The Day We Felt The Distance [2/?]

g

 The Day We Felt The Distance

Author: Putri Fairuz

Cast: Cho Kyuhyun || Park Sungrin OC

Genre: Romance and sad

Rating: T

Length: Chapter

***

 

 

Setelah ia pergi meninggalkanku, ia kembali lagi padaku.

Mengubah suasana hatiku yang kala itu sedih, menjadi bahagia

Awalnya aku kesal, untuk apa ia kesini lagi?

Apa ia ingin membuat hidupku terpuruk lagi?

Tapi, setelah aku mendengar penjelasannya, hatiku merasa lega.

Sekarang, aku mulai takut.

Takut jika ia merasakan apa yang pernah aku rasakan.

Yaitu, kehilangan seorang pasangan hidup.

***

Keesokan harinya

Tok… tok…. Tokk…

Seruan ketukan pintu ruang BK berbunyi. Terlihat seseorang sedang mengetuknya dari luar.

“Cho seonsaengnim? Apa anda ada didalam?” Sungrin masih mencoba untuk mengetuk pintu tersebut sampai si empunya ruangan keluar dari ruangan.

“Cho seonsaengnim? Apa saya boleh masuk?” ia mendekatkan telinganya kepintu. Mencoba mendengar suara yang dibuat dari dalam pintu.

Hening. Masih tak ada respon dari dalam ruangan. Akhirnya, Sungrin memutuskan untuk membuka pintu ruang BK dan terlihatlah Kyuhyun yang sedang merintih didalam sana.

Kyuhyun menenggelamkan kepalanya diatas meja sambil terus mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat. Sedangkan tangan kiri nya terus menerus menekan ulu hatinya. Wajahnya telah banjir oleh keringat. Bibirnya pun pucat menahan sakit yang dirasa.

“Kyuhyun-ssi gwaenchanaseyo?” Sungrin dengan cepat menghampiri Kyuhyun yang tak berdaya. Mengelus pelan pundaknya sehingga membuat Kyuhyun mengadahkan kepalanya dan menatap Sungrin dengan wajah pucatnya.

Ne, gwaenchaseumnida, Sungrin-ssi” Kyuhyun berkata lemah sambil terus menerus menekan ulu hatinya.

“Apa kau punya penyakit magh? Sepertinya magh mu kambuh.” Sungrin masih mengelus pundak Kyuhyun yang terus menunduk menahan sakit.

“Lebih baik kau makan dulu, Kyuhyun-ssi! Aku punya bibimbap buatan Ibuku. Lebih baik kau memakannya daripada terus-terusan sakit seperti ini.”

“Tidak, Sungrin-ssi. Itu bekal untukmu. Lebih baik kau memakannya,” Kyuhyun menolak tawaran Sungrin secara halus.

“Tidak, Kyuhyun-ssi. Aku sudah makan kimchi tadi pagi! Ibuku sengaja mampir kerumahku untuk membawakanku bekal untuk guru-guru disini!” Kyuhyun menatap Sungrin yang masih terus kokoh terhadap pendiriannya. Lalu ia mengangguk menerima tawaran yang diberikan Sungrin.

Tangannya bergetar saat mengambil bibimbap. Tubuhnya benar-benar lemah saat ini, membuat Sungrin khawatir melihat Kyuhyun seperti itu. Ia lalu melepas syal yang melilit lehernya, memutar kursi yang diduduki Kyuhyun agar menghadap dirinya. Sungrin melilitkan syalnya didada Kyuhyun agar rasa sakitnya mereda. Dan posisi seperti ini, membuat Kyuhyun menahan deru napasnya. Detak jantungnya berpacu dengan kecepatan tinggi. Tak ada jarak antara tubuhnya dan tubuh gadis dihadapannya. Ia merasa Sungrin sedang memeluknya.

“Bagaimana? Apa sakitnya mereda?” Kyuhyun mengangguk menanggapi pertanyaan Sungrin. Ia masih terpana dengan apa yang dilakukan Sungrin barusan.

“Biar aku yang suapin ya? Kau masih sangat lemah.” Sungrin mengambil sumpit dan menyodorkan bibimbap pada Kyuhyun. Perlahan-lahan, sakit itu mereda dan Kyuhyun segera melepaskan syal milik Sungrin karena membuat dadanya sesak.

“Bibimbap milik Ibu mu sangat enak. Apa aku boleh mampir kerumah mu untuk menyicipi bibimbap buatan Ibu mu lagi?” seru Kyuhyun.

“Silahkan saja. Pintu rumahku terbuka lebar untuk siapapun. Kecuali orang-orang jahat,” Sungrin tertawa manis sambil menyisipkan rambutnya dibelakan telinga.

“Kau tak ingin makan bibimbap mu? Aku jadi tak enak.”

“Nggak apa-apa, aku sudah memakannya satu dirumah.” Kyuhyun mengangguk mengiyakan.

“Oh iya, untuk apa kau kesini?”

“Ahh, aku mau memberikan absensi daftar siswa yang tak hadir dikelaskku. Tapi sepertinya kau masih sakit. Jadi kuberikan nanti saja!” Kyuhyun mengulum sumpitnya sambil menunjukan senyum nakalnya. Ini kesempatanku bertemu lagi dengannya.

“Oh iya, saya ingin kembali ke ruang guru. Kau bisa mengantarkan kotak bekalku saat jam makan siang. Aku permisi dulu!” Sungrin menjauhkan kursinya lalu membungkuk meninggalkan ruang BK.

***

Jam makan siang

Kyuhyun bergegas mendatangi Sungrin di ruang guru. Ia memasuki ruang guru dengan tergesa-gesa. Saat matanya menangkap sosok yang ia cari, ia langsung memegangi tangannya sampai Sungrin terkejut.

“Sungri-ssi, ayok makan siang bersama ku!” Kyuhyun mengamit tangan Sungrin tanpa perintah.

Kedatangan Kyuhyun yang seperti itu membuat para guru kaget. Sebenarnya, apa hubungan Kyuhyun dan Sungrin sebenarnya? Mereka baru kenal kemarin, tapi sekarang terlihat seperti sepasang kekasih.

Kyuhyun mengamit tangan Sungrin erat. Sungrin seperti barang berharga yang tak akan dan tak boleh lepas dari genggamannya. Senyum merekah terpancar dari bibir Kyuhyun, sedangkan Sungrin, ia asik memandangi wajah tampan Kyuhyun tanpa berkedip. Entah kenapa, Kyuhyun merasa hari-harinya begitu berwarna bila disamping Sungrin. Melihat wajahnya saja telah menambah energi didalam tubuhnya. Ia merasa telah mengenal Sungrin lama, lama sekali, sampai-sampai ia merasa sangat nyaman saat berdekatan ataupun saling bicara satu sama lain.

Kyuhyun membuka pintu café yang tak jauh dari BSHS, Kyuhyun menuntun Sungrin masuk kedalamnya. Ia memilih tempat duduk di dekat jendela agar ia dan Sungrin bisa melihat keadaan diluar café.

“Kenapa kau memilih tempat disini?” Tanya Sungrin sambil menatap Kyuhyun yang sedang melihat daftar menu yang dibawa waiter tadi.

“Karena aku sua melihat pemandangan diluar sana. Walaupun sekadar jalanan biasa yang sering aku lihat atau bahkan aku lewati.”

“Kebiasaan mu sama seperti ku. Aku juga senang melihat pemandangan. Walaupun hanya rerumputan basah yang terkena embun. Saat aku melihatnya, semua masalah yang aku punya terasa menghilang. Hatiku merasa damai dan tenang sekali.” Kyuhyun menatap Sungrin lembut sambil tersenyum melihat wajah cantiknya. Mata Sungrin terpejam, membayangkan rerumputan hijau yang bergoyang mengikuti arah angin.

“Benar kata anak-anak, kita memang jodoh!” satu kalimat itu sukses membuat semburat merah dipipi Sungrin menuai. Ia terkejut dengan kalimat yang terlontar dari bibir Kyuhyun. Kyuhyun, sebenarnya kau siapa? Kenapa kau sering mengeluarkan kata-kata seperti itu? Kata-kata yang sering membuat jantungku berdetak dengan kencangnya.

“Oh ya, kau mau pesan apa?” Tanya Kyuhyun menyerahkan daftar menu yang sedari tadi ia pegang.

“Aku ikut denganmu saja” jawabnya singkat.

“Aku pesan ice cappuchino dan strawberry pancake. Apa kau juga menyukainya?” Kyuhyun bertanya terlebih dahulu, ia takut selera makan Sungrin dengan dirinya berbeda. Tapi Sungrin mengangguk. Artinya, ia juga menyukai makanan yang Kyuhyun pesan.

“Baiklah, aku pesankan!” Sungri mengangguk saat Kyuhyun menyuruh waiter untuk mencatat pesanannya.

Mata Sungrin memandang sekeliling café yang ramai pengunjung. Menoleh kekanan melihat seisi café yang benar-benar sederhana. Ia terpaku pada seorang laki-laki dan perempuan yang duduk tak jauh dari tempatnya. Laki-laki yang tampan dan terlihat kaya raya karena menggunakan setelan jas resmi dan seorang perempuan yang duduk di kursi roda. Gadis itu selalu bersandar pada penopang kursi roda seperti tak punya tulang belakang. Tubuhnya sangat kurus, hanya tersisa tulang ditubuhnya. Wajahnya yang cantik jadi terlihat tua karena pipnya yang sangat tirus.

Sungrin kembali pada posisinya. Melihat telapak tanganya yang nampak berbeda. Terlihat jelas urat-urat yang ada pada telapak tangan kanannya beserta jari-jarinya. Sedangkan tangan kirinya, terlihat ibu jarinya telah mengecil sama seperti ibu jari tangan kanannya. Ia memandang lagi sepasang kekasih yang tadi ia lihat. Sungrin bahkan tak menyadari kalau pesanannya sudah datang –walaupun hanya ice cappuchino yang baru datang-. Kyuhyun juga belum menyadari hal yang terjadi pada Sungrin.

“Ini adalah hari jadi kita yang ke seribu hari! Berjanjilah padaku untuk selalu berada disampingku!” lelaki itu tampak senang sambil mengangkat minuman yang ia pegang. Lawan bicaranya hanya tersenyum melihat kekasihnya itu.

“Ayok kita bersulang!!” lelaki itu mendekatkan gelasnya pada gelas wanitanya. Lalu meminumya.

Prangggg….

Gelas yang dipegang wanita itu pecah. Belum sempat ia meminum airnya, tapi gelas itu sudah jatuh terlebih dahulu, meninggalkan serpihan serpihan beling yang membahayakan. Salah satu waiter yang berdiri tak jauh dari tempat kejadian, segera mendekati dua insan tersebut. air mata lelaki itu sudah mengembang di pelupuk mata, tinggal menunggu air matanya jatuh. Ia menggenggam gelasnya kuat. Ia terus menunduk, tak ingin memperlihatkan wajah frustasi pada kekasihnya yang hanya bisa menangis melihat kejadian tadi. Wanita itu tak bisa menggapai kekasihnya. Tak bisa berucap kata-kata penyemangat. Tak bisa memeluknya ataupun mengusap punggungnya. Semua mata tertuju pada mereka. Kyuhyun yang baru menyesap ice cappuchino nya segera melihat kejadian mengejutkan itu. Ia tak memandang Sungrin sedikitpun. Padahal, Sungrin adalah salah satu penonton yang memperlihatkan wajah tenangnya walau air mata sudah berlinang membasahi pipinya.

“Maaf tuan, tapi anda ha…” seorang waiter mendekat, meminta ganti rugi pada si lelaki.

“Aku akan menggantinya.”

“Aku akan menggantinya.”

“Berapapun harganya, aku akan menggantinya!” ucap lelaki itu berulang-ulang. Ia bangkit dari tempat duduknya, berlutut dihadapan kekasihnya.

“Akan kubayar berapapun harga gelas itu! Aku akan membayarnya! Aku orang kaya! Aku mempunyai uang banyak! Biaya pengobatan kekasih ku saja aku mampu untuk membayarnya! Aku mampu! Tapi ia tak kunjung sembuh! Aku ingin kau sembuh, Hyeri-ah! Aku ingin kau sembuh! Jangan tinggalkan aku sendiri disini! Aku masih sangat mencintaimu..” lelaki itu terus menangis sekencang-kencangnya, membuat para pelanggan café meneteskan air mata. Melihat seorang lelaki yang sangat setia disaat sang kekasih sakit, bahkan Tuhan akan memanggilnya. Dengan sabar merawat kekasihnya sampai kekasihnya sembuh. Mencoba untuk membuat kekasihnya bahagia. Tapi dalam hati kecilnya, ia malah merasa takut akan ajal yang menjemputnya.

Sungrin berdeham dan membenarkan posisi duduknya, membuat Kyuhyun menatapnya. Sungrin tak menghapus air matanya yang sedari tadi keluar dari pelupuk matanya. Terus mengalir tak henti-hentinya.

“Ayok kita kembali.” Sungrin menundukan kepala, mencoba menyembunyikan raut wajahnya yang kacau.

“Tapi kan…” Kyuhyun mencoba mencegah.

“Sudah kubilang ayok kita kembali!!” Sungrin menaikkan nada suaranya. Ia terisak. Ia benar-benar menunjukkan air matanya dihadapan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun merasa bingung. Kenapa Sungrin bisa sesedih ini?

Sungrin menyeruput ice cappuchinonya dan..

Prang…..

Gelas itu terjatuh dari tangan Sungrin. Tangannya bergetar hebat, ia menundukkan kepala, melihat kedua tagannya yang tak bisa digerakkan. Ia bangkit dari kursi dan berlari meninggalkan Kyuhyun.

“Sungrin-ssi, kau kenapa? Ada apa denganmu?” Kyuhyun menarik tangan kanan Sungrin yang tak berfungsi. Melihat wajahnya yang kacau saat ini.

“Menjauhlah dari ku, Kyuhyun-ssi!” Sungrin masih terus terisak. Pipinya sudah sangat basah saat ini.

“Kau akan menjadi lelaki yang tadi apabila terus bersamaku!!” ia memberi jeda sejenak. Mengatur nafasnya yang tidak terkendali.

“Karena aku akan menjadi wanita itu!” kalimat terakhir Sungrin membuat Kyuhyun memeluk Sungrin erat. Dia terus memegang kepala Sungrin sambil terus mengelusnya. Membiarkan Sungrin menangis sekencang-kencangnya, tak peduli bajunya basah karena air mata Sungrin yang keluar begitu derasnya.

“Aku tak bisa menjauh dari mu, Sungrin-ssi!” Kyuhyun berbisik.

“Karena… Aku mencintaimu!”

 

TBC

 

A/N: FF ini sudah author posting di akun wattpad pribadi milik author. Silahkan di cek @putrifairuz1 untuk melihat FF ini dan FF lainnya. Makasihhhh…

 

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Feb 05, 2017 @ 05:07:26

    sungrin sakit,,,,,
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: