The Story of Young CEOs [6/?]

Ilana hawa

The Story of Young CEOs part 6

Lauren Hanna Lunde | Cho Kyuhyun

Choi Siwon | Lee Donghae | Lee Hyukjae

~o0o~

 

 

Hanna tampak bosan berdiri di dekat pintu mobil milik Kyuhyun. Gadis itu menggoyang-goyangkan kakinya sambil sesekali melirik ke arah pintu restoran, menunggu sang pemilik mobil yang masih berada di dalam. Hanna kembali teringat ucapan pria itu beberapa menit yang lalu.

“Kau tunggu di mobil nanti aku menyusul.”

Entah apa yang ingin Kyuhyun lakukan, dia tak berani bertanya dan hanya menurut untuk menunggunya sebentar. Hanna menghela nafas merasa Kyuhyun sudah terlalu lama di dalam sedangkan dirinya hampir mati kebosanan di tempat parkir. Gadis itu memicingkan matanya melihat Kyuhyun akhirnya keluar juga dari dalam restoran dengan satu paper bag cukup besar di tangannya.

“Kenapa kau lama sekali?”

Kyuhyun mengambil satu tangan Hanna dan menyematkan tali paper bag yang ia bawa.

“Apa ini?”

“Kau lihat saja sendiri.”

Tanpa dosa Kyuhyun justru melengos masuk ke dalam mobil. Hanna berdecak gemas melihat kelakuan pria itu. Dengan rasa curiga yang begitu besar, Hanna mengintip apa isi paper bag yang di berikan Kyuhyun tadi.

“Eo?” Ia terbelalak melihat satu kotak yang entah mengapa tercium aroma sedap. “Samgyetang?”

Mobil mewah berwarna hitam itu melaju dengan kecepatan sedang di jalanan malam kota Seoul. Mobil itu terlalu hening untuk ukuran dua penumpang di dalamnya. Kyuhyun terlalu asyik dengan kemudinya, sehingga tak mengeluarkan suara sejak tadi. Sedangkan Hanna terus mencuri pandang ke arahnya.

Hanna sudah gatal ingin bertanya kenapa pria itu membelikannya Samgyetang dan bagaimana Kyuhyun bisa tahu jika dirinya ingin makan sup ayam itu. Ekspresi Kyuhyun yang tak terbaca membuat Hanna enggan untuk mengutarakannya. Terakhir pria itu mengeluarkan kata-kata tajamnya, ketika Hanna terus bertanya dengan ekspresi Kyuhyun yang seperti itu.

“Bagaimana ini?” Hanna bergumam sepelan mungkin hingga hanya dirinya yang bisa mendengar.

Walau sejak tadi terus menatap ke depan, bukan berarti Kyuhyun tak merasa jika Hanna terus saja mencuri pandang ke arahnya. Kyuhyun yakin, banyak yang ingin gadis itu tanyakan kenapa tiba-tiba, tanpa banyak kata-kata, dirinya di belikan samgyetang. Mungkin rasa penasaran yang besar dalam diri Hanna sebanding dengan rasa penasaran yang Kyuhyun rasakan. Kepalanya terus saja mempertanyakan perlakuannya saat ini. Cukup aneh untuk ukuran dirinya yang ‘tak terlalu peduli’ bisa bertindak seperti itu. Dan Kyuhyun butuh sedikit waktu untuk memikirkannya.

Hingga mobil itu berhenti di pelataran rumah, Kyuhyun tetap tak bersuara. Hanna bergegas keluar dari dalam mobil, ketika Kyuhyun tanpa bicara apapun langsung beranjak masuk.

“Tunggu!” Hanna mencekal pergelangan tangan Kyuhyun. “Ada apa denganmu?”

“Apa?” Kyuhyun menatap Hanna kemudian menatap pergelangan tangannya yang di genggam gadis itu. Hanna yang melihat itu langsung saja melepaskan genggamannya.

“Kau membelikanku samgyetang tapi sikapmu aneh sekali. Aku tidak memintanya jadi kau tidak perlu marah padaku.”

“Aku tidak marah padamu.” Ungkap Kyuhyun pelan lalu berbalik menaiki anak tangga dan menghilang di balik pintu. Hanna menghela nafas memandang Kyuhyun dan satu kotak samgyerang di tangannya.

~o0~

Jam sudah menunjukan pukul 12 malam. Kyuhyun masih terjaga di meja kerjanya, tengah memeriksa kembali email yang di berikan sekertarisnya prihal pekerjaan. Tangannya terjulur mengambil gelas air minum namun wajahnya terkejut melihat gelasnya sudah kosong. Pria tampan itu menyandarkan punggungnya pada kursi dan pikirannya melayang pada kejadian di restoran Sungmin Hyung tadi.

   “Samgyetang..” Hanna meraba buku menu dengan tatapan sendu.

Dari raut wajahnya, kyuhyun tahu, Hanna ingin makan samgyetang. Tapi dengan bodohnya, ia justru memesankan jajangmyeon. Entah karena alasan apa, Kyuhyun memesankan gadis itu makanan kesukaannya. Yang ia tahu, Jajangmyeon di restoran itu sangat enak. Walau tengah sibuk dengan ponselnya, dirinya mampu mendengar gumaman Hanna dan melihat raut wajah gadis itu.

Kyuhyun tidak mengerti apa yang ada di pikirannya saat itu, yang ia sadari, tanpa berpikir dua kali meminta Hanna menunggu di mobil, sementara dirinya memesan samgyetang untuk gadis itu. Dan itu juga yang membuatnya tak berani melihat Hanna atau bicara dengannya. Dirinya masih memikirkan apa yang sebenarnya ia lakukan tadi.

“Aku pasti terbawa suasana.” Gumam Kyuhyun dengan wajah yakin dan anggukan kepalanya. “Ya. Terbawa suasana.”

Pria itu beranjak keluar kamar untuk mengisi kembali air minumnya. Langkahnya melambat, tatkala telinganya samar-samar mendengar suara tangis. Kyuhyun menuruni anak tangga dengan rasa penasaran yang besar. Semakin mendekati dapur, suara tangis itu semakin terdengar jelas.

Tanpa sadar Kyuhyun menghela nafas panjang, melihat Hanna di meja makan dengan isakan tangisnya. Punggungnya bergetar dan isakannya semakin kencang. Namun raut wajah pria itu sedikit heran, melihat Hanna tengah menyantap samgyetang sambil menangis.

“Apa begitu lezat sampai kau harus menangis?” Seru Kyuhyun sambil melangkah ke arah dapur. Menuangkan air ke dalam gelas yang ia bawa lalu beranjak duduk tepat di sebrang gadis itu.

“Ya. Benar-benar lezat.” Jawab Hanna parau, tersenyum samar ke arah Kyuhyun lalu mengusap matanya yang kembali basah. “Air mataku sampai tak mau berhenti keluar.”

Kyuhyun diam tak menanggapi. Hanya memperhatikan Hanna yang terlihat susah payah menghabiskan samgyetang dengan isakannya yang sesekali terdengar. Jemarinya tak berhenti menyeka airmatanya yang terus saja menetes.

“Berhenti memakannya! Jika aku tahu samgyetang itu membuatmu menangis aku akan berpikir dua kali untuk membelikanmu.”

“Tidak.” Hanna menggeleng keras. “Ini benar-benar enak! Aku bahkan tidak bisa berhenti memakannya. Kau tenang saja. Aku akan menghabiskannya.” Hanna menyantap samgyetang itu dengan cepat. Menjumput daging ayamnya dengan sumpit, meminum kuahnya langsung dari mangkuk, terus seperti itu hingga Kyuhyun hanya bisa diam melihatnya. Pria itu sedikit khawatir jika Hanna bisa saja tersedak.

Dan benar saja. Hanna terbatuk sambil membungkuk dan memukul-mukul dadanya. Kyuhyun menyodorkan gelas miliknya, namun kedua alis hitamnya justru mengernyit saat Hanna tak mengubris tapi justru bahunya berguncang dan tak lama terdengar lagi isakan tangisnya.

“Itu makanan kesukaan ibuku. Walau rasa samgyetang sama, tapi aku merasa itu seperti buatan ibuku. Dan itu…” Hanna menggigit bibirnya menahan tangis. “Itu benar-benar membuatku semakin merindukannya.”

Entah mengapa hati dan mulutnya tak bisa sejalan. Rasa samgyetang itu kenapa semakin mengingatkan Hanna pada sang ibu. Semua kebersamaan mereka terasa berputar-putar dalam kepalanya. Wajah ibunya, suara ibunya, tawa ibunya bahkan kini tangis ibunya tergambar sangat jelas. Hanna mencoba menahan tangis walau tenggorokan dan dadanya terasa sakit.

“Kenapa harus terulang lagi?” Gumam Kyuhyun, menatap nanar punggung yang bergetar di depannya.

Pikirannya kembali melayang ketika mereka tiba di rumah Marry Ahjumma dan Hanna menangis sangat kencang dengan bahunya bergetar hebat mengetahui ibunya menghilang. Kini, gadis itu kembali pada keadaan seperti itu, menangisi ibunya. Ya. Tidak ada yang lebih menyakitkan selain merindukan seseorang.

Tanpa mengatakan satu kata pun, Kyuhyun bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri Hanna dan memeluk gadis itu. Membiarkan airmata Hanna membasahi kaosnya dan membiarkan Hanna mengeluarkan seluruh perasaan sesaknya.

“Tidak apa-apa. Menangislah.” Kyuhyun mengusap lembut punggung Hanna yang masih saja bergetar “Semua akan baik-baik saja setelah ini.”

Hanna mengangguk samar dalam pelukan Kyuhyun. Walau masih tak mengerti, Kyuhyun hanya mencoba untuk tidak memperdulikan pikirannya yang mempertanyakan lagi sikapnya saat ini. Yang Kyuhyun tahu, hatinya tak bisa membiarkan Hanna menangis begitu menyedihkan seperti saat mereka di rumah Marry Ahjumma dan dirinya tidak melakukan apapun.

~o0o~

Hanna membuka mata ketika tidurnya tak lagi terasa nyenyak. Melirik ke arah jendela yang sudah terang dengan cahaya matahari yang memantul kedalam kamar. Wajahnya berubah heran melihat dimana dia sekarang. Hanna bangkit dari tidurnya, meregangkan tubuhnya sejenak lalu larut dalam pikirannya sendiri. Kepalanya penuh dengan keanehan.

“Kenapa aku bisa ada dalam kamarku? Bukankah aku sedang di dapur semalam? Makan samgyetang sambil menangis lalu berbicara dengan Kyuhyun. Lalu…” Hanna melebarkan matanya saat satu adegan yang baru saja ia ingat. “Kyuhyun…me-melukku?”

Hanna memeluk tubuhnya sendiri dan matanya mengerjap ketika rasa pelukan itu masih ia rasakan. Hangat dan nyaman, sama seperti pelukan ayahnya dulu.

“Apa ini? Ada apa denganku?” Hanna memegang dadanya yang berdetak tak karuan. “Aku harus mandi.” Gadis itu berlari ke kamar mandi. Ia yakin perasaan aneh yang tidak dia mengerti itu akan hilang setelah dirinya mandi.

Dan memang semua perasaan aneh itu hilang saat bola mata coklat milik Hanna, melihat sosok Kyuhyun di dapur. Kemeja putih yang pas di tubuhnya dengan dasi dan celana hitam. Rambut yang sudah rapi dan parfumnya yang begitu menyegarkan. Tak lupa jasnya yang tersampir di salah satu kursi. Hanna tak bisa mengelak jika Kyuhyun terlihat berbeda pagi ini.

“Selamat pagi.”

Kyuhyun menoleh mendengar suara Hanna memasuki dapur. Walau tak kentara, tapi Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan Hanna. Gadis itu mencoba menghindari matanya dan duduk di salah satu kursi dengan diam.

“Pagi. Aku tidak tahu kau suka sarapan seperti apa.” Kyuhyun meletakan sepiring sandwich isi tuna kehadapan Hanna. “Jadi aku hanya buat ini.” Dia kemudian beranjak duduk di kursi sebrang. Pria itu juga menyantap sarapannya

“Aku suka sandwich isi tuna.” Hanna langsung menggigit besar sandwich miliknya. Kepalanya mengangguk-angguk merasakan sandwich itu begitu enak.

Mereka menyantap sarapannya dalam diam, dalam keheningan yang terasa menganggu bagi Hanna. Dia terus menggerakan kakinya di bawah meja, terus berhitung dalam hati, kapan dirinya akan memulai pertanyaan yang sudah menumpuk di kepalanya.

“Katakan saja.” Seru Kyuhyun membuat Hanna mendongak.

“Apa?”

“Semua yang ingin kau tanyakan. Kau sudah tidak sabar ingin menanyakan sesuatu padaku kan?” Kyuhyun melirik arlojinya. “10 menit sebelum aku berangkat kerja.”

Hanna mendengus. “10 menit? Itu tidak akan cukup untuk menjelaskan kenapa kau membelikanku samgyetang, bagaimana kau bisa tahu aku ingin makan itu, kenapa kau me…” Hanna menggantungkan ucapannya, menggigit bibirnya saat lagi-lagi adegan itu membuatnya berdebar.

“Apa?”

“Kenapa kau…memelukku dan…bagaimana aku bisa terbangun di kamarku.” Sahut Hanna pelan dan semakin pelan di akhir kalimatnya.

Kyuhyun berdehem karena pertanyaan Hanna tiba-tiba saja membuat tenggorokannya terasa kering. Dia meminum air putihnya hingga tandas dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kyuhyun yakin dirinya tampak sangat bodoh sekarang.

“Aku mendengar kau bergumam dan menatap sendu buku menu saat di restaurant. Jadi aku inisiatif untuk membelikannya untukmu.” Jawab Kyuhyun sambil bangkit dari duduknya dan mengenakan jasnya. “Pertanyaan selanjutnya aku akan menjawab nanti.” Kyuhyun beranjak meninggalkan dapur.

Hanna menarik nafas panjang melihat Kyuhyun benar-benar pergi. Kedua matanya masih terpaku pada arah dimana pria itu baru saja menuju pintu keluar.

“Harusnya dia menjawab pertanyaanku yang terakhir. Bukankah itu justru yang paling penting?” Hanna bertanya pada dirinya sendiri.

~oOo~

Kyuhyun turun dari mobil dan melanglah penuh wibawa ke dalam lobi perusahaan miliknya. Pria itu terus mengangguk setiap kali beberapa karyawan menyapanya. Walau tak terlalu peduli, Kyuhyun tahu ada beberapa karyawan wanita yang selalu menatapanya dengan kagum. Ia berbelok kearah lift yang ternyata sudah ada seorang wanita cantik yang berdiri disana.

“Selamat pagi.”

Song Eunjoo. Gadis tinggi semampai dengan rambut hitam panjangnya itu adalah sekertaris Kyuhyun. Ia terlihat terkejut melihat bosnya sudah berdiri di sampingnya dan menyapanya lebih dulu.

“Selamat pagi Sajangnim. Anda kembali lebih cepat dari jadwal terakhir liburan.” Tutur Eunjoo yang beranjak memasuki lift mengikuti Kyuhyun. Menekan angka untuk lantai tertinggi, dimana ruang kerja Kyuhyun berada. Walau berjarak 2 tahun dan status bos juga sekertris, tak elak mereka kadang bersikap seperti teman.

“Heum. Ada sesuatu yang membuat kami harus kembali lebih cepat. Semua berjalan lancar selama aku tidak ada?”

“Ne. Aku bisa menghandle semua pekerjaanmu.”

Kyuhyun mengangguk. “Baguslah. Lalu apa agendaku hari ini?”

“Meeting untuk peluncuran produk terbaru setengah jam lagi dan dengan beberapa klien saat jam makan siang.”

“Bagaimana kerja sama dengan perusahaan Amerika?” Kyuhyun melangkah keluar di ikuti Eunjoo di sampingnya. Mereka berjalan menuju satu pintu besar berwarna coklat yang berada di ujung lorong. Ruang kerja CEO.

“Kau hanya tinggal menanda tanganinya nanti. Semua berkasnya akan ku antar ke ruanganmu.”

“Good job. Terima kasih.” Pria itu tersenyum sebelum melenggang masuk ke ruangannya.

Setibanya di dalam, Kyuhyun langsung menjatuhkan tubuhnya pada kursi di balik meja kerjanya. Memulai kembali hidupnya sebagai seorang yang bertanggung jawab pada lebih dari seratus ribu karyawan perusahaan miliknya. Namun tak bisa terelak kadang rutinitas ini juga membuatnya muak.

“Kenapa kau…memelukku dan…bagaimana aku bisa terbagun di kamarku.”

Ucapan Hanna tiba-tiba saja terngiang di kepalanya. Kyuhyun kembali memutar adegan saat mereka di dapur. Saat Hanna menyantap samgyetang sambil menangis. Lalu tiba-tiba dia memeluk gadis itu, memperlakukan Hanna selembut mungkin dan mencoba menenangkan perasaannya.

Membiarkan Hanna menangis dalam pelukannya hingga gadis itu tertidur. Hanya ada mereka di rumah dan hanya ada pria itu disana, jadi hanya dirinya yang harus membawa Hanna ke kamarnya. Dan semua kelakuan tak terduganya itu mampu membuat Kyuhyun terjaga hingga pagi. Entah kenapa dia tidak bisa tidur. Ya. Sesuatu telah terjadi dengan dirinya.

“Aku pasti sudah gila.” Kyuhyun bergumam dan mulai memeriksa berapa file yang berada di atas meja. Dia mencoba fokus dengan semua pikirannya tentang Hanna. Suara ketukan pintu membuat Kyuhyun mendongak dan Eunjoo datang dengan satu file berwarna di tangannya.

“Sajangnim. Ini berkas kerja sama dengan perusahaan Amerika.” Eunjoo melekatakan file itu di atas meja.

Kyuhyun meneliti kata demi kata. Wajahnya terlihat serius namun sudut bibirnya menyeringai, mengetahui jika kerja sama ini begitu menguntungkan dan masuk dalam kerja sama terbesar.

“Jika anda menanda tanganinya, besok lusa kita akan berangkat ke Amerika dan anda akan menetap cukup lama disana.”

Ucapan Eunjoo mengehentikan Kyuhyun yang akan membubuhkan tanda tangannya.

“Menetap di Amerika?”

“Ne Sajangnim.” Sahut Eunjoo pelan. Alisnya bertaut melihat bosnya itu terlihat melamun. Dan memang pikiran Kyuhyun tengah blank mengetahui jika dia akan menetap di Amerika. Kepalanya penuh dengan Hanna yang akan sendirian di Korea. Tidak ada yang gadis itu kenal, selain dirinya dan ketiga sahabatnya yang juga sedang tak berada di Korea.

“Sajangnim?”

“Oh!” Kyuhyun tersadar dari lamunannya “Kau boleh pergi.”

Eunjoo membungkuk sebentar sebelum beranjak keluar. Kyuhyun menyandarkan punggungnya, memandang file penting yang masih tergeletak di atas meja.

~o0o~

Entah sudah berapa lama Hanna tertidur. Yang ia ingat sebelum matanya terpejam adalah layar datar televisi yang ia lihat sedang menayangkan beberapa idol korea yang terlibat scandal. Menguap beberapa kali kemudian tanpa terasa ia jatuh tertidur. Hanna meregangkan tubuhnya sebentar lalu memijit perlahan tengkuknya yang terasa pegal karena tidur sembari duduk.

Dan saat itulah ia menyadari ada yang aneh. Layar televisi sudah berwarna gelap dan beberapa cemilan yang ia taruh diatas meja pun sudah tidak ada, hanya meninggalkan satu paper bag yang terlihat asing buatnya.

“Kau sudah bangun?”

Hanna memutar kepalanya ke arah si pemilik suara. Disana, Kyuhyun tengah menuruni tangga dengan pakaian casual dan mementeng ponselnya. Dari tempatnya, Hanna bisa mencium aroma parfum Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah sangat ia hapal.

“Kau sudah pulang? Berapa lama aku tidur?” Tanya Hanna saat Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di sofa.

“Yang aku tahu kau tertidur saat matahari masih dia atas langit.”

Hanna mengernyit heran. “Apa yang kau bicarakan?”

Kyuhyun mengotak-atik ponselnya dan langsung menunjukannya pada Hanna.

“MWO? Jam 7 malam? Selama itukah aku tidur?” Hanna memiringkan kepalanya, mencoba mengingat kapan tepatnya ia jatuh tertidur. Sementara Kyuhyun yang melihat Hanna seperti itu hanya bisa mendengus pelan. Entah kenapa dimatanya, Hanna terlihat bodoh namun lucu?

“Aku pasti yang bodoh.” Kyuhyun mengendikan bahunya lalu mulai menyalakan televisi. Menyandarkan punggungnya juga menyilangkan kedua kakinya. Terlihat santai sekali.

Hanna mengangguk-angguk saat pikirannya memutar adegan, dimana ia menguap berkali-kali setelah makan siang. Gadis itu tersenyum saat perkiraannya tersebut terasa benar. Pandangannya kini jatuh pada paper bag yang ia lupakan.

“Itu…paper bag itu milikmu?”

Kyuhyun menoleh lalu memandang meja di depan mereka.

“Heum. Untukmu.”

“Untukku?”

Hanna mengubah posisi duduknya sedikit menghadap Kyuhyun, saat pria itu hanya bergumam. Ia menatap pria yang tengah asyik menggonta-ganti channel televisi.

“Terakhir kali kau memberikanku paper bag, itu berisi samgyetang. Kali ini samgyetang lagi?”

Kyuhyun menghela nafas pendek kemudian memutar kepalanya menatap Hanna.

“Setelah kejadian kau menangis di tengah malam, kau pikir aku mau membelikanmu samgyetang lagi?”

“Lalu apa isinya?”

“Kau buka saja sendiri.” Kyuhyun mengambil paperbag tersebut dan menaruhnya dia atas pangkuan Hanna. Berdecak pelan lalu kembali menonton televisi.

Hanna membuka perlahan paper bag berwarna hitam itu. Terdapat satu kotak tak terlalu besar dan satu benda berwarna pastel. Walau tanpa menciumnya, Hanna tahu itu bukan kotak berisi sup ayam gingseng. Ia menatap Kyuhyun sebentar sebelum mengambil satu kotak didalam sana.

“Ini…Kau membelikanku ponsel?” Hanna memandang lekat satu ponsel berwarna putih di tangannya dengan merk perusahaan Kyuhyun sendiri.

“Ponsel itu salah satu benda paling penting, jadi kau harus memilikinya.”

Hanna mendengus, melihat Kyuhyun menjawab pertanyaannya tanpa menoleh ke arahnya. Dengan pelan, Hanna menarik pergelangan tangan Kyuhyun dan membuat pria itu memalingkan wajahnya juga ke arah Hanna.

“Terima kasih ya.” Tutur Hanna sembari tersenyum.

Kyuhyun tertegun sejenak sebelum mengangguk pelan. Perasaannya berubah aneh, melihat Hanna tersenyum padanya dengan pancaran mata yang terlihat sangat bahagia. Gadis itu lalu mengambil satu benda lagi yang masih tertinggal di dalam paper bag. Lagi. Hanna di buat terkejut, mengetahui apa benda berwarna pastel itu. Dompet dan beserta isinya.

“Ini…apa?” Hanna menatap kyuhyun lekat.

“Itu untuk semua keperluanmu. Aku menyiapkan uang cash juga beberapa kartu kredit. Jadi nanti kau bisa membeli apapun yang kau mau.”

Hanna masih diam dengan pandangan bingungnya. Pasalnya ini bukan uang sedikit -walaupun prihal kecil bagi Kyuhyun- tapi tetap saja, jumlah uang dan jumlah kartu kredit di dalam dompet itu membuatan Hanna tak tahu harus bersikap apa.

Kyuhyun yang melihat itu hanya bisa tersenyum samar. Mungkin memang terlihat membingungkan, tapi pria itu memiliki satu alasan yang membuatnya harus melakukan itu.

“Tidak perlu bingung. Kau bersiaplah. Kita makan malam di luar lagi.”

“lagi?”

“Karena kau sudah memiliki uang…” Kyuhyun bangkit dari duduknya. “Jadi kau yang mentraktirku.”

“Bukankah ini juga uangmu?” Hanna mendelik memandang Kyuhyun yang berdiri di depannya.

“Cepatlah. Aku menunggu di luar.” Kyuhyun beranjak meninggalkan ruang tamu. Sedangkan Hanna hanya bisa menghela nafas dengan kejadian saat ini. Ia memandang punggung Kyuhyun yang mulai hilang di balik pintu lalu memandang dompet dan ponsel di tangannya. Tak lama sudut bibirnya tersenyum.

~o0o~

Hanna asyik memandang pepohonan di jalan komplek rumah Kyuhyun. Kedua sudut bibirnya tersenyum dan ia juga menggoyang-goyangkan kedua tangannya, persis seperti anak kecil. Sesekali gadis itu juga mencuri pandang ke arah Kyuhyun di sebelahnya yang hanya diam sejak tadi.

“Kita akan ke restaurant lagi?”

Kyuhyun bergumam pelan.

“Berjalan kaki seperti ini?”

Kyuhyun bergumam lagi. Ya. Mereka memang tengah menapaki jalanan komplek menuju restaurant untuk makan malam.

“Bukankah restaurant temanmu itu cukup jauh? Tak apa kita berjalan kaki?”

“Kita tidak ke restaurant Sungmin Hyung. Kita makan malam di restaurant tak jauh dari sini.” Sahut Kyuhyun.

Jawaban Kyuhyun membuat Hanna berhenti melangkah. Ia mengernyitkan alisnya mendengar ucapan pria itu. Namun tak lama gadis itu sedikit berlari mengejar Kyuhyun yang sudah berjalan jauh.

“Kenapa? Bukankah Jajangmyeon disana sangat enak? Bukankah itu makanan kesukaanmu?”

“Aku sedang tidak ingin makan disana.” Kyuhyun memasukan kedua tangannya ke saku coat hitamnya.

“Kenapa? Kau bertengkar dengan temanmu itu?”

Hanna berkedip cepat ketika Kyuhyun berhenti melangkah dan menatapnya datar.

“Wae?” Tanya Hanna pelan.

“Berhentilah bicara! Kau tidak sadar kau itu cerewet sekali?!” Seru Kyuhyun sembari berdecak, lalu kembali melanjutkan langkahnya.

Entah mengapa Hanna semakin terlihat sifat aslinya. Begitu cerewet. Walau sebenarnya tak masalah, tapi Kyuhyun tak mengerti kenapa ia sedikit terganggu. Atau mungkin perasaannya yang terganggu karena hal lain? Sementara Hanna hanya bisa terdiam dengan bibirnya yang terbuka. Ia sedikit terkejut melihat Kyuhyun marah seperti tadi.

“Ada apa dengannya? Apa yang kulakukan? Kenapa dia marah padaku?” Hanna bertanya pada dirinya sendiri. Ia menghentakan kakinya kesal kemudian berlari mengejar Kyuhyun yang berjalan dengan cepat. Hanna mengernyit heran melihat Kyuhyun berbelok ke arah halte. Gadis itu berjalan mendekat saat Kyuhyun melambaikan tangannya.

“Perhatikan!” Kyuhyun mengetuk dinding kaca yang menampikan rute bus. “Jika kau ingin pergi jalan-jalan, kau harus perhatikan jam kedatangan bus dan juga warna bus yang akan kau naiki. Jangan sampai kau salah menaiki bus. Mengerti?”

Walau tak mengerti dengan sikap Kyuhyun malam ini, Hanna hanya bisa mengangguk. Pandangannya jatuh pada satu tempat ‘Namsan Tower’. Ia sudah mencari tentang tempat itu di internet, dan berharap bisa datang ke tempat yang terbilang romantis itu.

Hanna tersenyum sebelum meninggalkan halte dan mensejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun.

“Ada apa? Kenapa kau memberitahuku itu?”

“Jika kau terus berjalan, di ujung jalan sana kau akan menemukan mini market. Disana kau bisa membeli semua cemilan yang kau suka.”

“Kau tidak menjawab pertanyaanku.” Hanna mengerucutkan bibirnya.

“Setelah mini market, disana juga ada kedai kopi. Moccalate disana enak sekali. kau bisa mencobanya nanti.”

Kyuhyun menoleh saat Hanna tak merespon perkataannya tapi justru terdiam sambil memandangnya. Dari raut wajahnya, Kyuhyun tahu Hanna bingung dengan semua tingkah lakunya.

“Katakan yang ingin kau tanyakan.” Kyuhyun menghentikan langkahnya, merubah posisi berdirinya menghadap Hanna

Hanna sendiri masih diam menatap Kyuhyun lalu terlihat ia menarik nafas panjang.

“Kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau memberitahuku semua itu? Ada apa denganmu? Kau terlihat aneh sekali sejak tadi.”

“Aku hanya mencoba mempermudah kau tinggal di kota ini.”

“Maksudmu?”

“Kau seharian ini hanya menonton TV. Jika kau mengetahui semua itu kau bisa keluar rumah jika kau bosan.”

“Bukankah kau yang akan mengatarku jalan-jalan?”

“Kau pikir aku ini pengangguran? Aku akan sibuk akhir-akhir ini. Jadi kau harus bisa melakukannya sendiri.” Kyuhyun tersenyum tipis kemudian berlalu dari hadapan Hanna, meninggalkan gadis itu dalam ketidak mengertiannya.

Kyuhyun teringat jika dirinya sudah menanda tangani kerja sama dengan perusahaan Amerika. Itu artinya ia akan pergi dalam jangka waktu yang lumayan lama. Itulah alasan kenapa Kyuhyun memberikan Hanna ponsel dan juga dompet, serta memberitahunya rute bus, mini market terdekat, restsurant terdekat dan kedai kopi terdekat dari rumah.

 

 

 

 

 

TOBECONTINUED

Disclaimer:

Selamat membaca and mian untuk typo yang mungkin masih bertebaran ^^v

 

 

 

5 Comments (+add yours?)

  1. Ifah
    Mar 19, 2017 @ 16:43:26

    Gimana ya kira2 reaksinya Hanna kalau tau Kyuhyun mau pergi….??

    Reply

  2. vivirakim_94
    Mar 20, 2017 @ 07:08:09

    Enak banget jadi hana…. ketemu cowok ganteng. Tinggal dirempar mewah… belum lagi dikasi dompet… kartu dsb… uaaaaaaaaaaaaaaaaa bikin aku nyasar gitu juga dong 😂😂😂

    Reply

  3. Bai Ping Ting
    Mar 21, 2017 @ 13:00:13

    kasihan nya Hanna bah sudah dia ikut Kyuhyun ke Korea tapi eeehhhhhh dia bakalan ditinggal Kyuhyun ke Amerika……………semangat yaaa Thor

    Reply

  4. Fadhilah
    Mar 21, 2017 @ 18:08:48

    Uwooh baper sendiri bacanya liat hana yg mau ditinggal 😢

    Reply

  5. lieyabunda
    Mar 23, 2017 @ 04:05:24

    ditinggal sendiri dan lama,,,, gimana nasib hana,,, kesepian dong…
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: