The Day We Felt The Distance [8/?]

The Day We Felt The Distance

Author: Putri Fairuz

Cast: Cho Kyuhyun || Park Sungrin OC

Genre: Romance and sad

Rating: T

Length: Chapter

***

Setelah ia pergi meninggalkanku, ia kembali lagi padaku.

Mengubah suasana hatiku yang kala itu sedih, menjadi bahagia

Awalnya aku kesal, untuk apa ia kesini lagi?

Apa ia ingin membuat hidupku terpuruk lagi?

Tapi, setelah aku mendengar penjelasannya, hatiku merasa lega.

Sekarang, aku mulai takut.

Takut jika ia merasakan apa yang pernah aku rasakan.

Yaitu, kehilangan seorang pasangan hidup.

***

Kyuhyun dan Sungrin tiba di BSHS. Sungrin tersenyum melihat sekolahan yang begitu ia cintai. Tak ada yang berubah dari Sekolah ini setelah ia pergi beberapa bulan yang lalu. Kyuhyun mengamit tangan Sungrin, mengantarkannya masuk kedalam Sekolah.

 

Sungrin terus memandang takjub pada Sekolah ini, mungkin karena ia begitu merindukan sekolah ini. Kyuhyun diam-diam tersenyum memandang Sungrin. Ia bangga, karena bisa membuat wanita yang dicintainya merasakan kebahagiaan kembali. Mengingat Sungrin yang selalu sedih karena keterbatasannya saat ini.

 

“Park Seonsaengnim!!” beberapa guru berteriak histeris saat Kyuhyun dan Sungrin masuk ke ruang guru.

 

“Ah, seonsaengnim-deul!! Bogoshipda!!” ujar Sungrin pada semua guru yang bergantian memeluknya.

 

“Kau kemana saja, eoh? Aku sangat merindukanmu!” ujar Kim Seonsaengnim tak henti-hentinya memeluk Sungrin.

 

“Kau menjaganya dengan baik!” tiba-tiba Lee Seonsaengnim menyikut Kyuhyun. Membuat kepalanya mengangguk menanggapinya.

 

“Aigoo.. kau kehilangan berat badanmu, eoh? Apa kau tak pernah makan? Apa kau tak nafsu makan? Beritahu padaku!” ucap Kim Seonsaengnim khawatir.

 

“Oh, Seonsaengnim! Perutmu sangat besar! Kapan kau akan melahirkan?” Sungrin mengelus perut Kim Seonsaengnim yang sedang mengandung.

 

“Ah! Kau jangan mengganti topik pembicaraan! Aku jadi sedih,” Sungrin menepuk punggung Kim Seonsaengnim pelan sambil tersenyum hangat. “Kau akan mengajar lagi, kan? Susana diruang guru jadi sepi tanpa dirimu! Seharian penuh kami khawatir denganmu! Dan juga anak muridmu, mereka juga sedih karena berbulan-bulan kau tidak mengajar disekolah!”

 

“Aku akan resign dari sekolah ini,” ujar Sungrin membuat beberapa guru kaget dan juga sedih.

 

“Kenapa? Apa kau tak nyaman mengajar disini?” ucap Kim Seonsaengnim parau.

 

“Kondisi ku tidak memungkinkan untuk mengajar lagi disini,” Sungrin menatap Kim Seonsaengnim dengan mata yang penuh genangan air mata. “Tanganku lumpuh.” Sungrin mencoba tersenyum walau air mata telah jatuh dari pelupuknya.

 

Kyuhyun menunduk sedih, ia tahu bagaimana perasaan Sungrin saat ini. Ia begitu mencintai pekerjaannya yang sekarang, ia tahu betapa beratnya Sungrin melakukan ini, tapi bagaimanapun juga, Sungrin harus resign dari pekerjaannya. Jika ia terus menerus berada disini, semua orang akan sedih, semua orang akan khawatir, dan semua orang akan menangis.

 

Kim Seonsaengnim membekap mulutnya, menangis sejadi-jadinya. Ia tak percaya jika sahabat baiknya disekolah ini harus mengalami penderitaan yang luar biasa. Ia memeluk Sungrin dan menguatkannya, “Maafkan kami jika kami berperilaku buruk terhadapmu. Tetap lah bahagia dan jalani hidupmu yang sekarang. Walaupun penyakit mengganggu hidupmu, tetaplah berikan senyuman terindahmu untuk orang-orang yang kau sayangi!”

 

Sungrin menangis dipelukan Kim Seonsaengnim, mengeluarkan semua kesedihan yang bersarang di hatinya. Pelukan Kim Seonsaengnim mengingatkannya pada Ibunya yang tinggal tak jauh dari sini. Ia merindukan sosok ibunya, tapi ia tak ingin bertemu dengan ibunya dengan keadaan seperti ini. Ia tak ingin Ibunya bersedih lagi karena dirinya. Sudah cukup ia melihat linangan air mata Ibunya saat ia mengetahui anak nya menderita ALS, ia tak ingin lagi melihat Ibunya yang mengetahui putri nya sudah lumpuh.

 

“Aku ingin bertemu anak muridku,” ujar Sungrin setelah melepas pelukan Kim Seonsaengnim.

 

“Baiklah,” Kim Seonsaengnim menghapus jejak air mata dipipi Sungrin. “Mereka juga harus tahu bagaimana kondisi guru idola mereka,” Sungrin tersenyum. “Jangan tumpahkan air mata dihadapan mereka.” Sungrin mengangguk. Tapi ia tak janji bisa melakukan itu dihadapan murid-muridnya.

 

Sungrin dan Kyuhyun pergi dari ruang guru. Berjalan beriringan sambil bergandengan tangan.

 

“Kyuhyun-ah, kau ingat dengan anak-anak yang dulu merayuku?” Tanya Sungrin menoleh pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun tampak berfikir, “Ya, Aku ingat. Si pria kurus tinggi, pria gendut, dan pria pendek dengan kaca mata kudanya. Ah, dan satu orang siswi yang berkata ingin curhat setiap hari diruang BK. Aku mengingat semuanya!” Ia tersenyum sambil balik memandang Sungrin.

 

“Si pria kurus tinggi itu bernama, Ahn Jiyoung. Si pria gendut bernama, Yoon byunho. Si pria pendek dengan kacamata kudanya bernama, Lee Jinhi. Siswi wanita itu bernama, Moon Haeyoung.” tutur Sungrin. “Hari ini adalah hari terakhirku melihat mereka. Tak akan ada lagi kata-kata pujian yang mereka berikan lagi padaku. Aku tak bisa mendengar semua tawa mereka. Aku tak bisa lagi melihat senyum mereka. Berat hatiku ini meninggalkan mereka.”

 

Kyuhyun diam mendengar ucapan Sungrin. Ia tak bisa melakukan apa-apa lagi. Sungrin sangat sedih hari ini. Ia seperti kehilangan semangatnya untuk hidup. Bahkan isak tangisnya tedengar oleh Kyuhyun.

 

“Seonsaengnim!!”

 

“Seonsaengnim datang!!”

 

“Hei ayoo cepat!!! Kalian lambat sekali!!!”

 

Terdengar suara gaduh dari arah tangga lantai dua. Kyuhyun dan Sungrin terlihat bingung sekaligus kaget. Mereka berdua menghentikan jalannya dan melihat siapa yang akan datang dari tangga lantai 2.

 

“Seonsaengnim!!!” suara itu tak asing lagi ditelinga Sungrin.

 

“Haeyoung-ah!!!!” ujar Sungrin pada siswi tomboy kesayangannya.

 

Haeyoung segera menghambur memeluk Sungrin. Sedangkan siswa laki-laki yang diketuai oleh Byunho menahan diri untuk memeluk Sungrin.

 

“Saem kemana saja? Sudah hampir 2 bulan saem tidak mengajar disini!” ujar Haeyoung sesegukkan.

 

“Ah, maaf, Saem sibuk.” Sungrin tersenyum pada anak muridnya tersebut. Ia sengaja berbohong pada anak muridanya, ia tak ingin mereka sedih jika mengetahui semuanya.

 

Haeyoung melepas pelukannya dan menatap Sungrin tajam, “Saem kenapa tidak memelukku juga? Kenapa hanya Aku yang memelukmu, Saem? Apa Saem tidak sayang lagi padaku?” tatapan Haeyoung masih terlihat menuntut Sungrin.

 

“Ahh.. itu..” Sungrin tak bisa menjelaskannya, walaupun Haeyoung masih terus mendesaknya.

 

“Haeyoung-ah! Sudahlah, jangan mendesak bidadari kami! Baru saja ia datang dari tempat persembunyiannya, kau sudah membuat bidadari kami tidak nyaman! Memangnya kenapa kalau ia tak membalas pelukanmu? Apa itu salah? Setidaknya, Park Saem sudah tersenyum padamu!” Haeyoung kalut dengan ucapan Byunho yang terdengar sangat bijaksana dan lebih dewasa. Sungrin pun terkejut mendengarnya.

 

“Saem,” Byunho berdiri dihadapan Sungrin, membuat Haeyoung sedikit menjauh. “Kami punya hadiah untuk Saem,” Byunho memberikan bunga mawar putih yang tertanam didalam pot plastik berwarna hitam. “Sejak Saem tak pernah mengajar lagi disini, kami sengaja membeli bunga ini untuk hadiah Saem jika Saem kembali mengajar disini. Sekarang, karena Saem sudah kembali, maka, terimalah hadiah dari kami!” Air mata Sungrin sudah mengembang di pelupuknya.

 

“Kenapa kau memberikan bunga mawar putih sebagai hadiah untukku?” tanya Sungrin yang mulai parau.

 

“Karena, Saem merupakan malaikat suci yang datang pada kami dengan penuh kasih sayang. Putih itu pertanda suci. Sama seperti Saem!” Kata-kata Byunho sukses membuat air mata Sungrin berlinang. “Ambilah, Saem!”

 

Sungrin masih terus menangis, ia tak sanggup berkata jujur pada anak muridnya, “Saem tidak bisa mengambilnya.” Ia menatap Byunho dalam, “Tangan Saem lumpuh. Maka dari itu, Saem akan resign dari sekolah ini untuk fokus pada pengobatan yang akan Saem lakukan untuk menyembuhkan penyakit Saem! Maaf, jika selama ini, Saem payah dalam mengajari kalian matematika. Ini adalah pertemuan kita yang terakhir. Jangan pernah lupakan Saem, karena Saem tidak akan pernah melupakan kalian!” Sungrin membalikkan tubuhnya setelah selesai berbicara, hendak pergi meninggalkan anak muridnya. Air mata nya sudah menjadi aliran sungai di kedua pipinya. Ia tak sanggup melihat anak muridnya yang berusaha menutupi kesedihannya.

 

“Memang Saem sakit apa?” Pertanyaan Byunho sukses membuat langkah Sungrin terhenti.

 

“ALS!”

 

“Apa itu ALS?” Sungrin membalikkan tubuhnya, menatap Byunho dan tersenyum padanya.

 

“Kau bisa tanyakan langsung pada Dokter di UKS, ya!” Setelah itu, Sungrin kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan anak muridnya.

 

“Cho Saem,” tiba-tiba Byunho menatap Kyuhyun yang masih terpaku memandang punggung Sungrin. “Jaga Park Saem, ya!” Ia menoleh menatap Byunho, tersenyum dan mengangguk. Setelah itu, ia menyusul Sungrin yang berjalan di depannya.

 

***

 

“Hah!! Kenapa hari ini air mataku terkuras habis? Mengapa Aku sungguh emosional sekali?” Sungrin menghembuskan nafas beratnya sambil menatap langit berwarna biru.

 

Kyuhyun meraih dagu Sungrin, agar wajahnya menatap dirinya, mengelap air mata yang masih berjejak di pipinya. “Kau masih ingat tempat ini?” tanya Sungrin tiba-tiba.

 

Mata mereka bertemu dijarak yang sangat dekat, membuat Kyuhyun menahan nafasnya, “Ya, Aku masih ingat.” sahutnya. “Tempat dimana pertama kalinya kau memperlihatkan gejala ALS mu padaku.”

 

“Kau mengingat semuanya!” setetes air mata kembali jatuh dari pelupuk Sungrin. “Jika suatu hari kita tak bertemu lagi, berjanjilah padaku untuk melupakan semua kenangan ini. Aku tak ingin melihatmu menderita,”

 

Kyuhyun mengecup singkat bibir Sungrin, “Aku tak ingin mendengar kata-kata itu dari bibirmu. Sampai kapanpun, kita akan terus bersama! Aku sudah berjanji padamu untuk membahagiakanmu nanti!”

 

Sungrin terdiam, ia enggan menatap manik mata Kyuhyun yang sudah penuh dengan air mata, “Aku rindu dengan orang tua ku!” Kyuhyun menjauhkan dirinya dari Sungrin. “Aku ingin tinggal bersama mereka!”

 

“Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu?”

 

Sungrin menatap Kyuhyun kembali, “Didunia ini, sudah tidak ada orang yang mau mengurusiku selain orang tuaku. Pembantuku saja sudah pergi karena ia lelah mengurusi seorang wanita berumur 27 tahun yang hanya bisa tidur dan menonton tv saja!” Sungrin kembali menangis, tangisannya membuat Kyuhyun sedih dan menitikkan air mata. “Walaupun Aku malu jika orang tuaku yang mengurus diriku lagi, tapi Aku tak punya pilihan. Hanya mereka yang bisa mengurusiku dengan penuh kasih sayang. Walau pada akhirnya, akan ada air mata yang turun dari kedua mata mereka.”

 

“Lalu, apa arti diriku untukmu? Apa menurutmu, Aku tak bisa mengurusmu?”

 

“Kau adalah pangeran dihatiku, yang selalu membuatku nyaman. Bukan berarti kau tidak bisa mengurusku, hanya saja, Aku perlu mandi dan juga berganti pakaian, kau tidak mungkin melakukannya, Kyu.”

 

“Ayo kita menikah!” Sungrin tertawa kecil mendengarnya.

 

“Tidak semudah itu, Kyu! Aku akan menikah denganmu saat penyakit ini tidak bersarang lagi ditubuhku,” ia tersenyum lembut. “Berikan Aku semangat, Kyu! Kau juga menginginkannya, kan?”

 

Kyuhyun memeluk erat tubuh Sungrin, menangis dibalik pundak sungrin yang begitu kurus. Sungrin tersenyum, merasakan kehangatan pelukan Kyuhyun. Ia ingin terus seperti ini selamanya, merasakan kehangatan pelukan Kyuhyun seperti ini.

 

***

 

Kyuhyun menggandeng tangan Sungrin menuju mobil, ingin mengantar Sungrin kerumah orang tuanya yang tak jauh dari BSHS.

 

“Park Seonsaengnim!!!” beberapa orang berteriak dibelakang Sungrin dan Kyuhyun.

 

Mereka berdua berbalik dan terkejut melihat semua guru dan anak muridnya berkumpul dilapangan dengan ember berisi air dan juga es batu didalamnya.

 

“Kami menyayangimu, Park Seonsaengnim!!”  Sungrin membekap bibirnya, menahan air matanya yang kembali tumpah.

 

“Kami akan melakukan Ice Bucket Challenge untuk menghormati Park Seonsaengnim!! Lekas sembuh dan kembalilah pada kami!!” dalam hitungan ketiga, mereka menumpahkan ember berisi air itu ketubuh mereka. Sungrin tahu, seberapa dinginnya air itu, ia terkesan dengan pengorbanan para guru dan siswa-siswinya.

 

‘Berkat kalian, Aku mempunyai semangat untuk sembuh kembali. Aku berjanji, jika Aku sembuh nanti, Aku akan kembali pada kalian, dan membuat hari-hari kalian bahagia!’ 

TBC

 

A/N: FF ini sudah author posting di akun wattpad pribadi milik author. Silahkan di cek @putrifairuz1 untuk melihat FF ini dan FF lainnya. Makasihhhh…

 

 

1 Comment (+add yours?)

  1. lieyabunda
    Apr 02, 2017 @ 05:31:53

    huhuhuhu,,,, baper di part ini…
    lanjut

    Reply

Comment's Box

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: