The Day We Felt The Distance [3/?]

 The Day We Felt The Distance

Author: Putri Fairuz

Cast: Cho Kyuhyun || Park Sungrin OC

Genre: Romance and sad

Rating: T

Length: Chapter

***

Setelah ia pergi meninggalkanku, ia kembali lagi padaku.

Mengubah suasana hatiku yang kala itu sedih, menjadi bahagia

Awalnya aku kesal, untuk apa ia kesini lagi?

Apa ia ingin membuat hidupku terpuruk lagi?

Tapi, setelah aku mendengar penjelasannya, hatiku merasa lega.

Sekarang, aku mulai takut.

Takut jika ia merasakan apa yang pernah aku rasakan.

Yaitu, kehilangan seorang pasangan hidup.

***

“Ayok kita main ular tangga! Yang kalah, harus mentraktir guru-guru disini! Bagaimana? Setuju?” seru Lee Seonsaengnim memenuhi ruangan.

 

“Setuju!!” sahut guru-guru yang lain.

 

Pagi ini, sekolah terlihat sepi. Maklum saja, ini masih pukul 06.00 dan anak-anak belum ada yang datang. Biasanya kesempatan ini di gunakan guru-guru untuk bermain-main sebentar.

 

Kyuhyun masuk keruang guru. Menatap Sungrin yang duduk memperhatikan segerombolan guru-guru yang asik dengan permainannya. Sungrin duduk berdampingan dengan Kim Seonsaengnim yang sedang berkutat dengan handphonenya. Kyuhyun tersenyum lega mendapati Sungrin sedang mengukir senyumnya melihat aksi para guru. ‘Semoga kau melupakan kejadian kemarin, Sungrin-ssi. Semoga kau lupa dengan kata-katamu yang menyuruhku untuk menjauhi dirimu. Aku tak bisa, Sungrin-ssi. Hati ini, milikmu sekarang!’.

 

“Oh? Cho Seonsaengnim! Mari ikut bermain!” seruan Lee Seonsaengnim membuat manik mata Kyuhyun dan Sungrin bertemu. Lamunan Kyuhyun buyar dan segera menatap Lee Seonsaengnim.

 

“Ah, ne Seonsaengnim!” Kyuhyun segera menghambur kearah sekawanan guru yang berdiri melingkar. Lee Seonsaengnim segera memberitahu peraturan yang berlaku di permainan ini, dan Kyuhyun hanya menanggapinya dengan tawa karena menurutnya peraturan itu sungguh konyol.

 

Sungrin terus memandangi wajah Kyuhyun saat kehadirannya diruang guru. Mengingat kejadian kemarin, ia ingin sekali menarik ucapannya. Hatinya tak bisa menerima kenyataan pahit jika Kyuhyun menjauh dari dirinya. Ia ingin Kyuhyun terus disampingnya untuk menjaganya. Tapi ia merasa sangat egois bila hal itu terjadi. Ia tak ingin Kyuhyun bersedih pada akhirnya. Ia ingin Kyuhyun terus bahagia.

 

Kyuhyun menatap Sungrin dikejauhan sana. Sungrin terus menatapnya, begitu juga dengan Kyuhyun. Tak ada yang bisa berpaling dalam situasi seperti ini. Kyuhyun masih sangat mengkhawatirkan Sungrin, begitu juga sebaliknya. Sampai sedetik kemudian, Kyuhyun tak lagi menatapnya, ia harus melanjutkan permainan sampai selesai. Walaupun sebenarnya, Kyuhyun masih ingin menatap mata Sungrin yang penuh kehangatan.

 

‘Ya tuhan, aku benar-benar tak bisa melepaskannya sekarang. Kenapa kau izin kan aku untuk mencintai seorang laki-laki? Ini malah membuat beban hidupku semakin bertambah!’. Sungrin menunduk lemah, ia menahan seluruh air matanya yang sudah bergeming di pelupuknya. Ia mengangkat tangan kirinya, memandang kelima jarinya yang sudah mengeriput. Setetes air mata yang berusaha ia tahan jatuh diatas telapak tangan yang perlahan lahan mulai mengeriput.

 

“Kau tidak apa-apa?” Kim Seonsaengnim mengelus punggung Sungrin. ia tahu masalah yang sedang dihadapi Sungrin saat ini.

 

“Aku tak apa-apa. Aku hanya sedikit haus.” Sungrin tersenyum menenangkan hati guru yang sangat dekat dengannya. “Aku permisi ambil minum dulu ya!” Kim Seonsaengnim pun mengangguk.

 

Sungrin berjalan menuju dispenser, menuangkan air kedalam gelas beling. Setelah itu, ia berjalan kembali menuju tempat duduknya. Suara teriakan dari para guru yang berdominan laki-laki benar-benar memekakan telinga. Diantara suara teriakan para guru, ada suara Kyuhyun yang berhasil ditangkap oleh gendang telinga Sungrin.

 

Prangg…..

 

Semua mata tertuju pada sumber suara. Semua aktifitas berhenti seketika. Tak ada lagi tawa atau teriakan yang sangat dominan diruangan ini. Mereka semua menatap ke satu sudut, dimana seorang Park Sungrin menjatuhkan sebuah gelas beling. Ini baru pertama kalinya guru-guru melihat kejadian ini. Guru-guru disini sudah tau apa yang sedang menimpa Sungrin, kecuali Kyuhyun. Tapi mereka tak tahu bila kenyataannya akan separah ini.

 

Sungrin mulai memungut serpihan gelas beling yang berhamburan dilantai. Memungutnya hati-hati agar tak melukai dirinya. Ia berterimakasih pada air matanya karena tak keluar disaat seperti ini. Ia ingin berusaha tegar dihadapan guru-guru yang menatapnya kasihan.

 

Kim Seonsaengnim ikut membantu Sungrin membersihkan serpihan-serpihan gelas beling tersebut. Sedangkan guru-guru yang lain hanya terpaku melihat kejadian barusan. Sungrin menghentikan aktifitasnya saat dirasa air mata Kim Seonsaengnim tumpah. Ia terus memandang Kim Seonsaengnim yang tak henti-hentinya menangis.

 

Kim Seonsaengnim segera memeluk erat tubuh Sungrin. suara isakannya semakin terdengar kencang, sangat dominan diruangan ini. “Kau harus jadi wanita kuat, Park Seonsaengnim. Tuhan sengaja memberimu cobaan seberat ini karena ia sayang padamu. Terus tersenyum dan jangan menangis!” Sungrin tersenyum mendengar kata-kata motivasi yang terlontar dari Kim Seonsaengnim.

 

“Ne, Seonsaengnim. gomawo!” Sungrin terus mengelus punggung Kim Seonsaengnim untuk menenangkan dirinya. Kasihan bayi didalam kandungannya bila melihat Ibunya menangis seperti ini.

 

“Kita hentikan saja permainannya!” Lee Seonsaengnim merobek kertas permainan yang ia buat. “Aku tidak menyangka bisa separah ini!”

 

“Park Seonsaengnim adalah orang yang baik. Aku tak ingin kehilangan dirinya!” ucap guru yang lain dengan raut wajah yang sedih.

 

“Memang sebenarnya Park Seonsaengnim kenapa?” Kyuhyun mulai bertanya.

 

“Park Seonsaengnim mempunyai penyakit keram. Penyakitnya akan kambuh jika ia kelelahan. Itu adalah penyakit keturunan!” jelas Lee Seonsaengnim. Kyuhyun menautkan alisnya.

 

“Apa sampai separah itu?” Kyuhyun mencium gelagat aneh pada semua guru yang ada dihadapannya.

 

“Cari tahu saja sendiri!” Lee Seonsaengnim pergi menuju mejanya, diikuti dengan guru-guru yang lain termasuk Sungrin dan Kim Seonsaengnim.

 

Kyuhyun memiringkan kepalanya, sambil berfikir, ‘Apa hanya keram saja bisa separah itu?’. Ia langsung berlalu meninggalkan ruang guru menuju ruangannya.

 

***

 

Kyuhyun sedang berkutat pada komputernya. Ia berusaha mencari informasi tentang penyakit yang didertita Sungrin.

 

Ia mengetik ‘Penyakit Keram’ di google. Lalu menekan enter untuk mengetahui hasilnya. Ia membuka salah satu artikel dan membacanya dengan sangat serius.

 

“Ah sudah kuduga penyakit itu tidak berbahaya!” Kyuhyun gusar, ia menyandarkan punggungnya disandaran kursi. “Tapi kenapa guru-guru sangat mengkhawatirkan Sungrin? Bukankah hanya keram biasa? Itu tidak mematikan!”

 

Ia mengambil dompetnya dari dalam saku. Membuka dompet tersebut dan melihat foto didalamnya. Ia mengamati foto seorang gadis kecil berusia 12 tahun yang sedang memegangi boneka teddy bear pemberian Kyuhyun.

 

“Teddy-ah, kau tahu? Aku sedang mengkhawatirkan gadis yang kusukai saat ini? Tak ada satupun guru disini yang memberitahu soal penyakitnya.” Kyuhyun meletakan kepalanya pada tumpuan tangan kirinya. “Teddy-ah, apabila kita bertemu lagi, apa aku akan mencintaimu lalu pergi meninggalkan Sungrin?” ia jadi teringat dengan ucapan Sungrin kemarin yang menyuruhnya untuk pergi dan menjauh darinya.

 

***

 

Kyuhyun pergi keatap sekolah. Melihat anak muridnya berlarian kesana kemari. Ada yang sedang bergerombol dengan teman-temannya, ada juga yang sedang asik bermain bola. Ia mengadahkan kepala ke atas langit. Melihat langit biru yang cerah, terlihat juga sekumpulan awan yang berarak-arak diatas sana. Angin sejuk menerpa wajah tampan Kyuhyun, membuat poni nya bergerak mengikuti semilir angin.

 

Kyuhyun menatap wallpaper handphone nya. Terlihat foto seorang gadis yang waktu itu ia temui saat ia dipantai. Entah kenapa saat melihat foto tersebut, hatinya terasa tenang, walaupun ia tak tahu siapa gadis itu sebenarnya.

 

Kyuhyun mencari nomer seseorang yang ingin ia hubungi. Lalu menekan tombol call untuk menghubungi orang tersebut.

 

“Yoboseyo?”

 

“Ah, Hyukjae-ah. Bagaimana? Apa sudah dapat informasi tentang Teddy Bearku?”

 

“Ah sudah. Aku sudah dapat alamatnya dan nomer telfonnya.”

 

“Dimana ia tinggal sekarang? Dan berapa nomer telfonnya?”

 

“Ia tinggal di Perumahan Estate, tak jauh dari BSHS. Tapi aku tak tahu nomer rumah yang ia tempati sekarang. Yang aku tahu, dia tinggal seorang diri dan hanya ada seekor anjing putih yang menemaninya. Dan nomer telfonnya adalah…” Kyuhyun segera mengeluarkan pena dan kertas kecil dari sakunya.

 

“010-6068-9087”

 

“Terimakasih, Hyukjae-ah!” Kyuhyun segera mengakhiri pembicaraan. Ia menatap kertas itu dengan perasaan tak percaya. ‘Aku tak sangka kita akan bertemu kembali!’

 

Ia segera menekan nomor telfon yang diberikan oleh temannya tadi. Ia meletakkan handphonenya ditelinga kirinya. Bersiap mendengar suara seseorang yang sangat ia rindukan. Jantungnya berpacu lebih kencang, ia tak bisa mengontrol dirinya lagi.

 

“Yeoboseyo?” setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya. Ia terkejut mendengar suara seseorang yang sangat ia rindukan. ‘Apa benar ini suara mu?’ ucapnya dalam hati.

 

“Yeoboseyo?” Kyuhyun tak bisa mengucapkan sepatah katapun. Ia mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Ia hanya ingin mendengar suara ‘Teddy Bearnya’ tersebut.

 

“Kalau anda tak mengucakpan sepatah kata pun, saya akan menutupnya!”

3 detik berlalu dan Kyuhyun sama sekali tak membuka suaranya. Ia masih terus diam sambil meneteskan air mata. Setelah itu, panggilan telfon pun ditutup.

 

Ia jatuh terduduk. Ia memegang jantungnya, meremasnya sekuat tenaga. Ia kembali terisak, menangis sekencang kencang sambil terus tertunduk.

 

“Siapa yang harus kupilih sekarang ya tuhan??!!”

 

TBC

 

A/N: FF ini sudah author posting di akun wattpad pribadi milik author. Silahkan di cek @putrifairuz1 untuk melihat FF ini dan FF lainnya. Makasihhhh…

 

2 Comments (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Mar 24, 2017 @ 03:50:37

    apa itu sungrin,,,,

    Reply

  2. ammy5217
    Apr 08, 2017 @ 21:37:22

    Siapa tedy bear itu???kenapa kyu jadi galau

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: