The Day We Felt The Distance [7/?]

The Day We Felt The Distance

Author: Putri Fairuz

Cast: Cho Kyuhyun || Park Sungrin OC

Genre: Romance and sad

Rating: T

Length: Chapter

***

Setelah ia pergi meninggalkanku, ia kembali lagi padaku.

Mengubah suasana hatiku yang kala itu sedih, menjadi bahagia

Awalnya aku kesal, untuk apa ia kesini lagi?

Apa ia ingin membuat hidupku terpuruk lagi?

Tapi, setelah aku mendengar penjelasannya, hatiku merasa lega.

Sekarang, aku mulai takut.

Takut jika ia merasakan apa yang pernah aku rasakan.

Yaitu, kehilangan seorang pasangan hidup.

***

2 bulan kemudian

 

Kyuhyun duduk bersimpuh dihadapan Sungrin yang duduk disofa sambil menundukkan kepala. Tangannya digenggam kuat oleh Kyuhyun, memancarkan ketenangan bagi Sungrin yang di balut rasa kesedihan.

 

“Maafkan aku karena terus membuatmu menangis. Aku memang tak bisa membuatmu bahagia!” ucap Kyuhyun sambil memandang Sungrin.

 

Sungrin menggeleng kuat. Ia menatap Kyuhyun sambil berderai air mata. “Tidak! Kau tak perlu minta maaf. Kau tidak salah!”

 

“Lalu, kenapa sekarang kau menolak untuk meminum obat herbal ini? Bukankah sebulan yang lalu kau masih mau meminumnya?”

 

“Obat itu sangat pahit! Aku mencoba untuk menahan rasa pahitnya demi kau! Sekarang aku tak kuat lagi untuk meminumnya!” ujar Sungrin

 

“Memang kau tak ingin sembuh?”

 

“Aku muak mendengar pertanyaanmu, Kyu! Aku lelah! Sampai kapan aku terus meminumnya?! Sampai aku mati, begitu?!” Kyuhyun menutup bibir Sungrin dengan jari telunjuk nya. Ia mulai khawatir jika Sungrin mulai berbicara soal kematian.

 

“Kau tidak boleh berkata seperti itu, Sungrin-ah!” Sungrin semakin menangis. Kyuhyun tau sekali bagaimana perasaannya saat ini.

 

“Aku kesal! Kenapa aku harus meminum obat terkutuk itu?! Apa manfaatnya? Apa aku sembuh? Apa aku semakin membaik? Tidak!! Aku masih mengalami kejang otot di kaki ku. Dan aku yakin sebentar lagi kaki ku akan lumpuh!!” Sungrin berada di luar kendali. Kyuhyun bangkit, lalu mendudukan diri disamping Sungrin.

 

Ia memeluk Sungrin, menyandarkan kepala Sungrin di dada bidangnya. Mengelus lembut rambut Sungrin yang tergerai indah. Mencoba menenangkan Sungrin, agar ia tak berbicara tentang penyakitnya atau pun kematian. Jujur, Kyuhyun sendiri berharap Sungrin dapat sembuh kembali dan ia ingin menunjukkan pada dunia jika penderita ALS bisa hidup lama, bahkan dapat sembuh total.

 

“Aku merindukkan anak muridku.” Kyuhyun terhenyak mendengar penuturan Sungrin. Ya memang semenjak ia masuk Rumah Sakit, Kyuhyun tak lagi mengijinkan Sungrin untuk mengajar lagi disekolahan, karena takut memperburuk kesehatannya.

***

Matahari datang menyambut pagi yang indah. Suara kicauan burung terdengar merdu di luar sana, membangunkan orang-orang yang masih dialam mimpinya. Sungrin menggeliatkan tubuhnya, mungkin ia terganggu dengan kicauan burung di luar rumahnya. Mata nya ingin terbuka, tapi rasanya sangat berat. Ingin sekali ia tidur berlama-lama dikasur empuknya, tapi tak bisa. Ia ingat jadwal nya hari ini dengan Kyuhyun, mengunjungi anak muridnya.

 

Ia membuka matanya perlahan, menoleh pada secercah cahaya yang timbul dari jendelanya. Ia mencoba menggerakan kedua kakinya, ia tersenyum, karena sampai saat ini, kaki nya masih bisa digerakkan. Ia bangun dari tempat tidurnya, ingin keluar dari kamar untuk mempersiapkan diri sebelum Kyuhyun datang menjemputnya. Ia berhenti didepan daun pintu dan menatap kenop pintu.

 

“Ah, Aku lupa! Tanganku kan lumpuh! Aku bahkan tak bisa membuka kenop pintu ini!” ujarnya berusaha tegar, walaupun didalam hatinya, ia belum bisa menerima semua ini.

 

Ia kembali duduk di kasurnya, menunduk sedih. Ia benar-benar merindukan anak muridnya, tapi keadannya tidak memungkinkan untuk bertemu anak muridnya. Ia tak lagi sedih dengan keadaannya saat ini. Ia tak ingin lagi menangis dan menganggap Tuhan jahat padanya. Ia yakin, dibalik keterpurukannya sekarang, akan ada hikmah luar biasa yang diberikan Tuhan padanya,

 

Tokk tokk tokk..

 

“Sungrin-ah?”

 

“Ah, masuklah!” seseorang masuk kedalam kamar Sungrin setelah mendapat izin dari siempunya kamar.

 

“Ah, Kyuhyun-ah!” ia tersenyum pada Kyuhyun yang duduk disampingnya.

 

“Kau sudah siap?” tanya Kyuhyun.

 

Sungrin tak menjawab, ia hanya menunduk, “Bagaimana Aku mau siap, membuka pintu kamar saja Aku tak bisa,”

 

“Tapi kau tetap cantik!” Kyuhyun tersenyum menghiburnya. “Yasudah, Aku akan membantumu!” Kyuhyun menarik lengan Sungrin dan membawanya menuju kekamar mandi.

 

“Kyuhyun-ah, kau tidak berniat untuk memandikanku kan?” cetus Sungrin sesampainya dikamar mandi.

 

“Aku bukanlah lelaki mesum!” Kyuhyun mengambil sikat gigi dan pasta gigi milik Sungrin. “Buka mulutmu,” Sungrin menurut dan membuka mulutnya.

 

Dengan telaten, Kyuhyun menyikati gigi Sungrin hingga bersih, lalu membasuhi wajah nya dengan air dan juga facial foam. Setelah itu, ia mengeringkan wajah Sungrin dengan handuk, mengelapnya secara perlahan dan lembut. Sungrin merasa bahagia, lelaki yang selama ini ia cintai begitu perhatian padanya, apalagi dengan kondisinya yang sangat buruk akhir-akhir ini. Belum tentu ada lelaki yang mau mengurus wanita nya yang mempunyai penyakit parah seperti dirinya.

 

“Kau mau mandi?” ujar Kyuhyun tiba-tiba, membuat mata Sungrin membulat seketika. “Kau tidak bau, kok!” Kyuhyun tersenyum nakal, lalu kembali menarik lengan Sungrin menuju kamarnya.

 

“Kau hari ini mau pakai baju apa?” Kyuhyun menggeledah lemari Sungrin, mencari baju yang cocok untuk Sungrin.

 

“Kyuhyun-ah..” panggil Sungrin, tapi Kyuhyun enggan menoleh.

 

“Bagaimana kalau kemeja peach? Aku suka sekali saat kau memakai ini!” Kyuhyun masih melanjutkan aktifitasnya.

 

“Kyuhyun-ah, siapa yang akan memakaikan bajunya? Kau? Pembantuku sudah tidak bekerja lagi disini.” Kyuhyun berhenti memilih baju setelah mendengan ucapan Sungrin. Ia menatap langit-langit, menghembuskan nafas beratnya.

 

“Ah, kau benar! Aku juga bukan pria cabul,” Kyuhyun menatap Sungrin, memperhatikan pakaian yang ia kenakan saat ini. “Kau masih mengenakan pakaian kemarin kan? Celana jins dan juga kaos putih bergambar micky mouse. Menurutku itu tidak lah buruk.” Kyuhyun mengedarkan pandangan untuk mencari sesuatu.

 

“Maksudmu Aku harus mengenakan pakaian ini lagi, begitu? Kyuhyun-ah, kau jangan gila! Baju ini sudah bau asam! Sudahlah lupakan saja perginya, Aku juga jadi tak ingin bertemu dengan anak muridku.” tiba-tiba Kyuhyun melemparkan sesuatu kearah Sungrin.

 

“Kau diam saja, jangan banyak bicara!” Kyuhyun berlutut dihadapan Sungrin, menyemprotkan parfum ketubuh Sungrin. “Aku bahkan tidak menyium baum asam dari tubuhmu!” ia mengambil cardigan pink yang ia lemparkan ke wajah Sungrin. “Kau tak boleh melawan keinginanmu selama Aku bisa memenuhinya.” ia tersenyum sambil mengelus pipi Sungrin. “Kau bahkan sangat cantik tanpa polesan apapun. Bahkan rambutmu tertata sangat rapih tanpa disisir.”

 

“Sudahlah, Ayo berangkat!” Sungrin tiba-tiba berdiri, membuat Kyuhyun tersungkur ke lantai, lalu pergi keluar kamar dengan secepat kilat. Ia sengaja melakukan itu karena ia tak mau wajah merahnya dilihat oleh Kyuhyun. Ia merasa malu mendengar Kyuhyun sedari tadi memujinya. Tapi dibalik rasa malunya, ia merasa senang mendengar pujian yang dilontarkan oleh Kyuhyun.

TBC

A/N: FF ini sudah author posting di akun wattpad pribadi milik author. Silahkan di cek @putrifairuz1 untuk melihat FF ini dan FF lainnya. Makasihhhh…

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Mar 31, 2017 @ 04:18:04

    semoga sungrin bisa disembuhkan,,,,

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: