Come With Me?

hu

Judul : Come With Me?

Author : Icha Savitrie

 

Cast: Park Yuna – Cho Kyuhyun

Genre : Romance | Rating : PG-13 | Lenght : Oneshot

 

 

Note:

Setelah sempat kehilangan semangat menulis akhirnya saya bisa balik lagi menulis sebuah fanfiction yang mungkin enggak begitu dapat feel-nya.

Tapi mudah-mudahan suka..

 

Happy reading..

 

Baca juga cerita saya yang lainnya di :

http://smil3leery.wordpress.com

Account wattpad : @smil3leery

[ http://wattpad.com/smil3leery ]

 

* * *

 

 

Seoul – South Korea

Yuna’s Apartment

8.10 p.m.

 

 

 

“Apalagi barang yang akan kau bawa besok, Oppa?” Yuna bertanya seraya memperhatikan sekeliling kamarnya, untuk mencari barang-barang yang sekiranya penting untuk dibawa. Sebuah koper besar dan sebuah tas ransel nampak terbuka di atas tempat tidurnya menunggu untuk di isi kembali atau di tutup.

 

Sementara itu, namja yang seharusnya mempersiapkan semua hal yang berhubungan dengan perjalanannya besok, malah asyik berkencan dengan PSP kesayangannya, membuat Yuna menghela nafasnya berkali-kali sebelum akhirnya memanggilnya lagi.

 

“Kyuhyun Oppa. Ada lagi barang yang harus kau bawa?”

 

Kyuhyun menoleh saat mendengar kekasihnya memanggil namanya. “Nde?” Dahinya berkerut mengingat-ngingat hal apa lagi yang harus dibawa dalam perjalanannya menuju ke Los Angeles bersama dengan member Super Junior yang lainnya untuk tampil di acara KCON 2015.

 

Ia segera mematikan PSP-nya lalu menghampiri kekasihnya dan melihat ke dalam koper dan tas ransel yang masih terbuka di atas tempat tidur untuk memeriksa isinya. “Apa semua barang yang ada di daftar yang kuserahkan tadi sudah kau masukan?”

 

“Sudah,”

 

Charger ponselku?”

 

“Sudah,”

 

“Pakaian ganti?”

 

“Sudah,”

 

“Kacamata?”

 

“Sudah, Oppa,”

 

“Masker?”

 

“Sudah, Oppa,”

 

“Kalau kau?”

 

“Su—hei, kenapa aku?”

 

“Aku sebenarnya ingin sekali kau ikut ke sana, Sayang,” ucap namja itu seraya memeluk kekasihnya dari belakang dan mulai menempelkan hidungnya di leher kekasihnya yang tidak tertutupi apapun karena saat ini rambut panjangnya sedang di ikat di atas kepalanya.

 

“Aku sebenarnya ingin sekali ikut, Oppa. Tapi aku tidak bisa,” ucap Yuna seraya berusaha melepaskan pelukan Kyuhyun. Karena tidak menutup kemungkinan setelah ini bukan hanya pelukan yang akan ia dapatkan. Tapi juga ciuman dan—lupakan.

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan memutar posisi tubuh kekasihnya lalu kembali memeluknya dari depan. “Kenapa tidak bisa?” tanyanya.

 

Yuna melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun. “Aku masih ada beberapa tulisan yang harus ku selesaikan beberapa hari ke depan, Oppa,” ucapnya. “Dari minggu kemarin Bang Arka—editorku—sudah berteriak-teriak meminta naskahku yang selanjutnya,”

 

Kyuhyun menunjukkan wajah kecewanya. “Sayang sekali, padahal kalau kau ikut pasti akan sangat menyenangkan,”

 

Yuna mengangkat bahunya. “Ya, sayang sekali.”

 

“Lalu kenapa tidak kau coba selesaikan malam ini saja tulisanmu itu, eo? Nanti setelah semua tulisanmu selesai, aku akan pesankan tiket agar kau bisa menyusulku ke sana,” bujuk Kyuhyun seraya mempoutkan bibirnya. “Ayolah, hyungdeul yang lain pasti akan ditemani oleh para kekasihnya, masa kau tega membiarkanku sendirian disana?”

 

“Benarkah? Setahuku Jung Soo Oppa tidak pergi bersama Hyo Rin Eonnie. Yesung Oppa dan Siwon Oppa juga tidak pergi bersama kekasih mereka,”

 

Aish. Kau ini. Aku kan tidak bisa terus-terusan bersama mereka,” gerutu Kyuhyun. “Bisa bosan aku kalau terus-terusan bersama mereka,”

 

“Tapi aku benar-benar tidak bisa, Oppa,”

 

“Kenapa?”

 

“Karena menulis tidak semudah membalikan telapak tangan, Oppa. Apalagi…” tiba-tiba saja Yuna melepaskan kaitan kedua tangannya dari leher Kyuhyun dan melepaskan pelukan mereka.

 

“Ada apa?”

 

Yuna memilih untuk duduk di sisi tempat tidurnya. Sementara Kyuhyun berlutut di hadapannya setelah sebelumnya merapikan koper dan ransel miliknya ke lantai di sebelah tempat tidur. Ia meraih tangan kekasihnya itu lalu menggenggamnya erat. “Kau kenapa, ehm?”

 

Yuna menghela nafas lelah. “Entahlah, Oppa. Sepertinya aku sedang kehilangan semangatku untuk menulis. Selama satu bulan belakangan ini aku tidak bisa menyelesaikan sebuah cerita pun. Jangankan menyelesaikannya memulainya saja aku tidak bisa,”

 

“Semacam writer’s block?”

 

Yuna mengangguk pelan. “Ya, mungkin semacam itu, Oppa.”

 

Kyuhyun mengelus pipi kekasihnya dengan tangannya yang bebas. ”Kau mungkin terlalu lelah, sayang,”

 

“Mungkin,”

 

“Itu artinya kau butuh berlibur untuk me-refresh pikiranmu,” ucap Kyuhyun seraya tersenyum polos. “Jadi, ayo ikut denganku ke LA besok, ya?”

 

Yuna menatap Kyuhyun dalam-dalam lalu kemudian menggeleng. “Tidak bisa Oppa,”

 

Senyum Kyuhyun segera menghilang. “Lalu apa yang akan kau lakukan?”

 

Yuna mengangkat bahunya. “Entahlah. Mungkin mengurung diri di apartment sambil menunggu semangat menulisku kembali dan mencoba menulis beberapa hal yang berbeda dari biasanya. Mudah-mudahan secepatnya semangat menulisku bisa kembali,”

 

Kyuhyun menyelipkan rambut Yuna ke belakang telinganya. “Kau yakin akan baik-baik saja seperti itu?”

 

Ne. Kau jangan khawatir Oppa,”

 

“Bagaimana aku tidak khawatir. Saat kau seperti ini aku tidak bisa berada di sampingmu. Itu membuatku merasa tidak bergu—“

 

Yuna segera menutup mulut kekasihnya. “Kau jangan berkata seperti itu, Oppa. Selama ini kau sudah banyak membantuku,”

 

“Benarkah?”

 

Gadis itu mengangguk. “Ne,” ucapnya. “Kau sangat berarti segalanya untukku, Oppa,”

 

“Jadi?”

 

“Apa?”

 

“Kau tetap tidak akan bisa ikut ke LA bersamaku?”

 

Yuna tersenyum lalu mengangguk. Mianhae,

 

“Kalau begitu…”

 

“Apa?”

 

“Kau harus menemaniku malam ini,”

 

Mwo? Kau mau menginap disini lagi?” tanya Yuna. “Tapi kan kau besok harus berangkat pagi-pagi, Oppa,”

 

“Tidak masalah. Aku bisa meminta manager hyung menjemputku disini besok pagi,”

 

“Tapi, Oppa…

 

“Temani aku malam ini atau besok kau harus ikut denganku ke sana?”

 

Yuna terdiam. Dahinya berkerut seakan sedang berpikir. “Sepertinya tidak ada pilihan yang lebih baik, Oppa. Tapi baiklah, karena besok dan beberapa hari selanjutnya kau tidak akan bisa bertemu denganku. Jadi semalaman ini aku akan menemanimu. Kau puas, Tuan muda Cho?”

 

Kyuhyun tersenyum lebar. “Ne. Tentu saja, Calon Nyonya Cho,” bisiknya. “Ayo,”

 

“Kemana?”

 

“Menikmati malam kita bersama, apalagi?” Seru Kyuhyun seraya mengangkat tubuh Yuna ke tengah tempat tidur, lalu segera memeluknya dengan erat sebelum gadis itu sempat untuk melarikan diri.

 

Yaaak Cho Kyuhyun, aku tidak bisa bernafas,”

 

 

* * *

 

 

Yuna terbangun lalu mengucek matanya saat sinar matahari masuk ke dalam kamarnya dan menyinari wajahnya.

 

Ia menoleh ke arah sebelahnya. Dan tersenyum saat tidak mendapati tubuh kekasihnya yang semalam masih memeluknya dengan erat sampai ia sulit bernafas dengan benar. Alih-alih mendapati tubuh kekasihnya ia malah mendapati secarik kertas putih dengan setangkai bunga mawar putih di atasnya. Entah dari mana Kyuhyun mendapatkan bunga mawar putih itu sepagi ini.

 

Ia mengambil bunga itu dan menciumi wanginya sebelum akhirnya meraih kertas itu dan membaca sederet tulisan yang menghiasinya.

 

 

Sayang, aku pergi. Terima kasih untuk yang semalam. Ah iya, sukses untuk tulisanmu. Jangan lupa, kabari aku setiap hari. Saranghae.

 

Your Love,

Kyuhyun

 

 

Yuna tersenyum. Lalu segera meraih ponselnya. Ia membuka salah satu aplikasi messenger-nya dan membuka ruang obrolannya dengan Kyuhyun dan mengetikan sesuatu disana. Setelah itu, ia segera meninggalkan tempat tidurnya lalu beranjak ke kamar mandi.

 

 

Park Yuna

Ne, Oppa. Terima kasih kembali.

Safe flight dan kembalilah secepatnya tanpa kekurangan suatu apapun. Nado Saranghae, Oppa.

 

 

Ddddrrrttt… Dddrrrttt…

 

 

Cho Kyuhyun

Aku masih berharap kau ada disini.. 😦

Aku akan kembali secepatnya.. Tunggu aku ya, Calon nyonya Cho! 🙂

 

 

 

-THE END-

2 Comments (+add yours?)

  1. josephine azalia
    Jan 31, 2017 @ 20:55:34

    yaaaahh ko gitu ajjaaaaa…. 😦 thanks tapi thor,ceritanya baguuuuss

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: