The Day We Felt The Distance [4/?]

The Day We Felt The Distance

Author: Putri Fairuz

Cast: Cho Kyuhyun || Park Sungrin OC

Genre: Romance and sad

Rating: T

Length: Chapter

***

Setelah ia pergi meninggalkanku, ia kembali lagi padaku.

Mengubah suasana hatiku yang kala itu sedih, menjadi bahagia

Awalnya aku kesal, untuk apa ia kesini lagi?

Apa ia ingin membuat hidupku terpuruk lagi?

Tapi, setelah aku mendengar penjelasannya, hatiku merasa lega.

Sekarang, aku mulai takut.

Takut jika ia merasakan apa yang pernah aku rasakan.

Yaitu, kehilangan seorang pasangan hidup.

***

Sungrin berjalan di koridor sekolah, sambil membawa beberapa berkas serta buku-buku di tangannya. Tiba-tiba ada seseorang yang merangkulnya, membuat ia terkejut setengah mati. Sungrin menoleh kekanan, dilihatlah wajah Kyuhyun yang begitu bahagia. Kyuhyun terus mengumbar senyumnya, tapi ia enggan menatap Sungrin.

 

“Kyuhyun-ssi, kau terlihat sangat senang hari ini.” Kyuhyun menoleh menatap Sungrin saat mendengar tutur katanya.

 

“Ya, memang aku sangat senang hari ini!” ujarnya. “Aku baru saja bertemu dengan cinta pertama ku.”

 

“Benarkah?”

 

“Belum bertemu sih, aku baru menghubunginya saja.” Sungrin mengangguk mengerti. “Oh iya, Sungrin-ssi! Saat pulang sekolah nanti, maukah kau menemaniku jalan-jalan sebentar?” Sungrin menautkan kedua alisnya mendengar ajakan Kyuhyun.

 

“Tenang, aku akan mentraktirmu! Aku hanya ingin berbagi kebahagiaanku denganmu.” Kyuhyun membalikkan tubuh Sungrin menghadap dirinya. Menatap kedua manik mata Sungrin dalam.

 

“Jangan terlalu lelah, Sungrin-ssi! Aku benar-benar mencemaskanmu!” Kyuhyun tersenyum lembut, mengusap kepala Sungrin, membuat desiran darah ditubuh Sungrin berhenti mengalir. Setelah itu, Kyuhyun pergi menuju ruangannya.

 

‘Kyuhyun-ssi, aku sangat senang jika kau bertemu lagi dengan cinta pertamu. Itu berarti kau akan memilih dia yang jauh lebih baik dari diriku. Yang akan membuatmu bahagia selamanya, tidak seperti ku. Tapi, jika sikapmu selalu begitu, perhatian denganku, selalu tersenyum padaku, merangkul pundakku, dan terus mengelus kepalaku, aku malah tidak bisa melepaskanmu, Kyuhyun-ssi.’

 

***

 

Kyuhyun menatap layar ponselnya. Terlihat gambar Teddy Bear di wallpaper ponselnya. Ia telah mengganti wallpaper ponselnya saat mengambil keputusan yang mungkin terbaik untuknya.

 

“Aku berjanji, ini adalah hari terakhirku bersama dengan Sungrin. Aku berjanji akan kembali padamu, cinta pertamaku.” Kyuhyun mengusap layar ponselnya, seakan ia mengusap wajah ‘Cinta Pertama’ nya itu.

 

Kyuhyun meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Ia mengadahkan kepalanya menatap langit-langit, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Ia sedang membayangkan sesuatu hal yang teramat pedih baginya, dan sebenarnya ia tak mau melakukan hal itu lagi. Tapi sekarang, ia dihadapi oleh 2 pilihan. Ia ingin memilih yang pertama, tapi ia harus meninggalkan pilihannya yang kedua.

 

 

07 Juni 2003

 

“Gom (beruang)-ah!” Kyuhyun memanggil seorang wanita yang berjalan didepannya.

 

“Berhenti memanggil ku Gom, Kyuhyun! aku bukan beruang!” wanita itu berdecak kesal karena Kyuhyun terus memanggilnya beruang. Ia langsung membalikkan tubuhnya dan siap melangkah pergi.

 

Dengan secepat kilat, Kyuhyun memeluk gadis itu dari belakang, menghentikan langkah gadis itu dan memeluknya erat. Wanita itu hanya bisa bungkam, ia membulatkan kedua matanya karena terkejut akan pelukan hangat seorang Cho Kyuhyun.

 

“Saranghae.” Ucapan Kyuhyun sukses membuat desiran darah di dalam tubuh gadis itu berhenti. Bisikan Kyuhyun ditelinganya membuat jantungnya berpacu dengan cepat. Kyuhyun terus menenggelamkan kepalanya ditengkuk leher gadis tersebut. “Maukah kau menjadi pacarku?” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.

 

Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata gadis itu. Ia tak menyangka sahabatnya, yang selalu menjahilinya bisa menyatakan perasaannya yang sesungguhnya. Ini adalah waktu yang sangat ia tunggu.

 

Gadis itu membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun, membuat pelukannya terlepas. Gadis itu menatap kedua mata Kyuhyun. melihat sebuah keyakinan dan kesetiaan dari kedua matanya. Gadis itu mengecup bibir Kyuhyun. Merasakan hangat nya bibir Kyuhyun yang menempel pada bibirnya. Kyuhyun menutup matanya, merasakan kenikmatan dari bibir gadis yang ia sayangi. Buliran air mata turun dari kelopak mata gadis itu, membuat pipi Kyuhyun basah karenanya.

 

Gadis itu menyudahi tautan bibir mereka. Ia menatap Kyuhyun dalam. “Aku sudah menunggu kalimat itu lama sekali. Kau membuatku selalu berharap, Cho Kyuhyun! kenapa kau tega sekali padaku!” gadis yang sering dipanggil ‘Gom’ itu memukuli dada Kyuhyun dan terus menangis. Membuat hati Kyuhyun sakit melihatnya. Ia memang salah, dan ingin menebus semua kesalahannya. “Aku memendam perasaan padamu sejak kelas 5 SD, dan kau baru menyatakan perasaan mu saat ditingkat akhir SMP. Hitunglah berapa lama aku menunggu dan berharap cintamu!” Kyuhyun menarik Gom nya kepelukannya. Ia mengusap kepalanya, membiarkan air mata Gom terkuras habis di pundaknya.

 

“Maafkan aku karena telat mengungkapkan perasaanku padamu. Maaf karena telah membuatmu menunggu terlalu lama. Sejujurnya, saat kita memulai pertemanan, aku sudah menyukaimu, tapi aku tak ada keberanian untuk menyatakan perasaan ku padamu.” Isakan Gom semakin kencang, membuat Kyuhyun semakin khawatir padanya.

 

“Gom-ah, jangan menangis lagi.” Kyuhyun memegang pundak Gom. Ia melihat wajah Gom yang sudah sangat berantakan. Ia menghapus air mata yang terus keluar dari pelupuk mata Gom dengan ibu jarinya. “Kau mau kan jadi pacarku?” Kyuhyun bertanya sekali lagi. Tapi pertanyaan itu membuat Gom tersenyum, dan mengangguk. Ia menerima cinta Kyuhyun dan hari ini adalah hari dimana Gom dan Kyuhyun dipersatukan dalam ikatan sepasang kekasih. Jawaban Gom membuat Kyuhyun memeluk gadis itu dan terus mencium pucuk kepalanya.

 

“Ayok kita pergi!” Seru Kyuhyun.

 

“Pergi kemana?”

 

“Kemana saja. Pokoknya, hari ini kita habiskan waktu hanya berdua saja.” Gom tersenyum, begitu juga dengan Kyuhyun. Kyuhyun mengamit tangan Gom dan berjalan entah kemana, tak punya tujuan yang pasti.

 

09 Juni 2003

 

“Kyuhyun-ah!” Gom berlari menghampiri Kyuhyun yang berjalan sangat jauh didepannya. Tak peduli dengan beberapa orang dibandara yang menatapnya aneh. Sipemilik nama tersebut menoleh mencari seseorang yang menyebut namanya.

 

Gom berdiri dihadapan Kyuhyun. Mengatur deru nafasnya yang tidak terkontrol. “Kau mau kemana?”

 

“Aku ingin pergi ke Jepang.” Jawab Kyuhyun dengan wajah datarnya.

 

“Untuk apa?”

 

“Aku ingin melanjutkan sekolah ku disana.”

 

“Kenapa harus pergi jauh ke Jepang? Di Korea masih banyak sekolah bagus, Kyuhyun-ah! Kita akan bersekolah di sekolah yang sama, Kyuhyun-ah!” Kyuhyun memalingkan wajahnya saat gadis dihadapannya mulai menitikkan air matanya.

 

Kyuhyun membuang nafasnya. “Tapi aku ingin sekolah di Jepang, Gom-ah!”

 

“Kenapa?” Gom terus mendesak Kyuhyun agar ia tak pergi dari nya, dan dari negaranya. “Apa karena ini keinginan Ayahmu? Atau…”

 

Kyuhyun menututup bibir Gom dengan jari telunjuknya, agar Gom berhenti berbicara. “Itu karena kau.” Kata-kata itu membuat mata Gom membulat. Ia terus menatap Kyuhyun, tak percaya dengan kata-kata yang keluar dari bibirnya.

 

“Aku terus memikirkan mu sehingga aku tak bisa konsentrasi belajar. Kau juga yang membuatku terus keluar rumah, padahal saat itu aku sedang belajar! Kau tidak tahu kalau ujian masuk SMA sebentar lagi, dan kenapa kau selalu menggangguku?? Maka dari itu, aku akan pergi meninggalkanmu dan melupakanmu!”

 

PLAKK…

 

Tamparan keras menghampiri pipi kanan Kyuhyun. Tamparan keras dari wanita dihadapannya. Gom terus menangis mendengar kata-kata Kyuhyun yang menyakiti hatinya. Deru nafasnya jadi tak teratur karena menahan emosi yang menguasai dirinya.

 

“Lalu, untuk apa kau menyatakan perasaanmu padaku?! Kau ingin membuat kenangan terakhir bersamaku dan setelah itu menyakitiku hah?! Kenapa kau tak bilang kalau aku mengganggumu?! Untuk apa aku menerima cintamu kalau hanya bertahan sampai 2 hari?! Kau ingin membanggakan dirimu sebagai kekasih pertamu ku, begitu?”

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada objek lain, ia enggan menatap Gom yang mencaci makinya. Ia melihat arloji di tangan kirinya. “Aku hampir telat, aku harus chek in kedalam.” Kyuhyun melangkah pergi meninggalkan Gom yang masih terus menatapnya.

 

PRANG…

 

Bunyi tersebut membuat Kyuhyun berhenti melangkah. Ia menatap benda yang tergeletak di depannya. Jam tangan berwarna putih milik Gom yang ia berikan kemarin. Gom sengaja melemparkan jam tangan tersebut. Sehingga jam tangan cantik itu hancur berkeping-keping.

 

“Kau belum pernah merasakan sakit hati yang kualami ini kan, Kyuhyun-ah?” Seakan tak mendengar ucapan Gom, Kyuhyun terus melangkah pergi menjauhi Gom dan menginjak jam tangan putih pemberiannya yang hancur lebur diatas lantai. Pemandangan ini sungguh membuat hati Gom merasa sakit dan air matanya terus mengalir semakin deras.

 

“Kau akan merasakan sakit hati yang aku alami sekarang, Kyuhyun-ah! Aku membenci mu!” Gom tidak bergeming dari tempatnya. Ia masih memandangi punggung Kyuhyun yang semakin lama semakin menjauh. Ia masih berharap Kyuhyun akan kembali memeluk dirinya, dan berharap bahwa kata-kata yang Kyuhyun ucapkan hanya semata-mata mengerjai dirinya, ia berharap Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan terus tinggal disisinya.

 

Di kejauhan sana, Kyuhyun memasang headset nya agar tak mendengar suara Gom nya lagi. Setetes air mata diam-diam jatuh dari pelupuk matanya. Ia tak bisa meninggalkan Gom secepat itu. Ia memang ingin pergi ke Jepang, tapi ia tak sanggup meninggalkan Gom disini. Ia sengaja mengeluarkan kata-kata kasar agar Gom dapat membencinya. Saat ia sukses nanti, ia berjanji akan pergi mencari Gom di manapun ia berada. Ia akan meminta maaf dan mencoba untuk menjelaskan semuanya pada Gom, walaupun ia tak yakin Gom bisa menerimanya kembali. Kata-katanya tadi begitu menusuk hati Gom, dan ia pun juga merasakannya. Ia berjanji tak akan mencintai wanita selain Gom. Ia berjanji itu.

 

 

Kyuhyun menggebrak meja kerjanya kencang. Ia menenggelamkan kepalanya diatas mejanya. Pundaknya naik turun, menahan emosi yang menggebu-gebu.

 

“Seharusnya aku tak melakukan itu, Gom-ah! Aku jadi takut untuk bertemu denganmu kembali.”

 

***

 

Kyuhyun dan Sungrin mengumbar canda tawa mereka ditengah pusat kota Busan. Mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. Mereka sampai lupa waktu karena terlalu asik dengan acara mereka.

 

“Sungrin-ah, apa kau menikmati malam ini?” Sungrin menatap wajah Kyuhyun yang terfokus pada jalan didepannya.

 

“Ya, aku menikmatinya.” Sungrin mengagguk dan semakin mempererat genggamannya.

 

“Wahh, apa sekarang aku boleh berbicara non formal padamu?” alis Sungrin bertautan. Ia kembali menatap Kyuhyun yang menatapnya juga.

 

“Apa maksudmu?”

 

“Tadi aku memanggilmu ‘Sungrin-ah’, tapi kau sama sekali tak menggubrisnya. Itu berarti, aku boleh berbicara non formal padamu!”

 

Sungrin mengerucutkan bibirnya. Membuat wajah menggemaskan, sampai-sampai Kyuhyun ingin sekali mencubitnya. “Kita baru saja kenal. Jadi kau, harus tetap berbicara formal padaku!” Sungrin menjulurkan lidahnya. Setelah itu ia melepas genggaman tangannya dan berjalan mendahului Kyuhyun yang tertawa melihat dirinya. Ia melihat bangunan cantik bercat pink. Seakan tau maksud Sungrin, Kyuhyun segera menghampirinya dan menawarkan untuk masuk kedalam. Sungrin senang Kyuhyun dapat mengetahui isi hatinya saat ini. Kyuhyun kembali menggenggam tangan halus Sungrin dan membawanya masuk kedalam toko.

 

“Wahhhh.. neomu yeppeoda!!” mata Sungrin berbinar melihat beberapa aksesoris cantik di depan wajahnya.

 

Sungrin terus memilih beberapa pernak-pernik cantik untuk dirinya. Sedangkan Kyuhyun terus memakaikan bando atau topi yang lucu di kepala Sungrin. Tapi Sungrin sama sekali tidak merasa terganggu dengan perbuatan Kyuhyun. Sikapnya itu malah membuat Kyuhyun tertawa geli melihat Sungrin yang menjadi kelinci percobaannya.

 

“Kyuhyun-ssi, aku ingin melihat beberapa lipgloss di sebelah sana!” Sungrin menunjuk arah tujuannya dengan jari telunjuknya.

 

“Ne, aku akan menunggumu disini!” Sungrin melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih asik melihat beberapa bando yang lucu untuk dipakai Sungrin.

 

Sungrin berjalan dengan riangnya, sampai ia tak sadar menabrak seorang ibu-ibu dengan belanjaan yang begitu banyak. Sungrin membuka lebar bibirnya, ia merasa bersalah telah menjatuhkan barang-barang wanita paruh baya itu.

 

“Gwaenchanaseyo? Mianhaeyo ahjumma!” Sungrin duduk dilantai, mengambil beberapa barang yang terjatuh dari tas besar milik Ahjumma itu.

 

“Ne, Gwanchasseumnida agassi!” dengan langkah cepat, Kyuhyun segera menghampiri Sungrin yang terlihat sangat bersalah.

 

Setelah barang-barang selesai dimasukkan kembali. Wanita paruh baya itu membungkukan badannya, berterimakasih pada Sungrin. Begitu juga dengan Sungrin.

 

“Kau tidak apa-apa?” Kyuhyun memegang pundak Sungrin dengan wajah khawatirnya.

 

“Aku tidak apa-apa.” Sungrin tersenyum memandang Kyuhyun, ia meyakini Kyuhyun agar tidak terlalu khawatir padanya. Kyuhyun membantu Sungrin untuk berdiri, tapi Sungrin malah mengerang kesakitan.

 

“Kau kenapa?” Kyuhyun malah semakin panik saat melihat Sungrin menggigit bibir bawahnya. Menahan sakit yang ia rasakan.

 

“Kaki mu keram?” tak ada jawaban. “Makanya bilang padaku jika kau mulai lelah!”

 

“Aku tidak lelah, Kyuhyun-ssi.” Sungrin kembali tersenyum, memperlihatkan wajah tenangnya. “Kau bantu aku berdiri lagi ya!” Kyuhyun mengangguk dan kembali membantu Sungrin berdiri.

 

Sungrin sempat tumbang karena kaki kanannya masih lemah. Tapi dengan secepat kilat, Kyuhyun memegang pinggang Sungrin dan menuntunnya keluar dari toko. Tak ada satupun barang yang terbeli di toko ini, Sungrin malah merasa bersalah karena membuat Kyuhyun khawatir seperti tadi.

 

“Kyuhyun-ssi, aku bisa berjalan sendiri.” Pinta Sungrin saat keluar dari toko. Kyuhyun hanya bisa mengangguk pasrah. Jujur, didalam hatinya ia merasa khawatir dengan Sungrin. Ini baru pertama kalinya ia melihat Sungrin tak bisa menggerakkan kakinya. “Kita panggil taksi ya? Aku ingin pulang sekarang!” Kyuhyun mengangguk, ia tak ingin melihat senyum Sungrin yang seolah-olah mengatakan ia baik-baik saja. Ia membiarkan Sungrin berjalan terlebih dahulu, sekalian ia mengawasi dari belakang. Ia tak berani mengamit tangan Sungrin karena perubahan sikapnya.

 

Sungrin berjalan perlahan. Ia terus menggigit bibirnya menahan rasa sakit dari kedua kakinya. Keringat dingin terus bercucuran di keningnya. Ia merasakan otot kakinya bergetar hebat dan menyakiti dirinya.

 

Brukk…

 

Sungrin jatuh diaspal. Ia mencengkram roknya menahan sakit. Air mata mulai bercucuran membasahi pipinya. Kyuhyun melangkah cepat menghampiri Sungrin, ia sudah menduga hal ini akan terjadi karena langkah Sungrin yang semakin lama semakin melambat.

 

“Kau tidak apa-apa?” Kyuhyun menggenggam tangan Sungrin, merasakan betapa dinginnya kedua tangan Sungrin.

 

“Arghhh…” Sungrin mencengkram tangan Kyuhyun lebih kuat lagi. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, betapa sakitnya cengkraman tangan Sungrin. Ia bisa merasakan rasa sakit yang di derita Sungrin saat ini. “Sakit sekali, Kyuhyun-ssi!” Sungri berbicara dengan terbata-bata. Ia tak sanggup berbicara satu katapun.

 

Cengkramannya semakin kuat, dan itu membuat Kyuhyun semakin panik. “Tolong!! Tolong kami! Tolong!” tak ada cara lain, ia berteriak meminta tolong pada semua orang yang berlalu lalang.

 

“Ada apa ini?” seorang lelaki datang menghampiri Kyuhyun.

 

“Tolong dia, aku mohon!” seakan tahu letak rasa sakit yang dirasakan Sungrin, lelaki itu mulai memijit kedua kaki Sungrin perlahan.

 

Lelaki itu terdiam, menghentikkan segala aktifitasnya. Ia menatap Kyuhyun datar. “Apa kekasihmu ini mengidap penyakit ALS?” alis Kyuhyun bertautan. “Ia mengalami kejang otot sekarang.”

 

“Kyuhyun-ssi, jangan dengarkan lelaki itu!” Sungrin menguatkan cengkramannya. Ia menatap Kyuhyun dengan deraian air mata, memohon pada Kyuhyun untuk menatap dirinya. Seakan tau arah tatapan Kyuhyun, Sungrin beralih kepada lelaki yang memijat kakinya. “Kau! Pergi kau! Jangan sok tahu! Ini hanyalah keram biasa! Kau tak tau apa-apa!” lelaki itu bangkit setelah mendengar cecaran Sungrin.

 

“Tunggu! Aku seperti mengenalmu.” Kyuhyun mencoba mengingat suatu kejadian yang menghadirkan lelaki tersebut. “Kau lelaki yang datang ke cafe bersama wanita yang duduk di kursi roda 2 hari yang lalu, kan?” lelaki itu mengangguk.

 

“Wanita yang di kursi roda adalah kekasihku, dia mengidap ALS, sama seperti kekasihmu!” Kyuhyun terus menyimak ucapan-ucapan yang terlontar dari lelaki tersebut.

 

“Dia meninggal pada malam harinya. Setelah merayakan hari jadi kami yang ke seribu.” Lelaki itu tersenyum menghadapi keyataan pahit dalam hidupnya. Sungrin berhenti menangis, masih terus menunduk enggan memperlihatkan wajahnya.

 

“Jagalah kekasihmu selagi ia bisa bernafas. Berilah dia semangat hidup untuk berjuang melawan penyakitnya! Walaupun penyakit ALS tak dapat disembuhkan dan tak ada obatnya.” Lelaki itu tersenyum getir, hendak menitikkan air mata.

 

“ALS itu apa?”

 

“Kyuhyun-ssi!” kedua tangan milik Sungrin menyentuh kedua pipinya. Dengan uraian air mata yang membentuk sungai kecil di kedua pipi Sungrin. “Tatap kedua mata ku, Kyuhyun-ssi!”

 

Kyuhyun menatap manik mata Sungrin tak berkedip. Ia tak bisa menangis sekarang. Ia terlalu bingung saat ini. “Aku tidak mengidap penyakit seperti yang dikatakan lelaki itu, Kyuhyun-ssi! Kau percaya padaku kan?” Kyuhyun terdiam, tak menjawab pertanyaan Sungrin. Tapi ia masih fokus pada kedua mata Sungrin.

 

“Kau tidak percaya?” Sungrin masih terus memandang Kyuhyun yang tidak menjawab pertanyaannya lagi. Ia menurunkan kedua tangannya, menyandarkan kepalanya ke bahu Kyuhyun dan kembali menangis.

 

“Aku tidak mengidap penyakit itu! Kenapa kau tak percaya padaku?” Kyuhyun masih terus terdiam. Matanya belum berkedip sama sekali, hanya terfokus pada satu arah. Ia mendengar jelas suara tangisan Sungrin yang begitu memekakan telinganya.

 

“Aku tak ingin kau jauh dari diriku!” setelah mendengar kalimat itu, Kyuhyun mengerjapkan matanya, seakan tersadar dari lamunannya. Ia memeluk Sungrin dan mengusap kepalanya.

 

“Aku percaya padamu!” Kyuhyun mencium pucuk kepalanya. Dan setelah itu, tak ada suara tangis Sungrin lagi. Beban di tubuhnya juga semakin berat. Apa Sungrin tertidur, ataukah pingsan? Yang jelas, Kyuhyun membiarkan Sungrin yang tak sadarkan diri didalam pelukannya. Membiarkan kedua tangannya bebas mengelus rambut Sungrin, membebaskan air matanya yang melesat bebas dari kedua matanya.

 

 

“Menjauhlah dari ku Kyuhyun-ssi! Kau akan menjadi lelaki yang tadi apabila terus bersamaku!”

 

TBC

 

A/N: FF ini sudah author posting di akun wattpad pribadi milik author. Silahkan di cek @putrifairuz1 untuk melihat FF ini dan FF lainnya. Makasihhhh…

 

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Mar 25, 2017 @ 05:09:42

    kasian sungrin punya penyakit seperti itu…
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: