Friendship or Friendshit [3/?]

bhkj

Written By: Rosmala Dewi

FRIENDSHIP OR FRIENDSHIT

 Yesung, Bae Hye Soo (OC), Kang Shin Bi (OC), Shin Byeol Hee (OC), Lee Hyukjae, Others

Friendship, Romance | PG-15 | Chapter

*** 

 

Bagian 3 RELATIONSHIP

 

Shin Bi benar-benar tidak dapat fokus untuk meneruskan berjalan-jalan hari ini. Pikirannya terus saja memikirnya Shin Bi dan Won Jung kekasihnya. Jadi, hal yang dia temui hari ini bukan untuk pertama kalinya bagi Shin Bi? Dia masih saja terus mengulang-ulang kata-kata tersebut dalam kepalanya. Itu berarti, dengan adanya kejadian hari ini Shin Bi telah dua kali di khianati oleh kekasihnya. Memang ini bukan menjadi urusannya, tapi tetap saja dia tidak ingin sahabatnya di sia-sia kan oleh lelaki brengsek macam Won Jung.

“Hee-ya, kau ada dimana sekarang?” tanpa perlu repot-repot mendengar sapaan dari seberang telepon Hye Soo langsung melontarkan pertanyaannya. “Ada masalah gawat dengan Shin Bi eonni, kita harus bertemu, sekarang!”.

“Ya!! Kau pikir perusahaan tempatku bekerja bisa seenaknya saja seperti itu, huh? Aku tidak bisa.” Tolak Byeol Hee tegas dan dengan nada kesal.

“Ayolah Hee-ya, masalah ini sangat penting, untuk kelangsungan hidup Shin Bi eonni. Dan setelah kejadian ini ponsel Shin Bi eonni tidak dapat aku hubungi, aku hanya takut terjadi sesuatu Hee-ya.” Akhirnya Byeol Hee menyerah pada kekeras kepalaan Hye Soo, “Baiklah, sekarang jelaskan dulu padaku apa yang terjadi? Nanti aku akan mencoba meminta ijin.”

Hye Soo pun akhirnya menjelaskan lewat telepon apa yang terjadi hari ini pada Byeol Hee. Berawal dari dia yang melihat Won Jung bersama seorang wanita dan memotretnya kemudian sampai dia berada di kantor Shin Bi. Sedangkan Byeol Hee menjadi pendengar yang sangat baik di seberang telepon, tanpa menginterupsi penjelasan Hye Soo.

“Jadi begitu ceritanya, dan setelah aku pergi dari kantor Shin Bi eonni aku pikir semuanya akan baik-baik saja. Tetapi, dari satu jam yang lalu aku tidak dapat menghubungi nomornya Hee.” Byeol Hee mendesah pelan, dia juga menjadi khawatir sekarang dengan keadaan eonni nya tersebut.

“Hye, kau bisa datang ke gedung SBS? Aku sedang menemani beberapa anggota Stars syuting disini. Aku akan mencoba minta ijin pada manajer untuk beberapa jam, setelah itu kita bisa ketempat Shin Bi eonni. Aku akan mengirimkan alamatnya lewat pesan padamu.” Setelah mengakhiri percakapannya Byeol Hee langsung menutup teleponnya. Dia segera mencari manajer Stars, dan berdoa semoga dia mendapatkan ijin untuk beberapa jam kedepan agar bebas tugas. “Semoga keberuntungan menyertaiku,” doanya dalam hati.

 

***

 

“Ahh, benarkah saat ini anggota Stars masih single semua?” tanya MC yang bernama Park Jungsoo atau biasa disapa Leeteuk tersebut dengan senyuman angelnya. Dan setelah pertanyaan Leeteuk barusan semua tamu yang ada di acara Star King tersebut langsung memandang ke arah anggota Stars yang berada di studio saat ini, semuanya sama-sama berwajah penasaran.

“Kalau kami yang hadir disini tentu saja masih single,” jawab Yesung kemudian dengan nada meyakinkan kepada semua orang. Ya, saat ini hanya tiga anggota yang mengikuti acara show Star King, sedangkan dua lainnya mempunyai kegiatan yang berbeda. “Tapi menurutku, ada beberapa di antara kami yang sedang tertarik dengan seorang wanita.” Ucapan Donghae tersebut langsung mengundang banyak pertanyaan, baik dari sang MC maupun bitang tamu yang lainnya.

“Jadi, menurut Donghae-ssi ada beberapa anggota yang sedang tertarik dengan seorang gadis?” tanya sang MC kembali memastikan. Sedangkan Donghae mengangguk mantap dan tersenyum manis. Yesung merasa penasaran dengan pernyataan Donghae barusan, benarkan ada diantara mereka berlima yang sedang menyukai seorang gadis, lantas mengapa dia sebagai ketua tidak menyadari hal itu.

“Apakah anggota tersebut ada diantara kalian yang ada disini saat ini?” tanya MC kembali memancing, dan sepertinya pembicaraan ini makin memanas. Dan dengan mudahnya Donghae menjawab, “Aku disini menyukai seorang wanita.” Semua yang ada di studio langsung dibuat penasaran oleh jawaban Donghae barusan. “Disini ada Fei dari Miss A, lalu Seolhyun dari AOA, aku menyukai mereka, aku adalah penggemar mereka.” Dan tidak perlu menunggu waktu lama seluruh orang yang ada di dalam studio tertawa. Yesung pun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kelakuan anggotanya itu.

“Eiyyy…” Leeteuk sang MC tampak kecewa dengan penjelasan Donghae barusan. “Aku pikir disini kita bisa menciptakan scandal baru dari pernyataanmu yang sebelumnya Donghae­­-ssi.” Mendengar perkataan tersebut sontak membuat seisi studio kembali mengeluarkan tawanya.

“Leeteuk­-ssi sepertinya terobsesi menimbulkan scandal ya,” ucap salah satu orang bintang tamu yang langsung membuat semuanya tertawa kembali. “Karena aku belum bisa membuat scandal seperti artis yang lainnya, yang tiba-tiba sudah mempunyai pasangan, maka dari itu lebih baik aku mencari scandal saja.” Semua orang di ruangan studio itupun kembali tertawa. Syuting terus berlanjut dengan baik, dan sepanjang syuting banyak sekali hal-hal lucu yang di lontarkan oleh sang MC kepada bintang tamu yang hadir.

 

***

 

Oppa, bisakah aku minta ijin untuk dua atau tiga jam setelah ini? Ada sesuatu hal yang harus aku urus, dan maaf kalau aku mendadak seperti ini.” Byeol Hee langsung mengutarakan keinginannya begitu bertatap muka dengan Si Hyun manajer Stars. Meskipun dia seorang asisten artis, saat ini pekerjaannya juga merangkap asisten manajer membantu Si Hyun mengurus anak-anak Stars.

“Jam berapa kau ingin pergi?” tanya Si Hyun langsung. “Setelah syuting ini selesai. Jadi, kalian bisa kembali ke perusahaan lebih dulu, dan aku akan langsung pergi.” Jawab Byeol Hee dengan raut wajah paniknya, dia berharap Si Hyun mengijinkannya. “Kau ingin pergi dengan PD nim ya?” goda Si Hyun pada Byeol Hee. Ya, para anggota Stars dan kru lainnya tahu, jika Byeol Hee mempunyai hubungan asmara dengan salah satu PD yang berada di gedung SBS ini. Atau lebih tepatnya seorang PD dari acara Star King, yang saat ini sedang mereka jalani syutingnya.

“Aishh, ada hal penting lain yang akan aku urus oppa, dibandingkan pergi kencan dengannya.” Si Hyun mengerutkan dahi bingung. Seorang Byeol Hee yang selama ini dia tahu tidak dapat bertahan lama dengan status singlenya, Byeol Hee akan mementingkan pergi kencan dengan pacarnya dibanding hal lain jika dia ada kesempatan, dan sekarang apa yang baru saja didengarnya sulit dipercaya dengan akal sehatnya.

“Baiklah, apapun hal yang akan kau urus, dan masalah apapun yang sedang kau hadapi, aku harapnya semuanya bisa selesai dengan cepat Hee-ya. Ahh, dan nanti kau langusng saja ke tempat recording Radio Star ya. Siwon nanti ada jdwal recording disana jam sembilan, itu berarti aku memberimu waktu tiga jam lebih, cukup?” Byeol Hee tersenyum cerah dan menganggukkan kepalanya. Setidaknya untuk saat ini waktu yang diberikan lebih dari cukup.

 

***

 

Sepanjang perjalanan menuju ke gedung SBS pikiran Hye Soo benar-benar tidak tenang. Dia masih mencoba menghubungi nomor Shin Bi, tetapi sampai sekarangpun nomornya masih tidak aktif. Seandainya saja dia mempunyai pintu doraemon, pasti dia akan langsung meminta di antarkan ketempat dimana Shin Bi berada sekarang. Benar-benar membuatnya khawatir dan kesal dengan keadaan saat ini.

Dan saat ini pun dia sedang kesal dengan Byeol Hee, dia sudah sampai sekitar lima belas menit yang lalu di luar gedung SBS. Sudah mencoba menghubungi Byeol Hee, tetapi ponselnya tidak mendapat jawaban apa-apa, hanya nada sambung yang terdengar. Dan yang lebih membuatnya kesal, diluar gedung ini banyak sekali gadis-gadis yang membawa tulisan-tulisan, entahlah apa namanya dia lupa padahal sudah diberitahu oleh Shin Bi waktu itu. Yang dia tahu di beberapa tulisan itu terdapat nama-nama anggota Stars.

Hye Soo terus mencoba menghubungi Byeol Hee, tetapi tetap tidak mendapat jawaban. Dan seketika saja amarahnya langsung keluar begitu melihat Byeol Hee berjalan santai keluar dari pintu lobby gedung SBS ini.

“Ya!!! Han Byeol Hee!, neo[1], aishhhh,” Hye Soo langsung berlari menghampiri Byeol Hee sangbil menghentakkan kakinya kesal. Hye Soo benar-benar sudah tidak peduli dengan orang-orang yang melihat ke arah dirinya. Bahkan ada yang berteriak-teriak histeris karena tindakan Hye Soo tersebut. Bagaimana tidak, saat ini Byeol Hee sedang jalan di depan para anggota Stars dengan membawa beberapa barang yang akan dimasukkan ke dalam mobil van, itu berarti dia bisa mendekati member Stars kan. Awalnya security menghadang langkah Hye Soo, tetapi Byeol Hee mengatakan pada security tersebut untuk membiarkannya.

“Aku sudah lima belas menit menunggumu, mencoba menghubungimu, kau kemanakan teleponmu? Kau buang ke tempat sampah atau kau tenggelamkan dalam air, huh?” ucap Hye Soo berapi-api begitu dia berdiri dengan jarak yang lebih dekat dengan Byeol Hee. Member Stars dan Si Hyun sang manajer pun menatap heran pada Hye Soo. Byeol Hee memutar bola matanya malas menanggapi amukan dari Hye Soo. Dia hanya berkata melalui matanya pada Hye Soo sambil menengok kanan dan kiri, “coba lihat sekelilingmu sebelum marah-marah”.

Hye Soo yang seperti baru saja disadarkan akan tingkah arogannya, langsung memutar kepalanya melihat sekelilingnya. Dan seketika saja dia tersenyum menyeringai pada Byeol Hee. Dia sudah malas menghadapi tingkah Hye Soo yang terkadang entahlah, kelewat bodoh atau kelewat polos.

Si Hyun mencoba mengenali siapa gadis yang barusan berteriak-teriak marah pada Byeol Hee. Hye Soo yang merasa sedang diperhatikan, langsung menengok ke arah Si Hyun, “oh, oppa tampan.” Kaget Hye Soo begitu mengenali siapa pria yang sedari tadi memperhatikannya.

“Aku merasa pernah melihat anda, tetapi lupa dimana ya?” tanya Si Hyun polos, tetapi tidak sedikitpun menyinggung Hye Soo.

“Friends Mode, kita bertemu disana.” Jawab Hye Soo masih sambil memperhatikan kegiatan Byeol Hee yang memasukkan barang-barangnya. Tidak merasa bersalah sama sekali pada pria yang tadi dia sebut sebagai oppa tampan, karena menjawab pertanyaannya dengan tidak menatapnya.

Yesung yang baru saja berjalan keluar dari pintu lobi menuju mobil van mereka terdiam sejenak. Perasaannya berbeda, jantungnya berdetak tidak karuan lagi, tetapi dia tidak menghiraukannya. “Gadis ceroboh,” ucapnya sesaat sebelum masuk ke dalam van.

“Ehh, kau itu nona yang bertemu kami di bandara kan?” tanya Donghae kemudian. Hye Soo yang merasa tidak pernah bertemu pun langsung menggelengkan kepalanya cepat. Memangnya kapan mereka pernah bertemu, pasti pria itu hanya ingin sok akrab makanya mengatakan hal tersebut, pikir Hye Soo. Ya, memang begitulah seorang Hye Soo yang tingkat kepercayaan dirinya tinggi tapi terkadang tidak tahu situasi.

“Hee, kau jadi pergi sekarang? Sebenarnya kau itu ingin kemana sih, sampai mendesak sekali sepertinya.” tanya Si Hyun setelah Byeol Hee selesai memasukkan barang-barang ke dalam van.

“Umm, ya. Aku dan temanku ingin mencari seseorang oppa, dan kami belum memutuskan dimana akan mencarinya. Tetapi kurasa tempat pertama yang ingin aku kunjungi cheongdamdong.” Byeol Hee mencoba menjelaskan seminim mungkin. Karena tidak mungkin kan dia mengatakan kepada manajer Stars tersebut kalau mereka ingin mencafri orang yang sedang patah hati. Si Hyun kemudian menjawab, “ikut saja dengan van Stars, kami kan juga mau ke perusahaan dan lokasinya di cheongdamdong berarti kita se arah.”

Kemudian Byeol Hee melihat Hye Soo yang tiba-tiba sudah menjadi diam, entah apa yang terjadi sampai dia menghilangkan suaranya tersebut. Mungkin sudah lelah marah-marah, pikir Byeol Hee.

Si Hyun melihat arah pandang Byeol Hee. “Temanmu bisa ikut sekalian, lagipula di dalam mobil kan hanya terisi mereka dan aku masih ada cukup kursi, Hee.” Ucap Si Hyun meyakinkan. Byeol pun akhirnya menyerah dan menuruti perkataan Si Hyun. Ada benarnya juga dia ikut mobil van mereka dulu, setelah itu mereka akan mencoba mencari ke apartemen baru ke tempat-tempat lain yang memungkinkan Shin Bi kunjungi.

Karena Hye Soo masih terdiam akhirnya dia menarik tangan gadis itu untuk segera menaiki mobil van bersama Stars. Si Hyun yang menjadi supir dan Byeol Hee duduk di kursi depan. Sedangkan di kursi tengah ada Yesung dan Hye Soo, dan di kursi belakang Dongae dan Hyukjae.

“Hee-ya bisakah aku pindah tempat duduk?” setelah cukup lama hening di dalam mobil dengan pikiran orang masing-masing, Hye Soo memecahkan keheningan tersebut. Yesung langsung menengok kesebelahnya, menatap heran gadis itu. Begitupun dengan dua orang yang ada di belakang mereka.

“Jangan aneh-aneh Hye, ini bukan mobilku dan bukan mobilmu, jadi terima saja duduk dimanapun.” Byeol Hee yang sedang lelahpun menanggapi santai dan datar perkataan yang baru saja di lontarkan Hye Soo.

“Terjadi masalah dengan kursimu Hye Soo-ssi?” Si Hyun bertanya sopan. Sedangkan Hye Soo bingung harus menjawab apa. Pria yang bertanya padanya adalah sosok pria yang menarik perhatiannya sejak tadi pagi di kantor Shin Bi, tidak mungkin kan dia mengatakan ingin lebih dekat dengan pria itu pada Byeol Hee saat ini. Dan membuat malu dirinya di depan orang-orang yang tidak cukup dikenalnya.

“Kalau kau ingin mengatur sendiri dimana kau bisa duduk, sebaiknya naik taksi saja,” ucap Yesung dengan nada menyindir. Hye Soo langsung mendelikkan matanya tajam ke arah Yesung, “apa?” tanya Yesung lagi yang membuat Hye Soo semakin kesal.

“Ummm, leader-ssi. Sebaiknya kau tutup mulut saja dan diam seperti tadi, itu lebih bagus dibanding kau mengeluarkan suaramu seperti sekarang.” Sontak saja perkataan Hye Soo tersebut membuat orang yang ada di dalam mobil tersebut tertawa, tetapi tidak dengan Yesung. “Ada apa dengan gadis ini, apakah dia tidak tahu namaku,” batin Yesung.

“Hye Soo-ssi, kau tidak tahu nama leader kami?” Hyukjae bertanya, hanya untuk memastikan anggapannya. “Aku kenal, baru saja kami berbicara kan? Berarti aku kenal dengannya.” Byeol Hee langsung memutar bola matanya malas mendengar perkataan Hye Soo. Dia mulai lagi dengan kebodohannya, pikir Byeol Hee sambil menarik nafas dalam.

“Lalu, kenapa kau hanya menyebutnya, leader-ssi?” Si Hyun benar-benar penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh Hye Soo, ini termasuk hal menarik menurutnya ada seseorang yang memanggil Yesung dengan sebutan leader-ssi. Dan Hye Soo hanya menjawab singkat, “aku lupa namanya.” Dan seketika terdengar tawa keras dalam mobil tersebut.

“Bisakah kau diam?” Yesung dengan nada kesal dan sedikit membentak langsung mengeluarkan amukannya, “aku ingin tidur, aku lelah.”

“Ya tinggal tidur saja, apa susahnya. Tinggal tutup saja matamu kemudian tidur.” Jawab Hye Soo ketus. Dia tidak habis pikir, apakah seperti ini sikap seorang idola yang sedang di minati banyak orang itu. Sikapnya benar-benar membuat perutnya mulas serasa ingin muntah, sikapnya sangat tidak seorang idola. “Jika saja fansmu tahu kelakuanmu, aku jamin mereka akan membencimu dan beralih menjadi fans idola lain, cihh.”

Hyukjae dan Donghae di belakang hanya bisa tertawa-tawa melihat kejadian langka di depannya saat ini. Biasanya orang-orang yang mengenal Yesung, tidak akan seberani itu membalas perkataan sinis dan tajamnya. Tetapi ini, seorang gadis bernama Hye Soo bisa dengan mudah membalas perkataan sinis Yesung dengan jawaban yang Sinis pula.

“Sangat menarik, dan ini berarti aku bisa menjalankan rencanaku.” Batin Donghae melihat kejadian di depan matanya saat ini, dimana Hye Soo dan Yesung masih beradu argumen. Dimulai dari argumen sepele tadi tentang tidur dan menutup mata, entah sekarang apa lagi yang mereka perdebatkan.

Dan tindakan tiba-tiba yang Yesung lakukan membuat semua orang di dalam mobil diam dan kaget seketika.

Hyung!”

“Yesung”

Oppa

Ucap semua orang bersamaan melihat aksi Yesung beberapa detik yang lalu. Sedangkan Hye Soo masih mencoba menetralkan detak jantungnya. Dan Yesung, seakan tidak perduli dia langusng menyandarkan keapalanya dan memejamkan matanya. Setelah sadar dengan apa yang baru saja terjadi pada dirinya, Hye Soo langsung memukuli lengan Yesung secara brutal.

“Aishh, bisa diam tidak?” ucap Yesung sambil memegang tangan Hye Soo yang tadi memukuli lengannya. “Kau ingin aku mengulanginya lagi? Kau suka ya?” Yesung menyeringai dengan senyum jahilnya. Sedangkan Hye Soo hanya menatap Yesung kemudian menggelengkan kepalanya. “Bagus, lebih baik kau jadi gadis penurut, itu terlihat lebih manis.” Ucap Yesung dengan senyum gelinya yang melihat perubahan sikap Hye Soo setelah tindakan tak terduganya tadi.

Hye Soo lebih memilih mengalah, dia tidak ingin kejadian beberapa saat lalu terulang lagi di dalam mobil ini. Semua orang langsung terdiam seketika. Tidak ada yang berani mengeluarkan suaranya. Keadaan tetap seperti itu sampai mereka sampai di daerah cheongdamdong dan Byeol Hee dan Hye Soo segera turun sebelum mobil membawa mereka ke gedung K-Ent.

 

***

 

Di sebuah apartemen yang cukup mewah, terlihat dua orang sedang duduk di ruang tamu, lelaki dan wanita. Mereka berdua masih terdiam, belum ada yang memulai pembicaraan saat mereka telah duduk disana hampir dua puluh menit.

“Shin, apa terjadi sesuatu sampai kau mencariku hingga datang ke apartemen? Dan kau tahu dari mana bahwa aku tidak masuk kantor hari ini?” tanya pria tersebut penasaran kepada wanita yang ada di depannya saat ini, lebih tepatnya wanita tersebut adalah kekasihnya. Ya, pria tersebut adalah Won Jung. Shin Bi sengaja datang langsung tanpa pemberitahuan ke apartemen kekasihnya. Dia benar-benar ingin menanyakan perihal foto yang di tunjukkan Hye Soo padanya, dan ingin bertanya meminta penjelasan, siapa wanita yang bersama kekasihnya itu tadi pagi di taman dekat Sungai Han.

Shin Bi mencoba menguatkan hatinya sebelum bertanya, menormalkan deru nafasnya yang memburu, kemudia menarik nafas dalam-dalam sebelum mengeluarkan suaranya.

“Tadi pagi apa oppa pergi ke tamn dekat Sungai Han? Dan bersama seorang wanita?” tanya Shin Bi dengan suara bergetar. Dia mencoba menguatkan hatinya dan tidak ingin menangis lagi untuk pria ini. Won Jung menarik napas pelan, “kau tahu darimana?” tanya Won Jung penasaran.

“Aku tahu dari mana itu tidak penting, yang aku butuhkan saat ini penjelasanmu.” Shin Bi meninggikan nada suaranya, dia sudah tidak dapat lagi menahan kekesalannya pada pria di depannya ini.

“Kami hanya rekan bisnis Shin, tidak ada yang spesial antara aku dan wanita itu.” Jawab Won Jung menerangkan.

“Jika memang tidak ada yang spesial diantara kalian, haruskan berjalan santai seperti itu dengan berpegangan tangan? Dan demi tuhan itu masih pagi, jika memang ingin membicarakan bisnis haruskah di taman seperti itu?” tanya Shin Bi ketus dan wajah yang sudah benar-benar merah menahan amarah. “Dan, oppa kemana saja beberapa hari ini? Aku mencoba menghubungi oppa beberapa hari lalu, berkali-kali, tetapi selalu tidak di angkat.”

“Sudah satu minggu ini, aku sedang menangani proyek besar. Kau tahu kan ayahku sedang membuat diriku terlihat mampu di depan para investor. Karena memang dia ingin secepatnya meninggalkan dunia bisnis ini. Dan nanti, semuanya aku yang akan ambil alih. Perusahaan ayahku memang tidak cukup besar, dan keluargaku pun belum bisa di bilang keluarga chaebol[2]. Tetapi, perusahaan benar-benar berharap banyak pada proyek kali ini, Shin. Maka dari itu aku sangat sibuk dan belum bisa menghubungimu. Jelas Won Jung panjang lebar pada Shin Bi.

“Jika memang tidak ada waktu, kenapa kau bisa berjalan-jalan di Sungai Han dan bergandengan tangan seperti itu? Bahkan untukku pun sekedar menelepon kau tidak bisa?”

“Jadi kau ingin menyimpulkan aku berselingkuh? Begitu?” teriak Won Jung pada Shin Bi.

“Aku bukan menyimpulkan, tapi melihat keadaan yang ada ya begitulah.” Jawab Shin Bi datar. Entah kenapa meskipun belum mendapat kepastian dari masalahnya, dia bisa merasakan sedikit tenang pada hatinya. Entah karena sudah bisa melihat wajah Won Jung kembali, atau memang karena baru saja Won Jung mengatakan bahwa beberapa hari mereka tidak berkomunikasi karena Won Jung sibuk di perusahaannya, meskipun sebenarnya ia tidak mempercayai pria itu sepenuhnya.

“Baiklah, karena aku tidak ingin bertengkar lagi denganmu. Aku akan menjelaskan apa yang terjadi. Gadis itu, Im Ae Ri namanya. Dia anak dari salah satu rekan bisnis ayahku.” Belum selesai penjelasan Won Jung, Shin Bi sudah berdecak kesal. Dia sudah tahu kemana arah pembicaraan ini akan berujung.

“Ayah dan temannya itu merencanakan perjodohan antara kami. Aku jelas-jelas keberatan, karena aku sudah memiliki kekasih, yaitu kau. Tetapi, tidak pada Ae Ri. Gadis itu baru saja patah hati di tinggal menikah oleh kekasihnya, dan parahnya pria itu menikah dengan sahabatnya.”

“Ck, seperti hidup dalam drama atau cerita novel saja.” Shin Bi kembali berdecak. Won Jung tidak memperdulikannya, dia kembali melanjutkan ceritanya.

“Dan tadi pagi, ya, kau benar. Aku dan Ae Ri pergi ke Sungai Han untuk jalan-jalan. Itu karena ayahnya yang meminta bantuanku agar membawa pergi Ae Ri keluar, karena sudah satu minggu ini gadis itu mengurung diri, seperti terisolasi.”

“Kenapa oppa tidak menceritakan masalah ini dari awal padaku? Bahkan mungkin jika aku tidak mengetahui kejadian pagi ini pasti aku juga tidak akan tahu mengenai perjodohan oppa dengan gadis itu.” Tanya Shin Bi dengan nada sarkastisnya.

“Kau tahu kan aku orang seperti apa. Aku hanya merasa masih bisa menyelesaikan masalahku saat ini, dan aku tahu kau akan menanggapi masalah seperti ini dengan cara yang bagaimana. Oleh sebab itu, aku berusaha menyelesaikannya sendiri daripada aku memberitahumu malah akan seperti inilah yang terjadi. Kita akan bertengkar lagi, terjadi salah paham lagi.”

Shin Bi benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran kekasihnya tersebut, memangnya dia pikir perjodohan yang ayah kekasihnya lakukan itu hal yang main-main apa. Seharusnya jika ingin menyelesaikan masalah tersebut Shin Bi dibawa untuk ikut andil bukan. Walau bagaimanapun ini juga untuk masa depan hubungan mereka berdua. Shin Bi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak mengerti.

“Aku benar-benar tidak tertarik awalnya dengan masalah perjodohan ini.” Tiba-tiba saja Won Jung kembali bersuara.

“Awalnya? Itu berarti oppa tertarik pada gadis itu saat ini?” Shin Bi benar-benar terkejut akan jawaban yang Won Jung lontarkan barusan. Hatinya benar-benar seperti di rajam pisau, dan sakitnya bukan main.

“Aku hanya merasa lelah dengan hubungan kita,” Won Jung berkata dengan lemas. “Aku mengatakan pada ayah, kalau aku ingin mencoba. Tetapi, aku tidak ingin dipaksa bila tidak tertarik. Hanya ingin menjalani seperti air yang mengalir.”

“Maksud oppa? Kita bahkan belum berakhir?” tanya Shin Bi lemas. Air mata yang sudah coba dia tahan agar tidak keluar akhirnya turun membasahi pipinya juga. Dia benar-benar merasa dunianya hancur seketika Won Jung mengatakan dia menerima perjodohan tersebut. “Aku pergi,” merasa sudah tidak cukup kuat, Shin Bi memutuskan segera berlalu dari apartemen kekasihnya. Entahlah rasanya dia tidak ingin mendengar perkataan lain keluar dari mulut Won Jung yang justru akan semakin membuat hatinya sakit.

Dia melajukan mobilnya cepat, tidak tahu harus kemana. Hingga akhirnya dia tiba di Sungai Han, berteriak kencang di dalam mobil. Pandangannya tertuju ke arah sungai, berpikir kenapa nasibnya harus seburuk ini, kenapa rasanya takdir begitu jahat padanya. Lagi-lagi dia di tinggalkan orang yang di sayanginya. Haruskah dia menyerah pada takdir sekarang.

 

***

 

“Aishh..” Hye Soo mengacak rambutnya frustasi. Sampai saat ini mereka masih belum bisa menghubungi nomor Shin Bi. Ini sudah dua jam, kurang lebih mereka mengitari tempat-tempat yang mungkin Shin Bi datangi. Bahkan mereka juga tadi sempat ke apartemen yang Shin Bi dan Byeol Hee tempati, berpikir mungkin Shin Bi ada disana, tetapi nihil.

Telepon Hye Soo berdering, panggilan dari neneknya. “Iya nenek, ada apa?” meskipun sedang kesal karena belum menemukan Shin Bi, Hye Soo masih bisa menata nada suaranya agar tidak membuat orang lain ikut-ikutan kesal. “Kau di mana Hye? Kenapa belum pulang?”

“Ahh, nenek. Aku sedang mencari temanku yang hilang, nanti jika sudah menemukannya aku akan pulang. Nanti aku kabari nenek lagi ya.” Setelah mendapat jawaban persetujuan dari neneknya Hye Soo langsung menutup teleponnya.

“Hye, kita sudah cukup lama berkeliling, aku juga harus kembali bekerja. Masih ada satu jadwal lagi yang harus aku lakukan, bagaimana ini?” tanya Byeol Hee panik. Mereka benar-benar frustasi sampai saat ini belum juga menemukan Shin Bi dimanapun. Mereka takut terjadi apa-apa pada eonni nya itu.

“Hee, kau punya nomor telepon Won Jung kekasih eonni?” Byeol Hee menganggukkan kepalanya. “Coba kau telepon saja dia, siapa tahu Shin Bi eonni sebelumnya menghubungi atau bertemu dengannya. Atau mungkin mereka sedang bersama saat ini.”

“Baiklah,” Byeol Hee langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor yang dimaksud oleh Hye Soo tadi. Hye Soo dengan setia menunggu berita dari Byeol Hee yang sedang bercakap-cakap di telepon dengan kekasih Shin Bi.

Tidak lama kemudian disaat Byeol Hee masih bercakap-cakap di telepon, ponsel Hye Soo kembali berdering. Melihat id caller si penelepon gadis itu cepat-cepat mengangkat teleponnya.

Eonni, kau dimana sekarang?” mendengar Hye Soo mengucapkan kata eonni, cepat-cepat Byeol Hee mengakhiri percakapannya dengan Won Jung di telepon, dan langsung menghampiri Hye Soo.

“Apa anda kenal dengan pemilik ponsel ini?”jawab dari seberang telepon jelas-jelas bukan suara Shin Bi, tapi ini suara pria. Di kepala kedua gadis itu sudah penuh dengan rasa penasaran, panik dan takut. Siapa yang sedang bersama Shin Bi saat ini, lantas kenapa orang itu yang menghubungi ponsel Hye Soo bukannya Shin Bi saja yang bersuara.

Belum sempurna hilang dari rasa penasaran mereka, pria di seberang telepon sudah mengatakan hal yang lebih mengejutkan lagi, “wanita ini sudah mabuk berat, bisakah nona menjemput teman nona?”

“Apa?” Hye Soo berteriak kencang begitu mendengar kata mabuk. Shin Bi mabuk? Separah itukah efek seorang Won Jung padanya? Sampai-sampai Han Shin Bi yang dia kenal cukup tinggi toleransi terhadap alkoholnya bisa mabuk berat.

Dengan cepat Hye Soo langsung bertanya dimana keberadaan pria tersebut saat ini. Dan ternyata mereka sedang ada di bar yang berada di wilayah Gangnam. Dengan cepat mereka memberhentikan taksi dan menuju ke tempat yang dimaksud oleh si penelepon tadi. Hye Soo sempat berpikir, apa iya ada bar yang buka disaat masih sore seperti ini, aneh sekali. Tapi tidak perlu dipusingkanlah saat ini, toh yang terpenting mereka harus menjemput Shin Bi saat ini dan membawa pulang perempuan itu ke apartemennya.

 

-TBC-

 

 

 

 

 

 

 

 

[1] kau

[2] Sebutan untuk keluarga kaya di Korea

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: