Friendship or Friendshit [1/?]

bhkj

Written By: Rosmala Dewi

FRIENDSHIP OR FRIENDSHIT

 Yesung, Bae Hye Soo (OC), Kang Shin Bi (OC), Shin Byeol Hee (OC), Lee Hyukjae, Others

Friendship, Romance | PG-15 | Chapter

 

*** 

Bagian 1 MEET

 

Seorang gadis terlihat keluar dari pintu kedatangan Bandara Internasional Incheon, dengan celana skinny jeans, kaos putih polos dan di lapisi luaran kemeja kotak-kotak berwarna biru hitam, lengkap dengan kacamata yang bertengger manis di wajahnya. Gadis itu langsung berjalan menuju kearah jalur subway. Gadis itu datang bukan untuk berwisata melainkan untuk bertemu keluarganya. Dan dia juga bukan tidak punya seseorang untuk menjemputnya. Tetapi, dia hanya tidak ingin merepotkan. Lagipula, menurutnya akan lebih seru naik subway ketimbang harus dijemput dengan mobil. Biar lebih terasa Seoul, begitu pikirnya.

“Halo”, sapanya sesaat setelah menggeser icon tombol hijau pada ponselnya, yang beberapa saat lalu berdering.

“Kau sudah sampai bandara? Sekarang dimana? Aku sudah menunggu lebih dari setengah jam Jenny, dan kau belum menampakkan batang hidungmu, huh?” ucap seorang gadis marah-marah dari seberang telepon.

“Kimberly Eonni[1]? Ahhh bukan, maksudku Shin Bi Eonni?” tanya gadis yang tadi dipanggil Jenny memastikan.

“Kau pikir siapa lagi, huh? Sudah jelas aku memanggilmu apa kan barusan.” Jawab gadis itu dengan cepat sambil menggerutu kembali.

Eonni, kau datang menjemputku? Sekarang ada di bandara?” dan seketika saja gadis itu berteriak histeris, “Astaga Eonni, maaf aku lupa jika kau ingin menjemputku. Karena sebelumnya aku melarang keluarga Eomma[2] untuk menjemputku, karena aku pikir aku masih dapat menggunakan subway hehe.” Jawab Hye Soo sambil meringis penuh penyesalan karena melupakan hal tersebut.

“Aku tidak mau tahu, dalam 15 menit kedepan aku sudah ingin melihatmu ada di depanku, Bae Hye Soo.” Ucap Shin Bi, kemudian langsung memutuskan sambungan teleponnya.

***

 

“Wahhhh, sepertinya penggemarku bertambah banyak ya Hyung[3],” ucap seorang pria dengan takjub melihat pemandangan di depannya. Dan seketika saja dia mendapatkan pukulan di kepalanya.

“Ya!! Bocah, itu bukan hanya penggemarmu tapi penggemar kita penggemar Stars.” Jawab pria yang tadi memukul kepalanya.

“Aishhh, Yesung Hyung, kau tidak lihat barusan Donghae Hyung melakukan kekerasan lagi padaku? Lama-lama otak dalam kepalaku benar-benar dapat bergeser.” Adunya pada sang Leader[4].

Yesung hanya menanggapi dengan tersenyum geli sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan teman se grupnya itu, terlebih dengan kelakuan orang yang tadi dipanggil bocah. Ya, orang tersebut adalah Cho Kyuhyun, maknae[5] di grupnya, orang yang mempunyai tingkat kepercayaan diri melebihi siapapun diantara mereka berlima.

Karena tidak begitu memperhatikan jalannya, Yesung menabrak seseorang. Sebenarnya bukan murni kesalahannya, tetapi orang tersebut atau tepatnya seorang gadis yang ditabraknya juga sedang berlari. Dan karena mereka sama-sama tidak memperhatikan jalan maka terjadilah insiden itu. Tidak ada yang terjatuh diantara mereka berdua, hanya tas gadis itu saja yang terjatuh. Dan karena tas tersebut tidak tertutup dengan benar alhasil isinya berantakan keluar semua.

Suara deringan ponsel Hye Soo kembali terdengar, dan dia yakin itu telepon dari Shin Bi. “Ya!! Eonni. Bisa menunggu sebentar kan? Gara-gara terburu-buru sekarang aku bertabrakan dengan orang asing dan tasku jatuh.” Jawab Hye Soo cepat kemudian langsung menutup teleponnya. Kembali dia melanjutkan pekerjaannya memunguti barang-barangnya yang berserakan. Dan tanpa Hye Soo sadari, pria yang ditabraknya tengah memperhatikannya dengan lekat.

Tanpa mereka ketahui bahwa passport Hye Soo jatuh agak sedikit jauh. Tetapi, bukan itu masalahnya, yang menjadi masalah karena sekarang passport itu sedang di injak dan di tutupi oleh kaki seorang pria. Setelah Hye Soo selesai mengumpulkan semua barangnya dan dengan yakinnya tidak ada yang tertinggal maka dia segera membungkukkan badan sambil meminta maaf karena kecerobohannya berlari sampai menabrak orang tersebut. Sedangkan pria yang sedang berdiri didepannya kemudian hanya melengos pergi.

Sedangkan di sisi lain Shin Bi sedang menggerutu tidak jelas akibat jawaban Hye Soo terakhir kalinya. Ini sudah hampir setengah jam dia berada disini tetapi, Hye Soo belum juga menampilkan batang hidungnya.

Donghae dengan cepat mengambil passpor yang dia tutupi sedari tadi dan cepat-cepat memasukkan barang tersebut ke dalam tas ranselnya. “ini akan menyenangkan sepertinya,” gumamnya tersenyum jahil kemudian mengikuti langkah kaki yang lainnya keluar dari bandara tersebut.

 

***

 

“Kau, benar-benar membuatku kesal Hye-ya. Kau membuatku menunggu lama dibandara tadi, totalnya hampir satu jam sejak kedatanganku, dan terlebih hal tersebut bukan karena pesawatmu delay atau masalah teknis lainnya, melainkan karena keteledoranmu yang melupakan janji bahwa aku akan menjemputmu.” Shin Bi masih terus menggerutu kesal akan tingkah laku Hye Soo.

“Meskipun kita selama ini hanya mengenal lewat media sosial dan berkomunikasi lewat skype, tapi tetap saja sudah satu tahun kita saling kenal. Yah, meskipun ini adalah pertemuan pertama kita di dunia nyata. Tadinya aku berpikir kau akan berbeda saat kita bertemu, ternyata tingkahmu itu seperti yang kau perlihatkan padaku saat kita ber-skype atau saat sedang chatting. Tidak pandai dan pe-lu-pa.” Eja Shin Bi menegaskan.

Eonni, apa susahnya sih tinggal mengatakan aku bodoh?” jawab Hye Soo mengerucutkan bibirnya. “Aku masih berbaik hati Hye, masih menggunakan kata yang lebih pantas di dengar.” Hye Soo hanya menghembuskan nafas kesal.

“Ah ya, ngomong-ngomong Eonni kenapa tadi bandara terlihat sangat ramai sekali dengan gadis-gadis muda ya? Yang membawa-bawa tulisan-tulisan, ah entahlah apa namanya.” Shin Bi mengernyitkan dahi bingung, tapi hanya sesaat. Kemudian dia tersenyum dan menjawab, “ahhh, mungkin karena Stars. Dan, tulisan-tulisan yang kau maksud itu adalah banner, ingat itu di dalam otak kecilmu Hye.”

“Stars? Siapa itu? Apa nama orang Eonni? Apa dia sangat terkenal sampai-sampai banyak yang menunggunya?” jawab Hye Soo dengan wajah sedikit heran sambil berguman dalam hati, membayangkannya saja dia sudah aneh dengan nama tersebut apalagi orang yang memiliki nama tersebut, apakah dia tidak merasa aneh dengan namanya itu. Padahalkan masih banyak nama-nama Korea yang lebih bagus dibanding Stars. “Oh, jadi namanya banner ya, baiklah aku akan berusaha mengingatnya.” Lanjutnya kemudian.

Shin Bi memukul kepala Hye Soo pelan, “Eonni!! Kenapa memukulku sih?” untung saja saat itu mereka sedang berhenti karena berada di lampu merah, jika tidak Hye Soo akan berpikiran mereka akan kecelakaan. Di dalam kepala Hye Soo sudah berpikiran yang tidak-tidak.

“Kau pikir Stars itu nama orang?” Hye Soo hanya menganggukkan kepalanya saja, malas mengeluarkan suara, tangannya masih mengusap bekas pukulan Shin Bi. Dia kesal dengan Shin Bi yang secara tiba-tiba justru memukul kepalanya, bukannya memberi penjelasan yang lebih.

“Stars itu nama grup idola di Korea Hye Soo. Astaga, apa kau di Jakarta tidak mempunyai televisi, huh? Saat ini mereka sedang sangat terkenal dan banyak di kagumi oleh wanita muda dan remaja, bahkan mungkin para orang dewasa. Dan kau dengan ketidaktahuanmu malah mengira Stars adalah nama orang, kau dan isi dalam kepalamu benar-benar tidak dapat dipercaya.” Hye Soo hanya bisa menyengir menampakkan gigi-giginya. Sedangkan Shin Bi berdecak dengan jengkel.

“Baiklah, aku tidak mau terlihat yang paling bodoh saat berada disini. Jadi, bisa jelaskan padaku tentang mereka?” ucap Hye Soo kemudian, “buka saja internet kau akan mengetahui semuanya.” Shin Bi membalas dengan jawaban sedikit ketus

“Aishhh, aku tidak membeli kartu, dan handphoneku untuk selama berada disini ada di rumah Halmeoni[6]. Tidak bisakah kau menjelaskan saja padaku Eonni?”

“Baiklah,” jawab Shin Bi pasrah, dan malas meladeni tingkah menjengkelkan yang lebih banyak lagi dari gadis disampingnya. “Mereka terdiri dari lima orang pria tampan,” Hye Soo berdecak tidak suka dengan kata tampan tersebut. Karena sejauh ini menurutnya yang tampan adalah pria-pria seperti Leonardo Dicaprio, Aston Kutcher ataupun Brad Pitt ah dan satu lagi pria yang menjadi pemeran dalam film Captain America yang entahlah dia lupa nama asli aktor tersebut.

“Jika ingin mendengar dari mulutku, cukup dengarkan saja, OK!” ucap Shin Bi yang tidak suka pembicaraannya di potong oleh Hye Soo meskipun hanya sebuah decakan saja.

Leader mereka Kim Jongwoon atau mereka biasa memanggilnya Yesung, dia bukan sembarang leader, menurutku dia seperti jelmaan malaikat. Meskipun dari kadar ketampanan dia masih kalah dibanding Choi Siwon, itu menurutku. Choi Siwon adalah member tertua kedua setelah Yesung. Kemudian ada Lee Donghae, dia member yang paling usil diantara yang lainnya. Bahkan dia tidak mengenal belas kasih, siapapun bisa menjadi korbannya dalam hal kejahilannya ini. Biasanya dia sering bekerja sama dengan sang maknae dalam hal menjahili orang. Tetapi, satu hal yang membuatku heran mereka selalu bercerita disetiap acara kalau mereka tidak akan pernah mau menjahili leader mereka. Entahlah karena apa. Dan satu member lagi adalah Lee Hyukjae, dia seperti perempuan, terlalu cerewet untuk ukuran laki-laki. Dan dia suka bergosip seperti para ahjumma[7]. Dan terkadang Hyukjae suka mengekspresikan sesuatu hal secara berlebihan. Sekarang sudah tahu kan siapa mereka semua?” tanya Shin Bi setelah menyelesaikan kuliah singkatnya tentang anggota Stars kepada Hye Soo. Sedangkan Hye Soo hanya manggut-manggut tanda mengerti. “Tapi, eonni. Kenapa Lee Donghae itu tidak mau menjahili leadernya?” tanya Hye Soo dengan penasaran. Shin Bi menjawabnya dengan gelengan kepala “tidak tahu.”

“Jadi, selama disini kau akan tinggal di rumah nenekmu? Kenapa tidak tinggal denganku saja sih di apartemen? Lagipula aku juga hanya tinggal dengan Byeol Hee disana, kurasa di tambah satu orang lagi akan terasa lebih ramai kan. Dan kau juga bisa mengobrol banyak dengan Byeol”

“Aku bukannya tidak mau Eonni. Tapi, ayah bisa marah jika aku tidak tinggal di rumah nenek. Dan itu adalah syarat mutlak yang aku harus terima, jika ingin lama berada disini. Ah iya, bagaimana kabar Byeol Hee? Apakah dia sudah berhasil mewujudkan mimpinya itu? Terakhir yang kudengar dia ingin menjadi manajer artis kan?”

“Sepertinya Byeol Hee akan sulit menjadi manajer artis, yah meskipun aku akui nilai akademiknya cukup bagus di bidang manajemen. Tetapi, disini sangat susah untuk bekerja di dunia entertainment, terlebih Byeol Hee belum mempunyai pengalaman sama sekali dalam mengatur jadwal kegiatan seseorang. Setidaknya saat ini dia sudah bekerja dengan para artis-artis sesuai impiannya itu.”

“Wow!!!, Byeol Hee benar-benar keren, dia bekerja sebagai apa dan dimana Eonni?” kagum Hye Soo sambil mengangkat jempolnya.

“Dia bekerja sebagai asisten artist di K-Ent. dan asal kau tahu, Byeol Hee lah yang membantu menangani anggota Stars. Dan oleh sebab itu dia tidak dapat ikut menjemputmu hari ini, karena Byeol Hee baru saja kembali dari Jepang mengikuti kegiatan Stars.” Dan obrolan mereka berdua pun terus berlanjut sepanjang jalan sampai tempat tujuan mereka, rumah nenek Hye Soo. Sampai saat ini Hye Soo masih belum menyadari jika benda paling berharganya sudah tidak berada ditangannya.

 

***

 

“Ahhh, benar-benar melelahkan,” gumam Siwon sambil meletakkan pantatnya pada sofa yang ada di ruang tamu dorm mereka. “Kalau lelah langsung tidur Won-a, pergi ke kamar sana.” Ucap Yesung yang mendengar gumaman Siwon tadi. Dan tanpa harus sang leader mengulangi kata-katanya Siwon segera beranjak menuju kamarnya untuk beristirahat. Begitupun dengan member yang lainnya langsung menuju kamar mereka masing-masing. Di ruang tamu dorm hanya tersisa Yesung dengan sang manajer Jung Si Hyun.

“Kau tidak lelah? Istirahatlah seperti adik-adikmu Yesung-a. Apapun yang ada dipikiranmu saat ini lupakan sejenak, kau harus benar-benar istirahat jika tidak ingin sakit, mengerti?” Si Hyun menepuk pelan bahu Yesung kemudian pergi ke luar apartemen Stars.

Sementara di salah satu kamar apartemen mereka, tepatnya kamar Donghae dan Kyuhyun, mereka sedang berdebat pelan. “Hyung!!! Kau gila ya? Itu tanda pengenal orang, dan parahnya lagi dia bukan warga negara Korea, kau tidak kasihan pada gadis itu ya Hyung? Kalau Yesung hyung dan Si Hyun hyung tahu kau benar-benar akan habis oleh mereka berdua.”

“Jika salah satu dari mereka tahu, berarti kau yang memberi tahu mereka Kyuhyun-a. Karena disini selain kita berdua tidak ada lagi yang tahu. Lagipula menurutku Byeol Hee mengenal gadis itu, jadi kau tidak perlu khawatir.”

“Byeol Hee noona[8]? Dari mana kau tahu kalau dia mengenal gadis itu hyung? Dan sepertinya kau yakin sekali.”

“Aku melihat raut wajahnya tadi, saat dia melihat wajah gadis itu saat sedang meminta maaf pada Yesung hyung. Dan kau tau apa yang membuatku memilih menyembunyikan benda ini?” tanya Donghae pada Kyuhyun sambil menunjukkan passport tersebut. “Yesung hyung tidak marah bukan tadi saat gadis itu menabraknya?” Donghae mencoba memberi penjelasan tentang aksinya ini.

“Karena dia tidak sampai terjatuh hyung, coba kalau terjatuh, aku yakin seratus persen dia akan meneriaki gadis ceroboh itu. Lagi pula gadis itu tampak tidak mengenal kita tadi, aneh saja. Atau mungkin jangan-jangan dia memang sengaja menabrak Yesung hyung, karena dia penggemarnya dan kemudia pura-pura tidak mengenalnya.” Kyuhyun tampak berpikir keras, bisa terlihat dari timbulnya kerutan didahinya.

“Eishhh, bocah ini. Jangan berpikir buruk tentang orang lain. Menurutku, kau salah Kyuhyun-a dengan pendapatmu itu.” Kyuhyun menampakkan raut wajah bingung setelah mendengar jawaban dari Donghae barusan. “Menurutku, Yesung hyung tertarik dengan gadis itu, haha.” Ucap Donghae dengan tertawa keras di iringi dengan tingkat keyakinan seratus persen benar pada asumsinya tersebut. Sedangkan Kyuhyun malah menatap Donghae dengan heran, terlihat dari kerutan di dahinya.

“Kau yakin hyung? Tidak salah menebak?” Kyuhyun masih tetap pada pendiriannya masih tidak yakin dan tidak sejalan dengan hyung nya itu. Menurutnya Donghae sudah keterlaluan dengan kejahilannya kali ini, ya meskipun terkadang dia ikut dalam aksi kejahilan tersebut. Tetapi, kali ini dia tidak mau ikut campur, salah-salah malah justru mereka yang benar-benar akan menjadi santapan iblis Yesung. Kyuhyun tidak mau lagi membayangkan kejadian lalu terulang saat mereka sedang menjahili kakak tertua mereka itu di grup. “Pokoknya aku tidak mau ikut-ikutan dalam permainanmu kali ini hyung.” Ucap Kyuhyun sambil berlalu keluar kamar.

Sedangkan Donghae masih terdiam di dalam kamar. Masih memikirkan tindakan yang akan dia lakukan setelah ini. Jika memang semua perkiraannya benar dia sudah pasti selamat. Tetapi, jika tebakannya salah maka habislah dia, pasti manajernya juga akan menyuruhnya untuk mencari tahu sendiri identitas gadis itu. Tapi, memang dasar jiwanya yang terkenal jahil, dia tidak peduli. Dia tetap akan menjalankan rencana-rencana yang ada di kepalanya. Tetapi, sebelum semuanya dia mulai dia harus memastikan suatu hal terlebih dahulu kepada asisten manisnya. Seketika saja senyum jahil sudah terukir di bibirnya.

 

***

 

Shin Bi baru saja sampai kantornya kembali setelah menjemput Hye Soo dari bandara dan mengantarkan anak itu ke rumah neneknya. Dia sebenarnya masih menyayangkan akan keputusan Hye Soo, padahal dia berharap Hye Soo mau tinggal dengan mereka – Shin Bi dan Byeol Hee –

Meskipun mereka awalnya berkenalan lewat jejaring sosial, kemudian mulai banyak mengobrol dan mengakrabkan diri lewat akun skype, hal tersebut tidak mematahkan nilai-nilai pertemanan di antara mereka. Jarak bagi mereka bukanlah suatu masalah. Awalnya Hye Soo hanya mengenal Shin Bi dan begitupun dengan Byeol Hee.

Byeol Hee, gadis itu sebelumnya tinggal di Daegu bersama orang tuanya. Tetapi dia mempunyai mimpi yang cukup besar sampai akhirnya dia memberanikan diri datang ke Seoul untuk mencari pekerjaan. Byeol Hee pun awalnya mengenal Shin Bi dari jejaring sosialnya. Cukup heran memang, seorang Han Shin Bi, seorang desainer artis yang cukup dikenal di Seoul bisa mengenal Byeol Hee.

Saat itu awalnya Byeol Hee hanya sering mengomentari postingan-postingan akun sosial Shin Bi, karena dia sering mengupload pakaian yang sudah dia rancang untuk seorang artis ke sosial medianya. Entahlah, ini yang dinamakan takdir atau apa. Suatu ketika saat Byeol Hee sedang ingin melamar pekerjaan disebuah entertainment. dia tidak sengaja bertemu dengan Shin Bi, dan saat itu Shin Bi langsung menghampirinya dan menyerukan namanya.

“Shin Byeol Hee?”. Byeol Hee pada awalnya juga cukup terkejut orang terkenal itu mengenal dirinya, tetapi karena dia cukup penasaran akhirnya dia bertanya pada Shin Bi dari mana dapat mengenalnya. Dan akhirnya mereka pergi ke cafetaria dan mengobrol banyak saat itu, Shin Bi juga menjelaskan mengapa ia dapat begitu mudahnya mengenali wajah seorang Han Byeol Hee. Karena sejak awal Shin Bi tertarik dengan komentar Byeol Hee dia langsung melihat-lihat akun Byeol Hee.

Dan Shin Bi adalah orang dengan ingatan yang cukup tajam. Dari situlah awal kedekatan mereka, sampai akhirnya Shin Bi menawarkan kepada Byeol Hee untuk tinggal bersama di apartemennya. Awalnya Byeol Hee menolak, karena menurutnya pasti biaya sewanya mahal, meskipun nanti akan dibagi dua. Tetapi, Shin Bi mengatakan tidak perlu khawatir tentang uang sewa, karena Byeol Hee hanya disuruh untuk membayar biaya hidup mereka saja selama di apartemen.

Sedangkan Hye Soo, dengan gadis yang satu ini awalnya Shin Bi yang mengenal duluan. Shin Bi terkadang sering kehabisan ide di dalam otaknya untuk merancang pakaian-pakaian. Dan bila keadaan sudah seperti itu dia akan mulai berselancar di akun sosialnya, mulai mencari-cari inspirasi.

Dan, mungkin ini yang dinamakan takdir juga, secara tidak sengaja dia melihat postingan di media sosial Hye Soo. Yah, Hye Soo yang saat itu sedang mengikuti kursus desain memposting beberapa pakaian yang menurut Shin Bi cukup menarik perhatiannya. Awalnya dia tidak percaya bahwa itu adalah hasil rancangan dari Hye Soo, seseorang yang hanya kursus belajar desain, bukan benar-benar sekolah desain di universitas terkenal.

Saat itu Shin Bi memberikan komentar pada postingan Hye Soo dan kemudian dia meminta kontak Hye Soo karena dia merasa tertarik dengan desain Hye Soo. Dan awalnya mereka hanya berkomunikasi dengan chat biasa. Setelah semakin penasaran dengan wajah masing-masing barulah mereka bertukar id skype. Di komunikasi awal mereka belum ada Byeol Hee yang menampakkan diri, baru sekitar tiga bulan kemudian Byeol Hee menampakkan diri setiap kali Shin Bi dan Hye Soo melakukan skype.

Shin Bi hanya berharap, pertemanan yang mereka jalin saat ini dapat bertahan terus bahkan sampai mereka menua nanti dan hidup bersama pasangan masing-masing. Karena dia benar-benar merasa memiliki dua orang adik saat ini – karena Shin Bi anak tunggal – Hye Soo yang lambat dalam menangkap hal-hal tertentu dan Byeol Hee dengan kepintarannya yang terkadang menjadikannya seseorang yang sok tahu. Yah, mereka bertiga sudah saling mengetahui baik dan buruknya sifat masing-masing, mereka sama-sama menerima itu.

Terlebih seorang Han Shin Bi yang terkenal cukup sensitif dan tidak sabaran, biasanya dia sangat sulit untuk dapat berteman akrab dengan seseorang. Dan hebatnya dua orang temannya tersebut yang sudah dianggapnya adik bisa dengan mudah mengimbangi sifatnya itu. Dan dia bersyukur diberikan kesempatan untuk mengenal dua gadis itu.

 

-TBC-

 

[1] Kakak (Panggilan perempuan kepada perempuan yang lebih tua)

[2] Ibu

[3] Kakak (Panggilan laki-laki kepada kakak laki-laki)

[4] Seseorang yang dijadikan pemimpin dalam kelompok

[5] Sebutan untuk seseorang yang paling muda dalam kelompok

[6] Nenek

[7] Bibi

[8] Kakak (panggilan laki-laki kepada perempuan yang lebih tua)

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: