Mauve Classic

 

nhjk

Mauve Classic

Author : @heenimk

Mauve Classic

Cho Kyuhyun, Eun Aeryung | Romance, Angst | Oneshot

***

Namja itu menundukkan wajahnya semakin dalam. Sementara langit meneteskan ribuan air hujan seakan menggiring satu-persatu langkah kaki menjauhi tempat itu. Bukit di utara Nowon, tempat yang indah bagaikan keluar dari sketsa lukisan. Sebuah bukit dengan hamparan pemandangan hijau dan segar… Tempat favorit gadisnya.

“Oppa, rasanya aku ingin terus berada di sini… Kau tahu? Ini tempat favoritku karena dekat dengan kota kelahiranmu.”

“Kyuhyun-ssi, kau tidak mau pergi? Hujannya deras sekali.” Tanya seseorang, terdorong rasa iba melihat kondisi namja bernama Kyuhyun itu. Nyaris separuh badan jas yang Kyuhyun kenakan basah kuyup.

Seperti tak mendengar, Kyuhyun tetap bergeming.

Tak sepatah kata pun sanggup keluar dari bibirnya yang terus terkatup rapat. Binar yang biasa terlihat di kedua matanya pun meredup dan berganti dengan tatapan kosong. Seakan tak ditemukan tanda-tanda kehidupan di sana, kecuali kenyataan bahwa sepasang paru-parunya masih membutuhkan oksigen. Mendesak kebutuhannya untuk bernafas.

Perlahan sebongkah kenangan dari masa lalu menyeruak… Membuat perasaannya kian sesak hanya dengan mengingat hal kecil tentang gadis itu.

“Oppa, kau suka?”

Gundukan tanah di hadapan Kyuhyun mulai becek oleh hujan. Menyisakan helaian bunga yang layu karena diguyur berjuta tetesan dari sumber utama kehidupannya, air.

“Oppa, berjanji lah, kau tidak akan meninggalkanku… Jangan pernah membuatku cemas, jangan sekali pun oppa mencoba hilang dari jarak pandangku, jangan melukai dirimu sendiri, dan jangan berhenti memikirkanku. Kau harus mengingatnya paling tidak yang terakhir tadi, oppa. Arasseo?”

Kyuhyun menatap kelam pemandangan di hadapannya. Masih ia ingat jelas, nada suara gadisnya yang terdengar egois tetapi sarat perhatian saat mengucapkan sederet kalimat terpanjang tanpa jeda yang pernah ia dengar.

Diambilnya kelopak mawar putih yang berada tepat di samping kakinya berpijak. Entah karena hawa dingin daerah Nowon telah mematikan fungsi indra perabanya jauh dari kata normal, Kyuhyun tak merasakan apa pun saat mengangkat helaian berwarna putih sedingin es ke genggamannya.

“Aish, aku tidak suka mawar merah, oppa… Apa kau masih sulit mengingat jika yang kusukai adalah yang berwarna putih?”

Hari itu, tepat dua tahun mereka bertemu sekaligus hari keduanya mengikrarkan status mereka dalam sebuah pertunangan. Hal yang lumrah bagi gadis berusia 22 tahun, memakai gaun cantik dan berdandan untuk menemui namja yang akan menyematkan benda penanda ikatan mereka. Tapi hal itu tak berlaku bagi gadisnya.

Ruangan bercat putih yang menjadi saksi pertemuan mereka berdua tak banyak berubah. Dan gadisnya lebih memilih melakukan ritual kecil pertunangan mereka di ruangan itu, sebuah kamar mungil di Seoul Hospital. Rumah kedua gadisnya. Gadis itu hanya berdandan sederhana namun tetap memikat di mata Kyuhyun.

“Kau tahu, oppa. Bertemu denganmu membuatku bersyukur bahwa aku hidup.”

“Setidaknya karena aku terkurung di ruangan kecil ini, aku bisa bertemu denganmu, oppa.”

Selang beberapa hari kemudian kondisi gadis itu memburuk.

Bagaikan mimpi buruk yang datang tiba-tiba, menghempaskan Kyuhyun jatuh dari angan-angan indah yang telah ia susun bersama gadis itu, gadisnya.

Kejadian yang tidak ia inginkan seumur hidupnya terjadi. Hal yang membuatnya membenci kenyataan hidup…

Malam di mana mereka bertengkar hebat.

“Kau tuli? Aku membencimu, oppa! Harus berapa kali kubilang agar kau mengerti?!”

Dengan bodohnya Kyuhyun merasa terluka mendengar ucapan yang meluncur dari bibir gadisnya. Sekejap Kyuhyun merasa pengorbanannya selama ini sia-sia. Seperti seorang yang bodoh, setiap malam menunggu di samping tempat gadis itu berbaring sambil terus berdoa agar kondisi gadisnya membaik. Menempatkan keselamatan gadis itu di atas segala-galanya, seakan keberadaan gadis itu lah alasan kuat baginya untuk hidup.

Harusnya Kyuhyun bisa menangkap maksud sebenarnya di balik perlakuan aneh gadisnya malam itu. Dibanding mementingkan egonya dan balas meneriaki gadis itu dengan perkataan yang bahkan tak pernah terbayangkan sanggup terlontar dari bibirnya…

“Kau pikir aku mau bersama denganmu?! Berhenti lah membuatku kerepotan dengan penyakitmu itu, Eun Aeryung!”

“Kyuhyun-ssi, kau tidak apa-apa?” Seorang pria paruh baya menghampiri Kyuhyun. “Kami akan pergi setelah ini. Kau yakin masih ingin di sini?”

Kyuhyun bergeming, tak menghiraukan semua pertanyaan yang jelas-jelas tertuju padanya. “Aeryung-ssi tidak akan senang jika kau meratapi kepergiannya seperti ini, Kyuhyun-ssi.” Pria itu berujar lirih. Nihil, tak terdengar jawaban dari Kyuhyun.

Pria paruh baya itu mendesah, tersadar semua perkataannya tak mampu menggerakkan namja di hadapannya. “Arasseo… Kami duluan. Menyusul lah setelah ini, Kyuhyun-ssi.” Ujar pria itu kemudian menghilang di balik kemudinya.

Kyuhyun masih dalam posisinya semula. Setengah terduduk di tengah hujan.

Teringat sesuatu, perlahan dirogohnya saku jasnya.

Merasa menemukan apa yang ia cari, Kyuhyun berlari kecil, berteduh di bawah pepohonan rindang tempat keduanya dulu biasa menghabiskan waktu bersama. Bangku putih kesukaan gadisnya bahkan tak berubah, tetap sama berada di bawah rimbunan pohon.

Ditariknya keluar sebuah gulungan kertas yang tertahan oleh sebuah cincin di tengahnya. Eomma gadisnya sendiri lah yang menyerahkan padanya gulungan kertas itu.

“Kyuhyun-ah, malam sebelum kejadian itu… Aeryung menitipkan ini untukmu.”

Wangi lylac menyeruak saat Kyuhyun membuka gulungan kertas berwarna lembayung muda yang cantik. Kedua belah bibir Kyuhyun bergerak menggumamkan sesuatu… Membaca satu-satunya kalimat pendek yang tertulis di atas kertas itu,

“Saranghaeyo… Aku mencintaimu, Kyuhyun oppa.”

Endㅡ

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: