I Got You Back

cvxz

Author: haracheonsa

Tittle: I Got You Back

-Cho Kyuhyun | Baek Yoon Hee | Super Junior Members

Length: Oneshot | Romance

Inspired: Jay Park’s Song-I Got Your Back

 ***

Now let’s break up

Let’s not meet again

Even if sometimes were sad

We can only smile at the memories

Lastly, I’ve nothing else for except this

Let’s live in pretense and denial from now on

Someone told me that memories are beautiful

But that was then lie

It was all lie

Like the happiness with you

I’ll leave all the happiness with you

So that you’ll be able to smile

I’ve always lived for you

I know you better than anyone else

Now I’ll have to send you off for your own happiness

Forgetting the love we have shared

Let’s live like that

(Let’s Break Up-Lee Seung Gi)

 

***

YOON HEE POV

 

Ada kalanya aku merasa kalau diriku tak pantas untuk kau cintai. Tak begitu pantas untuk terus berada di sisimu, berjalan berdampingan denganmu dan menjadi orang yang special bagimu. Orang yang sempurna seperti dirimu, seharusnya mendapatkan sesorang yang setidaknya menyaingi kesempurnaanmu.

Bukannya memilih aku yang tidak ada apa-apanya ini. Ibarat sebuah bintang, kau begitu menyilaukan karna sinarmu sedangkan aku hanyalah sebuah bintang dengan cahayanya yang meredup.

Kau harus tahu, aku begitu beruntung bisa mengenalmu, memiliki kenangan bersamamu tapi hanya satu yang kusesali aku tak bisa mempertahankanmu. Walaupun aku memilikimu, namun terkadang aku merasa kalau kau akan terlepas begitu saja dari genggaman tanganku. Kapan saja kau mau.

Dan perasaan itu terus saja menghantuiku, membayang-bayang dalam hidupku, begitu menyiksa batinku. Cinta memang bisa membuat orang lemah menjadi kuat dan sebaliknya bisa membuat orang kuat menjadi lemah.

Yah…aku akan menjadi sosok yang lemah jika sudah berhubungan denganmu. Karna kelemahanku adalah tidak bisa menjalani hidup dengan baik tanpa kau disisiku. Namun rasa cinta ini akan bertempur melawan titik kelemahanku, karna aku ingin kau bahagia…bukan bersamaku melainkan dengan orang lain yang lebih pantas untukmu, Cho Kyuhyun.

 

***

 

A2’s DORM

Gwangjin-gu, Jayang samdong, Seoul.

 

AUTHOR POV

 

Suasana dorm A2 sepi kali ini. Tidak ada suara cekikikan dan kerusuhan dari para penghuninya, keenam member A2. Yang terdengar hanya suara televisi yang menggema di ruang tengah Girl Band yang baru saja mengeluarkan album keduanya bulan kemarin.

Gadis yang tengah duduk di sofa itu menatap layar televisi tanpa minat. Pikirannya berkelana tanpa tujuan. Layaknya sebuah rentetan film yang berputar, memori bersama kekasihnya kembali terkenang. Mengusik ketenangan pagi hari dengan rasa perih yang melingkupi hatinya saat ini.

Yoon Hee-nama gadis itu-menghembuskan nafasnya kasar, kembali ia hirup udara dengan sekali tarikan lalu ia hembuskan lagi.

Satu tarikan nafas saja, rasanya belum cukup untuk menormalkan kembali sirkulasi udara di rongga dadanya. Selalu saja seperti ini jika sudah mengingat namja yang dicintainya, Cho Kyuhyun.

Segala perasaan sakit berkecamuk di batas nuraninya, di satu sisi ia merasa takut kehilangan kekasihnya namun di sisi lain ia yakin jika tindakan yang dilakukannya nanti adalah keputusan yang benar.

Masalahnya kini apa ia akan sanggup melepaskan namja itu, hidup tanpa kekasihnya sama saja bunuh diri karna Kyuhyun seperti oksigen baginya.

Derap langkah kaki seseorang menginterupsi, Hara-lead vocal A2-yang kebetulan juga ada di dorm berjalan terseok-seok dari kamarnya menuju dapur.

Tangannya meraih gagang kulkas dan mengambil sebotol air putih lantas menenggak isinya tanpa mau repot menuangkan ke gelas terlebih dahulu.

Setelah melepas dahaganya, ia layangkan pandangannya ke arah ruang tengah tempat Yoon Hee bernaung. Alisnya nyaris bertemu, melihat dengan jelas guratan kecemasan di wajah gadis itu.

“Yoon Hee~ya!” tegur Hara memecah kesunyian, namun yang diajak bicara tidak memberikan respon apapun. Masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

Hara mendengus pelan karna tak kunjung ditanggapi oleh Yoon Hee. Langkah besarnya ia gunakan untuk menghampiri gadis itu yang masih setia dengan lamunannya. Hara bukan orang yang bersabar hati jika tegurannya tidak ditanggapi begitu saja.

“YAKK! Baek Yoon Hee!” teriak Hara sukses membuat Yoon Hee terlonjak dan tertarik kembali ke dunia nyata.

Mata Yoon Hee melotot tajam ke arah Hara karna merasa terganggu dengan teriakan Hara yang bisa saja memekakkan telinga.

“YAKK!!! Kenapa kau berteriak padaku hah? Mau membuat fungsi telingaku memburuk karna suara cemprengmu itu?” gantian Yoon Hee yang balik meneriaki, tepat di telinga Hara dengan suara yang cukup meninggi.

“Kau…beraninya menghinaku! Bahkan aku dibayar mahal untuk suara yang kau anggap cempreng ini Yoon Hee~sshi!” geram Hara kesal, disertai dengan kepercayaan dirinya yang sudah mencapai klimaks.

“Teruslah memuji dirimu sendiri Kim Hara, karna tak ada orang lain lagi yang akan memujimu” Yoon Hee mengalihkan perhatian dari lawan bicaranya, ia mengambil remote tv di meja dan mulai menggonta-ganti channel tv yang sejak tadi terbengkalai olehnya.

“Ada apa denganmu hari ini? Tidak sepertinya biasanya kau begini, memasang tampang murung. Apa ada masalah?” Hara memberondongi Yoon Hee dengan berbagai pertanyaan yang hanya ditanggapi kalimat singkat darinya.

“Bukan urusanmu!”

Balasan yang didapatkannya, jelas menyulut emosi Hara. Ia pukul kepala Yoon Hee yang menurutnya pelan namun cukup membuat yang dipukul meringis kesakitan.

“Kenapa kau memukul kepalaku hah?” desis Yoon Hee marah merasa tak terima dengan perlakuan yang didapatkannya dari Hara.

“Karna sikap kurang ajarmu Ratu Kaki Tangan Iblis! Sudah untung aku perhatian terhadapmu, tapi kau sama sekali tidak menerima niat baikku. Baiklah setelah ini jangan harap aku akan memperhatikanmu lagi”

“Aisshhh…kenapa kau seserius itu hah?  Aku hanya belum ingin bercerita tentang masalahku dengan orang lain” ucap Yoon Hee lirih di akhir kalimat. Berharap suaranya takkan terdengar jelas oleh Hara.

“Jadi kau benar ada masalah? Dengan Kyuhyun oppa?” tanya Hara hati-hati, takut kalau pertanyaannya akan memperburuk keadaan.

“Sudah kubilang aku tidak akan bercerita apa-apa denganmu. Apa itu belum cukup jelas?” Yoon Hee kesal karna nama orang yang sekarang sedang dihindarinya terucap dari bibir Hara.

Entahlah mendengar namanya saja bisa menimbulkan kengiluan dihatinya.

“Arasseo! Engg…kemana member lainnya? Mengapa sepagi ini dorm kita sudah seperti kuburan?” tanya Hara mengganti topik pembicaraan.

“Hyeki Eonni ada jadwal MC siang ini, Eun Hye menemani Donghae Oppa rekaman 6jib..dan dua magnae kita entah pergi kemana, mereka tidak bilang padaku” jelas Yoon Hee yang masih tetap fokus pada tontonannya. Meskipun acara di tv tidak menarik sama sekali untuknya.

“Kenapa kau tidak ikut pergi bersama Hyo Jin dan Yeon Ji…atau ikut dengan Eun Hye menemani suju oppadeul rekaman?”

Mata Yoon Hee mendelik tajam, giginya ikut gemertakan mendengar pertanyaan yang lagi-lagi berhasil membuat hatinya mencelos.

Sadar akan tatapan tak biasa dari Yoon Hee, membuat Hara bungkam tak berniat lagi melakukan percakapan yang bisa saja membahayakan nyawanya.

“Ara…nan arasseo!” ujat Hara mengalah, mengikuti arah tatapan Yoon Hee ke layar televisi.

Lama mereka dalam keheningan,tak ada dari kedua orang itu yang mau membuka omongan lagi. Ekor mata Hara jelas menangkap kegelisahan yang sedang mendera teman segroupnya itu, dan masalah ini pasti menyangkut si raja iblis Cho Kyuhyun itu.

Hara sangat mengerti segala ekspresi yang Yoon Hee keluarkan saat ini, pasti ditujukan pada namja yang digilainya selama 3 tahun. Hara mencibir dalam hati, apa hebatnya raja iblis itu? Kenapa banyak sekali wanita yang bertekuk lutut padanya? Termasuk dongsaengnya satu ini. Baek Yoon Hee.

“Yoon Hee~ya, aku mau pergi ke Handel&Gretel . Kau mau ikut?” tawar Hara.

“Apa yang mau kau lakukan disana? Meminta makanan gratis?” celetuk Yoon Hee yang reflek dihadiahi sebuah pukulan di kepalanya lagi.

“YAKK! Terhitung sudah dua kali kau memukul kepalaku hari ini. Kau menginginkanku gegar otak hah?” pekik Yoon Hee menahan marah, sebab tangan Hara itu sama sekali tidak bisa dijaga dan terus memukul kepalanya.

“Hanya memukul seperti itu, tidak akan bisa membuatmu sampai gegar otak babo!! Lain kali jagalah ucapanmu, aku kesana hanya untuk berkunjung jika memang diberi makanan gratis itu namanya rejeki. Dan rejeki pantang untuk ditolak!”

“Cih! Aku sudah tahu akal bulusmu itu Lucifer!!!” cibir Yoon Hee dengan nada menyindir yang kentara.

“Jadi kau akan ikut?” tanya Hara untuk kedua kalinya.

“Baiklah aku akan ikut…aku mana mungkin tahan sendirian disini, lagipula aku akan mendapatkan makanan gratis disana”

Mendengar kalimat terakhir terucap dari mulut sahabatnya, Hara mencebikkan bibirnya sebal. Namun detik berikutnya tanpa Yoon Hee sadari ada seringaian licik bermain di bibir Hara. Seperti ada sesuatu yang sedang direncanakannya!

***

 

 

S.M. ENTERTAINMENT Building

Apgujeong-dong, Gangnam-gu, Seoul

 

KYUHYUN POV

 

“Kyu…ada apa denganmu? Tidak seperti biasanya, kau kelihatan tidak berkonsentrasi pada rekaman hari ini” cerocos Sungmin hyung yang entah sejak kapan sudah duduk di sebelahku.

Yah, aku memang tidak terlalu konsentrasi pada rekaman kali ini. Berulang kali aku melakukan kesalahan..nada yang fals, lupa lirik lagu dan merasa tak bisa menjiwai isi lagu itu sepenuhnya. Membuat Lee sajangnim terus-terusan menegurku dan menyuruhku untuk mengulangi bagian yang salah.

Aisshh! Apa tanpa gadis kehadiran gadis itu bisa mengganggu system kerja otakku? Dan sekarang mana dia? Sudah lebih dari dua minggu aku tak melihatnya bahkan ia juga tak pernah menghubungiku lewat telpon, berusaha menghindariku begitu?

Bahkan sesibuk apapun aku masih sempat bagiku untuk mengirim pesan singkat untuknya, yang belakangan ini jarang sekali ia balas, sekalinya dibalas ia selalu bilang kalau ia benar-benar sibuk dan tidak bisa diganggu. Cih! Dia pikir yang sibuk hanya dirinya saja, aku juga sama sepertinya.

Apa yang sebenarnya terjadi padanya akhir-akhir ini? Aku memang tidak tahu jelas apa yang menjadi penyebabnya, tapi yang dapat simpulkan bahwa ia sedang mencoba menjauh dariku. Tapi karna apa?

Pertanyaan itu terus saja bersemayam di otakku, rasanya isi kepalaku memang diciptakan oleh Tuhan hanya untuk memikirkan dirinya. Itu berlebihan memang! Tapi segalanya akan berubah menjadi sesuatu yang berlebihan jika menyangkut gadis itu, gadis yang begitu aku inginkan dalam kehidupanku.

Sepertinya ia sangat berniat ingin membunuhku karna merindukannya. Apa ia tidak merindukanku juga? Jawabannya pasti tidak! Kemungkinannya kecil jika ia tidak rindu padaku bahkan itu nyaris mustahil kurasa melihat kenyataan betapa tergila-gilanya ia padaku. Bukan aku terlalu percaya diri tapi itu memang faktanya.

”Yakk! Kyuhyun~ah, waeyo? Kenapa kau hanya diam dan tidak menjawab pertanyaanku? Ada yang mengganggu pikiranmu saat ini?” tanya Sungmin hyung lagi yang menghujaniku dengan pertanyaan.

“Aniyo hyung…nan gwaenchana” jawabku seadanya. Kurasa bukan jawaban ini yang dapat memuaskan Sungmin hyung dan aku tahu tidak akan mungkin dapat menghentikan kekhawatirannya akan keadaanku. Tapi apa boleh buat? Aku juga tidak tahu apa yang mesti aku ceritakan padanya.

“Aisssh, kau tidak pandai berbohong Kyu. Pasti terjadi sesuatu pada kalian?” selidiknya yang seperti ingin mencari tahu akar permasalahan yang mengganggu pemikiranku. Padahal aku sendiri tidak tahu apa masalahnya.

“Kalian?? Maksud hyung siapa?” seruku pura-pura tidak mengerti siapa yang ia maksud. Sungmin hyung orang yang cukup tahu bagaimana perkembangan hubunganku dengan Yoon Hee.

“Kyuhyun~ah! Hara menyuruhku untuk mengajakmu ke Handel and Gretel!” interupsi Yesung Hyung yang tiba-tiba saja sudah ada di depan kami, tempat aku dan Sungmin hyung berbicara.

Alisku otomatis langsung terangkat, apa aku tidak salah dengar barusan? Kenapa mendadak Lucifer itu berbaik hati denganku?

“Mau apa Lucifer itu mengajakku? Ingin kencan denganku?” ujarku asal yang langsung dihadiahi pelototan tajam Yesung hyung yang menusuk mataku.

“Jangan panggil dia seperti itu bocah setan!” ancamnya yang kutanggapi dengan cengengesan khas Kyuhyun. “Dan kau perlu ingat satu hal! Gadisku tidak mungkin mengajak kencan dengan orang yang jelas-jelas masuk ke dalam daftar musuh bebuyutannya!” lanjutnya lagi yang membuatku mendengus pelan karna ucapannya.

“Lalu dia mau apa?”

“Ada masalah yang harus kalian bicarakan!”

Lagi-lagi aku mengerutkan keningku, sejak kapan aku punya hobi baru untuk mencari masalah dengan gadis itu? Dia lah yang selalu menyulut emosiku.

“Bukan dengan Hara tapi dengan Yoon Hee!” ucap Yesung hyung seolah bisa membaca pikiranku. Aku tertohok mendengarnya. Bibirku terasa kelu bahkan untuk satu kata sekalipun. Masalah aku dan Yoon Hee? Aku tidak mengerti, siapa pun itu tolong jelaskan padaku…ada apa ini?

“Pergilah Kyu! Selesaikan masalah kalian” perintah orang yang ada di sebelahku seraya memukul bahuku pelan.

Tunggu dulu! Tapi apa yang harus aku selesaikan jika masalahnya saja aku tidak tahu itu apa?

“Kajja kita pergi! Kita bisa habis jika terlambat dan membuat mereka menunggu terlalu lama”

Aku melangkahkan kakiku yang terasa berat untuk bergerak, ada sebuah perasaan yang beringsut menyusup dalam hatiku.. tidak bisa ku deskripsikan bagaimana rasanya yang jelas ini sangat menyiksa ulu hatiku. Jujur! Perasaan semacam ini menganggu setiap organ dalam tubuhku.

***

HANDEL&GRETEL

Yeouido-dong, Gangnam-gu, Seoul.

 

YOON HEE POV

 

Tanganku terus mengaduk Coffe Americano yang ku pesan tanpa berniat akan meneguknya. Menunduk sembari menatap pinggir cangkir lebih menarik dibandingkan harus memperhatikan segerombolan orang yang menyesakkan café ini.

Suasana disini terlalu ramai, tidak seharusnya memang aku memenuhi permintaan Hara eonni untuk berkunjung kemari. Bukan pemilihan tempat yang tepat untuk menenangkan hati yang sedang kacau balau karna Cho Kyuhyun itu.

Karna bukannya memperbaiki suasana hatiku malah justru memperburuk keadaanku karna kebisingan yang diciptakan dari para gadis yang senantiasa mendatangi café milik Yesung oppa ini dengan harapan bisa bertemu dengan idola mereka.

Aku melirik Hara eonni yang tertangkap oleh mataku sedang memandangi pintu masuk. Tatapan ku mengikuti arah pandangannya, tidak ada seorang pun yang aku kenali masuk melalui pintu itu. Apa ia sedang menunggu seseorang?

Dengusan itu terlontar begitu saja dari mulutnya, ia melirik jam yang melingkar di tangannya dan mendesis pelan “Awas kau Jong Woon!”

Aku paham siapa yang seseorang itu sekarang? Dan aku tahu satu hal lagi, niatnya mengajakku kemari  hanya ingin menjadikanku orang ketiga di antara mereka yang akan terus melongo menyaksikan adegan romantis yang mereka tunjukkan.

Memikirkannya saja membuatku bergidik ngeri!

“Mereka sudah datang!” serunya lengkap dengan mata bulatnya yang berbinar.

Bisa ku dengar jelas teriakan histeris dari para gadis itu, menambah kekesalan di hatiku yang secara mendadak begitu  memuncak dan bersiap ingin meledak.

Tapi…apa dimaksud dengan mereka? Sial! Seharusnya aku tahu dari awal niat busuk gadis di depanku satu ini, bukan hanya Yesung oppa yang datang tapi ada member Super Junior lainnya juga dan itu berarti aku tak mungkin lagi bisa menghindari namja itu!

Amarahku makin mencuat melihat Hara eonni yang tersenyum tanpa dosa ke arahku, kurasa tinggal menunggu hitungan detik saja aku bisa menghambur ke arahnya dan mencekik gadis itu sampai kehabisan nafas.

“OPPA! KAU KENAPA DATANG TERLAMBAT HAH? KAU KIRA WAKTUKU HANYA UNTUK MENEMUIMU SAJA” geram Hara eonni yang menciutkan nyaliku untuk menghabiskan nyawanya, nasib telingaku  lebih penting sekarang.

Gadis ini benar-benar tidak tahu malu! Apa ia tidak sadar, tatapan semua pengunjung beralih ke arah kita. Ingin menghancurkan imej A2 di mata publik?

“Tutup mulutmu itu Lucifer! Jika tidak aku akan menyeretmu keluar dari tempat ini!” balas sebuah suara yang aku yakini adalah suara orang yang aku rindukan sekaligus aku hindari belakangan ini.

Aku menegang di tempat dudukku, tak berani mendongakkan kepalaku hanya untuk memastikan apa ia ada disini. Terlalu takut untuk menatap seseorang yang kuyakini adalah Cho Kyuhyun. Dugaanku salah, bukan semua member Super Junior yang ada disini melainkan hanya ada Yesung oppa dan namja itu.

“Kau raja iblis bodoh…beraninya kau berkata tidak sopan padaku!” umpat Hara eonni seolah tak mau mengalah dari adu mulut yang sering kali mereka berdua lakukan. Sudah seperti rutinitas bagi keduanya disaat berdekatan.

“Aku lebih tua darimu, jadi kau lah yang bersikap tidak sopan! Membentak orang yang lebih tua apa itu sikap yang sopan? Apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun di sekolahmu? Lain kali gunakan mulutmu itu untuk mengucapkan kata-kata yang lebih manis Nona Kim”

“Cih! Kyuhyun oppa kau pintar sekali menasehatiku.. sementara dirimu sendiri tidak pernah menunjukkan kesopananmu di depan member Super Junior yang lain” sungut Hara yang masih ingin meneruskan pertengkaran ini jika saja Yesung oppa tidak menghentikan adu mulut ini.

“YAKK! Kalian tidak bisakah mencoba akur untuk sebentar saja. Ingin membuat pelanggan café ku kabur semua karna perang antara iblis seperti kalian!”

Bentakkan yang cukup jarang terdengar dari Yesung oppa, namun berhasil mengatupkan mulut dua orang itu. Setelahnya tidak ada lagi teriakan ataupun umpatan dari mereka, ku lihat Hara eonni yang menyeruput minumannya dengan emosi yang meledak-ledak.

“Hai…” sapanya dengan ragu kepadaku. Aku mengalihkan kepalaku ke arahnya. Senyum itu…senyuman yang bisa memberikan sensasi hangat di hatiku. Sebuah senyum yang hampir aku lupakan karna tak pernah melihatnya selama dua minggu lebih.

Sesaat aku menikmati pemandangan disebelahku, membiasakan mataku lagi dengan wajahnya yang begitu sempurna di mataku. Betapa aku merindukan segala apa yang ada di dirinya termasuk tatapan matanya kepadaku…aku suka caranya menatapku!

“Kau terlalu banyak melamun hari ini Baek Yoon Hee!” tukas Hara eonni sebelum aku menjawab sapaan Kyuhyun oppa yang sempat tertunda karna aku sibuk memuaskan kerinduanku dengan menatapnya.

Aku berdeham pelan, berusaha menormalkan suaraku yang tercekat karna keterkejutan yang ku dapatkan hari ini dan semuanya karna kau Kim Hara!

“Kemana saja kau dua minggu ini? Kenapa tidak pernah menghubungiku? Kau memang benar sibuk atau berusaha menghindariku?” Kyuhyun oppa mencecarku dengan rentetan pertanyaan yang serasa mencabut nyawaku pada saat ini juga.

Aku meneguk ludahku, membasahi tenggorokanku yang terasa pahit dan perih. Walaupun sebenarnya, hatiku yang lebih merasakan sakitnya…ucapan terakhirnya mengorek kembali kepedihan yang terasa nyata bagiku sekarang.

Aku menatap wajahnya sejanak, kemudian menunduk nyaliku belum cukup untuk memandang wajahnya lebih lama meski itu yang aku inginkan tidak…tapi aku butuhkan.

“Aku…aku”

“Sibuk latihan dan banyak tugas kuliah! Kau sesibuk apa sebenarnya hingga sampai tidak bisa membalas pesan singkatku dan menjawab telponku. Itu keterlaluan Yoonie~ya!” potongnya cepat tak memberiku kesempatan untuk menjawab pertanyaannya. Ia mendenguskan nafasnya kasar. Marahkah?

“Chakaman! Sebaiknya kalian selesaikan masalah pribadi ini di tempat lain, bukan di café yang penuh keramaian” sambar gadis di depanku ini yang mulai tegang wajahnya.

Memang tidak sepantasnya kami membicarakan masalah hubungan kami di tempat umun, ini bisa mendatangkan kabar tidak sedap di antara kami berdua.

“Ikut aku!” lagi-lagi aku tidak diberi kesempatan untuk berbicara, tangannya sudah menarikku dengan sekali gerakan. Ingin sekali aku hempaskan tanganku agar terlepas dari genggamannya, tapi semua syarafku sepertinya mengkhianati tuannya sendiri. Tak mau lagi menjalankan tugas sesuai perintah dariku.

Kami melewati pintu belakang café ini karna tak mau memicu kehebohan dari para pengunjung yang rata-rata terdiri dari para ELF-Fans Super Junior-. Bisa saja besok sudah ada gossip tak mengenakkan tentang hubungan kami mengingat status kami berdua sebagai seorang public figure. Merepotkan sekali harus menjadi sorotan masyarakat seperti ini!

***

ISLAND PARK

Near Handel & Gretel

 

AUTHOR POV

 

Angin musim semi yang bersemilir melintasi ruang lingkup antara kedua orang itu, mereka tengah duduk di bangku taman yang tampak sepi pengunjung pada tengah hari.

Suatu keuntungan bukan mereka berdua bisa mengobrol dengan sebebasnya karna tempat ini memang nyaris tidak ada yang mendatanginya.

Kyuhyun menatap lurus ke depan tanpa tahu pasti apa yang menjadi objek penglihatannya sementara Yoon Hee sendiri terus menundukkan wajahnya sembari memainkan kukunya dengan gelisah.

Keduanya terkungkung dalam keheningan yang diciptakan sendiri oleh mereka. Suara gemeriuh angin dan dedaunan yang ikut melambai karna tiupan angin lah yang mengisi kesunyian ini.

Tampaknya sepasang kekasih itu masih bersikeras pada egonya masing-masing, sibuk membangun ceritanya sendiri di benak mereka.

“Aku mengajakmu kesini bukan untuk saling berdiam diri…tapi bermaksud meminta kejelasanmu!!” Ucap Kyuhyun tetap fokus pada pandangannya semula.

“Kejelasan apa yang oppa maksud?” jawab Yoon Hee yang dibalas dengan pertanyaan juga olehnya.

“Kau…jangan berlagak tidak mengerti Yoonie~ya! Akulah yang tidak mengerti dengan perubahan sikapmu yang tiba-tiba ini, bahkan kau sekarang mengabaikan keberadaanku yang berada disampingmu. Kau berusaha menghindariku..benar kan? Apa alasannya?” nada menuntut begitu kentara di telinga Yoon Hee, setiap kata yang terucap dari bibir Kyuhyun semakin mengoyak rasa perih di ulu hatinya.

Ia tidak bisa bernafas dengan benar sekarang, kadar oksigen di dalam paru-parunya terasa menipis padahal jelas-jelas disampingnya sudah ada oksigen pribadinya.

Namja itu menyandarkan tubuhnya pada bangku taman seraya menghembuskan nafasnya kesal karna tak kunjung mendapatkan jawaban dari sang gadis yang masih membisu.

Ia memejamkan matanya sambil memijat keningnya, mengurangi sakit kepala yang belakangan ini terus menyerangnya tampa ampun.

“Yoonie~ya!” bentak Kyuhyun dengan nada meninggi membuat Yoon Hee tersentak kaget mendengarnya.

“Kau membuatku habis kesabaran..apa terlalu sulit bagimu mengatakan sebenarnya kepadaku? Aku melakukan kesalahan? Aku menyakiti perasaanmu? Atau aku berbuat sesuatu yang tak termaafkan olehmu?” sambungnya lagi sarat emosi dan penekanan pada setiap kata yang terlontar dari mulutnya.

“Let’s break up oppa…kita sudahi saja hubungan kita”

Pernyataan itu sontak membuat Kyuhyun terperangah, matanya melebar seakan ingin keluar dari kelopak matanya. Kaget. Itulah yang dapat tergambarkan dari wajah namja itu, ia tak pernah menduga sebelumnya kalimat itu akan lolos begitu saja dari Yoon Hee tanpa ia tahu dengan jelas apa permasalahan yang sesungguhnya.

Tak ada pertengkaran hebat juga tak ada masalah serius di antara mereka, jadi apa alasannya?

“Di saat seperti ini kau masih bercanda padaku?” kata namja itu menepis segala ketakutannya bahwa pernyataan itu memang benar.

“Apa aku terlihat bercanda?” balas Yoon Hee dengan dingin dan wajahnya yang datar tak ada ekspresi.

Sebuah keputusan yang berat bagi Yoon Hee untuk mengakhiri hubungan mereka, tapi tak ada lagi kekuatan di dirinya untuk mempertahankan Kyuhyun. Bukan karna rasa cintanya sudah tidak ada lagi, justru perasaan itulah yang mendesaknya..mengorbankan perasaannya demi membahagiakan Kyuhyun-nya.

Menurutnya kebahagian Kyuhyun bukanlah terletak padanya melainkan ada pada orang lain yang dinilai pantas menjadi pendamping seorang Superstar sepeti Cho Kyuhyun.

Kyuhyun mengusap wajahnya kasar, erangan frustasinya serasa mengiris hati Yoon Hee yang sedari tadi menggigit bibir bawahnya kuat..menahan air mata yang sudah mendesak keluar dari kelenjar air matanya.

“Waeyo? Kenapa kau meminta putus denganku? Apa yang salah dariku?” nada putus asa dan kecewa itu begitu miris ditelinga siapa saja yang mendengarnya. Terlebih lagi Yoon Hee, tak pernah namja itu menunjukkan sisi lemahnya pada orang lain. Tapi kali ini ia dengan mudahnya berucap dengan nada seperti itu.

Namja itu hanya memandang nanar Yoon Hee yang seolah tidak peduli dengan keperihan hatinya. Kalimat ‘Let’s Break up’ itu seperti anak panah yang dengan tepat menghujam jantungnya berkali-kali, menimbulkan sakit yang luar biasa dan mungkin tak akan ada obat yang bisa meredakannya.

‘Kau tidak salah oppa akulah yang salah karna memiliki kekasih sesempurna dirimu’

“Aku tidak memiliki perasaan apa-apa lagi terhadapmu, jadi untuk apa mempertahankan hubungan ini jika pada akhirnya kita berdua akan terluka” dengan seluruh tenaganya, ia berusaha menyembunyikan rasa sakit yang terus mendesak air matanya keluar. Dan kali ini ia mungkin bisa dianugerahi ‘Aktris terbaik’ karna aktingnya saat ini benar-benar hebat.

‘Karna aku terlalu mencintaimu, aku terluka oppa’

“Lalu kau menganggap aku orang bodoh yang akan mempercayai ucapanmu! Aku terlalu pintar untuk kau bodohi Yoonie~ya, katakan kalau semuanya adalah bohong”

‘Nyatanya kau memang bodoh Cho Kyuhyun, memilihku mungkin kesalahan terbesarmu’

“Harus dengan kata apa lagi aku menjelaskannya padamu Oppa? Aku meminta kau melepaskanku..apa itu belum cukup hah?” geram gadis itu dengan mata berkilat marah, kemarahan yang sebenarnya lebih kepada diri sendiri karna pertahanannya hampir runtuh melihat tatapan redup seorang Kyuhyun yang biasanya mempunyai tatapan evil dan dingin.

‘Jangan tatap aku seperti itu Oppa! Jika terus begini aku tidak mungkin sanggup untuk melepasmu’

“Berikan aku alasan yang masuk akal mengapa kau mengakhiri hubungan kita?” ucapnya lirih dan memandangi rerumputan yang ada dibawahnya, tak kuasa menatap gadis yang mungkin sebentar lagi akan berstatus menjadi ‘Mantan kekasihnya’.

“Maaf Cho Kyuhyun~sshi! Aku rasa alasan yang ku berikan sangat masuk akal, aku tidak mencintaimu lagi!” kata Yoon Hee dengan penekanan pada kalimat terakhirnya.

Yoon Hee bangkit dari duduknya bersiap akan pergi secepatnya dari situ sebelum isakan tangisnya tak tertahankan lagi dan akhirnya runtuh. Namun dengan sekali gerakan, tangan Kyuhyun sudah melingkar di pergelangan tangan gadis itu. Mencengkramnya kuat, tak menginginkan gadis itu pergi begitu saja setelah memutuskan hubungan mereka tanpa sebab yang jelas.

“Kau berharap aku akan melepaskanmu begitu saja, tidak Yoonnie~ya! Kau yang membuatku menggantungkan hidupku padamu, kau yang merubah pendirianku yang semula tidak percaya cinta menjadi orang gila karna mencintaimu, dan kau juga seseorang yang pertama kali begitu aku inginkan untuk hadir di dalam kehidupanku. Dan setelah itu kau mau pergi begitu saja, setelah 2 tahun kita bersama? Setelah kau berhasil mengobrak-abrik kehidupanku, tidak…kau harus bertanggung jawab atas perasaanku padamu.”

Jemari Kyuhyun masih tak berubah dari posisi sebelumnya, masih mencengkram tangan Yoon Hee kuat. Tak peduli jika gadis itu kesakitan atau apa yang jelas ia hanya ingin satu ‘hubungan mereka tidak berakhir’.

“Cinta ini mulai terasa hambar, jika kita teruskan mungkin akan berubah menjadi rasa simpati. Dan jika tetap diteruskan lagi perasaan cinta ini akan menjadi kebencian. Jadi kau akan tetap menyiksaku dengan terus berada di sisimu? Ingin terus melukaiku?”

“Iya. Tidak peduli kau suka ataupun tidak yang jelas kau harus tetap bersama Cho Kyuhyun. Dan dapat ku pastikan kau tidak akan bisa lari kemana-mana jika kita masih berada di dunia yang sama”

Yoon Hee menghempaskan tangan Kyuhyun kasar, ia menarik nafas sejenak sebelum membalas ucapan namja itu yang semakin membuat kinerja usahanya harus berlipat ganda dilakukan. Bukan saatnya ia mengeluarkan tangisan keperihan itu, ini bukan tempat yang sesuai.

“Kau egois Tuan Cho!” sergahnya tajam berbalik menatap Kyuhyun dengan tatapan yang tak kalah tajam dari kata yang keluar dari mulutnya. Tatapan itu seperti menantang lawan bicaranya, namun pada kenyataannya ia sudah hampir menyerah ketika Kyuhyun dengan sigap menarik tangannya saat ia hendak pergi tadi.

“Aku egois” ucap Kyuhyun dengan tawanya yang terkesan dingin dan menakutkan. Sekarang lah saat dimana karakter Kyuhyun sebenarnya muncul.

“Dan itu semua karnamu Yoon Hee! Kau yang memaksaku berbuat egois seperti ini, jadi jangan salahkan aku jika kau merasa tersakiti olehku. Kau..takkan pernah bisa lepas dariku, meskipun saat ini kau terlepas dari genggamanku tapi suatu saat nanti kau pasti akan kembali lagi padaku”

“Terserah apa katamu, yang jelas jangan pernah lagi menghubungiku. Dan aku harap kita juga tidak akan pernah bertemu lagi, kalaupun betemu anggap saja kita tidak pernah mengenal sebelumnya. Kurasa itu lebih baik”

“Baik untukmu belum tentu baik untukku. Bicaralah sesukamu, yang jelas aku takkan pernah melepaskanmu. Camkan itu Yoon Hee~sshi!” mata Kyuhyun menatap tepat di manik mata gadis itu, seolah mencoba mencari jawaban atas pertanyaannya. Mencari kebohongan yang diciptakan gadis itu agar bisa terlepas darinya. Tapi nol besar. Entah gadis itu memang sangat pintar menyimpan rahasianya, atau memang tak pernah ada kebohongan yang ia simpan. Kyuhyun tidak bisa memastikan itu.

“Aku pergi” ucapan itu kembali menarik Kyuhyun ke dunia nyata. Ia baru menyadari Yoon Hee~nya sudah pergi dari hadapannya dengan terburu. Menyusul gadis itu? Belum saatnya, gadis itu kini mungkin bisa pergi darinya tapi tidak untuk kesempatan yang lainnya. Kali ini ia hanya bisa menatap punggung gadis itu yang semakin lama semakin tak terlihat indera penglihatnya.

***

SUPER JUNIOR’s DORM

On 11th floor

Gwangjin-gu, Jayang samdong, Seoul

AUTHOR POV

 

Klik! Pintu dorm SUJU terbuka, muncul Kyuhyun dari balik dinding dengan tampang kusut andalannya jika sedang kesal ataupun marah.

Member lain yang menempati dorm itu hanya bisa berdiam diri, tak berani membuka suara hanya untuk sekedar menyapa apalagi menanyakan apa yang terjadi padanya.

Tanpa berbasa-basi pada hyungdeul~hya namja itu langsung masuk ke kamar dalam diam.

BLAMM! Pintu tak berdosa itu ia tutup dengan kuat dan kasar, menimbulkan suara debaman yang cukup mengangetkan para penghuni ruangan. Mereka hanya bisa saling bertukar pandang, heran atas sikap Kyuhyun malam ini.

Kalau sudah begini tandanya Kyuhyun sedang marah pada seseorang atau mengalami suatu hal yang tidak ia senangi. Semua member cukup paham akan situasi ini, situasi dimana magnae SJ itu tidak bisa diganggu oleh siapapun.

Sama saja dengan membangunkan harimau yang sedang tidur jika mengusik Kyuhyun dalam keadaannya yang seperti itu. Bisa dipastikan mereka tidak dapat menghirup oksigen dengan bebas jika menganggunya, pura-pura tidak tahu itu memang lebih baik kan?

Tapi mereka tidak bisa sejahat itu membiarkan teman segroupnya sedang ada masalah, sementara mereka bersikap tidak peduli. Jawabannya hanya satu. Sungmin. Hanya kepada Sungmin, bocah setan itu-julukan Kyuhyun-akan lebih membuka diri. Jelas saja, karna memang Lee Sungmin adalah teman sekamar sekaligus hyung kesayangannya.

“Ada apa dengan bocah itu?” tanya Eunhyuk dengan suara yang tidak jelas, karna mulutnya masih penuh dengan makanan yang belum sempat ditelannya.

Sungmin mengendikkan bahunya tanda ia tidak tahu lebih tepatnya tidak mengerti. Ia memandangi pintu kamar yang mereka tempati dengan perasaan cemas dan khawatir. Namja itu sudah bisa menebak bahwa ada sesuatu yang tidak baik telah terjadi.

“Bukankah Yesung hyung bersama Kyuhyun tadi, ada apa dengan mereka?” kali ini Sungmin yang bertanya pada Yesung. Menanyakan kepastian masalah yang tengah dihadapi oleh Kyuhyun.

“Mollaseo! Aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada mereka sebenarnya. Hara juga sama, aku kan tidak mungkin ikut campur masalah percintaan mereka..jadi aku membiarkan keduanya menyelesaikan masalahnya sendiri!” jelas Yesung dengan wajah seriusnya, nada kekhawatiran juga terdengar dari mulutnya merasa prihatin dengan masalah yang sampai berhasil membuat wajah magnae mereka sekusut itu.

“Tanya saja langsung padanya hyung!” titah Ryeowook seraya mengendikkan kepalanya, seolah member perintah pada Sungmin yang sampai sekarang masih bimbang akan masuk atau tidak ke dalam kamar itu.

Yang lain pun kut menganggukkan kepalanya, menyetujui usul Ryeowook karna hanya Sungmin yang bisa mereka andalkan saat ini.

Kaki Sungmin pun akhirnya tergerak menuju tempat Kyuhyun berada, kamar mereka. Ia memegang handle pintu dan memutarnya perlahan, kepalanya ia munculkan terlebih dahulu memastikan bahwa kedatangannya ini tidak mengganggu.

Belum ada tanggapan dari Kyuhyun ketika temannya-Sungmin-sudah melangkahkan kaki mendekatinya. Mengambil posisi di tepi ranjang agar bisa mencoba bicara dengannya.

Kyuhyun masih tetap pada fokusnya sendiri, menerawang ke langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong seperti ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Dan itu lah yang ingin dipertanyakan Sungmin selaku sahabat terdekat namja itu.

“Bagaimana? Apa masalahnya sudah selesai?” Ujar Sungmin mengintrogasi teman sekamarnya.

“Bukannya selesai masalah ini menjadi tambah runyam Hyung. Yoon Hee meminta putus dariku”

Sontak mata Sungmin melebar, menatap shock ke arah Kyuhyun yang nampak biasa saja dan malah terlihat tenang saat mengucapkannya. Tapi Sungmin tahu pasti bahwa ia tidak baik-baik saja sekarang, walaupun Kyuhyun tidak menunjukannya secara terang-terangan.

“Tapi kenapa Kyu? Kalian bertengkar?”

“Tidak! Entahlah aku juga tidak mengerti”

Tidak semudah itu Kyuhyun bisa menjelaskan apa yang terjadi di antara mereka, karna semuanya terlalu rumit untuk di pikirkan. Tanpa ada masalah, gadis itu mendadak meminta putus darinya, bahkan ia juga menginginkan kalau mereka berpura-pura tidak pernah saling mengenal.

Lelucon apa yang sebenarnya sedang dimainkan oleh gadis itu?

Ia sudah memutar otaknya, kesalahan apa yang pernah ia buat belakangan ini tapi nyaris tidak ditemukan malah menimbulkan sakit dikepalanya dan sekarang, tidak hanya kepala yang diserang melainkan jantungnya juga ikut merasakan sakit.

“Yakk! Kau bercanda? Kenapa bisa tidak tahu? Setiap keputusan yang diambil pasti ada alasannya Kyu”

“Alasan itulah yang ingin aku ketahui hyung, ia bilang dirinya tidak mencintaiku lagi..bukankah itu hanya alasan klise yang ia buat-buat? Menghindariku selama 2 minggu, dan setelah betemu langsung meminta putus. Jika hyung yang berada di posisiku apa Hyung bisa melepaskannya begitu saja?”

Kyuhyun berbicara dengan berapi-api, tak bisa menahan emosinya lagi. Untuk saat ini ia memang bisa menahan diri untuk tidak menjerit kesetanan tapi untuk selanjutnya ia tidak dapat menjamin apakah masih bisa meredam emosinya.

Sementara Kyuhyun sibuk mengatur emosinya yang hampir meluap, namja yang ada di sebelahnya terlihat memikirkan jawaban apa yang akan ia berikan atas pertanyaan Kyuhyun.

“Mungkin iya tapi mungkin juga tidak!” sahut Sungmin sekenanya.

Mata Kyuhyun menyipit, tak mengerti akan ucapan Sungmin barusan. Tidak di pungkiri memang ia sangat pintar dalam hitung-menghitung dan juga game tapi dalam urusan cinta ia dikategorikan dalam level terendah.

Tubuhnya perlahan bangun dari perbaringan, duduk di sebelah Sungmin lantas menatap lawan bicaranya dengan tatapan apa-maksudmu?

“Jika melepaskannya bisa membuat ia bahagia, aku mungkin akan merelakannya pergi. Aku tak ingin membuat seseorang yang berarti dalam hidupku terluka”

Seringaian kecil muncul dari bibir Kyuhyun mendengar pernyataan itu telontar dari mulut Sungmin. Ia bukan Lee Sungmin yang pengertian, mereka berdua memiliki pribadi yang berbeda..keduanya memiliki pola pikir masing-masing. Dan Kyuhyun sangat  tidak sependapat dengan Hyung kesayangannya kali ini.

“Cho Kyuhyun bukan tipe orang yang akan melepaskan begitu saja apa yang sudah didapatnya. Aku bukan dirimu Hyung, Sungmin yang pengertian dan selalu bertindak dengan hati-hati. Terkadang aku bisa bertindak frontal tanpa berpikir dahulu. Kau tau kan hyung, kalau Yoon Hee begitu berarti untukku..ia sudah menjadi bagian dari hidupku selama 3 tahun”

Sungmin menepuk bahu Kyuhyun, menenangkan sahabatnya dari kekalutan yang menderanya saat ini. Mungkin saja dengan begitu emosinya bisa sedikit menurun dan tidak meluap-luap lagi.

“Kau kan belum mendengarkan jawabanku yang selanjutnya Kyu” tukas namja itu dengan senyum misteriusnya.

Lagi-lagi Sungmin membuat Kyuhyun bingung, di keningnya mulai bermunculan kerutan yang bertanda ia tidak sepenuhnya mengerti akan apa yang ada dipikiran sahabatnya satu ini.

“Jika aku berada di posisimu, kemungkinan besar aku tidak akan melepaskannya. Aku akan terus berusaha membuatnya terus ada di sisiku, tak ingin memberi jarak di antara kami. Karna bukan cinta jika kau tidak berusaha memperjuangkannya”

Pria yang ada disebelah Sungmin tersenyum penuh arti, Sungmin memang sahabat yang paling mengerti dirinya. Ia tidak pernah salah menilai hyung-nya itu yang sangat tahu  siapa dirinya, bahwa ia orang yang tidak gampang untuk menyerah.

“Gomawo hyung! Kau memang yang terbaik” bibirnya tertarik sempurna membentuk sebuah senyuman ala Kyuhyun, senyuman andalannya.

“Lakukan apa yang terbaik untuk kalian berdua Kyu…tapi ingat jangan sampai gadismu itu tersakiti olehmu” ujar Sungmin mengingatkan, membalas ucapan Kyuhyun dengan senyuman tulusnya.

“Sudah terlalu banyak luka yang kutorehkan padanya hyung, kali ini tak akan kubiarkan lagi gadisku merasakan sakit. Percaya padaku hyung”

Tekadnya sudah bulat. Cho Kyuhyun selalu menepati ucapannya, jika ia sudah bertekad untuk tetap mengejar gadis itu maka hal itu pasti akan terjadi. Tidak peduli kalau harga dirinya jatuh, yang penting ia bisa memiliki apa yang ia butuhkan.

***

A2’s DORM

On 10th Floor

Gwangjin-gu, Jayang samdong, Seoul

 

Sepagi ini suara kebisingan sudah terdengar di dorm A2 yang masih tampak sepi karna hari ini masih ada yang betah dalam dunia mimpi masing-masing. Tidur maksudnya.

Berkali-kali orang diluar sana bersikeras memencet bel dorm mereka yang tak kunjung mendapatkan perhatian dari dua member A2 yang terus bertekur di dapur.

“Yakk! Kalian yang ada di dalam kamar, tidak bisakah membuka pintu sebentar? Kami sedang sibuk di dapur, kalau salah satu diantara kalian tidak ada yang mau membuka pintu..tidak ada sarapan hari ini” teriak sang leader-Hye Ki-yang berakhir dengan ancaman yang sebenarnya sama sekali tidak ampuh untuk membernya yang lain.

Hara akhirnya bangkit dari tempat tidur dengan mata yang belum terbuka sempurna, bukan terbangun karna ancaman Hye Ki melainkan karna kebisingan yang diciptakan oleh sang tamu yang tidak tahu sopan santun itu. Bertamu di pagi hari dan mengganggu istirahatnya yang baru dimulai jam 2 pagi.

Kakinya menggapai lantai dan langsung ia memakai sandal rumahan miliknya. Ia menyeret langkahnya untuk cepat sampai ke depan pintu agar ia bisa langsung menyemprot orang yang ada di luar sana.

Namun di saat kantuk mendera seperti ini, rasanya jarak antara kamar dan pintu depan begitu jauh baginya. Hara menggerutu dalam hati karna sekarang tamu itu bukan hanya memencet bel dorm mereka tapi juga menggedor pintu dengan kuat.

Dengan sekali gerakan pintu sudah terbuka sempurna begitu juga dengan mata Hara yang semula masih sedikit terpejam. Sekarang ia bisa melihat dengan jelas siapa tamu yang membuat ia emosi pagi ini. Cho Kyuhyun.

“Yakk oppa! Kau tahu tidak kedatanganmu pagi ini sungguh menggangguku dan juga member lainnya. Tidak bisakah kau bertamu ke dorm kami nanti saja jangan sepagi ini? Benar-benar tidak sopan” hardik Hara begitu ia bertatap muka dengan Kyuhyun. Mengeluarkan semua kemarahannya pada namja itu karna tidurnya terganggu oleh kedatangan Kyuhyun.

“Aku kemari bukan untuk mendengarkan ocehanmu Kim Hara. Dan aku tidak sedang ingin berurusan denganmu hari ini. Moodku akan bertambah buruk nanti, ck..kenapa juga harus kau yang membukakan pintu” balas Kyuhyun sengit seolah tak mau kalah dengan amukan Hara yang mencaci makinya.

“Dasar tidak tahu terima kasih! Lalu oppa mau apa kemari? Rajin sekali sepagi ini sudah bertamu ke Dorm kami” serunya yang terdengar seperti sindiran bagi Kyuhyun, namun itu sama sekali tidak dipedulikan oleh namja itu.

Kedatangannya kemari bukan untuk berdebat dengan Hara, melainkan bertemu dengan seseorang yang ingin dimintai penjelasan olehnya.

“Yoon Hee mana? Panggilkan dia! Aku ingin bicara padanya sebentar dan bilang juga padanya untuk tidak menolak”

Alis mata Hara nyaris bertemu mendengar ucapan Kyuhyun yang begitu cepat dan juga sedikit aneh. Gadis itu heran kenapa namja yang ada didepannya terlihat tidak sabar sama sekali.

“Yoon Hee eonni sedang keluar” sebuah suara menginterupsi percakapan antara mereka berdua.

Hara menolehkan kepalanya cepat, mendapati Yeon Ji yang sedang berdiri di belakangnya dengan tangan yang dilipat di depan dada.

“Pergi kemana?” tanya Kyuhyun heran, karna tak biasanya Yoon Hee pergi pagi hari seperti sekarang ini.

Yeon Ji mengangkat bahunya tanda tidak tahu, karna memang tak ada pemberitahuan dari Yoon Hee ia akan pergi kemana.

Namja itu menundukkan kepalanya, belum apa-apa usahanya untuk bertemu gadis itu sudah gagal.  Nafasnya terasa berat sekarang. Begitu sulit untuk bernafas.

Bisa dengan jelas Hara dan Yeon Ji menangkap raut wajah kekhawatiran dari Kyuhyun. Tapi namja itu memang tidak terlalu menunjukkannya, ia selalu berpura-pura tidak terjadi sesuatu padanya.

“Kalian ada masalah?” tanya Hara dengan suara sepelan mungkin, takut jika pertanyaannya bisa menyulut emosi orang yang ada di hadapannya.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya seraya berkata, “Jangan sok tahu Nona Lucifer!”

“Yeon Ji~ya, kau tahu ia pergi dengan siapa?”

“Eonni pergi dengan Baek…” Yeon Ji menggantung kata-katanya, ia baru tersadar kalau mulutnya hampir saja mengucapkan sesuatu yang seharusnya tidak boleh ia utarakan pada Kyuhyun. Ia sudah hapal betul bahwa Kyuhyun adalah tipe namja pencemburu, ia melarang keras Yoon Hee berdekatan dengan namja manapun termasuk member Suju sendiri. Bisa terjadi perang mulut lagi jika Kyuhyun tahu kekasihnya sedang pergi dengan namja lain.

Merasa bingung dengan ekspresi Yeon Ji yang sedikit takut, Hara mencoba memahami apa yang sebenarnya sedang disembunyikan oleh magnae satu ini. Yah..sepertinya Hara mengerti kenapa Yeon Ji enggan melanjutkan ucapannya.

“Siapa maksumu Yeon Ji~ya?” tanya Kyuhyun sekali lagi. Yang semakin menambah kecemasan pada gadis itu. Ia hanya menggigit bibir bawahnya menahan takut.

“Baek ahjussi” timpal Hara berbohong. Kening Kyuhyun berkerut mendengar jawaban Hara, ada rasa tidak percaya pada dirinya.

“Benarkah Yeon Ji?” Kyuhyun mencoba memastikan sekali lagi, ia tahu kalau Yeon Ji takkan mampu berbohong pada siapa pun.

“Geuraeyo..apa oppa tidak percaya pada kami?” sergah Hara sebelum Yeon Ji mengungkap kebenaran yang tentu akan memancing kemarahan seorang Cho Kyuhyun.

Tangan Kyuhyun yang besar mendorong pelan tubuh Hara kesamping karna menutupi penglihatannya untuk menatap Yeon Ji.

“Aku tidak bicara padamu Hara!” desisnya tajam disertai dengan pelototan tajam yang tentu bisa membuat nyali Hara menciut.

“Yang dikatakan Hara eonni benar oppa!” ujar Yeon Ji akhirnya. Hara tersenyum meremehkan sambil mencebikkan bibirnya kesal pada Kyuhyun.

“Kalau begitu aku pergi, sampaikan padanya kalau aku kemari! Dan bilang padanya jangan mencoba lagi mengabaikan telponku!”

Kedua gadis itu tampak mencerna ucapan Kyuhyun barusan, masih tidak mengerti apa yang terjadi bahkan sampai namja itu sudah tak terlihat lagi di depan mereka.

Mereka berdua masuk ke ruang tengah tempat dimana Hyo Jin sedang menonton televisi sambil mengemil snack kesukaannya. Di sana mereka masih sibuk berdebat masalah Kyuhyun dan Yoon Hee, bingung dengan apa yang terjadi di antara keduanya.

“MWOO..BAEK HYUN!!!” pekik Hara histeris setelah mendengar pengakuan Yeon Ji.

“Teriakanmu membuat telingaku sakit Kim Hara” keluh Hyo Jin yang merasa terganggu dengan kehisterisan Hara yang dinilainya terlalu berlebihan.

“Diam kau Hyo Jin! Keselamatanku terancam sekarang, jika sampai Kyuhyun oppa tahu aku membohonginya maka aku akan habis”

“Memangnya kau berkata apa pada Kyuhyun oppa?” sahut Hye Ki yang turut ikut dalam perbincangan sembari membawa sarapan pagi untuk mereka.

“Aku bilang pada Evil itu kalau Yoon Hee pergi dengan ayahnya”

“Padahal Yoon Hee itu sedang pergi dengan Baek Hyun” kata Eun Hye juga ikut bergabung.

“Tapi setidaknya kau berhasil kan membohongi Kyuhyun oppa, jika tidak maka tamatlah hubungan mereka”

“Hubungan mereka memang sudah berakhir teman-teman” pernyataan Hyo Jin sontak membuat shock member yang lain.

“MWORAGO??” ucap mereka hampir bersamaan lengkap dengan mata yang terbelalak lebar.

“Maksudmu apa Hyo~ya? Hubungan siapa yang telah berakhir?” Rasa penasaran dan kaget terpancar dari raut wajah keempat member A2, mereka mendesak agar Hyo Jin menceritakan semuanya tanpa terkecuali.

***

Yoon Hee’s Room

YOON HEE POV

 

Kejadian dua hari yang lalu kembali teringat lagi, hatiku sungguh sakit ketika kata-katanya pada hari itu terngiang di telingaku.

Aku terus berpikir apakah keputusan yang  kuambil ini memang benar dan yang terbaik untuk kami. Namun yang kurasakan hanyalah sakit yang menusuk-nusuk jantungku saat memikirkan semuanya.

Lebih baik aku menghibur diri dengan kegiatan lain, daripada harus menghabiskan waktu untuk hal yang hanya akan menyebabkan luka dihatiku semakin parah. Luka yang aku sebabkan sendiri.

Terkadang aku memang merasa lelah ketika berada disisinya, tetapi hidup dalam kepura-puraan ternyata lebih terasa menyakitkan dari sebelumnya. Aku merasa tersiksa atas keputusan yang telah kuambil sendiri. Bodoh bukan?

Buku yang baru saja kubeli di toko tadi hanya berada di ditanganku, tak ada sama sekali niat untuk membacanya. Pikiranku hanya tertuju padanya, hati dan otakku sepertinya bekerja sama untuk terus memikirkan namja itu. Tanpa henti.

Kepalaku terasa berdenyut-denyut sekarang, ternyata efeknya lebih parah dari apa yang kubayangkan. Ku kira aku hanya akan merasakan sakitnya sebentar saja, menangis kemudian kembali ceria seperti dahulu. Ternyata tidak semudah yang aku pikirkan.

Bahkan keadaanku sekarang sangat mengenaskan daripada hari sebelumnya, sepanjang hari aku terus mendekam diri di kamar. Tanpa melakukan apapun, aku bahkan tidak bisa menumpahkan rasa sakit ini dengan tangisan. Setetes saja begitu susah aku keluarkan. Apa saking merasakan sakit, aku sampai tidak bisa meneteskan air mata? Ini menyakitkan. Sungguh.

Aku menarik nafas dalam-dalam, berusaha untuk mengistirahatkan otakku untuk tak lagi memikirkannya. Sudah cukup seharian ini aku tak fokus mengerjakan apapun, dan mulai sekarang aku harus terus mengasah bakat aktingku. Berakting seolah aku baik-baik saja tanpanya, yang sebenarnya nyaris mustahil dalam hidupku.

BRAAKK!

Aku terkejut bukan main ketika pintu kamarku terbuka dan nampaklah kelima member A2 yang menatapku dengan tajam.

Ada apa dengan mereka?

“Selain berisik ternyata kalian tidak punya sopan santun juga yah?” dengusku kesal karna kelakuan mereka yang seenak jidatnya membuka kamarku tiba-tiba. Tidak lebih tepatnya mereka mendobrak kamarku.

“BAEK YOON HEE! Kau benar putus dengan Kyuhyun oppa?” tanya Hye Ki eonni terburu-buru, matanya menatapku dengan cemas. Sementara yang lainnya memandangku intens masih menunggu jawaban dariku.

Aku tahu, serapat apapun aku tutupi masalah ini pada akhirnya akan ketahuan juga. Tapi aku sungguh tidak menyangka jika secepatnya ini mereka mengetahuinya. Yang mengherankan bagiku saat ini adalah darimana mereka tahu berita ini. Apakah dari Kyuhyun oppa?

“Ka..kalian tau darimana aku putus dengannya?” jawabku tergagap. Tatapan mereka semakin tajam kepadaku, belum lagi mulut semua member A2 kecuali Hyo Jin yang menganga. Selalu saja berlebihan.

“Jadi itu memang benar? HAH! Aku benar-benar tidak menyangka” kali ini Hara yang ikut berkomentar mengenai permasalah yang sebenarnya tidak ingin ku bahas dalam waktu dekat ini.

“Wae eonni? Apa alasannya? Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba kami mendengar kabar mengejutkan ini” Yeon Ji mendekatiku yang sedang duduk di tepi ranjang, berusaha mengajakku bicara mengenai hal ini. Mereka memang punya niat baik tapi aku tidak bisa mengatakan sebenarnya biar ini menjadi rahasiaku saja.

“Apakah harus ada angin atau hujan dulu jika aku mau meminta putus darinya?” candaku dengan tawa renyah yang sedikit dipaksakan. Jujur untuk beberapa hari ini aku lupa bagaimana caranya tertawa lepas seperti biasanya.

“Tidak lucu Yoon Hee~ya!” raut wajah mereka semua berubah garang sekarang karna lelucon konyolku. Menakutkan.

Aku tersenyum kikuk menanggapi pelototan masing-masing dari mereka yang seakan ingin mengulitiku sekarang juga. Kelima orang di depanku ini terlihat seperti malaikat pencabut nyawa, begitu mengerikan.

“Kami tidak menyangka jika kau sudah putus dengan Kyuhyun oppa, kau bersikap biasa saja dua hari ini..seperti tidak terjadi apa-apa! Kau belajar akting dari mana Baek Yoon Hee!” kata Eun Hye sembari mengendikkan kepalanya, seakan menyuruhku untuk cepat menjawabnya.

“Lalu aku harus apa kalau begitu? Menangis histeris dan mogok makan..apa itu yang kalian mau?” geramku yang mulai habis kesabaran. Mereka ini..mengapa terus saja mendesakku?

“Setidaknya kau harus memberitahu kami tentang ini semua Yoon Hee~ya!” ujar Hyo Jin yang sedari tadi diam dan kini mulai ikut masuk ke dalam perdebatan tidak penting ini.

“Toh kalian juga sudah tahu kan?” ucapku enteng yang ditanggapi dengusan oleh mereka semua.

“Itu pun kami dapatkan dari Kyuhyun oppa, ia bercerita pada Hyo Jin untuk menanyakan alasanmu yang tiba-tiba meminta putus darinya. Bahkan tadi pagi ia mencarimu, tapi kau malah jalan dengan namja lain” jelas Hara penjang lebar yang membuatku sedikit tersentak oleh penjelasannya.

Dia mencariku? Pagi tadi? Untuk apa lagi dia mencariku?

“Apa alasannya Yoon Hee?” tanya Hye Ki eonni lembut kepadaku, aku hanya bisa diam..masih enggan untuk mengungkapkan sebenarnya pada mereka.

“Kau cemburu lagi yah eonni? Dengan Vic eonni atau dengan Seohyun eonni? Mereka kan hanya teman eonni, percayalah!” Magnae satu ini mencoba menebak-nebak apa yang menjadi penyebab aku putus dari Kyuhyun oppa.

“Atau karna adegan ranjang yang ada di Drama Musicalnya?”

Aissh..kenapa mereka jadi lebih tertarik untuk main tebak-tebakan. Dasar menyebalkan!

“Eyyy..jangan bilang kau cemburu akan kedekatannya dengan Sungmin oppa? Demi Tuhan Yoon Hee, mereka hanya sebatas sahabat dekat tidak lebih. Kau tidak perlu cemburu dengan Ming oppa” tutur Hara yang terkadang memang suka mengambil kesimpulan sendiri. Dia pikir aku gila, karna cemburu dengan Sungmin oppa aku meminta putus darinya. Gadis ini selalu saja seenaknya kalau bicara.

Baiklah aku tidak tahan lagi dengan keadaanku di dalam kamar ini. Aku harus menyelamatkan diriku, dari semua ocehan teman-temanku ini.

Di sini aku layaknya seorang terdakwa yang sedang duduk di ruang sidang, dimintai keterangan oleh para jaksa dan juga hakim yang semakin lama semakin mengintimidasiku.

Aku memilih bangkit dan keluar menuju ruang tengah daripada harus meladeni tuduhan mereka yang terdengar konyol itu. Lebih baik aku menghindar daripada harus tersulut emosinya dan pada akhirnya mengamuk seperti orang gila.

“Aku meminta putus darinya karna aku cemburu dengan PSP terkutuk itu! Dan jangan pernah lagi mengungkit masalah ini” teriakku sekuat mungkin agar mereka berlima yang ada di kamar mendengar ucapanku barusan.

“PSP hanya benda mati eonni!” komentar Yeon Ji getir dari dalam kamar yang masih bisa ku dengar dengan jelas.

Ck! Gadis itu..kenapa menanggapi candaanku dengan serius? Yah, tidak apalah yang penting sekarang aku bisa terhindar dari makhluk ajaib seperti mereka.

***

Star City Building

On 10th Floor

Gwangjin-gu, Jayang samdong, Seoul

YOON HEE POV

 

Dengan malas aku melangkahkan kaki untuk pergi ke suatu acara yang akan kami hadiri nanti. Setelah vakum selama kurang lebih dua bulan pada akhirnya kami kembali lagi menghibur para penggemar kami yang tentu sangat merindukan kehadiran idolanya di atas panggung.

Sejujurnya aku benar-benar dalam suasana hati yang kelewat buruk, namun demi profesionalitas dan juga keeksistensian kami di dunia hiburan tentu harus aku lakukan semuanya dengan senang hati tanpa harus ada bantahan apalagi penolakan.

Aku terus saja mendesah. Entah sudah keberapa kalinya aku melakukannya, berharap dengan cara itu bisa mengurangi beban yang mengganjal hatiku.

Aku harus focus sekarang, mengingat hari ini adalah penampilan pertama kami setelah vakum untuk bisa serius menempuh pendidikan yang baru kami tamatkan sebulan yang lalu. Aku tak ingin mengecewakan para A2INITY karna penampilanku yang kurang maksimal dan juga tidak bersemangat.

Baiklah, Baek Yoon Hee berhentilah untuk terus memikirkan namja itu! Sekarang kau harus menempuh masa depanmu tanpa harus ada dirinya dalam kehidupanmu! Perintahku pada diri sendiri.

Kami berenam beserta kedua manager kami berdiri di depan lift, menunggu sampai pintu terbuka untuk dapat masuk ke dalam sana dan turun menuju lantai 1.

Kakiku kuketuk-ketukkan ke lantai sebab tak sabar menunggu lift yang tak kunjung juga terbuka. Ck, kenapa lama sekali sih??

“Eonni, neo gwaenchana?” tanya Yeon Ji dengan nada yang terlalu khawatir. Cih! Aku ini bukan pesakitan yang harus terus-menerus dikhawatirkan!

Aku menolehkan kepalaku cepat, lantas menangkup wajahnya dengan kedua tanganku.

“Aku tidak akan baik-baik saja, jika kau terus menanyaiku seperti itu Yeon Ji sayang!”

“Arasseo, aku akan tutup mulutku sekarang!”

Setelah jawaban itu keluar dari mulutnya, aku tersenyum semanis mungkin agar ia bisa percaya akan ucapanku. Meski rasanya ia sama sekali tidak dapat mempercayaiku. Mereka ini sahabatku, mereka tahu bagaimana aku. Jadi rasanya tak mungkin jika semua member A2 tidak mengetahui bagaimana perasaanku sebenarnya.

TING! Pintu lift terbuka pada akhirnya.

Mulutku menganga melihat siapa yang ada dibalik lift itu. Aku mengenal orang ini. Sangat. Seluruh organ tubuhku rasanya berat untuk bergerak saat ini, begitu juga dengan mulutku yang masih membisu tanpa suara. Bahkan ada sesuatu yang sudah mendesak keluar dari bola mataku.

Dadaku juga mulai terasa sesak, diikuti dengan bibirku yang bergetar menahan tangis. Aku sekuat mungkin menggigit bibir bawahku menahan perasaan yang mulai menyakitkan ini.

Lain halnya denganku yang bersusah payah menahan tangis saat bertemu dengannya, ia justru terlihat sangat tenang dengan raut wajah yang datar dan terkesan dingin. Tapi tidak dapat ditampik bahwa tatapan matanya yang tajam terus mengarah padaku, melihatku dengan tatapan yang tidak dapat kumengerti artinya.

“Kenapa tidak masuk?” tegur Manager Eonni yang sepertinya sudah tidak sabar untuk mancapai lantai dasar dengan cepat.

Aku sudah ingin melangkah mundur untuk menghindar darinya, namun aku merasakan bahwa ada banyak tangan yang mendorong tubuhku masuk ke dalam. Sementara mereka sendiri pergi untuk mencari lift yang lain tanpa diriku.

“Yakk! Kalian…” aku berteriak sambil berusaha membuka kembali pintu lift. Namun rasanya percuma, aku sudah terlanjur berada didalam sekarang. Rasanya tidak etis jika aku mati-matian berusaha untuk keluar hanya untuk menghindarinya.

Dan sekarang, disinilah aku berada! Mereka sepertinya sengaja mengumpankan diriku ke ‘kandang Iblis’ yang sudah bersiap akan menerkamku hidup-hidup.

Dari ekor mataku, aku bisa melihat dengan jelas matanya terus menatapku dengan tajam. Hanya helaan nafas kami yang berhembus mengisi lift tempat aku dengannya berada. Berada sedekat ini dengannya tanpa berbicara sama saja saat kami terpisah jauh.

“Kemarin pagi kau pergi dengan siapa?” tanyanya memulai pembicaraan. Aku tersentak saat pertanyaan pertama yang ia lontarkan justru suatu pertanyaan yang hanya akan memancing kemarahannya. Itu memang satu hal yang ku inginkan tapi untuk saat ini aku terlalu sibuk hanya untuk meladeninya berdebat. Karna sesungguhnya tak ada lagi yang perlu kami perdebatkan.

“Pergi dengan siapa pun itu bukan urusanmu Cho Kyuhyun~sshi!” jawabku tegas tanpa ketakutan sama sekali. Bisa ku dengar dengusan nafasnya yang menerpa telingaku, mungkin ia kesal padaku!

“Akan menjadi urusanku jika hal itu menyangkut dirimu Baek Yoon Hee!!”

Aku tertawa sinis mendengar ucapannya. Jika kau selalu turut campur dalam urusanku, kapan aku bisa melupakanmu Cho Kyuhyun??

“Bukankah saat terakhir kita bertemu aku sudah bilang padamu! Saat bertemu, kita berpura-pura saja tidak saling mengenal, tapi mengapa kau masih tetap bersikeras hah? Kita sudah tidak ada hubungan lagi, jadi untuk apa kau ikut campur masalah hidupku!!” bentakku tepat di depan mukanya. Matanya mendelik tajam mendengar penuturan ku yang penuh emosi dan kemarahan. Sebelumnya tidak pernah aku bisa semarah ini dengannya.

“Dan..aku juga sudah bilang kan padamu, bahwa tidak peduli dengan cara apapun aku akan terus berusaha agar kau kembali lagi padaku. Karna memang itu yang seharusnya terjadi”

“Berhentilah mengejarku Cho Kyuhyun yang keras kepala. Dan jangan pernah lagi menanyaiku tentang apapun yang menyangkut hal pribadiku. Kita sudah selesai, kau lupa?”

Aku menelan ludah susah payah bermaksud membasahi tenggorakanku yang mulai terasa kering dan juga serat. Ini sungguh menyiksa jika harus mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nuranimu sendiri.

“Bahkan aku berharap jika otakku ini tidak lagi mengingat kejadian itu.” ucapnya lirih nyaris berbisik. Aku menatapnya sendu saat ia mulai menjelajahi pikiranku lewat kontak mata yang ia lakukan. Dalam hati aku terus menggerutu kenapa lama sekali untuk sampai ke lantai bawah?

Ia terus memajukan tubuhnya mengarah kepadaku, hingga pada akhrinya tubuhku terbentur ke dinding. Kyuhyun mengunci tubuhku dengan kedua tangannya yang berada di kedua sisi bahuku. Nafasku otomatis langsung memburu tidak teratur, apa yang ingin ia lakukan sebenarnya padaku dengan posisi seperti ini?

“Kau…ma..mau apa oppa?” ucapku tergagap karna wajahnya tepat di depan wajahku. Nyaris tanpa jarak.

“Aku ingin membuat perhitungan denganmu!” hangat nafasnya yang mulai menerpa di sekitar kulit leherku. Membuat tubuhku sedikit bergidik karnanya.

Aku semakin takut saat seringaian liciknya tersemat di bibirnya. Dan disaat yang bersamaan pula ia semakin mencondongkan wajahnya, membuat mataku reflex memejam karna terlalu takut menghadapi situasi semacam ini.

TING! Pintu lift yang kami tempati akhirnya terbuka…itu artinya aku selamat!!

“OMO, APA YANG KALIAN LAKUKAN DI DALAM?” teriak orang di luar sana yang ternyata adalah Manager Eonni yang memergoki kami-aku dan Kyuhyun-dalam posisi tidak pantas tepat saat mereka melewati pintu lift kami yang terbuka.

Cho Kyuhyun!! Kau benar-benar pembuat onar dalam hidupku!

***

S.M. ENTERTAINMENT Building

Apgujeong-dong, Gangnam-gu, Seoul

KYUHYUN POV

 

Hari ini semua orang tampak bersenang-senang dengan pesta kecil-kecilan yang diadakan oleh member A2 dalam rangka kembalinya mereka ke atas panggung serta kesuksesan album kedua mereka yang sangat diminati oleh warga Korea khususnya.

Sementara mereka semua sedang sibuk mengobrol satu sama lain, karna hampir semua artis SMEnt hadir dalam pesta ini..sedangkan aku hanya duduk dipojok ruangan memerhatikan kegiatan yang mereka lakukan.

Aku sedang tidak berniat bergabung dengan siapapun, karna aku memang sedang banyak pikiran yang sepenuhnya tentang gadis itu. Dari tempat ku berada aku bisa melihatnya tertawa bersama teman-temannya dan juga member EXO.

Bahkan ia masih bisa tertawa seperti itu di depanku disaat aku sedang mengalami keterpurukan. Apa ia tidak sadar perbuatan yang telah ia lakukan sehingga membuatku frustasi begini? Keterlauan sekali gadis itu.

Mataku sukses membulat saat seseorang yang setelah ku pasati ternyata adalah Baek Hyun meletakkan tangannya di pundak gadisku. Dan bagaimana juga ia bisa tersenyum semanis itu dengan namja lain?

Entah dari mana asalnya, perasaan panas ini tiba-tiba mengalir di hatiku. Ada sesuatu yang mendidih rasanya dan sudah bersiap akan meledak sekarang juga.

Aku berusaha untuk tidak tersulut emosinya di tempat seramai ini, sekuat tenaga aku menenangkan hatiku. Dan meyakinkan diriku sendiri bahwa itu hanyalah sebuah rangkulan biasa dari seorang teman.

Tapi aku benar-benar tidak tahan lagi karna tangan pria itu masih setia bertengger di pundaknya. Tidak tahukah kalau pundak Yoon Hee hanya milikku!

Sangat menyakitkan rasanya seperti ada sesuatu yang meninju dadaku, rasa amarah itu kembali menjalari seluruh permukaan hatiku. Baiklah! Aku tidak dapat lagi mentoleransi semuanya.

Aku pun bangkit dari posisiku semula, berjalan menghampirinya untuk membawa ia pergi dari tempat ini guna membicarakan masalah yang terjadi pada kami berdua.

“Ikut denganku!” dengan cekatan aku cengkram pergelangan Yoon Hee, menatap tajam Baek Hyun yang masih tampak bingung dengan kejadian ini.

“Baek Hyun~sshi! Bisakah kau singkirkan tanganmu dari pundak gadisku?” kataku sengit masih menatapnya horror.

“Mianhae Kyuhyun~sunbaenim!” balasnya lalu membungkukkan sedikit badannya ke arahku.

Tanpa memperdulikan teguran dan juga tatapan penasaran dari semua orang yang ada di ruangan ini aku terus menyeretnya keluar. Ia terus-menerus berupaya menarik lengannya, yang sama sekali tidak membuahkan hasil. Aku tetap tidak perduli, aku sudah cukup bersabar dengan membiarkannya memutuskanku secara sepihak dan sekarang biarkan aku yang memegang kendali.

***

HAN RIVER

KYUHYUN POV

 

Aku memakirkan mobil di pinggiran Sungai Han yang membelah kota Seoul, sebuah sungai yang menjadi kebanggan warga Korea karna kecantikannya yang menawan terlebih lagi saat malam hari.

Seharusnya tempat ini memang cocok dijadikan tempat untuk jalan-jalan dengan kekasih kita. Namun saat ini suasana hati kami jauh dari kata baik.

Aku yang sedang terbakar emosi, sedangkan gadis di sebelahku ini hanya bisa diam sepanjang perjalanan. Mungkin ia merasa tak terima dengan perlakuan kasarku.

Ia membuka pintu mobil dengan terburu dan kembali menutupnya dengan kasar. Secepat mungkin aku menyusulnya sebelum ia menjauh pergi, karna masih ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya.

“Yoonie~ya!” panggilku setengah berlari untuk menahan langkahnya.

Aku menarik tangannya yang berhasil membuat tubuh mungilnya berbalik menghadapku. Kepalanya menoleh ke samping untuk menghindari kontak mata denganku, giginya pun ikut gemertakan menahan emosinya yang mungkin sudah tak terkendali.

“Sekarang bahkan kau tak mau menatap wajahku lagi?” tukasku lantas meraih dagunya agar bisa menatap wajah tampanku ini.

“Kenapa kau mengajakku kemari hah? Kau sadar tidak, tindakanmu barusan sangat tidak pantas!!” teriaknya murka di depan wajahku. Aku bisa lihat aura kemarahan yang menguasai dirinya saat ini, tapi emosi sudah terlanjur berkuasa pada diriku hingga tak bisa berpikir jernih.

“Karna aku tidak suka ada lelaki yang memegang pundakmu selain aku!!” balasku dengan teriakan yang cukup mengagetkannya karna volume suaraku yang kelewat tinggi.

“Untuk apa kau peduli?? Memangnya apa urusannya denganmu? Aku ini bukan siapa-siapa bagimu!”

“Tapi kau berarti untukku!”

Saat ini kami berdua memang sedang dikuasai oleh emosi dan juga kemarahan sehingga membuatku aku dan dirinya saling berteriak mengungkapkan kekesalan yang sudah ingin sekali dimuntahkan.

“Katakan!! Kau masih mencintaiku kan?” tanyaku memelan. Namun cengkraman tanganku di bahunya terus berusaha mendesak dirinya untuk menjawab pertanyaanku. Aku hanya perlu mendengar jawaban jujurmu Yoonie~ya!

“Ya kau benar! Aku memang mencintaimu, sangat Cho Kyuhyun! Maka dari itu aku tak ingin melihatmu bersama wanita lain lagi. Aku tersiksa dengan semua itu” ungkapnya dengan isakan tangis yang membuat hatiku juga terasa pedih mendengarnya. Seolah-olah hati ini tercabik-cabik menjadi potongan kecil. Apa benar kau merasa tersiksa bersamaku?

Bahunya bergetar hebat seiring dengan tangisan yang keluar dari bibirnya semakin menjadi. Ini cukup menyakitkan, melihat gadis yang kau cintai menangis di hadapanmu karna kelakuan dirimu sendiri. Aku seperti akan mati sekarang juga!

Ungkapanmu barusan tiba-tiba membuatku membenci diri sendiri. Seharusnya aku tak pernah membuatmu bersedih seperti ini.

Aku merengkuh tubuhnya dalam pelukanku, meredam tangisnya yang semakin pecah. Mengusap punggungnya lembut, berusaha menenangkan dirinya yang sedang terpuruk hati dan jiwanya.

Tanganku sudah ingin menyentuh puncak kepalanya namun terhenti karna ia mendorong tubuhku kuat..ingin membebaskan dirinya dari dekapanku.

“Bukan berarti aku masih mencintaimu, kita masih dapat bersama lagi! Aku tidak pantas untukmu oppa, masih banyak wanita lain yang lebih segalanya dariku!”

“Kau pikir dirimu ini siapa? Bukan kau yang berhak menentukan siapa yang pantas untukku! Bukan kau tapi aku” Aku kembali meneriakinya dengan ucapan yang penuh penekanan. Kenapa kau tidak mengerti juga Yoonie~ya? Aku bahkan sudah berkali-kali mengatakan bahwa kau adalah milikku! Aku tak bisa kehilangan dirimu, jika itu terjadi maka aku akan menyesal seumur hidupku.

“Tapi kita tak mungkin. . .” Baiklah, jika ucapanku memang tak bisa menghentikan ocehanmu, kali ini biarkan bibirku yang melakukannya. Hanya sekedar sentuhan bibir yang tak berarti, namun tubuhnya seolah memberikan reaksi berlebih karna kelakuanku.

Perlahan aku menjauhkan wajahku darinya, menatap matanya intens begitu juga dengan dirinya yang nampak masih terkejut dengan ciuman yang baru saja kami lakukan.

“Kenapa wanita selalu saja mengambil keputusan secara sepihak hah? Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan kebohongan yang kau buat-buat. Kebohongan hanyalah hal yang tak ada gunanya, kau harus lebih jujur pada dirimu sendiri..jika ada yang tak kau senangi bicaralah padaku jangan hanya diam seolah kau ini baik-baik saja. Kau itu mencintaiku, dan aku tak bisa mencintai orang lain selain aku. Jadi untuk apa kau mengubah kenyataan yang sudah ada??”

“Oppa. . .”

“Maafkan aku jika hubungan ini membuatmu terluka. Aku tak bisa menolak suatu pekerjaan karna itu memang tanggung jawabku sebagai seorang pubic figure. Ku mohon abaikan saja segala berita tentangku mengenai kedekatanku dengan wanita lain, karna faktanya hatiku ini benar-benar sudah ditempati oleh seseorang yaitu kau”

Aku peluk kembali dirinya dalam dekapan tanganku, memeluknya erat seakan tak ingin lagi jika gadis ini menjauh dariku. Tidak berada dalam jangkauan mataku, aku tak dapat membayangkan jika kehidupanku tak ada kau di dalamnya.

Kau itu seperti oksigen yang dapat membuatku bertahan hidup dan mungkin dalam jangka waktu yang lama aku akan semakin ketergantungan akan dirimu. Hanya jika kau bersamaku aku dapat bernafas dengan semestinya. Mulai sekarang, aku takkan membiarkanmu terlepas lagi dari genggamanku.

“Saranghanda” gumamnya pelan namun cukup membuat hatiku berdesir dengan kelembutan katanya.

“Hmm..arasseo” ku peluk tubuh mungilnya semakin erat, lalu ku kecup puncak kepalanya.

I Got You Back…

Sekeras apapun kau mencoba untuk menjauh dariku

Pada akhirnya kau akan kembali lagi ke sisiku

Kau percaya takdir?

Yah..takdirlah yang telah menuntunmu kembali padaku

Dan takdir pula yang memilihmu

Sebagai seseorang yang pantas untukku.

-THE END-

 

 

2 Comments (+add yours?)

  1. yuuhimechi
    Mar 14, 2017 @ 19:26:00

    Keren thor…. Tapi aku ngarepin adegan romantisnya Kyuhyun sama Yoonhee diperbanyak setelah baikan.
    Keep writing author! =)

    Reply

  2. Smil3leery
    Apr 03, 2017 @ 04:08:33

    Ceritanya baguuuss.. Suka. Ini ada seriesnya gak sih??
    Suka sama karakternya member A2 yang lainnya.

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: