She is My Yeojachingu!

tumblr_oco4df8vqf1sycfqvo1_1280

She is My Yeojachingu!

Author: Aftermath20

 Kim Heeyeon Lee Sungmin Cho Kyuhyun Han Haera | Pg : 13 | Genre : Romance and Happy Ending

***

 

Aku menatap lurus ke depan.Beberapa kali kulihat pasangan remaja sepertiku tengah bergandengan tangan.Terkadang ada yang diam,terkadang juga diselingi canda tawa.Sungguh membuatku iri.

Rencananya hari ini aku mau mengahabiskan hariku jalan-jalan dengan Sungmin,namjachingu[1]ku.Ehhmmm,bisa di bilang ini kencan.Membayangkannya saja membuatku hampir meledak karena bahagia,karena dia itu sibuk,jarang sekali bisa ku ajak keluar seperti ini.Tapii….sudah dua jam aku menunggu,dia belum datang.Apa dia tidak datang?tapi kenapa tak menghubungiku?

Aku menopang daguku dengan tangan kiriku.Duduk disebuah taman yang ramai.Taman dimana ia berjanji akan datang menemuiku.Ehhhmmm,aku mendengus bosan.15 menit lagi kalau dia tidak datang,aku akan pergi saja.

20 menit kemudian…..

Aku sungguh bosan.Bahkan setelah 20 menit berlalu ia tidak datang juga.Aku pun bangkit dari dudukku.Bergegas meninggalkan taman yang berarti acara kencanku dengan Sungmin gagal.Gagal(lagi)?Tapi baru beberapa meter aku melewati jalan setapak,aku melihat wajah yang begitu ku kenal juga melewati jalan setapak.

Aku tersenyum sumringah.”Kencanku tidak gaga!”.

Ku ubah arah jalanku.Aku menghampirinya,sepertinya ini hari keberuntunganku.Aku tersenyum padanya.”Kau datang?”

“Sudah lama menungguku?”

“Sedikit.” Aku berbohong.Ahhh,sudahlah tak penting berapa lama aku menunggu,yang penting dia datang kan “Kita akan pergi kemana?” ucapku bersemangat.

Tapi belum sempat ia menjawab,datang seorang yeoja[2] cantik yang seumuran denganku dan Sungmin.Ia berdiri di samping Sungmin dan tersenyum hangat padanya.Sungmin? Ia juga tersenyum simpul membalas senyuman yeoja itu.Melihat mereka berdua membuat senyumku lenyap.

“Taman ini lumayan juga.” Ucap yeoja itu pada Sungmin. Tatapannya berganti kearahku. “Dia..siapa oppa[3]?”

“Dia Kim Heeyeon,Heeyeon-ah ini Haera.” Ucap Sungmin singkat mencoba memperkenalkan kami berdua.Jadi nama yeoja ini Haera.

“Siapa dia ?Kenapa dia bersamamu?” tanyaku agak kecewa,kenapa dia datang dengan yeoja lain diacara kencan kami.Dan apakah dia telat juga karena yeoja ini?

“Aku ini tetangga barunya Sungmin oppa!Salam kenal. “ dia mebungkukkan badannya begitu juga dengan aku “Apa kau teman Sungmin oppa?Aku harap ia,karena kau harus tau kalau aku mulai tertarik dengan Sungmin oppa.” Ucapnya dengan polos sambil menatap ke arah Sungmin.

Hatiku tertohok mendengar ucapannya.Dia bilang dia tertarik pada namjachinguku?Yeoja mana yang bisa mendengar kata-kata seperti itu.Dan Sungmin hanya diam saja.Sebernarnya aku ingin kalau dia yang mengakuiku sebagai yeojachingu[4]nya.Tapi aku rasa itu tidak mungkin.

“Aku yeojachingu Sungmin” ucapku datar

Dia melebarkan matanya. “Tidak mungkin.Sungmin oppa tidak mungkin menyukai yeoja sepertimu.”

Aku menatap ke arah Sungmin “Apa maksudmu?Kau mau mengatakan kalau aku tidak pantas untuk Sungmin” aku mengatur nada bicaraku agar tak terlihat kalau aku sedang marah.

“Aniyo.Bukan aku yang mengatakan tapi kau sendiri!”

“Sungmin-ah kenapa kau mengajak yeoja ini?” aku benar-benar jengkel dengan perkataan yeoja ini.Polos tapi menyayat hati.

“Sudahlah Heeyeon-ah,dia ini baru pindah dari Jepang.Tadi eomma[5] menyuruhku untuk mengajaknya beradaptasi dengan daerah sini” jawab Sungmin datar.

“Oppa,,,ayo.Bukankah kau mau mengajakku jalan-jalan” Ucap Haera manja lalu menarik tangan Sungmin menjauh dariku.Meninggalkan ku sendiri?.

Aku berjalan di belakang mereka.Menahan rasa kesal yang ada di dalam hatiku.Sebenarnya ini acara kencanku dengan Sungmin,tapi kenapa aku bagai tak dianggap oleh Sungmin dan Haera?

Tubuhnya semampai,rambutnya panjang,kulitnya mulus dan wajahnya juga cantik.Sebagai yeoja tentu aku iri dengannya.Aku sedikit cemburu melihatnya menatap Sungmin dengan lembut dan hangat,apalagi setiap dia tersenyum,Sungmin juga ikut tersenyum.Berbeda sekali saat denganku.Sungmin terkesan dingin dan jaaarang sekali membalas senyumanku.

Hari ini bukan hari keberuntunganku.Aku harus melihat namjachinguku bermesraan dengan yeoja lain.Dan yang paling parah.Bahkan sepertinya dia melupakan keberadaanku.

Lelah bermain di taman,mereka pergi ke sebuah pusat perbelanjaan.Aku masih mengekor langkah mereka.Sesekali aku mengajak Sungmin bicara,tapi yeoja bernama Hara itu selalu mencuri perhatian Sungmin untukku.

Aku melihat sebuah T-shirt yang cukup menarik berwarna merah,warna favoritku. “Sungmin-ah bagaimana kalau yang ini”

Sungmin berbalik kearahku..menimbang pilihanku.Tapi belum sempat ia mengemukakan pendapatnya,Haera sudah menariknya pergi.Aku mendengus kesal.Kenapa tidak ada perlawanan sedikit pun ketika Haera menarik lengannya begitu saja.Padahal yeojachingunya aku,bukan Haera.

Langkah mereka terhenti.Sungmin melirikku dengan ekor matanya,sedangkan Haera menoleh kebelakang.Kearahku.“Heeyeon-ssi,apa kau mau kami tinggal?”

Aku meletakkan begitu saja T-shirt tadi.Padahal aku benar-benar menginginkannya.Tapi,bahkan mereka,Sungmin dan Haera tak memberiku waktu untuk ke kasir.Lagi-lagi mereka meninggalkanku begitu saja.

Karna hari ini hari minggu,pusat perbelanjaan ini begitu sesak pengunjung.Harus berhati-hati agar tak bersenggolan dengan yang lainnya.Melihat mereka berdua.Melihat Sungmin menggenggam tangan Haera agar tak hilang seperti anak-anak,bukankah seharusnya aku yang mendapat genggaman tangan Sungmin agar tak terpisah dengannya?

Aku masih mengikuti mereka.Kali ini mereka memasuki sebuah toko aksesoris.Begitu mudahnya Haera mengajak Sungmin kesini,padahal setiap kali aku mengajaknya kemari,Sungmin selalu menolaknya.Ia bilang untuk apa siswa SMA membeli aksesoris-aksesoris konyol seperti ini.

Haaera masih saja menempel ke Sungmin.Sebal.Tentu dari tadi,tapi biarpun aku protes,Sungmin takkan menggubrisku.

“Oppa,bagaimana kalau yang ini?”Kulihat Haera menunjukkan sebuah jepitan rambut Stroberi ke Sungmin.

“Ku rasa itu cocok untukmu Haera-ya”

Sungmin memberi pendapatnya?Aku hanya dapat menghela nafas menahan rasa sesak yang terus menekan rongga dadaku hingga nyeri.Aku pun berjalan-jalan melihat aksesoris yang dipajang di seluruh toko ini.

 

Sungmin Pov

“Oppa,bagaimana kalau yang ini?” Haera menunjukkan sebuah jepitan rambut padaku.

“Ku rasa itu cocok untukmu Haera-ya”

Jawabku asal.Aku melihat Heeyeon yang tak jauh dariku menghela nafasnya.Aku tahu kalau keadaan ini sungguh tak nyaman baginya.Meski dari tadi Haera selalu menyita perhatianku,tapi pandanganku tak sedetikpun dapat lari darinya.

Ia pergi ke sisi lain di toko aksesoris ini.Ia berhenti di depan bagian bando.Aku berdiri di balik rak tak jauh darinya.Ia melihat-lihatnya.Aku jadi teringat ketika dia mengajakku kesini.Tapi aku selalu menolaknya dengan alasan yang bodoh.Dan Heeyeon juga menerima begitu saja alasan bodohku.

Heeyeon mengambil sebuah bando berwarna merah.Terdapat dua bunga mawar berukuran sedang yang mempercantik tampilan bando itu.Ia berdiri di depan cermin dan mencoba memakainya.Terlihat manis ketika dia yang memakai.Tapi,tiba-tiba dari belakang Haera mengambil bando yang sedang di pakai oleh Heeyeon.

“Yak,,apa yang kau lakukan?”

“Oppa aku suka yang ini.Ayo kita ke kasir” ucap Haera begitu saja.Dia menghampiriku dan menarik tanganku menuju ke kasir.

Sekilas ku lirik wajah Heeyeon.Dia menggembungkan pipinya kesal.Raut kecewa terlukis di wajahnya.Tapi,inilah Heeyeon.Dia masih mencoba untuk bersabar.

= = =

 

Heeyeon Pov

Satu minggu sudah, sejak yeoja bernama Haera itu hadir dalam hidupku dan Sungmin.Seminggu pula aku tak bertemu dengan Sungmin.Kelasku berbeda dengan Sungmin,Haera bersekolah di sini juga.Dia sekelas dengan Sungmin.

Biasanya Sungmin akan menemuiku di perpustakaan atau di kantin.Tapi,sejak kedatangan Haera,ia bagai jadi tourguide pribadi Haera yang siap mengantar Haera kemana saja.

Sungmin juga pernah menemuiku di sekolah.Tapi Haera,dia menempel bagai lintah di kulit Sungmin.Sebelum kenyang menghisap darah mangsanya,mungkin ia takkan lepas dari Sungmin.Mataku,hatiku,telingaku dan perasaanku selalu risih setiap aku melihat Sungmin dengannya.Jadilah aku disini sekarang.Di taman belakang sekolah.Tempat di mana aku takkan melihat wajah Sungmin dan Haera,takkan melihat Heara yang selalu menggandeng Sungmin,takkan mendengar suara manja Haera yang memanggil Sungmin dan setidaknya aku sedikit menghibur perasaanku dengan angin-angin yang lembut membelai rambutku.

Aku memejamkan mataku.Menikmati dan mendengar suara alam yang mengajakku bercanda di dalam kesunyian.Berharap Sungmin mau meluangkan waktunya menemaniku di sini,tanpa yeoja cantik menyebalkan itu.

“Sepertinya kau nyaman sekali.” Sebuah suara membuatku membuka mata.

Ahh,Kyuhyun-ah.Disini memang sangat nyaman.” Ucapku menjawab sapaannya.Aku tersenyum ramah padanya.Cho Kyuhyun adalah teman sekelasku.Dia duduk dibangku depanku.

“Kau sendiri?”

“Aniyo.aku denganmu.”

Dia terkekeh mendengar jawabanku.”Ada masalah?”

“Tidak ada” jawabku ringan

“Tadi aku melihat Sungmin-ssi makan dan pergi bersama yeoja lain ke perpustakaan” ucapnya to the point.

Aku menghela nafasku. “Hmm,seperti itukah?”ucapku malas.Tanpa di beri tahu pun,seminggu ini aku sudah melihat kejadian seperti itu.

“Aku tidak akan memaksa kalau kau tak mau bercerita.” ucapnya acuh lalu membuka laptopnya.

“Aku sudah bosan Kyuhyun-ah melihat adegan yang kau ceritakan tadi” batinku.

“Kyuhyun-ah…”

“Apa?” ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.Aku merubah posisi dudukku.Yang tadinya ada di depannya,kini jadi disampinnya.

“Ajari aku main game!”

 

Sungmin Pov.

Sudah hampir seminggu aku tidak melihat Heeyeon.Aku rasa dia menghindariku.Apa karna kehadiran Haera yang selalu tak bisa jauh dariku?

Haera adalah tetangga baruku.Rumahnya tepat di samping rumahku.Eommanya dan eommaku adalah teman akrab.Jadi secara tidak langsung eomma Haera memintaku untuk membantu Haera mengenal lingkungan barunya di Seoul.

Tadi di kantin aku tidak menjumpainya.Begitu juga di tempat favoritnya,perpustakaan.Padahal biasanya ia akan menghabiskan waktu istirahatnya disana.Bahkan saat aku ke kelasnya aku juga tak melihatnya.Kata seorang temannya ia berada di taman belakang sekolah.Aku pun pergi kesana.

Aku melihat dua orang sedang duduk.Dari belakang pun aku dapat mengenali kalau itu adalah Heeyeon.Di sampingnya duduk seorang namja.Dia bersama seorang namja?

Ada gejolak yang membara di hatiku.Seperti ditonjok tepat di jantungku.Aku tahu Heeyeon takkan berbuat sesuatu yang menyakitkanku,seperti berselingkuh dengan namja lain.Itu tidak akan dilakukan oleh seorang Kim Heeyeon.Aku mengenalnya sudah hampir 2 tahun ,jadi tak ada satu sifatnya pun yang belum ku ketahui.

Aku menghampiri mereka.Mereka sedang asyik berkutat dengan sebuah laptop.Bermain game.Setahuku Heeyeon tidak bisa dan tidak suka main game.

Aku duduk di depan mereka.Aku baru tahu kalau namja disamping Heeyeon adalah Cho Kyuhyun,teman sekelasnya.

“Sungmin-ssi” sapa namja itu.Tapi Heeyeon masih berkutat dengan layar laptop.

Aku tersenyum tipis membalas sapaan Kyuhyun.Aku menatap Heeyeon di balik layar laptop.Tapi dia masih belum menyadari keberadaanku.Sepertinya ia sangat berkonsentrasi pada game yang di mainkannya.Kyuhyun menyikut lengan Heeyeon.

“Ada apa?” ucapnya jengkel karena terganggu.Aku sedikit menutup layar laptop didepannya sehingga kini dia dapat melihat wajahku.

“Sungmin-ah…!”

“Kau sedang sibuk?” tanyaku bas-basi

Dia melirik kearah Kyuhyun.Namja ini ada aura yang tidak ku suka darinya.Aura-aura setan.Dari tatapan yang ia tujukan untuk Heeyeon,sepertinnya ia tertarik pada Heeyeon.

“Aniyo”

“Ikut aku Heeyeon-ah.”

Aku dan Heeyeon pun berdiri,hendak meninggalkan Kyuhyun.Tapi baru beberapa langkah.

“Heeyeon-ah…” panggil Kyuhyun.Heeyeon pun menoleh

“Apa?”

“Kapan kau mau melanjutkan game ini?”

“Aku akan menemuimu nanti Kyuhyun-ah..jangan hapus namaku digame itu ya!” ucap Heeyeon riang lalu berbalik lagi.Berjalan beberapa langkah didepanku yang masih diam.Ada sesuatu didalam perasaanku.Perasaan terancam?

Aku pun berbalik,berjalan menuju bangku yang di tempati Kyuhyun.Sampai di depannya,aku menggebrak meja didepannya dengan tanganku.

Brraakkkk……….

Heeyeon pun kini sudah ada disampingku.Wajanhya jadi panik dan heran melihat perubahan sifatku.Sedangkan Cho Kyuhyun dia hanya memandangku remeh seolah menantangku!

“Kau tertarik dengan Heeyeon?” ucapku dingin dan juga terbawa emosi.

“Namja bodoh mana yang tidak tertarik dengan Heeyeon,hah?” Kyuhyun bangun dari duduknya.Dia mencondongkan wajahnya ke arahku.Menatapku dingin.

“Neo[6]….!!” Kali ini aku benar-benar tersulut emosi.Ingin ku pukul wajahnya itu sampai babak belur.Tapi dia hanya menampakkan senyum evilnya itu.

“Kenapa memangnya kalau aku tertarik dengan Heeyeon?”

“Kyuhyun-ah apa yang kau katakan?Sungmin-ah sudah ayo pergi,bukankah tadi kau ingin mengajakku pergi”

Aku bersiap melayangkan tinjuku kemukanya yang polos tapi ber-aura setan itu.Bisa-bisanya dia menyatakan ketertarikannya pada yeojachinguku.Mau mengajakku perang?.Tapi Heeyeon menghentikanku.Ia menarik lenganku.Aku menoleh kearahnya.”Jangan Sungmin-ah….” Kepalanya menggeleng pelan.Matanya menghipnotisku untuk menuruti katanya.Aku memang selalu bersifat dingin padanya,tapi baru kali ini aku emosi dihadapannya.Ia sedikit kaget dan takut.Ia menarikku menjauh dari Kyuhyun.

Sampai di sisi taman yang lain.Kami berdua duduk di sebuah bangku dibawah pohon besar yang tidak angker.

Aku menarik nafas agar emosiku stabil.Kalau mengingat wajah Kyuhyun,aku benar-benar ingin melenyapkannya. “Arrrgggghhh” teriakku frustasi.Heeyeon menoleh kearahku.

Ku lihat dia tersenyum?…Hah tersenyum…Ada apa dengannya?Tadi wajahnya ketakutan,sekarang malah tersenyum manis padaku.Aku harap Heeyeon tidak kerasukan sesuatu,,roh yang aneh?Aku yakin kalau pohon besar ini tidak ada penunggunya.

Aku memegang keningnya.Tidak panas.Dia masih saja mengembangkan senyum favoritku.Dia menyingkirkan tanganku dari dahinya,dan malah bergelayut manja di lenganku.Dia juga menyandarkan kepalanya di bahuku seraya memejamkan matanya.Menampakkan wajahnya yang selalu kurindukan di setiap hembusan nafasku.

“Kenapa kau tersenyum?” ucapku datar sambil menyandarkan kepalaku di sandaran bangku taman. “Kau senang karna Cho Kyuhyun menyukaimu dan tertarik padamu?” ucapku sedatar mungkin.Menahan nyeri yang sekejap menguasai hatiku.Dapat ku rasakan ia menggeleng pelan.

“Lalu?”

Heeyeon membuka matanya dan menghadap kearahku tapi tangannya tetap memeluk lenganku hangat.Lagi-lagi ia tersenyum maniiiis. “Aku bahagia karena kau marah.”

Aku menegakkan dudukku dan juga menghadap kearahnya.Kedua alisku bertaut “Wae[7]?”

“Molla[8],kurasa kau sendiri tau apa alasannya.” Ucapannya membuat alisku semakin bertaut.Aku menatapnya,menuntutnya untuk menjawab rasa penasaranku.Tapi dia malah kembali keposisi semula.Menutup matanya dan bersandar di bahuku.

“Heeyeon-ah,jawab pertanyaanku” ucapku pura-pura kesal.Tapi dia hanya tersenyum.Aku mengacak-acak rambutnya.Melihat wajanhya yang damai dalam jarak sedekat ini membuat sudut bibirku tertarik kebelakang tanpa perintah otakku.

= = =

 

Heeyeon Pov

Aku menatap kakiku.Terus berjalan tanpa mempedulikan sekitarku.Awalnya aku menunggu-nunggu saat pulang.Karena tadi Sungmin berjanji akan pulang bersamaku.Hal yang luar biasa dalam dua minggu terakhir ini,karena biasanya Sungmin akan pulang dengan tetangganya itu,Haera maksudku.

Sungmin bilang kalau hari ini ia mau pulang berdua denganku.Aku senang setengah hidup karena perkataannya.Tapi…..lagi-lagi aku menunggu lama dan ia tidak datang.Akhirnya aku putuskan untuk pulang sendiri saja.

Aku tidak tau melangkah kemana.Yang kurasakan hanyalah kecewa.Kenapa setiap janjinya padaku,selalu tak ada yang tepat.Sedangkan ketika kulihat Sungmin dengan Haera,Sungmin selalu memperlukannya dengan baik.Tersenyum ramah dan selalu menuruti kemauan Haera seperti tuan putrid.“Apa mungkin Sungmin sudah tak mencintaiku lagi dan tertarik pada Haera?”

“Apa yang ku pikirkan.Aku tidak boleh berpikiran jelek pada namjachinguku sendiri.Aku harus percaya padanya!” ucapku dalam hati untuk menyemangati diriku sendiri.

“Nona…”

Sebuah suara memanggilku.Aku baru sadar kalau aku sedang berjalan di sebuah gang yang gelap.Menakutkan!.Ku lihat beberapa langkah dariku berdiri dua namja,mereka masih memakai seragam sekolah,menandakan kalau mereka juga pelajar spertiku.Tapi seragam mereka berdua berbeda denganku.Kurasa mereka dari sekolah tetangga,yang terkenal dengan murid-muridnya yang nakal.Bahkan pernah ku dengar kalau sekolah itu mendapat julukan sebagai sekolah ‘sarang gangster’.

“Kau murid sekolah sebelahkan?” ucapku agak takut.Aku melangkah mundur,sedangkan mereka semakin maju kearahku .

“Benar.Kenapa kau sendirian di kawasan kami?” ucap salah satu namja.

Ahh….a..aa..aku..” aku tak tahu apa yang harus ku ucapkan.Mereka semakin mendekat kearahku.Langkahku terhenti oleh sebuah tembok di belakangku.Sedangkan mereka berada didepanku.

“Kau sendirian! Kau pasti tidak punya namjachingu,jadilah yeojachinguku” ucap namja yang satunya sambil memainkan rambutku dengan tangannya.Ku tepis tangannya yang tak sopan itu.

“Apa mau kalian?” ucapku datar,aku mencoba menutupi rasa takutku.Sebenarnya sekarang aku ingin berteriak,tapi itu sama saja dengan menunjukkan ketakutanku pada mereka.

“Tadi kan sudah ku bilang,bagaimana kalau kau menjadi yeojachinguku?” namja tadi mendekatkan wajahnya kearahku.Aku hanya dapat menunduk.”Apa yang akan dia lakukan padaku” ucapku dalam hati.Dia semakin mendekatkan wajahnya kearahku.Eommma aku takut!

Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan padaku.Sepertinya namja asing itu mau menciumku.Aku tidak mau.Tentu saja aku tidak mau.Aku hanya dapat menunduk dan memejamkan mataku.Detik kemudian ku dengar suara yang tak asing bagiku.

“Hentikan!”

Aku mendongakkan kepalaku.Dua namja tadi menoleh kebelakang ke asal suara tadi.Pemilik suara tadi berjalan kearahku.Dia berbidiri di antara dua namja tadi dan menarik tanganku.Dua namja tadi sedikit melangkah kebelakang menciptakan jarak dengan kami.

“Dia yeojachinguku.”aku menatap dirinya yang ada di sampingku masih menggenggam tanganku.Wajahnya menampakkan keseriusan yang membuat orang di sekitarnya jadi takut dengan tatapnnya itu.Diantara dua namja tadi,seorang namja berbisik kekuping namja yang satunya.Karena sepi,meski berbisik aku masih dapat mendengar apa yang mereka katakan.

“Dia Lee Sungmin,kalau berurusan dengannya ayahku bisa kena masalah.”

“Maafkan kami.Kami tak tahu kalau dia yeojachingumu.”

Setelah mengucapkan itu,mereka pergi begitu saja.Mereka tampak takut ketika Sungmin mengatakan kalau aku yeojachingunya.Tentu saja mereka harus takut.Meski wajah Sungmin itu polos dan sangaaaat manis,tapi sangat menakutkan bagi mereka berhadapan dengan Sungmin.Karena yang kutahu ayah Sungmin adlah pengusaha kaya yang mempunyai berbagai relasi dari ketua gangster di seluruh Korea.

“Kenapa tidak menungguku?” Aku buru-buru mengalihkan pandanganku agar tak bertemu dengan matanya.Aku melepaskan genggaman tangannya.Dan berjalan meninggalakannya.Ku percepat langkahku,tapi percuma saja.Dengan mudah ia kembali menarik tanganku.Dia mengcengkram tanganku dengan kuat.

“Kenapa kau tidak menungguku?Bukankah tadi aku sudah bilang kalau kita akan pulang sama-sama?” ucapnya dingin

Dia menatapku intens,tapi aku hanya membalasnya dengan tatapan malasku.Aku menghentakkan tangannya.Aku kembali melangkahkan kakiku.Dia ikut berjalan di sampingku.

“Heeyeon-ah…” kini suaranya melemah.Dia kembali meraih tanganku,tapi kini dengan lembut ia menggenggam tanganku.Menatapku hangat “Kenapa kau tidak menungguku?”

Aku membalas tatapannya. “Apa aku harus menunggumu sampai besok?Berapa lama aku harus menunggumu?”

Dia hanya terdiam.”Berapa kali kau membatalkan janji secara sepihak.Tiga hari yang lalu kau juga mengajakku pulang bersama.Tapi setelah satu jam menunggu,kau menelfonku dan bilang kalau kau sudah ada di rumah…” Aku melepaskan sedikit kekesalan yang ada di hatiku.Dia hanya diam mendengarkan kata-kataku.”…dan ternyata kau pulang dengan Haera.” Lanjutku.

Aku melepaskan genggaman tangannya,menatapnya dingin “Tidak bisakah kau perlakukan aku sama seperti kau memeperlakukan Haera?” aku menghela nafasku “Ketika Haera mengatakan ‘A’,kau membalasnya ‘B’,tapi saat aku yang mengatakan ‘A’,kau hanya diam tak mengatakan apapun dan hanya menatapku dingin.”

Mendengar perkataanku,dia hanya diam tak bereaksi.Aku melihat bus sudah berhenti di depan halte.Aku berlari meninggalkannya menuju halte.Aku naik ke dalam bus itu. Selalu saja bersifat dingin padaku.Sebenarnya tadi aku sangat berharap ia akan mengikuti naik bus dan duduk disampingku.Tapi….

Bahkan ketika bus sudah berjalan dan melewati dirinya.Dia masih dan hanya diam di tempatnya semula.Seolah gravitasi bumi telah mengikat kakinya dengan aspal trotoar yang di pijakinya.Mengingat setiap perbedaan yang signifikan dari sifatnya terhadapku dan Haera.Membuat hatiku sakit.Tanpa terasa sebuah cairan bening dan hangat turun menelusuri pipiku.

= = =

Rintik hujan kian lama kian deras memenuhi pendengaranku.Suara Park sosangnim pun hampir kalah oleh suara air langit itu.Beberapa hari ini cuaca Seoul memang buruk.Sering turun hujan lebat.

Bel pulang telah berbunyi.Teman-temanku semua telah berkemas dan siap pulang.Aku melihat beberapa dari mereka ada yang menerobos hujan begitu saja,ada juga yang memakai payung untuk melindungi diri ada juga yang langsung masuk ke dalam mobil jemputan.Aku berdiri di depan aula.Aku menegadahkan tangan kiriku,sedangkan tangan kananku ku gunakan untuk menenteng jaketku.Tetes hujan mulai membasahi tanganku.

Tiga hari setelah kejadian di halte bus itu.Baik Sungmin maupun aku sama-sama tak berhubungan.Tak ada pesan,e-mail ataupun telpon darinya.Aku mendesah setiap memikirkan ini.Apa begitu mustahil untuknya meminta maaf padaku?

Kemarin malam sudah ku pikirkan dengan matang,sampai kapan pun menurutku hampir tidak mungkin mendengar Lee Sungmin meminta maaf.Ku langkahkan kakiku menuju kelasnya.Bagaimanapun juga,,sungguh aku masih sangat menyayanginya sebagai namja yang sudah mengisi hidupku selama dua tahun terakhir ini.Aku harap dia belum pulang.

Sampai di kelasnya aku tak menemukannya.Begitu juga dengan yeoja yang selalu menempel padanya,Han Haera.Apa dia sudah pulang?

“Heeyeon-ssi…”

Seseorang memanggilku aku pun menoleh kearah suara itu.Park Ahro,dia adalah ketua kelas Sungmin.

“Apa kau mencari Sungmin-ssi?” tanyanya ramah

“Ne,apa dia sudah pulang?”

“Kurasa belum.Tadi ku lihat dia ke gudang belakang bersama Han Haera”

“Ke gudang belakang….”

“Ne,aku duluan ya!Kelihatannya hujan akan semakin deras” ucapnya lalu meninggalkanku.

“Ke gudang belakang bersama Haera..kenapa mereka kesana?” gumanku pada diri sendiri.Aku pun berjalan menuju gudang belakang,tentu saja untuk menemui Sungmin.Meski nanti aku harus bertatap muka dengan yeoja menyebalkan itu.Sudahlah,bertemu dan minta maaf pada Sungmin itu lebih penting,daripada perasaan tak nyamanku ketika melihat Haera.

Aku melewati lorong-lorong kelas.Benar kata Ahron,hujan memang semakin deras.Dari kejauhan ku lihat Sungmin dan Haera,mereka sedang berhadap-hadapan.Sepertinya membicarakan sesuatu yang serius.

Ku langkah kan lagi kakiku.Tapi,,,aku tercekat melihat pemandangan di depan mataku.Haera berjinjit,menarik leher Sungmin dan ,,,mencium bibir sungmin.Rasanya seluruh oksigen yang ada di sekitarku habis,menimbulkan rasa sesak di paru-paruku.Rasa nyeri tak tertahankan menyerang jantung dan perasaanku.Sungguh menyakitkan melihat namjachinguku dicium oleh yeoja lain.Perasaan sakit semakin menyiksa rongga dadaku,tanpa ampun.Jantungku bagai diremas kuat oleh sebuah tangan besar.Air mataku mengalir begitu saja mengingat akupun belum pernah mencium sungmin.

Jaket yang tadi ku pegang terlepas begitu saja.Aku berlari menerobos hujan yang semakin deras.Aku tak sanggup bila harus melihat adegan itu lebih lama lagi.

 

Sungmin Pov

Hari ini Seoul hujan lagi.Bahkan langitpun tahu persaanku sekarang.Kelam.

“Tidak bisakah kau perlakukan aku sama seperti kau memeperlakukan Haera?”

“Ketika Haera mengatakan ‘A’,kau membalasnya ‘B’,tapi saat aku yang mengatakan ‘A’,kau hanya diam tak mengatakan apapun dan hanya menatapku dingin.”

Kata-kata Heeyeon masih terekam jelas dimemoriku.Apa dia sangat kecewa padaku?Sepertinya aku harus minta maaf padanya.

“Oppa” suara Haera membuyarkan lamunanku tentang Heeyeon.

“Ne? ada apa?”

“Ikut aku oppa.”

Haera menarik tanganku agar mengikutinya.Langkahnya berhenti di depan gudang sekolah.Aku heran kenapa dia mengajakku ke tempat sepi seperti ini.

“Wae? Ada apa mengajakku kesini?”

“Oppa…” Haera menundukkan kepalanya,ku lihat wajahnya sedikit memerah.”Oppa aku mencintaimu.”

Haera menyatakan persaannya padaku.Mendengar itu.Biasa saja bagiku tak ada yang istimewa.Karena aku sama sekali tak tertarik padanya.Dari awal aku selalu bersikap baik padanya karena itu adalah perintah Eommaku.”Haera-ya berhenti bercanda.” Ucapku datar

Ia mengangkat kepalnya yang tadi tertunduk “aku tidak bercanda oppa,aku serius.” Ucapnya dengan ekspresi yang serius.

“Aku sama sekali tidak tertarik padamu,Haera-ya.”

Wajah yang tadi penuh harap kini berubah menjadi kecewa.”Apa karna Heeyeon-ssi?”

Aku mengangguk pelan.Tapi detik kemudian mataku melebar.Dia berjinjit dan menarik leherku lalu menciumku.aku buru-buru menjauhkan bandannya dariku.

“Haera-ya apa yang kau lakukan?” aku berteriak kepadanya

“Aku mencintaimu oppa”

Cinta?Dia mengatkan cinta padaku.Biarpun kau mencintaiku sejak kau lahir,aku takkan bisa mengubah hatiku agar mencintaimu.Seorang yeoja sudah merampas semua ruang di dalam hatiku tanpa memberikan sedkitpun sisa untuk yeoja lain.Ku rasa akan percuma bila aku terus menanggapi perkataannya.Aku pun berbalik dan meninggalkannya.

Tak ku sangka,bila tadi Haera akan menciumku.Bukan, yang tadi itu,bukan ciuman.Tadi dia hanya mendekatkan bibirnya ke bibirku.Dan hanya sedetik bibirnya menyentuh bibirku.Aku benar-benar tak rela bila harus memberikan bibirku untuknya,mengingat bahkan aku pun belum pernah mencium bibir Heeyeon.

Dia masih diam di depan gudang.Aku tak peduli lagi dengannya.Aku rasa hampir tiga minggu di Seoul kurasa dia pasti sudah hafal jalan pulang kerumah.Terus saja ku langkahkan kakiku.Tapii,,

Aku melihat sebuah jaket merah yang tak asing bagiku tergeletak di lantai.Aku memungut jaket itu.Ku amati,tidak salah lagi.Ini jaket yang ku berikan pada Heeyeon saat tepat kami setahun pacaran.

Apa mungkin Heeyeon melihat aku dan Haera tadi.”Arrrgggh”Aku mengacak rambutku frustasi.Pasti dia salah paham dengan adegan yang dilihatnya tadi.

Aku pun berlari keluar sekolah.Berharap bertemu Heeyeon dan menjelaskan segala kejadian tadi.Tak ku pedulikan air hujan yang mengguyur kepalaku.Aku harus segera menemukan Heeyeon dan menjelaskan semuanya.

 

 

Author’s Pov

Heeyeon terus saja berjalan. Badannya menggigil karena air hujan yang semakin deras mengguyurnya.Air hujan menyembunyikan air matanya,namun tak mampu menyembunyikan luka karena melihat kejadian tadi..

Langkah Heeyeon berhenti.Begitu juga dengan langkah seorang namja yang dari tadi sudah mengekor langkah Heeyeon.Melihat Heeyeon dalam keadaan seperti ini,membuat hatinya sakit.

Jauh di belakang,seorang namja juga dalam kecemasan yang memuncak.Ingin segera menemukan apa yang di carinya.Sama seperti dua orang di depannya,ia sma sekali tak peduli dengan hujan yang mengguyur kepalanya tanpa ampun.

Heeyeon berlutut.Lututnya sudah lemas karena berjalan dari tadi.Melihat Heeyeon yang berlutut,namja yang mengekor langkah Heeyeon tadi menampakkan dirinya.

Berlutut di depan Heeyeon yang hanya menunduk,menyembunyukan air mata yang tergerus oleh derasnya hujan.Ia memegang bahu Heeyeon yang terus bergetar dengan tangannya yang dingin karena terlalu lama berada di bawah air hujan.

Heeyeon mendongakkan kepalanya,menyadari seorang sudah berada di hadapannya.Namja itu menatap mata Heeyeon yang nanar.

“Kyuhyun-ah..” ucap Heeyeon lirih.

Melihat yeoja yang disukai seperti ini,membuat Kyuhyun tak mampu melihatnya lebih tersiksa dari ini.Ia menarik Heeyeon kedalam dekapannya yang basah oleh air hujan. “Tenanglah Heeyeon-ah,aku disini untukmu” ucap Kyuhyun mencoba menghibur Heeyeon.Tangannya naik turun membelai punggung Heeyeon agar ia tenang.

Tak jauh dari sana seorang namja juga harus meraskan nyeri di dadanya karena melihat orang yang sangat dicintainya tengah dipeluk oleh namja yang benar-benar menantangnya tempo hari lalu.

Ia memepercepat langkahnya.Rasa nyeri melihat Kyuhyun memeluk Heeyeon memunculkan emosi yang bergejolak di dalam hatinya.Membuat darahnya yang tadi dingin karena air hujan seketika mendidih naik ke atas otakknya.

Dengan kasar Sungmin menarik Kyuhyun,hingga Kyuhyun melepas pelukannya.Tak hanya itu,Sungmin segera menarik kerah seragam Kyuhyun dan menghajarnya tanpa memperdulikan teriakan histeris dari Heeyeon.

Kyuhyun mendapat sebuah pukulan di wajahnya.Tidak terimah dengan perlakuan Sungmin,Kyuhyun membalas pukulan sungmin dengan tendangan kakinya yang tepat mengenai perut Sungmin.Membuat sungmin tersungkur ketanah.

Tak puas dengan hanya menendang perut Sungmin,Kyuhyun menindih tubuh Sungmin yang tersungkur di tanah.Melepaskan beberapa pukulan di wajah manis Sungmin.Tak menyerah begitu saja.Sungmin membalikkan posisi.Kini dialah yang menindih tubuh kyuhyun dan dengan emosi yang meluap-luap dan pukulan yang membabi buta di wajah kyuhyun.

Teriakan Heeyeon yang bertanding dengan suara derasnya hujan tak menghentikan perkelahian yang terlihat sangat seru bagi Kyuhyun dan Sungmin.Dia mendekat kearah keduah namja yang masih beradu pukul di bawah air hujan.Dia mengumpulkan semua tenaganya yang masih tersisa.

“Kalian berdua..Hentikan!”

Kali ini teriakan Heeyeon tidak sia-sia.Teriakannya berhasil menyadarkan kedua namja yang asyik berkelahi itu.Sungmin menghentikan tangannya yang terus-terusan memukuli wajah Kyuhyun.Heeyeon mendorong tubuh Sungmin yang masih menindih tubuh Kyuhyun lalu membantu Kyuhyun berdiri.

Darah keluar dari sudut bibir kedua namja itu.Wajah kedua namja itupun biru-biru karena bengkak.Kini Kyuhyun berdiri di samping Heeyeon,sedangkang Sungmin berdiri di depan Heeyeon.

Heeyeon menatap Sungmin dengan kesal.Lagi-lagi air matanya tersembunyikan oleh air hujan.Terlihat ia begitu marah dan kecewa pada namjanya.Sungmin membalas tatapoan Heeyeon dengan tatapan memelas dan bersalah.

Plaaaak……

Heeyeon menampar pipi sungmin yang sudah bengkak.Sungmin tak protes sama sekali,ia tahu ini adalah tamparan atas kejadian yang membuat Heeyeon salah paham.

Heeyeon berbalik hendak melangkahkan kakinya meninggalkan Sungmin. Ia memapah Kyuhyun yang babak belur.Tapi dengan cekatan sungmin menarik tangan Heeyeon.”Kenapa Kyuhyun memelukmu?”

Sungmin benar-benar mengutuk dirinya sendiri.Sebenarnya bukan kata-kata ini yang ingin keluar dari muluthnya.Seharusnya ia meminta maaf kepada Heeyeon,tapi yang keluar dari mulutnya malah sebuah pertanyaan bodoh.

Heeyeon berbalik lagi kearah Sungmin.Ia menatap remeh sungmi”Jadi ini yang membuatmu memukuli Kyuhyun?” Sungmin hanya menunduk mendengar kata-kata Heeyeon yang dingin.

“Heeyeon…” ucap Sungmin lirih.

Heeyeon melepaskan tangannya di lengan Kyuhyun lalu berteriak “Lalu apa yang harus aku lakukan pada Han Haera yang sudah mencium namjachinguku?”

Setelah mengatakan kata-kata yang sangat menyakiti hatinya.Heeyeon berbalik dan melangkah meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin.Air matanya sedari tadi tak dapat berhenti.Namun,,baru beberapa langkah,tubuh Heeyeon ambruk.Heeyeon pingsan

= = =

 

Sungmin Pov

Luka memarku karena perkelahian itu sudah hilang seiring berjalannya waktu.Seminggu sejak kejadian itu,aku dengar Heeyeon masih dirawat di rumah sakit.Sempat aku menengoknya,tapi ia menolakku.

Sekarang aku sedang berdiri di depan sebuah pintu utama kediaman keluarga Cho.Ku tekan belnya,tak lamakemudian seorang namja yang lebih tinggi dariku terlihat seiring pintu yang terbuka.Ia menatapku malas.

“Kenapa kau kesini” ucapnya tanpa mempersilahkan aku masuk kedalam rumahnya.

“Kyuhyun-ssi….aku….”

= = =

 

Kyuhyun Pov

Setelah sepuluh hari berada di rumah sakit.Rencananya sore ini aku akan menjemput Heeyeon.Sekarang aku sudah berada didepan pintu ruang rawatnya.Aku hendak membukanya,tapi dari dalam,knop pintu sudah ditarik.Aku tersenyum hangat melihat siapa orang dibalik pintu.Berbeda dari tiga hari lalu,wajah yang dulu terlihat pucat kini sudah terlihat segar lagi.Senyum yang tak pernah kulihat sepuluh hari terakhir ini,kini merekah lebih dari saat-saat sebelumnya.

Dia menoleh kebelakang. ”Park Ahjuma[9],pulanglah lebih dulu dan tolong bawakan barangku.Aku ingin jalan-jalan dulu dengan Kyuhyun.”

“Tapi anda kan baru sembuh nona dan juga ibu nona berpesan agar saya segera membawa anda pulang” seorang ahjuma kini sudah berdiri di samping Heeyeon

“Tenanglah aku hanya sebentar.Setelah sepuluh hari disini rasanya badanku kaku semua,eomma pasti mengijinkan ahjuma”

Kami berdua duduk di sebuah taman yang tak jauh dari rumah sakit.Heeyeon memejamkan matanya,menghirup udara sebanyak-banyaknya seolah selama sepuluh hari ini ia tak menghirup udara sama sekali.Angin semilir taman membuat rambutnya sedikit beterbangan.Sedangkan cahaya matahari sore terpantul indah ketika matanya terbuka.

Melihatnya seperti ini membuatku tak rela bila harus merelakannya untuk orang lain,apalagi merelakannya untuk Lee Sungmin.

Flash back

Seseorang menekan bel rumahku.Aku pun bergegas untuk membukanya.Benar-benar tak kusangka melihat siapa orang yang berdiri di depan pintu rumahku ketika aku membuka pintu.Meskipun sedikit kaget tapi tetap saja kupasang wajah yang dingin.

“Kenapa kau kesini?”

“Kyuhyun-ssi….aku ingin meminta bantuanmu!”

Lee Sungmin datang kerumahku untuk meminta bantuanku? Setelah apa yang terjadi satu minggu yang lalu,hal pertama yang harusnya ia minta adalah maaf bukannya bantuan.Benar apa kata Heeyeon kalu Lee Sungmin itu paling anti meminta maaf.

Aku pun mempersilahkan ia duduk di kursi depan rumahku bagaimana pun juga aku juga harus bersopan santun padanya,karena dia tamuku.

“Apa yang kau inginkan.?” Ucapku dingin

“Bantu aku minta maaf pada Heeyeon.”

Aku tidak mengerti dengan jalan pikirannya yang aneh “Kenapa kau minta bantuanku? Kau tahu aku tertarik pada Heeyeon,harusnya kau tahu….keadaan ini sungguh menguntungkan bagiku.”

“Entahlah kenapa aku meminta bantuanmu….Tapi satu hal yang pasti…Hanya kau yang dapat ku mintai bantuan.” Ucapanya terdengar yakin

“Bagaimana kalau aku tidak mau….” Tantangku .

“Ku rasa kau adalah tipe namja yang lebih bahagia melihat yeoja yang kau sukai bersama orang lain,asalkan dia tersenyum daripada harus melihatnya di sampingmu tapi tak menampakkan senyumnya.”

“Ucapanmu terlalu percaya diri,Lee Sungmin!” aku menatapnya remeh “Bagaimana kalau dia berdiri di sampingku dan tersenyum?”

“Biarkan Heeyeon yang memilihnya”

Flash Back End

 

“Kenapa melihatku seperti itu?”ucapannya yang berhasil membuyarkan lamunanku.Pandangannya tertuju padaku.

“Tidak ada.Sepertinya Heeyeon yang dulu sudah kembali” ucapku tersenyum.Selalu saja ada alasan untukku tersenyum ketika berada di dekatnya.

“Apakah Heeyeon yang dulu pernah menghilang?” ia tersenyum simpul mendengar perkataanku.

“Kurasa begitu….” Ucapanku menggantung.Dia menatapku seolah ingin tahu apa yang akan ku ucapkan selanjutnya.”Heeyeon-ah?”

“Ne?”

Aku meraih kedua tangannya dengan lembut,sepertinya ia kaget.Matanya melebar dan di kedua pipinya terdapat semburat merah yang membuatnya semakin manis.

“Jadilah yeojachinguku.Aku ingin melihatmu tersenyum disampingku,aku tidak tahu apa yang dapat kuberikan padamu,aku juga tidak akan berjanji selalu membuatmu bahagia,tapi yang aku inginkan adalh selalu membuatmu tersenyum karena kehadiranku.Aku ingin kahadiranku juga dapat membuat sebuah rindu di dalam hatimu.”

Dia hanya menatapku serius mendengar ungkapan hatiku,beberapa detik kemudian ia berkata padaku “Kyuhyun-ah,tanpa menjadi yeojachingumu pun,aku akan selalu ada disampingmu dan selalu tersenyum untukmu,juga aku akan selalu merindukanmu.Tapi……” dia menundukkan kepalanya “aku tidak bisa.”

Aku mengangkat dagunya “Apa karna Sungmin?”

Dia hanya terdiam.Aku pun menariknya ke dalam pelukanku.Memeluknya dengan erat,yang pertama dan untuk yang terakhir kalinya aku memeluknya sebagai yeoja.Karena mungkin,setelah ini takkan ada lagi kesempatan untukku menjadi seorang namja di matanya.

“Mungkin benar apa katanya,aku ini tipe namja yang bahagia meski melihat yeoja yang ku sukai berdiri di samping orang lain” aku pun melepaskan pelukanku.

Kepalanya mendongak,menunjukkan wajahnya yang lagi-lagi heran “Katanya? Siapa yang mengatakan itu padamu?”

Aku berdiri dari bangku itu.Merapikan bajuku yang agak kusut.Cahaya matahari yang tadinya berwarna jingga kini sudah hampir gelap.Pengunjung taman juga mulai sepi.Hawa dingin juga mulai menyeruak.

“Ayo ikut aku!”

“Kemana?”

“Sudah ikut saja”

Aku pun menarik tangannya dan meninggalkan taman ini menuju ke suatu tempat yang sudah di persiapkan seseorang khusus untuknya.Kami naik sebuah bus,karena letaknya yang lumayan jauh dari taman ini.

Setelah 30 menit naik bus,aku dan Heeyeon turun.Aku berjalan menggandeng tangannya.Untung saja dari tadi ia menurut saja tak ada pertanyaan darinya,meski dahinya berkerut heran, aku hanya tersenyum penuh arti padanya.

Memasuki jalan setapak yang di terangi lampu taman yang remang-remang.Cahaya bulan kini juga mulai mengambil alih cahaya matahari.Bintang-bintang di langit yang biasanya tertutup awan mendung kota Seoul kini dengan cerianya berkerlap-kerlip di atas sana.

“Tunggu di sini.”

“Kau mau kemana ?“

Aku melepaskan gandengan tanganku dan pergi meninggalkannya.Dia hendak mengikutiku. “Sudah tunggu disini saja.!”

 

Heeyeon Pov

Setelah mengungkapkan isi hatinya,kurasa terdapat perubahan pada sikap Kyuhyun.Ia menarik tanganku dan mengajakku menaiki sebuah bus.Aku tak tahu dia akan membawaku kemana.Di sapanjang jalan dia hanya tersenyum penuh arti padaku,membuat otakku tak bisa menebak apa yang ada di pikirannya.Membuatku bahkan tak bisa menyampaikan rasa penasaranku yang sudah hampir meledak karena ekpresinya ini.

Kami turun di sebuah halte.Sepertinya aku pernah datang kesini,tapi kapan ya?.Ahh,entahlah aku lupa.Dia mengandeng tanganku,terus memaksaku untuk melangkah mengikuti kakinya memasuki jalan setapak sebuah taman.

Langkahku terhenti seiring berhentinya langkah kaki kyuhyun. “Tunggu disini!” printahnya padaku.

“Kau mau kemana?”

Dia melepaskan gandengan tangannya dan melangkah meninggalkanku,aku hendak mengikuti langkahnya.Tapi dia menghentikanku dan berkata tegas. “Tunggu disini!”

Aku pun meneruti perintahnya.Aku berdiri di jalan setapak taman yang begitu sepi ini.Menatap lurus kedepan.Hanya ada aku seorang.Yap,,,Kyuhyun meninggalkanku sendiri disini.Aku berjalan beberapa langkah,mengamati keadaan sekitar taman ini “Sepertinya aku pernah kesini” gumanku lirih.

Baru beberapa langkah menyusuri jalan setapak ini,tiba-tiba cahaya merah mulai muncul satu persatu.Di sepanjang jalan setapak ini,lampu-lampu kecil berwarna merah tertata apik dan rapi di pinggir jalan.Semuanya menyalah seolah menyuruhku untuk mengikuti arah lampu ini.

Aku keheranan,rasa penasaranku menyuruhku untuk mengikuti kemana arah lampu-lampu kecil ini menuntunku.Tak hanya lampu taman,di beberapa batang pohon di taman ini terdapat anak panah berwarna pink yang juga bertugas memberi arah kemana tujuan langkah kakiku.

Terdengar suara gemercik air.Tak hanya itu,kini wangi bunga favoritku,bunga mawar mulai menyeruak memenuhi hidungku.Aku mempercepat langkah kakiku,tiba-tiba semua lampu padam,baik lampu taman atau pun lampu-lampu kecil berwarna merah tadi semuanya tak menyisakan cahaya lagi

Namun sesuatu yang lebih indah membuatku tercekat.Aku menutup mulutku dengan tangan kiriku karena takjub.Beberapa meter dariku,cahaya dari lampu kini beganti dengan cahaya dari lilin yang di tata rapi mengelilingi sebuah meja,namun tak terdapat satu kursipun di sana.Di luar lingkaran lilin-lilin kecil itu terdapat keranjang-keranjang bunga mawar yang berwarna-warni mengelilingi lilin-lilin.Jadi wangi mawar tadi dari sini.Dan suara gemercik air tadi berasal dari sebuah kolam yang di tengahya terdapat air mancur buatan.Kolam serasa lebih hidup karena cahaya lilin-lilin merah yang mengapung di atas air kolam.

Belum cukup membuatku takjub karna lilin dan mawar-mawar tadi,kini aku mendengar suara petikan gitar yang begitu merdu,dengan suara yang begitu lembut mengalir dengan indah.Instrusmen yang awalnya bertempo sedang kini mengalun dengan tempo yang begitu pas di telingaku.

 

 

neoneun neomu nuni busyeo

You’re so dazzling

niga isseo nae shimjangi ddwi-uh

My heart is thumping

ojik neomani naegen number 1

You’re the only one for me and always be number 1

nuhl saranghae

that I love you

jogeumman duh na dagawajwuh

Come little bit closer to me

neoui soneul kkok japgosipeo

I want to tightly hold your hands

i noraeneun only for you

This song is only for you

youngwonnhi saranghae

I love you forever

I need your love, love, love~

neoui dununeul bomyeonseo yaksokhae

I promise you for only looking at your eyes

ni gyuhtesuh nuhman saranghalraeman jikilge

Stand by your side for protecting and loving you with all my heart

Baby, I need your love, love, love~

neoui saranghanaro nan chungbunhae

Just one love from you is enough for me

modeungeoseul da irheodo neomaneun

Even if I must lose everything

jeoldae nochiji anheulgeoya

I will never  let you go

You’re my everything my love

naegen neomani boeyeoh

I only see you

jakku naega saenggangna

I keep thinking about you

uhnjena naneun useulsu isseo

That never fails to make me smile

You are my everything, my heart ~

neoneun na-ege isseo

You’ve captured me

cheonsaboda deo areumdawo

You’re even more gorgeous than angel,

neo hanamaneul saranghalgeo-ya

I will only love you

(Super Junior~Angel

Haru Ost.)

Suara itu berhenti.Masih sama sepeti tadi,suara yang begitu familiar di telingaku itu masih belum mau menampakkan dirinya di tengah remang-remang cahaya lilin.

Aku berjalan beberapa langkah,berdiri didepan sebuah meja yang dikelilingi oleh tatanan lilin.Di atas meja itu terdapat tiga kotak dengan ukuran yang berbeda-beda namun warnanya sama,yaitu merah.Aku menoleh ke kanan dan ke kiri,tapi cahaya yang cukup gelap membuat pandanganku terbatas.Dimana dia?Apa dia hanya berniat memberiku kejutan tanpa menunjukkan dirinya? Aku sangat senang mendapat semua kejutan ini,tapi tanpa melihat wajahnya ku rasa ada sesuatu yang kurang.Yak,Kim Heeyeon!Bukankah kau sedang marah padanya,kenapa malah merindukannya.

Pandanganku kembali ke tiga kotak tadi.Rasa penasaranku menyuruh tanganku untuk membuka kotak-kotak itu.

Tanganku meraih kotak yang ukurannya paling kecil.Ku buka tutup kotak itu sehingga sebuah benda yang tersembunyi di dalamnya terpampang indah.Hatiku bersorak,aku mengambil isi kotak itu.Sebuah bando.Design-nya hampir sama seperti bando yang direbut Haera dariku dulu.Tapi yang ini jauh…jauh..lebih bagus.Terdapat dua mawar sebagai center,sedangkan di pinggirnya terdapat permata-permata putih yang berkilau.

Aku meletakkan lagi bando itu .Tanganku beralih ke kotak yang paling besar.Ku buka tutupnya,dan ketika aku tahu isinya aku dengan kasar kembali menutup kotak itu.Isi kotak itu mengingatkan aku akan kejadian 10 hari yang lalu. Jaket merah yang ku jatuhkan saat melihat yeoja menyebalkan itu mencium Sungmin.”Menyebalkan” umpatku dalam hati

Tinggal satu kotak yang belum ku buka.Kotak yang berukuran sedang ini,kira-kira apa ya isinya?Kedua benda sebelumnya berhasil mengingatkanku tantang beberapa kejadian masa lalu,apa kotak yang terakhir ini juga begitu?

Aku membuka kotak terakhir itu dengan penasaran.Dan ketika aku tahu isinya.Aku sedikit merasa sedih.Rasa nyeri karena menyesal menyeruak memenuhi rongga dadaku,membuatku tercengang dan juga tercekat karena penyesalan dan perasaan bahagia mejadi satu.Ternyata dia tidak sedingin yang kukira,aku salah menilainya.

Aku berusaha menahan air mataku yang sudah mengantri di pelupuk mataku.Ketika mengetahui isi dari kotak yang terakhir itu adalah T-shirt yang dulu benar-benar ku inginkan saat hari pertama Haera masuk ke dalam duniaku dan dunianya.Aku tak menyangka kalau isi dari kotak berukuran sedang ini adalah t-shirt merah ini.Mengingat,bahkan saat ku tanya bagaima pendapatnya tentang t-shirt ini,dia hanya diam dan dengan begitu mudahnya Haera menariknya pergi sebelum sempat aku ingin membayar t-shirt ini.Aku benar-benar terharu.Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh bahuku,membuatku mengalihkan perhatianku pada si empunya tangan.

 

Sungmin Pov

Aku berdiri sambil menenteng sebuah gitar di balik sebuah pohon besar,tak jauh dari tempatnya berdiri.Ini adalah taman tempatku berkelahi dengan Kyuhyun,dulu.Cahaya yang remang-remang membuatnya tak bisa melihatku,namun aku masih dapat mengawasi ekspresinya dari balik pohon ini.

Aku pun mulai menyanyikan lagu yang sudah ku persiapkan,judulnya Angel.Aku harap ia suka dengan lagu yang menurutku sangat menggambarkan perasaanku padanya.

Setelah selesai mendengar lagu yang kunyanyikan ia berjalan ke meja yang di kelilingi lilin.Di atas meja ada tiga buah kotak bewarna merah dengan ukuran yang berbeda-beda.Yang di buka petama kali olehnya adalah kotak yang paling kecil.Aku melihatnya tersenyum tipis ketika dia mengetahui isi kotak itu.Tapi senyum tipisnya itu hilang begitu saja ketika melihat benda di balik kotak yang paling besar.Apa ada yang salah dengan isi kotak itu?

Aku berharap ekspresinya akn berubah ketika melihat isi kotak yang terakahir.Ekspresinya memang berubah,tapi ia malah terlihat sedih ketika meilhat isi kotak berukuran sedang itu.Mungkin ini sudah saatnya untukku menampakkan diri.

Ku pegang bahunya dengan pelan,ia pun berbalik ke arahku.Detik-detik pertama,baik aku atau dia sama terdiam.Aku menatap matanya lembut.Ku lihat matanya berkaca-kaca.Kusingkirkan tangaku dari bahunya,lalu meraih kedua tangan dalam genggamanku.Tangannya dingin karena hawa Seoul yang dingin.

Awalnya dia membalas tatapanku,tapi setelah itu dia menundukkan kepalanya.Aku pun memanggilnya agar ia kembali mengangkat kepalanya sehingga aku dapat menatap matanya.Terlihat sedikit kemarahan yang mungkin masih tersisa untukku.

“Heeyeon-ah,…Mianhae… “ Ucapku tulus dan semakin mengeratkan genggaman tanganku ditangannya.

Matanya sontak melebar tak percaya akan apa yang baru saja ia dengar dari mulutku. “Mianhae….???????? Kau meminta maaf padaku?”

“Ne,..jeongmal mianhae chagi.Aku tau aku salah,mungkin pejelasanku padamu juga takkan ada artinya.”

“Kau benar-benar minta maaf padaku Lee Sungmin?”ucapnya tak percaya.

“Apa begitu aneh bila aku meminta maaf.” Ucapku agak kesal,dengan mudahnya dia merusak suasana hatiku.

“Ne,itu sangat aneh dan langkah…Kalau boleh tau,kau minta maaf atas kesalahanmu yang mana?”

Aisssh yeojaku ini nampaknya mau mengetes ketulusan ku rupanya.Sebenarnya aku adalah tipe orang yang enggang mengakui kesalahanku apalagi meminta maaf pada seseorang,tapi kali ini berbeda.Dan ketika dengan tulus aku minta maaf dia malah memintaku untuk membuat pengakuan dosa.

“Ne..Ne…… baiklah.Kau mau aku membuat pengakuan dosa padamu.” Ucapku dengan nada kesal.Dia menganggukkan kepalanya.Kini suasana romantis yang ku buat jadi kacau.Sekarang wajahya merah menahan tawa.

“Pertama…aku minta maaf karena aku selalu bersifat dingin pada yeojachinguku,sehingga yeojachinguku merasa tersaingi oleh seoarang yeoja tetangga rumahku.” Senyum yang tersungging di bibirnya kini berubah jadi tatapan tajam karena sindiranku.Salah sendiri,dia yang menyuruhku membuat pengakuan dosa ini.

“Yang kedua aku minta maaf karna aku sering terlambat menepati janji pada chagiku dan….” Aku menggantungkan kata-kataku. “……Ku rasa hanya itu kesalahanku pada yeojachinguku.” Ucapku santai.

Alisnya berkerut “Hanya itu ??”

“Ne..” dari raut wajahnya dia nampak tidak terima.

“Lalu bagaimana kejadian saat hujan?” ucapnya sedikit sebal

Sebenarnya aku tau kalau kejadian saat hujan adalah kesalahan terbesarku.Tapi kan sudah ku bilang kalau aku ini enggan mengakui kesalahan apalagi sampai minta maaf.

“Aku lupa.” Ucapku tak acuh,aku ingin sedikit menggodanya.

Dia langsung menghentakkan tangannya yang ada dalam genggamanku.Dan dia juga memasang wajah cemberutnya.Tapi menurutku dia malah terlihat semakin lucu.

Aku melangkah,mengurangi jarak denganya.Aku meraih wajahya dengan tangan kananku.Ku rasakan kalau tubuhnya menegang dan juga terlihat semburat merah di kedua pipinya.Sedangkan aku,aku berusaha sekeras mungkin,agar detak jantungku ini tak terdengar olehnya.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya,hingga dapat kurasakan desiran nafasnya yang hangat.Ku tatap matanya dengan dalam agar ia tak mengalihkan pandangannya dariku. “Bukankah tadi sudah kubilang,bahkan penjelasanku mungkin juga takkan ada gunanya.Kau tahu biar pun seribu kali Haera menyentuh bibirku dengan bibirnya,ciuman pertamaku hanya utuk Kim Heeyeon seorang.”

Entah dapat kata-kata darimana,aku yakin kalau kata-kata tadi cukup merasuk ke dalam hatinya.Jantungku kian lama kian tak karuan karena melihat matanya dalamm jarak sedekat ini.

5 cm….

Ku dekatkan lagi wajahku,ia pun menutup matanya.

2 cm ….

jarak bibirku dengannya hanya dua cm,bahkan hindungku sudah menyentuh hidungnya.Sedikit lagi untuk fistkiss-ku….

Tiba-tiba sebuah tangan kini menepuk bahuku dan bahu Heeyeon,membuat kami berjengit kaget dan menjauhkan wajah kami yang sama-sama merah.

“Tunggu dulu!Tidak seharusnya kalian melupakanku begitu saja.Aku kan juga iku membantu dalam kejutan ini!”

Aku menoleh kekanan.Aku benar-benar gerang dengan namja aura setan ini.Dia benar-benar merusak kesempatan dan suasana romantis yang sudah kubuat.

“Sialan Kau Cho Kyuhyun!”

Aku benar-benar murka dibuatnya.Aku hendak menjotosnya,tapi ia sudah melarikan diri.”Aku tak peduli bila taman ini akan menjadi tempat kita berkelahi lagi!” Ucapku garang dan mengejar dia yang sudah berlari sambil mengejekku.Sedangkan Heeyeon hanya tersenyum melihatku mengejar-ngejar bocah setan itu.

-THE END-

[1] Boyfriend

[2] Gadis

[3] Panggilan untuk kakak laki-laki

[4] Girlfriend

[5] Ibu

[6] Kau

[7] Kenapa

[8] Tidak tahu

[9] Bibi

2 Comments (+add yours?)

  1. Monika sbr
    Feb 23, 2017 @ 20:46:15

    Awalnya kesal banget sama sungmin dan berharap heeyeon jadian sama kyuhyun, tapi melihat usaha sungmin minta maaf ke heeyeon dan berusaha memperbaikinya, jadi legah deh akhirnya mereka baikan lg dgn dibantu oleh kyu.

    Reply

  2. Rahmah
    Feb 24, 2017 @ 12:03:22

    Sweet…

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: