Friendship or Friendshit [2/?]

bhkj

Written By: Rosmala Dewi

FRIENDSHIP OR FRIENDSHIT

 Yesung, Bae Hye Soo (OC), Kang Shin Bi (OC), Shin Byeol Hee (OC), Lee Hyukjae, Others

Friendship, Romance | PG-15 | Chapter

*** 

Bagian 2 CHANCE AND PROBLEM

 

Pertengahan bulan Maret, musim yang sudah berganti menjadi musim semi, dimana bunga-bunga mulai bermekaran. Tetapi, tetap saja suhu udara dingin dan angin yang berhembus masih belum cukup bersahabat bagi seorang Bae Hye Soo. Seseorang yang selama ini hanya tinggal dan dapat menikmati dua musim saja, musim hujan ataupun musim panas.

Setelah hari pertama dilaluinya hanya dengan diam dan beristirahat dirumah neneknya seharian, maka tidak dengan hari berikutnya. Untuk hari ini Hye Soo sudah bangun cukup pagi, bahkan neneknya heran bahwa cucu nya itu sudah bangun di waktu yang bisa di bilang masih sangat pagi untuk ukuran seorang Hye Soo. Karena, sudah jadi rahasia umum jika seorang Bae Hye Soo mempunyai hobi yang cukup langka yaitu tidur.

Biasanya jika di Jakarta gadis itu akan bangun paling cepat pukul sepuluh pagi, jika memang dirinya tidak mempunyai kegiatan apapun. Sedangkan untuk hari ini, dia jam tujuh pagi sudah bertengger manis duduk di kursi yang ada di ruang makan.

“Kau ingin pergi kemana hari ini, Hye,” tanya kakeknya sambil melihat ke arah cucu nya tersebut dengan dahi berkerut. Sedang yang di tanya masih diam belum memberikan jawaban, masih mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.

“Hanya ingin berkeliling saja kek, tapi aku belum tahu ingin kemana-mana saja. Yang pasti ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan.” Jawabnya setelah menghabiskan makanan yang ada di dalam mulutnya kemudian menyengir menampakkan gigi putihnya.

“Kau sudah cukup lama tidak kesini, sekitar dua tahun jika nenek tidak salah ingat. Kau masih bisa mengingat cara untuk dapat pergi ke tempat-tempat yang ingin kau kunjungi?” tanya neneknya dengan nada sedikit khawatir.

“Aku kan masih bisa bertanya pada orang atau mengandalkan ini,” jawabnya sambil menunjukkan handphonenya kepada dua orang tua renta tersebut. Sedangkan kakek dan neneknya hanya menganggukkan kepalanya saja dan tersenyum. Kemudian sang kakek kembali mengingatkan, “jangan lupa bawa tanda pengenalmu Hye.” Hye Soo menjawab hanya dengan anggukan kepala saja. Dari sejak kemarin datang Hye Soo sama sekali belum mengeluarkan isi di dalam tas tangannya, jadi dia berpikir pasti tanda pengenalnya juga masih ada di dalam tas tersebut. Tanpa dia ketahui tanda pengenal tersebut saat ini sedang berada di tangan orang lain bukan berada di dalam tasnya.

Baiklah mari bercerita sedikit tentang Hye Soo, dia terlahir sebagai anak tunggal, sebenarnya bukan kemauan orang tua nya hanya memiliki satu anak saja. Tetapi, karena saat mengandung Hye Soo tubuh ibunya sangat lemah dan dalam proses melahirkan pun terdapat sedikit masalah. Maka dokter mengatakan bahwa untuk selanjutnya akan sangat sulit bagi ibu Hye Soo dapat mengandung lagi, meskipun dokter tersebut tidak ingin mendahului Tuhan, dia hanya memberitahukan bagian yang paling buruk saja pada keluarga tersebut.

Setelah selesai dengan ritual sarapan paginya, Hye Soo langsung pamit pada nenek dan kakeknya untuk berangkat pergi. Dan, meskipun ini di Korea, Hye Soo tidak melupakan adat istiadat dari Indonesia yang sudah di ajarkan oleh orang tuanya sejak kecil. Sebelum pergi dia mencium tangan kakek dan neneknya baru setelah itu pergi beranjak keluar rumah.

Meskipun pernikahan orang tuanya jelas-jelas berbeda budaya dan adat, tetapi ayahnya selalu menekankan untuk tetap melakukan tindakan menghormati seperti mencium tangan orang tua kepada Hye Soo dimana pun dia berada. Dan di keluarga ibunya yang ada di Korea semua sudah tidak akan heran lagi dengan kelakukannya yang seperti itu.

 

***

 

“Hee noona!” panggil Kyuhyun, sesaat setelah dia keluar dari ruang latihan dan melihat Byeol Hee berjalan menjauh. Byeol Hee yang merasa dirinya dipanggil segera berhenti dan menengok kebelakang ke arah orang yang memanggilnya.

“Ada apa?” tanya Byeol Hee bingung, karena saat ini jelas-jelas dia tidak sedang ada pekerjaan yang berkaitan dengan Stars. Lantas kenapa Kyuhyun memanggilnya dan terlihat tergesa mendekatinya sampai berlari. Padahal dia juga tidak akan kabur kemana-mana kan.

“Aku ingin bertanya sesuatu,” ucap Kyuhyun masih sambil menormalkan nafasnya setelah berlari tadi. “Apakah kau mengenal gadis yang bertabrakan dengan Yesung hyung di bandara? Aku harap kau jawab jujur noona, karena informasi ini sangat penting.” Byeol Hee hanya mengerutkan dahinya bingung. Gadis, dibandara, dan bertabrakan dengan Yesung?. Dan seakan ada lampu yang menyala di kepalanya setelah dia tersadar.

“Memangnya ada masalah apa dengan gadis itu? Yesung oppa mencari gadis itu ingin membuat perhitungan?” tanya Byeol Hee, dia masih tidak mengerti apa iya hanya karena kecelakaan kecil yang tidak disengaja Yesung juga akan membuat perhitungan dengan orang tersebut. Padahal jelas-jelas kemarin dia tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan, malah Yesung terlihat meneliti keadaan gadis itu dari atas hingga bawah.

“Ishh, Noona!!! Jangan diam saja, cepat jawab.” Terdengar jerit suara Kyuhyun yang sedikit tidak sabar menantikan jawaban dari orang didepannya saat ini.

“Ya!!! Dasar bocah tengik, aku sedang berpikir. Kenapa tiba-tiba kau jadi menanyakan ini, huh?” Byeol Hee melemparkan tatapan tajamnya kepada Kyuhyun, yang seketika membuat Kyuhyun bungkam dan sedikit takut melihat tatapan itu. “Ya sudah, tidak jadi saja. Kau terlalu lama berpikirnya.” Ucap Kyuhyun sedikit takut. Sebelum Kyuhyun beranjak lebih jauh, Byeol Hee sudah menarik tudung hoodie nya.

“Kau marah padaku, eoh? Atau kau takut pada tatapanku? Memangnya kalau aku mengenal gadis itu kenapa? Kau ingin meminta bantuan padaku untuk mengenalkannya padamu, iya begitu? Asal kau tau saja, gadis itu tidak suka pria yang lebih muda, dia lebih menyukai pria yang lebih tua atau paling tidak sama umurnya dengannya. Jadi, jelas-jelas kau tidak masuk dalam kriterianya.” Jelas Byeol Hee.

Kyuhyun kesal mendengar celotehan panjang lebar dari Byeol Hee terlihat dari decakannya. Dia memutar bola matanya dengan kesal akan sifat Byeol Hee yang satu ini, terlalu sok tahu. Menarik nafas kemudian mengeluarkannya lagi, mencoba menetralkan emosinya terlebih dahulu. Walau bagaimanapun Byeol Hee tetaplah seseorang yang lebih tua dari pada dirinya dan dia harus menghormatinya.

“Kenapa penyakit sok tahumu tidak berkurang juga sih, noona.” Ucap Kyuhyun pelan, meskipun masih ada sedikit nada kesal dari ucapannya. “Aku kan hanya bertanya, apa kau mengenal gadis itu atau tidak. Dan noona harusnya cukup menjawab dengan singkat, dengan kata iya jika mengenalnya dan tidak bila noona tidak mengenalnya, selesai kan. Tidak perlu ber argumen panjang lebar yang membuat telingaku sakit dan kepalaku pusing.”

Byeol Hee memiringkan kepalanya menatap Kyuhyun dengan sedikit kesal. Kemudian dia berkata dengan sinis, “jadi, perkataanku tadi membuat kepalamu sakit dan telingamu pusing? Baiklah setelah ini jangan harap kau akan mendengar ocehanku lagi.” Setelah mengucapkan kalimat tersebut Byeol Hee langsung berlalu dari hadapan Kyuhyun dengan santainya. Sedangkan orang yang ditinggalkan begitu saja hanya dapat melongo sambil mengacak rambutnya frustasi. “Dengan sikapnya yang seperti itu, bagaimana bisa dia selalu mudah mendapatkan kekasih. Dasar noona aneh.” Ucap Kyuhyun kemudian langsung kembali memasuki ruang latihannya.

 

***

 

Karena masih cukup pagi, Hye Soo memutuskan untuk pergi berkeliling disekitar Sungai Han. Mencoba memperhatikan sekitarnya, pagi ini cukup banyak orang-orang yang melakukan olahraga lari pagi disana. Meskipun pakaiannya cukup mendukung untuk melakukan lari pagi juga, tetapi tidak ada niatan sedikitpun baginya untuk melakukan itu.

Kunjungannya kali ini terbilang cukup lama mungkin sekitar satu atau dua bulan tergantung suasana hatinya nanti. Sebenarnya bisa disebut liburan juga, karena dia kan jalan-jalan juga disini bukan hanya bertemu keluarganya. Terlebih, saat ini sedang musim semi, dimana dia bisa melihat bunga-bunga cantik yang akan mulai bermekaran. Ya, seorang Bae Hye Soo sangat menyukai bunga, tetapi sayangnya musim yang dia sukai bukan musim semi, aneh kan. Jika disuruh memilih diantara empat musim yang ada dia akan memilih musim gugur, memang cukup aneh, menyukai bunga yang bermekaran tapi justru menyukai musim dimana semuanya akan berguguran. Dan baginya tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang hal itu. Bahkan dia sendiripun tidak mengerti kenapa lebih memilih musim gugur diantara empat musim tersebut.

Karena terlalu menikmati pemandangan sekitar, Hye Soo tidak menyadari bahwa sedari tadi terdengar seseorang membunyikan bel sepedanya. Sampai akhirnya orang tersebut berteriak, “Ya!! Nona, kalau ingin bunuh diri jangan di sini tapi carilah jalan raya yang di lalui mobil. Disini hanya ada sepeda saja yang lewat, kalaupun di tabrak kau tidak akan sampai mati.” Ucap seorang pria dengan kesal.

Seketika saja Hye Soo menengok kebelakang, dan dia cepat-cepat menyingkir dari tempat berdirinya sekarang menjadi ke pinggir. Membungkukkan badannya sambil mengucapkan kata maaf. Sedangkan lelaki tersebut langsung pergi begitu saja dengan sepedanya setelah Hye Soo menyingkir dari jalan yang dilaluinya.

Hye Soo merasa pernah melihat atau bertemu dengan pria tadi yang memakinya, meskipun pria tersebut memakai hoodie dan menggunakan tudungnya untuk menutupi wajahnya. Tetapi, dia tidak mau terlalu ambil pusing. Dia memutuskan untuk langsung pergi mengunjungi tempat yang berbeda.

Di sisi lain tanpa Hye Soo sadari, pria tadi yang memakinya berhenti dari kayuhan sepedanya, menengok ke belakang ke arah Hye Soo. Pria itu memperhatikan Hye Soo yang semakin lama semakin jauh dari jarak pandangnya. Dia memegang dadanya, merasakan degup jantungnya yang berdetak secara cepat saat tadi dia bertemu dengan gadis itu, “Genie,” gumamnya pelan Dan untung saja gadis tersebut tidak mengenali wajahnya. Kemudian setelahnya dia tersenyum manis dan kembali mengayuh sepedanya untuk pulang ke apartemennya.

 

***

 

“Shin Bi-ssi­?”panggil seseorang saat Shin Bi baru saja sampai di lobby kantornya. Shin Bi menautkan alisnya bingung. Sebenarnya gedung ini terdiri dari banyak kantor bukan hanya kantornya saja. Jadi, biasanya sangat jarang jika tamunya atau seseorang yang ingin bertemu dengannya justru hanya menunggu di lobby seperti saat ini.

“Maaf jika saya mengganggu, apakah anda mempunyai waktu untuk berbincang sebentar?” tanya pria itu lagi sebelum Shin Bi meng iyakan atas pertanyaan nya yang sebelumnya tadi.

Tanpa ingin membuang waktu lebih banyak, Shin Bi tersenyum dan mengangguk tanda memenuhi keinginan pria tersebut. “Sebaiknya kita berbicara di atas saja, di kantor saya, tuan?” jawab Shin Bi dengan sopan.

“Jung Si Hyun, anda dapat memanggilku Si Hyun.” Jawab pria tersebut sambil tersenyum. Dan Shin Bi hanya menganggukkan kepalanya tanpa membalas senyuman pria tersebut.

Setelah waktu yang singkat di dalam lift, akhirnya mereka sampai di lantai delapan. Lantai dimana kantor tempat Shin Bi bekerja berada. Di depan mereka ada resepsionis yang menyapa dengan ramahnya dengan senyumnya yang cukup manis menurut Si Hyun. Di belakang resepsionis itu berdiri terdapat tulisan besar “Friends Mode”. Ya, Shin Bi memang mempunyai kantornya sendiri. Dan hal tersebut dia dapat bukan dengan mudah. Dia harus berperang mulut dengan ayahnya dulu ketika itu, disaat dia lebih memutuskan untuk menjadi desainer ketimbang seorang pengacara seperti keinginan ayahnya. Bahkan sampai sekarangpun bisa dibilang hubungannya dengan ayahnya tidak cukup membaik. Oleh sebab itu, Shin Bi lebih memilih tinggal di apartemen di banding rumahnya yang besar. Hanya satu kali dalam seminggu ibunya akan datang mengunjunginya ke apartemen pribadinya tersebut.

“Jadi, ada keperluan apa anda mencari saya Si Hyun-ssi?” Shin Bi memulai pembicaraannya setelah mereka masuk ke ruang kerjanya dan mempersilahkan tamunya tersebut untuk duduk.

“Ah, begini. Saat ini perusahaan kami sedang mencari seorang desainer untuk menangani comeback salah satu grup artis manajemen kami. Dan perusahaan memutuskan untuk memakai jasa Shin Bi­-ssi untuk kali ini. Jadi, saya datang hari ini untuk membicarakan masalah tersebut. Dan saya harap anda bersedia untuk bekerjasama dengan kami. Jujur saja, melihat hasil karya anda untuk para artis-artis sebelumnya kami cukup terpukau.” Jelas Si Hyun cukup panjang, dan menunjukkan rasa ketertarikannya akan hasil karya yang telah Shin Bi buat.

Siapa artis tersebut dan dari manajemen apa?” tanpa ingin berlama-lama dan berbelit-belit Shin Bi langsung mengucapkan rasa penasarannya pada pria yang duduk di depannya. Ya meskipun Shin Bi mengetahui tentang Stars, tetapi dia tidak pernah tahu secara detail tentang salah satu manajer Stars yang saat ini sedang duduk dihadapannya. Yang dia tahu di dunia keartisan adalah orang-orang yang pernah bekerjasama dengannya saja.

Belum sempat pria itu menjawab, terdengar ketukan pelan di pintu ruangannya, setelah Shin Bi mengatakan “masuk” seseorang yang mengetuk pintu tadi langsung terlihat, yang ternyata adalah sekretarisnya yang datang membawakan minuman.

Setelah sekretaris itu keluar, pria tersebut langsung membuka mulutnya kembali, meneruskan perkataan yang tadi sempat tertunda. “Stars dari K-Ent.” ucap pria tersebut ringan. Shin Bi yang mendengar kata Stars langsung menolehkan kepalanya cepat. Sejujurnya sedari tadi dia tidak cukup memperhatikan apa yang dibicarakan tamunya saat ini, di kepalanya sedang begitu banyak permasalahan.

“Stars?” ucap Shin Bi yang bisa di bilang seperti teriakan tertahan. Setidaknya dia masih tidak ingin membuat malu dirinya sendiri di depan tamunya dengan berteriak heboh. Dalam bayangannya pun tidak pernah terselip bahwa dia akan dapat menangani pakaian Stars belum lagi mereka bernaung di bawah K-Ent. dimana sang CEO selalu menuntut kesempurnaan dalam hal apapun. Pria tersebut cukup terkejut dengan reaksi Shin Bi, dan hanya bisa tersenyum sumringah melihat reaksi Shin Bi. Jika dia tidak salah berprasangka saat ini, sepertinya sudah dapat dipastikan seorang Han Shin Bi akan menyetujui kontrak kerjasama mereka. Dan bisa dipastikan lagi sepertinya sang designer adalah salah satu fans dari Stars.

Belum lagi keterkejutan Shin Bi sirna, tiba-tiba pintu ruangannya sudah dibuka dengan paksa oleh seorang gadis dengan berteriak heboh. “Eonni!! Kau akan terkejut melihat ini,” ucap Hye Soo sambil berlari ke arah Shin Bi sambil menunjukkan layar handphonenya.

Shin Bi benar-benar kesal akan tingkah Hye Soo saat ini, tidak masalah kalau dia sedang sendiri. Tetapi saat ini, dia sedang bersama tamu terhormatnya. Yah, Shin Bi berani mengatakan tamu terhormat, karena pria tersebut berasal dari K-Ent. sebuah manajemen artis yang cukup besar, dan sangat sulit untuk mendapatkan kontrak kerjasama dengan mereka.

“Bae Hye Soo,” ucap Shin Bi dengan nada pelan mencoba meredam emosinya. Kemudian dia menunjuk dengan arah pandang matanya kepada pria yang ada di depan mereka saat ini.

“Ups, maaf. Aku datang di waktu yang salah ya? Baiklah aku akan keluar, sekali lagi maaf.” Hye Soo membungkukkan badan di depan pria tersebut. Tetapi, belum sempat Hye Soo mencapai pintu Shin Bi sudah memanggilnya kembali dan menyuruh gadis itu untuk duduk disampingnya. Sebenarnya bukan bermaksud apa-apa, hanya saja otaknya sedang tidak fokus saat ini. Jadi paling tidak dengan adanya Hye Soo di sampingnya dia akan sedikit terbantu.

Shin Bi menjelaskan sebentar kepada Hye Soo tentang siapa pria yang ada di depan mereka saat ini. Dan reaksi yang di berikan Hye Soo sangat jauh berbeda dengan reaksi Shin Bi sebelumnya. Hye Soo sangat datar menanggapi kalau pria didepannya berasal dari salah satu entertainment besar di Korea dan menangani artis yang sudah cukup terkenal dan karirnya saat ini sedang melambung. Wajar saja sebenarnya, mengingat Hye Soo tidak cukup familiar dengan dunia entertainment.

Melihat reaksi yang biasa saja dari gadis di samping Shin Bi, Si Hyun langsung mengeluarkan suaranya. “Maaf, jika saya boleh bertanya, apakah nona mengenal Stars?” Si Hyun benar-benar penasaran, apa iya reaksinya hanya seperti itu hanya mengucapkan kata, “ahhh, Stars.” Sependek itu dan dengan nada sebiasa itu. Bukannya mau sombong atau apa dengan artis asuhannya, tetapi saat ini Stars sedang cukup terkenal, jadi rasanya pasti semua orang akan mengenalnya dan paling tidak mengeluarkan ekspresi wajah kaget, itu menurutnya.

“Ahh, aku mengenalnya dari cerita Shin Bi Eonni.” Jawab Hye Soo enteng sambil menunjuk orang yang dimaksud, tanpa memperdulikan raut wajah Si Hyun yang terkejut mendengar jawabannya. Sebelum membuat semuanya makin tidak jelas, Shin Bi cepat-cepat menambahkan, “Hye Soo baru datang dua hari ini ke Korea, dia berasal dari Jakarta. Dan dia juga tidak cukup terpengaruh sepertinya dengan K-pop yang ada di negaranya, jadi dia memang sebelumnya tidak mengetahui siapa itu Stars sampai saat dia menginjakkan kaki disini dan aku menjelaskan padanya tentang Stars.” Si Hyun yang mendengar penjelasan Shin Bi memastikan sekali lagi dengan melihat ke arah Hye Soo, sedangkan Hye Soo yang mendapat tatapan tidak percaya dari Si Hyun hanya menganggukkan kepalanya tanda membenarkan penjelasan yang Shin Bi berikan barusan.

Sejujurnya Si Hyun merasa pernah melihat gadis yang sedang duduk disamping desainer terkenal itu. Tetapi dia tidak cukup yakin untuk melontarkan pertanyaan dan memuaskan rasa penasarannya kepada gadis itu. Mengingat bahwa gadis itu baru datang ke Korea dan tidak mengenal Stars saja rasanya membuat dia yakin, mungkin hanya mirip seseorang yang pernah ditemuinya.

Setelah merasa cukup dengan penjelasan-penjelasan tidak penting, akhirnya mereka membicarakan tentang kontrak kerja sama. Shin Bi sama sekali tidak ingin dan tidak ada niat untuk menolak kerja sama ini. Ini peluang besar baginya untuk menunjukkan kerja kerasnya selama ini agar dapat di akui oleh lebih banyak orang, atau lebih tepatnya dia ingin mendapat pengakuan dari ayahnya. Setelah pembicaraan selesai mengenai kontrak kerjasama dan persetujuan saling menyanggupi, Si Hyun pamit undur diri. Dan mereka akan bertemu dua hari lagi di gedung K-Ent. untuk membahas kontrak kerja ini secara lebih lanjut sekaligus penandatanganan.

“Jadi, hal apa yang membuatmu langsung masuk ke dalam ruang kerjaku bahkan tanpa mengetuk pintu?” terus terang saja mulut Shin Bi dari tadi sudah gatal ingin melontarkan pertanyaan tersebut kepada Hye Soo. Dan kali ini dia cukup kesal juga sebenarnya dengan tingkah Hye Soo yang seperti itu.

Hye Soo yang mengingat niat awalnya kesini untuk apa, langsung mengambil ponselnya mencari sesuatu dan menunjukkannya kepada Shin Bi. “Ini, bukankah ini Won Jung oppa[1] kekasih eonni kan?” tanyanya sambil menyodorkan handphone yang sudah terpampang foto seorang pria yang sedang menggandeng tangan seorang wanita sambil tersenyum.

Shin Bi yang melihatnya hanya diam tidak mengeluarkan suara apapun, kemudian memijat pelipisnya. Kepalanya semakin bertambah pusing melihat foto tersebut. Meskipun dia menganggap Hye Soo pelupa, tetapi untuk kali ini Hye Soo benar pria di dalam foto tersebut adalah kekasihnya, yang sudah beberapa hari ini tidak memberikan kabar apapun padanya bagai hilang di telan bumi. Dan hal tersebut juga yang membuatnya akhir-akhir ini kurang tidur, karena terlalu mengkhawatirkan kekasihnya, takut terjadi hal-hal buruk. Padahal nyatanya pria sialan itu sedang bersenang-senang dengan gadis lain.

“Hye-ya, bisa tinggalkan aku sendiri?”suara Shin Bi pelan terdengar lelah dan putus asa. Sebenarnya dia tidak terlalu kaget lagi akan kelakuan kekasihnya ini. Sebelumnya Won Jung juga pernah selingkuh dibelakangnya seperti ini, tetapi dengan mudahnya dia memaafkan. Karena dia pikir Won Jung tidak akan melakukan hal ini lagi. Terlebih dia masih sangat mencintai pria itu dan belum cukup siap untuk di tinggalkan oleh pria tersebut.

Hye Soo merasa tidak tega melihat raut wajah Shin Bi, dia tidak beranjak kemanapun, dia merasa harus ada untuk Shin Bi saat ini. Dia merangkul bahu Shin Bi menunjukkan raut khawatir. “Kau tidak perlu terlalu khawatir padaku dengan kejadian ini, ini bukan hal baru bagiku Hye-ya.” Ucap Shin Bi pelan, dia sudah benar-benar pasrah saat ini. Jika memang harus berakhir biarlah berakhir, meskipun baginya tetap masih berat melepaskan prianya itu.

“Hah!! Jadi sebelumnya pria itu pernah berbuat seperti ini juga? Dan eonni diam saja begitu?” Hye Soo yang mendengar hal ini sangat kesal dan marah. Benarkah ini bukan pertama kalinya, lalu kenapa eonni nya ini mau saja dibodohi oleh pria itu, batin Hye Soo.

“Aku tidak diam saja, saat itu kami bertengkar hebat. Tetapi akhirnya dia mengakui kalau dia hanya sedang khilaf karena dia sedang bosan dengan hubungan kami dan butuh sedikit hiburan.” Shin Bi mencoba menjelaskan kejadian yang sudah berlalu itu.

“Eh? Dasar pria gila.” Shin Bi langsung memelototkan matanya kepada Hye Soo, seburuk apapun Won Jung dia tidak terima jika kekasihnya dikatakan gila oleh orang lain, meskipun Hye Soo bukan orang lain baginya tapi tetap saja dia tidak terima. “Jika aku jadi eonni saat itu juga aku langsung minta putus padanya. Dan aku tidak mungkin mau memaafkannya dengan alasan klise seperti itu. Bosan? Dia pikir dia sedang bermain? Saat bosan dengan mainan yang satu, maka dengan mudahnya membeli mainan lain, dan setelah bosan dengan mainan barunya maka akan kembali pada mainan lamanya atau bahkan membeli yang baru lagi. Eishhhh!! Eonni terlalu baik untuk pria seperti itu. Aku akan lebih memilih pria tadi dari pada Won Jung oppa, pria tadi jelas lebih tampan menurutku.” Hye Soo mengucapkan kata-katanya dengan semangat penuh.

Meskipun cukup heran dengan jawaban Hye Soo yang membandingkan kekasihnya dan Si Hyun-ssi Shin Bi tetap menjawab, “Aku bukan wanita seperti itu Hye-ya, kau tahu kan seberapa dalamnya perasaanku terhadap Won Jung?” Hye Soo hanya menganggukkan kepalanya, menatap sedih ke arah Shin Bi. “Jangan pasang wajah bodohmu seperti itu Hye-ya.” Ucap Shin Bi kemudian yang melihat perubahan raut wajah Hye Soo untuk dirinya, seperti sedang mengasihani, tetapi dia tahu Hye Soo bukan mengasihani dirinya. Tetapi, lebih kepada rasa peduli dan menyesal, entahlah Shin Bi pun saat ini tidak dapat berpikir dengan jernih.

“Baiklah, jika eonni butuk waktu sendirian, aku pergi dulu.” Hye Soo pamit dengan berat hati kemudian beranjak dari duduknya menuju pintu ruangan Shin Bi dan keluar. Shin Bi yang sedari tadi sudah menahan mati-matian air matanya akhirnya keluar juga, dia menangis tanpa suara. Dia bingung tindakan apalagi kali ini yang harus di ambilnya. Dia tidak ingin lagi dengan mudahnya memaafkan Won Jung, tetapi dia juga belum siap untuk meninggalkan Won Jung. Apalagi mengingat kebersamaan mereka yang sudah dua tahun ini bersama. Shin Bi tadinya berpikir ingin berhubungan serius, ingin bisa sampai menikah dengan Won Jung. Tetapi setelah kejadian naas enam bulan lalu, saat dia memergoki Won Jung bersama gadis lain yang sedang bermesraan, dia mulai meragukan keinginannya dan kebersamaan mereka. Lantas saat ini, apalagi yang akan menjadi alasan Won Jung, alasan yang samakah, apakah dia hanya akan mengatakan khilaf dan sedang bosan. Lalu jika memang benar seperti itu, haruskan Shin Bi memaafkannya kembali dengan mudah. Ini semua terlihat semakin rumit.

 

***

 

Si Hyun sampai di gedung K-Ent, dengan wajah yang tersemat senyuman cerah. Yah, itu dikarenakan dia berhasil membuat Han Shin Bi bisa bekerja sama dengan K-Ent. dan entahlah sepertinya ada perasaan aneh yang menjalar dalam hatinya ketika pertama kali bisa bertatap muka langsung dan bercengkrama dengan Shin Bi. Entah hanya perasaan kagum atau lebih, dia tidak ingin mencari tahu sekarang.

Si Hyun memasuki ruangan CEO nya, mengabarkan kabar baik yang dia bawa setelah sebelumnya mengabari melalui telepon kepada CEO nya ini. “Jadi, dengan mudahnya kau dapat membujuk desainer yang terkenal cukup sibuk itu Hyun” tanya sang CEO begitu Si Hyun duduh di kursi di depan meja kerjanya.

“Sebenarnya belum seratus persen dia setuju sajangnim[2].” Sang CEO pun langsung mengerutkan dahinya tidak mengerti. Jelas-jelas tadi bawahannya tersebut memberi informasi melalui telepon kalau kerja samanya akan sukses. Tetapi sekarang, kenapa pria itu bilang belum seratus persen?. Melihat raut bingung dari atasannya Si Hyun cepat-cepat melanjutkan perkataannya, “dua hari lagi kami akan membicarakan kontrak kerja sama lebih rinci. Aku mengundangnya untuk datang kesini dan membicarakan segalanya nanti, jika memang sama-sama setuju bisa langsung menandatangani kontrak saat itu juga, sajangnim.” Sang CEO pun merubah raut wajahnya setelah mendengar penjelasan lanjutan dari Si Hyun.

“Baiklah, sekarang kau boleh keluar. Dan urus bocah-bocahmu itu, katakan pada mereka enam bulan lagi akan segera comeback[3] jadi tidak ada waktu bermain-main. Mereka juga sudah masuk jadwal rekaman lagu bukan? Jadi pastikan mereka semua dalam keadaan sehat. Aku hanya tidak ingin saat tiba waktunya nanti mereka tidak dapat bekerja maksimal. Meskipun penggemar mereka sudah semakin bertambah saat ini, tetapi artis-artis lainpun begitu. Jadi, jangan sampai kita kalah saing dengan artis-artis lainnya. Dan aku sangat mengandalkan dirimu Si Hyun untuk mengatur mereka, terutama Yesung. Makin lama tingkahnya makin sulit di atur.” Ucapan panjang lebar sang CEO pun di iyakan oleh Si Hyun. Setelah itu dia langsung beranjak keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan sang CEO.

 

-TBC-

 

 

 

[1] Kakak (Panggilan perempuan kepada pria yang lebih tua)

[2] Presiden Direktur

[3] Istilah untuk idola yang kembali mengeluarkan album baru

1 Comment (+add yours?)

  1. Yesulga
    Feb 09, 2017 @ 16:26:32

    Baguss, lanjutin yaa :3

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: