Because I Miss… [2/?]

njk

Tittle : Because I Miss… [2/?]

Cast : Kyuhyun and all SJ member, etc.

Gendre : Brothership, Friendship, Hurt/Comfort

Lenght : Chaptered

***

Summary : Pemuda itu terbangun dan mendapati dirinya berada sendirian di dalam dorm. Hanya sebuah senyum kecut yang dia keluarkan. / “Selamat menjalankan tugas kenegaraan kalian.” / Beginilah dirinya terus menerus mendapatkan kesibukan, tanpa terkecuali yang lainnya. / “Ada hal yang serius terjadi padamu.”/ “Mungkinkah semuanya tidak akan seperti dulu lagi?” / Pemuda itu mencengkeram kepalanya yang terasa sakit, berusaha untuk meredakannya namun tidak bisa.

 

***

Ryeowook hanya bisa terdiam di depan Manajer hyung yang masih menunggu Kyuhyun bersiap-siap. Ah rasanya akward sekali. Dahalu mereka selalu dekat dan bercerita mengenai beberapa hal kecil, tapi sekarang rasanya sudah terlalu berbeda. Manajer hyung terus memperhatikan jam arloji yang melingkar ditangannya.

 

Ryeowook bisa mengerti kode apa yang diberikan oleh Manajer hyung. Dirinya berinisiatif untuk memanggil magnae-nya tersebut agar bersiap-siap dengan cepat, karena Manajer hyung sudah menunggu terlalu lama. Dirinya beranjak pergi, untuk memasuki kamar Kyuhyun yang dulu juga ditempati oleh Sungmin.

 

Karena Kyuhyun tidak keluar juga, Ryeowook memutuskan untuk memasuki kamarnya begitu saja. Untung saja Kyuhyun tidak sedang mengunci kamarnya. Ryeowook mengernyit ketika tidak menemukan batang hidung sang dongsaeng. Akhirnya Ryeowook mengelilingi kamar Kyuhyun. Jantung Ryeowook terasa memacu ketika melihat beberapa lembar tisu dengan noda merah yang pekat. Ryeowook tidak bodoh, dia tahu bahwa itu adalah noda darah.

 

Mendengar suara gaduh dari arah kamar mandi di dalam sana, Ryeowook langsung bergegas untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ryeowook memandang tidak percaya terhadap sang dongsaeng. Mata Ryeowook langsung membelalak ketika menemukan keadaan Kyuhyun yang begitu memprihatinkan.

 

“Astaga Kyuhyun-ah!”

 

Bola mata milik Manajer hyung serasa ingin keluar dari dalam matanya ketika melihat Ryeowook yang kini sedang memapah Kyuhyun. Tanpa banyak bicara, Manajer hyung juga ikut membantu Ryeowook untuk memapah Kyuhyun. Setelah sampai, mereka berdua mendudukan Kyuhyun di sofa yang ada.

 

 

 

Ryeowook yang amat panik langsung memberikan petuahnya dan berusaha menghentikan darah yang terus keluar dari hidung Kyuhyun. Berhasil. Akhirnya darah itu tidak mengucur lagi dari hidung mancung Kyuhyun. Sang eternal magnae kini bisa menghembuskan nafasnya dengan lega. Namun belum sepennuhnya lega, karena Manajer hyung masih menatap mereka. Bisa dipastikan bahwa setumpuk jadwal masih harus dijalankan oleh mereka.

 

Manajer hyung menatap Ryeowook sekilas. “Ryeowook-ssi, kau masih ada siaran Sukira. Bergegaslah sebelum terlambat.”

“Tapi Kyuhyunnie?” Ryeowook masih enggan untuk meninggalkan sang dongsaaeng.

Manajer hyung tersenyum. “Aku yang akan menjaganya.”

Ryeowook memandang jam tangannya. “Ah nde, aku menitipkan Kyuhyun padamu.”

“Berikanlah yang terbaik Ryeowook-ssi.” Sebelum Ryeowook benar-benar menghilang, Manajer hyung memberikannya semangat.

Kyuhyun yang mulai mendapat kembali kesadarannya, bertanya dengan lemah. “Manajer hyung?”

“Ah Kyuhyun-ah gwenchana? Apa kita perlu ke rumah sakit?” Manajer hyung jujur saja khawatir dengan keadaan artisnya ini.

Kyuhyun menggeleng lemah. “Anniyo. Kita tidak bisa mengacaukan jadwal.”

Manajer hyung hanya bisa menghela nafasnya. “Seperti biasa aku tidak bisa memaksamu.”

Hyungdeul yang lain?” Kyuhyun bertanya kembali.

Manajer hyung menyahut singkat. “Mereka sudah pergi duluan.”

“Ah nde. Mian, aku akan bersiap dulu.” Kyuhyun meninggalkan Manajer hyung.

Gwenchana. Lagipula kita tidak terlalu terlambat.” Jawab Manajer hyung yakin.

 

Bahkan tidak ada yang tahu mengenai keadaannya tadi. Kepedulian? Mereka kini sudah hidup masing-masing, bagaikan orang lain. Dahulu sebelum jadwal dimulai, mereka akan menyempatkan diri untuk sarapan bersama. Kemudian Leeteuk akan memberikan nasihat-nasihatnya agar mereka tidak melakukan kesalahan.

 

 

 

Kini semua itu hanya tinggal kenangan. Dirinya sakit? Harus bilangkah? Kalau dahulu mungkin mereka akan langsung memberinya beribu pertanyaan kekhawatiran. Sekarang? Bertegur sapa satu sama lain pun amat sangat jarang mereka lakukan. Hanya Manajer hyung yang masih bisa berbicara lepas dengannya seperti dahulu.

 

Selesai. Kyuhyun terlihat tampan, meski wajahnya terkesan imut. Blazer panjang berwarna abu-abu tersebut, nampak cocok dikenakan olehnya. Melihat Kyuhyun yang sudah siap dengan pakaiannya, Manajer hyung langsung membawanya pergi untuk ke jadwal penuh Kyuhyun yang memang sudah menunggu.

 

KBS Super Junior Kiss The Radio

 

Ryeowook sudah duduk di bangkunya sebagai seorang DJ. Sedang menunggu giliran take untuk memulai siaran. Hari ini bintang tamunya adalah Seventeen, salah satu boyband rookie yang saat ini tengah naik daun dan banyak digilai oleh para remaja. Tapi entahlah hari ini perasaannya tidak bisa sesenang seperti kemarin-kemarin.

 

‘Ryeowook-ssi.’ Benar-benar sekarang Manajer hyung selalu berbicara formal dengannya. Tidak ada lagi panggilan Wookie maupun Ryeowook-ah yang dahulu sering dia berikan padanya. Bahkan mereka terkesan amat jauh sekarang ini. Ryeowook sendiri bingung, diakah yang menjauh ataukah semuanya memang sudah berubah?

 

Tisu. Darah. Kyuhyun. Satu lagi hal yang terus menghantui pikirannya. Kejadian pagi tadi benar-benar membuat perasaannya tidak karuan. Tumben sekali magnae-nya mimisan dan mengeluarkan darah sebanyak itu? Magnae selalu meminum vitaminnya tidak? Ryeowook tersenyum getir, dia lupa bahwa sudah lama sekali dirinya tidak menanyakan lagi mengenai apakah Kyuhyun meminum vitaminnya atau tidak.

 

 

 

Para staff menatap Ryeowook aneh. Seharusnya mereka sekarang sudah memulai siaran, namun Ryeowook tidak menunjukkan kode bahwa dia sudah siap atau belum siap untuk memulainya. Bahkan beberapa lagu pembuka siaran pun sudah berlalu beberapa menit yang tadi. Karena Ryeowook tidak kunjung memberikan respon, sang produser langsung menegurnya.

 

Setelah sang produser menegur, barulah Ryeowook sadar bahwa sedari tadi dirinya malah melakukan pengabaian. Meminta maaf terlebih dahulu, akhirnya Ryeowook mulai membuka siarannya. Tamu yang tadi diabaikan dan dibuat menunggu juga mulai memasuki ruang siaran. Ryeeowook tersenyum cerah seperti biasanya. Menunjukan bahwa dirinya baik-baik saja dan membujuk semua orang yang menyaksikan agar tidak mengkhawatirkannya.

 

Seluruh member Seventeen mulai memasuki ruang siaran secara satu per satu. Akhirnya ke-13 namja yang digilai para remaja saat ini sudah masuk semua ke dalam ruang siaran. Seperti biasa hal yang dilakukan pertama oleh Ryeowook adalah membuat mereka untuk memperkenalkan diri mereka satu per satu.

 

Selama siaran, seluruh member Seventeen menceritakan mengenai album baru mereka. Bukan hanya itu mereka juga menunjukkan bakat mereka satu per satu. Bernyanyi secara live. Yang paling menyenangkan adalah, ketika semuanya melakukan sebuah game. Mereka tertawa keras, termasuk Ryeowook juga ikut tertawa.

 

De ja vu.’ Ada suatu perasaan aneh yang menyeruak ke dalam diri Ryeowok. Rasanya dahulu dirinya juga pernah mengalami hal yang sama seperti mereka kini. Dahulu memang tidak akan pernah sama dengan apa yang terjadi sekarang. Sebuah lagu di putar untuk mengisi waktu break. Itu lagu milik Kyuhyun yang diputar. Album milik sang dongsaeng sangat sukses sekarang ini. Bahkan selalu mencapai All-kill.

()

()

()

()

()

SBS Inkigayo

 

Hari ini merupakan comeback stage bagi Kyuhyun, setelah album barunya keluar. Sebenarnya Kyuhyun sudah melakukan beberapa kali, namun ini masih dalam promo sehingga selama 2-3 kali dirinya akan terus melakukan comeback stage sebelum dimulai tour untuk konser terbarunya.

 

Bukan hanya Kyuhyun, ada beberapa penyanyi dan group idol yang juga melakukan comeback stage bersamanya, dimana mereka hanya berbeda beberapa hari dalam perilisan album masing-masing. Tidak banyak hal yang Kyuhyun lakukan, dirinya hanya mendengarkan lagu miliknya sendiri, ya tidak lain dirinya berlatih secara tidak langsung untuk menampilkan yang terbaik bagi para penggemarnya.

 

Akhirnya setelah beberapa idol group tampil, kali ini merupakan giliran dirinya untuk menunjukkan aksi panggung. Kyuhyun tersenyum, disana ada banyak ELF yang setia menunggunya. Lighstick berwarna blue shappire begitu indah bersinar di matanya. Meski tidak banyak yang hadir, namun nuansa yang diberikan oleh ELF selalu memberikan makna yang indah baginya.

 

Suara Kyuhyun begitu mengalun amat indah di atas panggung. Bukan hanya ELF, namun fandom lain juga menikmati alunan-alunan nada indah yang keluar dari lagu yang Kyuhyun nyanyikan. Perasaan mereka menghangat, seakan-akan terikut suasana perasaan yang kini ditampilkan oleh sang penyanyi di atas panggung. Para idol group juga penyanyi yang ada disana ikut menyanyikan bait-bait lagu Kyuhyun secara pelan. Memang benar bahwa Kyuhyun adalah pangeran lagu ballad.

 

Semua bertepuk tangan kala Kyuhyun menunjukan kemampuannya. Yaitu menyanyikan nada tinggi di tengah-tengah klimaks lagu yang sempurna. Decak kagum juga banyak yang melontarkan kepada penyanyi yang bersuara lembut ini. Kyuhyun pun menutup penampilannya dengan sangat baik.

 

 

Manajer hyung memberikan sebotol air mineral kepada Kyuhyun. “Penampilan yang sangat bagus Kyu.”

“Ah jeongmalyo? Tadinya aku khawatir bahwa penampilanku tidak akan sempurna.” Kyuhyun mengambilnya kemudian meminumnya sekali teguk.

Manajer hyung menggeleng. “Ani. Penampilan Cho Kyuhyun memang hebat.”

Kyuhyun tersenyum dengan begitu tulus. “Ah syukurlah, aku tidak mengecewakan mereka.”

“Ah… Kyu, bagaimana setelah ini kita mengunjungi Junwon uisanim sebentar?” Sebenarnya Manajer hyung ragu untuk mengatakannya.

Kyuhyun duduk dan menatap Manajer hyung, ekspresinya berubah datar. “Jadwalku masih banyak bukan hyung?”

“Tapi setidaknya kita bisa sempat untuk melakukan check up.” Manajer hyung masih kekeh untuk membujuk sang penyanyi.

Kyuhyun menampilkan ekspresi biasanya kembali. “Gwenchana, hyung jangan terlalu khawatir.”

“Kau selalu memaksakan diri, Kyu.” Manajer hyung hanya bisa menghela nafasnya.

Kyuhyun hanya bisa menanggapinya dengan senyuman sendu. “Lagipula dengan aku sakit atau apapun tidak akan ada yang berubah. Aku ingin mengembalikan mereka bukan karena mengasihiniku tapi karena memang keinginan mereka sendiri.”

Manajer hyung menghembuskan nafasnya kasar. “Sudahlah, sejak dahulu aku memang tidak bisa menang darimu.”

 

Sekarang merupakan saat yang menegangkan. Benar sekali ini adalah saat penghitungan untuk yang menjuarai posisi nomor 1. Kyuhyun juga masuk di dalamnya. Dirinya berharap-harap cemas, terlebih pesaingnya juga tidak bisa dianggap remeh. Akan menjadi sukses kembali, jika dirinya bisa mendapatkan juara di Inkigayo.

 

Proses counting terus berlanjut. Membuat 3 penyanyi yang masuk dijejeran tiga teratas semakin harap-harap cemas. Terlebih perbedaan poin mereka tidak berselisih terlalu banyak. Semakin pelan dan semakin pelan, akhirnya proses counting tersebut selesai sudah. Kyuhyun senang, karena dirinya yang mendapat award. Semua juga ikut bertepuk tangan ketika Kyuhyun dinyatakan sebagai pemenang pada minggu ini. Setelah mendapat pialanya, Kyuhyun mengucapkan sedikit pidatonya kepada para penggemar. Di encore, Kyuhyun kembali menyanyikan lagunya.

 

Acara selesai dan semua meninggalkan panggung. Artis lain juga mulai pergi karena harus meneruskan jadwal mereka yang lainnya. Kyuhyun tersenyum melihat bunga dan piala yang tadi diraihnya. Rasanya Kyuhyun ingin segera menunjukkan semua itu kepada orang-orang, terlebih di dorm.

 

Minho yang saat itu bertindak sebagai MC menghampiri Kyuhyun. “Chukkae hyung, lagumu memang keren.”

“Aish Minho-ah kau membuatku malu.” Kyuhyun memang selalu malu jika salah satu anggota Kyu-line memujinya.

Minho tersenyum geli melihat tingkah sahabat sekaligus sunbae-nya itu. “Hyung, aku tidak memujimu hanya karena kau leader Kyu-line.”

“Yak! Choi Minho kau ini benar-benar tidak sopan.” Kyuhyun tidak serius mengatakannya.

“Kyuhyunnie hyung, aku ini orang yang jujur. Aku akan memujimu jika hyung bagus dan aku akan menjelakanmu jika memang hyungie tidak bagus.” Minho berbicara dengan mimik wajah seriusnya.

Kyuhyun tertawa melihat Minho. “Hahahaha Choi Minho, kau seharusnya menjadi juri ajang pencarian bakat saja.”

“Aish Kyu….” Kalimat Minho terpotong oleh seseorang yang berteriak memanggilnya.

Onew berlari dan berteriak memanggil Minho. “Minho-ah, jangan mengobrol terus kita masih ada jadwal.”

“Ah nde Jinki hyung. Aku harus pergi lagi Kyuhyunnie hyung.” Minho memberikan salam pamitnya.

Kyuhyun bertanya dengan amat pelan. “Apakah Jinki selalu begitu? Datang untuk menjemputmu?”

Minho menoleh sebentar. “Ye. Jinki hyung, memang begitu. Ah ani semua member juga. Kami selalu menjemput satu sama lain.”

“Oh begitu.” Kyuhyun hanya mengangguk.

Minho tersenyum kemudian pergi, karena Onew sudah amat berisik untuk memanggilnya.

 

Senyum itu menjadi amat getir, setelah melihat mereka. Kemudian Kyuhyun membuka handphone-nya, berharap ada salah satu pesan yang masuk. Aneh sekali ya dirinya bukan mengharapkan pesan dari seorang yeoja tapi malah salah satu dari namja yang dahulu selalu bersamanya. Sayangnya, harapan hanya tinggal harapan. Kyuhyun bangkit dari kursinya ketika Manajer hyung sudah memanggilnya untuk segera pergi. Memandang piala yang baru saja didapatnya, biarlah kali ini dirinya ingin berpikir positif bahwa mungkin mereka tengah sibuk dengan jadwalnya.

()

()

()

()

()

Super Junior Dorm

 

Kyuhyun memasuki dorm dengan wajah ceria yang terlihat lebih ceria 100 kali lipat dibandingkan kemarin. Sembari terus memegang-megang piala yang tadi dirinya raih. Lelahnya berkurang karena semangat ini, setelah tadi cukup banyak jadwal yang dirinya jalani. Mengingat waktu sudah larut begini, dirinya yakin bahwa semua orang sudah pasti pulang. Khususnya mereka yang masih tinggal di dorm.

 

Senyum cerah langsung mengembang di wajah Kyuhyun. Ini bahkan melebihi dari ekpektasinya tadi. Semua hyung-nya berkumpul meski minus dengan para member yang sedang menjalankan wajib militernya.

 

Namun suasana dan aura yang ada disana seperti tidak bersahabat. Terlebih ketika Leeteuk terus melihatnya dengan pandangan serius. Mereka juga tidak melakukan percakapan satu sama lain. Hanya sibuk dengan alam berpikirnya masing-masih. Akhirnya Kyuhyun masuk dan ikut duduk diantara mereka semua.

 

 

Kyuhyun mencoba mencairkan suasana. “Ah ayolah kita sedang berkumpul bersama tapi kenapa canggung begini.”

“Aku sedang serius untuk menulis lagu di album baruku Kyu.” Yesung yang pertama kali menyahut.

“Aku sibuk meng-update SNS, ini menyenangkan asal kau tahu.” Heechul menambahkan tanpa menoleh ke Kyuhyun.

Kyuhyun melihat Ryeowook dan beralih duduk di sampingnya. “Wookie hyung, buatkan aku makanan aku lapar.”

“Masak sendiri Kyu, hyung sedang membalas pesan penting dari produser Sukira.” Ryeowook menatap ponselnya.

Kyuhyun hanya bisa mengepalkan tangannya. “Jadi kita semua berkumpul disini hanya sibuk untuk urusan masing-masing?!”

Kangin mengeluh karena kalah dari permainannya. “Magnae, kau membuatku kalah.”

“Benar, kalian hanya sia-sia berkumpul disini.” Kyuhyun tersenyum sinis.

Leeteuk yang sedari memperhatikan tingkah sang magnae akhirnya terpancing juga. “Cho Kyuhyun jaga kesopananmu.”

“Apa yang tidak sopan? Apa? Aku hanya ingin kita saling memperhatikan.” Air mata itu sudah menumpuk.

Leeteuk hanya bisa menghela nafasnya. “Cho Kyuhyun kau bukan anak kecil lagi. Tolonglah jangan kekanakan begini.”

“Kekanakan? Aku yang kekanakan atau kalian yang berubah?” Kyuhyun sudah tidak bisa menahannya lagi.

Leeteuk tersulut emosinya. “CHO KYUHYUN! INI BUKAN SAATNYA KAU MEMINTA PADA KAMI UNTUK DIMANJA!”

Kyuhyun tersenyum getir mendengar kalimat sang leader. “Kau benar Jungsoo hyung, bahkan semua ini tidak berguna!”

‘BRAK’ Piala itu hancur berkeping-keping setelah Kyuhyun membantingnya dengan keras. Leeteuk hanya bisa terdiam, setelah Kyuhyun melewatinya.

Ryeowook mencoba memanggil Kyuhyun. “Kyuhyunnie…”

“Biarkan Ryeowook-ah, dia harus merenungi itu sekarang.” Leeteuk hanya kembali duduk dengan ekspresi datarnya.

 

Keesokan harinya semua menjadi biasa-biasa lagi. Kejadian malam tadi mereka coba untuk pura-pura tidak mengingatnya. Kyuhyun juga sudah bersikap seperti biasa kepada sisa hyungdeul yang masih tinggal di dorm bersamanya.

 

Pagi ini Ryeowook menyempatkan diri untuk memasak terlebih dahulu. Entahlah dia hanya ingin mencairkan suasana pada malam tadi. Mungkin dengan makan bersama sebentar, mereka bisa melupakan kejadian yang tidak menyenangkan. Untung saja sang produser mau mengerti sehingga membiarkan Ryeowook untuk sedikit terlambat hari ini.

 

Ryeowook mulai membuka pembicraan. “Album barumu benar-benar sukses, Kyu daebak.”

“Ah gomawoyo hyung.” Kyuhyun menjawab dengan tersenyum.

Heechul juga ikut memuji. “Biasanya aku tidak menyukai lagu ballad, tapi karena kau yang menyanyikannya aku jadi suka.”

Kangin mencibir Heechul. “Hyungie tidak picisan kan?”

“Rupanya ada yang anjingnya kucukur habis bulunya.” Heechul mengeluarkan ekspresi evil-nya.

Kyuhyun amat senang walau hanya dengan kebersamaan kecil begini. “Te….”

“Ah arrasseo aku akan segera kesana.” Percakapan Heechul dengan seseorang memotong kalimat Kyuhyun.

Ryeowook juga sudah terburu-buru. “Ah Sukira, aku duluan ya.”

Hanya tinggal Kangin, namun rupanya sama saja. “Aish jadwal ini mendadak sekali.”

“Lagi-lagi aku sendiri.” Monolog Kyuhyun disana.

()

()

()

()

()

 

 

 

 

Samsung Hospital, 18 Juni 2016

 

Seorang namja mengenakan topi hitam dan masker sedang berjalan di sekitaran lorong rumah sakit. Hari ini namja tersebut sengaja untuk mengosongkan jadwal. Sebenarnya dirinya juga dipaksa untuk mengosongkan jadwal dan harus kesini. Kedua orang namja yang lebih tua di atasnya itu amat sangat cerewet.

 

Sejak dahulu namja ini membenci rumah sakit. Karena menurutnya tempat ini adalah mimpi buruk bagi semua orang. Dimana mereka akan menerima suatu vonis yang mengatakan bahwa kesempatan hidup mereka kecil, tanpa tahu karena dosa apa yang telah mereka lakukan sehingga mendapat hukuman yang terkesan sadis.

 

Namja ini mendaftar terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan. Tidak peduli siapa kau, kalian tetap harus melakukan proses administrrasi secara benar. Mendapat nomor urut berapapun tidak masalah, karena hari ini akan menjadi panjang baginya. Setidaknya disini dia bisa mengobrol dengan beberapa orang, bukan hanya sendirian dan diam di dalam ruangan.

 

Setelah beberapa orang dipanggil, akhirnya tiba giliran namja ini untuk melakukan pemeriksaan. Sang ganhonsa terkagum-kagum dengan pasien yang akan melakukan pemeriksaan. Dengan sedikit malu-malu dia mengasongkan sebuah kertas dan pulpen.

 

Ganhonsa itu berucap malu. “Bo…bolehkah?”

Geraeyo.” Namja ini tersenyum dan memberikan tanda tangannya.

 

Namja ini berbaring. Melalukan proses demi proses pemeriksaan. Cukup memakan waktu juga. Karena para ganhonsa dan sang uisa memerlukan hasil yang maksimal agar memperoleh hasil pemeriksaan yang pasti. Namja itu akhirnya selesai melakukan semua proses pemeriksaannya, kini dirinya berhadapan dengan sang uisa.

 

 

 

 

 

Junwon menjabarkan hasil pemeriksaan sang pasien. “Ini berkembang terlalu cepat.”

“Jadi bagaimana?” Namja itu bertanya kepada Junwon.

Junwon hanya bisa menghela nafasnya. “Bakteri yang ada semakin ganas, dan sudah kebal dengan obat-obatan yang aku berikan kepadamu. Jika dibiarkan nyawamu bisa terancam.”

Namja itu memandang lurus kepada Junwon uisa. “Apakah ada suatu cara?”

“Kita bisa melakukan operasi dengan mengangkat sebagian otakmu yang terinfeksi.” Junwon menyahut singkat.

Namja itu bertanya kembali. “Apakah benar-benar bisa sembuh?”

“Aku bisa menjaminnya, tetapi kemungkinan besar kau akan kehilangan ingatanmu. Akan ada memori yang hilang darimu.” Junwon menjelaskan dengan pasti.

“Apakah itu sementara?” Namja itu entahlah mengapa dirinya jadi banyak bertanya begini.

Junwon hanya bisa menyenderkan punggungnya. “Jarak mengingatnya kembali akan amat lama, dan itu semua tergantung kondisi fisik tubuhmu. Proses mengingat kembali itu bukan hanya menguras pikiran tapi fisikmu. Ditakutkan hal itu setelah operasi malah membuat tubuhmu menjadi lebih down dari sebelumnya. Namun aku menyarankanmu agar kau segera menjalankan operasi itu, kita tidak tahu kapan kondisimu bisa semakin memburuk. Bisa saja sebentar lagi.”

Uisanim….sa……saat ini aku masih butuh waktu untuk memikirkannya. Kau mungkin bisa menambah dosis yang lebih tinggi kepada obatku.” Namja itu berusaha untuk berbicara secara normal.

Arrasseo, tapi aku tidak bisa menjamin bahwa obat ini malah membuat virus/bakteri itu semakin kebal.” Junwon menuliskan resepnya.

 

Namja itu keluar dari ruangan dokter dengan pelan. Kakinya mendadak lemas. Seolah-olah vonis bersalah memang sudah mutlak diberikan kepadanya. Dirinya menyenderkan punggungnya ke tembok. Air mata namja itu perlahan-lahan mengalir. Ini semua benar-benar belum bisa dirinya terima.

 

Namja itu bingung harus mengadukan ini kepada siapa. Hanya satu orang yang terlintas di dalam pikirannya. ‘Noona.’ Kontak tersebut langsung dirinya telepon, entahlah rasanya beban hidupnya kini sudah terlalu banyak.

 

Suara seorang yeoja langsung menyapa ketika telepon tersebut tersambung. “Yeobseyo…”

Noona, apa kabar?” Namja itu berusaha menormalkan suaranya.

Sang noona mengernyit. “Tentu saja noona baik, bagaimana denganmu saeng?”

Namja itu berpura tersenyum. “Saat ini, aku tidak seperti yang noona bayangkan.”

“Kau ada masalah? Ceritakanlah?” Jujur saja sang noona mulai khawatir sekarang.

Namja itu berbicara pelan. “Aku… aku hanya terlalu gugup.”

“Aigoo, kau gugup karena solomu? Tenang saja Chaptain Cho itu sudah berkembang pesat. Seperti kemarin, chukkae kau juga memenangkan Inkigayo.Sang noona memberikannya semangat.

Nde noona, gomawo.” Namja itu menutup sambungan teleponnya kemudian.

()

()

()

()

()

Leeteuk saat ini sedang melakukan syutingnya untuk program I Can See Your Voice Korea. Karena dirinya kali ini bertindak sebagai salah satu MC utama untuk program variety show tersebut. Ditemani dengan dua orang MC kawakan lainnya. Bisa dibilang dirinya adalah magnae dari MC yang lainnya.

 

Program tersebut mengharuskan para detektif menebak mana orang yang bersuara bagus dan mana orang yang tidak bersuara bagus. Cukup sulit karena para detektif hanya diberi clue yang amat minim. Tetapi mereka harus tetap mengembangkan clue tersebut untuk menjadi tebakan yang sempurna. Bahkan MC sendiri pun tidak mengetahui siapa diantara mereka yang mempunyai good voice ataupun bad voice.

 

Ketika acara dalam break time, Leeteuk mengecek handphone miliknya. Setelah melakukan selfie dengan beberapa selebriti, dirinya meng-upload ke dalam akun instagram yang dimilikinya. Dirinya tersenyum, ketika langsung banyak orang yang berbondong-bondong me-like postingannya. ‘1 text message from Ahra.’ Tidak biasanya noona magnae-nya tersebut mengiriminya pesan singkat.

 

‘From Ahra : Teuk-ah, Kyuhyunnie lucu sekali dia bilang dia gugup karena solonya.

‘From Leeteuk            : Ah gerae?

‘From Ahra : Dia itu masih kekanakan. Kalian pasti bangga karena kemarin dia menang.

‘From Leeteuk : Kyuhyunnie sudah banyak berkembang.

‘From Ahra : Kalian membuatku iri. Bahkan kebersamaan kalian melebihiku dengannya.

‘From Leeteuk : Nde gomawo.

 

Setelahnya, Ahra tidak membalas lagi pesan singkat dari Leeteuk. Bukannya bangga, tapi dirinya malah membuat sang magnae menghancurkan award yang dicapainya. Jujur saja kemarin dirinya amat tidak mau bertengkar seperti itu dengan Kyuhyun. Tapi jika dibiarkan, Kyuhyun tidak akan bisa menerima kenyataan sekarang. Kenyataan bahwa semuanya sudah tidak seperti dahulu lagi.

()

()

()

()

()

Super Junior Dorm

 

Kyuhyun tersenyum ketika sudah memasuki ruangan dorm. Disana ada Manajer hyung yang tidur sembari tidur dengan mulut yang terbuka. Rautnya benar-benar menunjukan kelelahan. Sepertinya sang Manajer baru bisa beristirahat sekarang ini, karena sebelumnya dia sama sibuknya.

 

 

 

Kyuhyun baru terpikir sekarang. Sebenarnya Manajer hyung juga sama lelahnya dan sama sibuknya dengan mereka semua. Terlebih namja ini juga harus mengatur setiap jadwal. Bisa dibilang mungkin dibandingkan dirinya, Manajer hyung lebih sibuk dari apapun. Hanya saja Manajer hyung selalu membawanya dengan ceria.

 

Jangan salahkan Kyuhyu, bahwa otak evil-nya kini kembali bekerja. Dengan iseng, dirinya memasukan makanan ringan yang entah sejak kapan dirinya pegang ke dalam mulut Manajer hyung yang terbuka. Manajer hyung langsung terbangun, karena merasakan sesuatu benda seperti jatuh ke dalam mulutnya.

Manajer hyung masih belum sadar sepenuhya. “Ah cicak.. cicak!”

Hyung, kondisikan mulutmu kalau sedang tertidur.” Kyuhyun mencibir.

Manajer hyung mengacak rambutnya. “Aish jinjja Cho Kyuhyun kau memang magnae setan.”

“Hahahaha mianhae, tapi aku sungguh menikmati ekspresimu hyung.” Kyuhyun malah membalas seenaknya.

Manajer hyung mulai mendudukan dirinya dengan benar. “Sudah lupakan. Bagaimana hasilnya?”

Kyuhyun kini hanya bisa menunduk lesu. “Lebih parah dari sebelumnya.”

“Sudah kubilang bukan kau itu harusnya….” Kalimaat Manajer hyung terpotong.

“Knick Knack in Fukoka.” Tiba-tiba saja Kyuhyun berbicara lewat topik.

Manajer hyung mengernyit tidak mengerti. “Ne?”

Heechul yang baru saja tiba juga bingung. “Apa yang sedang kalian bicarakan?”

“Konser… konserku! Iyakan hyung?” Kyuhyun memberikan kode agar Manajer hyung menyetujui kalimatnya.

Manajer hyung berpura-pura setuju. “Benar kami sedang berdiskusi mengenai hal itu.”

“Tidak ada yang kalian sembunyikan bukan?” Heechul bertanya curiga.

Kyuhyun segera mengatasinya dengan bertanya. “Tumben hyung pulang cepat, apa sudah selesai?”

“Ah anniyo. Aku hanya mengambil barangku yang tertinggal. Jja aku harus pergi lagi.” Heechul kemudian beranjak meninggalkan mereka berdua.

Kyuhyun kini menunduk dengan wajah sedihnya. “Mereka selalu begitu bukan? Datang dan pergi?”

Manajer hyung hanya bisa menghela nafasnya.

 

The Show, 19 Juni 2016

 

Hari ini adalah jadwal comeback stage kembali untuk Kyuhyun. Setelah libur kemarin, hari ini adalah pembalasan baginya. Dimana setumpuk jadwal yang menyibukannya benar-benar menantinya saat ini. Tour, fansign, fanmeet, mini concert yang berjumlah bukan hanya satu kali harus dirinya lalui.

 

Syukurlah, tidak ada sesuatu yang mengganggu kesehatannya hingga saat ini. Sakit kepalanya juga sedikit berkurang dirinya alami, semoga saja ini berlangsung lama hingga ke depannya. Jika bisa berlangsung selamanya. Lenyap bagaikan uap. Dirinya tidak mau lagi memikirkan hal kemarin yang benar-benar membuatnya merasa terjatuh ke dalam jurang yang paling dalam.

 

Kyuhyun keluar sebentar untuk memasuki ruang ganti. Benar, seorang artis harus ganti kostum terlebih dahulu sebelum bisa menunjukan aksinya di atas panggung. Dihadapannya berjlan seseorang yang begitu dirinya kenali. Tubuhnya memang agak berisi dibandingkan dahulu ketika mereka bersama. Mereka berpapasan, bahkan mata mereka saling bertatap satu sama lain. Tapi tidak satupun diantara mereka yang berbicara. Perasaan Kyuhyun begitu sesak, sosok itu sudah lama sekali tidak dilihatnya.

 

Manajer hyung bingung sendiri karena Kyuhyun tidak kunjung kembali dari ruang ganti. Dirinya khawatir sesuatu terjadi pada Kyuhyun atau penyakitnya yang kembali kambuh, maka dari itu Manajer hyung berinisiatif untuk menyusul Kyuhyun ke ruang ganti. Benar saja, disana sang magnae sudah ganti pakaian namun hanya terduduk dengan lamunannya.

 

Manajer hyung mendekati Kyuhyun perlahan-lahan. “Gwenchana?”

“Ah nde. Bisa kau tebak tadi aku bertemu siapa?” Kyuhyun balik bertanya pada Manajer hyung.

Manajer hyung mengangkat bahu tidak tahu. “Nugu?”

Kyuhyun tersenyum sendu. “Kibum hyung.”

“Ah mungkin dia juga sedang ada jadwal disini.” Manajer hyung bingung sendiri untuk menjawabnya.

Kyuhyun bertanya kembali kemudian. “Sebenarnya apa lagi yang kita cari?”

“Aku tidak mengerti Kyu.” Manajer hyung benar-benar bingung saat ini.

Kyuhyun memakluminya. “Aku sudah mencapai semua mimpi ini, bahkan masing-masing dari kami sudah bersinar dengan cahayanya sendiri. Patut disyukuri bukan? Tapi apakah hanya aku yang merasa tidak bahagia karena ini semua? Benar-benar manusia tidak bersyukur aku ini.”

Manajer hyung mengelus pundak Kyuhyun. “Tidak, terkadang banyak orang juga yang mengalami titik yang sama sepertimu Kyuhyun-ah.”

“Mungkin dengan lupa, aku tidak akan sesakit ini hyung.”Kyuhyun menundukkan kepalanya.

Manajer hyung hanya bisa bertanya. “Moseon seoriya? Ceritakanlah padaku Kyu?”

“Kau tahu apa yang dikatakan oleh Junwon uisanim kepadaku kemarin hyung?” Kyuhyun memandang lurus ke dalam bola mata milik Manajer hyung.

Manajer hyung menggelengkan kepalanya. “Ani, mwo?”

“Aku bisa sembuh dengan melakukan operasi.” Taka da nada gembira yang keluar dari mulut Kyuhyun.

Manajer hyung menanggapinya dengan perasaan lega. “Syukurlah kau bisa…..”

Kyuhyun memotong ucapannya. “Tapi setelah operasi itu berhasil aku akan kehilangan ingatanku. Aku akan melupakanmu dan Super Junior. Dan karena lupa aku tidak akan mengeluh lagi mengenai rasa sakit ini bukan?”

Manajer hyung hanya bisa diam mendengar pertanyaan retoris Kyuhyun. Dirinya juga dibuat bingung dengan semua itu. Walau sebenarnya itu terserah pada Kyuhyun.

.

.

.

.

.

To Be Continue…………………………………

 

Jujur FF ini adalah ff yang paling sulit aku bikin. Jadi butuh waktu lama untuk berpikir cerita gimana lagi yang harus dibuat di dalam ff ini. Finally semoga di chapter 2 ini rasa penasaran kalian terbalaskan. Kritik dan sarannya akan sangat membantu author.

 

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. Jung Haerin
    Mar 17, 2017 @ 00:41:02

    Aku gatau gimana mau komen, pake kata2 apa krn ini sungguh menyesakkan thor….
    Daebak, lanjutkan….

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: