembunyi di belakangku” pria itu rupanya menyadari bahwa aku mengikutinya. Dia memang pintar.

 

“aku tidak bersembunyi di belakangmu, Tapi aku mengikutimu” ucapku sambil tersenyum padanya yang kini sudah berhadapan denganku. Pria itu hanya menatapku dingin kemudian duduk dan mulai membaca bukunya.

 

“kyuhyun~ah apa hari ini kau tidak ingin mengajakku kencan?” Tanya aku pada pria yang bernama kyuhyun. Meskipun dia tidak memperhatikanku dan tetap membaca bukunya, tapi aku yakin dia pasti mendengarkan aku.

 

“ani, hari ini aku sibuk” jawabnya masih tetap membaca buku. Jawaban yang singkat dan jelas sangat menyebalkan untuk di dengar.

 

“kyuhyun~ah bukankah kita pacaran? Kenapa kita jarang berkencan?” yah aku dan kyuhyun memang sudah menjadi sepasang kekasih 3 tahun yang lalu, tapi lihatlah dia tetap saja cuek, dingin dan tidak romantis pada yoejachingunya.

 

“memangnya kalau kita pacaran, harus setiap hari berkencan” balasnya sambil membalikan lembaran buku yang ia baca. Dia masih tidak memandangku.

 

“apa kau tidak mencintaiku kyuhyun~ah?” aku bertanya dengan nada suara yang agak meninggi. Aku sudah tidak sabar menghadapi sikap cueknya. Pria itu menjawab dengan gaya cuek dan masih tidak melepaskan pandangannya dari buku, “aku mencintai mu”.

 

Rasanya aku ingin merebut buku itu dan merobek-robeknya agar dia memperhatikanku. Aku sudah tidak sabar lagi menghadapi sikap cueknya, “yakk, apa kau tidak bisa berpaling dari buku itu dan melihatku sebentar” Dia menutup bukunya lalu memandangku. Dia menuruti kata-kataku rupanya. Oke dia sudah memandangku cukup lama. Tatapannya yang tajam itu sekarang tidak berpaling dariku “kenapa memandangku terus?”

 

“bukannya tadi kau yang suruh?” Benar tadi aku yang menyuruhnya untuk melihatku. Tapi tidak harus dengan tatapan tajam seperti itu kan?. Tapi ya sudahlah yang penting dia sudah melepaskan pandangannya dari buku,

 

“aku ingin kita pergi nonton film, makan es krim atau nggak sekedar jalan jalan. Bisa kan?” Tanya aku padanya yang sekarang sudah memperhatikanku. Dia mengangguk tandanya bisa. Ahh, aku senang sekali melihatnya.

 

“tapi tidak sekarang, aku sibuk” seketika senyumanku langsung berubah. Aku memanyunkan bibir ku, aku melakukan ini bukan untuk menarik perhatiannya tapi memang seperti inilah sikapku kalau sebal. “mianhe hye hyun~ah. Sebentar lagi aku kan….”

 

“ne arraso” aku langsung memotong ucapannya. Kemudian pergi meninggalkannya aku sudah tidak mau berdebat dengannya lagi.

 

Dia Cho Kyuhyun namjachinguku. Yah, 3 tahun yang lalu dia mengatakan bahwa dia mencintaiku, dan aku sangat senang mendengarnya karena ternyata cintaku terbalas. Saat pertama kali aku menyukainya, aku sudah mengira bahwa perasaanku ini tidak terbalas, tapi ternyata perasaanku salah, dia juga mencintaiku.

 

Kita berdua saling mencintai?

 

Tapi kenyataannya hanya aku yang terlihat mencintainya. Dia terlalu cuek denganku. Aku tau itu memang sikapnya, tidak banyak bicara apalagi bersikap romantis. Bayangkan saja 3 tahun berpacaran dengannya. Aku bisa menghitung berapa kali aku berkencan dengannya itu saja aku duluan yang mengajaknya. Aku tidak pernah mendengar ucapan manis dari mulutnya. Setiap aku bertanya ‘apa kau mencintaiku’ dia pasti akan menjawab ‘aku mencintaimu’. Entahlah untuk saat ini aku merasa sepertinya kyuhyun sudah tidak mencintaiku. Aku merasa mungkin dia bosan denganku.

 

***

Aku pergi ke café. Bertemu dengan donghae oppa yang barusan tadi menelponku untuk menemuinya. Dia bukanlah oppa atau chingu bagiku tapi dia….

 

Donghae oppa membawakan es krim coklat untukku dan satu gelas kopi untuknya. Dia duduk dihadapanku, “aahh, bogoshipo” ucapnya lalu mencubit pipiku. Aku hanya tersenyum masam padanya dan memakan es krim dengan lambat dan tidak berselera. Donghae oppa sepertinya menyadari bahwa aku sedang tidak seperti biasanya “waeyo?”

 

Aku menggeleng, “aniyo, hanya sedikit kesal dengan kyuhyun” Dia langsung menopangkan dagunya dengan kedua tangannya. Bahasa tubuhnya yang sangat aku kenal. Jika dia bersikap seperti itu, dia akan mendengarkan keluhanku dari awal sampai akhir, “wae? kenapa lagi dengan kyuhyun?”

 

Aku menceritakan kejadian tadi pagi di perpus.. Kepalanya mengangguk-angguk pelan seakan mengerti perasaanku, dan aku yakin dia memang mengerti perasaanku. Aku senang dia selalu bersedia menjadi pendengar untukku.

 

Setelah mendengar ceritaku. Ia mengusulkan, “hmm…bagaimana kalau kau berkencan dengan ku saja” dia mendekatkan wajahnya padaku dengan kedua tangannya yang masih menopang dagu, “Aku akan menemani tuan putri kemanapun” lanjutnya sambil bergurau, dia sedang menghiburku. Aku suka sikapnya yang bisa mencairkan suasana.

 

“yah baiklah pengawal” ledekku sambil meniru gayanya -menopang daguku dengan kedua tanganku-

 

“mwoo? Pengawal?”

 

Dia mendengus, “tshh…kalau begitu kau sangat beruntung tuan putri, bisa mempunyai pengawal yang sangat tampan ini” aishh dia narsis sekali

 

“ne, dan kau juga beruntung. Karena pengawal sepertimu bisa berkencan dengan tuan putri yang cantik ini” balasku sambil menjulurkan lidah.

 

“ouhh beruntung sekali aku ini” aku tersenyum mendengarnya. Dia begitu pintar merubah suasana hatiku yang buruk menjadi baik sekarang.

 

“kajja” ajaknya sambil menggandeng tanganku.

 

Aku pergi dengannya. Menonton film bersama, dan sepulangnya berkeliling taman bersama. Aku memang sering pergi dengannya. Dia adalah donghae oppa seorang yang selalu mendengar keluh kesahku. Seorang yang selalu memperhatikanku. Seorang yang selalu ada untukku, dan masih banyak lagi. Saat pertama kali bertemu dengannya kesan pertamaku padanya adalah ‘dia pria yang aneh’

 

“mianhae” aku membungkuk meminta maaf pada orang yang baru saja aku tabrak. Aku memang suka tidak lihat jalan kalu sedang kesal.

 

“ouh gwaenchana” ucapnya. Dia pria tampan yang mengenakan kemeja putih yang dibalutkan dengan jas hitam. Pakaian yang formal dan rapi, dia pasti orang kantoran. Syukurlah kalau dia tidak apa-apa. Aku membungkuk lagi dan segera pergi tapi pria itu malah menahanku, “chamkaman”

 

“wae?”

 

“siapa nam mu?” pertanyaan yang aneh. Apa dia mengenal ku?.

 

“hye hyun. Song hye hyun, waeyo?” Tanya ku. Tapi dia malah menjawab “yepputa” sambil terus memandangku dari atas sampai bawah, dasar pria aneh.

“apa kau sudah punya pacar?” pria aneh ini bertanya lagi

 

“ne, tentu saja”jawab aku singkat

 

“ahh, benar tentu saja yeoja cantik sepertimu punya pacar” pria aneh ini berujar lagi. Aku sudah tidak ingin meladeninya lagi aku segera pergi meniggalkannya. Tapi kemudian ia malah berteriak memanggil namaku.

 

“hye hyun-shii. Aku donghae lee- dong-hae” teriaknya sambil mengeja namanya. Jadi ‘pria aneh’ itu namanya lee donghae, yah semoga saja aku tidak bertemu dengannya lagi.

 

Aku pikir mungkin aku hanya bertemu dengan ‘pria aneh’ itu hanya sekali dalam seumur hidup ku. Tapi ternyata tidak, aku bertemu dengannya lagi di taman dan kelakuannya malah bertambah aneh. Dia mengajakku berkencan. Tentu saja dengan cepat aku segera menolak tapi, ia malah memaksa dengan alasan dan tindakannya yang di luar dugaanku.

 

“saat pertama meliha mu. Aku sudah menyukai mu. Aku berjanji pada diriku sendiri kalau, kita bertemu lagi aku akan mengajakmu kencan. Bukankah ini yang namanya jodoh?”

 

Aku mendengus “tshh, mwo jodoh? Yakk, aku tidak peduli yang berjanji itu kan kau bukan aku” aku ingin pergi meninggalkannya tapi, pria aneh ini malah berlutut dihadapanku dengan kedua telapak tangannya yang menyatu, dia sedang memomohon pada ku.

 

“aku mohon hye hyun-shii berkencanlah denganku” ini sungguh memalukan semua orang memandangku dan pria ini dengan tatapan yang sulit di artikan

 

“bisakah kau berdiri” bisikku pelan padanya

 

“shireo, sebelum kau mau kencan denganku” pria ini bikin kepala aku mau meledak rasanya. Semakin banyak saja orang-orang yang lewat dan memandangku.

 

“ne, aku akan berkencan denganmu asalkan kau berdiri sekarang” Cuma ini satu satunya cara untuk menghentikannya

 

“jinjja?” Tanyanya memastikan

 

“hmm, nee”

 

“gamshahamnida hye hyun-shii” ujarnya senang lalu menggandeng tanganku dan mengajakku pergi.

 

Saat aku dengannya aku benar benar nyaman dia memperlakukanku dengan sangat manis, perlakuan yang tidak pernah aku dapatkan dari kyuhyun. Sejak saat itu, aku berpikir bahwa dia bukan pria yang aneh, tapi pria yang baik, dewasa, dan penuh perhatian. Apa hubunganku dengannya, awalanya aku dan dia adalah chingu lalu berubah menjadi hubungan oppa dengan dongsaengnya, tapi semua itu berubah saat dia mengatakan bahwa ia mencintaiku.

 

“aku menyukaimu hye hyun-shii” kalimat itu sangat biasa terdengar di telingaku. Dia akan selalu mengatakan itu setiap bertemu denganku, bahkan bukan hanya saat bertemu saja, tapi juga saat dia menelponku atau hanya sekedar sms.

 

“ne, arraso. Aku juga menyukaimu donghae oppa” aku memang menyukainya dia adalah chingu dan oppa yang baik bagiku. Aku memang sangat beruntung memilikinya.

 

“bukan. Bukan itu maksudku hye hyun-ah” dia menggelangkan kepalanya pelan.

 

“saranghae”ucapnya lirih . aku menatap wajahnya yang tampan, dan matanya yang teduh. Tidak biasanya dia bersikap seserius ini.

 

“oppa” senyuman ku tiba tiba saja menghilang. Raut wajah bahagiaku berubah menjadi raut wajah yang bingung.

 

“ ini bukan perasaan oppa terhadap dongsaengnya, tapi perasaan namja pada yeoja” dia terus menatap mata ku. Aku menunduk, tidak bisa membalas tatapannya.

 

“oppa aku sudah punya kyuhyun” jawab aku lemah, aku takut mengecewakannya. Aku tidak ingin melihatnya sedih.

 

“ araso” suaranya pelan dan nadanya seperti orang yang kecewa. Aku tidak tau ekspresi wajahnya, aku tidak ingin melihatnya, “tapi aku bisa jadi yang kedua” lanjutnya, suaranya terdengar pelan tapi penuh keyakinan. Aku memberanikan diri untuk menatapnya.

 

“oppa” aku memanggilnya lemah ini bukanlah donghae oppa yang biasanya.

 

“aku mencintaimu hye hyun~ah. Saat kita pertama kali bertemu aku sudah mencintaimu” dia diam sejenak, “saat kau bilang kau punya pacar, aku tidak peduli. Aku tetap mendekatimu, tapi kau sangat mencintai pacarmu. Dan aku mulai berpikir ‘bagiku menjadi chingu atau oppa mu itu sudah cukup’. tapi kenyataannya….”

 

“oppa” aku memotong kalimatnya. Aku benar benar tidak menyangka dia akan berbicara seperti ini. Rasanya aku ingin menangis melihat wajah tampannya yang sedih. Aku tidak pernah melihatnnya seperti ini. Dia selalu menunjukan wajah tampannya yang bahagia dan sumringah. dia tetap melanjutkan, “tapi kenyataannya aku tidak bisa. Aku tidak bisa hanya menjadi chingu ataupun oppamu. Aku menginginkan lebih hye hyun~ah” suaranya berubah serak, apa dia menahan tangisnya?

 

“oppa….”hanya itu yang bisa aku katakan saat ini. Aku tidak tau harus berkata apa

 

“mianhe hye hyun~ah. Aku egois. Aku mungkin tidak bisa menjadi seperti kyuhyun, tapi bisakan kalau aku menjadi pelampiasanmu” matanya itu terus menatapku nanar.

 

“kalau kyuhyun tidak bisa mengajakmu berkencan, aku yang akan mengajakmu. Kalau kyuhyun tidak ingin menemanimu makan es krim, aku yang akan menemanimu. Kalau kyuhyun bersikap cuek padamu, aku yang akan memperhatikanmu. Kalau kau tidak bisa bertemu dengannya kau biasa datang padaku. kalau…”

 

“cukup oppa” aku menangis. Air mata yang sedari tadi aku tahan akhirnya jatuh juga membasahi kedua pipiku. Apa yang dia pikirkan? dia ingin menjadi pelampiasanku yang hanya akan aku butuhkan jika dalam keadaan sulit. Apa dia pikir aku bisa melakukannya.

 

“aku mencintaimu hye hyun~ah. Aku ingin kau selalu di sisiku. Aku janji tidak akan mengganggu hubunganmu dengan kyuhyun. Aku janji tidak akan menuntutmu lebih. Aku mohon hye hyun~ah cukup jadikan aku pelampiasan” suaranya semakin serak , apa yang harus aku lakukan? Aku bingung, aku tidak ingin mengecewakannya tapi aku juga tidak ingin menyakiti kyuhyun. Tanpa aku sadari aku menganggukan kepalaku pelan. Air mataku terus mengalir membasahi kedua pipi ku. Donghae oppa memelukku pelukan yang hangat dan penuh kasih sayang.

 

“gomawo hye hyun-ah, jeongmal gomawo” bisiknya pelan, ia masih memelukku.

 

sudah setahun kejadian itu berlalu dan sampai sekarang dia memang selalu menjadi pelampiasanku. Aku berpikir bahwa aku adalah wanita yang jahat karena menjadikannya hanya sebagai pelampiasan, Donghae oppa tidak pantas di perlakukan seperti ini. Dia pria yang sangat baik, seharusnya ia bisa mendapatkan wanita yang lebih baik daripada aku. Tapi kenyataannya aku menuruti kemauannya, menjadikannya pelampiasan. Aku ingin bersamanya, tapi aku juga tidak mau putus dengan kyuhyun.

 

Bukankah ini yang namanya selingkuh?

 

Setelah berkencan donghae oppa mengantarku pulang. Donghae oppa juga selalu mengantar atau menjemputku ke kampus kalau kyuhyun tidak bisa. Seperti apa yang pernah dia katakan sebelumnya ‘kalau kyuhyun tidak bisa melakukannya, dialah yang akan melakukannya’. Donghae oppa menghentikan mobilnya, tapi bukan di depan rumahku.

 

“wae oppa? kenapa berhenti di sini?”

 

“ada kyuhyun” dagunya menunjuk kyuhyun yang sedang berdiri di depan rumahku. Kyuhyun tidak menyadari karena jarak mobil donghae oppa dengan rumahku cukup jauh. Tidak biasanya Kyuhyun ke rumahku apalagi sampai menungguku di depan rumah.

 

“aku turun yah oppa” dia mengangguk tersenyum dan mengusap kepalaku.

 

“hmm, selamat malam chagi” dia mengusap pipiku pelan. Kata-katanya yang manis selalu sukses membuat aku tersenyum. Aku turun dari mobilnya, seperti inilah donghae oppa selalu menjadi yang kedua. Kalau ada kyuhyun, donghae oppa akan pergi dan mengalah.

 

Aku berjalan pelan menghampiri kyuhyun yang sedang bersandar di dinding depan rumahku, kepalanya menunduk tidak menyadari kehadiranku, “kyuhyun~ah kenapa kau di sini?”

 

Dia langsung membenarkan posisinya kemudian tersenyum padaku, “kau sudah datang. Aku menunggumu dari tadi. Kau dari mana saja?”

 

“aku pergi nonton film, dan makan es krim”

 

Dia meminta maaf, “mianhe hye hyun~ah aku tadi tidak bisa menemani mu” wajahnya terlihat menyesal.

 

“gwenchana” aku menepuk bahunya pelan. Dia memegang tanganku yang ada di bahunya, “gomawo”. Dia memelukku kelakuannya yang benar-benar langka. Kenapa tiba-tiba dia seperti ini? bukannya selalu aku yang memeluknya duluan atau aku yang memintanya memelukku, tapi sekarang?

 

“hye hyun~ah” panggilnya lembut di balik punggungku.Dia masih memelukku “kau masih percaya padaku kan? Aku sangat mencintai mu. Perasaanku itu tidak pernah berubah sama sekali” dia memang pernah berkata seperti itu sebelumnya. Tentu saja aku tidak akan melupakan hal itu, karena itu salah satu momen terindahku bersamanya.

 

Dia melepaskan pelukannya dan menatapku. Jujur saja akhir-akhir ini aku sedikit mengira dia sudah berubah dan tidak mencintaiku seperti dulu. Tapi melihatnya seperti ini, aku yakin kalau dia memang masih mencintaiku.

 

“kenapa kau bicara seperti itu? Tentu saja aku masih percaya” dia tersenyum mengusap kepalaku pelan.

 

Dia menghela nafas sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu padaku, “temanku bilang dia pernah melihatmu dengan seorang pria. Aku yakin dia pasti salah, iya kan?” aku kaget mendengarnya. Apa hubunganku dengan donghae oppa sudah terbongkar? Tapi dia masih percaya denganku, dia sangat percaya denganku.

 

“aku yakin itu pasti bukan kau. kau tidak mungkin begitu seperti apa yang temanku katakan. Kau tidak mungkin menyakitiku, iya kan?” dia bertanya lagi. Rasanya aku ingin mengatakan ‘ kau salah kyuhyun~ah, aku menyakitimu’ tapi sayangnya aku tidak memiliki keberanian untuk berkata seperti itu padanya. Aku hanya bisa menjawab dengan anggukan karena aku tidak sanggup untuk bersuara.

 

“aku percaya padamu hye hyun~ah. Aku selalu percaya pada mu” dia memelukku lagi. aku menahan tangisku, aku tidak boleh menangis di hadapannya ini akan terlihat aneh.

 

‘Yakk hye hyun pabo. Kau sudah melukai perasaan namja yang kau sangat cintai ini, apa kau tidak punya perasaan? Kenapa kau memanfaatkan kebaikan donghae oppa untuk memenuhi keinginanmu terhadap kyuhyun yang tidak terpenuhi? Dan kenapa kau tidak bisa menerima keadaan kyuhyun apa adanya? Kenapa kau malah mencari pelampiasan? Kau pabo hye hyun. Kau benar benar pabo.’ Aku terus menyalahkan diriku sendiri.

 

Kyuhyun masih memelukku, dia memelukku sangat lama dan erat seolah olah aku dan dia telah berpisah lama sekali. “aku takut kehilanganmu hye hyun~ah. Saranghae, jeongmal saranghae” bisiknya pelan. Jangan seperti ini kyuhyun-ah, itu membuatku semakin merasa bersalah.

 

“nado, jeongmal saranghae kyuhyun~ah” aku menangis di pelukannya. Aku sudah tidak bisa menahan air mata ini lagi. Air mata yang terus-terusan memaksa keluar dari sudut mataku.

 

“kau menangis hye hyun~ah” Tanyanya padaku. lalu dia melepaskan pelukannya memandangku, dia bertanya lagi, “waeyo” wajahnya begitu cemas, apa dia mencemaskanku.

 

“aniyo, aku hanya merasa bahagia mendengar kau mencintaiku” dia menghapus air mataku dengan kedua tangannya, “mianhae hye hyun~ah. Aku jarang mengatakannya” kenapa kau yang selalu mengatakan ‘mianhae’ seharusnya aku yang selalu mengatakannya.

 

“gwenchana. Tanpa kau mengatakannya, aku tau kalau kau sangat mencintai ku” Dia tersenyum senyuman yang sudah lama tidak aku lihat. “gomawo…aku pulang yah” aku mengangguk. Kemudian dia pergi tapi baru dua langkah, ia kembali lagi.

 

Cupp…

 

Dia mencium keningku lembut tentu saja perilakunya ini membuat air mataku turun lagi melewati sudut mataku. Setelah itu dia benar-benar pergi. Aku hanya terus memandang punggungnya yang semakin lama semakin menjauh sambil terus mengucap pelan kata ‘mianhae’ berulang ulang. Mianhae kyuhyun~ah.

 

“hye hyun~ah. Aku adalah orang yang buruk dalam berhubungan, aku tidak pandai menunjukan perhatian ku pada seseorang. Aku juga tidak pandai menunjukan rasa sayang dan cinta ku pada orang yang aku cintai. Aku takut suatu saat kau akan mengira bahwa aku tidak mencintai mu”

 

“jadi aku mohon kau harus percaya pada ku, aku sangat mencintai dan aku yakin perasaan ku tidak akan berubah. Aku sangat mencintai mu. Kau akan selalu percaya padaku kan hye hyun~ah”

 

Ucapannya terngiang-ngiang di telingaku. Air mataku mengalir lagi mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Saat dia mengatakan bahwa ia sangat mencintaiku. Bagaimana bisa aku melupakan dan mengingkari janjiku untuk selalu percaya pada ucapannya. Aku bingung apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengakhirinya? Melepaskan donghae oppa dan hanya mencintai kyuhyun, tapi kalau aku mengakhirinya itu akan membuat donghae oppa kecewa dan sedih. Ahh, kenapa sih aku harus di berikan pilihan yang sulit seperti ini.

 

***

 

“Tumben sekali kau datang ke kantorku dan mengajakku makan siang bersama. Baiklah apa yang ingin kau bicarakan?” donghae oppa terlihat sangat bahagia sekarang. Aku tidak ingin merusak kebahagiaannya sekarang. Sudah setahun aku berhubungan dengan donghae oppa dan setahun juga aku terus merasa bersalah. Sudah kuputuskan, aku akan mengakhirinya.

 

“oppa aku lelah. Aku ingin mengakhirinya” ucapku sambil menunduk.

 

“mwo?” suaranya yang tadi begitu bahagia langsung berubah.

 

“aku tidak bisa terus terusan begini. Menjadikan oppa sebagian pelampiasan, dan mengkhianati kyuhyun. Aku tidak bisa menyakiti kalian berdua terus menerus”

“andwae, jangan lakukan ini hye hyun~ah. Aku tidak bisa” larang donghae oppa. Kalau dia seperti ini terus, aku tidak akan bisa mengakhirinya.

 

“tapi oppa aku sudah tidak tahan lagi. Aku cape terus-terusan seperti ini”

 

“mianhae aku egois. Aku mohon bertahanlah sebentar lagi, setelah itu aku akan mengakhirinya” donghae oppa memohon. Tidak, aku tidak ingin mendengar donghae oppa memohon seperti ini

 

“jebal”mohonnya sambil menggenggam kedua tanganku. Aku tidak akan bisa menolaknya, mana mungkin bisa aku menolak pria yang sangat baik padaku ini, dan lagi-lagi kepala ini mengangguk, memenuhi keinginannya.

 

“gomawo, jeongmal gomawo” aku merasakan pelukan hangatnya lagi, ia memelukku. Aku menangis di balik punggungnya. Aku tidak bisa menghentikan ini, aku tidak bisa melakukannya, mungkin ini semua berakhir jika donghae oppa yang mengakhirinya.

 

***

 

Hari ini aku dan donghae oppa jalan jalan di taman. Sejak kejadian seminggu yang lalu. Saat aku meminta donghae oppa untuk mengakhiri hubunganku dengannya, ia jadi semakin sering mengajakku keluar. Akhir-akhir ini aku tidak bersikap manis dan baik terhadapnya seperti dulu. Sikapku padanya sedikit dingin, mungkin jika aku bersikap seperti ini, dia akan berhenti mencintaiku dan mengakhirinya.

 

“hye hyun~ah hari ini aku ulang tahun” ujar donghae oppa pelan. Aku tidak ingat kalau ini adalah hari ulang tahunnya, “ouh chukae” ucapku tulus mengucapkan selamat padanya.

 

“aku senang di hari ulang tahunku, kau masih bersamaku. kau tidak ingin memberiku hadiah?” tanyanya tapi dia tidak memandangku yang ada di sebelahnya.

 

“ouhh kau ingin hadiah apa” ucapku canggung. Dia berbalik menatap mataku. Dia meminta, “aku ingin hatimu. Aku ingin memilikinya, apa kau bisa berikan itu sebagai hadiah untukku?”

 

Aku menggeleng lemah, “mianhae, aku tidak bisa” Aku tau ini akan menyakitkan untuknya, “kyuhyun, aku hanya bisa berikan untuk dia” lanjutku sambil menatap matanya nanar.

 

Dia mengalihkan pandangannya, menghindari tatapan mataku “kau ingin mengakhirinya”

 

“eoh” aku menggangguk yakin meskipun aku tau donghae oppa pasti tidak melihatku.

 

“baiklah. Kita akhiri sekarang, aku tidak sanggup melihatmu terus-terusan merasa bersalah” Donghae oppa masih tidak melihatku.

 

“gomawo hye hyun~ah, jeongmal gomawo” donghae oppa selalu berkata seperti ini. Apa dia tidak tau, aku yang seharusnya mengucapkan itu padanya.

 

“hubungan kita mungkin berakhir. Tapi bukan berarti aku bisa berhenti mencintaimu” aku melihat air mata itu, donghae oppa menangis. Ia mendongakkan kepalanya agar tidak ada lagi air mata yang turun dari sudut matanya. Aku meraih wajahnya, menghapus air matanya yang turun membasahi pipinya “oppa uljjima”

 

Dia menepis tanganku pelan, tidak ingin aku menghapus air matanya, “jangan terus bersikap baik padaku hye hyun~ah. Itu akan membuatku semakin mencintaimu”

 

Dia memelukku erat aku bisa merasakan tubuhnya bergetar menahan tangisnya. Aku hanya bisa membalas pelukannya. Apa yang bisa aku lakukan untuk “aku mengakhirinya karena aku mencintaimu hye hyun~ah” bisiknya pelan di telingaku.

 

Dia melepaskan pelukannya, Kedua tangannya terus meraba wajahku, matanya terus menatapku lama, sangat lama seolah dia tidak akan bisa melihatku lagi. Wajahnya semakin lama mendekat ke wajahku, ia memiringkan kepalanya sepertinya dia ingin…

 

Chup..

 

Dia mencium pipiku lembut bersamaan dengan air mataku yang turun. Ini semakin membuatku sulit melepaskannya. “saranghae” bisiknya pelan di telingaku.

 

Setelah itu dia pergi. Aku sudah melepaskannya. Tidak ada lagi orang yang rela menjadi pelampiasanku. Saat aku membutuhkannya, dia tidak akan datang lagi, bahkan tidak boleh datang lagi. Inilah yang harus aku lakukan, melepaskannya karena kalau aku juga menahannya itu sama saja aku menyakitinya.

 

***

 

Trakk

 

Tiba tiba saja kyuhyun melemparkan seuatu di hadapanku yang sedang duduk di kursi taman. Aku berdiri dan langsung mengambil sesuatu yang di lemparkan kyuhyun tadi. Nafasku tercekat. Kedua mataku terbuka lebar melihat fotoku dengan Donghae. Kenapa bisa? Padahal aku sudah pisah dengannya dua minggu yang lalu.

 

“kemarin temanku yang memberikannya padaku. Dia bilang lagi-lagi dia melihatmu dengan laki-laki yang sama. Dia sengaja mengambil gambar kalian, karena aku tidak pernah percaya kata-katanya. Dan sekarang apa aku bisa tetap tidak percaya kata-katanya, setelah ia menunjukan foto itu padaku? Jelaskan padaku song hye hyun”

 

“kyuhyun~ah aa…aa…aku” aku gelagapan. Aku bingung bicara apa, aku takut salah bicara padanya. Dia terus menatap mataku marah. Menuntut penjelasan dariku. Aku menundukkan kepalaku, aku takut melihat matanya.

 

“yak, Song hye hyun cepat jelaskan pada ku” teriaknya marah. Aku semakin menundukkan kepalaku, tanganku meremas foto pembawa masalah ini. Air mataku pun akhirnya keluar melewati sudut mataku. Ini pertama kalinya ia semarah ini.

 

“mi…mi…mianhaeyo” ucapku sesegukan. Hanya itu yang bisa aku ucapkan, karena tidak ada yang bisa di jelaskan. Semua yang ada di foto itu sudah jelas, semua yang di katakan teman kyuhyun benar.

 

“aku tidak ingin mendengar kata maaf darimu. Aku hanya ingin dengar penjelasan” teriaknya lagi. Ia mengacak rambutnya frustasi. Aku tetap diam menunduk, hanya suara isakanku yang terdengar.

 

“jadi itu benar hye hyun~ah” Tanyanya kini dia sudah bisa menurunkan suaranya. Aku hanya terus mengucapkan kata maaf padanya dengan suaraku yang sesegukan.

 

“mianhae kyuhyun~ah. Jeongmal mian….”belum selesai aku mengucapkan maaf padanya, dia sudah pergi meninggalkanku yang masih duduk dan menangis. Dia belum memaafkanku, bahkan mungkin dia tidak akan memaafkanku. Aku takut ia akan meninggalkanku. Aku takut.

 

Aku merasakan kehadiran seseorang di hadapanku. Ia berjongkok menyamakan tinggi ku yang tengah duduk. Dia menengadahkan daguku membuatku bisa melihat wajahnya. Ia menyentuh kedua pipiku yang sudah basah dengan kedua tangannya, lalu mengahapus air mataku yang masih saja mengalir.

 

“mianhae, ini semua salahku” ucapnya parau. Dia tidak menangis, aku hanya melihat tatapan sedihnya saja. Donghae oppa, dia masih terus datang padaku meskipun aku telah melepaskannya. Dia masih menjadi orang yang selalu ada untukku.

 

“oppa” aku langsung menenggelamkan diriku dalam pelukannya. Mencari ketenangan di dalam pelukannya. Dia selalu tau kapan aku membutuhkannya. Dia menenangkan ku dengan mengusap usap rambut ku pelan. Aku tidak tau sudah berapa lama aku menangis dalam pelukannya.

 

“aku akan menjelaskan padanya.” dia melepaskan pelukanku. Aku mengangguk menatap wajahnya, tapi tunggu kenapa wajahnya memar seperti ini, sudut bibir dan pelipisnya membiru.

 

“oppa wajahmu kenapa” aku menyentuh pelan sudut bibirnya yang terluka, Donghae oppa langsung menepis pelan tanganku. Membuang pandangannya dariku..

 

“wae oppa. Siapa yang melakukannya? Apa sebelumnya kyuhyun menemui oppa dan membuat oppa seperti ini” entah kenapa aku berpikir seperti itu. Ia masih diam tidak menjawab, “oppa kenapa kau diam saja, jawab aku” cecarku.

 

dia tersenyum ketir “aku memang pantas mendapatkannya”.

 

Aku menghela nafasku berat, tidak habis pikir dengan jalan pikirannya. Kenapa Donghae oppa seperti ini. Aku yakin dia pasti tidak melawan. “aku akan mengobatimu oppa”

 

Aku ingin beranjak pergi mengambil obat, tapi ia malah menahan dan menolakku “anniyo gwenchana. Kau tidak perlu mencemaskanku hye hyun~ah.”

 

“tapi…”

 

“Ouh aku akan menemui kyuhyun dan menjelaskannya. Aku pergi” dia memotong ucapanku. Aku menangkap tangannya, “gomawo” ucapku sebelum ia pergi.

 

Dia mengangguk, menepuk puncak kepalaku pelan, “apapun akan ku lakukan untuk mu”

 

***

 

Ini sudah hampir satu bulan aku tidak bertemu kyuhyun . Setiap hari aku datang ke rumahnya hanya untuk meminta maaf padanya, tapi dia tidak mau bertemu denganku. Aku juga terus menelponnya ataupun mengirimkan pesan, tapi sama sekali tidak di respon olehnya. Aku merindukannya.

 

Sudah dua hari aku di rumah sakit. Yah, dua hari yang lalu aku mengalami kecelakaan, aku di tabrak motor sampai tangan kananku cedera, dan terpaksa aku harus memakai penyanggah lengan untuk sementara. Aku ingat saat itu orang yang pertama datang ke rumah sakit adalah donghae oppa.

 

“hye hyun~ah gwenchana? Kau membuatku khawatir. Kenapa kau bisa tertabrak motor” donghae oppa datang dengan nafas yang terengah engah, dia pasti datang kesini sambil berlari.

 

“gwaenchana oppa hanya cedera tangan” aku tersenyum, tapi donghae oppa masih saja memasang wajah cemasnya.

 

“yakk, oppa jangan memasang wajah seperti itu” ucapku sambil menaruh telunjukku di sudut bibirnya, lalu menariknya agar membentuk sebuah senyuman meskipun itu tidak terlihat seperti senyuman, karena hanya satu sudut bibirnya saja yang ku tarik, tentu saja karena salah satu tanganku sedang tidak bisa digunakan, “tersenyumlah. Aku sangat ingin melihat senyuman oppa ku” donghae oppa langsung tersenyum dan mengusap puncak kepala ku pelan. Sekarang dia sudah ku anggap sebagai oppa, selamanya itu tak akan berubah lagi.

 

Aku menghela nafasku berat. Donghae oppa, kenapa aku tidak bisa mencintai pria yang baik sepertinya. Dia bahkan hampir saja menginap di rumah sakit demi menjagaku, kalau saja aku tidak melarangnya. Ya tuhan Kenapa pria baik sepertinya bisa mencintaiku.

 

“kenapa dia masih belum memaafkanmu? padahal aku sudah meberinya penjelasan”

 

Aku mengingat perkataan Donghae oppa. Dia bahkan berusaha untuk memperbaiki hubunganku dengan kyuhyun. Dia rela melakukan apa saja untukku. Beberapa jam yang lalu dia datang menjengukku dan mengatakan ia akan pindah ke luar negri. Sebentar lagi dia akan pergi meninggalkanku,.

 

“waeyo kenapa oppa ingin pindah? Apa ini karena aku?” tanyaku. Donghae oppa memegang kedua bahuku lalu menundukan wajahnya agar bisa melihat wajahku lebih dekat “nee kau benar. Kaulah alasanku pindah, mungkin kalau aku jauh darimu aku bisa melupakanmu”

 

Aku menghela nafasku lagi entah untuk yang keberapa kali. Aku tidak bisa menahan Donghae oppa pergi. Aku tidak punya hak untuk menahannya. Aku harus membiarkannya pergi mungkin dengan begitu dia bisa melupakanku. Apa ini yang namanya karma? Donghae oppa pergi meninggalkanku. Kyuhyun juga sampai sekarang tidak mau bertemu denganku, bahkan aku masuk rumah sakitpun kyuhyun tidak datang untuk menjengukku. Apa kau sangat membenciku Cho kyuhyun.

 

GUBRAKKK….

 

Tiba tiba saja seseorang masuk sambil membanting pintu.

 

Kyuhyun datang, dia memegang kedua pipiku “hye hyun~ah gwenchana? mana yang sakit? Kenapa bisa seperti ini?” tanyanya bertubi-tubi dengan suara yang terengah-engah. Dia melanjutkan, “kenapa kau tidak beritau aku?”

 

“aku sudah beritau lewat pesan” aku masih menatapnya tidak percaya. Apa benar dia kyuhyun?

 

Dia menggeleng, “aku tidak baca pesanmu, jadi aku tidak tau”

 

“baru saja donghae datang ke rumahku dengan marah-marah karena aku tidak datang menjengukmu, tapi sungguh aku tidak tau” lanjutnya. Lagi lagi donghae oppa membantuku.

 

“mianhae aku….”ucapannya terhenti karena aku langsung memeluknya, “bogoshipoo”

 

“nado” balasnya. Aku mendongakan kepalaku untuk menatapnya, kedua tanganku masih memeluknya.

 

“apa kau sudah memaafkanku?” dia mengangguk lalu melepaskan kedua tanganku dari pinggangnya yang sedari tadi kupeluk, lalu menggenggam kedua tanganku.

 

“aku sudah lama memaafkanmu. Saat aku meninggalkanmu di taman, malamnya Donghae datang ke rumahku, dia menjelaskan semuanya padaku” dia tersenyum, senyuman yang sangat aku rindukan.

 

“lalu kenapa kau tidak mau bertemu denganku, tidak menjawab telponku, dan tidak membalas pesanku”

 

“saat dia menjelaskan semuanya padaku, tidak ada satu katapun darinya yang bisa membuatku menyalahkanmu. Dia selalu bilang bahwa dirinyalah yang salah, dia yang selalu memaksamu. Dia terlihat sangat mencintai mu, bahkan dia rela terlihat sebagai pria yang buruk hanya demi membelamu. Entahlah aku merasa dia yang lebih pantas untukmu daripada aku, jadi aku bepikir aku ingin melupakanmu”

 

“yakk kyuhyun~ah kenapa kau berpikiran seperti itu? Donghae oppa memang sangat baik, tapi yang aku cintai itu kan kau mau pantas untukku atau tidak, aku tidak peduli yang penting aku mencintaimu” dia mengangguk tersenyum

 

“aku janji akan merubah sikapku, agar tidak ada lagi pria yang ingin merebutmu dariku”

 

“ani, kalau itu memang sikapmu. Jangan kau rubah, karena aku mencintaimu bagaimanpun sikapmu”

 

Begitu mendengar perkataanku, wajahnya terlihat lega, “jinjja? saranghae Song hye hyun” bisiknya di telingaku.

 

“nado” Aku sangat bahagia bisa terus berada di sisinya, aku tidak akan bisa tanpanya di sisiku. Aku berharap aku terus berada di sisinya seperti ini. Aku juga berharap donghae oppa bahagia di sana dengan hidup barunya tanpa aku. Aku harap dia bisa menemukan wanita yang seratus kali lebih baik dari padaku.

 

~END~

4 Comments (+add yours?)

  1. Jung Haerin
    Jan 18, 2017 @ 00:20:15

    Aku sedih….

    Reply

  2. aryanahchoi
    Jan 18, 2017 @ 23:03:50

    kasihan hae puk2 sini dedek peluk

    Reply

  3. josephine azalia
    Jan 31, 2017 @ 21:19:47

    nangis da bacanya

    Reply

  4. kylajenny
    Aug 06, 2017 @ 09:27:20

    Sedih bgt donghaenya. Bikin mewek ceritanya feelnya dpt bgt

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: