Regret

 

Processed with VSCOcam with a1 preset

 

Regret

By: Natasha Fitranda Putri

Lee Hyukjae & Cho Kyuhyun | Romance | PG-13 | Oneshot

***

Cahaya matahari yang masuk melalui jendela Sangrim membangunkannya dari tidur lelapnya. Ia hendak bangun dari tidurnya, namun ia merasakan seseorang duduk di sebelahnya “Morning, hon.” Eunhyuk menyingkap beberapa rambut yang menutupi wajah Sangrim. Sangrim hanya menggeliat di dalam selimut tebalnya, sebelum ia menutup wajahnya. “Don’t do that.” Sangrim menarik selimut tebalnya itu hingga menutupi wajahnya.

“Whye?” Eunhyuk mencoba untuk membuka selimut yang menutupi wajah yeojanya itu namun cengkraman Sangrim lebih kuat darinya. “I don’t wear make up.” Eunhyuk tertawa dengan pernyataan Sangrim barusan. Yeojanya ini memang seorang gadis yang unik.

“So what if you don’t wear make up?”

“I’m ugly, bodoh.” Sangrim membuka selimutnya itu sehingga matanya terlihat. “No, you’re my prettiest girl and you’re the only beautiful girl in this world.” Sangrim tersenyum, lalu ia duduk dari posisi tidurnya. Hyuk membelai wajah Sangrim, yang membuat Sangrim menundukkan wajahnya, karena mungkin sekarang wajahnya sudah bewarna merah seperti tomat.

Sangrim lalu menatap mata Hyuk, dan ia menemukan sesuatu disana. Suatu..keletihan? “Kau tidak tidur semalam?” Hyuk menggeleng “Mungkin sudah satu minggu aku tidak tidur.” Sangrim terkejut “And what creature that doesn’t sleep for one week?Gosh, are you human, Lee Hyukjae?”

Eunhyuk kembali tertawa dengan kata-kata lucu yang selalu yeojanya itu katakan “I guess I’m the only creature that capture your heart. Didn’t I?” Sangrim tersenyum malu. “Forget it.” Sangrim lalu bangkit dari tempat tidurnya lalu mengambil ikatan rambut yang terletak di meja kecil di sebelah kasur king size-nya.

Sangrim lalu mengikat rambutnya, kemudian duduk di sebelah Hyuk. “ Sebaiknya kau istirahat. Aku tidak mau mempunyai seorang namja bermata panda. Dan kau tahu itu, Lee Hyukjae.” Eunhyuk tersenyum “I want to, but I can’t. Pekerjaan ini sangat menuntutku untuk tidak tidur.”

“Sebenarnya kasus apa yang bisa membuatmu sampai tidak tidur seminggu?” Eunhyuk menaikkan satu bahunya. “Pembunuh dari 12 gadis?” Sangrim bertanya lagi “Actually, it’s 15.” Sangrim menutup mulutnya dengan tangannya “God, this world’s harsh.” Eunhyuk mengangguk setuju.

“Get ready, ibuku ingin menemuimu.” Eunhyuk berjalan keluar dari kamar Sangrim, meninggalkan Sangrim yang melemas setelah kepergiannya dari kamarnya. Hari ini, seperti biasanya, Eunhyuk hanya berbasa-basi dengan Sangrim sebelum akhirnya menyuruh Sangrim untuk bertemu dengan orang tua Eunhyuk.

Sangrim tidak pernah merasa cinta Hyuk padanya adalah tulus. Ia selalu merasa bahwa Hyuk hanya memanfaatkkannya untuk menjadi model saja. Selama ini ibu Eunhyuk selalu menekannya untuk menjadi model dari desain-desain bajunya, karena menurutnya tubuh Sangrim sangat proposional dan akan sangat sia-sia jika Sangrim tidak menjadi seorang model. Sementara Hyuk pergi dengan ayahnya untuk mengerjakan kasus pembunuhan di Busan.

Kedua orang tua Sangrim sendiri masih di luar negeri, mereka sangat sibuk. Entah apa pekerjaan mereka, namun mereka tidak pernah kembali ke Korea. Setiap bulan mereka selalu mengirimi Sangrim sebuah amplop berisi uang.

Sangrim lalu beranjak dari tempat tidurnya dan bersiap-siap untuk mandi, sebelum ia melihat foto Hyuk dan Sangrim yang ia pajang disebelah tempat tidurnya.

Sangrim menghela nafas, Sangrim sangat merindukan saat mereka masih muda, 2 tahun yang lalu saat mereka tidak sengaja bertemu lalu jatuh cinta pada pandangan pertama. Sangrim masih merindukan saat dimana Eunhyuk belum disibukkan oleh pekerjaannya, saat Eunhyuk masih meluangkan waktu untuk Sangrim. Selama ini Sangrim sebetulnya bertanya-tanya, apakah Eunhyuk sungguh-sungguh mencintainya, atau sebenarnya ia mencintainya namun cinta itu pudar setelah ia disibukkan oleh pekerjaannya?

Namun Sangrim masih mengharapkan cinta yang tulus dari Hyuk, bukan hanya basa-basi dan kata-kata yang menyentuhnya atau bahkan belaian lembutnya di wajah Sangrim, tapi sebuah cinta yang Hyuk tujukan untuk Sangrim, bukan hanya untuk pekerjaan.

 

~~

 

Hyuk’s Mother Mansion

13 : 07 PM

 

Sangrim duduk di sofa panjang yang terlihat mahal di Mansion Ibu Eunhyuk. Sangrim untuk kesekian kalinya menatap Hyuk dan ibunya itu, mereka tengah dalam pembicaraan mereka tentang pekerjaannya yang Sangrim sama sekali tidak mengerti.

Sangrim mengarahkan kembali pandangannya pada Eunhyuk. Kekasihnya itu terlihat sangat tampan dan dingin jika ia bertemu ibunya, namun ia berubah menjadi imut dan menggemaskan jika bersama Sangrim. Sekali lagi pikiran Sangrim beralih pada 2 tahun lalu saat mereka bertingkah seperti pasangan muda yang baru menikah. Sangat bahagia dan tanpa penyesalan. Sangrim tersenyum senang jika mengenang hal itu.

Sangrim lalu meneguk teh yang ada di depannya, sebelum ibu Eunhyuk menyinggungnya. “Sangrim-ssi,” Sangrim meletakkan gelas tehnya ke tempat semula “Ne?” “Maksud saya mengundangmu kesini bukan untuk modeling, tapi saya ingin bertanya padamu dan Eunhyuk, kapan kalian akan menikah?”

“Uhuk!” Sangrim hampir tersedak dengan pertanyaan ibu Eunhyuk barusan. “Kwenchana?” Eunhyuk menepuk punggung Sangrim, Sangrim mengangguk. “Jadi?Kapan kalian akan menikah?” “Ehm…sebenarnya kami belum benar-benar memikirkan tentang hal ini, jadi-“ “Seharusnya sudah kalian pikirkan. Menikah muda itu lebih baik.” Sangrim menatap Eunhyuk, dibalas Eunhyuk yang menatap Sangrim dengan tatapan bingungnya.

“Kami akan memikirkannya nanti.” Hyuk berkata.

“Kapan? Waktumu tidak akan cukup untuk memikirkan hal itu ditengah kesibukanmu dengan ayahmu. Lebih baik kau memikirkannya sekarang.” Ibu Eunhyuk menghela nafas sebelum ia melanjutkan kata-katanya. “Ibu akan tunggu jawabanmu besok, Hyukjae. Pikirkan baik-baik masa depanmu dengan dia.” Ibu Eunhyuk lalu berjalan menuju kamarnya.

Sejenak mereka berdua terdiam. “Haaaah.” Eunhyuk menghela nafas panjang. “Kaja.” Eunhyuk tersenyum, lalu menarik tangan Sangrim. Sangrim hanya memikirkan apa yang harus ia lakukan saat Eunhyuk akan membicarakan hal ini nanti. Sangrim sangat mencintai Hyuk, namun apakah Hyuk memiliki rasa yang sama ?

Hyuk dan Sangrim berjalan keluar dari mansion ibu Eunhyuk. “Antarkan kami ke kedai kopi biasanya.” Eunhyuk berkata kepada seseorang di depannya. Sangrim yang dari tadi melamun langsung menatap seorang namja di depannya itu.

Sangrim mengenali sosok ini.

Ia tersenyum lembut kepada Sangrim, lalu Sangrim mengeluarkan senyum paksanya kepada namja tersebut.

 

–Sometimes you hated this world, but you have to know you can’t live if there’s no world. So just be thankful to God for creating everything you need–

 

~~

 

Café

15 : 23 PM

 

Keadaan terlihat sedikit canggung bagi Sangrim dan Eunhyuk. Keduanya tahu bahwa mereka seharusnya berbicara tentang kapan mereka akan menikah, namun tidak ada yang berani untuk membuka mulut mereka saat ini.

“Sebaiknya kita membicarakannya sekarang.” Eunhyuk memecahkan keheningan diantara mereka. Sangrim menghela nafasnya. “Arra.”

“Jadi, apa yang kau mau?” Eunhyuk bertanya pada Sangrim. Sangrim menatap Hyuk. “Lakukan apa yang kau mau.”

“What?” Hyuk menaikkan suaranya.

“Lakukan apa yang kau mau, jika kau mau kita menikah, maka ayo. Jika tidak, ya sudah.”

“Jung Sang Rim, sudahkah kau memikirkan matang-matang apa yang akan kau katakan?” Sangrim mengangguk.

“Ini bukan soal ‘terserah kau saja’ , namun ini tentang masa depan kita!Kita sudah berpacaran selama 2 tahun, seharusnya kau sudah tahu apa yang ku rasakan.”

Apa yang Hyuk rasakan ? Sangrim masih takut jika Hyuk tidak mencintainya, setahunya Hyuk hanya menyukainya atau terobsesi untuk memiliknya, bukan mencintainya.

“Dan apa yang kau rasakan?” Sangrim bertanya, membuat keheningan di antara mereka kembali terjadi.

“Tentu aku – “

KRRIING KRRIIING

Belum sempat Hyuk melanjutkan kata-katanya, telefon Hyuk berbunyi. “Ne,yoboseyo?”

“Haah..arasseo. Aku akan tiba disana beberapa menit lagi.” Hyuk lalu menutup teleponnya. “Aku harus pergi, seseorang dibunuh lagi di Busan. Aku harus kesana, kita bicarakan hal ini nanti.” Hyukpun pergi meninggalkan café itu dengan terburu-buru.

Entah mengapa, namun air mata Sangrim akhirnya keluar juga. Ia sudah menahannya sejak mereka membicarakan hal itu, dan Sangrim tidak bisa menahannya lagi. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya Hyuk rasakan, dan ia tidak ingin hal terburuk yang menjadi mimpi buruknya akan terjadi.

Ia ingin menikahi Hyuk. Namun bagaimana dengan Hyuk?Apakah Hyuk juga ingin menikahi Sangrim?

 

–Sangrim just admit that actually you scared of love, but you shouldn’t do that. You have to trust love, so that he can trust you—

 

~~

 

Sangrim berjalan keluar dari café itu setelah ia berhasil menenagkan dirinya dari percakapan Hyuk dengannya yang bisa dibilang sangat tidak menyenangkan.

Dan betapa terkejutnya ia kembali melihat sosok namja itu.

“Kau-apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau seharusnya bersama Eunhyuk?”

Namja itu tersenyum “Ani, Eunhyuk menyuruhku untuk menunggumu. Ia ingin agar aku menemanimu.”

“Lalu Hyuk bersama siapa?” Sangrim bertanya. “Ia bersama Siwon,” Namja itu menjawab sambil tersenyum. Sangrim mengangguk mengerti. Memang dua namja ini adalah butler setia Hyuk, mereka selalu menemani Hyuk kemanapun ia pergi.

“Apakah ada tempat yang ingin kau kunjungi lagi,Sangrim-ssi?” Sangrim menggeleng “Aku ingin pulang.”

 

~~

 

Keadaan di mobil sangat sunyi, Sangrim melihat ke luar jendela mobil, memperhatikan pohon-pohon yang tampak seperti pohon-pohon itu mengikuti mereka.

Sangrim sedang tidak ingin bicara saat ini, ia sangat ingin tahu apa yang Hyuk rasakan, namun Hyuk selalu disibukkan oleh pekerjaannya. Sangrim sendiri juga tidak tahu apakah ia ingin menikahi Hyuk sekarang. Dengan sikap Hyuk yang terlalu sibuk seperti ini, Sangrim kebingungan.

“Tuan muda memang sangat sibuk,sekarang. Mungkin ia hanya butuh istirahat.”

Sangrim menoleh pada Kyuhyun, butler Hyuk yang kini sedang menyetir itu. “Ia memang sedang disibukkan oleh pekerjaannya saat ini, namun aku yakin dia pasti sangat mengkhawatirkanmu sekarang.” Kyuhyun mengulang kata-katanya.

Sangrim menghela nafasnya “Aku tahu. It’s just.. I feel that he ignoring me.” Kyuhyun tertawa pelan “No, he’s not..He loves you.”

Sangrim tersenyum, lalu menatap Kyuhyun. “What will you do if you be me?”

Pertanyaan Sangrim itu membuat keadaan menjadi hening.

“What will I do if I be you?” Kyuhyun bertanya.

“Hmm,” Sangrim mengangguk.

“If I be you.. I will wait for him and I will never think to let him go.” Sangrim terdiam mendengar jawaban Kyuhyun. Ia berkata seperti itu seakan-akan ia pernah merasakan hal yang sama.

“So just wait for him, okay?”

 

~~

 

Next Morning

Sangrim’s House

 

Pagi itu Sangrim bangun tidak seperti biasanya. Ia tidak menemukan Eunhyuk di kamarnya. Sangrim lalu berfikir mungkin ia sedang sibuk sehingga tidak sempat untuk mengunjunginya.

Maka pagi itu Sangrim turun ke lantai bawah rumahnya dengan hati yang sedih, bahwa fakta kini Hyuk lebih mementingkan pekerjaannya dari pada yeojanya sendiri.

Namun ia segera merubah pikirannya. Tidak, Hyuk sedang tidak sibuk.

Ia melihat Hyuk sedang duduk di ruang tamunya. Sangrim tersenyum dan berlari menghampirinya.

Saat Sangrim sudah sampai di ruang tamu, ia melihat Hyuk sedang tidur dengan posisi duduknya. Sangrim merasa iba padanya. Ia pasti kecapekan. Sangrim menyunggingkan senyum di bibirnya. Ia lalu menyingkap poni rambut yang menutupi wajah tampan kekasihnya itu.

Sangrim lalu pergi ke kamarnya, dan ia kembali ke ruang tamu dengan membawa selimutnya. Sangrim menyelimuti Eunhyuk yang tertidur, lalu membenarkan posisi Eunhyuk agar ia merasa nyaman.

Sangrim lalu duduk di kursi di sebelah Eunhyuk, memperhatikan wajah tampan Eunhyuk yang sedang tertidur. Sangrim tidak pernah melihat wajah Hyuk saat ia tidur sebelumnya, dan ia tidak ingin menyi-nyiakan kesempatan ini.

Selama beberapa menit Sangrim memperhatikan wajah Eunhyuk yang sedang tertidur, lalu ia tersadar dari lamunannya dan pergi ke kamarnya untuk mandi.

 

~~

 

20 Minutes Later

 

Saat Sangrim kembali ke ruang tamu setelah mandi, Sangrim sangat bersyukur Hyuk masih tertidur disana. Sangrim kembali tersenyum saat melihat wajah Hyuk, lalu saat ia hendak duduk di sofa sebelah Eunhyuk, seseorang mengetuk pintu rumahnya.

TOK TOK TOK

Ia lalu berjalan menuju pintu itu dan membukanya.

“Oh, annyeonghaseyo. Maaf aku lancang, aku hanya ingin bertanya pada tuan muda kemana ia akan pergi.” Kyuhyun terkejut melihat sosok Sangrim yang membuka pintu. Sangrim tersenyum “Mungkin hari ini ia tidak akan pergi kemana-mana.”

Kyuhyun menatap Sangrim dengan tatapan bingungnya. Sangrim menoleh pada sosok Hyuk yang sedang tertidur lalu kembali menatap Kyuhyun “Ia sedang tertidur di ruang tamu, mungkin ia ketiduran saat menungguku untuk bangun. Kurasa ia tidak akan pergi hari ini. Ia terlihat sangat capek.”

Kyuhyun tersenyum “Baiklah. Aku akan menunggu di depan rumah sampai ia bangun. Maaf merepotkanmu, Sangrim-ssi.” Kyuhyun membungkuk lalu pergi.

Sangrim tersenyum pada Kyuhyun lalu menutup pintu rumahnya dan kembali menuju ruang tamu.

 

–If your eyes are closed, I’ll wait for you until it will open. If you’re hurt, I’ll cure it with my heart so it won’t hurt anymore. If you leave me, I’ll wait for you to comeback. That’s how much I love you, so please love me back Lee Hyuk Jae–

 

 

~~

 

Sangrim melirik jam dindingnya dan sekarang jam 7 malam. Dan Hyuk masih belum bangun. Sangrim memaklumi, karena Hyuk sudah tidak tidur satu minggu. Ia memang butuh istirahat.

“hhhmm” Sangrim menoleh pada Hyuk, melihat Hyuk akhirnya membuka matanya. Sangrim tersenyum “Finally you’ve awake.”

“Am I asleep?” Sangrim mengangguk.

“It’s 7 PM right now, are you going to go home or you’ll sleep here and go back to your house tomorrow ?”

Eunhyuk tidak menjawab pertanyaan Sangrim, ia masih mengedipkan matanya yang masih terasa berat untuk dibuka. “I don’t know.” Eunhyuk menjawab acuh.

Sangrim memainkan jari-jarinya, takut jika Eunhyuk akan pergi setelah ini dan kembali bekerja. Sangrim masih menikmati saat-saat ini. Saat seperti 2 tahun yang lalu saat mereka masih sering bertemu dan sering sekali mengobrol. Sangrim tidak ingin Eunhyuk pulang sekarang, tidak untuk bekerja.

“Actually…”

Mata Sangrim langsung menatap Eunhyuk yang kini sudah menatap Sangrim dengan tajam. “Aku kesini untuk membicarakan hal itu denganmu,”

Sangrim tahu yang dimaksud Eunhyuk dengan ‘itu’ adalah masalah pernikahan mereka. Sangrim sendiri belum tahu apa jawabannya, ia ingin sekali menikahi Eunhyuk namun ia juga ragu dan takut jika Eunhyuk tidak mencintainya dengan tulus.

“Sebenarnya hari ini ibuku akan meminta laporan mengenai hal itu kepada ku, namun sepertinya aku harus memundurkannya karena aku sendiri belum tahu jawabannya. Dan aku ingin tahu dengan jawabanmu mengenai hal itu.”

Sangrim terdiam. Kedua mata hitam milik Eunhyuk seakan ingin sekali tahu apa jawaban Sangrim dan apa yang sedang Sangrim rasakan sekarang. Sangrim mengalihkan pandangannya kepada jarinya dan kembali memainkannya. Ia merasa takut jika Hyuk memandangnya seperti itu.

“Well…”

Sangrim tidak bisa mengeluarkan kata-kata lain. Otaknya masih berfikir keras apakah ia akan menikahi Eunhyuk atau tidak.

“Let’s do it.”

.

..

Sangrim terkejut ketika mendengar jawaban Eunhyuk. “W-what?”

“Let’s do it. Look,” Eunhyuk menghela nafas sebelum ia melanjutkan kata-katanya “Kita sudah berpacaran selama 2 tahun, dan waktu itu tidak sebentar. 2 tahun adalah waktu paling lama yang aku punya ketika menjalani hubungan bersama seorang gadis. Dan aku telah merasakan sesuatu dihatiku, yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya selama hidupku..”

Sangrim penasaran dengan kata-kata Hyuk barusan. Apa yang dirasakannya?

“I love you.”

Sangrim hampir saja meneteskan air matanya ketika mendengar tiga kata itu keluar dari mulut Eunhyuk. Seakan tidak percaya, Sangrim kembali menatap kedua bola mata Eunhyuk, namun Sangrim tidak menemukan apa-apa disana.

Terasa sangat..datar. Meskipun kata-katanya sangat dipenuhi perasaan, namun ia tidak melihat apa-apa di mata Eunhyuk. Sangrim hanya melihat sebuah keletihan yang amat besar. Sangrim menghela nafasnya, lalu menyunggingkan senyum di bibirnya. “I love you too.”

“So?Will you marry me?” Eunhyuk bertanya sambil tersenyum. Sangrim mengangguk. “When?” Eunhyuk kembali bertanya. “Kita bisa memikirkannya nanti..yang penting kita sudah menyepakati untuk melakukannya, bukan?” Mereka berdua tersenyum.

Tiba-tiba Eunhyuk memiringkan kepalanya dan menutup matanya. Sangrim tahu apa yang akan Eunhyuk lakukan. Eunhyuk akan menciumnya.

Jantung Sangrim berdegup cepat. Ia tidak pernah meraskannya sebelumnya, dan Eunhyuk tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Yang pernah Hyuk lakukan hanya mencium pipi atau dahi Sangrim, namun untuk menciumnya di bibir Eunhyuk tidak pernah melakukannya.

Saat jarak antara Eunhyuk dan Sangrim semakin dekat, seseorang kembali mengetuk pintu rumah Sangrim.

“Oppa, ada yang mengetuk pintu..kita lakukan nanti saja..”

Namun Hyuk tidak menjawab dan tetap mendekatkan kepalanya pada Sangrim.

Sangrim pun menutup matanya. Ia mendengar pintu rumahnya dibuka untuk beberapa menit, namun akhirnya pintu rumahnya ditutup kembali.

KRIING KRIING

Hyuk dan Sangrim membuka matanya. “Eehm” Eunhyuk berdehem lalu menarik kembali wajahnya yang sudah hampir mengenai wajah Sangrim lalu mengangkat telefonnya.

“Yoboseyo?Ne. Sekarang?Arasseo.” Eunhyuk lalu menutup telefonnya. “Maaf aku harus-“

“Pergilah.” Sangrim tersenyum. Eunhyuk sempat terdiam lalu ia tersenyum dan pergi meninggalkan Sangrim.

Sangrim kembali menghela nafasnya, namun kali ini lebih panjang. Sangrim sempat berfikir saat Eunhyuk hendak mencium Sangrim bahwa Eunhyuk benar-benar mencintainya, namun pikiran itu segera hilang saat Eunhyuk pergi dari rumahnya karena pekerjaan yang tiba-tiba menuntutnya untuk pergi.

Sangrim menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.

“Should I do this or should I leave him and change my destiny?”

 

~~

 

Kyuhyun segera menutup pintu rumah Sangrim setelah melihat kedua pasangan itu hendak berciuman di ruang tamu. Kyuhyun sebenarnya hanya ingin bertanya pada Sangrim apakah Eunhyuk sudah bangun, namun sekarang ia menyesal mengapa ia membuka pintu rumah Sangrim.

Ia tidak ingin terjadi, meskipun ia bisa dikatakan butler yang kurang ajar jika ia mengatakan bahwa ia sangat tidak menyukai saat Eunhyuk sedang bersama Sangrim.

Kyuhyun selalu merasa sangat sedih jika ia melihat wajah Sangrim yang lesu setiap kepergian Eunhyuk karena pekerjaannya.

Kyuhyun masuk ke dalam mobil milik tuan mudanya itu yang biasa ia setir, lalu membanting kemudi dengan keras.

Tanpa ia sadari sesuatu yang hangat membasahi pipinya. Meskipun hal ini sudah sering terjadi padanya, namun hari ini rasa sakit yang ia rasakan lebih dari biasanya.

Ia tidak suka jika melihat orang yang sudah sering membuat Sangrim sedih menyentuhnya. Apalagi saat Kyuhyun melihat Eunhyuk ingin mencium Sangrim.

Kyuhyun memandang pintu rumah Sangrim yang tertutup rapat. Ingin sekali ia masuk ke dalam rumah itu lalu menarik Sangrim ke pelukannya, namun sayangnya hal itu tidak pernah terjadi, dan tidak akan pernah terjadi.

Kyuhyun sangat tahu dan mengerti bahwa Sangrim mencintai Eunhyuk. Kyuhyun sudah berulang kali ingin menghilangkan fakta itu, namun nyatanya ia tidak bisa.

Saat Sangrim berada di mobil, Kyuhyun hanya menyemangatinya dengan mengatakan bahwa Eunhyuk mencintainya, namun dalam hati Kyuhyun ia sangat ragu akan fakta bahwa Eunhyuk mencintai Sangrim.

Namun satu yang ia tahu, ia sangat mencintai Sangrim. Bahkan jika bisa ia ingin sekali mengambil posisi Eunhyuk di hati Sangrim, namun itu tidak pernah terjadi.

Kyuhyun ingin sekali menggenggam tangan Sangrim yang kecil dan memainkannya bersama jari-jarinya. Kyuhyun ingin sekali menyingkap rambut Sangrim dan melihat Sangrim tersenyum bersamanya. Kyuhyun ingin sekali menikmati waktu bersama Sangrim saat mereka berdua mengobrol. Kyuhyun saat ingin untuk melindungi Sangrim dengan seluruh kekuatannya.

But, it never happens.

A servant will never have something special with a princess unless if God decided to.

Kyuhyun tidak bisa membuang perasaannya pada Sangrim. Ia terlalu mencintainya.

Semunya dimulai saat kedua mata coklat milik Sangrim menatap Kyuhyun dan seakan mata itu menyuruhnya untuk masuk ke dalam hidupnya.

 

“Appo!” Teriak gadis itu sambil memegangi kakinya.

“Mian,” Kyuhyun memijit lutut seorang gadis yang tidak sengaja ia tabrak dengan mobilnya dengan sebuah kapas yang sudah dibasahi dengan betadine.

Gadis itu meringis kesakitan, Kyuhyun sendiri juga merasa perih melihat luka di lutut gadis itu yang belum bisa berhenti mengeluarkan darah.

Kyuhyun yang terburu-buru tidak sengaja menabrak gadis itu sehingga gadis itu jatuh dan lututnya tergores aspal.

“Maafkan aku tidak melihatmu. Aku terlalu terburu-buru sehingga tidak sengaja menabrakmu.” Kedua mata coklat itu langsung menatap mata Kyuhyun.

“Kwenchana. Aku pikir aku sudah lebih baik sekarang. Kau harus pergi, katamu kau sedang terburu-buru, aku tidak mau kau terlambat.”

Kyuhyun masih mematung dan tidak bisa melepaskan pandangannya dari kedua mata itu.

Kyuhyun menggeleng lalu membuyarkan lamunannya “Tidak apa-apa. Aku harus merawatmu dulu. Ini semua salahku karena tidak memperhatikan jalan.”

Kyuhyun kembali memfokuskan dirinya pada lutut gadis itu.

“Terima kasih telah membantuku.” Gadis itu berkata. “Sebaiknya kau pergi sekarang, kau akan terlambat nanti. Lututku tidak apa-apa,kok. Hanya luka biasa.”

Gadis itu berdiri dan berjalan, namun hanya beberapa meter saja ia sudah ingin terjatuh. Kyuhyun menopang tubuh gadis itu agar tidak terjatuh. “Lututmu masih belum sembuh dengan sempurna, kau ingin kemana? Biar aku antar,”

“Ani, tidak usah. Aku bisa jalan sendiri. Kau sebaiknya pergi, jangan sampai terlambat,”

“Aku memaksamu,”

Gadis itu kembali menatap Kyuhyun dengan tatapan yang entah bisa membuat Kyuhyun merasa sedang berada dalam keadaan terbaiknya.

“Tapi aku tidak ingin merepotkanmu,”

Kyuhyun menggeleng “Aku bisa mengundurkan waktuku dan jangan khawatir aku tidak akan terlambat.” Gadis itu lalu menurut dan masuk ke dalam mobil Kyuhyun.

“Kau mau kemana?”

“Ke mansion ini,tolong.” Kyuhyun menerima sepucuk kertas yang diberikan gadis itu.

“Well, our destination is the same young lady.” Kyuhyun berkata. Gadis itu pun tersenyum.

“Oh ya, namamu siapa?” Kyuhyun bertanya.

“Jung Sangrim, panggil saja Sangrim. Kau?”

“Cho Kyuhyun.”

Setelah 20 menit berkendara akhirnya mereka sampai juga di mansion yang gadis itu tujukan. Kyuhyun membantu Sangrim untuk berjalan dan masuk ke dalam mansion itu agar ia tidak terjatuh.

Mata gadis itu langsung menangkap sosok yang sedang duduk di sebuah sofa panjang yang terlihat mahal yang ada di dalam mansion tersebut. Sosok itu yang merasa seseorang sedang mengamatinya segera menoleh lalu berdiri.

“Ya, Cho Kyuhyun! Mengapa kau lama sekali?” Sosok itu berjalan menuju Kyuhyun yang berdiri disebelah Sangrim.

Sangrim sedikit takut dengan tatapan tajam sosok namja itu, sehingga ia memundurkan dirinya. “Siapa gadis ini? Bukankah kau tahu jika ibuku tidak menyukai siapapun datang ke rumah ini tanpa izinnya?!” Sosok itu mengeraskan volumenya.

Kyuhyun membungkuk pada sosok itu “ Maafkan saya, tuan muda. Tadi saya tidak sengaja menabrak gadis ini sehingga lututnya terluka, lalu saya ingin mengantarkan gadis itu dan ternyata tujuannya adalah ke tempat ini,”

“Apa?Kau-“

“Oh, akhirnya kau datang.” Ibu tuan muda itu berjalan keluar dari sebuah ruangan dan segera menghampiri Sangrim. Sangrim membungkuk sambil tersenyum.

“Ibu kau mengenal gadis ini?”

Ibu tuan muda itu mengangguk “Dia model baru yang ibu rekrut untuk menjadi model terbaru desain ibu.”

 

Kyuhyun masih ingat pertama kali saat mereka bertemu. Kyuhyun merasakan cinta pada pandangan pertama padanya, namun Sangrim memilih sebaliknya. Sangrim malah mencintai Eunhyuk, dan Eunhyuk mencintai Sangrim.

Namun sekarang Kyuhyun merasakan hal yang janggal dari Eunhyuk. Entah apa, namun perasaannya mengatakan bahwa perasaan Hyuk pada Sangrim telah pudar.

Kyuhyun cepat-cepat menghapus air matanya ketika melihat Eunhyuk keluar dari rumah Sangrim.

“Antar aku ke kantor.” Dan seperti biasanya, hubungan mereka kini dibatasi oleh pekerjaan Eunhyuk.

Kyuhyun menyalakan mobil dan segera mengantar Eunhyuk menuju kantornya.

 

–Kyuhyun you can’t deny your destiny. Sangrim fell in love with Hyuk wasn’t a mistake. But it’s a destiny. Just believe that there will be miracle that happen with you so you’ll have Sangrim in your hands—

 

~~

 

“Apa??Roma?!” Sangrim membelalakkan matanya dan menaikkan volume suaranya.

“I’m shocked too, but.. I can’t deny it..” Eunhyuk menghela nafasnya. Terdapat sebuah keletihan dibalik kata-katanya itu. “When?” Sangrim bertanya.

“Today.”

“WHAT?!?!” Sangrim kembali menaikkan volume suaranya. Ia tidak menyangka, setelah Eunhyuk mengatakan ia mencintai Sangrim tadi malam, sekarang ia akan pergi meninggalkannya ke Roma?

But..” Sangrim menundukkan kepalanya dan mengecilkan suaranya, namun kata-katanya barusan tetap bisa terdengar oleh telinga Eunhyuk.

Eunhyuk tersenyum lalu mengangkat dagu Sangrim “I’ll come home safely, hon. No need to worry..and then we’ll arrange our marriage, remember?” Sangrim mengangguk. Benar, kemarin malam mereka berdua telah memutuskan untuk menikah secepatnya.

Eunhyuk membelai pipi Sangrim lalu mendaratkan sebuah ciuman disana. “Take care of yourself. “

“I will.” Sangrim tersenyum “Aku menyuruh Kyuhyun untuk bersamamu di Seoul selama aku pergi 2 minggu, dan aku akan pergi dengan Siwon. Jangan lakukan macam-macam jika kau tidak ingin calon suamimu ini membuatkan anak untukmu.”

Sangrim memukul dada bidang milik Eunhyuk sambil menahan tawanya “And if I did?” Sangrim bertanya.

Eunhyuk menaikkan satu alisnya “Punishment for you.” Eunhyuk berkata di telinga Sangrim, yang membuat Sangrim bergidik ngeri dan menyesal mengapa ia mengatakan kata-kata itu barusan.

“Siwon-ah,” Eunhyuk memanggil butler berpakaian rapinya itu untuk membawakan barang-barangnya. “Make sure you lock your house when you leave.” Sangrim mengangguk.

“Be careful.” Sangrim membenarkan letak dasi Eunhyuk itu kembali di tempatnya. Eunhyuk membalasnya dengan sebuah senyuman sebelum akhirnya ia melangkahkan kakinya pergi dari rumah Sangrim.

Sangrim melambaikan tangannya kepada Eunhyuk yang kini sedang menatapnya di balik kaca limousine nya itu.

Dan kepergiannya menghasilkan sebuah helaan nafas dari Sangrim. Untung saja Sangrim tidak meneteskan air matanya. Jujur, Sangrim ingin sekali menangis jika bisa. Ia sangat membenci perpisahan, dan 2 minggu itu tidak sebentar.

Saat Sangrim sudah hampir mempercayai seluruh kata-kata Eunhyuk, kini Eunhyuk meninggalkannya karena sebuah pekerjaan. Dan hal itu membuat hati Sangrim kembali gunggah, apakah Eunhyuk mengatakannya dengan fakta sebenarnya atau..

Ia hanya berkata saja?

 

~~

Mata Sangrim masih melekat pada jalanan Seoul yang hari ini bisa dibilang sepi. Ia masih melamunkan hal yang sama, dan ia tidak henti-hentinya menyuruh otaknya itu untuk berbohong dan mengatakan bahwa sebenarnya Eunhyuk benar-benar mencintainya, padahal jawaban sebenarnya sendiri ia belum mengerti.

Kyuhyun yang duduk disebelahnya itu menyetir mobil dengan pelan, dan Sangrim bisa merasakan bahwa Kyuhyun berulang kali meliriknya.

“Kwenchana?” Kyuhyun membuka mulutnya.

“Hm,” Sangrim menjawab singkat.

“Tuan muda hanya pergi 2 minggu, ia tidak akan melupakanmu.”

“Aku tahu.”

Kyuhyun menghela nafasnya. Ia tahu ada sesuatu yang sedang mengganggu Sangrim saat ini.. sesuatu yang tidak bisa Kyuhyun mengerti.

“Sangrim-ssi..” Sangrim menoleh pada Kyuhyun “Apakah kau merindukannya?”

“Tsk,” Sangrim mendesis pelan “Ia baru saja pergi beberapa jam yang lalu, mengapa aku merindukannya?”

“Aku hanya bertanya.” Kyuhyun sesekali melirik jalan agar mobil yang mereka tumpangi tidak mengalami kecelakaan.

“Mian,” Sangrim memegang dahinya “Aku hanya berfikir sesuatu..” Kyuhyun menaikkan satu alisnya dan berharap agar Sangrim bisa menceritakannya lebih, namun Sangrim hanya diam dan kembali meletakkan matanya pada jendela mobil.

 

~~

 

Kyuhyun memperhatikan Sangrim yang tidak hentinya menuangkan bir pada gelas yang ia pegang. Ini sudah gelas yang ketujuh, namun sampai sekarang Sangrim belum mabuk juga.

Sangrim kembali menuangkan bir pada gelas kedelapannya, dan kini tangan Kyuhyun memegang lengan Sangrim.

“Keulmanhae. Nanti kau mabuk.” Sangrim menatap Kyuhyun sinis lalu melepaskan genggaman Kyuhyun di lengannya.

“Aku kesini memang berniat mabuk, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun melihat Sangrim dengan iba.

“Apa yang terjadi denganmu, Sangrim?”

Sangrim membelalakkan matanya lalu menaruh gelasnya itu ke meja dengan keras. “APA YANG KAU TAHU, HAH??!”

Sangrim lalu kembali menuang bir pada gelasnya. Dan Kyuhyun tidak menghitungnya kali ini. Kyuhyun menatap Sangrim.

“How can a princess like you turn like this ? What happen to you until you let all your stressed in that glass? Is your love in misery ? I think it’s only me who experience that.”

Sangrim meletakkan gelasnya kembali ke meja. Matanya menatap datar gelas yang dipegangnya itu. Tak disadari setetes air mata membasahi pipinya.

“My love is in misery Cho Kyuhyun..” Sangrim menoleh pada Kyuhyun dan menatapnya dengan tatapan yang menyedihkan. Air mata Sangrim tak henti-hentinya mengalir “Our relationship is vurnerable..”

Kyuhyun bisa mengerti perasaan Sangrim sekarang. Ia sangat menginginkan Eunhyuk 2 tahun yang lalu. Yang ceria dan sangat menyayanginya. “I onced dream about an eternal love but.. I think I got the opposite.”

Kyuhyun memiringkan kepalanya, menunggu agar Sangrim kembali melanjutkan kata-katanya “Our love can broke just with one touch,”

Kyuhyun menepuk-nepuk punggung Sangrim ketika melihat air mata Sangrim mengalir dengan deras. “I don’t want that..I love him.” Kyuhyun menarik Sangrim ke pelukannya saat Sangrim mulai terisak.

Kyuhyun selalu ingin situasi seperti ini. Saat ia bisa memeluk sangrim seerat yang ia mau di dekapannya, memberikannya kehangatan dan kenyamanan di pelukannya. Sayangnya takdir tidak memberikan yang ia inginkan. Kyuhyun memeluk Sangrim hanya untuk memberinya kenyamanan dan agar ia tidak menangis lagi, bukan dengan fakta bahwa Sangrim adalah milik Kyuhyun.

Kyuhyun mengelus rambut Sangrim, berharap agar ia tidak menangis lagi.

 

“I love you..but you will never know my heart, Jung Sang Rim.”

 

~~

 

Sangrim memegangi dahinya dan segera duduk di tempat tidurnya. Hal terakhir yang ia ingat adalah ia berada dalam pelukan Kyuhyun yang hangat dan ia digendong olehnya ke mobil.

Ia rasa ia mabuk dan Kyuhyun mengantarkannya pulang. Sangrim melangkahkan kakinya menuju lantai bawah rumahnya.

“Apakah kau merasa baikan, Sangrim-ssi?” Sangrim melihat Kyuhyun yang sedang berdiri di depan tangga “Aku baik-baik saja tapi-“

“Maaf aku masuk tanpa izin, tuan muda memberikan kunci cadangan rumahmu agar aku bisa masuk,”

Sangrim menggeleng. “You can sit if you want to,” “Aku tidak apa-apa,aku merasa tidak sopan jika melakukannya.” Sangrim tersenyum. “Arasseo.”

“Is your love in misery? I think I’m the only one who experience that.” Tiba-tiba otak Sangrim mengingat kata-kata Kyuhyun tadi malam.

“Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun menoleh. “Apa yang kau maksud dengan itu?”

“Dengan apa?”

 

~~

 

Sangrim kembali meneguk Americano nya itu. Sesekali ia melirik Kyuhyun yang sama sekali belum menyentuh cappuccino nya.

“You left it cold.” Sangrim berkata.

Kyuhyun segera membuyarkan lamunannya lalu meminum cappuccino nya.

Keadaan menjadi sangat aneh dan tidak ada yang berani membuka mulutnya sekarang. Sangrim masih ingat dengan jelas saat Kyuhyun mengatakan bahwa ia mencintainya tadi pagi.

Memang Sangrim terkejut, namun ia membalasnya dengan sebuah senyuman.

“If you love me I’m sorry I can’t love you back. There’s only Lee Hyukjae in me.”

Kata-kata yang diucapkan Sangrim tadi pagi kepada Kyuhyun itu membuat Kyuhyun tiba-tiba keluar dari rumah Sangrim dan masuk ke dalam mobil.

Sangrim tidak ingin menjadikan suasana menjadi semakin buruk, maka ia mengajak Kyuhyun untuk pergi ke café . Namun tak disangka mengajaknya kesini malah membuat keadaan memburuk.

Sangrim menaruh matanya pada kaca disebelah tempat duduknya. Ia melihat jalanan Seoul dan mobil-mobil yang memakirkan mobilnya pada café ini.

“I still remember the first time when Hyukjae ask me to date in here. I thought it was crazy but then I realize I’ve falling in love with him.”

Sangrim menoleh pada Kyuhyun dan melihat Kyuhyun sedang menatap jalanan Seoul juga. Sangrim tersenyum. “We can’t rot in here. Let’s go.” Sangrim bangkit dari tempat duduknya lalu menarik pergelangan tangan Kyuhyun.

 

~~

Sangrim yang masih menyunggingkan senyumnya itu kini memegangi satu per satu kunci yang ada di Namsan Tower.

Ia juga membaca beberapa surat cinta yang sudah couple Korea tulis disini.

Sangrim lalu terkejut menemukan gembok berbentuk hati bewarna pink soft dengan tulisan di bawahnya.

Jaerim yeowonhi” Kyuhyun pun ikut membaca surat itu dan air matanya hampir menetes melihat itu. Karena tulisan itu adalah tulisan Eunhyuk dan Sangrim 2 tahun yang lalu.

“And I still remember about this when I-“

“Stop.” Sangrim menoleh pada Kyuhyun yang kini matanya berkaca-kaca. “I know you have soo much memory with him but can you please stop telling about it?”

“But I just-“

“Please, don’t you know?I already say it this morning.”

.

.

“I love you.”

“But I’m sorry i-“

“You can’t love me back,did you?” Sangrim mengangguk. “So who did help you 2 years ago?Who?!Who did take you to that mansion?Huh?WHO?!Can you please..think abut it once again?” Kyuhyun berteriak yang membuat beberapa orang di namsan melihat mereka.

“It’s a past, Cho Kyuhyun. Please, forget about it.”

“Forget about it?How can you forgert you first love?” Mata Sangrim mulai berkaca-kaca kali ini. Ia tidak percaya bahwa selama ini Kyuhyun sangat mencintainya.

“I love you until now, and you have dated with that man who makes you cry, who makes you feel empty and uncomfortable, and you didn’t know I exist and I can make you feel better with me.”

Kyuhyun mulai meneteskan air matanya. “So what did you want?” Sangrim bertanya.

“I know you like the back of my hand. Altough I never have you but I know you. So please..”

Sangrim menahan nafasnya dan mendengarkan apa yang ingin Kyuhyun katakan.

“Marry me.”

 

~~

 

Sangrim memperhatikan bayangannya di kaca. Ia tidak percaya hari ini akhirnya datang juga. Sangrim menoleh ke belakang ketika melihat Kyuhyun masuk ke dalam ruangannya.

Kyuhyun tersenyum “You ready?” Sangrim menghela nafasnya “I don’t know..”

“So you’ve decided?”

“Hmm”

 

~~

 

Sangrim berjalan di atas karpet merah yang terpampang luas di hall besar ini. Ia tidak menyangka bahwa ia akan menikah. Sangrim sesekali menoleh pada ayahnya yang kini memegang erat lengan Sangrim, merasa sangat sedih untuk melepaskannya namun sangat bahagia bahwa sebentar lagi Sangrim akan hidup bersama orang yang ia cintai.

Di kejauhan Sangrim melihat sosok laki-laki gagah dengan jas yang didesain oleh Alexander Amosu dan sepatu mahalnya dari Andre Leon Talley.

Sosok itu tersenyum kepada Sangrim.

“So you’ve decided?”

Tiba-tiba suara Kyuhyun terngiang diotak Sangrim. Sangrim lalu menggeleng, membuat sosok di depan altar itu bingung melihat Sangrim yang baru saja menggeleng.

Ayah Sangrim tersenyum kepada Sangrim sebelum akhirnya ia meninggalkan Sangrim sendirian bersama sosok di depannya itu. Sosok itu kembali tersenyum, membuat kenangan 2 tahun yang lalu bersamanya terputar kembali.

“I know you like the back of my hand. Altough I never have you but I know you. So please..”

“Marry me.”

“Is your love in misery? I think I’m the only one who experience that.”

“Well, our destination is the same young lady.”

“Forget about it?How can you forgert you first love?”

“So who did help you 2 years ago?Who?!Who did take you to that mansion?Huh?WHO?!Can you please..think abut it once again?”

“Please, don’t you know?I already say it this morning.”

“I love you.”

Sangrim menatap mata Eunhyuk. Sosok di depannya itu menatapnya dengan tatapan tulusnya. Tatapan yang sudah lama ia tidak pernah lihat.

Sangrim sama sekali tidak memperhatikan laki-laki yang sedang mengucapkan janji suci kepada Eunhyuk, Sangrim terus melamun.“I do.” Eunhyuk berkata. Sangrim meneteskan air matanya, lalu menoleh pada sosok yang kini duduk diantara para undangan. Sosok itu menatapnya dengan berkaca-kaca. Seakan menyuruhnya untuk turun dari altar itu lalu berlari menuju sosoknya, dan mereka hidup bahagia selamanya.

Namun Sangrim tiidak tahu apa yang harus ia lakukan.

“I do.”

Para undangan menepuk tangannya bahagia sementara Kyuhyun masih terduduk lemas. Ia telah melepaskan orang yang disayanginya. Ia tidak melakukan apa-apa saat Sangrim mengatakan ia setuju untuk menikah dengan Eunhyuk dan hidup bahagia selamanya dengannya.

Dan hati Kyuhyun terasa semakin sakit saat ia melihat Sangrim dan Eunhyuk bergandengan tangan. Seakan menyatakan bahwa Sangrim adalah milik Eunhyuk, dan Eunhyuk adalah milik Sangrim.

Kyuhyun terisak. Ia menatap Sangrim dengan datar.

“I’m sorry.” Kyuhyun mengatakannya dari kejauhan. Sangrim menatap Kyuhyun lalu air mata Sangrim mengalir dengan deras.

“I love you, Cho Kyuhyun.”

 

 

“I know you like the back of my hand. Altough I never have you but I know you. So please..Marry me.”

“And what makes you say that?”

“Jung Sang Rim, I love you. I do.”

“But I don’t, and I’m sorry.”

“So let’s make this two week ours. Just ours. To prove that I really love you.”

 

Sangrim tidak menyangka bahwa dalam dua minggu saat Eunhyuk di Roma hatinya mampu menerima Kyuhyun. Sangrim mencintai Kyuhyun, namun ia juga mencintai Eunhyuk.

Sangrim tidak pernah merasa nyaman saat bersama Eunhyuk. Dan Kyuhyun membuatnya merasakan hal itu.

Namun Sangrim harus mengambil keputusan.

Antara ia harus menikahi Eunhyuk atau meninggalkannya dan menikah dengan Kyuhyun.

Jung Sang Rim regret it.

Cho Kyuhyun regret it.

They both regret why they ended it like this. Cho Kyuhyun should have pull Sangrim to his embrace, but he doesn’t do it. Jung Sang Rim should have ended her relationship with Eunhyuk and go with Kyuhyun.

But none of them do that.

Jung Sang Rim and Cho Kyuhyun you should have done that because if you do you’ll never regret it forever.

A servant will never have something special with a princess unless if God decided to.

Now that sentence is granted. Cho Kyuhyun, you got what you say.

 

 

 

-THE END-

 

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: