Be Mine

j

Judul : Be Mine

Author : Icha Savitrie

Cast : Park Jung Soo – Kang Hye Rin

Genre : Romance | Rating : PG-13 | Lenght : Oneshot

Baca juga cerita yang lainnya di

http://smil3leery.wordpress.com

atau

di account wattpad : @smil3leery

[ http://wattpad.com/smil3leery ]

* * *

 

 

 

Namanya Park Jung Soo. Tapi semua orang lebih mengenalnya dengan nama Leeteuk Super Junior. Ya, laki-laki berusia lebih dari tiga puluh tahun itu adalah leader dari sebuah boygroup Korea Selatan yang masih tetap bersinar dan berkibar sampai saat ini.

 

Dan aku jatuh cinta padanya.

 

Padahal aku belum pernah sekalipun bertemu dengannya. Jangankan untuk bertemu dengannya, mengenalnya saja baru setahun belakangan ini. Ya, aku baru saja menjadi Everlasting Friend (ELF), sebutan untuk fans mereka, saat ia sudah menjalani wajib militernya selama satu tahun, jadi bagaimana aku bisa bertemu dengannya?

 

Dan selama ini, aku hanya mengenalnya dari cerita-cerita teman-teman sesama ELF yang sudah mengenal Super Junior jauh sebelum aku mengenal mereka, melalui semua tayangan SUPER JUNIOR di YouTube, baik itu berupa wawancara ataupun liputan konser mereka, dan juga beberapa fanfiction yang banyak bertebaran di internet mengenai mereka.

 

Lalu bagaimana aku bisa jatuh cinta pada orang yang sama sekali belum pernah ku lihat dan ku temui?

 

Entahlah. Aku juga tidak mengerti.

 

Yang aku tahu, ketika pertama kali EunBi, saudara sepupuku, menunjukan poster Super Junior berukuran besar dengan formasi masih lengkap, aku langsung terpikat pada sosok itu.

 

Sosok yang entah kenapa dimataku terlihat seperti malaikat tanpa sayap dari pada seorang leader sebuah boygroup. Ya, julukan yang diberikan oleh fans-nya itu sepertinya memang sesuai dengan kenyataannya.

 

Aku bersumpah. Aku tidak mengada-ada. Ketika kau melihatnya, kau akan langsung merasa yakin kalau malaikat itu ada.

 

Dan saat ini, aku sedang berada di antara puluhan—eh, ratusan—ELF yang memenuhi Kona Beans, café yang di kelola oleh para Eomma dari Sungmin Oppa, Kyuhyun Oppa dan Leeteuk Oppa, tentu saja untuk bertemu dengan Leeteuk Oppa, untuk pertama kalinya dalam hidupku. Karena beberapa hari yang lalu, ia sudah kembali dari wajib militernya dan sekarang sedang membantu Eomma-nya di Kona Beans sekaligus mengadakan fanmeeting dengan semua pengunjung Kona Beans yang sebagian besarnya adalah Angels, sebutan untuk fans-nya, dan juga ELF.

 

Leeteuk Oppa, terlihat sedang tersenyum sambil melayani penggemar-penggemarnya. Walaupun ia terlihat lelah tapi ia juga terlihat sangat bahagia bisa melayani dan bertemu para penggemarnya secara langsung, hal itu terbukti dari senyumnya yang tidak pernah lepas dari wajahnya.

 

Dan ketika tiba giliranku untuk maju dan bertemu langsung dengan Leeteuk Oppa, aku merasa duniaku berhenti berputar saat itu juga. Dan aku merasa suaraku menghilang dengan tiba-tiba, sehingga harus bersusah payah untuk sekedar menyapanya.

 

“A-annyeong haseo. K-kang Hye Rin imnida,” kataku sambil berusaha tersenyum.

 

Dan Leeteuk Oppa membalas senyumku. Dan Ya Tuhan… senyumnya itu benar-benar membuat jantungku berdetak sangat cepat.

 

“Annyeong haseo, Hye Rin-ssi. Park Jung Soo imnida,”

 

Ya Tuhan. Dan suara. Suaranya benar-benar membuatku membeku seketika. Kalau saja ini bukan tempat umum mungkin aku sudah berteriak sekencang-kencangnya.

“Ada yang bisa ku bantu? Kau mau pesan apa?”

 

Dengan terbata-bata karena gugup luar biasa yang menyerangku, aku menyebutkan pesananku. Leeteuk Oppa hanya tersenyum saat mendengarku berbicara. Dengan sabar, ia menungguku selesai menyebutkan pesananku.

 

“Itu saja?”

 

“Euum, kalau tidak keberatan maukah kau…”

 

“Oppa,”

 

“Nde?”

 

“Panggil aku Leeteuk Oppa,”

 

Aku tersipu lalu mengangguk. “Nde. Maukah Oppa menandatangani album Super Junior yang kupunya?”

 

Leeteuk Oppa mengangguk, kemudian mengulurkan tangannya untuk mengambil album yang kupegang. “Tunggu sebentar ya,”

 

Setelah itu, Leeteuk Oppa meninggalkanku dan memasuki dapur. Setelah menunggu sekitar lima menit, ia kembali sambil membawa sebuah bungkusan yang mungkin berisi pesananku dan juga album super junior milikku.

 

“Ini pesananmu, Nona. Dan albummu sudah ku tanda tangani,” ucapnya seraya memberikan bungkusan dan album yang ada di tangannya.

 

Aku menerimanya. Dan segera membayar pesananku. Setelah itu, aku membungkukan badanku sekali lagi lalu kemudian pamit dan segera keluar dari antrian dengan hati yang berbunga-bunga dan perasaan yang luar biasa sangat bahagia. Mungkin ini yang dirasakan para penggemar setelah bertemu dengan idolanya. Tidak heran, setiap Super Junior mengadakan fanmeeting pasti akan di hadiri oleh banyak sekali penggemarnya.

 

 

BRUUKKK!

 

 

Saking senangnya, aku jadi tidak memperhatikan jalan di depanku. Akibatnya, Album yang kupegang jatuh dan berserakan saat tidak sengaja bertabrakan di depan pintu masuk dengan beberapa orang yang baru saja masuk ke dalam Kona Beans yang sepertinya juga akan ikut mengantri untuk bertemu dengan Leeteuk Oppa. Orang yang menabrakku itu langusng menunduk meminta maaf padaku sebelum akhirnya bergabung dengan orang-orang yang sedang mengantri.

 

Aku mengangguk dan tersenyum lalu menurunkan tubuhku untuk mengambil album Super Junior milikku yang terjatuh. Dan saat aku hendak merapikan cover albumnya yang terpisah dari kotaknya, aku menemukan hal aneh pada cover yang baru saja di tanda tangani oleh Leeteuk Oppa tadi.

 

Di bawah tanda tangan Leeteuk Oppa, ternyata ada sebuah tulisan kecil yang kalau dilihat sekilas tidak akan terlihat jelas, tapi kalau di perhatikan lebih teliti akan nampak dua buah kata yang membentuk sebuah pesan yang berbunyi…

 

 

BE MINE?

 

 

Aku mengerutkan dahiku tidak mengerti. Apa maksud dari pesan yang Leeteuk Oppa tinggalkan ini? Apa ini merupakan kebiasaannya yang selalu menuliskan pesan kecil setiap ia membubuhkan tanda tangannya Atau…

 

Dan beberapa detik setelahnya, aku sukses terdiam dengan mata yang melebar seketika dan jantung berdetak tak karuan saat mulai menyadari apa maksud dari kata itu.

 

“B-be M-mine?”

 

Aku membaca ulang pesan itu dengan terbata-bata. Aigoo, Aku bahkan kehilangan suaraku sekarang. Aku menarik nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan untuk menormalkan detak jantungku yang semakin menggila. Ya Tuhan, jangan bilang kalau ia memintaku untuk menjadi…

 

Aku menutup mulutku dengan tanganku.

 

 

Miliknya…

 

 

Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Ini hanya mimpi. Dia tidak mungkin memintaku untuk…

 

Secepat mungkin aku menoleh pada Leeteuk Oppa yang saat ini masih memamerkan senyumnya dan dengan sabarnya melayani para penggemarnya. Dan saat pandangan kita berdua tiba-tiba secara tidak sengaja bertemu, Leeteuk Oppa mengangguk, tersenyum lalu mengedipkan matanya padaku. Setelah itu memandangku dalam dengan tatapan memohon sambil mulutnya mengucapkan sebuah kalimat tanpa suara. “Be Mine, Please?”

 

 

DEG!

 

 

Ya Tuhan.

 

 

Aku butuh bernafas. Aku butuh udara sekarang juga. Aku butuh bantuan pernapasan. Aku butuh oksigen. Dan setelah itu, aku tidak ingat apa yang terjadi karena tiba-tiba saja semuanya menjadi gelap.

 

 

* * *

 

 

 

 

Satu tahun kemudian…

 

 

 

Aku merasakan sepasang tangan melingkari pinggangku, memelukku dari belakang, saat aku sedang berdiri di balkon kamar hotel yang akan ku tempati malam ini dengan masih mengenakan gaun pengantinku—kalau kalian bertanya apakah hari ini aku baru saja menikah, jawabannya adalah iya—kemudian disusul oleh dagu seseorang yang menempel begitu saja di pundakku yang terbuka.

 

“Sedang apa, sayang?” bisiknya yang membuatku langsung membuka mataku yang sejak tadi terpejam menikmati angin malam yang menerpa wajahku dan menoleh sedikit ke arahnya, membuat bibirku hampir saja menabrak bibirnya.

 

“Oppa?”

 

Leeteuk—Ups, Jung Soo Oppa maksudku—ingatkan aku kalau mulai saat ini aku harus membiasakan mulutku untuk memanggilnya seperti itu, tersenyum manis kemudian mengecup bibirku sekilas. “Merindukanku, hmm?”

 

Aku menghela nafas kemudian menggeleng. “Tidak,”

 

“Mwo?”

 

“Kita baru saja berpisah selama lima belas menit Oppa, mana mungkin aku sudah merindukanmu secepat itu,”

 

Jung Soo Oppa terkekeh lalu kemudian menganggukan kepalanya. Ia mengeratkan pelukannya saat kurasakan angin berhembus semakin kencang. “Apa kau bahagia?”

 

Aku mengangguk. Mana mungkin aku tidak bahagia. Jika akhirnya aku bisa menikah dengan orang yang membuatku jatuh cinta pada kali pertama aku melihatnya. “Oppa,”

 

“Ehm?” Gumamnya tepat di leherku.

 

Aku melonggarkan pelukannya kemudian berbalik sehingga menghadap ke arahnya, lalu melingkarkan kedua tanganku di lehernya. “Boleh aku tahu satu hal?”

 

“Apa?”

 

“Kenapa aku?” tanyaku langsung yang membuatnya menatapku tidak mengerti. “Maksudku, kenapa kau memintaku menjadi kekasihmu hanya lima menit setelah pertemuan pertama kita?”

 

Jung Soo Oppa mengangkat bahunya. “Entahlah. Aku juga tidak mengerti.” jawabnya. “Hanya saja kau tahu kan, kalau aku pernah mengatakan kalau aku memiliki keinginan untuk menikah dengan salah satu fans-ku suatu saat nanti,” aku mengangguk. Ya, aku pernah mendengar berita mengenai hal itu dari EunBi, dulu, ketika pertama kali aku mengenal Super Junior. “Dan ketika aku melihatmu pada saat itu, tiba-tiba aku merasa sepertinya Tuhan sedang mengabulkan keinginanku.”

 

“Nde?”

 

Jung Soo Oppa mengangguk. “Dan aku bukan orang yang akan menyia-nyiakan kesempatan. Jadi, saat kau memintaku menandatangani album milikmu, aku memutuskan untuk memintamu agar mau menjadi milikku saat itu juga,”

 

“Dan membuatku pingsan di tempat saat itu juga?” Protesku seraya mempoutkan bibirku. Ya, setelah aku melihat JungSoo Oppa mengucapkan kalimat itu tanpa suara, aku benar-benar pingsan di tempat saat itu juga, dan baru sadar sekitar dua jam setelahnya, tanpa mengetahui kalau aku telah membuat kehebohan di Kona Beans dua jam sebelumnya.

 

JungSoo Oppa terkekeh. Mungkin sedang mengingat hal yang sama denganku. Mengingat saat memalukan itu. “Aku tidak menyangka kalau kau akan menemukan pesan yang ku tulis secepat itu, Sayang. Aku pikir kau akan membacanya setelah sampai di rumahmu, atau di manapun selain di Kona Beans. Dan kemudian, aku akan menghubungimu,”

 

“Menghubungiku? Bagaimana kau akan menghubungiku, Oppa?”

 

“Tentu saja menghubungi nomormu,”

 

Aku mengerutkan dahiku. “Dari mana kau tahu nomorku?”

 

“Kau lupa kebiasaanmu menuliskan nomor teleponmu pada setiap barang yang kau anggap penting, ehm?” tanyanya yang membuatku terdiam.

 

Ya, aku memang mempunyai kebiasaan menuliskan nomor ponselku pada barang-barang yang ku anggap penting, karena jika barang itu hilang maka orang yang menemukannya akan mudah untuk menghubungiku. Dan sampai sekarang kebiasaan anehku itu memang masih berlanjut.

 

“Tapi aku cukup senang, karena kau pingsan saat masih berada di sana. Karena dengan begitu aku bisa puas memandangimu dan menungguimu tanpa gangguan,” ucapnya sambil tersenyum lebar.

 

“Dan langsung melamarku sesaat setelah aku bangun dari pingsanku?”

 

Jung Soo Oppa tertawa. “Itu karena aku tidak ingin kehilanganmu,” jawabnya yang membuat kedua pipiku terasa hangat. Aku menunduk untuk menyembunyikan wajahku yang memerah. “Sekarang apa ada lagi yang mau kau tanyakan?”

 

Aku menggeleng. “Tidak ada,”

 

“Kalau begitu, bisa kita mulai sekarang?”

 

Aku menengadahkan kepalaku seraya mengerjapkan mataku, menatapnya dengan tatapan tidak mengerti. “M-mulai apa?”

 

Ia menurunkan wajahnya dan berbisik di telingaku. “Membuatmu menjadi milikku seutuhnya,” ucapnya sambil mulai menciumku. Dan setelah itu, tanpa memperdulikan protes yang ku lontarkan, Jung Soo Oppa langsung mengangkat tubuhku dan membawaku memasuki kamarku—kamar kami lebih tepatnya.

 

“OPPA!”

 

“Diamlah. Jangan protes,”

 

“Tapi—”

 

“Jangan banyak bicara dan sekarang ayo kita masuk, Sayang!” ucapnya seraya mengangkatku dan membawaku begitu saja masuk ke dalam kamar.

 

“OPPAAAA!!!”

 

 

* * *

2 Comments (+add yours?)

  1. Yulia rachma
    Jan 19, 2017 @ 20:39:46

    Melayang rasanya baca ff ini,senyum2 sendiri..
    Keren Thor,di tunggu ff lainnya yaa..

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: