The Day We Felt The Distance [6/?]

The Day We Felt The Distance

Author: Putri Fairuz

Cast: Cho Kyuhyun || Park Sungrin OC

Genre: Romance and sad

Rating: T

Length: Chapter

***

Setelah ia pergi meninggalkanku, ia kembali lagi padaku.

Mengubah suasana hatiku yang kala itu sedih, menjadi bahagia

Awalnya aku kesal, untuk apa ia kesini lagi?

Apa ia ingin membuat hidupku terpuruk lagi?

Tapi, setelah aku mendengar penjelasannya, hatiku merasa lega.

Sekarang, aku mulai takut.

Takut jika ia merasakan apa yang pernah aku rasakan.

Yaitu, kehilangan seorang pasangan hidup.

***

“Apa penyakit yang di derita Sungrin, dok?” Kyuhyun memulai perbincangan dengan hati-hati.

 

Dokter Lee melepas kacamatanya sambil menekan pelipisnya. “Nyonya Park positif mengidap ALS!”

 

“ALS?” Dahinya mengkerut. “Bisa Anda jelaskan, apa itu ALS?”

 

“ALS adalah gangguan saraf motorik yang tidak bekerja sesuai perintah otak. Atau mengalami penolakan.”

 

“Maksud anda?”

 

“Misalnya, pernahkah anda melihat Nyonya Park tidak sengaja menjatuhkan benda yang ia pegang?”

 

Kyuhyun mulai berfikir, “Pernah. Ia pernah menjatuhkan buah apel dan gelas.”

 

“Itu yang dinamakan penolakan. Saraf otot yang seharus nya bekerja sesuai perintah otak jadi mengalami penolakan. Gelas yang seharus nya dipegang sesuai dengan perintah otak, jadi terlepas dari genggaman tangan karena penolakan saraf-saraf otot tersebut. Dan ini, mengakibatkan Nyonya Park mengalami kelumpuhan.”

 

“Lumpuh?” kali ini, Kyuhyun menaikkan sedikit nada bicaranya.

 

“Untuk saat ini, kedua tangannya mengalami kelumpuhan.” sesak, Kyuhyun merasakan sesak didadanya saat kalimat itu keluar dari mulut Dokter Lee. “Tapi untuk kedepannya, pasti ada organ tubuh Nyonya Park yang tak akan berfungsi lagi.”

 

Kyuhyun memijat pelipisnya. Menyandarkan punggungnya kesandaran kursi. Ia tak tahu akan separah ini penyakit yang diderita Sungrin.

 

“Dan, asal anda tau, hampir 99% penderita ALS tidak bisa disembuhkan.” Kyuhyun berhenti bergerak. Ia menajamkan indera pendengarnya. “Dan kemungkinan besar, penderita ALS akan bertahan hidup selama 2 tahun saja. Tapi, itu tergantung dengan kekebalan tubuhnya.”

 

“Cih..” Kyuhyun tertawa meremehkan. “Anda jangan bercanda!”

 

“Saya tidak bercanda, Cho-ssi. Anda boleh bertanya pada Dokter yang lain untuk memastikannya.” Kyuhyun terdiam. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, enggan menatap Dokter Lee yang berkepala gundul.

 

“Dan, penyakit ALS tidak ada obatnya.”

 

BRAKK

 

Kyuhyun menggebrak meja kerja Dokter Lee. Sorot matanya sangat tajam, seperti ingin mencekam Dokter dihadapannya.

 

“SEMUA PENYAKIT PASTI ADA OBATNYAA!! ANDA JANGAN MENCOBA UNTUK MEMBOHONGI SAYA!!”

 

“Saya tidak bohong, Cho-ssi. Untuk apa Saya berbohong? Saya ini Dokter, seorang Dokter ingin pasiennya sembuh. Tak ada satupun Dokter yang ingin menghambat kesembuhan pasiennya.” Dokter Lee berhenti sejenak.

 

“Dokter itu seperti Ayah, Pasien itu adalah anaknya. Seorang Ayah tak ingin anaknya terluka, Cho-ssi.” Kalimat itu, membuat Kyuhyun meredakan emosinya. Ia menstabilkan deru nafasnya. Menatap Dokter Lee yang tertunduk.

 

“Anakku meninggal karena penyakit ini.” Hati Kyuhyun mencelos seketika. Ia sungguh menyesal karena sempat tak percaya dengan Dokter Lee.

 

“Anakku bertahan selama satu setengah tahun. Lebih singkat dari yang diperkirakan.” Ia menatap Kyuhyun. Air matanya menggenang di pelupuk matanya. Tapi ia tahan sekuat tenaga.

 

“Ia meninggal pada usia 6 tahun. Dan saat itu aku merasa menjadi Ayah yang tak berguna.” Kyuhyun menunduk, enggan menatap Dokter Lee yang terlihat menyedihkan.

 

“Kenapa aku tak berguna? Aku Dokter, Aku bisa menyembuhkan banyak pasien. Tapi kenapa saat anakku sendiri membutuhkanku, aku tak bisa membantunya. Aku sudah berusaha sekuat tenaga tapi, inilah kemauan Tuhan. Ia ingin anakku menghadapnya terlebih dahulu, mendahului aku dan ibunya.” Air matanya telah mengalir deras, membasahi pipinya yang telah menua.

 

“Sejak saat itu, Aku ingin bekerja keras lagi dalam menyembuhkan pasien-pasienku.” Dokter Lee menghapus air matanya dengan ibu jarinya. Kyuhyun masih terdiam tak berkata.

 

“Sungrin, sudah Saya anggap sebagai anak Saya sendiri. Tidak mungkin Saya menyembunyikan sesuatu, apalagi menyangkut kesehatannya.”

 

“Kenapa kau menganggap Sungrin sebagai anakmu sendiri?” kali ini, tatapan Kyuhyun mulai melembut. Begitu juga dengan suaranya.

 

“Yang pertama, kedua orangtua Sungrin adalah sahabatku. Aku sangat mengenalnya. Yang kedua…” perkataan Dokter Lee sukses membuat jantung Kyuhyun berdebar kencang.

 

“Aku ingin membalas semua yang tidak bisa kulakukan dengan anakku. Aku ingin mengeluarkan semua tenaga yang bisa aku lakukakan untuk Sungrin.” mereka berdua saling melempar pandang. Kyuhyun menatap sebuah kejujuran yang tersirat dari bola mata Dokter Lee.

 

“Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menyembuhkan Sungrin? Apa benar tak ada satupun obat yang bisa menyembuhkan nya?” Kyuhyun berharap ada sebuah jawaban yang membuat hatinya senang sekarang.

 

“Tidak ada satupun obat yang dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan ALS.”

 

“Apa pengobatan herbal juga tak bisa menyembuhkannya?” tanya Kyuhyun.

 

“Kalau itu, saya tak tau.” Dokter Lee berdiri dari tempat duduk nya. Menghampiri Kyuhyun yang tertunduk. “Cho Kyuhyun-ssi, jika kau mencintainya, kau harus tunjukkan itu. Perjuangkan dia, agar ia terus tinggal disisimu. Aku tak bilang kalau pengobatan herbal tak dapat menyembuhkannya. Aku hanya tak tau. Kau jangan bersedih. Aku tau pasti ada celah untuk menyembuhkannya.” Dokter Lee menepuk bahu Kyuhyun. Sedikit menguatkan hati Kyuhyun yang jatuh terpuruk.

 

“Ne,” Ia tersenyum memandang Dokter dihadapannya. Matanya berbinar saat indera pendengarannya menangkap nasehat-nasehat Dokter Lee. Ya, ia mencintainya, sangat mencintainya. Walaupun Dokter Lee memvonis kematian, ia tak akan tinggal diam. Ia akan terus mencari obat agar Sungrin sehat kembali.

 

***

 

Kyuhyun melangkahkan kaki nya memasuki ruangan perawatan. Didalam sana, terlihat Sungrin yang terbaring tak sadarkan diri, dengan selang infus dan alat bantu pernafasan.

 

Perkataan Dokter Lee masih terngiang-ngiang di otaknya, ia takut kehingalangan orang yang ia cintai bertahun-tahun. Ia bahkan belum menebus semua kesalahan yang ia perbuat dulu. Sungguh, jika akan seperti ini jadinya, ia bersumpah tak akan meninggalkan Sungrin, ia bersumpah akan terus disisinya. Ia jadi semakin bersalah disaat Sungrin mengalami kejang otot, atau tak bisa menggerakan salah satu organ tubuhnya.

 

‘Tuhan, jangan biarkan penyakit Sungrin menyebar dengan pesat sebelum aku memberitahu siapa diriku sebenarnya. Dan jangan ambil dia dari sisiku sebelum aku bisa membahagiakannya. Aku menyesal karena telah meninggalkannya dulu, membuatnya menangis bahkan membenci diriku sendiri. Jadi aku mohon, beri aku kesempatan untuk membalas semua kesalahanku.”

 

Kyuhyun mendudukkan diri disamping ranjang Sungrin. Menagamit tangan Sungrin yang terbebas dari selang infus. Mengelusnya perlahan agar tak membangunkannya.

 

Ditatapnya wajah Sungrin. Memandang kedua matanya yang masih tertutup. Genangan-genangan air mata terlihat di pelupuk matanya. Ia sedih melihat wajah pucat Sungrin.

 

“Kalau kau tau jika aku adalah Cho Kyuhyun yang pernah meninggalkanmu, apa kau akan menerima ku kembali?”

 

Kyuhyun terus memandang Sungrin, tak berkedip. Ia harap Sungrin segera bangun dan ia akan memberitahu yang sebenarnya. Jantungnya berdegup kencang. Ia takut Sungrin tak ingin menerima maafnya dan tak ingin melihatnya lagi.

 

Kyuhyun menenggelamkan kepalanya, masih terus memegangi tangan Sungrin. Ia menangis, mengeluarkan kesedihan yang menumpuk di hatinya.

Perlahan-lahan mata Sungrin terbuka. Ia mengerjapkan kedua matanya, melihat seisi ruangan yang terlihat asing baginya. Ia menagkap suara tangisan yang begitu dekat dengannya. Ya, itu suara tangisan Kyuhyun. Ia tersenyum mendapati Kyuhyun berada disisinya dan menangis untuknya. Entah kenapa, Sungrin sangat senang, dengan begitu, ia tau Kyuhyun sangat memperhatikan dirinya.

 

“Kyuhyun-ssi.” panggil Sungrin pelan. Bahkan hanya dia sendiri yang dapat mendengarnya.

 

Ia meneguk salivanya agar suaranya terdengar lebih kencang. “Kyuhyun-ssi.” masih tak ada respon dari Kyuhyun.

 

Sungrin mencoba menggerakan tangannya yang terbalut selang infus. Ia ingin mengelus rambut Kyuhyun agar Kyuhyun sadar, ia sudah siuman. Tapi, apa yang terjadi? Tangannya tak bisa di gerakkan. Ia terus mencobanya, tapi tetap tak bisa. Wajahnya mulai panik, ia khawatir dengan penyakitnya yang akan melumpuhkan organ tubuhnya.

 

Tapi ia tak menyerah, ia masih terus mencoba menggerakan kedua tangannya. Tapi hasilnya nihil, tangannya tak ingin bergerak sesuai dengan perintahnya. Bulir-bulir air mata menetes dikedua matanya. Ia berusaha menahan suara isakannya agar tak terdengar oleh Kyuhyun. Ia tak ingin terlihat lemah dihadapan Kyuhyun, ia harus menjadi wanita kuat.

 

“Kyuhyun-ssi!” Sungrin menaikkan nada suaranya agar Kyuhyun mendengarnya.

 

Kyuhyun menoleh, menatap Sungrin. Sungrin tersenyum, tapi dibalik senyumannya itu, ada sebuah kesedihan yang mendalam. Kyuhyun dapat merasakannya.

 

“Sungrin-ah, kau sudah sadar?” Kyuhyun mendekati Sungrin, mengusap rambut hitamnya.

 

Sungrin menggangguk, membuat hati Kyuhyun lega. “Apa kau baik-baik saja?”

 

Pertanyaan bodoh Kyuhyun membuat jantung Sungrin berdetak. Ia mejamkan matanya mencoba memikirkan jawaban yang benar untuk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

 

“Aku tidak tau, apa aku baik-baik saja atau tidak baik-baik saja.”

 

Kyuhyun meneguk salivanya mendengar jawaban yang menohok hatinya. “Tanganmu lumpuh, Sungrin-ah!”

 

Sungrin tertawa kecil, seperti meremehkan. “Aku sudah menduganya. Makanya aku tak bilang, ‘aku baik-baik saja’.”

 

“Tapi, kau tak perlu khawatir, aku akan mencari pengobatan agar kau sembuh”

 

“Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau begitu baik padaku?” pertanyaan itu membuat genggaman tangan Kyuhyun semakin kencang. Apa dari awal Sungrin sudah mengetahui siapa dirinya sebenarnya?

 

“Aku….” terasa berat bagi Kyuhyun untuk melanjutkan kata-katanya.

 

“Aku Cho Kyuhyun. Orang yang pernah meninggalkan mu dulu..” jantungnya berpacu dengan cepat. Ia tak bisa menebak raut wajah Sungrin sekarang.

 

“Untuk apa kau kesini? Apa kau ingin menghancurkan hidup ku lagi?! Hidupku sudah hancur dan kau masih ingin menghancurkannya?!” habis sudah! Sungrin tak menerima kehadirannya.

 

“Tidak! Bukan seperti itu! Aku datang ke Korea, karena aku ingin mencari sebuah kebahagiaan. Sebuah kebahagiaan yang dulu aku hancurkan. Sebuah kebahagiaan yang hanya terletak pada diri seseorang, yaitu dirimu.”

 

“Omong kosong! Lebih baik kau pergi sekarang juga! Aku benci melihat wajah mu, Cho Kyuhyun!”

 

“Tidak. Aku akan membalas semua kesalahanku!” Kyuhyun mendekatkan wajahnya.

 

“Aku akan menikahimu.”

 

TBC

A/N: FF ini sudah author posting di akun wattpad pribadi milik author. Silahkan di cek @putrifairuz1 untuk melihat FF ini dan FF lainnya. Makasihhhh…

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Mar 29, 2017 @ 03:00:45

    kira2 sungrin mau gak yaa nikah ama kyu,,,
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: